Makalah Gangguan Perkembangan Psikologis Dan Assessment Fix

download Makalah Gangguan Perkembangan Psikologis Dan Assessment Fix

of 22

  • date post

    12-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    155
  • download

    36

Embed Size (px)

description

gg perkmbngan pskol

Transcript of Makalah Gangguan Perkembangan Psikologis Dan Assessment Fix

Tugas MakalahMinggu IIIGANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DAN ASSESSMENT PSIKOLOGIS

OLEH

ARSY CAHYA RAMADHANIH1A 012 008

BLOK XVII: NEUROPSKIATRIFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MATARAM

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmatNya sehingga tugas makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.Secara keseluruhan, saya melaporkan hasil yang saya peroleh dari beberapa sumber jurnal dan buku terkait dengan Gangguan Perkembangan Psikologis dan Assessment Psikologis. Dan harapan saya nantinya tugas ini dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman kami mengenai materi pada blok neuropsikiatri ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan serta dukungan, hingga terselesaikannya tugas ini. Saya menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik serta saran yang membangun, demi penyempurnaan tugas-tugas saya selanjutnya.

Mataram, 25 April 2015

Penyusun

PENDAHULUANGangguan perkembangan merupakan sekelompok kondisi karena adanya penurunan daerah fisik, belajar, bahasa, atau perilaku. Kondisi ini dimulai pada periode perkembangan, dapat mempengaruhi fungsi sehari-hari, dan biasanya berlangsung sepanjang hidup seseorang (CDC. 2015).Kemampuan seperti menginjakkan langkah pertama, tersenyum untuk pertama kalinya, dan melambaikan tangan merupakan tahap perkembangan. Anak-anak mencapai milestone saat mereka bermain, belajar, berbicara, berperilaku, dan bergerak (misalnya, merangkak dan berjalan). Milestone perkembangan memberikan gambaran umum tentang perubahan yang diharapkan seiring dengan pertambahan usia anak (CDC. 2015).Gangguan perkembangan bisa terjadi kapan saja selama periode perkembangan dan biasanya berlangsung sepanjang hidup seseorang. Kebanyakan cacat perkembangan dimulai sebelum bayi lahir, tetapi beberapa dapat terjadi setelah lahir bias disebabkan karena cedera, infeksi, atau faktor lainnya (CDC. 2015).Gangguan perkembangan diduga disebabkan oleh berbagai factor yang kompleks. Faktor-faktor ini termasuk genetika; kesehatan orangtua dan perilaku (seperti merokok dan minum beralkohol) selama kehamilan; komplikasi selama kelahiran; infeksi ibu selama kehamilan atau infeksi bayi; pengaruh lingkungan, seperti timah (CDC. 2015).

ISIGangguan-gangguan yang termasuk dalam gangguan perkembangan psikologi umumnya mempunyai gambaran, onset bervariasi selama masa bayi atau kanak-kanak, adanya hendaya atau kelambatan perkembangan fungsi-fungsi yang berhubungan erat dengan kematangan biologis dari susunan saraf pusat, berlangsung secara terus-menerus tanpa adanya remisi dan kekambuhan yang khas bagi banyak gangguan jiwa. Yang khas adalah hendaya berkurang secara progresif dengan bertambahnya usia anak (walaupun deficit yang lebih ringn sering menetap sampai masa dewasa) (Maslim Rusdi. 2001)

Dalam PPDGJ III, gangguan perkembangan psikologis dibagi menjadi:F80 GANGGUAN PERKEMBANGAN KHAS BERBICARA DAN BERBAHASA Gangguan perkembangan khas dimana pola normal penguasaan bahasa tergantung sejak fase awal perkembangan. Kondisi ini tidak secara langsung berkaitan dengan kelainan neurologis atau mekanisme berbicara, gangguan sensorik, retardasi mental, atau factor lingkungan. Tidak ada batas pemisah yang jelas dengan perbedaan-perbedaan dari variasi normal, tetapi ada empat criteria utama yang berguna dalam member kesan terjadinya suatu gangguan klinis yang nyata : (a). beratnya, (b). perjalanannya, (c). polanya, dan (d). problem yang menyertai. Bila suatu kelambanan berbahasa hanya merupakan bagian dari retardasi mental yang lebih pervasif atau perlambatan perkembangan global, maka harus menggunakan kode diagnosis Retardasi Mental (F70-F79). Akan tetapi, umumnya retardasi mental disertai dengan pola prestasi intelektual yang tidak sama rata dan terutama dengan tingkat gangguan berbahasa yang lebih berat dari pada retardasi keterampilan non-verbal. Bila tingkat perbedaan ini mencolok sehingga jelas dalam berfungsinya sehari-hari, maka kode diagnosis gangguan perkembangan khas berbicara dan berbahasa harus diberikan, bersamaan dengan kode diagnosis retardasi mental. Tidak termasuk : kelambatan dan distorsia perkembangan berbahasa yang disebabkan oleh ketulian yang berat (hendaya pendengaran), juga suatu kelainan artikulasi yang langsung disebabkan oleh langit-langit mulut yang terbelah, atau disartri yang diakibatkan oleh cerebral palsy.F80.0 Gangguan Artikulasi Berbicara KhasPedoman Diagnositik Gangguan perkembangan khas dimana penggunaan suara untuk berbicara dari anak, berada di bawah tingkat yang sesuai dengan usia mentalnya, sedangkan tingkat kemampuan bahasanya normal. Usia penguasaan suara untuk berbicara, dan urutan dimana suara ini berkembang , menunjukkan variasi individual yang cukup besar. Diagnosis ditegakkan hanya jika beratnya gangguan artikulasi di luar batas variasi normal bagi usia mentalanak; kecerdasan (intelegensia) non verbal dalam batas normal; kemampuan berbahasa ekpresif dan reseptif dalam batas normal; kelainan artikulasi tidak langsung diakibatkan oleh suatu kelainan sensorik, struktural atau neurologis; dan salah ucap jelas tidak normal dalam konteks pemakaian bahasa percakapan sehari-hari dalam kehidupan anak.Selama masa perkembangan berbicara, anak-anak belajar kategori fonologi (misalnya, fonem dan bentuk suku kata), serta rincian fonetik halus terkait dengan kategori-kategori suara. Gambaran kategoris dari pola bunyi bahasa membentuk representasi fonologis kata. Ketika ucapan diproduksi, Instansiasi motorik dari representasi tersebut muncul sebagai kata yang diartikulasikan (Preston JL. 2013).Gambaran fonologis diperkirakan menjadi lebih halus selama masa perkembangan fonologi normal sebagaimana anak-anak memperoleh pengetahuan lebih tentang fonem dan pola suara dari bahasa. Sebagaimana anak-anak belajar bahasa dilingkungannyar, pola prediksi tertentu dari kesalahan suara diamati dalam output mereka (Preston JL. 2013).F80.1 Gangguan Berbahasa EkspresifKemampuan berbahasa lisan yang lemah pada masa kanak-kanak usia pertengahan telah menjadi perhatian utama bagi pendidik dan orang tua. Anak-anak dengan bahasa lisan yang buruk sering memiliki masalah terhadap kemampuan akademik dan sosial dan dalam jangka panjang, dapat memiliki pencapaian akademik dan keterampilan yang lebih terbatas. Anak-anak dengan keterbatasan berbahasa lisan, lebih memungkinkan untuk mengalami ketidakmampuan dalam membaca, memahami, dan belajar berhitung(matematika) (Poll GH. 2013).Terlambat bicara / late talking merupakan indikator perkembangan bahasa pada usia 2 tahun, dan merupakan faktor risiko terjadinya kelemahan kemampuan berbahasa selanjutnya (Poll GH. 2013).Pedoman Diagnostik Gangguan perkembangan khas dimana kemampuan anak dalam mengekpresikan bahasa dengan berbicara, jelas di bawah rata-rata anak dalam usia mentalnya, tetapi pengertian bahasa dalam batas-batas normal., dengan atau tanpa gangguan artikulasi. Meskipun terdapat variasi individual yang luas dalam perkembangan bahasa yang normal, tidak adanya kata atau beberapa kata yang muncul pada usia 2 tahun, dan ketidak-mampuan dalam mengerti kata majemuk sederhana pada usia 3 tahun, dapat diambil sebagai tanda yang bermakna dari kelambatan. Kesulitan-kesulitann yang tampak belakangan termasuk : perkembangan kosa kata yang terbatas, kesulitan dalam memilih dan mengganti kata-kata yang tepat, penggunaan berlebihan dari sekelompok kecil kata-kata umum, memendekkan ucapan yang panjang, struktur kalimat yang mentah, kesalahan kalimat (syntactical), kehilangan awalan atau akhiran yang khas, dan salah atau gagal dalam menggunakan aturan tata bahasa seperi kata penghubung, kata ganti, kata sandang, dan kata kerja, dan kata benda yang terinfleksi (berubah). Dapat dijumpai generalisasi berlebihan yang tidak tepat dari aturan tata bahasa, seperti kekurangan dalam pengucapan kalimat dan kesulitan mengurut kejadian-kejadian yang telah lewat. Ketidak-mampuan dalam bahasa lisan sering disertai dengan kelambatan atau kelainan dalam bunyi kata yang dihasilkan. Penggunaan bahasa non verbal (seperti senyum, dan gerakan tubuh) dan bahasa internal yang tampak dalam imajinasi atau dalam permainan khayalan harus secara relatif utuh, dan kemampuan dalam komunikasi social tanpa kata-kata tidak terganggu. Sebagai kompensasi dari kekurangannya, anak akan berusaha berkomunikasi dengan menggunakan demonstrasi, lagak (gesture), mimic, atau bunyi yang non bahasa.F80.2 Gangguan Berbahasa ReseptifPedoman Diagnostik Gangguan perkembangan khas dimana pengertian anak dalam bahasa , dibawah kemampuan anak rata-rata anak dalam usia mentalnya. Kegagalan dalam member respons terdapat nama yang familiar (tidak adanya petunjuk non verbal)pada ulang tahun yang pertama, ketidakmampuan dalam identifikasi beberapa objek yang sederhana dalam usia 18 bulan, atau kegagalan dalam mengikuti instruksi sederhana pada usia 2 tahun, dapat dicatat sebagai tanda-tanda dari kelambatan. Di kemudian hari kesulitan-kesulitan mencakup ketidak mampuan untuk mengerti struktur tata bahasa (bentuk kalimat negative, pertanyaan, perbandingan dsb) dan kekurangan dalam mengerti aspek penghalus dari bahasa (nada suara, gerakan tubuh dsb). Kriteria dari gangguan perkembangan pervasive tidak dijumpai. Pada hampir semua kasus, perkembangan dari bahasa ekspresif juga terlambat dan lazim ada suara ucapan yang tidak normal. Dari semua variasi gangguan perkembangan khas berbicara dan berbahasa, gangguan berbahasa reseptif mempunyai tingkat hubungan yang tinggi dengan gangguan sosio-emosional-perilaku. Namun demikian, mereka berbeda dari anak autistic dalam hal interaksi social yang lebih normal, permainan imajinasi yang normal, pemanfaatan orang tua untuk berlindung normal, penggunaan g