Makalah gizi pada atlet

Click here to load reader

  • date post

    15-May-2015
  • Category

    Sports

  • view

    40.471
  • download

    14

Embed Size (px)

Transcript of Makalah gizi pada atlet

  • 1.MAKALAH EKOLOGI PANGAN & GIZI GIZI PADA ATLETDI SUSUN OLEH : 1. VEDRO AGASI 2. WIDYASTUTI FASER 3. YOLANDA TIARA SARI 4. WULAN SARI 5. YOBBY OKTARIZASEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA TAHUN AJARAN 2009 - 2010

2. PALEMBANG KATA PENGANTARPuji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telahmemberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkatKarunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Ekologi ini yangberjudul GIZI PADA ATLETDalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkanbanyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalammenyelesaikan tugas makalah ini sehinggga penulis dapat menyelesaikanpenyusunan makalah ini.Dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbingyang telah membimbing kami.Dalam penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah inidapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnya. Palembang, Desember2010 Penyusun 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.................................................................................................................. iDAFTAR ISI.................................................................................................................. iiBAB I. PENDAHULUAN.................................................................................................................. 1I.1 LATAR BELAKANG.................................................................................................................. 1I.2 TUJUAN.................................................................................................................. 11.3 PERMASALAHAN.................................................................................................................. 1BAB II. ISI.................................................................................................................. 2II.1 KEBUTUHAN GIZI BAGI ATLET.................................................................................................................. 2II.2 MACAM- MACAM GIZI BAGI ATLET.................................................................................................................. 2II.3 KEBUTUHAN GIZI PADA SETIAP KEGIATAN ATLET.................................................................................................................. 8 4. II.4 KEBUTUHAN PROTEIN BAGI ATLET.................................................................................................................. 9II. 5 GANGGUAN MAKAN PADA ATLET.................................................................................................................. 11BAB III. PENUTUP.................................................................................................................. 15III.1 KESIMPULAN.................................................................................................................. 15III.2 SARAN.................................................................................................................. 15DAFTAR PUSTAKA BAB IPENDAHULUANI.1 LATAR BELAKANG 5. Pengetahuan gizi atlet bagi masyarakat secara umum serta atlet yang berprestasisangat penting. Kita ketahui bahwa dalam masa pertumbuhan serta perkembangan, proseskehidupan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya masukan zat gizi.Disamping itu gizi juga berpengaruh dalam mempertahankan dan memperkuat daya tahantubuh.Perihal tersebut diatas berlaku pula bagi para atlet meskipun secara lebih khususkebutuhan jenis dan jumlah zat gizi bagi seorang atlet akan berbeda dengan kelompokbukan atlet, karena kegiatan fisik dan psikis berbeda, baik selama masa latihan maupunpada saat pertandingan. Prestasi olahraga yang dicapai oleh para atlet berkait erat denganketepatan penentuan dan penyediaan jenis dan jumlah zat gizi yang diperlukan.I.2 TUJUAN Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mampu memberikan pelayanan gizi atlet untuk meningkatkan prestasi bagi atlet.1.3 PERMASALAHAN 1. Keinginan untuk menang pada atlet menyebabkan banyak atlet menggunakan cara-cara ekstrem yang biasanya tanpa dasar ilmiah dan dapat membahayakan kinerjaolahraga dengan risiko ketidak seimbangan gizi (kekurangan / kelebihan). Mahal danhanya memberikan efek semu (placebo effect) serta cenderung menimbulkanketergantungan. 2. Gangguan makan sering ditemui pada atlet karena mereka terlalu mementingkanberat badan dan berkeinginan sangat keras untuk menang sehingga menjadi obsesi. BAB II ISI 6. II.1 KEBUTUHAN GIZI BAGI ATLET Nutrisi yang tepat merupakan dasar utama bagi penampilan prima seorang atletpada saat bertanding. Selain itu nutrisi ini dibutuhkan pula pada kerja biologik tubuh, untukpenyediaan energi tubuh pada saat seorang atlet melakukan berbagai aktivitas fisik, misalnyapada saat latihan (training), bertanding dan saat pemulihan, baik setelah latihanmaupunsetelah bertanding. Nutrisi juga dibutuhkan untuk memperbaiki atau mengganti sel tubuhyang rusak. Banyak pelatih atau atlet yang menganggap bahwa asupan nutrisi pada atletsama saja dengan yang bukan atlet. Kenyataannya tidak demikian, asupan nutrisi pada atletdisiapkan berdasarkan pengetahuan tentang dominasi energi yang akan digunakan, peransumber nutrisi tertentu pada proses penyediaan energi. Dalam hal ini termasuk pula tentangpemberian suplemen dan usaha khusus berupa modifikasi yang dilakukan terhadap asupannutrisi pada waktu tertentu, dalam upaya meningkatkanII.2 MACAM- MACAM GIZI BAGI ATLETA. MAKRONUTRITION KarbohidratSumber energi utama pada berbagai tingkat dan jenis aktivitas fisik berasal darikarbohidrat, lemak dan protein yang berfungsi untuk mempertahankan aktivitasfungsional tubuh. Dikenal 2 jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks.Glukosa adalah salah satu karbohidrat sederhana yang dapat digunakan secara langsungsebagai sumber energi oleh sel-sel tubuh, namun bila jumlahnya berlebihan maka dapatdikonversi menjadi cadangan glikogen di hati dan di otot, dan bila masih berlebihan akandisimpan dalam bentuk lemak di jaringan adiposa. Karbohidrat kompleks adalahkarbohidrat yang berantai panjang yang merupakan gabungan dari 3 atau lebih molekulglukosa. Selain itu dikenal pula bentuk lain dari karbohidrat yaitu: serat (antara lainselulose) yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan. Pada manusia yangmempunyai status gizi normal, ditemukan 375-475 g karbohidrat sebagai cadanganenergi, kurang lebih 325 g di otot dan 90 100 g di hati dalam bentuk glikogen danhanya 15-20 g beredar di dalam darah. Setiap gram glikogen mengandung 4 kalorienergi, dengan demikian 1500 2000 kalori dikandung oleh karbohidrat dalam tubuh,dan energi ini cukup sebagai energi untuk lari sejauh 20 mil. Selama berolahraga,glikogen pada otot yang aktif merupakan sumber energi, setelah melalui prosesglikogenolisis. Glikogen hati dikonversi menjadi glukosa terlebih dahulu, lalu diangkutoleh darah ke otot yang aktif. Bila jumlah glikogen hati dan otot habis, glukosa dibentukmelalui proses glukoneogenesis dari sumber energi lain seperti protein. Padaprosespenyediaan energi tubuh, diperlukan hormon insulin dan glukagon sebagaipengatur keseimbangan kadar glukosa darah. Jumlah glikogen relatif kecil untukdigunakan atlet selama latihan berat atau pada pertandingan dalam waktu yang lama,sehingga perlu dilakukan modifikasi melalui diet. Pada saat puasa 24 jam atau pada diet 7. rendah kalori, jumlah cadangan kalori tubuh akan sangat berkurang. Salah satu carauntuk mempertahankan kadar cadangan karbohidrat tubuh adalah denganmengkonsumsi diet karbohidrat tinggi selama beberapa hari (carbohydrates loading). Dikenal beberapa fungsi karbohidrat, yaitu: 1. Sumber energi Fungsi utama karbohidrat di dalam tubuh adalah sebagai sumber energi. Energi yang diperoleh dari metabolisme glukosa atau glikogen akan digunakan oleh otot yang aktif selain untuk aktivitas biologik tubuh lainnya. Saat kemampuan sel untuk menyimpan glikogen sudah maksimal, glukosa yang berlebihan akan dikonversikanmenjadi lemak dan disimpan sebagai cadangan energi. 2. Protein sparerProtein mempunyai peran penting yaitu mengganti sel yang rusak dan untuk pertumbuhan jaringan tubuh. Selain itu protein dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Protein digunakan sebagai sumber energi saat tubuh kekurangan karbohidrat atau lemak, akibat asupan karbohidrat rendah, misalnya pada diet rendah karbohidrat atau setelah melakukan latihan endurans berat. Asam amino dapat diubah menjadiglukosa melalui proses glukoneogenesis di hati. Hal ini harus dicermati oleh atlet yang melakukan latihan berat Konsumsi karbohidrat rendah secara berkepanjanganakan bertolak belakang dengan tujuan latihan itu sendiri (untuk membesarkan massaotot) dan dapat pula menyebabkan gangguan pada proses penyediaan energi tubuh sebab proses ini terjadi di dalam sel-sel tubuh terutama di otot. 3. Bahan metabolisme utama Pada Metabolisme lemak diperlukan asam oksaloasetat untuk memfasilitasi pembentukan energi dari lemak. Oleh karena itu pada keadaan kadar glikogen tubuh rendah akibat asupan karbohidrat yang rendah atau akibat olahraga berkepanjangan, tubuh tidak dapat menyediakan energi dengan hanya menggunakan lemak sebagai sumber energi. 4. Sumber energi untuk otakKarbohidrat sangat penting sebagai sumber energi bagi otak sehingga pada keadaan kadar glukosa darah rendah (hipoglikemia) maka akan timbul keluhan kelaparan, lemas dan pusing. Keadaan ini akan menyebabkan gangguan pada kinerja atau penampilan atlet. Mengingat fungsi karbohidrat sangat penting, asupan nutrisi pada atlet perlu diawasi dengan baik, dan ini sangat berkaitan dengan jenis olahraga, intensitas, durasi, tingkat kualitas fisik, status nutrisi atlet, usia atau adanya gangguan atau penyakit yang diderita atlet. Di negara maju kebutuhan karbohidrat bagi orang aktif atau atlet yang melakukan 8. latihan berat, adalah 60% dari kebutuhan kalori sehari (400 600 g) yangdiberikan dalam bentuk karbohidrat kompleks. Pada olahraga berat, sumberenergi utama adalah glikogen otot yang mempunyai peran pada menit-menitawal (saat melakukan sprint) dan selama berolahraga dengan intensitas tinggi.Hampir seluruh energi yang digunakan pada masa transisi dari istirahat dan saatmelakukan olahraga submaksimal (intensitas sedang, dengan waktu yang lama)berasal dari cadangan glikogen otot yang aktif. Selanjutnya setelah 20 menitkemudian akan digunakan energi yang berasal dari pemecahan glikogen ototdan hati yang menyediakan kira-kira 40 50% kebutuhan energi, selebihnyadiperoleh dari pemecahan lemak. Bila masa berolahraga semakin panjang,terjadi pergeseran penggunaan sumber energi dominan dari karbohidrat kelemak. Sebenarnya glukosa darah merupakan sumber energiutama, namun padasaat suplai glukosa dari hati tidak sesuai dengan penggunaan oleh otot yangaktif, kadar glukosa darah akan turun. Kelelahan (fatique) dapat terjadi padasaatcadangan glikogen di hati dan otot rendah, meskipun oksigen dan lemak yangadatidak terbatas. Kelelahan pada atlet endurans disebabkan oleh kekurangankarbohidrat pada olahraga submaksimal yang berkepanjangan. Lemak Lemak adalah sumber energi utama pada aktivitas fisik yang lama sepertipada lari jarakjauh dan maraton. Dikenal beberapa jenis lemak yaitu: lemaksederhana misalnya trigliserida; lemak kompleks yaitu kombinasi lemak sederhanadengan molekul lain seperti fosfor disebut sebagai fosfolipid. HDL (high densitylipoprotein) dan LDL (lowdensity lipiprotein) adalah jenis lemak yang berkombinasidengan protein yang disebut sebagai lipoprotein. Bila mengandung sedikit lemak danbanyak protein disebut HDL dan bila mengandung banyak lemak dan kurang proteindisebut LDL jumlah dan rasio HDL dan LDL dapat menunjukkan risiko penyakitjantung koroner seseorang. Olahraga aerobik yang teratur dapat meningkatkankadar HDL dan mempengaruhi rasio HDL dan LDL. Kolesterol dibutuhkan oleh tubuhuntuk membangun membran sel, sintesis vitamin D, hormon adrenal, estrogen danhormon lain, serta diperlukan pula untuk pembentukan garam empedu. Lemaktumbuhan berkontribusi sebesar 34% pada asupan lemak sehari-hari, sedangkanlemak hewan sebesar 66%. Lemak merupakan sumber energi yang ideal untuk seltubuh sebab setiap molekul mengandung energi yang besar, mudah diangkut dandiubah bila diperlukan. Satu gram lemak mengandung 9 kkal, 2 kali dari jumlahenergi yang dikandung oleh karbohidrat dan protein. Jumlah energi yang disimpan didalam molekul lemak pada berat badan rata-rata 70 kg, adalah 94 500 kkal (10.500g lemak tubuh x 9 kkal). Oleh karena itu tepat bila lemak digunakan sebagai sumberenergi untuk aktivitas fisik yang lama. Selain itu lemak dapat memproteksi organ-organ tubuh seperti jantung, hati, limpa, ginjal dll. Lemak di bawah kulit berfungsiuntuk melindungi tubuh dari dingin berlebihan, dan lemak yang berlebihan akanbersifat sebagai pengatur suhu tubuh, terutama pada olahraga yang lama, ketikaproduksi panas tubuh meningkat hingga 20 kali di atas suhu normal. Lemak adalahbahan makanan yang paling lama dicerna di lambung sehingga akan memperlambatrasa lapar. Energi dari lemak terutama berasal dari trigliserida di jaringan adiposa,dan dihantarkan oleh sistem sirkulasi ke jaringan otot dalam bentuk asam lemakbebas (FFA) yang akan berikatan dengan albumin darah. Dapat pula berasal dari 9. trigliserida yang terdapat di sel otot itu sendiri. Selama berolahraga sedangsepertijogging dengan kecepatan 10 menit per mil, sumber energi yang berasal daribahankarbohidrat dan lemak seimbang. Bila olahraga berlangsung lebih lama, sekitar1 jamatau lebih, tubuh akan kehabisan karbohidrat, dan penggunaan lemak akanmeningkat secara bertahap. Pada olahraga maraton misalnya lemak mengsuplaihampir 80% kebutuhan energi tubuh. Pada keadaan ini produksi hormon insulinmenurun, sedangkan glukagon meningkat sehingga akan menurunkan metabolismeglukosa dan meningkatkan pemecahan lemak. Protein Struktur kimia protein kurang lebih sama dengan karbohidrat dan lemak,mengandung karbon, oksigen dan hidrogen. Namun protein juga mengandung zatlain yaitu nitrogen, sulfur, fosfor dan besi. Molekul dasar dari protein adalah asamamino, dan asam amino dapat bergabung satu dengan yang lain melalui ikatanpeptida. Gabungan 2 asam amino disebut sebagai dipeptida dan bila tiga disebutsebagai tripeptida. Tubuh manusia memerlukan 20 jenis asam amino yang berbeda,ada 9 asam amino yang tidak dapat disintesis dalam jumlah yang cukup oleh tubuh,disebut sebagai asam amino esensial, dan terdapat 12 yang dapat dibuat oleh tubuhdisebut asam amino non esensial. Protein dapat dioksidasi untuk selanjutnyadigunakan sebagai sumber energi. Protein merupakan senyawa utama untuk sintesiskomponen seluler dalam pembentukan jaringan baru. Protein yang dikandung olehsel tidak selalu tetap jumlahnya. Jumlah protein padaotot skelet adalah 65% darijumlah protein tubuh dan jumlah ini dapat meningkat banyak dengan latihan beban(resistance training). Selain diperlukan untuk membesarkan otot,protein diperlukanpula untuk pengaturan keseimbangan asam basa tubuh. Fungsi bufer ini pentingselama atlet melakukan olahraga berat, yaitu saat tubuh atlet menghasilkan produkmetabolisme asam dalam jumlah besar. Protein yang ada di dalam darah sepertiglobulin dan albumin akan mempertahankan tekanan osmotik dalam sirkulasi darah.Halini akan mempertahankan cairan darah atau serum agar tetap berada di dalampembuluh darah, tidak keluar ke jaringan sekitarnya oleh tekanan darah arteri yangtinggi. Namun konsumsi protein dalam jumlah besar tidak berarti akan langsungmembesarkan otot, bahkan hal ini berbahaya sebab kelebihan nutrien ini akandiubah menjadi lemak tubuh. Bila kelebihan berlangsung lama akan menyebabkangangguan pada fungsi ginjal dan hati. Banyak atlet angkat besi dan atlet powerlainnya mengkonsumsi cairan, larutan, pil atau bubuk protein sebagai suplemen.Namun dari beberapa penelitian tidak ditemukan manfaat asupan protein yangberlebihan melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang sudah ditetapkan, bahkandapat menyebabkan timbulnya berbagai keluhan seperti diare dan kehilangankalsium berlebihan. AKG protein bagi atlet telah ditetapkan oleh para ahli lebih tinggidari orang sedentari, dan dianggap cukup aman untuk menyediakan energi bagi atletselama berolahraga dan untuk resintesis protein setelah berolahraga. Pada saattubuh menggunakan protein sebagai sumber energi, akan ditemukan ekskresinitrogen yang meningkat bersama keringat, dan keadaan ini ditemukan bilaseseorang berolahraga hingga tingkat saat cadangan glikogen habis. Disini jelaspentingnya peran karbohidrat sebelum protein digunakan sebagai sumber energi(protein sparer). Hal ini merupakan faktor penting untuk diperhatikan pada atletyang melakukan olahraga endurans lama dan atau pada atlet yang sering melakukan 10. latihan berat saat jumlah cadangan glikogen sangat berkurang. Atlet yangmelakukan latihan lama dan berat akan menggunakan protein sebagai sumber energidan berarti akan menekan sintesis protein. Oleh karena itu atlet yang melakukanlatihan beban untuk membesarkan otot akan menghindari latihan endurans yanglama. Tidak semua protein dalam tubuh tersedia sebagai sumber energi, namunprotein otot sangat mudah dikonversi pada saat dibutuhkan, khususnya padaolahraga lama. Asam amino di otot akan diubah menjadi alanin kemudian diangkutdari otot yang aktif ke hati untuk dideaminasi. Energi yang berasal dari siklus alanin-glukosa akan mensuplai 10 15% energi total yang diperlukan selamaolahraga/latihan atau 60% berasal dari glukosa hati.B. MIKRONUTRITION ingga saat ini disadari peran penting sejumlah kecil vitamin dan mineral bagiefektivitas metabolisme penyediaan energi tubuh. Sebenarnya bila konsumsi makanancukup dan bervariasi (sesuai dengan yang dianjurkan), tambahan vitamin dan mineraltidak diperlukan. Bagaimana dengan atlet? Terdapat kecenderungan para atlet akanmerasa sehat dan mantap bila mengkonsumsi berbagai macam vitamin, mineral atausuplemen lainnya. Namun asupan vitamin dan mineral berlebihan dapat menyebabkanberbagai gangguan seperti vitamin larut dalam lemak yang berlebihan dapatmenyebabkan gangguan pada pembentukan tulang. Secara umum fungsi vitamin iniadalah sebagai regulator pada proses metabolisme pembentukan energi, pada sintesisjaringan dan aktivitas biologik lainnya. Vitamin larut dalam air berperan sebagai bagiankoenzim pada reaksi pembentukan energi yang terjadi di dalam sel. Pada kenyataannyavitamin dapat digunakan berulang pada reaksi metabolisme energi, sehingga bagi merekayang aktif atau atlet tidak diperlukan vitamin lebih banyak dari pada mereka yang kurangaktif, selama asupan makanannya seimbang. Sebanyak kurang lebih 4% massa tubuhterdiri dari mineral, yang terdapat di dalam enzim, hormon dan vitamin. Mineral dalambentuk lebih kompleks dapat ditemukan di berbagai jaringan seperti kalsiumfosfat didalam tulang atau dalam bentuk kalsium bebas di dalam cairan intraseluler. Dikenal 2jenis mineral yaitu yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (minor) dan mineralutama (major). Mineral turut menjadi bagian dari senyawa kimia yang terlibat pada prosesmetabolismepembentukan energi. Terdapat 3 peran utama mineral di dalam tubuh:a. Merupakan bagian dari struktur tulang dan gigib. Berperan secara fungsional untuk mempertahankan irama jantung normal, kontraksi otot, konduksi saraf dan keseimbangan asam basa tubuh.c. Berperan sebagai regulator pada metabolisme seluler dan sebagai bagian dari enzim dan hormon yang mengendalikan berbagai aktivitas seluler.Kalsium 11. Mineral ini dibutuhkan untuk kontraksi otot, transmisi impuls, mengaktifkanenzim, pembekuan darah dan pergerakan cairan melewati membran plasma. Lebihdari 99% kalsium tubuh total terdapat di dalam tulang. Bila kadar kalsium darahrendah akibat asupan kurang, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang terutamabila keadaan demikian berkepanjangan. Pelari jarak jauh seperti pelari 10 km danmaraton sering mengalami osteoporosis akibat latihan berat yang berkepanjangan,terutama bila asupan makanan tidak seimbang yang dapat menyebabkan persentaselemak tubuh menjadi sangat rendah dan stres berat akibat latihan akanmenghambat produksi estrogen. . Untuk masyarakat umum, terutama pada lansia,olahraga dengan intensitas sedang akan merupakan pemicu untuk mempertahankandan meningkatkan massa tulang. Natrium, Kalium dan KlorPeran mineral ini adalah untuk mempertahankan pertukaran zat gizi danproduk sisa metabolisme antara sel dengan cairan ekstra sel. Natrium dan klormerupakan mineral utama di dalam plasma darah sedangkan kalium adalah mineralutama di dalam sel.Fungsi lainnya adalah memantapkan pergerakan listrik melewatimembran sel. Perbedaan listrik antara bagian dalam dengan luar sel diperlukanantara lain untuk transmisi impuls saraf dan sebagai pemicu kontraksi otot. BesiTelah jelas pada mereka yang tidak cukup mengkonsumsi besi dalam asupanmakanannya akan mengalami kekurangan hemoglobin dan hal ini dapatmenimbulkan keluhan kurang nafsu makan, kemampuan fisik menurun bahkan untuklatihan ringan lama sekalipun. Bila hal ini terjadi, pemberian suplemen dapatmengatasi berbagai keluhan tersebut. Kekurangan besi dan feritin sering ditemukanpada atlet wanita.Absorpsi besi dapat ditingkatkan bila mengkonsumsinya bersamadengan daging atau makanan yang kaya vitamin C. Namun perlu diwaspadai,kelebihan besi akan memberi dampak yang negatif. Kekurangan besi pada atletdapat disebabkan oleh ekspansi volumeplasma yang besar akibat latihan berat,kehilangan melalui keringat dan destruksi sel darah merah pada olahraga berat. Radikal bebas dan antioksidanMinimal terdapat 2 hal yang menyebabkan radikal bebas dapat diproduksioleh tubuh pada saat berolahraga, yaitu: 1. sebagai akibat kebocoran elektron dalam mitokondria dan 2. selama terjadinya iskemia akibat olahraga berat. Kerusakan akibatradikal bebas terjadi terdapat gangguan keseimbangan antara radikalbebas yang terbentuk dengan antioksidan yang ada. Radikal bebas dapatmerusak setiap komponen sel terutama membran bilayer asam lemak.Kerusakan akibat olahraga berat tergantung pada intensitas dan tingkatlatihan yang dilakukan. Latihan berat pada orang yang tidak terlatih akan 12. memproduksiradikal bebas lebih banyak, dan lebih sering ditemukan diotot dari pada di dalam darah. Air Fungsi air bagi tubuh sangat jelas dan penting, sehingga bila terjadi kekurangan cairan pada tubuh seseorang terutama bagi atlet maka akan mengganggu penampilan atlet tersebut. Air diperoleh dari cairan, makanan dan proses metabolisme tubuh. Dalam sehari seseorang biasanya minum air sebanyak 1200 ml dan akan meningkat saat seseorang melakukan aktivitas fisik dan akan lebih meningkat lagi bila olahraga dilakukan di lingkungan yang panas. Suhu tubuh dapat meningkat di atas batas normal. Hal ini dapat terjadi pada atlet yang berolahraga dalam waktu lama pada suhu panas. Setiap perubahan berat badan sebelum dan sesudah berolahraga merupakan petunjuk adanya kehilangan cairan tubuh selamaberolahraga. Pada keadaan-keadaan seperti ini sangat diperlukan penggantian cairan tubuh. Pemberian cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berolahraga perlu memperhatikan hal berikut: 1. Pengosongan lambung air dengan suhu dingin (5oC) akan lebih cepatmeninggalkan lambung 2. Volume cairan minum sedikit-sedikit lebih baik untuk menghindariperasaan penuh di lambung 3. Larutan kental pengosongan lambung akan lebih lambat bila cairan yangdiminum mengandung elektrolit atau glukosa.II.3 KEBUTUHAN GIZI PADA SETIAP KEGIATAN ATLET 1. LATIHAN (TRAINING) Kebutuhan nutrisi atlet perlu diperhatikan mengingat kebutuhan energi tubuhnyalebih tinggi dibandingkan non atlet. Kebutuhan nutrisi yang memadai dibutuhkan tidak hanyapada saat bertanding tetapi juga pada waktu latihan. Tidak ada yang khusus dalam asupanmakanan atau diet saat latihan namun ada beberapa hal yang perlu diawasi, yaitu: Makanansebaiknya bervariasi, jumlah lemak dan karbohidrat dalam makanan disesuaikan dengankebutuhan atlet. Selain itu perlu diperhatikan asupan serat yang membantu kelancaransistem pencernaan dan minum air yang cukup agar tidak timbulkeluhan yang tidak diinginkanterutama bila latihan di lingkungan panas. Untuk mengetahui ketepatan jumlah asupanmakanan sebaiknya dilakukan penghitungan IMT (Indeks Massa Tubuh) dan pengukuranpersentase lemak tubuh atlet secara berkala. 2. BERTANDING (KOMPETISI)Setiap atlet biasanya memperisapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi suatupertandingan, termasuk mempersiapkan asupan makanan yang harus dikonsumsinya padasaat bertanding agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi. Kelelahan yang timbul saat 13. bertanding umumnya tergantung dari jenis dan durasi olahraga, namun faktor lingkunganperlu pula dipertimbangkan. Kelelahan pada saat bertanding dapat disebabkan oleh diplesicadangan karbohidrat akibat kadar glukosa darah rendah, dehidrasi dan akibat gangguankeseimbangan natrium darah. Gangguan keseimbangan natrium ini ditemukan pada atletyang berolahraga kira-kira 6 jam atau lebih misalnya atlet triatlon dan minum air putih(bukan larutan elektrolit) sebagai pengganti cairan yang hilang. Untuk menghindari adanyagangguan pada kinerja atlet, sebelum pertandingan perlu dipersiapkan beberapa hal, yaitu: Pastikan cadangan glikogen tubuh penuh baik di hati maupun di otot. Keadaan ini dapat dicapai dengan carbohydrate loading (untuk atlet jarak jauh). Pada olahraga angkat besi pastikan bahwa pencapaian berat badan dilakukan tanpa melalui cara-cara yang dapat mengorbankan kinerja atlet Cairan tubuh cukup Hindari gangguan atau cegah timbulnya masalah pada saluran pencernaan Perhatikan makanan sebelum pertandingan (pre-event meal) Minum dan makan saat bertanding pada olahraga lama, namun tidak boleh mengganggu pengosongan lambung sebab akan menghambat pengosongan cairan dari lambung serta dapat menyebabkan timbulnya keluhan sakit perut. 3. PEMULIHANAtlet dari beberapa cabang olahraga tertentu dapat bertanding lebih dari satukalidalam sehari. Agar kinerja atlet tetap optimal pada saat bertandin, dapat dilakukanberbagai cara antara lain pemijatan, tidur dan dari aspek nutrisi perlu dilakukan: Penggantian cairan atau elektrolit yang hilang melalui keringat Mengganti cadangan glikogen yang habis digunakan selama olahraga Memberikan suplemen yang diperlukan untuk pemulihan dan penggantian sel-sel yang rusakII.4 KEBUTUHAN PROTEIN BAGI ATLETKebutuhan akan protein bervariasi antar atlet. Menurut Angka Kecukupan KonsumsiZat-zat Gizi, seseorang membutuhkan 1 g protein per kg berat badan, tetapi ada atlet yangmembutuhkan lebih banyak, misalnya seorang pelari yang sedang berlatih intensif, atauseseorang yang sedang berdiit yang mengkonsumsi rendah kalori, atau seorang pemula yangbaru mulai berlatih. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein: Atlet berlatih ringan : 1,0 gram protein/kg berat badan Atlet yang rutin berlatih : 1,2 gram protein/kg berat badan Atlet remaja (sedang tumbuh) : 1,5 gram protein/kg berat badan Atlet yang memerlukan otot : 1,5 gram protein/kg berat badanUntuk menghitung berapa banyak protein yang dibutuhkan sangat mudah. Mula-mula, anda mengidentifikasi diri termasuk golongan atlet yang mana, misalnya termasukatlet yang secara rutin berlatih. Umur anda 25 tahun, dan berat badan 70 kg. Maka andasetiap hari sesungguhnya membutuhkan sebanyak 70 x 1,2 g protein = 84 g protein. 14. Kemudian anda membuat lis makanan dan minuman selama 24 jam, misalnya mulaianda bangun pagi hari sampai pagi hari berikutnya dicatat jenis, komposisi, dan banyaknyamakanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan mempergunakan Daftar Komposisi BahanMakanan (DKBM) anda akan mengetahui jumlah protein yang dikonsumsi dalam sehari.Kemudian dibandingkan dengan anjuran, apakah kurang atau lebih banyak dari yangdirekomendasikan. A. Masalah Terlalu Banyak ProteinSetiap orang yang terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih sering kencingkarena protein di dalam badan dicerna menjadi urea, suatu senyawa dalam bentuk sisa yangharus dibuang melalui urine. Terlalu sering ke toilet akan kurang menyenangkan karenamengganggu latihan, apalagi kalau sedang dalam kompetisi. Terlalu banyak atau seringkencing merupakan pula beban berat ginjal dan meningkatkan resiko terhadap dehidrasi ataukekurangan cairan buat atlet. Bahan makanan berprotein tinggi, misalnya daging, ayam, ikan, dan lain-lainharganya relatif mahal. Kalau bahan pangan ini dikurangi, dan anda makan lebih banyaksereal, sayur dan buah, berarti akan ada penghematan, karena harga bahan-bahan panganyang disebut terakhir ini lebih murah.Selain itu, bahan makanan tinggi protein biasanya mengandung pula tinggi lemak.Untuk kesehatan jantung, pencegahan kegemukan, dan peningkatan performa, andasebaiknya tidak makan banyak lemak, terutama lemak hewani yang seringkali terdapatbanyak dalam bahan makanan berprotein tinggi. B. Suplemen Protein Advertensi sering memberikan harapan yang muluk-muluk, tetapi anda lebih baiktidak mempercayainya atau paling sedikit, lebih bijaksana menginter-pretasikannya. Menurutadvertensi, protein powder atau asam-asam amino powder seperti arginine, ornithine, danasam-asam amino bebas adalah essensial untuk pembentukan otot. Anda menurutadvertensi tersebut direkomendasikan makan suplemen ini kalau menginginkanpembentukan otot yang optimal.Jika anda menginginkan otot yang lebih besar dan lebih kuat, maka anda akanmendapat keuntungan yang lebih banyak daripada mengkonsumsi suplemen, bila andamemahami keterangan berikut: 1. Latihan, bukan protein yang berperanan membuat otot lebih besar dan kuat. 2. Jika anda mengkonsumsi cukup kalori dari karbohidrat, maka kelebihan protein yangdikonsumsi akan dikonversi atau disimpan dalam bentuk lemak badan. Badan andaakan bertambah gemuk, dan prestasi optimal tidak akan tercapai 3. Jumlah uang yang anda belanjakan untuk suplemen jauh lebih banyak, dobel atautripel dari jumlah uang yang dibelanjakan untuk makanan untuk mendapatkanjumlah zat-zat gizi yang sama. 15. II. 5 GANGGUAN MAKAN PADA ATLET Gangguan makan dapat macam-macam tetapi terutama yang merupakan sindromaklinik anorexia nervosa dan bulimia nervosa yang mungkin ditemui dalam dunia olahraga,sedangkan pica dan ruminasi/ regurgitasi makanan tidak merupakan masalah dalam duniaolah raga. Banyak atlet terutama atlet putri yang mempraktekkan pengongtrolan berat badansecara salah sehingga membahayakan. Biasan;ya hal ini ditemui pada atlet yangpenampilannya perlu tampak ramping sangat sedikit tetapi berlatih bayak dan berat sehinggamenjadi kurus sekali namun tetap ingin mempertahankan berat badan itu. Cara yang seringdigunakan termasuk merangsang muntah, berpuasa, menggunakan diuretika atau obatpencahar. Menurut definisi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders:. 1. Anorexia Nervosa: Menolak mempertahankan berat badan minimal yang masih dianggap normal sesuai usia dan tinggi badan. Sangat takut terhadap kegemukan meskipun berat badannya sudah kurang. Orangnya mengeluh merasa gemuk meskipun sebenarnya sudah sangat kurus atau merasa bahwa suatu bagian tubuhnya terlihat gemuk. Pada wanita minimal 3 kali berturut-turut tidak mendapat haid (wanita dianggap amenore bila haidnya hanya timbul setelah diberikan hormon). Anorexia nervosa terutama ditemui pada wanita (sampai 95%) Mulainya biasanya pada waktu remaja, tetapi dapat pula sampai dewasa muda (usia 30-an). Ada kecenderungan pola keluarga dan mulainya sering berhubungan dengan keadaan stres. 2. Bulimia Nervosa Pengulangan makan cepat, lahap dan banyak dalam waktu tertentu. Perasaan kurang dapat mengontrol perilaku makan selama makan dengan lahap dan banyak itu. Secara teratur orangnya akan memuntahkan kembali makanannya, menggunakan obat pencahar atau diretikum, berdiet ketat atau berpuasa, atau berlatih olahraga secara berat untuk mencegah kenaikan berat badan. Minimal 2 kali seminggu dan paling sedikit selama 3 bulan makan lahap dan banyak tadi dilakukan. Evaluasi diri sangat dipengaruhi perhatian berlebihan akan bentuk dan berat badan. Umumnya orang tersebut makan dan memuntahkannya kembali secara sembunyi-sembunyi. Muntah menghilangkan rasa tidak enak perut sehingga bila mau, dia dapat melanjutkan lagi makannya. Biasanya bulimia mulainya juga pada waktu remaja atau dewasa muda. Orangtuanya sering obese dan pasien bulimia juga sering obese pada waktu remaja. Pasien bulimia dapat muntah 20 kali sehati atau lebih. 16. Akibat Kelainan Perilaku Makan Defisiensi nutrien seperti anemia gizi Berkurangnya massa otot dan menurunnya fungsi otot Cadangan glikogen menurun. Depresi Toleransi terhadap hawa dingin menurunKelainan perilaku makan pada wanita dapat menyebabkan amenore yangdapat mengakibatkan menurunnya densitas tulang dan meningkatnya kelainanmineral tulang, merupakan trias penyakit/kelainan.Pada atlet pria juga terjadi penekanan produksi hormon testosteron.Penggunaan obat pencahar, obat pengurusan badan, diuretikum, dan muntah-muntah dapat akibatkan gangguan elektrolit dan defisiensi mineral sehingga dapattimbul gangguan jantung dan saluran cerna seperti sembelit dan kembung. Pertanda Anorexia Nervosa Berat badan turun dengan hebat Pikiran selalu mengenai makanan, kalori dan berat badan Latihan berat dan tidak mengenal lelah Perasaan yang berubah-ubah Menghindari pertemuan dimana disediakan makanan Tiba-tiba memutuskan untuk tidak makan daging berwarna merah Mengklasifikasi makanan dalam makanan yang dianggap baik dan makanan yangtidak baik. Tetapi harus diingat bahwa tanda-tanda itu dapat pula timbul tanpamerupakan pertanda anorexia nervosa. Pertanda Bulimia Nervosa Penurunan atau kenaikan berat badan yang berarti Sangat takut terhadap kenaikan berat badan. Segera pergi ke kamar mandi setelah selesai makan. Depresif/perasaan tertekan. Diet ketat diikuti makan banyak dan lahap. Sangat kritis terhadap ukuran dan bentuk tubuh. PengobatanDalam tahap awal gangguan makan, mungkin sebelum haid tidak teraturatau sebelum berat badan turun dengan hebat, pendidikan gizi saja mungkin sudahcukup untuk mencegah manifestasi klinik anorexia nervosa. Sebagai pengobatandiperlukan: 17. Pengobatan medic Pengobatan dietetic Pengobatan psikologik Pada keadaan komplikasi berat atau ada usaha bunuh diri, makan pasienperlu dirawat: Pada bulimia nervosa diperlukan pendidikan gizi untuk: 1. Menghilangkan faktor dietetik yang dapat memicu makan banyakdan lahap 2. Usahakan pola makan normal/biasa 3. Ubah sikap abnormal tentang makanan, berat badan dan diet. penyebab Gangguan Makan Pada Atlet1. Vegetarian Banyak atlet menggunakan diet vegetarian, tak mau menggunakan bahanmakanan hewani karena percaya diet vegetarian lebih menyehatkan,memberikan lebih banyak energi dan tidak membuat gemuk. Ada atlet yangberusaha keras untuk tetap langsing seperti misalnya binaragawan, pelari,pesenam, penari dan atlet loncat indah. Umumnya atlet menghindari bahanmakanan hewani tetapi tidak menggunakan bahan penggantinya. Bolehdikatakan mereka merupakan vegetarian jenis baru, bukan benar-benarvegetarian.2. Terlalu banyak serat Diet dengan serat sangat tinggi dapat sebabkan diare dan perut kembungdan mungkin sukar untuk memenuhi keperluan akan energi, selain serat dapatmerupakan inhibitor untuk menyerapkan mikronutrien.3. Menu rendah kaloriDiet rendah kalori itu (sangat rendah) biasanya tidak dapat memenuhikebutuhan energi dan nutrition lainnya seperti besi, kalsium dan seng. Masukanenergi yang rendah itu dapat pula mengakibatkan hilangnya kebugaran dankinerja latihan. Hilangnya berat badan yang cepat pada diet rendah kaloridisebabkan oleh menurunnya cadangan glikogen, hilangnya cairan danhilangnya massa otot oleh glukoneogenesis.Dengan demikian maka timbul risiko untuk turunnya kinerja disebabkan olehcadangan energi yang tak cukup dan dalam jangka panjang akan terjadipenurunan kekuatan otot dan endurance akibat penurunan massa otot. Setelahbeberapa waktu berat badan mungkin tidak turun lagi tetapi mungkin telahterjadi perubahan komposisi tubuh. 18. 4. Mencampurkan bahan makananAda kepercayaan yang beranggapan bahwa karbohidrat dan protein tidakdapat dicerna bersamaan sehingga tak boleh dimakan pada saat ;yang sama.Juga bahwa buah tak boleh dimakan bersama-sama dengan bahan makananlainnya dan bahwa buah hanya boleh dimakan antara jam 4 pagi sampai tengahhari yaitu waktu yang dianggap untuk pembersihan tubuh. Teori ini sebenarnya tak ada dasar ilmiahnya. Tetapi aplikasi teori ini berhasilkarena banyaknya pantangan makanan sehingga masukan keseluruhannya,terutama lemak sangat rendah sehingga terjadi penurunan berat badan. Tetapiselain itu juga masukan besi, kalsium seng kurang dan pada atlet pantangan itudapat pula mengakibatkan kekurangan karbohidrat dan protein.5. Mencampurkan bahan makanan Pada diet ini hanya diperbolehkan makan buah dan kacang-kacangan padatahap pembersihan butuh yaitu dari jam 4 pagi sampai tengah hari.6. Diet pengurusan beberapa diet dapat mengakibatkan gangguan makan.7. Mencampurkan bahan makanan Biasanya produk ini digunakan terutama oleh orang yang ingin menurunkanberat badan dan atlet yang ingin meningkatkan massa otot, menurunkan lemaktubuh atau umumnya meningkatkan kekuatan dan kinerja olahraga. Tentangjamu itu dikatakan sebagai pembersih darah dan untuk mengobati alergi. Banyak jamu itu mengandung diuretika dan obat pencahar. Sebenarnyabahan-bahan itu tak boleh digunakan atlet karena akan menyebabkan dehidrasiyang justru akan menurunkan kinerja olahraga.BAB III PENUTUPIII.1 KESIMPULAN Gizi pada atlet atau mereka yang aktif, seyogyanya tetap mengikuti anjuran yangbaku sesuai umur, jenis kelamin, berat dan lamanya aktivitas fisik yang dilakukan. Namunpada pemberian makanan, tetap perlu diperhatikan fungsi masing-masing bahan makanan 19. bagi jenis olahraga atlet, apakah jenis olahraganya endurans atau latihan beban dan apakahuntuk aktivitas fisik yang berat atau lama dan berkepanjangan. Pemberian suplemen tidakperlu dilakukan pada atlet yang dapat mengkonsumsi makanan seimbang. Kondisi hidrasiatlet merupakan hal yang tidak boleh diabaikan, sebab bila terjadi kekurangan cairan tubuhmaka akan sangat mengganggu kinerja atlet. Ahli gizi dan pelatih perlu menitikberatkanperhatian pada pemberian nutrisi yang tepat selama masalatihan, saat kompetisi dan padawaktu pemulihan.III.2 SARAN Untuk menjamin prestasi optimal bagi para atlet, kebutuhan akan gizi atlet perluterpenuhi, tetapi tidak boleh berlebihan. DAFTAR PUSTAKAgeasy.wordpress.com/.../protein-dan-prestasi-olahragawan/www.smallcrab.com/...gizi/576-gangguan-makan-pada-atlet-rosy46nelli.wordpress.com/2009/11/.../kebutuhan-gizi-atlet/antijenuh.blogspot.com/2007/10/nutrisi-pada-atlet.html 20. file.upi.edu/.../Modul10-PEDOMAN%20%20MAKANAN%20BAGI%20OLAHRAGAWAN.pdf