Makalah gizi pada atlet

download Makalah gizi pada atlet

of 20

  • date post

    15-May-2015
  • Category

    Sports

  • view

    40.437
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Makalah gizi pada atlet

  • 1.MAKALAH EKOLOGI PANGAN & GIZI GIZI PADA ATLETDI SUSUN OLEH : 1. VEDRO AGASI 2. WIDYASTUTI FASER 3. YOLANDA TIARA SARI 4. WULAN SARI 5. YOBBY OKTARIZASEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA TAHUN AJARAN 2009 - 2010

2. PALEMBANG KATA PENGANTARPuji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telahmemberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkatKarunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Ekologi ini yangberjudul GIZI PADA ATLETDalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkanbanyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalammenyelesaikan tugas makalah ini sehinggga penulis dapat menyelesaikanpenyusunan makalah ini.Dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbingyang telah membimbing kami.Dalam penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah inidapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnya. Palembang, Desember2010 Penyusun 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR.................................................................................................................. iDAFTAR ISI.................................................................................................................. iiBAB I. PENDAHULUAN.................................................................................................................. 1I.1 LATAR BELAKANG.................................................................................................................. 1I.2 TUJUAN.................................................................................................................. 11.3 PERMASALAHAN.................................................................................................................. 1BAB II. ISI.................................................................................................................. 2II.1 KEBUTUHAN GIZI BAGI ATLET.................................................................................................................. 2II.2 MACAM- MACAM GIZI BAGI ATLET.................................................................................................................. 2II.3 KEBUTUHAN GIZI PADA SETIAP KEGIATAN ATLET.................................................................................................................. 8 4. II.4 KEBUTUHAN PROTEIN BAGI ATLET.................................................................................................................. 9II. 5 GANGGUAN MAKAN PADA ATLET.................................................................................................................. 11BAB III. PENUTUP.................................................................................................................. 15III.1 KESIMPULAN.................................................................................................................. 15III.2 SARAN.................................................................................................................. 15DAFTAR PUSTAKA BAB IPENDAHULUANI.1 LATAR BELAKANG 5. Pengetahuan gizi atlet bagi masyarakat secara umum serta atlet yang berprestasisangat penting. Kita ketahui bahwa dalam masa pertumbuhan serta perkembangan, proseskehidupan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya masukan zat gizi.Disamping itu gizi juga berpengaruh dalam mempertahankan dan memperkuat daya tahantubuh.Perihal tersebut diatas berlaku pula bagi para atlet meskipun secara lebih khususkebutuhan jenis dan jumlah zat gizi bagi seorang atlet akan berbeda dengan kelompokbukan atlet, karena kegiatan fisik dan psikis berbeda, baik selama masa latihan maupunpada saat pertandingan. Prestasi olahraga yang dicapai oleh para atlet berkait erat denganketepatan penentuan dan penyediaan jenis dan jumlah zat gizi yang diperlukan.I.2 TUJUAN Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mampu memberikan pelayanan gizi atlet untuk meningkatkan prestasi bagi atlet.1.3 PERMASALAHAN 1. Keinginan untuk menang pada atlet menyebabkan banyak atlet menggunakan cara-cara ekstrem yang biasanya tanpa dasar ilmiah dan dapat membahayakan kinerjaolahraga dengan risiko ketidak seimbangan gizi (kekurangan / kelebihan). Mahal danhanya memberikan efek semu (placebo effect) serta cenderung menimbulkanketergantungan. 2. Gangguan makan sering ditemui pada atlet karena mereka terlalu mementingkanberat badan dan berkeinginan sangat keras untuk menang sehingga menjadi obsesi. BAB II ISI 6. II.1 KEBUTUHAN GIZI BAGI ATLET Nutrisi yang tepat merupakan dasar utama bagi penampilan prima seorang atletpada saat bertanding. Selain itu nutrisi ini dibutuhkan pula pada kerja biologik tubuh, untukpenyediaan energi tubuh pada saat seorang atlet melakukan berbagai aktivitas fisik, misalnyapada saat latihan (training), bertanding dan saat pemulihan, baik setelah latihanmaupunsetelah bertanding. Nutrisi juga dibutuhkan untuk memperbaiki atau mengganti sel tubuhyang rusak. Banyak pelatih atau atlet yang menganggap bahwa asupan nutrisi pada atletsama saja dengan yang bukan atlet. Kenyataannya tidak demikian, asupan nutrisi pada atletdisiapkan berdasarkan pengetahuan tentang dominasi energi yang akan digunakan, peransumber nutrisi tertentu pada proses penyediaan energi. Dalam hal ini termasuk pula tentangpemberian suplemen dan usaha khusus berupa modifikasi yang dilakukan terhadap asupannutrisi pada waktu tertentu, dalam upaya meningkatkanII.2 MACAM- MACAM GIZI BAGI ATLETA. MAKRONUTRITION KarbohidratSumber energi utama pada berbagai tingkat dan jenis aktivitas fisik berasal darikarbohidrat, lemak dan protein yang berfungsi untuk mempertahankan aktivitasfungsional tubuh. Dikenal 2 jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks.Glukosa adalah salah satu karbohidrat sederhana yang dapat digunakan secara langsungsebagai sumber energi oleh sel-sel tubuh, namun bila jumlahnya berlebihan maka dapatdikonversi menjadi cadangan glikogen di hati dan di otot, dan bila masih berlebihan akandisimpan dalam bentuk lemak di jaringan adiposa. Karbohidrat kompleks adalahkarbohidrat yang berantai panjang yang merupakan gabungan dari 3 atau lebih molekulglukosa. Selain itu dikenal pula bentuk lain dari karbohidrat yaitu: serat (antara lainselulose) yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan. Pada manusia yangmempunyai status gizi normal, ditemukan 375-475 g karbohidrat sebagai cadanganenergi, kurang lebih 325 g di otot dan 90 100 g di hati dalam bentuk glikogen danhanya 15-20 g beredar di dalam darah. Setiap gram glikogen mengandung 4 kalorienergi, dengan demikian 1500 2000 kalori dikandung oleh karbohidrat dalam tubuh,dan energi ini cukup sebagai energi untuk lari sejauh 20 mil. Selama berolahraga,glikogen pada otot yang aktif merupakan sumber energi, setelah melalui prosesglikogenolisis. Glikogen hati dikonversi menjadi glukosa terlebih dahulu, lalu diangkutoleh darah ke otot yang aktif. Bila jumlah glikogen hati dan otot habis, glukosa dibentukmelalui proses glukoneogenesis dari sumber energi lain seperti protein. Padaprosespenyediaan energi tubuh, diperlukan hormon insulin dan glukagon sebagaipengatur keseimbangan kadar glukosa darah. Jumlah glikogen relatif kecil untukdigunakan atlet selama latihan berat atau pada pertandingan dalam waktu yang lama,sehingga perlu dilakukan modifikasi melalui diet. Pada saat puasa 24 jam atau pada diet 7. rendah kalori, jumlah cadangan kalori tubuh akan sangat berkurang. Salah satu carauntuk mempertahankan kadar cadangan karbohidrat tubuh adalah denganmengkonsumsi diet karbohidrat tinggi selama beberapa hari (carbohydrates loading). Dikenal beberapa fungsi karbohidrat, yaitu: 1. Sumber energi Fungsi utama karbohidrat di dalam tubuh adalah sebagai sumber energi. Energi yang diperoleh dari metabolisme glukosa atau glikogen akan digunakan oleh otot yang aktif selain untuk aktivitas biologik tubuh lainnya. Saat kemampuan sel untuk menyimpan glikogen sudah maksimal, glukosa yang berlebihan akan dikonversikanmenjadi lemak dan disimpan sebagai cadangan energi. 2. Protein sparerProtein mempunyai peran penting yaitu mengganti sel yang rusak dan untuk pertumbuhan jaringan tubuh. Selain itu protein dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Protein digunakan sebagai sumber energi saat tubuh kekurangan karbohidrat atau lemak, akibat asupan karbohidrat rendah, misalnya pada diet rendah karbohidrat atau setelah melakukan latihan endurans berat. Asam amino dapat diubah menjadiglukosa melalui proses glukoneogenesis di hati. Hal ini harus dicermati oleh atlet yang melakukan latihan berat Konsumsi karbohidrat rendah secara berkepanjanganakan bertolak belakang dengan tujuan latihan itu sendiri (untuk membesarkan massaotot) dan dapat pula menyebabkan gangguan pada proses penyediaan energi tubuh sebab proses ini terjadi di dalam sel-sel tubuh terutama di otot. 3. Bahan metabolisme utama Pada Metabolisme lemak diperlukan asam oksaloasetat untuk memfasilitasi pembentukan energi dari lemak. Oleh karena itu pada keadaan kadar glikogen tubuh rendah akibat asupan karbohidrat yang rendah atau akibat olahraga berkepanjangan, tubuh tidak dapat menyediakan energi dengan hanya menggunakan lemak sebagai sumber energi. 4. Sumber energi untuk otakKarbohidrat sangat penting sebagai sumber energi bagi otak sehingga pada keadaan kadar glukosa darah rendah (hipoglikemia) maka akan timbul keluhan kelaparan, lemas dan pusing. Keadaan ini akan menyebabkan gangguan pada kinerja atau penampilan atlet. Mengingat fungsi karbohidrat sangat penting, asupan nutrisi pada atlet perlu diawasi dengan baik, dan ini sangat berkaitan dengan jenis olahraga, intensitas, durasi, tingkat kualitas fisik, status nutrisi atlet, usia atau adanya gangguan atau penyakit yang diderita atlet. Di negara maju kebutuhan karbohidrat bagi orang aktif atau atlet yang melakukan 8. latihan berat, adalah 60% dari kebutuhan kalori sehari (400 600 g) yangdiberikan dalam bentuk karbohidrat kompleks. Pada olahraga berat, sumberenergi utama adalah glikogen