Makalah Ilmu Gizi

download Makalah Ilmu Gizi

of 23

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    110
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Ilmu Gizi

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar belakangSebagai negara yang sedang berkembang dan sedang membangun, bangsa Indonesia masih memiliki beberapa ketertinggalan dan kekurangan jika dibandingkan negara lain yang sudah lebih maju. Di bidang kesehatan, bangsa Indonesia masih harus berjuang memerangi berbagai macam penyakit infeksi dan kurang gizi yang saling berinteraksi satu sama lain menjadikan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia tidak kunjung meningkat secara signifikan.Tingginya angka kesakitan dan kematian Ibu dan Anak Balita di Indonesia sangat berkaitan dengan buruknya status gizi. Ironisnya, dibeberapa daerah lain atau pada sekelompok masyarakat Indonesia yang lain terutama di kota-kota besar, masalah kesehatan masyarakat utama justru dipicu dengan adanya kelebihan gizi; meledaknya kejadian obesitas di beberapa daerah di Indonesia akan mendatangkan masalah baru yang mempunyai konsekuensi-konsekuensi serius bagi pembangunan bangsa Indonesia khususnya di bidang kesehatan. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus dan bukan merupakan isapan jempol belaka. Jika ini dibiarkan terus menerus, makin banyak penduduk yang menngalami penyakit bahkan meninggal akibat masalah gizi ini. Untuk itu , disini penulis membahas mengenaiisu-isu mengenai masalah gizi yang ada di Indonesia.

1.2 Tujuan Penulisana. Tujuan Umum Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Gizi yang diberikan dosen yang bersangkutan serta memberitahukan dan menjelaskan apa-apa saja masalah gizi utama di Indonesia.b. Tujuan Khusus a. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami mengenai permasalahan gizi di Indonesiab. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami penyakit penyakit yang disebabkan oleh permasalahan gizi di Indonesiac. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami penyebab permasalahan gizi di Indonesiad. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami dampak permasalahan gizi.

BAB IITINJAUAN TEORITIS2.1 Masalah Gizi di IndonesiaMasalah gizi adalah gangguan kesehatan dan kesejahteraan seseorang, kelompok orang atau masyarakat sebagai akibat adanya ketidakseimbangan antara asupan (intake) dengan kebutuhan tubuh akan makanan dan pengaruh interaksi penyakit (infeksi). Ketidakseimbangan ini mengakibatkan gizi kuranag maupun gizi lebih. Saat ini, kondisi gizi dunia menunjukkan 2 kondisi yang ekstrim. Mulai dari kelaparan sampai pola makanan yang mengikuti gaya hidup, yaitu rendah serat dan tinggi kalori, serta kondisi kurus dan pendek sampai kegemukan. Hal yang sama juga terjadi di indonesia. Saat sebagian besar bangsa indonesia masih menderita kekurangan gizi terutama pada ibu, bayi dan anak secara bersamaan timbul masalah gizi lain, yaitu gizi lebih yang berdampak pada obesitas. Hal ini akan menghambat laju pembangunan, karena status gizi suatu masyarakat berperan penting terhadap kualitas sumber daya manusia, dan daya saing bangsa. Kemiskinan menjadi faktor utama penyebab kekurangan gizi.Konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman dapat memenuhi kecukupan gizi individu untuk tumbuh dan berkembang. Gizi pada ibu hamil sangat berpengaruh pada perkembangan otak janin, sejak dari minggu keempat pembuahan sampai lahir dan hingga anak berusia 3 tahun (golden age).Data riset kesehatan dasar (riskesdes) 2010 menunjukkan bahwa rata-rata asupan kalori dan protein anak balota indonesia masih di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG). Sekitar sepertiga anak masih mengalami status gizi pendek (termasuk sangat pendek) dan seperempat balita masih mengalami gizi kurang (termasuk gizi buruk). Akibatnya tinggi badan rata-rata balita indonesia lebih pendek daripada standar rujukan WHO 2005 dan mempunyai resiko kehilangan tingkat kecerdasan.Gizi buruk pada anak masih menjadi masalah di indonesia, bahkan sampai tahun 2011 ada sekitar 1 juta anak yang mengalami gizi buruk diantara 240 juta penduduk indonesia. Kasus tersebut mayoritas berada di daerah timur indonesia, seperti di Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Salah satu faktor penyebabnya adalah letak geografis yang jauh dan fasilitas kesehatan. Penyebab lainnya adalah faktor prilaku, seperti pengelolaan pangan yang tidak benar, akibat faktor pendidikan yang rendah di masyarakat.2.2 Gizi KurangApabila tubuh kekurangan zat gizi, khususnya energi dan protein, pada tahap awal akan menyebabkan rasa lapar kemudian dalam jangka waktu tertentu berat badan akan menurun disertai dengan menurunnya produktivitas kerja. Kekurangan zat gizi yang berlanjut akan menyebabkan status gizi krangan dan gizi buruk. Apabila tidak ada perbaikan konsumsi energi dan protein yang mencukupi, tubuh akan mudah terserang penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian.Kekurangan zat gizi secara umum baik kurang secara kualitas dan kuantitas menyebabkan gangguan pada proses-proses tubuh, seperti: Gangguan pertumbuhan Gangguan produksi kerja Gangguan pertahanan tubuh Gangguan struktur dan fungsi otak

Gizi kurang dibedakan menjadi zat gizi makro (makronutrien) dan zat gizi mikro (mikronutrien). Dalam memenuhi asupan gizinya, tubuh membutuhkan makronutrien, yaitu karbohidrat, lemak, protein, dan mikronutrien, vitamin, yodium, zat besi, seng, asam folat, dan lain sebagainya. Kekurangan mikronutrien dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, seperti kekurangan vitamin A (KVA), gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) dan anemia yang megacu pada berat bayi lahir rendah (BBLR), gangguan intelektual, gangguan pertumbuhan, penurunan kekebalan bahkan kematian. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Bayi dengan berat lahir rendah adalah akibat dari ibu hamil penderita kurang energi kronis (KEK) da mempunyai status gizi buruk. BBLR berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi dan balita, yang akan berdampak terhadap kualitas generasi mendatang, yaitu memperlambat pertumbuhan dan perkembangan mental anak, serta berpengaruh pada penurunan kecerdasan (IQ). setiap anak yang berstatus gizi buruk mempunyai resiko kehilangan IQ 10 13 poin. Gizi Kurang pada BalitaGizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di indonesia. rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Gangguan PertumbuhanDampak gizi buruk pada anak balita adalah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Kurang Energi KronisKEK dapat terjadi pada wanita usia subur (WUS) dan pada ibu hamil (bumil). KEK adalah keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu.

Pada Wanita Usia Subur (WUS)Pemantauan kesehatan dan status gizi pada WUS merupakan pendekatan yang potensial dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kondisi WUS yang sehat dan berstatus gizi baik akan menghasilkan bayi dengan kualitas yang baik, dan akan mempunyai risiko yang kecil terhadap timbulnya penyakit selama kehamilan dan melahirkan.Dari data Susenas pada tahun 1999 menunjukkan bahwa status gizi pada WUS yang menderita KEK (LILA < 23.5 cm) sebanyak 24.2 %. Hasil analisis IMT pada 27 ibukota propinsi menunjukkan KEK pada wanita dewasa (IMT< 18.5) sebesar 15.1 %. Pada Ibu Hamil (Bumil)Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Pada keadaan ini banyak ibu yang meninggal karena perdarahan, sehingga akan meningkatkan angka kematian ibu dan anak.Data SDKI tahun 1997 angka kematian bayi adalah 52.2 per 1000 kelahiran hidup dan dari data SDKI tahun 1994 angka kematian ibu adalah 390 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan dari data Susenas pada tahun 1999, ibu hamil yang mengalami risiko KEK adalah 27.6 %.

PENYEBAB MASALAH UNICEF (1988) telah mengembangkan kerangka konsep makro (lihat skema.) sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi masalah kurang gizi.Masalah gizi kurang dapat disebabkan oleh:

a. Penyebab langsungMakanan dan penyakit secara langsung menyebabkan gizi kurang. timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, dapat menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makanan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.b. Penyebab tidak langsung Ketahanan pangan keluarga kurang memadai. setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh Anggota keluarga dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya. Pola pengasuhan anak kurang memadai.setiap keluar dan masyarakat diharapkan dapat menyediakan waktu,perhatian dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik secara fisik,mental maupun social. Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. System pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penjaminan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan.Pokok masalah di masyarakatKurangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat berkaitan dengan berbagai faktor langsung maupun tidak langsung.Akar masalahKurangnya pemberdayaan wanita dan keluarga serta kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat terkait dengan meningkatnya pengangguran, inflasi dan kemiskinan yang disebabkan oleh krisis ekonomi, politik dan keresahan sosial yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Keadaan tersebut teleh memicu munculnya kasus-kasus gizi buruk akibat kemiskinan dan ketahanan pangan keluarga yang tidak memadai. Tidak tersedianya makanan secara adekuat terkait langsung dengan kondisi sosial ekonomi. Kadang-kadang bencana alam, perang maupun kebijakan politik maupun ekonomi yang memberatkan rakyat akan menyebabkan hal ini.Kemiskinan sangat identik dengan tersedianya makan yang adekuat. Data Indonesia dan negara lain menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara kurang gizi dengan kemiskinan. Kemiskinan merupakan penyebab pok