MAKALAH FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN pencernaan seperti pankreas, hati dan kandung empedu.

download MAKALAH FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN pencernaan seperti pankreas, hati dan kandung empedu.

If you can't read please download the document

  • date post

    18-Aug-2020
  • Category

    Documents

  • view

    8
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN pencernaan seperti pankreas, hati dan kandung empedu.

  • 1

    MAKALAH

    FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN

    Untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Lanjut

    Yang dibina oleh Bapak Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si

    Oleh Kelompok 3 Kelas B:

    Husamah

    Purnamasari Widyastuti

    Komang Ayu Wirastini

    Fitri Rahmawati

    UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    PROGRAM PASCASARJANA

    PROGRAM STUDI PENDIDIKA BIOLOGI

    Maret 2013

  • 2

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan

    karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul

    “Fisiologi Sistem Pencernaan Hewan” ini dengan seoptimal mungkin dan tepat

    pada waktunya.

    Melaluimakalahinipenulismencobauntukmenguraikancarahewanmemperolehmaka

    nan, menjelaskansistemdan proses pencernaanmakananpadahewan, menjelaskan

    proses penyerapan sari makanan,

    menguraikancontohgangguanpadasistempencernaan.

    Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak dapat

    terselesaikan tanpa kerjasama, bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak.

    Untuk itu penulis sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

    1. Bapak Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si selaku dosen Pembina Matakuliah Fisiologi

    Lanjut.

    2. Keluarga yang senantiasamenjadipenyemangat di setiapwaktu yang

    penuliscurahkanuntukmenyusunmakalahini.

    3. Teman-teman kelas B angkatan 2012 yang telah bekerjasama dalam mencari

    bahan untuk menyusun makalah ini dan sampai akhirnya penulis dapat

    menyelesaikan makalah ini.

    4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

    Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

    kesempurnaan.Penulisberharapsegalakekurangan-kekurangan yang

    adadapatmenjadimotivasi yang

    berhargauntukmelakukansegalasesuatumenjadilebihbaik di masa yang

    akandatang. Akhir kata, semoga makalah sederhana ini dapat bermanfaat

    untukmenambahpengetahuankitasemua.

    Malang, 17 Maret 2013

    Penulis

  • 3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Telah dipahami bahwa untuk mempertahankan kondisi homeostatis, hewan

    memerlukan energi dalam jumlah yang cukup. Energi yang dibutuhkan dapat

    dicukupi dari makanan. Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan

    makanan. Makan yang masuk ke tubuh hewan seringkali masih dalam ukuran

    yang terlalu besar dan sangat kompleks sehingga energi yang terkandung di

    dalamnya tidak dapat langsung digunakan.

    Makanan yang telah dimakan akan diuraikan dalam sistem pencernaan

    menjadi sumber energi, komponen penyusun sel dan jaringan, dan nutrisi yang

    dibutuhkan oleh tubuh.Salah satu sistem kompleks dalam tubuh adalah sistem

    pencernaan. Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah

    makanan dan menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan

    oleh tubuh. Sistem pencernaan juga akan memecah molekul makanan yang

    kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan bantuan enzim sehingga

    mudah dicerna oleh tubuh.

    Setiap makanan yang dikonsumsi dapat menjadi sumber energi, dalam

    mengkonsumsi makananan, manusia memiliki sistem pencernaan atau sistem

    gastroinstestinal agar dapat diproses oleh organ-organ yang bertugas untuk

    mengolah makanan agar dapat diserap oleh sel-sel tubuh sehingga menjadi

    sumber energi, secara umum sistem pencernaan manusia maupun mahluk hidup

    lainnya dimulai dari mulut dan berakhir pada anus sebagai sisa metabolisme

    makanan.

    Setiap organ dalam sistem pencernaan manusia memiliki peranan penting

    dengan fungsi yang berbeda-beda. misalnya mulut sebagai pintu masuk makanan

    dimana makanan akan dikunyah secara mekanik oleh gigi dan dengan unsur

    kimiawi yang dimiliki oleh ludah yang mengandung enzim Amilase (Ptyalin)

    akan mempermudah proses sistem pencernaan manusia dengan menghancurkan

    makanan menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil, pada tahap berikutnya saat

    melewati mulut, tenggorokan, kerongkongan dan menuju lambung merupakan

  • 4

    tahap dimana makanan dipecah dan diproses menjadi zat-zat gizi yang selanjutnya

    diserap oleh tubuh melalui usus dan sirkulasi darah.

    Dalam sistem pencernaan tak terkecuali sistem pencernaan manusia bahwa

    makanan yang dikonsumsi tak sepenuhnya menjadi zat-zat gizi yang dapat

    diserap, sisa-sisa makanan inilah yang nantinya akan dikeluarkan melalui anus

    sebagai proses metabolisme tubuh Selain yang telah disebutkan diatas sistem

    pencernaan manusia juga memiliki organ-organ yang terletak diluar saluran

    pencernaan seperti pankreas, hati dan kandung empedu. Organ-organ tubuh

    memiliki peranan penting pada sistem pencernaan pada manusia.

    Sistem pencernaan pada manusia hampir sama dengan sistem pencernaan

    hewan tingkat tinggi lain yaitu terdapat mulut, lambung, usus, dan mengeluarkan

    kotorannya melewati anus, namun tentu berbeda dengan hewan tingkat

    rendah/sederhana. Makalah ini akan menguraikan fungsi berbagai organ

    pencernaan pada macam-macam hewan (mulai dari hewan sederhana sampai

    tingkat tinggi) serta cara hewan mencerna bahan makanan yang kompleks menjadi

    sederhana sehingga dapat diserap oleh saluran pencernaan.

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan

    sebagai berikut:

    1. Bagaimanakah cara hewan memperoleh makanan?

    2. Bagaimanakah sistem dan proses pencernaan makanan pada hewan?

    3. Bagaimanakah proses penyerapan sari makanan?

    4. Bagaimanakah gangguan pada sistem pencernaan?

    C. Tujuan

    Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk:

    1. Menguraikan cara hewan memperoleh makanan.

    2. Menjelaskan sistem dan proses pencernaan makanan pada hewan.

    3. Menjelaskan proses penyerapan sari makanan.

    4. Menguraikan contoh gangguan pada sistem pencernaan.

    http://www.metris-community.com/sistempencernaanmanusia-alatpencernaanmanusia/ http://www.metris-community.com/sistempencernaanmanusia-alatpencernaanmanusia/ http://www.metris-community.com/sistempencernaanmanusia-alatpencernaanmanusia/

  • 5

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Cara Hewan Memperoleh Makanan

    Sebagian besar hewan memakan organisme lain, mati atau hidup, utuh atau

    secara sepotong-sepotong. Yang merupakan pengecualian adalah hewan parasitik

    tertentu, seperti cacing pita, yang menyerap molekul organik melalui permukaan

    tubuhnya. Secara umum, hewan digolongkan ke dalam salah satu dari tiga

    kategori berdasarkan makanannya. Herbivora, termasuk gorila, sapi, kelinci, dan

    banyak keong memakan organisme autotrof (tumbuhan, alga atau ganggang).

    Karnivora, seperti hiu, burung elang, laba-laba, dan ular memakan hewan lain.

    Omnivora secara reguler mengonsumsi hewan dan juga tumbuhan atau alga.

    Hewan omnivora meliputi kecoak, burung gagak, rakun, dan manusia yang

    berkembang sebagai pemburu, pemakan bangkai dan pengumpul makanan.

    Istilah herbivora, karnivora dan omnivora menggambarkan jenis makanan

    yang umum dimakan oleh seekor hewan dan adaptasi yang memungkinkan

    mereka untuk mendapatkan dan mengolah makanan tersebut. Akan tetapi,

    sebagian besar hewan adalah oportunistik, yang memakan makanan yang berada

    di luar kategori makanan utamanya ketika makanan ini tersedia. Sebagai contoh,

    sapi dan rusa yang termasuk ke dalam kelompok herbivora kadang-kadang bisa

    memakan hewan kecil atau telur burung bersama-sama dengan rumput dan

    tumbuhan lain. Sebagian besar karnivora mendapatkan beberapa nutrien dari

    bahan tumbuhan yang masih berada dalam saluran pencernaan mangsa yang

    mereka makan. Semua hewan juga mengkonsumsi beberapa bakteri bersama-sama

    dengan jenis makanan lain (Campbell dkk, 2004).

    Hewan memerlukan senyawa organik seperti karbohidrat, lipid, dan protein

    sebagai sumber energi untuk menyelenggarakan berbagai aktivitasnnya. Namun,

    kemampuannya untuk menyintesis senyawa organik sangat terbatas. Oleh karena

    itu, hewan berusaha memenuhi semua kebutuhannya dari tumbuhan dan hewan

    lain. Organisme yang demikian dinamakan organisme heterotrof. Ada juga hewan

    yang dapat menyintesis sendiri berbagai senyawa organik esensial, contohnya

    Euglena. Meskipun demikian, Euglena juga memerlukan vitamin (faktor

  • 6

    pertumbuhan) yang tidak dapat disintesis sendiri sehingga organisme tersebut

    tetap memerlukan senyawa organik dari sumber lain. Berdasarkan alasan tersebut,

    Euglena disebut organisme mesotrof.

    Cara makan dan jenis makanan hewan sangat bervariasi, tergantung pada

    susunan alat yang dimiliki serta kemampuannya untuk mempersiapkan makanan

    agar dapat diserap. Hewan primitif yang belum memiliki alat pencernaan makanan

    khusus seperti protozoa, parasit (endoparasit), dan cacing pita memerlukan

    makanan berupa zat organik terlarut. Hewan-hewan tersebut mengambil makanan

    melalui penyerapan atau pinositosis. “alat pencernaan makanan” yang dimiliki

    biasanya berupa vakuola makanan.

    Hewan yang hidup menetap seperti hidra dan Coelenterata mendapatkan

    makanan dengan m