Makalah Gizi Gabungan

of 36/36
Gambaran Masalah Stunting pada Baduta di Puskesmas Pisangan Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Dasar Gizi Kesehatan Masyarakat Dosen Penilai : Febrianti, Sp, M.Kes Disusun Oleh : Kelompok 3 Yaumi Khairi zhari !ubis "###$#%#%%%%%&'( Syi)a *abila "### $#%#%%%%%% &( +isma prillia "###$#%#%%%%%&'( Septiana *urul au)ah "## #$#%#%%% %%&-( indy isyah Firdiah "###$#%#%%%%%-%( Kelas 3A PROGRAM STD! K"S"#AT A$ MAS%A RAKAT &AK' T AS K"DOKT"RA$ DA$ !'MK"S"#AT A$ $!("RS!TAS !S'AM $"G"R! S%AR!& #!DA%AT''A# )AKARTA D"S"MB"R  *+,-
  • date post

    06-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Gizi Gabungan

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah
Dasar Gizi Kesehatan Masyarakat
Disusun Oleh :
Kelompok 3
$!("RS!TAS !S'AM $"G"R!
D"S"MB"R 
http://slidepdf.com/reader/full/makalah-gizi-gabungan 2/36
KATA P"$GA$TAR 
Pu/i syukur kami pan/atkan kehadirat 0uhan Yang Maha 1sa berkat rahmat
dan nikmat2*ya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada 3aktunya. Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Dasar 4lmu Gizi
Kesehatan Masyarakat yang ber/udul .Gambaran Masalah Stunting pada
Baduta di Puskesmas Pisangan/0
0erima kasih kepada 4bu Febrianti, Sp, M.Kes selaku dosen mata kuliah
Dasar 4lmu Gizi Kesehatan Masyarakat atas bimbingannya selama proses
 pembuatan makalah ini. 0erima kasih /uga kepada 4bu Mega D3i selaku
Penanggung 5a3ab Klinik Gizi di Puskesmas Pisangan Ke6amatan iputat 0imur.
0idak lupa kepada teman2teman satu kelompok serta kepada seluruh rekan2rekan
yang turut membantu dalam penulisan makalah ini. Sehingga makalah ini dapat
kami selesaikan tepat 3aktu. Kami selaku penulis menyadari banyak kekurangan
dalam penulisan makalah ini. 7leh karena itu, kritik dan saran yang membangun
sangat kami harapkan agar kelak dalam pembuatan tugas selan/utnya akan lebih
 baik lagi.
semua.
. Pengertian aborsi.................................................................................................
=
2.2 !ara Mengukur Stunting pada Baduta.....................................1"
2.2.1 #enilaian Stunted se$ara %ntropo&etri.............................1"
2.' (aktor )isiko Stunting pada Baduta.........................................12
2.'.1 (aktor #en*e+a+ Dasar Stunting.......................................12
2.'.2 (aktor #en*e+a+ #okok Stunting.......................................1,
2.'.' (aktor #en*e+a+ Langsung Stunting pada Baduta............16
2., -e+ijakan asional #enanganan Stunting................................1
2.,.1 #er$epatan #er+aikan /i0i Mas*arakat..............................2"
'...........................................................................................................'1
'.1 asil.........................................................................................'1
merupakan masalah gizi yang perlu diperhatikan dan diprioritaskan serta men/adi
salah satu masalah kesehatan masyarakat di 4ndonesia, Diketahui bah3a sekitar 
8,'@ anak 4ndonesia masih mengalami masalah gizi stunting. Stunting
merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang
kurang dalam 3aktu 6ukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai
dengan kebutuhan gizi "Milenium hallenge 66ount, '%#$(.
Stunting pada anak diterima se6ara luas sebagai salah satu alat prediksi
mengenai modal sumber daya manusia, mempengaruhi kiner/a akademik potensial
dan kemampuan memperoleh pendapatan sebagai suatu bangsa "rsip !engkap
Ka/ian *egara 4ndonesia, '%#%(. Presentasi balita sangat pendek dan pendek di
4ndonesia masih sangat tinggi yaitu 8,[email protected] dan tidak ter/adi penurunan
dibandingkan tahun '%% dan '%#%. 5ika /umlah balita adalah '8.%=.=$$ maka
dapat diperkirakan terdapat lebih dari $.%%%.%%% balita sangat pendek di 4ndonesia
"+iskesdas, '%#8(.
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
ke6enderungan proporsi balita yang tidak pernah ditimbang enam bulan terakhir 
semakin meningkat dari '&,& persen "'%%( men/adi 8$,8 persen "'%#8(
"+iskesdas '%#8(.
kemiskinan dan pola asuh tidak tepat, yang mengakibatkan kemampuan kogniti) 
tidak berkembang maksimal, mudah sakit dan berdaya saing rendah, sehingga bisa
ter/ebak dalam kemiskinan "+iskesdas, '%#8(. 9ayi dua tahun atau yang sering
disebut dengan baduta adalah masa2masa emas pertumbuhan dan perkembangan
anak, sekaligus masa yang rentan terkena penyakit. 9aduta yang terkena stunting
mempunyai resiko tinggi mengalami stunting berkelan/utan hingga usia rema/a
 bahkan ke6a6atan dalam masa pertumbuhannya, gangguan perkembangan kogniti) 
dan berpotensi terkena penyakit degeneratiBe. al inilah yang men/adi alasan
kasus stunting pada baduta men/adi prioritas permasalahan gizi di 4ndonesia.
Pemerintah memiliki ke3a/iban untuk mengatasi permasalahan stunting,
salah satunya dengan membuat program nasional yang melibatkan berbagai lintas
sektor. Dalam +P5M* '%#&2'%#? disebutkan bah3a program Gerakan Per6epatan
Perbaikan Gizi men/adi program nasional pemerintah untuk mengatasi ke/adian
stunting di 4ndonesia. Direktorat bina gizi men6anangkan gerakan #%%% ari
Pertama Kehidupan sebagai upaya penurunan angka preBalensi stunting yang
dilaksanakan se6ara spesi)ik "sektor kesehatan( dan sensiti) "sektor selain
kesehatan( berupa kegiatan promosi menyusui, Komunikasi perubahan perilaku
untuk perbaikan MP2S4, suplementasi zin6, zin6 untuk mana/emen diare,
suplementasi Bitamin , pemberian garam iodium, pemberian obat 6a6ing,
)orti)ikasi besi, serta pemberian kelambu.
Puskesmas bertanggung/a3ab kepada dinas kesehatan kabupatenA kota terhadap teknis kebi/akan, termasuk ikut berkontribusi dalam penyelesaian
masalah stunting yang men/adi permasalahan nasional. 7leh karena itu kami
melakukan ka/ian di Puskesmas Pisangan untuk mengetahui bagaimana peran dan
kontribusi puskesmas dalam upaya penurunan preBalensi stunting di 4ndonesia.
,0* Tu1uan
'. Diketahuinya )aktor risiko ter/adinya stunting
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
stunting
Ke6amatan iputat 0imur  &. Diketahuinya kegiatandi puskesmas Pisangan yang mendukung program
nasional penurunan preBalensi stunting
stunting
BAB !!
*0,0, De2inisi Stunting
yang berakibat pada penurunan produktiBitas, peningkatan risiko penyakit
degenerati) dan peningkatan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah di
masa mendatang Dobbing "#?$(, menyatakan bah3a terdapat CMasa Kritis
dalam perkembangan otak manusia di mana pada masa otak berkembang 6epat
adalah sangat ra3an terhadap gizi kurang dan ini berada se/ak tiga bulan dalam
kandungan sampai umur dua tahun. Penelitian lain menun/ukkan stunting pada
 balita berhubungan dengan keterlambatan perkembangan bahasa dan motorik 
halus sedangkan stunting yang ter/adi pada usia 8- bulan pertama biasanya
disertai dengan e)ek /angka pan/ang "9ran6a and Ferrari, '%%'(.
Selain dampak kogniti) yang berkurang, anak stunting  /uga memiliki risiko
tinggi untuk menderita penyakit kronik, seperti obesitas dan mengalami gangguan
intolerans glukosa. Sebuah penelitian menun/ukkan stunting berhubungan dengan
oksidasi lemak dan penyimpanan lemak tubuh. Stunting dapat meningkatkan
risiko ke/adian hipertensi "9ran6a and Ferrari, '%%'(.
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
Stunting pada baduta merupakan status gizi yg dipengaruhi )aktor resiko
antara lain tempat tinggal, pendidikan orang tua, pendapatan rendah, pola asuh,
 pelayanan kesehatan, kesehatan lingkungan, ketahanan pangan, kurang asupan
gizi mikro, penyakit in)eksi berulang dan berat 99!+. 9erdasarkan hasil dari
 beberapa penelitian menun/ukkan bah3a bayi dengan berat badan lahir rendah
men/adi )aktor resiko yang paling besar dan merupakan )aktor resiko yang dapat
diinterBensi. Menurut hasil penelitian yang ber/udul C+isk Fa6tors o) Stunting
among #2' Years 7ld hildren in Semarang ity diperoleh hasil 7+ dari )aktor 
resiko 99!+ senilai ##.== "andra, dkk. '%##(. Sedangkan menurut penelitian
yang ber/udul CPreBalen6e and risk )a6tors )or stunting and serBe stunting among
6hildren under three years old in mid23estern rural areas o) hina menun/ukkan
 bah3a )aktor resiko 99!+ /uga 6ukup tinggi, yaitu 7+E#.?& "5iang, dkk. '%#$(.
*0,0* Besar Masalah Stunting Baduta di !ndonesia
'.#.#.# Status gizi anak berdasarkan indikator 09A
PreBalensi pendek se6ara nasional tahun '%#8 adalah 8,' persen, yang
 berarti ter/adi peningkatan dibandingkan tahun '%#% "8&,[email protected]( dan '%% "8-,[email protected](.
ngka PreBalensi ini menun/ukkan bah3a 4ndonesia memiliki masalah stunting
 pada tingkat yang tinggi atau serius.
PreBalensi pendek sebesar 8,' persen terdiri dari #=,% persen sangat
 pendek dan #?,' persen pendek. Pada tahun '%#8 preBalensi sangat pendek 
menun/ukkan penurunan, dari #=,= persen tahun '%% dan #=,& persen tahun
'%#%. PreBalensi pendek meningkat dari #=,% persen pada tahun '%% men/adi
#?,' persen pada tahun '%#8. 0erdapat '% proBinsi diatas preBalensi nasional
dengan urutan dari preBalensi tertinggi sampai terendah, yaitu:"#( *usa 0enggara
0imur, "'( Sula3esi 9arat, "8( *usa 0enggara 9arat, "$( Papua 9arat, "&(
Kalimantan Selatan, "-( !ampung, "( Sula3esi 0enggara, "=( Sumatera tara, "?(
6eh, "#%( Kalimantan 0engah, "##( Maluku tara, "#'( Sula3esi 0engah, "#8(
Sula3esi Selatan, "#$( Maluku, "#&( Papua, "#-( 9engkulu, "#( Sumatera 9arat,
"#=( Gorontalo, "#?( Kalimantan 9arat dan "'%( 5ambi. Masalah kesehatan
masyarakat dianggap berat bila preBalensi pendek sebesar 8% > 8? persen dan
serius bila preBalensi pendek $% persen "H7 '%#%(. Sebanyak #$ proBinsi
termasuk kategori berat, dan sebanyak #& proBinsi termasuk kategori serius. Ke
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
Maluku tara, "&( Sula3esi 0engah, "-( Kalimantan 0engah, "( 6eh, "=(
Sumatera tara, "?( Sula3esi 0enggara, "#%( !ampung, "##(. Kalimantan Selatan,
"#'(. Papua 9arat, "#8(. *usa 0enggara 9arat, "#$(. Sula3esi 9arat dan "#&( *usa
0enggara 0imur.
 proBinsi dan nasional.
Gambar 8.#$.$ menya/ikan ke6enderungan preBalensi status gizi anak 
 balita menurut ketiga indeks 99A, 09A dan 99A09. 0erlihat preBalensi gizi
 buruk dan gizi kurang meningkat dari tahun '%% ke tahun '%#8. PreBalensi
sangat pendek turun %,= persen dari tahun '%%, tetapi preBalensi pendek naik 
#,' persen dari tahun '%%. PreBalensi sangat kurus turun %,? persen tahun
'%%. PreBalensi kurus turun %,- persen dari tahun '%%. PreBalensi gemuk 
turun ',# persen dari tahun '%#% dan turun %,8 persen dari tahun '%%.
*0* ara Mengukur Stunting pada Baduta
*0*0, Penilaian Stunted se4ara Antropometri
ntuk menentukan stunted pada anak dilakukan dengan 6ara
 pengukuran. Pengukuran tinggi badan menurut umur dilakukan pada anak 
usia di atas ' tahun. ntropometri merupakan ukuran dari tubuh, sedangkan antropometri gizi adalah /enis pengukuran dari beberapa bentuk 
tubuh dan komposisi tubuh menurut umur dan tingkatan gizi, yang
digunakan untuk mengetahui ketidakseimbangan protein dan energi.
ntropometri dilakukan untuk pengukuran pertumbuhan tinggi badan dan
 berat badan "Gibson, '%%&(. Standar digunakan untuk standarisasi
 pengukuran berdasarkan rekomendasi *S dan H7.
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
Standarisasi pengukuran ini membandingkan pengukuran anak 
dengan median, dan standar deBiasi atau I2s6ore untuk usia dan /enis
kelamin yang sama pada anak2 anak. I2s6ore adalah unit standar deBiasi
untuk mengetahui perbedaan antara nilai indiBidu dan nilai tengah
"median( populasi re)erent untuk usiaAtinggi yang sama, dibagi dengan
standar deBiasi dari nilai populasi ru/ukan. 9eberapa keuntungan
 penggunaan I2s6ore antara lain untuk mengiidenti)ikasi nilai yang tepat
dalam distribusi perbedaan indeks dan perbedaan usia, /uga memberikan
man)aat untuk menarik kesimpulan se6ara statistik dari pengukuran
antropometri.
"stunted( adalah penting dalam mengeBaluasi kesehatan dan status gizi
anak2anak pada 3ilayah dengan banyak masalah gizi buruk. Dalam
menentukan klasi)ikasi gizi kurang dengan stunted sesuai dengan ut o)) 
 point, dengan penilaian I2s6ore, dan pengukuran pada anak balita
 berdasarkan tinggi badan menurut mur "09A( Standar baku H72
 *S berikut "H7, '%%-(. nak yang tinggi badannya J2' SD
termasuk ke kategori stunting, sedangkan anak yang tinggi badannya J28
SD termasuk ke kategori stunting parah.
9erikut pembagian kategori stunting menurut besar preBalensi :
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
gizi stunting berdasarkan standar deBiasi yang dibagi men/adi $ golongan
stunting. ngka preBalensi J'%@ adalah stunting rendah, '%2'[email protected] adalah
stunting sedang, 8%[email protected] stunting berat, dan $%@ adalah stunting dengan
tingkat keparahan yang serius.
'.'.#.#.# Si)at indikator status gizi
masalah gizi yang si)atnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang
 berlangsung lama. Seperti kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat, dan pola
asuh atau pemberian makan yang kurang baik dari se/ak anak dilahirkan
yang mengakibatkan anak men/adi pendek.
*03  &aktor Risiko Stunting pada Baduta
STUNTING
BBLR
Faktor penyebab dasar ke/adian stunting pada baduta adalah tempat
tinggal. Menurut Depkes "'%%=(, tempat tinggal adalah lokasi rumah
seseorang yang dibedakan men/adi perkotaan dan pedesaan. ntuk 
menentukan suatu kelurahan termasuk daerah perkotaan atau pedesaan, digunakan suatu indikator komposit "indikator gabungan( yang skor atau
nilainya didasarkan pada Bariabel, yaitu kepadatan penduduk, presentase
'%#&(.
 penduduknya lebih dibandingkan dengan kondisi pada umumnya, '( mata
 pen6aharian utama penduduknya bukan merupakan aktiBitas ekonomi
 primerApertanian 8( tempatnya merupakan pusat budaya, administrasi, atau
 pusat kegiatan ekonomi 3ilayah sekitarnya "Dald/oeni, '%%8 dalam Shella
'%#&(. Menurut Komsiah "'%%( 3ilayah pedesaan ditandai dengan
sebagian besar penduduknya memiliki mata pen6aharian di bidang
 pertanian.
0empat tinggal yang berada di daerah yang /auh dari pusat kota,
mempengaruhi /umlah dan Bariasi lapangan ker/a. al ini nantinya akan
 berdampak /uga terhadap pendapatan setiap keluarga, karena lapangan
POLA ASUH
ker/a di daerah lebih sedikit dibandingkan di daerah perkotaan. Mereka
yang tinggal di pedesaan beker/a di perkebunan dan pertanian, yang hasil
 pendapatan di setiap harinya rendah bahkan sangat rendah /ika
dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh mereka yang tinggaldi
daerah perkotaan yang lapangan ker/anya lebih luas dan men/an/ikan.
0ingkat pendidikan ayah dan ibu merupakan determinan yang kuat
terhadap ke/adian stunting pada anak di 4ndonesia dan 9angladesh "Semba
+D, '%%= dalam Shella, '%#&(. Masyarakat dengan tingkat pendidikan
yang rendah akan lebih baik mempertahankan tradisi2tradisi yang
 berhubungan dengan makanan, sehingga sulit menerima in)ormasi baru
mengenai gizi dan pola makan yang baik. 0ingkat pendidikan ikut mempengaruhi mudah tidaknya seseorang menerima suatu pengetahuan,
semakin tinggi tingkat pendidikan maka seseorang akan lebih mudah
menerima in)ormasi2in)ormasi gizi. Dengan pendidikan gizi tersebut
diharapkan ter6ipta pola kebiasaan makan yang baik dan pengetahuan
yang terkait dengan pola makan lainnya "Soehard/o, #?=?(.
Selain itu rendahnya pendidikan dan keterampilan yang dimiliki
membuat seseorang sulit untuk memperoleh peker/aan yang layak dan
mendapatkan pendapatan yang 6ukup untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya. Ketidaktahuan 4bu akan asupan gizi apa sa/a yang harusnya
diberikan kepada baduta dan /enis makanannya, sehingga baduta tidak 
mendapatkan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya. 4nilah
alasan mengapa pendidikan men/adi penyebab dasar ter/adinya stunting
 pada baduta.
kebutuhan keluarganya. 5enis peker/aan dan pendapatan yang rendah /uga akan menyebabkan timbulnya penyebab pokok ke/adian stunting.
*030* &aktor Pen5ebab Pokok Stunting
 
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
tangga "+0( yang ter6ermin dari tersedianya pangan yang 6ukup, baik 
 /umlah maupun mutunya, aman, merata, dan ter/angkau.
Pemilihan dan konsumsi makanan yang baik akan berpengaruh pada terpenuhinya kebutuhan gizi sehari2hari untuk men/alankan dan men/aga
)unsi normal tubuh. Sebaliknya, /ika makanan yang dipilih dan di
konsumsi tidak sesuai "baik kualitas maupun kuantitasnya(, maka tubuh
akan kekurangan zat2zat gizi esensial tertentu "lmatsier, '%%#(.
Keluarga yang sehat adalah keluarga yang asupan gizinya ter6ukupi di
setiap harinya. Pendapatan yang rendah membuat orang tua tidak dapat
memenuhi kebutuhan gizi keluarganya, terutama bagi 4bu hamil dan
9aduta yang merupakan periode penting untuk memperoleh asupan gizi
yang baik. 4bu hamil memerlukan asupan gizi yang lebih banyak karena
4bu hamil membagi asupan gizi yang dimakannya ke /anin yang sedang
dikandungnya. gar /anin tersebut dapat timbuh dan berkembang dengan
 baik dan optimal. Sedangkan pada masa 9aduta adalah masa tumbuh
kembang anak atau yang sering kita sebut dengan masa emas. Pada usia ini
tinggi bayi dapat meningkat hingga '& 6m.
nak2anak yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah
mengkonsumsi makanan dalam /umlah yang lebih sedikit daripada anak2
anak dari keluarga dengan status ekonomi lebih baik. Dengan demikian,
mereka pun mengkonsumsi energi dan zat gizi yang lebih sedikit. Studi
mengenai status gizi menun/ukkan bah3a anak2anak dari keluarga yang
kurang mampu memiliki berat badan dan tinggi badan yang lebih rendah
dibandingkan dengan anak2anak yang ekonominya bail. Dalam hasil studi
ditemukan bah3a perbedaan tinggi badan lebih besar daripada berat
 badan. Studi /uga menun/ukkan bah3a anak2anak yang hidup di daerah
yang mengalami kekurangan suplai makanan memiliki tinggi badan yang
lebih rendah daripada mereka yang tinggal di daerah yang memiliki suplai
makanan yang 6ukup " Pipes, #?=&(.
!ingkungan berperan penting terhadap keseimbangan tubuh untuk 
mempertahankan kondisi sehatnya, karena lingkungan yang buruk dapat
memperbesar resiko ke/adian sakit seseorang. Pendidikan dan pendapatan
yang rendah membuat orang tidak dapat mengelola lingkungannya se6ara
 bi/aksana. kesehatan !ingkungan yang buruk memi6u penyakit in)eksi
 pada baduta, mengingat baduta rentan ter/angkit penyakit terlebih /ika bayi
tersebut kekurangan protein, tidak memperoleh S4 eksklusi) dan tidak 
mengikuti imunisasi yang lengkap.
 berbagai )asilitas dan pelayanan kesehatan bagi setiap orang, termasuk 
 pelayanan kesehatan bagi 4bu dan anak. Penghasilan yang rendah
membuat seseorang sulit pergi ke pelayanan kesehatan. 4bu hamil tidak 
dapat memeriksakan kondisi kehamilannya dan tidak mengikuti program
 pelayanan kesehatan untuk 4bu hamil seperti kegiatan K$ untuk ibu hamil
yang didalamnya terdapat kegiatan pemberian tablet tambah darah untuk 
 
Pola asuh adalah praktik di rumah tangga yang dilihat dengan
tersedianya pangan dan pera3atan kesehatan serta sumber lainnya untuk 
kepentingan hidup, pertumbuhan dan perkembangan "Ieitilin, '%%%(. Pola
asuh terdiri dari pera3atan bagi 4bu, pemberian S4 dan MP2S4,
 pengasuhan psikososial dan stimulasi kogniti), penya/ian dan
 penyimpangan makanan, praktik kesehatan dasar di rumah, pola pen6arian
layanan kesehatan, praktik hygiene dan sanitasi lingkungan. Pola asuh
 berpengaruh terhadap
 
 besar, )ungsi makanan bagi tubuh terbagi men/adi tiga )ungsi, yaitu
memberi energi "zat pembakar(, pertumbuhan dan pemeliharaan /aringan
tubuh "zat pembangun(, dan mengatur proses tubuh "zat pengatur. Sebagai
sumber energi, karbohidrat, protein dan lemak menghasilkan energi yang
diperlukan tubuh untuk melakukan aktiBitas. Ketiga zat gizi ini terdapat
dalam /umlah yang paling banyak dalam bahan pangan yang kita konsumsi
sehari2hari "lmatsier, '%%#(.
Protein merupakan salah satu zat gizi mikro yang diperlukan tubuh.
Protein ber)ungsi sebagai penyedia energi, tetapi /uga memiliki )ungsi
esensial lainnya untuk men/amin pertumbuhan normal "Pipes, #?=&(.
Protein merupakan bagian kedua terbesar setelah air. Kira2kira seperlima
komposisi tubuh terdiri atas protein dan separuhnya tersebar di otot,
sperlima di tulang dan tulang ra3an, spersepuluh di kulit dan sisanya
terdapat di /aringan lain dan 6airan tubuh. Protein /uga berperan sebagai
 pemeliharaan netralitas tubuh "sebagai bu))er(, pembentuk antibody,
mengangkut zat2zat gizi, serta pembentuk ikatan2ikatan esensial tubuh,
misalnya hormone. 7leh karena itu, protein memiliki )ungsi yang khas dan
tidak dapat digantikan oleh zat lain "lmatsier, '%%#(.
n/uran /umlah asupan protein tidak sama untuk tiap tahapan
umut. ngka ke6ukupan gizi yang dian/urkan "KG( protein baduta usia
%2- bulan adalah #' gramAhari, baduta usia 2## bulan adalah 8- gramAhari, dan untuk baduta usia #'28- bulan adalah $$ gramAhari
"Kementrian Kesehatan, '%#8(. 5ika asupan protein tidak men6ukupi,
maka pertumbuhan linier baduta akan terhambat meskipun kebutuhan
energinya ter6ukupi.
9erat badan lahir rendah "99!+( merupakan salah satu )aktor 
yang dapat mempengaruhi ke/adian stunting, karena seringkali ter/adi pada
masa pertumbuhan /anin terutama pada 4bu yang belum 6ukup umur dan
kekurangan gizi selama masa kehamilan "9appenas, '%#8(. 9erat lahir 
dikategorikan men/adi dua, yaitu berat badan lahir rendah dan normal, yng
dimaksud dengan berat badan lahir rendah /ika berat lahirnya J'&%% gram
"Kementrian Kesehatan, '%#%(.
Menurut /urnal +isk Fa6tors )or Stunting and Hasting at ge SiL,
03elBe, and 03enty2Four Months )or Sualler hildren o) Kara6hi,
Pakistan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui 99!+ 
men/adi )aktor penyebab langsung ter/adinya masalah stunting pada
 baduta di Kara6hi, Pakistan.
Menurut /urnal +isk Fa6tors o) Stunting among #2' Years 7ld
hildren in semarang ity, salah satu )aktor penyebab terbesar ter/adinya
stunting di 5a3a 0engah adalah keadaan bayi yang lahir dengan berat
 badan J'&%% gram.
Pen5akit !n2eksi Berulang
Sanitasi yang buruk akan membuat baduta mudah terserang penyakit,
khususnya penyakit in)eksi seperti diare dan penyakit in)eksi saluran
 perna)asan. Penyakit in)eksi yang ter/adi berulang kali men/adi penyebab
langsung ter/adinya stunting, karena kondisi tubuh yang imunitasnya
menurun sehingga memudahkan terserang penyakit lain. Selain itu baduta
yang mengalami penyakit in)eksi berulang /uga akan kurang memperoleh
asupan gizi dan makanan karena kondisi sakitnya tersebut.
*07 Kebi1akan $asional Penanganan Stunting
+en6ana Pembangunan 5angka Menengah Pendek '%#&2'%#? merupakan
ren6ana pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan di 4ndonesia,
salah satunya adalah aspek kesehatan. Permasahan kesehatan merupakan
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
 prioritas masalah yang harus segera ditangani. Di 4ndonesia terdapat masalah
stunting yang penyebarannya hampir merata di setiap daerah, dan angka
 preBalensi nasionalnya men6apai tingkat keparahan yang tinggi.
Arah Kebi1akan RP)M$ *+,-8*+,9
Meningkatkan dera/at kesehatan dan gizi masyarakat pada seluruh
siklus kehidupan baik pada tingkat indiBidu, keluarga maupun masyarakat
untuk mendukung program 4ndonesia Sehat.
&okus Kebi1akan
 berkualitas terutama melalui:
8. penguatan sistem penga3asan obat dan makanan, serta
$. penurunan kematian ibu dan kematian bayi.
Memperhatikan ran6angan a3al +P5M* '%#&2'%#?, yang memiliki Bisi
dan misi, tu/uan, strategi dan sasaran strategis pembangunan kesehatan
sebagaimana diuraikan dalam bab2bab sebelumnya, maka disusunlah target
kiner/a dan kerangka pendanaan program2program '%#&2 '%#? dengan strategi
 pembangunan kesehatan '%#&2'%#? yang meliputi:
#. kselerasi Pemenuhan kses Pelayanan Kesehatan 4bu, nak, +ema/a,
dan !an/ut sia yang 9erkualitas.
'. Memper6epat Perbaikan Gizi Masyarakat.
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
-. Meningkatkan Ketersediaan, Keter/angkauan, Pemerataan, dan Kualitas
Farmasi dan lat Kesehatan
=. Meningkatkan Ketersediaan, Penyebaran, dan Mutu Sumber Daya
Manusia Kesehatan
4n)ormasi
9idang Kesehatan
Kesehatan
Stunting pada baduta merupakan masalah gizi yang ter/adi kronis, untuk menanggulangi permasalahan ini Direktorat 9ina Gizi melakukan
 program per6epatan perbaikan gizi masyarakat yang selaras dengan
strategi pembangunan yang ada di +5PM*.
*070, Per4epatan Perbaikan Gi6i Mas5arakat
• Strategi utama Gerakan *asional Per6epatan Perbaikan Gizi
meliputi:
daya manusia, sosial budaya, dan perekonomianN
 b. peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di semua
sektor baik pemerintah maupun s3astaN
6. peningkatan interBensi berbasis bukti yang e)ekti) pada berbagai tatanan
yang ada di masyarakatN dan
d. peningkatan partisipasi masyarakat untuk penerapan norma2norma
sosial yang mendukung perilaku sadar gizi.

8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
http://slidepdf.com/reader/full/makalah-gizi-gabungan 21/36
a. masyarakat, khususnya rema/a, ibu hamil, ibu menyusui, anak di ba3ah
usia dua tahunN
Keluarga, danAatau kader2kader masyarakat yang se/enisN 6. perguruan tinggi, organisasi pro)esi, organisasi kemasyarakatan dan
keagamaanN
e. Media massaN
). dunia usahaN dan
Program per6epatan perbaikan gizi masyarakat membagi
 programnya men/adi program penanganan langsungA spesi)ik dan program
 penanganan tidak langsungA sensiti). 4nterBensi kegiatan gizi langsung "spesi)ik( ditu/ukan untuk tindakan atau kegiatan untuk menangani
masalah gizi, yang pada umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan.
Sedangkan 4nterBensi kegiatan gizi tidak langsung "sensiti)( ditu/ukan
untuk tindakan atau kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan yang
 berperan penting dalam perbaikan gizi masyarakat.
Dalam program per6epatan perbaikan gizi masyarakat terdapat
 program #%%% ari Pertama Kelahiran yang men/adi program untuk 
menangani masalah stunting di 4ndonesia.
a.Program ,+++ #ari Pertama Kehidupan
ntuk mengatasi  stunting , masyarakat perlu dididik untuk 
memahami pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita. Se6ara akti) 
turut serta dalam komitmen global "S*2Scalling Up Nutrition( dalam
menurunkan  stunting , maka 4ndonesia )okus kepada #%%% hari pertama
kehidupan "terhitung se/ak konsepsi hingga anak berusia ' tahun( dalam
menyelesaikan masalah stunting se6ara terintergrasi karena masalah gizi
tidak hanya dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sa/a "interBensi
spesi)ik( tetapi /uga oleh sektor di luar kesehatan "interBensi sensiti)(. al
ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah *omor $' 0ahun '%#8 tentang
Gerakan *asional Per6epatan Perbaikan Gizi.
 
CGerakan #.%%% ari Pertama Kehidupan yang dikenal sebagai #.%%%
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
ini melibatkan berbagai se6tor dan pemangku kebi/akan untuk beker/asam
amenurunkan preBalensi stunting serta bentuk2bentuk kurang gizi lainnya
di 4ndonesia.
'%#&2'%#? menyebutkan bah3a salah satu tu/uan pembangunan adalah
menurunkan preBalensi stunting men/adi maksimal '[email protected] pada tahun '%#?.
 
dukungan lintas sektoral sangat diperlukan. 7leh karena itu diharapkan
agar: #. DP+, DPD, DP+D memberikan dukungan dalam bentuk 
kebi/akan, kegiatan, dan penganggaran per6epatan
 perbaikan gizi melalui #%%% PK 
 penyediaan sumber daya yang optimal
8. 7rganisasi Kemasyarakatan dapat memberikan pen/elasan,
dan menggerakan seluruh anggota agar seluruh ibu hamil,
 bayi, dan anak %2' tahun di6ukupi kebutuhan gizinya.
$. Media massa dapat menyebarluaskan in)ormasi terkait
 pangan dan gizi se6ara terus menerus
&. Mitra pembangunan internasional dapat berkoordinasi
dengan pemerintah dan pemerintah daerah serta
memberikan dukungan teknis, adBokasi, dan peningkatan
kapasitas.
Sasaran Sasaran yang ingin di6apai pada akhir tahun '%'& disepakati sebagai
 berikut :
kurang dari &@
8. menurunkan anak yang lahir berat badan renah sebesar 8%@
$. tidak ada kenaikan proporsi anak yang mengalami gizi lebih
&. menurunkan proporsi ibu usia subur yang menderita anemia sebanyak 
&%@
 bulan kurang &%@.
 *o 4ndikator Proses
 pengalaman pelaksanaan
legalitas program
Program Gerkana #%%% PK 
$. 0erindenti)ikasinya sumber2sumber pembiayaan
 *o 4ndikator asil
'. Menurunkan proporsi anak balita yang menderita 3asting kurang dari
& persen.
8. Menurunkan anak yang lahir berat badan rendah sebesar 8% persen
$. 0idak ada kenaikan proporsi anak yang mengalami gizi lebih
&. Menurunkan proporsi ibu usia subur yang menderita anemia sebanyak 
&% persen
 paling kurang &% persen
 berbagai pihak atau pemangku kepentingan untuk mengatasi masahalh
gizi. program perbaikan gizi tidak hanya men/adi tanggung /a3ab dan
dilakukan oleh pemerintah, tetapi perlu melibatkan bebagai pemangku
kepentingan yang terdiri dari kementrian dan lembaga, dunia usaha, mitra
 pembangunan internasional, lembaga sosial kemasyarakatan dan didukung
oleh organisasi pro)esi, perguruan tinggi serta media. Pelaksana dalam
gerakan #%%% PK terdiri dari:
 
Spesi)ik dan 4nterBensi Sensiti).
3aktu relati) pendek. 5enis2/enis interBensi gizi spesi)ik.
,0 !bu #amil
#. Suplementasi besi )olat
8. Penanggulangan ke6a6ingan pada ibu hamil
$. Pemberian kelambu berinsektisida dan pengobatan bagi ibu hamil yang positi)
malaria
30 Kelompok < *3 Bulan
8. Suplementasi Iink
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
4nterBensi yang digunakan dalam upaya penanganan masalah stunting pada
 baduta ini adalah interBensi untuk kelompok bayi usia %2- bulan dan 2'8 bulan.
,0 !nter=ensi Spesi2ik 
a0 Promosi Menyusui
S4 merupakan asupan gizi untuk bayi usia %2'$ bulan. Dilihat )aktor 
risiko yang ada, Kegiatan ini berpotensi untuk menurunkan preBalensi stunting
yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada baduta, kurangnya asupan gizi  pada baduta dapat disebabkan dari ketahanan pangan yaitu kurangnya asupan gizi
ibu menyusui sehingga kurangnya zat gizi yang terkandung dalam S4 ibu.
Dalam promosi S4 ini, akan di/elaskan man)aat S4, 6ara memberikan
S4 yang baik dan benar, serta dampak dari tidak memberikan asi kepada bayi.
0arget yang ingin di6apai adalah ?&@.
Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu K41 melan/utkan menyusui sampai
dengan ' tahun, training konselor dan )asilitator asi eksklusi), sosialisasi dan adBokasi PP S4, permenkes menindaklan/uti PP S4, pembentukan dan
 pembinaan kader motiBator kadarzi. 4nstansi yang terkaitadalah kementrian
kesehatan.
b0 K41 perubahan perilaku untuk perbaikan MP > S4
Makanan pendamping S4 di berikan kepada bayi usia J- bulan. Karena
menyesuaikan dengan keadaan organ pen6ernaannya yang berkembang dan
memenuhi kebutuhan energi yang lebih tinggi. Dilihat dari )aktor risiko yang
ada,kegiatan ini menga6u pada penurunan preBalensi stunting akibat kekurangan
asupan gizi pada bayi. 9ayi yang tidak memperoleh S4 eksklusi) akan
kekurangan asupan gizi karena bayi J- bulan asupan gizinya hanya dari S4 sa/a.
0arget sasaran yang ingin di6apai adalah semua anak umur -2'8 bulan.
Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu K41 MP S4, konseling S4 disertai dengan
konseling MP S4 makanan lo6al, komunikasi pembuatan MP S4 lo6al ditambah
taburia. Pelaksana kegiatan ini yaitu Kementrian kesehatan.
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
40 Suplementasi Iink 
Iin6 adalah salah satu dari zat mineral yang sangat penting untuk 
kesehatan dan pertumbuhan bayi. Dan kekurangan zink akan berpengaruh
terhadap tumbuh kembang bayi. Dilihat dari )aktor risiko yang ada, suplementasi
zink dapat menurunkan preBalensi stunting akibat kurangnya asupan gizi yang
disebabkan oleh ketahanan pangan yang rendah, ketahanan pangan yang rendah.
Kegiatan yang dapat dilakukan berupa, /i e)ikasi produk suplemen Iink 
dan gizi mikro untuk men6egah stunting, 4mplementasi Suplementasi Iink dan
gizi mikro berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kesehatan, 1Baluasi dan
monitoring suplementasi Iink. Pelaksana yaitu kementrian kesehatan
d0 Pemberian 7bat a6ing
standar pengadaan obat 6a6ing, K41 pemberian obat 6a6ing, Monitoring
1Baluasi,Kemitraan pengadaan obat 6a6ing dari non pemerintah, Kemitraan K41
kebiasaan 6u6i tangan dengan sabun, Perbaikan sanitasi lingkungan, Penyediaan
air bersih. Pelaksananya adalah kementrian kesehatan dan kementrian peker/aan
umum.
Kegiatannya adalah Penyediaan bahan K41, K41 man)aat )orti)ikasi,
Penga3asan kadar zat gizi yang di)orti)ikasikan didalam tepung terigu sesuai S*4,
!a3 and )or6ement )orti)ikasi terigu, /i 6oba )orti)ikasi Fe pada raskin,+eBisi
S*4 )orti)ikasi tepung terigu, Peningkatan asupan kaya zat besi khususmya bahan
 pangan asal he3ani. Pelaksananya adalah kementrian kesehatan, badan P7M,
kementrian pendindustrian, kementrian pertanian, 9adan standarisasi nasional.
20 Pemberian kelambu
0arget sasarannya adalah ?& @ ibu hamil di daerah resiko tinggi dan
 pengobatan bagi semua ibu hamil yang positi) malaria
• Kegiatan:
'. Pengadaan +D0, kinaA0 di daerah mampu
8. SuperBisi tersturuktur dan berkala
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
"+SA+S ibu dan anak(
&. K41 bagi ibu hamil positi) malaria untuk mengkonsumsi +D0, obat
kinaA0 -. Skrinning +D0 malaria bagi semua ibu hamil pada kung/ungan
 pertama *
. Pemberian obat kinaA0 bagi ibu hamil yang positi) malaria
=. Pemberian kelambu berrinsektisida
Sasarannya adalah masyarakat umum, tidak khusus untuk #%%% PK.
 *amun apabila diren6anakan se6ara khusus dan terpadu dengan kegiatan
spesi)ik, dampaknya sensiti) terhadap keselamatan proses pertumbuhan
dan perkembangan #%%% PK. Dampak kombinasi dari kegiatan spesi)ik 
dan sensiti) bersi)at langgeng "C sustainable( dan /angka pan/ang.
4nterBensi gizi sensiti) meliputi :
'. Ketahanan pangan dan gizi
mereka mempunyai daya atau kekuatan untuk hidup mandiri "di bidang
kesehatan(. paya pemberdayaan tersebut dilakukan dengan
menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat,
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
dilakukan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat sesuai dengan
keadaan, masalah, dan potensi setempat. Dengan demikian, pemberdayaan
masyarakat adalah proses, sedangkan output 2nya adalah kemandirian
masyarakat "di bidang kesehatan(.
6ara melakukan upaya )asilitasi yang bersi)at non2instrukti) guna
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu
mengidenti)ikasi masalah, meren6anakan dan melakukan peme6ahannya
dengan meman)aatkan potensi dan )asilitas setempat, 3alau mungkin tidak 
mudah untuk dilaksanakan.Payne "#??( men/elaskan bah3a pemberdayaan pada hakekatnya
 bertu/uan untuk membantu klien mendapatkan daya, kekuatan dan
kemampuan untuk mengambil keputusan dan tindakan yang akan
dilakukan dan berhubungan dengan diri klien tersebut, termasuk 
mengurangi kendala pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. 7rang2
orang yang telah men6apai tu/uan kolekti) diberdayakan melalui
kemandiriannya, bahkan merupakan Ckeharusan untuk lebih
diberdayakan melalui usaha mereka sendiri dan akumulasi pengetahuan,
keterampilan serta sumber lainnya dalam rangka men6apai tu/uan tanpa
tergantung pada pertolongan dari hubungan eksternal.
Prinsip Pemberdayaan Masyarakat, diantaranya:
masyarakat tidak boleh berlangsung karenaadanya pemaksaan, melainkan
harus dilandasi oleh kesadaransendiri dan motiBasinya untuk memperbaiki
dan meme6ahkanmasalah kehidupan yang dirasakan.
'. 7tonom, yaitu kemampuannya untuk mandiri atau melepaskan diri dari
ketergantungan yang dimiliki oleh setiap indiBidu, kelompok, maupun
kelembagaan yang lain.
kegiatan dengan penuh tanggung /a3ab, tanpa menunggu atau
mengharapkan dukungan pihak luar.
 pengambilan keputusan, peren6anan, pelaksanaan, pemantauan, eBaluasi,
dan peman)aatan hasil2hasil kegiatannya.
&. 1galiter, yang menempatkan semua pemangku kepentingan dalam
kedudukan yang setara, se/a/ar, tidak ada yang ditinggikan dan tidak ada
yang merasa direndahkan.
 perbedaan di antara sesama pemangku kepentingan. . Keterbukaan, yang dilandasi ke/u/uran, saling per6aya, dan saling
memperdulikan.
danmengembangkan sinergisme.
dia3asi oleh siapapun.
"kabupaten dan kota( untuk mengoptimalkan sumberdaya kesehatan bagi
sebesar2besar kemakmuran masyarakat dankesinambungan pembangunan
kesehatan. "Permenkes +4 *o. -& tahun '%#8(
Peningkatan pemberdayaan masyarakat, dilakukan melalui peningkatan
K9M "paya Kesehatan 9erbasis Masyarakat( seperti Posyandu, Polindes,
Poskesdes, Pos 7bat Desa, dan lain2lain. Sehingga masyarakat dapat
menggunakan )asilitas kesehatan tersebut dengan maksimal dan sesuai dengan
)ungsinya. K9M adalah 3ahana pemberdayaan masyarakat, yang dibentuk atas
dasar kebutuhan masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk dan bersama masyarakat,
dengan bimbingan dari petugas Puskesmas, lintas sektor dan lembaga terkait
lainnya. K9M ini menerapkan P9S, P9S adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembela/aran yang men/adikan
seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri
"mandiri( di bidang kesehatan dan berperan akti) dalam me3u/udkan kesehatan
masyarakat. "Permenkes +4 *o. -& tahun '%#8(.
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
ter6atat #',&@ untuk stunting biasa dan ',&@ stunting berat. 0ahun '%#& di
Kelurahan Pisangan angka preBalensi stunting sebesar #%@ dan stunting
 beratnya sebesar ##,[email protected], untuk kelurahan ireundeu #&@ untuk stunting
dan #,&@ stunting berat.
Pisangan, yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota 0angerang Selatan
dengan pengambilan sampel dengan sistem 6luster dan menggunakan  pengukuran antropometri. 0er6atat bah3a stunting pada baduta di 3ilayah
kelurahan Pisangan pada tahun '%#$, dari /umlah -% balita yang diukur 
dengan metode antropometri 09A terdapat $ kasus stunting pada
 perempuan dan & kasus stunting pada laki2laki, sedangkan untuk kasus
stunting parah diperoleh # kasus pada perempuan dan laki2laki. Di
kelurahan irendeu pada tahun '%#$ dari $% baduta yang diukur terdapat $
kasus stunting pada perempuan dan # kasus pada laki2laki, untuk kasus stunting parah terdapat # kasus stunting parah pada perempuan sedangkan
 pada baduta laki2laki tidak ditemukan.
Data puskesmas Pisangan pada tahun '%#& menun/ukkan /umlah
kasus stunting di kelurahan Pisangan sebanyak - laki2laki dan #
 perempuan, stunting parah $ pada perempuan dan $ pada laki2laki.
Sedangkan di kelurahan irendeu stunting hanya ditemukan - kasus
stunting pada perempuan. ntuk kasus stunting parah terdapat 8 kasus
stunting parah pada perempuan dan $ kasus pada laki2laki.
sia bayi dan )aktor penyebab yang terkena stunting tidak 
di/elaskan se6ara rin6i, karena poli gizi puskesmas iputat hanya
menun/ukkan lembaran laporan sederhana Penilaian Status Gizi "PSG(
'%#$ dan '%#&. !aporan PSG ini merupakan program dari Dinas Kota
0angsel yang dilakukan setiap tahun di seluruh daerah, guna melihat
kondisi status kesehatan 3arga Ke6amatan iputat 0imur.
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
masih belum ada, karena angka preBalensinya sangat ke6il sehingga tidak 
men/adi prioritas masalah di puskesmas. Menurut pen/elasan Poli Gizi
Puskesmas Pisangan, Dinas kesehatan 0angerang Selatan tidak 
memberikan arahan ataupun perintah untuk mengadakan program
 penanganan stunting se6ara khusus.
PreBalensi kasus stunting di Hilayah ke6amatan iputat 0imur 
tidak terlalu tinggi, yang men/adi pusat perhatian saat ini adalah kasus gizi
 buruk dan gizi kurang. 5adi, untuk interBensi masalah stunting pada baduta
di Puskesmas Pisangan itu sendiri belum ada. 4nterBensi yang dilakukan di
Puskesmas Pisangan hanya ber)okus pada gizi buruk dan gizi kurang
0etapi program penanganannya sebenarnya sama yaitu program #%%% ari
Pertama Kehidupan. Kegiatan yang dilakukan Puskesmas Pisangan untuk 
 program #%%% PK antara lain melakukan penyuluhan pada kelas ibu
hamil, kelas S4, kelas malnutrisi dan penyuluhan pada rema/a SMP dan
SM sebagai upaya promoti) dan preBenti).
ntuk men/alankan program #%%% PK Puskesmas melakukan
 pemberdayaan terhadap masyarakat dengan men6iptakan kader posyandu
di setiap posyandu yang ada di dua kelurahan Ke6amatan iputat 0imur.
Kader posyandu yang ada di kelurahan pisangan berasal dari masyarakat
yang berada di dalam 3ilayah tersebut, mereka dilatih oleh tenaga
kesehatan yang ada di Puskesmas untuk men/adi kader posyandu. Kader 
Posyandu ini bertanggung/a3ab atas setiap kegiatan yang ada di posyandu,
dimana posyandu berada diba3ah naungan puskesmas.
Diketahui Puskesmas Pisangan telah melaksanakan program #%%% PK sebagai upaya promoti) dan preBenti) pada kasus stunting di
Ke6amatan iputat 0imur. 9erikut kegiatan yang telah dilaksanakan :
Kegiatan yang dilakukan di posyandu ini meliputi N
,0 Promosi AS!
S4 yang dilaksanakan di Puskesmas dan di Posyandu. Kegiatan
 penyuluhan di $8 posyandu yang ada di 3ilayah kelurahan Pisangan dan
kelurahan ireundeu, se6ara bergiliran mendapatkan /ad3al penyuluhan
kelas S4. Kelas S4 di Puskesmas di/ad3alkan pada hari 5umat, 4bu
menyusui datang ke Puskesmas untuk mengikuti kelas S4 ini.
Pada kelas S4 di/elaskan mengenai 6ara dan man)aat S4 eksklusi).
paya ini berkaitan dengan interBensi pada )aktor resiko ter/adinya
stunting pada baduta, yaitu )aktor resiko kurangnya asupan gizi pada anak.
nak yang berusia %2- bulan asupan gizinya bersumber dari S4 sa/a,
karena belum saatnya untuk menerima makanan pendamping.
*0 Pemberian !munisasi
Puskesmas memiliki /ad3al imunisasi yaitu hari rabu dan sabtu.
9alita datang ke puskesmas untuk ditimbang berat badan, di ukur tinggi
 badan serta diberikan suplemen Bitamin dan pemberian iodium.
Suplemen Bitamin diberikan setiap - bulan sekali.
30 Pen5uluhan Ke Sekolah
Kesehatan dilakukan untuk tindakan promoti) dan preBenti) terhadap anak 
usia rema/a, sehingga mereka mengetahui pentingnya program ini. Kegiatan
ini melibatkan sektor pendidikan untuk beker/asama.
70 Pemberian Suplemen >in4 untuk Diare 9aduta yang terkena diare diberikan suplemen zin6. Pemberian
suplemen ini hanya diberikan pada baduta yang sakit diare sa/a bukan ke
semua baduta yang datang ke puskesmas ataupun ke posyandu.
Kegiatan yang tidak terlaksana :
8/17/2019 Makalah Gizi Gabungan
obserBasi, Puskesmas Pisangan sudah ikut berkontribusi dalam upaya
 penurunan stunting pada baduta di 4ndonesia melalui program nasional #%%%
PK, namun programnya masih belum ber/alan #%%@. Puskesmas /uga ikut
 berkontribusi melakukanupaya kesehatan dalam rangka menurunkan
 preBalensi stunting dan meningkatkan kondisi kesehatan baduta. hal ini
terbukti rendahnya angka preBalensi stunting di dua kelurahan di
ke6amatan iputat 0imur yang kurang dari '%@, ini membuktikan kasus
stunting pada baduta di ke6amatan iputat 0imur tidak men/adi masalah.
Menurut pandangan kami, berdasarkan data yang diperoleh tindakan
 pen6egahan yang dilakukan puskesmas di3u/udkan dengan 6ara tindakan
 pen6egahan primer yang meliputi kegiatan promosi kesehatan dan
 pemberian suplemen dalam imunisasi.
stunting4 &elalui )#M &en$anangkan progra& 1""" #-
dengan kegiatankegiatan4 *aitu pro&osi &en*usui4 -I peru+ahan perilaku untuk per+aikan M# 8 %SI4 suple&entasi
9ink4 0ink untuk &anaje&en diare4 pe&+erian :+at !a$ing4
;ortifkasi +esi4 pe&+erian kela&+u +erinsektisida dan
&alaria4 dan pe&+erian gara& +eriodiu&.
Berdasarkan data *ang telah ka&i dapatkan dari #uskes&as
#isangan dapat disi&pulkan +ah<a pre3alensi stunting
se+esar =. %ngka pre3alensi *ang sangat rendah
&en*e+a+kan kurangn*a perhatian petugas kesehatan
sete&pat terhadap progra&progra& *ang telah
di$anangkan pe&erintah untuk &enurunkan pre3alensi
stunting.
*ang telah di$anangkan oleh pe&erintah untuk &enurunkan
pre3alensi stunting4 diantaran*a *aitu kegiatan pro&osi
&en*usui4 pe&+erian (e pada i+u ha&il4 dan pe&+erian
0ink untuk diare. -egiatan pro&osi &en*usui dilaksanakan
&elalui kelas %SI *ang dilaksanakan satu hari dala& se&inggu *aitu pada hari u&>at. Selain pro&osi &en*usui4
puskes&as #isangan juga &enjalankan progra& pe&erintah
untuk &enurunkan pre3alensi stunting *aitu ;ortifkasi +esi.
-egiatan ini dilaksanakan &elalui pe&+erian (e pada i+u
ha&il. #uskes&as #isangan juga &enjalankan kegiatan
+erupa pe&+erian 0ink pada penderita diare se+agai
aplikasi dari progra& pe&erintah dala& &enurunkan
pre3alensi stunting.
+erkontri+usi &elalui kegiatankegiatan seperti kunjungan
ke puskes&as untuk &en$ari data pre3alensi stunting di
daerah sekitar ka&pus.
+e)erensi: