Makalah Gizi

of 30

  • date post

    07-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    323
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Gizi

PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridho dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmu gizi ini yang menyangkut tentang PROTEIN. Kami menyadari sepenuhnya bahwasanya makalah ini jauh dari kesempurnaan. Kami sudah berupaya sekuat tenaga untuk menampilkan yang terbaik dalam makalah ini. Namun kami menyadari sepenuhnya makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu dengan tulus dan rendah hati kami harap kritik dan saran dari bapak dan para rekan-rekan guna perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Dan tak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak yang telah membimbing kami semua sehingga kami memiliki acuan untuk menyelesaikan makalah ini. Terima kasih. Sengkang, Oktober 2008

Penulis

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi BAB I

....................................................................................

1 2

............................................................................................ PENDAHULUAN

A. Latar Belakang B. Tujuan :

.................................................................... ....................................................................

3 4 4 4

A. Umum ............................................................ B. Khusus ............................................................ BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... ............................................................................... .................................................................... ....................................................................

A. Teori B. Kasus

5 15 28 30

BAB III KESIMPULAN SUMBER

2

BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANGSebuah mesin terdiri dari beberapa buah komponen, jika salah satu komponen kurang, maka mesin itu tidak akan bekerja dengan maksimal. Begitu halnya dengan tubuh manusia, tubuh manusia memerlukan beberapa unsur gizi untuk dapat menjalankan fungsi tubuh secara normal, dan apabila salah satu unsur gizi yang diperlukan kurang mencukupi atau bahkan tidak tersedia, maka tubuh manusia tidak akan menjalankan fungsinya secara baik. Karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan air merupakan unsur gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu dari unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu protein. Fungsi protein cukup penting dalam tubuh manusia. Protein bisa kita dapatkan dengan mengkomsumsi makanan yang mengandung protein seperti yang telah kita ketahui selama ini. Namun, tidak semua masyarakat tahu betapa pentingnya protein bagi kesehatan tubuh, bahkan masih banyak masyarakat yang tidak mengkomsumsi protein hingga menimbulkan suatu penyakit atau gangguan pada tubuhnya, Untuk membahas mengenai hal diatas, maka kami telah menyusun suatu makalah yang berisi mengenai pembahasan tentang zat-zat atau unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh terutama pembahasan mengenai protein yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa AKPER PEMDA WAJO pada khususnya dan masyarakat pada umumnya agar pengetahuan mereka mengenai unsur gizi terutama protein, bisa lebih berkembang.

3

B. TUJUANA. UMUM .1 .2 B. KHUSUS .1 Sebagai informasi untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa Akper Pemda Wajo mengenai unsur-unsur gizi yang salah satunya adalah protein .2 Sebagai bahan pelajaran untuk didiskusikan bersama oleh mahasiswa Akper Pemda Wajo. .3 Sebagai tindak lanjut penulis terhadap tugas yang telah diberikan oleh dosen Ilmu Gizi yaitu bapak Huslan, S.ST.M.Kes. Untuk mengenalkan kepada pembaca mengenai unsur gizi yakni Sebagai sumber ilmu pengetahuan kepada peserta didik dan protein secara detail. masyarakat umum.

4

BAB II PEMBAHASAN PROTEINA. TEORI1. PengertianProtein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti yang paling utama) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomermonomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung Karbon, Hidrogen, Oksigen, Nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Secara kimiawi protein adalah ikatan asam-asam amino yang membentuk rantai panjang. Ikatan ini disebut ikatan peptide ( -CONH- ). Karena protein disusun banyak asam amino yang membentuk satu rantai, maka protein juga dikenal sebagai polipeptida. Satu molekul polipeptida disusun oleh 12 sampai 18 macam asam amino yang berikatan membentuk sebuah rantai panjang yang tersusun oleh ratusan asam amino. Polipeptida disintesis di dalam ribosom. Setelah disintesis, polipeptida mengalami pemasakan menjadi protein yang lebih kompleks. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai anti bodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun 1883.

5

2. Struktura. Struktur Protein Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan quartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptide (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut : alpha helix (-helix, puntiran-alfa), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral; beta-sheet (-sheet, lempeng beta), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H); beta-turn, (-turn, lekukan beta); dan gamma-turn, (-turn, lekukan-gamma) Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. Struktur primer dari protein bisa ditentukan dengan beberapa metoda : 1. 2. 3. 4. Hidrolisa protein dengan asam kuat (i.e., 6N HCl) dan kemudian komposisi asam Sekuen analisa dari N-terminus dengan menggunakan degradasi Edman. Kombinasi dari pencernaan dengan trypsin dan mass spektrometri, dan Penentuan molekular mass dengan mass spektrometri. Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spectrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatip pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu negatip peak sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari 6 amino ditentukan dengan amino acid analyzer instrument.

CD spektrum. Di spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa adalah berbeda dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa di estimasi IR spektrum. b. Struktur Susunan Molekul Protein 1. Protein fibriler/skleroprotein atau serabut. Tidak larut pada pelarut encer, larutan garam, asam, basa ataupun alcohol Kegunaannya membentuk struktur bahan dan jaringan yang disebut albuminoid dan sklerin. Contoh: kolagen pada tulang rawan, miosin pada otot, kreatin pada gumpalan darah. 2. Protein globuler/skleroprotein berbentuk bola Terdapat pada bahan pangan, susu, telur dan daging Protein ini larut dalam larutan garam dan asam encer, juga lebih mudah berubah dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam, pelarut asam dan basa dibandingkan protein fibriler. Mudah terdenaturasi menjadi pecah-pecah atau rusak Kelarutan Protein Globuler dibagi menjadi grup albumin, larutan dalam air dan terkoagulasi oleh panas. Contoh : albumin telur, albumin serum dan laktalbumin dalam susu. Glubulin tidak larut dalam air, terkoagulasi oleh panas, larut dalam larutan garam encer, mengendap dalam larutan garam konsentrasi tinggi (stalting out). Contoh : miosinogen dalam otot, ovoglubilin dalam kuning telur, amandin dalam buah almons, legumin dalam kacang-kacangan. Glutelin tidak larut dalam pelarut netral tetapi larut dalam asam/basa encer. Contoh : glutenin dalam gandum dan orizenin dalam beras. Prolamin/gliadin, larut dalam alkohol 70-80%, tidak larut dalam air dan alkohol absolut. Contoh : gliadin dalam gandum, hordain dalam barlei/gandum, zein pada jagung. Histon larut dalam air dan tidak larut dalam amonia encer, larut dalam pl.protein lainnya, terkoagulasi karena pemanasan, larut dalam larutan asam encer. Contoh : globulin dalam hemoglobin. 7

Protamin atau protein paling sederhana disbanding protein-protein lain, tetapi lebih komplek dari peptone dan peptide. Larut dalam air dan tidak terkoagulasi oleh panas, larutan protamin encer dapat mengendapkan protein lain. Bersifat basa kuat, asam kuat membentuk garam kuat. Contoh : salmin dalam ikan salmon, klupein pada ikan hrring, sipirinin (cypirinin) pada ikan karper. Protein Konyugasi Mengandung non protein/senyawa lain non