Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

of 22 /22
MAKALAH GANGGUAN PSIKOLOGI MENSTRUASI DAN CARA MENGATASINYA Disusun Oleh: YESI KARTIKA (NIM. 201207130) KELAS II.B AKADEMI KEBIDANAN ADILA BANDAR LAMPUNG 2013

Embed Size (px)

description

data

Transcript of Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

Page 1: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

MAKALAH

GANGGUAN PSIKOLOGI MENSTRUASI

DAN CARA MENGATASINYA

Disusun Oleh:

YESI KARTIKA (NIM. 201207130)

KELAS II.B

AKADEMI KEBIDANAN ADILA

BANDAR LAMPUNG

2013

Page 2: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

KATA PENGANTAR

          

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya

kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada

waktunya yang berjudul “PSIKOLOGI MENSTRUASI DAN CARA MENGATASINYA”

Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian PSIKOLOGI MENSTRUASI atau yang lebih

khususnya membahas pengertian psikologi, menstruasi, dan macam-macam psikologi menstruasi

itu sendiri. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang

psikologi menstruasi.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari

semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam

penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala

usaha kita. Amin.

Bandar Lampung, 10 Desember 2013

Penyusun

Page 3: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

DAFTAR ISI

JUDUL.......................................................................................................................................... i

Kata Pengantar ............................................................................................................................. ii

Daftar Isi....................................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................. 1

A. Latar Belakang....................................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah.................................................................................................................. 2

C. Tujuan Masalah...................................................................................................................... 2

D. Manfaat Makalah................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................................. 3

A. Pengertian .............................................................................................................................. 3

B. Gangguan Haid dan Siklusnya .............................................................................................. 3

1. Kelainan Siklus Haid ....................................................................................................... 4

2. Kelainan Banyaknya Darah dan lamanya pendarahan...................................................... 4

3. Pendarahan Diluar Siklus Haid ........................................................................................ 5

4. Gangguan Lainnya ........................................................................................................... 5

C. Gangguan Psikologi Menstruasi ........................................................................................... 6

D. Cara Mengatasi Gangguan Psikologi Menstruasi ................................................................. 7

BAB III PENUTUP...................................................................................................................... 9

Kesimpulan .................................................................................................................................. 9

Saran ............................................................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... 11

Page 4: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menstruasi adalah perdarahan dari uterus karena perubahan hormonal yang teratur atau

berdaur teratur, kira-kira empat minggu sekali (kamus istilah kebidanan, hal 116)

Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah periodik darah

dan sel sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita.mestruasi di mulai saat

pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walau pun

mungkin faktor-faktor kesehatan lain yang membatasi kapasitas ini. Akhir dari kemampuan

wanita untuk menstruasi di sebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan

seorang wanita. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh

wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang

dikendalikan oleh interaksi hormon yg di keluarkan oleh hipotalamus, kelenjar bagian bawah

otak depan, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal.

Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita

tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam rahim indung telur untuk mulai

berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur di lepaskan kepada indung telur wanita mulai

bergerak menuju tuba falopii terus kerahim. Bila telur tidak di buahi oleh sperma pada saat

berhubungan intim(atau saat insmenasi buatan), lapisan rahim akan terpisah dari dinding uterus

dan mulai meluruh serta akan di keluarkan melalui vagina.periode pengeluaran darah,di sebut

sebagai periodik menstruasi (menstruasi atau haid), berlangsung 3 hingga 7 hari. Bila seorang

wanita menjadi hamil, menghilang menstruasi bulanan merupakan tanda (walau pun tidak

selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Menstruasi merupakan siklus bulanan yang normal

pada wanita.Untuk mengenal premenstruasi lebih dalam perlu di mengerti juga bagaimana

siklus menstruasi itu bekerja. Hal ini sangat penting dilakukan untuk membantu memprediksi

dan mengatasi gejala. Siklus menstruasi biasanya di mulai pada wanita berumur 12-15 tahun

(menarche) yang terus berlanjut sampai umur 45-50 tahun (menopause) tergantung berbagai

faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh.

Kerja hormon –hormon ovarium(estrogen dan progesteron) di bawah rangsang hormon lobus

anterior hipofisis menyebabkan modifikasi struktur endometrium yang di sebut siklus

menstruasi. Pada umunya siklus menstruasi berlangsung sampai 28 hari. Siklus normal

berlangsung dalam rentang waktu 21-35 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita

selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung

Page 5: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik,emosi dan nutrisi wanita tersebut. Selama siklus

menstruasi, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

Siklus menstruasi wanita bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wanita memiliki

siklus 25-35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus 28 hari. Namun beberapa

wanita memiliki siklus tidak teratur dan hal ini bisa menjadi inikasi adanya masalah kesuburan.

Panjang siklus menstruasi di hitung dari hari pertama periode menstruasi. Hari dimana

pendarahan pertama dimulai di sebut sebagai hari pertama  kemudian di hihitung sampai

dengan hari terakhir yaitu 1 hari sebelum pendarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.

Dalam prakteknya, awal siklus dicatat pada saat muncul “darah” menstruasi yaitu

desquamasi endometrium, serpihan pembuluh darah, dan darah. Fase siklus menstruasi, sebagai

berikut: hari pertama sampai hari ke empat sebagai fase menstruasi, hari ke lima dan hari ke

empat sebagai fase proliferasi dan hari ke lima belas sampai hari ke dua puluh sebagai fase

sekresi (luteal).

Hari ke 1 dalam siklus merupakan awal dari sebuah periode. Sekitar hari ke 5, estrogen

membantu lapisan uterus untuk mempersiapkan proses kehamilan sehingga lapisan uterus

untuk mempersiapkan kehamilan sehingga lapisan uterus (endometrium) akan tumbuh dan

menebal. Sekitar hari ke 14, salah satu ovarium  akan melepas sebuah telur. Hal ini dinamakn

ovulasi. Setelah mencapai tahap ovulasi, progesteron akan meningkat. Pada tahap ini ovulasi,

gejala-gejala PMS mulai nampak. Sekitar hari ke 28, telur tidak di buahi oleh sperma, maka

hormon progesteron akan menurun. Hormon progesteron yang menurun yang menurun tersebut

menyebabkan dinding uterus meluruh sehingga terjadi pendarahan yang biasa di sebut dengan

menstruasi. Pada tahap ini  gejala PMS mulai menghilang. Hal ini menandai awal dari awal

dari suatu siklus yang baru. Siklus menstruasi yang akan terus berlanjut.

Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar dalam otak di dalam otak melepaskan hormon

yang di sebut Follicle Stimulating Hormon (FSH) ke dalam aliran darah sehingga membuat sel

sel tersebut tumbuh di dalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh

lebih cepat dari pada sel telur lainnya dan menjadi dominan hingga kemudian mulai

memproduksi hormon yang di sebut estrogen bekerja sama dengan hormon FSH membantu sel

telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi sinyal kepada rahim agar

mrmpersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormon estrogen tersebut juga

menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma

setelah berhubungan intim.

Ketika sel telur telah matang, sebuah hormon di lepaskan dari   dalam otak yang di sebut

dengan Luteinizing Horman (LH). Hormon ini di lepas dalam jumlah banyak dan memicu

Page 6: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba fallopi

tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan besar untuk di buah. Sel telur yang telah

di buahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi, mencapai rahim dan

pada akhirnya ‘’menanamkan diri’’ didalam rahim. kemudian, sel telur dan memproduksi

hormon  Human Chorionic Gonadotropin (HCG) yang dapat dideteksi dengan tes kehamilan.

Hormon tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim. Jika sel telur yang telah

dilepaskan tersebut tidak di buah, maka endometrium akan meluruh dan terjadinya proses

mentruasi berikutnya.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian  menstruasi ?

2. Apa saja gangguan-gangguan haid dan siklusnya ?

3. Bagaimana gangguan psikologi menstruasi?

4. Bagaimana penatalaksanaan gangguan psikologi menstruasi?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui pengertian menstruasi

2. Untuk mengetahui gangguan-gangguan haid dan siklusnya

3. Untuk mengetahui gangguan psikologi menstruasi

4. Untuk mengetahui penatalaksanaaan gangguan psikologi menstruasi

D. Manfaat Makalah          

Manfaat Makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi kami, makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah psikologi klinik untuk

memperoleh nilai tugas.

2. Bagi teman sejawat, Makalah ini diharapkan dapat berfungsi  sebagai bahan bacaan terutama

tentang gangguan psikologis menstruasi.

3. Makalah ini dapat digunakan sebagai bahan diskusi kelompok.

4. Bagi para bidan maupun calon bidan (mahasiswa/mahasiswi kebidanan), Makalah ini dapat

memberikan informasi tentang bagaimana mengatasi gangguan psikologis pada masa

menstruasi.

5. Bagi Ibu Hamil, dengan adanya penelitian ini diharapkan wanita mempunyai pengetahuan

yang baik mengenai psikologi menstruasi. Sehingga kemungkinan terjadinya gangguan

psikologi menstruasi dapat segera dihindari dan deteksi secara dini.

Page 7: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

BAB IIPEMBAHASAN

A. Pengertian Psikologi dan Menstruasi

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan

dengan lingkungannya.

Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē

yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi

dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

Haid (menstruasi) ialah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus di sertai

pelepasan endometrium. Lama haid biasanya 3-5 hari, ada 1-2 hari di ikuti darah sedikit dan 

ada yang 7-8 hari. Pada setiap wanita biasanya lama haid tetap sesuai siklusnya. Jumlah darah

yang keluar kurang lebih 16 cc.

Sindrom pramenstruasi atau di kenal dengan PMS merupakan suatu kondisi medis umum

yang terkait dengan siklus menstruasi. PMS jika di biarkan menimbulkan gangguan yang lebih

parah atau yang sering di sebut disforia pramenstruasi (prementural dysporic di sorder-

PMDD). Gejala yang timbul bisa bermacam-macam, mulai  dari gejala fisik, psikis, dan

psikologis. Namun gejala tersebut akan hilang saat menstruasi datang.

Haid atau menstruasi merupakan masalah yang serius bagi anak wanita dan terkadang bisa

menimbulkan kram, bertambah gemuk, sakit kepala, sakit pinggang, pembengkakkan lutut, dan

perubahan emosi seperti emosi seperti: perubahan suasana hati, sedih, gelisah dan

kecendrungan menangis tanpa sebab jelas. Pada zaman dulu haid atau menstruasi di anggap

sebagai kutukan, sehingga tidak mengherankan bila reaksi sosial yang kurang baik akan

mewarnai sikap anak wanita itu. Lagi pula mengetahui bahwa anak mengalami gangguan fisik

seperti ini  juga membawa akibat buruk pada setiap anak wanita dan memperkuat anggapan

bahwa wanita umumnya bernasib buruk.

 Dalam hidup, seorang wanita akan mengalami menstruasi atau haid dimana tidak kurang

dari 400 kali terjadi pengelupasan dan regenerasi pada endometriumnya. Darah yang keluar

dari menstruasi seluruhnya tidak kurang dari tiga kali dari jumlah total besi yang ada pada

orang dewasa.

Page 8: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

B. Gangguan Haid dan Siklusnya

Panjang siklus haid adalah jarak antara tanggal mulai nya haid yang lalu dan mulainya haid

berikutnya. Hari mulai nya pendarahan dinamakan hari pertama siklus. Saat mulainya haid

pertama di namakan menarche dan berhentinya haid dinamakan menopause.

Gangguan haid dapat di golongkan antara lain

1. Kelainan siklus

2. Kelainan banyaknya darah dan lamanya pendarahan

3. Pendarahan di luar haid

4. Gangguan lainnya

1. Kelainan siklus haid

a. Oligomenore

Merupakan suatu kelainan siklus yang di tandai dengan lamanya siklus haid lebih dari 35 hari.

b. Amenore

Merupakan suatu kelainan siklus yang di tandai dengan lamanya siklus haid lebih dari 90 hari.

Amenore adalah keadaan tidak adanya haid haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut turut. Pada

umumnya amenore di bedakan menjadi dua yaitu :

1) Amenore primer

Dikatakan amenore primer yaitu apabila seorang wanita berumur 18 tahun ke atas tidak

pernah haid. Amenore primer pada umumnya mempunyai sebab yang lebih berat dan lebih

sulit untuk di ketahui seperti kelainan kogenital dan kelainan genetik.

2) Amenore sekunder

adalah penderita pernah mendapat haid tetapi kemudian tidak pernah mendapat haid lagi.

Amenore sekunder lebih banyak di sebabkan karena gangguan gizi, gangguan

metabolisme, keganasan, penyakit infeksi dan lain lain. Selain itu terdapat juga amenore

yang fisiologis yaitu yang terdapat dalam masa sebelum pubertas, masa kehamilan, masa

laktasi dan sesudah menopause.

c. Polimenore

Merupakan suatu kelainan siklus yang di tandai dengan lamanya waktu siklus kurang dari 21

hari. Pada poligomenore siklus haid lebih pendek dari biasanya yaitu kurang dari 21 hari.

Pendarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa.poligomenore dapat di

sebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, atau menjadi

pendeknya masa luteal, adanya kongesti ovarium karena peradangan, dan endometriosis.

              

Page 9: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

2. Kelainan Banyaknya Darah dan Lamanya Perdarahan

a. Hipermenorea (menoragia)  

Perdarahan menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Pada

bentuk gangguan seperti ini siklus menstruasi tetap teratur akan tetap jumlah darah yang

dikeluarkan cukup banyak. Penyebab terjadinya kemungkinan terdapat mioma uteri

(pembesaran rahim), polip endometrium, atau hiper plasia endometrium (perubahan dinding

rahim). Diagnosis kelainan dapat ditetapkan pemeriksaan dalam, ultrasonografi (USG) dan

pemeriksaan terhadap kerokan (Chandranita, 2009).

b. Hipomenorea

Perdarahan menstruasi yang lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. Pada kelainan ini

siklus menstruasi tetap teratur sesuai dengan jadwal menstruasi akan tetapi jumlah darah yang

dikeluarkan relative sedikit. Penyebabnya kemungkinan gangguan hormonal, kondisi wanita

kekurangan gizi, atau wanita dengan penyakit tertentu (Chandranita, 2009).

3. Pendarahan Di luar Haid

Perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 menstruasi  (metroragia). Pendarahan ini

disebabkan  oleh  keadaan yang bersifat  hormonal dan  kelainan anatomis. Pada kelainan

hormonal terjadi gangguan poros  hipotalamus hipofise, ovarium ( indung  telur ) dan rangsangan

estrogen  dan  progesterone  dengan bentuk pendarahan yang terjadi diluar menstruasi,

bentuknya bercak  dan  terus  menerus dan  pendarahan menstruasi  berkepanjangan.  Keadaan

ini  dipengaruhi  oleh ketidak seimbangan hormon tubuh  ,yaitu kadar hormon progesterone yang

rendah atau hormon estrogen yang tinggi.

4. Gangguan lainya

Dismenorea merupakan rasa sakit akibat menstruasi yang sangat menyiksa karena nyerinya

luar biasa menyakitkan. Selama dismenorea, terjadi kontraksi otot rahim akibat peningkatan

prostaglandin sehingga menyebabkan vasospasme dari arteriol uterin yang menyebabkan

terjadinya iskemia dan kram pada abdomen bagian bawah yang akan merangsang rasa nyeri

disaat menstruasi (Robert & David, 2004: Nur, 2010).

Hanya dialami sekitar 25% wanita dan kebanyakan mereka berumur 20 tahunan

Dimenorea terdiri dari primer dan sekunder. Lebih dari 50% wanita mengalami dismenorea

primer dan 15 % diantaranya mengalami nyeri yang hebat.

a. Dimenorea  primer  timbul pada masa remaja yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi

pertama dan tidak disebabkan oleh penyakit. Namun dengan bejalannya waktu tepatnya

Page 10: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

hormon tubuh lebih stabil atau perubahan pada Rahim setelah menikah dan melahirkan

gangguan ini akan berkurang (Kasdu, 2005).

b. Dismenorea sekunder, gangguan haid disebakan adanya gejala penyakit yang berhubungan

dengan kandungan, misalnya endometriosis, infeksi Rahim, kista/polip, tumor sekitar

kandungan, kelainan kedudukan Rahim yang dapat menganggu organ dan jaringan

disekitarnya. Penyebab dismenorea sekunder lainya adalah kondisi panggul, endometriosis,

fibroid, edenomiosis, peradangan tuba falopi, pelengketan abnormal antar organ dalam

perut, pemakian kontrasepsi IUD atau tampon. Kondisi demikian (Kasdu,2005).

C. Gangguan Psikologi Menstruasi

Pada masa menstruasi banyak sekali terdapat gangguan-gangguan baik dari segi fisik

maupun dari segi psikologi. Gangguan-gangguan menstruasi ini dapat menyebabkan

tergangguanya aktivitas-aktivitasdari wanita yang mengalami gangguan menstruasi tersebut.

Gangguan-gangguan psikologi pada saat menstruasi yaitu:

1. Kecemasan atau ketakutan terhadap menstruasi, sehingga menimbulkan fobia terhadap

menstruasi. Maksudnya disini jika keregangan dan  kecemasan ini secara terus menerus serta

berlebihan serta tidak segera diatasi maka akan menimbulkan fobia pada menstruasi.

2. Merasa terhalangi atau merasa dibatasi kebebasan dirinya oleh datangnya menstruasi.

Wanita akan merasa kebebasannya terbatas akibat datangnya  menstruasi ini misalnya saja

wanita  akan terbatas dalam melaksanakan aktivitasnya  sehari-hari  contohnya  ia  tidak

dapat melaksanakan ibadah, aktivitas olahraga dan aktivitas-aktivitas lainnya.

3. Emosi meninggi. Kemurungan, merajuk, ledakan amarah, dan kecendrungan untuk

menangis karena hasutan yang sangat kecil sekali pun merupakan ciri  khas spada masa

menstruasi. Pada masa ini anak wanita akan merasa khawatir dan mudah marah.

4. Hilangnya kepercayaan diri. anak remaja khususnya yang tadi nya sangat yakin pada diri

sendiri, tetapi pada saat menstruasi rasa percaya diri akan berkurang dan akan merasa takut

gagal karena daya tahan tubuh atau fisiknya akan menurun. Keluhan yang sering di alami

adalah kram atau kejang otot, sakit perut, sakit pinggang, dan pusing.

5. Merasa gelisah dan gangguan tidur. Pada saat menstruasi seorang wanita akan mengalami

gangguan atau masala susah tidur atau insomnia.

Page 11: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

D. Cara Mengatasi Gangguan Psikologis  Menstruasi

Cara mengatasi gangguan-gangguan psikologi pada masa menstruasi adalah dengan

melakukan konsultasi atau konsling pada tenaga kesehatan seperti bidan, dokter dan sebagainya

dan menjadikan tenaga kesehatan tersebut sebagai konselor. Peran atau tugas sebagai konselor

ini yaitu sebagai berikut:

1. Memberi penjelasan kepada klien, bahwa proses menstruasi merupakan suatu proses

fisiologi atau normal yang pasti akan terjadi dan akan dialami oleh setiap wanita yang subur.

2. Memberi informasi-informasi positif yang berguna yaitu mencptakan kondisi yang rileks

karena antara tubuh dan pikiran saling mempengaruhi. Pikiran yang tenang akan membuat

sekresi hormon bekerja dengan baik dan seimbang sehingga mampu mencegah terjadinya

gangguan fisiologis.

3. Memberikan saran untuk mengurangi ketegangan dan rasa nyeri saat proses menstruasi

berlangsung, seperti istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan melakukan

kompres air hangat pada bagian perut.

4. Memberikan saran agar klien melakukan yoga atau rileksasi. Berlatih yoga dapat membantu

mengurangi nyeri sendi, dan sakit punggungbagian bawah, termasuk juga mengurangi rasa

tersinggung dan jengkel.

5. Memberikan support mental atau dukungan pada klien, agar lebih percaya diri dan tidak

merasa takut dalam menghadapi masa menstruasi.

Page 12: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

BAB IIIPENUTUP

A. Kesimpulan

Pada masa menstruasi banyak sekali terdapat gangguan-gangguan baik dari segi fisik

maupun dasi segi psikologi. Gangguan-gangguan menstruasi ini dapat menyebabkan

tergangguanya aktivitas-aktivitas dari wanita yang mengalami gangguan menstruasi tersebut.

Panjang siklus haid adalah jarak antara tanggal mulai nya haid yang lalu dan mulainya haid

berikutnya. Hari mulai nya pendarahan dinamakan hari pertama siklus. Saat mulainya haid

pertama di namakan menarche dan berhentinya haid dinamakan menopause.

Gangguan haid dapat di golongkan antara lain

1.      Kelainan siklus

2.      Kelainan banyaknya darah dan lamanya pendarahan

3.      Pendarahan di luar haid

4.      Gangguan lainnya.

Pada masa menstruasi banyak sekali terdapat gangguan-gangguan baik dari segi fisik

maupun dasi segi psikologis. Gangguan-gangguan menstruasi ini dapat menyebabkan

tergangguanya aktivitas-aktivitasdari wanita yang mengalami gangguan menstruasi tersebut.

Gangguan-gangguan psikologi pada saat menstruasi yaitu :

1. Kecemasan atau ketakutan terhadap menstruasi.

2. Merasa terhalangi atau merasa dibatasi kebebasan dirinya oleh datangnya menstruasi.

3. Emosi meninggi.

4. Hilangnya kepercayaan diri

5. Merasa gelisah dan gangguan tidur.

Peran atau tugas tenaga kesehatan sebagai konselor untuk membantu klien mengatasi

gangguan psikologis menstruasi yaitu sebagai berikut:

1) Memberi penjelasan kepada klien, bahwa proses menstruasi merupakan suatu proses

fisiologi atau normal yang pasti akan terjadi dan akan dialami oleh setiap wanita yang subur.

2) Memberi informasi-informasi positif yang berguna yaitu mencptakan kondisi yang rileks

karena antara tubuh dan pikiran saling mempengaruhi. Pikiran yang tenang akan membuat

sekresi hormon bekerja dengan baik dan seimbang sehingga mampu mencegah terjadinya

gangguan fisiologis.

Page 13: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

3) Memberikan saran untuk mengurangi ketegangan dan rasa nyeri saat proses menstruasi

berlangsung, seperti istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan melakukan

kompres air hangat pada bagian perut.

4) Memberikan saran agar klien melakukan yoga atau rileksasi. Berlatih yoga dapat membantu

mengurangi nyeri sendi, dan sakit punggungbagian bawah, termasuk juga mengurangi rasa

tersinggung dan jengkel.

5) Memberikan support mental atau dukungan pada klien, agar lebih percaya diri dan tidak

merasa takut dalam menghadapi masa menstruasi.

B. Saran                      

Setelah mempelajari materi ini di harapkan tenaga kesehatan khususnya bidan agar dapat

membantu klien dalam mengatasi gangguan-gangguan psikologi pada masa menstruasi dengan

cara memberikan konseling kepada klien bahwa menstruasi merupakan hal yang fisiologi di

alami oleh seorang wanita.

Page 14: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka cipta.

Sarwono, Sarlito W.2003. pengantar umum psikologi. Jakarta : PP IBI,

Tyastuti, Siti. 2009. Komunikasi Dan Konseling Dalam Pelayan  Kebidanan.Yogyakarta : Fitra

Maya.                  

http://sitihaj4.blogspot.com/2013/05/makalah-gangguan-psikologi-menstruasi.html

(Diakses Tanggal, 02 Desember 2013 ; 08:50 wib)

Page 15: Makalah Gangguan Psikologi Menstruasi

Kasus :

          Chika 21 tahun belum menikah,bekerja sebagai karyawan Bank BNI, mengaku setiap mendapat haid selalu merasa nyeri perut, sakit pinggang, dan perasaannya sangat sensitif. Meskipun nyeri perut yang di rasakan chika tidak terlalu hebat, namun dia merasa sangat terganggu dengan menstruasinya dia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Tugas kita sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan membantu klien  kita dalam mengatasi

masalahnya dengan memberikan konseling :

1. Memberi penjelasan kepada klien, bahwa proses menstruasi merupakan suatu proses fisiologi

atau normal yang pasti akan terjadi dan akan dialami oleh setiap wanita yang subur.

2. Memberi informasi-informasi positif yang berguna yaitu mencptakan kondisi yang rileks karena

antara tubuh dan pikiran saling mempengaruhi. Pikiran yang tenang akan membuat sekresi

hormon bekerja dengan baik dan seimbang sehingga mampu mencegah terjadinya gangguan

fisiologis.

3. Memberikan saran untuk mengurangi ketegangan dan rasa nyeri saat proses menstruasi

berlangsung, seperti istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan melakukan kompres

air hangat pada bagian perut atau kita bisa memberikan obat analgetik untuk mengurangi nyeri

perut klien.

4. Memberikan saran agar klien melakukan yoga atau rileksasi. Berlatih yoga dapat membantu

mengurangi nyeri sendi, dan sakit punggungbagian bawah, termasuk juga mengurangi rasa

tersinggung dan jengkel.