MAKALAH Falsafah Dan Paradigma Dalam Keperawatan

download MAKALAH Falsafah Dan Paradigma Dalam Keperawatan

of 33

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.324
  • download

    22

Embed Size (px)

description

kepdas

Transcript of MAKALAH Falsafah Dan Paradigma Dalam Keperawatan

BAB IIPEMBAHASAN2.1 Definisi Falsafah dan Paradigma KeperawatanA. Definisi FalsafahFalsafah biasanya diartikan sebagai suatu pandangan dan pengetahuan yang mendasar, yang selanjutnya digunakan untuk mengembangkan dan membangun suatu persepsi atau asumsi tertentu tentang kehidupan. Falsafah memberikan suatu gambaran atau pandangan terhadap suatu sistem nilai dan keyakinan. Bagi setiap individu, falsafah berperan dalam membantu seseorang memahami makna dari pengalaman hidup yang dijalaninya serta berfungsi sebagai penuntun dalam bersikap dan berperilaku. Falsafah hidup seseorang berkembang melalui dari hasil belajar, hubungan interpersonal, pendidikan formal maupun informal, agam, dan dipengaruhi oleh latar belakang budaya serta lingkungan.Falsafah keperawatan meliputi falsafah pendidikan dan pelayanan keperawatan serta falsafah pada institusi pelayanan kesehatan berperan sebagai pedoman utama dalam pemberian asuhan keperawatan. Implementasi peran perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan, pendidik, pengelola atau peneliti, pada hakekatnya mencerminkan falsafah keperawatan melalui pemahaman tentang nilai dan konsep keperawatan seperti konsep sehat-sakit, kesehatan, penyakit, akontabilitas dan pemahaman terhadap etika keperawatan.Falsafah adalah pengetahuan dan penyelidikan denga akal budi mengenai sebab-sebab, azas-azas, hukum,dan sebagainya daripada segala yang ada dalam alam semesta ataupun mengenai kebenaran dan arti adanya sesuatu (WJS Poerwadarminta.)Falsafah keperawatan adalah pandangan dasar tentamg hakikat manusia dan esensi keperawatan yang menjadikan kerangka dasar dalam praktik keperawatan.Falsafah Keperawatan bertujuan mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan.. Keperawatan menganut pandangan holistik terhadap manusia yaitu kebutuhan manusia bio-psiko-sosial-spiritual.Kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistik, dalam arti menghargai dan menghormati martabat manusia, memberi perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi sesama manusia.Keperawatan bersifat universal dalam arti tidak membedakan atas ras, jenis kelamin, usia, warna kulit, etik, agama, aliran politik, dan status sosial ekonomi. Keperawatan adalah Falsafah keperawatan mengkaji penyebab dan hukum-hukum yang mendasari realitas, serta keingintahuan tentang gambaran sesuatu yang lebih berdasakan pada alasan logis daripada metoda empiris.Falsafah keperawatan menurut Roy (Mc Quiston, 1995) :Roy memiliki delapan falsafah, empat berdasarkan falsafah prinsip humanisme dan empat berdasarkan prinsip falsafah veritivity.falsafah humanisme/ kemanusiaan mengenali manusia dan sisi subyektif manusia dan pengalamannya sebagai pusat rasa ingin tahu dan rasa menghargai. Sehingga ia berpendapat bahwa seorang individu :1. saling berbagi dalam kemampuan untuk berpikir kreatif yang digunakan untuk mengetahui masalah yang dihadapi, mencari solusi2. bertingkahlaku untuk mencapai tujuan tertentu, bukan sekedar memenuhi hukum aksi-reaksi3. memiliki holism intrinsic4. berjuang untuk mempertahankan integritas dan memahami kebutuhan untuk memiliki hubungan dengan orang lain veritivity. Berarti kebenaran, yang bermaksud mengungkapkan keyakinan Roy bahwa ada hal yang benar absolut. Ia mendefinisikan veritivity sebagai prinsip alamiah manusia yang mempertegas tujuan umum keberadaan manusia. Empat falsafah yang berdasarkan prinsip veritivity adalah sebagai berikut ini. 1. tujuan eksistensi manusia2. gabungan dari beberapa tujuan peradaban manusia3. aktifitas dan kreatifitas untuk kebaikan-kebaikan umum4. nilai dan arti kehidupanBagian integral dari pelayanan kesehatan. Keperawatan menganggap klien sebagai pertner aktif, dalam arti perawat selalu bekerjasama dengan klien dalam pemberian asuhan keperawatan.

B. Paradigma KeperawatanMenurut Masterman (1970) yang mendefinisikan paradigma sebagai pandangan fundamental tentang persoalan dalam suatu cabang ilmu pengetahuan.Menurut Poerwanto (1997) mengartikan paradigma sebagai suatu perangkat bantuan yang memiliki nilai tinggi dan sangat menentukan bagi penggunanya untuk dapat memiliki pola dan cara pandang dasar khas dalam melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan mengenai suatu kenyataan atau fenomena kehidupan manusia.Keperawatan sebagai ilmu juga memiliki paradigma sendiri dan sampai saat ini paradigma keperawatan masih berdasarkan 4 komponen yang diataranya manusia, keperwatan, kesehatan dalam rentang sehat sakit dan lingkungan. Sebagai disipin ilmu, keperawatan akan selalu berkembang untuk mencapai profesi yang mandiri seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan sehingga paradigma keperawatan akan terus berkembang.Klasifikasi Di bawah ini adalah pandangan beberapa ahli tentang perkembangan paradigma keperawatan diantaranya : JohnsonMemandang manusia sebagai sistem perilaku yang terdiri dari 2 sistem mayor yaitu biologi dan perilaku yang merupakan fokus pelayanan keperawatan dengan tujuan primernya. KingMemandang manusia sebagai sistem terbuka yang sosial, rasional, perasa, pengontrol, bertujuan, bereaksi dan berorientasi pada waktu. LeiningerMemandang manusia sebagai kepedulian akan kemampuan dalam mempengaruhi minat atau rasa hormat terhadap kebutuhan orang lain, kesehatan dan mempertahankan hidup. LevineMemandang kehidupan manusia selalu beriteraksi dengan lingkungannya dan menyesuaikan diri terhadap perubahan. NewmanMemandang manusia sebagai total person seperti sistem klien yang terdiri dari bio psiko sosial, kultural dan saling berkembang. OremMemandang manusia sebagai gabungan dari komponen fisik, psikologis, interpersonal dan sosial dalam memenuhi kebutuhan perwatan diri sendiri melalui belajar dari perilaku. RogerMemandang manusia secara keseluruhan secara terus-menerus terjadi pertukaran energi dengan lingkungannya. RoyMemandang manusia sebagai makhluk biopsikososial yang merupakan dasar bagi kehidupan yang baik. WatsonManusia membutuhkan proses kepedulian dalam mempertahankan kesehatan atau meninggal dengan damai dan merupakan mekanisme personal, internal dan mental spiritual untuk kesembuhan diri sendiri.Banyak ahli yang membahas tentang beberapa konsep keperawatan, diantaranya adalah sebagai berikut : Florence Nightingale (1895)Keperawatan adalah suatu proses menempatkan pasien dalam kondisi paling baik untuk beraktifitas. Martha Roger (1970)Keperawatan adalah pengetahuan yang ditujukan untuk mengurangi kecemasan terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, keperawatan dan rehabilitasi penderita sakit serta penyandang cacat. King (1971)Keperawatan ialah proses aksi dan interaksi, untuk membantu individu dari berbagai kelompok umur dan memenuhi kebutuhannya dan menangani status kesehatan mereka pada saat tertentu dalam suatu siklus kehidupan. Dorothea Orem (1971)Perawatan ialah pelayanan yang bersifat manusiawi yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan manusia untuk merawat diri, kesembuhan dari penyakit atau cidera dan penanggulangan komplikasinya sehingga dapat menunjang kehidupan. Callista Roy (1976)Keperawatan merupakan disiplin ilmu yang berorientasi kepada praktik keperawatan berdasarkan ilmu keperawatan yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada klien. V. Handerson (1978)Perawatan adalah upaya membantu individu baik yang sehat maupun sakit untuk menggunakan kekuatan, keinginan dan pengetahuan yang dimilikinya sehimgga individu tersebut mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari, sembuh dari penyakit, atau meninggal dunia dengan tenang. Tenaga perawat berperan menolong individu agar tidak menggantungkan diri pada bantuan orang lain dalam waktu secepat mungkin.

2.2 Konsep ManusiaKomponen ini merupakan komponen pertama sebagai salah satu fokus dari pelayanan keperawatan.manusia bertindak sebagai klien dalam konteks paradigma keperawatan ini bersifat individu,kelompok dan masyarakat daam suatu sistem.sistem tersebut dapat meliputi:a.sistem terbuka,manusia dapat mempengaruhi dan di paengaruhi oleh lingkungan baik fisik,psikologis,sosial maupun spiritual sehingga proses perubahan pada manusia akan selalu terjadi khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar.b.sistem adaptif,manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada di lingkungannya yang akan selalu menunjukkan perilaku adaptif dan maladaftif.c.sistem personal,interpersonal dan social,manusia memiliki persepsi,pola kepribadian dan tumbuh kembang yang berbeda.Model Of The Components Of The Holistic Persona. Biologic1. Manusia merupakan suatu susunan system organ tubuh2. Mempunyai kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya3. Tidak terlepas dari hukum alam dilahirkan berkembang matib. Psikologik1. Manusia mempunyai struktur kepribadian2. Tingkah laku sebagai manifestasi dari kejiwaan3. Mempunyai daya fikir dan kecerdasanc. SosialManusia perlu hidup bersama orang lain dan saling kerja sama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnyaDipengaruhi oleh kebudayaanDipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan socialDituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang adad. Kultural1. Manusia mempunyai nilai dan kebudayaan yang membentuk jatidirinya 2. Sebagai pembeda dan pembatas dalam hidup sosialKultur dalam diri manusia bisa diubah dan berubah tergantung lingkungan manusia hidup.e. Spiritual1. Mempunyai keyakinan / mengaku adanya Tuhan2. Memiliki pandangan hidup, dorongan hidup yang sejalan dengan sifat religius yang dianutnyaB. Manusia sebagai systemSistem terdiri dari :- Unsur unsur { kompenen , elemen , sub system }- Batasan- TujuanManusia sebagai system terbuka yang terdiri dari berbagai sub system yang saling berhubungan secara terintegrasi untuk menjadi satu total system

Manusia sebagai system adaptif Adaptasi dalah Proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhanLingkungan adalah seluruh kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau kelompok organisme4 Tingkatan dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi- Respo