Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

of 27 /27
Kehamilan Ektopik Terganggu Septian Dwi Chandra Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana i. Pendahuluan Kehamilan ektopik ialah suatu kehamilan yang berbahaya bagi wanita yang bersangkutan berhubung dengan besarnya kemungkinan terjadi keadaan yang gawat. Keadaan gawat dapat terjadi apabila kehamilan ektopik terganggu. Kehamilan ektopik merupakan keadaan emergensi yang menjadi penyebab kematian maternal selama kehamilan trimester pertama, karena janin pada kehamilan ektopik secara nyata bertanggung jawab terhadap kematian ibu, maka para dokter menyarankan untuk mengakhiri kehamilan. Hal yang perlu diingat ialah bahwa pada setiap wanita dalam masa reproduksi dengan gangguan atau keterlambatan haid yang disertai dengan nyeri perut bagian bawah, perlu difikirkan dugaan adanya kehamilan ektopik terganggu. 1 18

Embed Size (px)

Transcript of Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Page 1: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Kehamilan Ektopik Terganggu

Septian Dwi Chandra

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

i. Pendahuluan

Kehamilan ektopik ialah suatu kehamilan yang berbahaya bagi wanita yang

bersangkutan berhubung dengan besarnya kemungkinan terjadi keadaan yang gawat.

Keadaan gawat dapat terjadi apabila kehamilan ektopik terganggu. Kehamilan ektopik

merupakan keadaan emergensi yang menjadi penyebab kematian maternal selama kehamilan

trimester pertama, karena janin pada kehamilan ektopik secara nyata bertanggung jawab

terhadap kematian ibu, maka para dokter menyarankan untuk mengakhiri kehamilan. Hal

yang perlu diingat ialah bahwa pada setiap wanita dalam masa reproduksi dengan gangguan

atau keterlambatan haid yang disertai dengan nyeri perut bagian bawah, perlu difikirkan

dugaan adanya kehamilan ektopik terganggu.1

Alamat Korespondensi: 102011096, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

2014, Kelompok : D2. Jalan Arjuna Utara No. 6, Jakarta 11510,Telp: 021-5694201ext.2061,

[email protected]

1

Page 2: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

ii. Identifikasi Istilah

Tidak ada istilah yang tidak di ketahui

iii. Skenario

Wanita, 30 tahun. Datang ke UGD dengan keluhan nyeri akut abdomen lebih pada sisi

kanan bawah disertai bercak darah. Pemeriksaan tes kehamilan dengan test pack memberikan

hasil positif. Berdasarkan hari pertama haid terakhir pasien hamil 7 minggu. Ini merupakan

kehamilan pasien yang ketiga, kehamilan pertama pasien mengalami absorsi. Pasien punya

riwayat infeksi pada organ pelvic 3 tahun yang lalu, dan riwayan pemakaian IUD.

Transvaginal ultrasound yang dilakukan 1 minggu yang lalu melaporkan uterus kosong dan

tampak masa pada adnexa kanan sebesar 2x2cm. TD 80/50mmHg, N 100x/menit, afebrile,

congjungtivae tampak pucat.

iv. Rumusan Masalah

Wanita, 30 tahun. Datang ke UGD dengan keluhan nyeri akut abdomen lebih pada sisi

kanan bawah disertai bercak darah, hasil tes kehamilan dengan test pack memberikan hasil

positif. Berdasarkan hari pertama haid terakhir pasien hamil 7 minggu.

v. Hipotesis

Pasien dengan keluhan nyeri akut abdomen kanan bawah yang disertai bercak darah

di duga mengalami kehamilan ektopik terganggu

vi. Analisis Masalah

Anamnesis

Dari hasil anamnesis haid biasanya terlambat untuk beberapa waktu, dan kadang-kadang

terdapat gejala subyektif kehamilan muda.1 Nyeri abdominal terutama bagian bawah dan

perdarahan pervaginam pada trimester pertama kehamilan merupakan tanda dan gejala klinis

yang mengarah ke diagnosis kehamilan ektopik. Gejala-gejala nyeri abdominal dan

perdarahan pervaginam tidak terlalu spesifik atau juga sensitif.2

2

Page 3: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan umum : Penderita tampak kesakitan dan pucat. Pada perdarahan dalam

rongga perut tanda-tanda syok dapat ditemukan. Pada jenis tidak mendadak perut bagian

bawah hanya sedikit menggembung dan nyeri tekan.1 Kehamilan ektopik yang belum

terganggu tidak dapat didiagnosis secara tepat semata-mata atas adanya gejala-gejala klinis

dan pemeriksaan fisik.2

Pemeriksaan ginekologi : Tanda-tanda kehamilan muda mungkin ditemukan.

Pergerakan serviks menyebabkan rasa nyeri. Bila uterus dapat diraba, maka akan teraba

sedikit membesar dan kadang-kadang teraba tumor di samping uterus dengan batas yang

sukar ditentukan. Kavum Douglas yang menonjol dan nyeri-raba menunjukkan adanya

hematokel retrouterina. Suhu kadang-kadang naik sehingga menyukarkan perbedaan dengan

infeksi pelvik.1 Hampir semua kehamilan ektopik didiagnosis antara kehamilan 5 dan 12

minggu. Identifikasi dari tempat implantasi embrio lebih awal dari pada kehamilan 5 minggu

melampaui kemampuan teknik-teknik diagnostik yang ada. Pada usia kehamilan 12 minggu,

kehamilan ektopik telah memperlihatkan gejala-gejala sekunder terhadap terjadinya ruptur

atau uterus pada wanita dengan kehamilan intrauteri yang normal telah mengalami

pembesaran yang berbeda dengan bentuk dari kehamilan ektopik.2

Pemeriksaan laboratorium : Pemeriksaan hemoglobin dan jumlah sel darah merah

berguna dalam menegakkan diagnosis kehamilan ektopik terganggu, terutama bila ada tanda-

tanda perdarahan dalam rongga perut. Pada kasus tidak mendadak biasanya ditemukan

anemia, tetapi harus diingat bahwa penurunan hemoglobin baru terlihat setelah 24 jam.1

Perhitungan leukosit secara berturut menunjukkan adanya perdarahan bila leukosit meningkat

(leukositosis). Untuk membedakan kehamilan ektopik dari infeksi pelvik dapat diperhaikan

jumlah leukosit. Jumlah leukosit yang lebih dari 20.000 biasanya menunjukkan infeksi

pelvik.1

Penting untuk mendiagnosis ada tidaknya kehamilan. Cara yang paling mudah ialah

dengan melakukan pemeriksaan konsentrasi hormon β human chorionic gonadotropin (β-

hCG) dalam urin atau serum. Hormon ini dapat dideteksi paling awal pada satu minggu

sebelum tanggal menstruasi berikutnya. Konsentrasi serum yang sudah dapat dideteksi ialah 5

IU/L, sedangkan pada urin ialah 20–50 IU/L.6 Tes kehamilan negatif tidak menyingkirkan

kemungkinan kehamilan ektopik terganggu karena kematian hasil konsepsi dan degenerasi

trofoblas menyebabkan human chorionic gonadotropin menurun dan menyebabkan tes

negatif.1 Tes kehamilan positif juga tidak dapat mengidentifikasi lokasi kantung gestasional.

3

Page 4: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Meskipun demikian, wanita dengan kehamilan ektopik cenderung memiliki level β-hCG yang

rendah dibandingkan kehamilan intrauterin.6

Kuldosentesis : Ialah suatu cara pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat darah

dalam kavum Douglas. Cara ini sangat berguna untuk membuat diagnosis kehamilan ektopik

terganggu. Hasil positif bila dikeluarkan darah berwarna coklat sampai hitam yang tdak

membeku atau berupa bekuan-bekuan kecil. Hasil negatif bila cairan yang dihisap berupa

cairan jernih yang mungkin berasal dari cairan peritoneum normal atau kista ovarium yang

pecah, nanah yang mungkin berasal dari penyakit radang pelvis atau radang appendiks yang

pecah (nanah harus dikultur) atau darah segar berwarna merah yang dalam beberapa menit

akan membeku, darah ini berasal dari arteri atau vena yang tertusuk.

Ultrasonografi : Cara yang paling efisien untuk mengeluarkan adanya kehamilan

ektopik adalah mendiagnosis suatu kehamilan intrauteri. Cara yang terbaik untuk

mengkonfirmasi satu kehamilan intrauteri adalah dengan menggunakan ultrasonografi.

Sensitivitas dan spesifisitas dari diagnosis kehamilan intrauteri dengan menggunakan

modalitas ini mencapai 100% pada kehamilan diatas 5,5 minggu. Sebaliknya identifikasi

kehamilan ektopik dengan ultrasonografi lebih sulit (kurang sensitif) dan kurang spesifik.2

Laparoskopi : hanya digunakan sebagai alat bantu diagnostik terakhir untuk

kehamilan ektopik apabila hasil penilaian prosedur diagnostik yang lain meragukan. Melalui

4

Page 5: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

prosedur laparoskopik, alat kandungan bagian dalam dapat dinilai. Secara sistematis dinilai

keadaan uterus, ovarium, tuba, kavum Douglas dan ligamentum latum. Adanya darah dalam

rongga pelvis mempersulit visualisasi alat kandungan tetapi hal ini menjadi indikasi untuk

dilakukan laparotomi.

Diagnosis

Kesukaran membuat diagnosis yang pasti pada kehamilan ektopik belum terganggu

demikian besarnya sehingga sebagian besar penderita mengalami abortus tuba atau ruptur

ruba sebelum keadaan menjadi jelas. Alat bantu diagnostik yang dapat digunakan ialah

ultrasonografi (USG), laparoskopi atau kuldoskopi.1 Dari hasil pemeriksaan fisik dan

penunjang maka pasien ini di diagnosis dengan Kehamilan Ektopik Terganggu, dan ada

beberapa penyakit yang mirip dengan KET yang bisa di jadikan differential diagnosis yaitu

Abortus, Mola Hidaitosa, Appendixitis, Kista Ovarium, dan Salpingitis.

Pada kehamilan normal, telur yang sudah dibuahi akan melalui tuba falopi menuju

ke uterus. Dalam beberapa jam setelah pembuahan terjadi, mulailah pembelahan zigot. Dalam

3 hari terbentuk kelompok sel yang sama besarnya dan disebut stadium morula. Dalam

ukuran yang sama ini hasil konsepsi disalurkan terus ke pars ismika dan pars interstitialis

tuba (bagian-bagian tuba yang sempit) dan terus ke arah kavum uteri oleh arus serta getaran

silia pada permukaan sel-sel tuba dan kontraksi tuba. Dalam kavum uteri, hasil konsepsi

mencapai stadium blastula. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang

mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim,

jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung

sel-sel desidua.1

Blastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam (inner-cell mass) akan masuk ke

dalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi. Pada saat

nidasi terkadang terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda Hartman). Nidasi

terjadi pada dinding depan atau belakang uterus (korpus), dekat pada fundus uteri. Blastula

yang berimplantasi pada rahim akan mulai tumbuh menjadi janin.1 Pada kehamilan ektopik,

telur yang sudah dibuahi berimplantasi dan tumbuh di tempat yang tidak semestinya.

Kehamilan ektopik paling sering terjadi di daerah tuba falopi (98%), meskipun begitu

kehamilan ektopik juga dapat terjadi di ovarium, rongga abdomen, atau serviks.3

5

Page 6: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Differential Diagnosis

Abortus

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang

dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Abortus dapat terjadi karena

beberapa sebab, yaitu :

a) Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, biasa menyebabkan abortus pada kehamilan

sebelum usia 8 minggu. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah :

a. Kelainan kromosom, terutama trisomi autosom dan monosomi X

b. Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna

c. Pengaruh teratogen akibat radiasi, virus, obat-obatan, tembakau dan alkohol

b) Kelainan pada plasenta, misalnya endarteritis vili korialis karena hipertensi menahun

c) Faktor maternal, seperti pneumonia, tifus, anemia berat, keracunan dan

toxoplasmosis

d) Kelainan traktus genitalia, seperti inkompetensi serviks (untuk abortus pada

trisemester keduaKelainan traktus genitalia, seperti inkompetensi serviks (untuk

abortus pada trisemester kedua), retroversi uteri, mioma uteri, dan kelainan bawaan

uterus.

Manifestasi klinis dari abortus adalah

Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu

Pada pemeriksaan fisik : keadaan umum tampak lemah atau kesadaran menurun,

tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan kecil, suhu

badan normal atau meningkat.

Perdarahan pervaginam, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi.

6

Page 7: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Rasa mulas atau keram perut di daerah atas simfisis, sering disertai nyeri pinggang

akibat kontraksi uterus.

Mola Hidatidosa

Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili korialisnya

mengalami perubahan hidrofik. Etiologi belum diketahui dengan pasti, ada yang

menyatakan akibat infeksi, defisiensi makanan, dan genetik. Yang paling cocok adalah

teori Acosta Sison, yaitu defisiensi protein. Faktor infeksi terdapat pada golongan

sosiokonomi rendah, usia dibawah 20 tahun, dan paritas tinggi

Manifestasi klinis dari mola hidatidosa adalah sebagai berikut :

Amenore dan tanda-tanda kehamilan

Perdarahan pervaginam berkurang. Darah sendrung bewarna coklat. Pada keadaan

lanjut kadang keluar gelembung mola

Pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan

Tidak terabanya bagian janin pada palpasi dan tidak terdengarnya BJJ sekalipun

uterus sudah membesar setinggi pusar atau lebih

Preeklamsia atau eklamsia yang terjadi sebelum kehamilan 24 minggu.

Appendisitis

Apendisitis adalah peradangan dari appendiks vermiformis, dan merupakan penyebab

abdomen akut yang paling sering. Penyakit ini dapat mengenai semua umur baik laki-laki

maupun perempuan, tetapi lebih sering menyerang anak laki-laki berusia antara 10

sampai 30 tahun.

Keluhan appendisitis biasanya bermula dari nyeri di daerah umbilikus atau

periumbilikus yang berhubungan dengan muntah. Dalam 2 – 12 jam nyeri akan beralih ke

kuadran kanan bawah, yang akan menetap dan di perberat bila berjalan atau batuk.

Terdapat juga keluhan anoreksia, malaise, dan demam yang tidak terlalu tinggi. Biasanya

juga terdapat konstipasi, tetapi kadang-kadang terjadi diare, mual dan muntah.

Pada permulaan timbulnya penyakit belum ada keluhan abdomen yang menetap.

Namun dalam beberapa jam nyeri abdomen kanan bawah akan semakin progresif, dan

dengan pemeriksaan seksama akan dapat di tunjukan satu titik dengan nyeri maksimal.

Perkusi ringan pada kuadran kana bawah dapat membantu menentukan lokasi nyeri.

Nyeri lepas dan spasme biasanya juga muncul. Bila tanda rovsing, psoas, dan obturator

positif, akan semakin menyakitkan diagnosis klinis apendisitis.

7

Page 8: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau

setengah cair yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Indung telur adalah rongga

berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium. Kista tersebut disebut juga

kista fungsional karena terbentuk setelah telur dilepaskan sewaktu ovulasi. Kista

fungsional akan mengkerut dan menyusut setelah beberapa waktu (setelah 1-3 bulan).

Gejala dari kista ovarium adalah

Perut terasa kembung, penuh dan berat

Merasa kandung kemih anda tertekan sehingga sulit buang air kecil

Siklus menstruasi anda tidak teratur

Nyeri disekitar panggul, biasanya menetap atau sesekali yang menyebar ke panggul

bawah dan paha

Nyeri ketika bersenggama

Payudara mengeras

Mual hingga ingin muntah

Salpingitis

Salpingitis adalah peradangan pada saluran tuba, dipicu oleh infeksi bakteri.

Salpingitis kadang-kadang disebut penyakit radang panggul (PID). Ini istilah umum

termasuk infeksi lain dari sistem reproduksi wanita, termasuk rahim dan ovarium. Hampir

semua kasus salpingitisdisebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk penyakit menular

seksual seperti gonore dan klamidia. Peradangan yang meminta tambahan sekresi cairan

atau bahkan nanah untukmengumpulkan dalam tuba falopi. Infeksi dari salah satu tabung

biasanya menyebabkan infeksi yang lain, karena bakteri bermigrasi melalui pembuluh

getah bening di dekatnya.

Salpingitis adalah salah satu penyebab paling umum dari ketidaksuburan wanita.

Tanpaperawatan yang segera, infeksi secara permanen dapat merusak tuba falopi

sehingga telursetiap siklus menstruasi dilepaskan tidak dapat bertemu dengan sperma.

Gejala-gejala salpingitis meliputi :

Nyeri abdomen di kedua sisi

Sakit punggung

Sering buang air kecil

Gejala-gejala biasanya muncul setelah periode menstruasi

8

Page 9: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Demam tinggi dengan menggigil

Nyeri perut Abnormal discharge vagina, seperti warna yang tidak biasa atau bau

Dismenorea

Tidak nyaman atau hubungan seksual yang menyakitkan

Kanan kiri bawah, terutama kalau ditekan

Defense kanan dan kiri atas ligamen pourpart

Mual dan muntah, ada gejala abdomen akut karena terjadi rangsangan peritoneum

Kadang-kadang ada tendensi pada anus karena proses dekat pada rektum dan sigmoid

Pada periksa dalam nyeri kalau portio digoyangkan, nyeri kiri dan kanan yterus,

kadang-kandang ada penebalan dari tuba.

Nyeri saat ovulasi

Working diagnosis

Kehamilan Ektopik Terganggu

Kehamilan ektopik adalah suatu kehamilan yang pertumbuhan sel telur yang telah di

buahi tidak menempel pada dinding endometrium kavum uteri. Lebih dari 95% kehamilan

ektopik berada di saluran telur (tuba fallopi).

Menurut lokasinya, kehamilan ektopik dapat dibagi dalam beberapa golongan atau

tempat, yaitu :

A. Tuba fallopi3

9

Page 10: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Dinding tuba merupakan lapisan luar dan kapsularis yang merupakan lapisan dalam

dari hasil konsepsi. Karena tuba tidak dan bukan merupakan tempat normal bagi

kehamilan, maka sebagian besar kehamilan tuba akan terganggu pada umur 6-10 minggu

kehamilan.

Pada saat proses fertilisasi yaitu proses penyatuan ovum dengan spermatozoon terjadi

di ampulla tuba. Dari sini ovum yang telah di buahi di gerakan ke kavum uteri dan di

tempat akhir ini mengadakan inplantasi di endometrium. Keadaan oada tuba yang

menghambat atau menghalangi gerakan ini, dapat menjadi sebab bahwa implantasi terjadi

pada endosalping; selanjutnya ada kemungkinan pula bahwa kelainan pada ovum yang di

buahi memberi pradisposisi untuk implantasi di luar kavum uteri, akan tetapi hal ini

kiranya tidak banyak terjadi. Diantara sebab-sebab yang menghambat perjalan ovum ke

uterus sehingga blastokista mengadakan implantasi di tuba ialah :

Bekas radang pada tuba; disini radang menyebabkan perubahan-perubahan pada

endosalping, sehingga walaupun fertilisasi masih dapat terjadi, gerakan uterus ke

ovum terlambat

Kelainan bawaan pada tuba, anatara lain divertikulum, tuba sangat panjang dan

sebagainya.

Gangguan fisiologik pada tuba karena pengaruh hormonal, perlekatan perituba,

tekanan pada tuba oleh tumor dari luar, dan sebagainya.

Operasi plastik pada tuba

Abortus buatan.

Mukosa pada tuba bukan merupakan medium yang baik buat pertumbuhan blastokista

yang berimplantasi di dalamnya. Vaskularisasi kurang baik, dan desidua tidak tumbuh

dengan sempurna. Dengan demikian ada 3 kemungkinan :

1) Hasil konsepsi mati dini dan diresorpsi

Pada implantasi secara kolumner, ovum yang dibuahi cepat mati karena

vaskularisasi kurang dan dengan mudah terjadi resorpsi total. Dalam keadaan ini

penderita tidak mengeluh apa-apa dan haidnya terlambat untuk beberapa hari.

2) Abortus ke dalam lumen tuba

Perdarahan yang terjadi karena pembukaan pembuluh-pembuluh darah oleh villi

koriales pada dinding tuba di tempat implantasi dapat melepaskan mudigah dari

dinding tersebut bersama-sama dengan robeknya pseudokapsularis. Pelepasan ini

dapat terjadi sebagian atau seluruhnya. Bila pelepasan menyeluruh, mudigah dan

10

Page 11: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

selaputnya dikeluarkan dalam lumen tuba dan kemudian didorong oleh darah ke arah

ostium tuba abdominale. Perdarahan yang berlangsung terus menyebabkan tuba

membesar dan kebiru-biruan (Hematosalping) dan selanjutnya darah mengalir ke

rongga perut melalui ostium tuba, berkumpul di kavum douglas dan akan membentuk

hematokel retrouterina.

3) Ruptur dinding tuba

Ruptur tuba sering terjadi bila ovum berimplantasi pada ismus dan biasanya pada

kehamilan muda. Sebaliknya ruptur pada pars interstitialis terjadi pada kehamilan

yang lebih lanjut. Faktor utama yang menyebabkan ruptur ialah penembusan villi

koriales ke dalam lapisan muskularis tuba terus ke peritoneum. Ruptur dapat terjadi

secara spontan atau karena trauma ringan. Darah dapat mengalir ke dalam rongga

perut melalui ostium tuba abdominale. Bila ostium tuba tersumbat, ruptur sekunder

dapat terjadi. Dalam hal ini, dinding tuba yang telah menipis oleh invasi trofoblas,

pecah karena tekanan darah dalam tuba. Kadang-kadang ruptur terjadi di arah

ligamentum latum dan terbentuk hematoma intraligamenter antara 2 lapisan

ligamentum tersebut. Jika janin hidup terus, dapat terjadi kehamilan intraligamenter.

Pada ruptur ke rongga perut, seluruh janin dapat keluar dari tuba, tetapi bila

robekan tuba kecil, perdarahan terjadi tanpa hasil konsepsi dikeluarkan dari tuba.

Nasib janin bergantung pada tuanya kehamilan dan kerusakan yang diderita. Bila

janin mati dan masih kecil, dapat diresorpsi seluruhnya, dan bila besar dapat diubah

menjadi litopedion. Janin yang dikeluarkan dari tuba dengan masih diselubungi oleh

kantong amnion dan dengan plasenta masih utuh kemungkinan tumbuh terus dalam

rongga perut, sehingga terjadi kehamilan ektpik lanjut atau kehamilan abdominal

sekunder. Untuk mencukupi kebutuhan makanan bagi janin, plasenta dari tuba akan

meluaskan implantasinya ke jaringan sekitarnya misalnya ke sebagian uterus,

ligamentum latum, dasar panggul dan usus.

11

Page 12: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Perjalanan kehamilan ektopik dalam tuba fallopi, dapat dibagi lagi dalam beberapa tempat

atau bagian, yaitu :

Pars interstisialis (2%)

Karena dinding agak tebal, dapat menahan kehamilan sampai 4 bulan atau lebih,

kadang kala sampai aterme, kalau pecah dapat menyebabkan perdarahan yang banyak

dan keluarnya janin dalam rongga perut.

Isthmus (25%)

Dinding tuba disini lebih tipis, biasanya pada kehamilan 2 sampai 3 bulan sudah

pecah

Ampula (55%)

Dapat terjadi abortus atau ruptur pada kehamilan 1-2 bulan

Fimbria (17%)

Dapat terjadi abortus atau ruptur pada kehamilan 1-2 bulan

B. Uterus

Kanalis servikalis

Kehamilan ini jarang dijumpai, dan biasanya terjadi abortus spontan di dahului

perdarahan yang makin lama makin banyak. Jarang terjadi lebih dari 20minggu.

12

Page 13: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Divertikulum

Kehamilan pada uterus jarang sekali terdapat, dan sangat sulit untuk mebuat

diangnosisnya. USG atau MRI kiranya dapat membantu menegakan diagnosis. Akibat

kehamilan ini adalah ruptur keluar dari uterus atau abortus. Kadang-kadang

kehamilan dapat berlangsung terus dan memerlukan laparatomi untuk melahirkan

janin, diikuti histeroktomi

Kornua

Tanduk rudimeter

C. Ovarium

Kehamilan ovarial primer sangat jarang terjadi. Diagnosis kehamilan tersebut

ditegakkan atas dasar 4 kriteria dari Spiegelberg, yakni 1:

a. Tuba pada sisi kehamilan harus normal

b. Kantong janin harus berlokasi pada ovarium

c. Kantong janin dihubungkan dengan uterus oleh ligamentum ovary proprium

d. Jaringan ovarium yang nyata harus ditemukan dalam dinding kantong janin

Diagnosis yang pasti diperoleh bila kantong janin kecil dikelilingi oleh jaringan

ovarium dengan trofoblas memasuki alat tersebut. Pada kehamilan ovarial biasanya

terjadi rupture pada kehamilan muda dengan akibat perdarahan dalam perut. Hasil

konsepsi dapat pula mengalami kematian sebelumnya sehingga tidak terjadi rupture,

ditemukan benjolan dengan berbagai ukuran yang terdiri atas ovarium yang mengandung

darah, vili korialis dan mungkin juga selaput mudigah. 1

D. Intraligamenter

E. Abdominal

Primer

sekunder

F. Kombinasi kehamilan di dalam dan di luar uterus

Etiologi

Etiologi dari kehamilan ektopik sudah banyak di sebutkan karena secara patofisiologi

mudah dimengerti sesuai dengan proses awal kehamilan sejak pembuahan sampai nidasi.

Apabila nidasi terjadi diluar kavum uteri atau diluar endometrium, maka terjadilah kehamilan

13

Page 14: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

ektopik. Dengan demikian, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hambatan dalam

nidasi embrio ke endometrium menjadi penyebab kehamilan ektopik ini. Faktor-faktor yang

disebutkan adalah sebagai berikut :4

a) Faktor tuba

Adanya peradangan atau infeksi pada tuba menyebabkan lumen tuba menyempit atau

buntu. Keadaan uterus yang mengalami hipoplasia dan saluran tuba yang berkelok-kelok

panjang dapat menyebabkan fungsi silia tuba tidak berfungsi dengan baik. Juga pada

keadaan pascaoperasi rekanalisasi tuba dapat merupakan presdisposisi terjadi kehamilan

ektopik.

Faktor tuba yang lain ialah adanya kelainan endometriosis tuba atau diventrikel

saluran tuba yang bersifat kongenital. Adanya tumor di sekitar saluran tuba, misalnya

mioma uteri atau tumor ovarium yang menyebabkan perubahan bentuk dan patensi tuba,

juga dapat menjadi etiologi kehamilan ektopik.

b) Faktor abnomalitas dari zigot

Apabila tumbuh terlalu cepat atau tumbuh dengan ukuran besar, maka ziogt akan

tersendat dalam perjalanan pada saat melalui tuba, kemudian terhenti dan tumbuh di

saluran tuba.

c) Faktor ovarium

Bila ovarium memproduksi ovum dan ditangkap oleh tuba yang kontralateral, dapat

membutuhkan proses khusus atau waktu yang lebih panjang sehingga kemungkinan

terjadinya kehamilan ektopik lebih besar.

d) Faktor hormonal

Pada askseptor, pil KB yang hanya mengandung progesteron dapat mengakibatkan

gerakan tuba melambat. Apabila terjadi pembuahan dapat menyebabkan terjadinya

kehamilan ektopik.

e) Faktor lain

Termasuk disini antara lain adlaah pemakai IUD di mana proses peradangan yang

dapat timbul endometrium dan endosalping dapat menyebabkan terjadinya kehamilan

ektopik. Faktor umur penderita yang sudah menua dan faktor perokok juga sering

dihubungkan dengan terjadinya kehamilan ektopik.

14

Page 15: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Epidemiologi

Frekuensi dari kehamilan ektopik dan kehamilan intrauteri dalam satu konsepsi yang

spontan terjadi dalam 1 dalam 30.000 atau kurang. Angka kehamilan ektopik per 1000

diagnosis konsepsi, kehamilan atau kelahiran hidup telah dilaporkan berkisar antara 2,7

hingga 12,9. Angka kejadian kehamilan ektopik dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

Diantara faktor-faktor yang terlibat adalah meningkatnya pemakaian alat kontrasepsi dalam

rahim, penyakit radang panggul, usia ibu yang lanjut, pembedahan pada tuba, dan pengobatan

infertilitas dengan terapi induksi superovulasi.2

Angka kejadian kehamilan ektopik di Amerika Serikat meningkat dalam dekade terakhir

yaitu dari 4,5 per 1000 kehamilan pada tahun 1970 menjadi 19,7 per 1000 kehamilan pada

tahun 1992. Kehamilan ektopik masih menjadi penyebab kematian utama pada ibu hamil di

Kanada yaitu berkisar 4% dari 20 kematian ibu pertahun.6 Pada tahun 1980-an, kehamilan

ektopik menjadi komplikasi yang serius dari kehamilan, terhitung sebesar 11% kematian

maternal terjadi di Amerika Serikat.2

Di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta angka kejadian kehamilan ektopik pada tahun 1987

ialah 153 di antara 4.007 persalinan atau 1 di antara 26 persalinan. Sebagian besar wanita

yang mengalami kehamilan ektopik berumur antara 20-40 tahun dengan umur rata-rata 30

tahun. Frekuensi kehamilan ektopik yang berulang dilaporkan berkisar antara 0-14,6%.1

Sekurangnya 95 % implantasi ektopik terjadi di tuba Fallopii. Di tuba sendiri, tempat

yang paling sering adalah pada ampulla, kemudian berturut-turut pada pars ismika,

infundibulum dan fimbria, dan pars intersisialis. Implantasi yang terjadi di ovarium, serviks,

atau cavum peritonealis jarang ditemukan.2

Manifestasi klinis

Gejala kehamilan muda

Terdapat tanda akut abdomen : nyeri tekan hebat (defance musculair), muntah, gelisah,

pucat anemis, nadi kecil dan halus, tensi rendah atau tidak terukur (syok)

Nyeri bahu : karena perangsangan diafragma

Tanda cullen : sekitar pusat atau linea alba kelihatan biru hitam dan lebam

Pervaginam keluar decidual cast

Pada pemeriksaan ginekologi (periksa dalam) terdapat :

- Adanya nyeri ayun

15

Page 16: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

- Douglas crise : rasa nyeri hebat pada penekanan kavum douglasi

- Kavum douglasi terasa menonjol karena terkumpulnya darah, begitu pula teraba masa

retrouterin (masa perlvis)

Pada palpasi perut dan perkusi : ada tanda perdarahan intrabdominal (shifting dullness)

Komplikasi5-6

(a) Pada pengobatan konservatif, yaitu bila ruptur tuba telah berlangsung (4-6minggu),

terjadi perdarahan ulang (recurrent bleeding). Ini merupakan indikasi operasi

(b) Infeksi

(c) Subileus karena massa pelvis

(d) sterilitas

Pentalaksanaan

Penatalaksanaan pada pasien kehamilan ektopik terganggu adalah segera merujuk

kerumah sakit, dan di rumah sakit dapat dilakukan :7-8

Bila wanita dalam keadaan syok, perbaiki keadaan umum dengan pemberiaan cairan yang

cukup (dekstrosa 5%, glukosa 5%, garam fisiologis) dan transfusi darah

Setelah diagnosa jelas dapat dilakukan laparatomi

Salpingektomi/salpingostomi/renanstomosis tuba

Kemoterapi

Dengan menggunakan metrotreksat 1mg/kg intravena dan faktor sitrovorum 0,1

mg/kg intramuskular berselang-seling selama 8 haribila kehamilan di pars ampularis tuba

belum pecah, diameter kantong gestasi kurang atau sama dengan 4cm, perdarahan dalam

rongga perut kurang dari 100ml, dan tanda vital baik.

Berikan antibiotik yang cukup dan obat antiinflamsi

Prognosis

Kematian karena kehamilan ektopik terganggu cenderung turun dengan

diagnosis dini dan persediaan darah yang cukup. Hellman dkk., (1971) melaporkan 1

kematian diantara 826 kasus, Wilson dkk., (1971) melaporkan 1 kematian diantara 591

kasus. Akan tetapi bila pertolongan terlambat angka kematian dapat tinggi. Sjahid dan

Martohoesodo (1970) mendapatkan angka kematian 2 dari 120 kasus. Sedangkan

Tardjiman dkk., (1973) mendapatkan angka kematian 4 dari 138 kehamilan ektopik.

16

Page 17: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Pada umumnya kelainan yang menyebabkan kehamilan ektopik bersifat bilateral.

Sebagian perempuan menjadi steril setelah mengalami kehamilan ektopik lagi pada tuba

yang lain. Angka kehamilan ektopik yang berulang dilaporkan antara 0-14,6%. Untuk

perempuan dengan jumlah anak yang sudah cukup, sebaiknya pada operasi dilakukan

salpingektomi bilateralis dan sebelumnya perlu mendapat persetujuan suami dan isteri.1

vii. Kesimpulan

Kehamilan ektopik adalah suatu kehamilan dimana sel telur yang dibuahi

berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri. Kehamilan ektopik dapat

mengalami abortus atau ruptur pada dinding tuba dan peristiwa ini disebut sebagai Kehamilan

Ektopik Terganggu. 

Sebagian besar kehamilan ektopik terganggu berlokasi di tuba (90%) terutama di ampula dan

isthmus. Sangat jarang terjadi di ovarium, rongga abdomen, maupun uterus. Keadaan-

keadaan yang memungkinkan terjadinya kehamilan ektopik adalah penyakit radang panggul,

pemakaian antibiotika pada penyakit radang panggul, pemakaian alat kontrasepsi dalam

rahim IUD (Intra Uterine Device), riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, infertilitas,

kontrasepsi yang memakai progestin dan tindakan aborsi. 

Gejala yang muncul pada kehamilan ektopik terganggu tergantung lokasi dari

implantasi. Dengan adanya implantasi dapat meningkatkan vaskularisasi di tempat tersebut

dan berpotensial menimbulkan ruptur organ, terjadi perdarahan masif, infertilitas, dan

kematian. Hal ini dapat mengakibatkan meningkatnya angka mortalitas dan morbiditas Ibu

jika tidak mendapatkan penanganan secara tepat dan cepat. 

Insiden kehamilan ektopik terganggu semakin meningkat pada semua wanita terutama

pada mereka yang berumur lebih dari 30 tahun. Selain itu, adanya kecenderungan pada

kalangan wanita untuk menunda kehamilan sampai usia yang cukup lanjut menyebabkan

angka kejadiannya semakin berlipat ganda.

17

Page 18: Makalah - Kehamilan Ektopik Terganggu

Daftar Pustaka

1. Prawirohardjo, S., 2005, Kehamilan Ektopik dalam Ilmu Kebidanan, Jakarta Pusat :

Yayasan Bina Pustaka.

2. Murray, H., Baakdah, H., Bardell, T., Tulandi, T., Diagnosis and Treatment of Ectopic

Pregnancy, CMA Media Inc. (CMAJ),2005;173(8), diunduh dari

http://www.cmaj.ca.full.pdf+html.

3. Norwitz RE, Schorge JO. Anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dalam : Norwitz RE,

Schorge JO. At a glance obstetri dan ginekologi. Jakarta : Erlangga 2007. H. 9; 17-20

4. Prawirohardjo, S., 2007, Kehamilan Ektopik dalam Ilmu Bedah Kebidanan, Jakarta

Pusat : Yayasan Bina Pustaka.

5. Benson, Ralph C. Kehamilan ektopik. Dalam : Benson, Ralph C. Buku saku obstetri dan

ginekologi. Jakarta: EGC. 2009. H.305-13;575;612-7

6. Taber BZ. Kehamilan ektopik. Dalam : Melfiawati S. Kapita selekta kedaruratan obstetri

dan ginekologis. Jakarta: EGC. 1994. h. 185-6

7. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Rouse DJ, Spong YS. Kehamilan

ektopik. Dalam : Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Rouse DJ, Spong

YS. Obstetri Williams. Jakarta : EGC. 2013. H.251-70

8. Sofian A. Sinopsis Obstetri. Dalam : Sofian A. Kelaianan letak kehamilan. Jakarta: EGC.

2012. H. 160-6

18