MAKALAH FAAL

download MAKALAH FAAL

of 21

  • date post

    07-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    232
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH FAAL

1

MAKALAH FAAL TERAPAN

S A L I V A

Dosen Pengampu : drg. ROSSY WIHARDJA, M.DSc.

DISUSUN OLEH :

Drg. Hamdatun Rakhmania npm.160721150001Drg. Rita Wardhani NPM. 160721150002

Ppdgs ILMU PENYAKIT MULUTUNIVERSITAS PADJADJARANBANDUNG2015BAB IPENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANGSaliva berperan penting antara lain dalam proses lubrikasi dan sistem imunitas terdepan dalam rongga mulut serta menjaga hemostasis sistem pencernaan tubuh manusia. Saliva dihasilkan oleh kelenjar salivarius yang terbagi atas kelenjar salivarius besar dan kecil yang memproduksi sekret mukus, sereus dan campuran, dan disalurkan melalui duktus-duktus di muara masing-masing duktus tersebut pada daerah rongga mulut hingga saluran pencernaan.

1.2 TUJUANMakalah ini disusun dengan tujuan agar beberapa hal mendasar yang penting diketahui menyangkut saliva, meliputi Kelenjar Saliva ( growth & development of salivary gland ),komposisi, sifat dan fungsi fisiologis saliva serta mekanisme sekresi saliva pada tubuh manusia dapat dibahas berdasar literatur terkini, sehingga bermanfaat untuk keperluan penanganan pasien dan profesionalisme sebagai seorang klinisi.

BAB IIPEMBAHASAN2.1 KELENJAR SALIVA 2.1.1 DefinisiAgar memudahkan memahami pembahasan dalam makalah ini maka perlu untuk mengenal batasan dari istilah yang akan sering digunakan, antara lain batasan saliva, kelenjar salivarius dan duktus. Saliva disebut pula sebagai ludah atau air liur merupakan cairan oral yang kompleks, tidak berwarna terdiri atas campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral dan bagian sekitar orofasial.

Gambar 1. Anatomi Kelenjar SalivariusSumber : Tucker A.S., I. Miletich : 2010

Kelenjar Saliva didefinisikan sebagai suatu kelenjar eksokrin (produk berupa saliva dikeluarkan melalui saluran) yang menghasilkan saliva berperanpenting dalammempertahankan kesehatanjaringan mulut dan sekitarnya. Adapun pengertian dari duktus salivarius adalah suatu saluran kelenjar saliva yang panjangnya berbeda menurut jenis kelenjarnya, bermuara pada rongga mulut, terdiri dari duktus intralobularis & interlobularis.2.1.2 Growth& Development of Salivary GlandTumbuh kembang dari kelenjar salivarius adalah pada masa usia minggu ke-6 hingga minggu ke-8 janin, dimana secara spesifik untuk pembentukan kelenjar parotis pada embrio sekitar minggu ke-6 dan ke-7 berasal dari jaringan ektodermal berlokasi di tepi stomodeum, secara histologis dapat digambarkan bahwa sel-sel berproliferasi membentuk anyaman padat dengan ujung bulat, dimana anyaman tersebut berkembang membentuk lumen dan selanjutnya membentuk duktus, sementara ujung yang bulat berdiferensiasi membentuk acini yang mana khusus menghasilkan saliva yang akan mengeluarkan sekret.

Gambar 2. Skema Perkembangan Kelenjar SalivaSumber : Hassan A.Mutaz, 2007Adapun tumbuh kembang kelenjar submandibularis dan sublingualis, kedua kelenjar tersebut berasal dari jaringan endodermal berlokasi di dasar mulut di latero-kaudal lidah, dimana kelenjar sub lingualis terbentuk sebagai multiple buds membentuk lobus mayor dan lobus minor pada masa paling akhir dibanding terbentuknya kedua kelenjar salivarius mayor lainnya. Kedua kelenjar ini mengalami proses pembentukan yang sama dengan kelenjar parotis.

2.1.3 Klasifikasi Kelenjar SalivaPada tubuh manusia tersebar kelenjar saliva mulai dari bagian orofasial hingga daerah saluran cerna, dapat di klasifikasi antara lain berdasarukuran, yakni terdiri dari : a. Kelenjar Salivarius Mayor Kelenjar ParotisTerdiri dari sepasang kelenjar bagian kiri dan kanan letaknya di bagian bawah telinga di belakang ramus mandibula, memiliki berat sekitar 15 hingga 30 gram tergantung usia dan jenis kelamin. Memiliki duktus terbesar yang bermuara pada vestibulus oris di antara mukosa bukal dan daerah gingiva molar 2 rahang atas. Kelenjar ini dibungkus oleh jaringan ikat padat dan menghasilkan 25 % dari total saliva dalam rongga mulut. Secara histologis terlihat jaringan ikat masuk kedalam parenkim dimana membagi organ kelenjar saliva ini menjadi lobus superfisial & lobus inferior. Duktus salivarius yang utama disebut duktus Stensens dinamakan sesuai penemunya, sehingga kelenjar ini dikenal pula sebagai Stensens Gland. Duktus utama ini bercabang membentuk duktus interlobularis yang terdiri dari sel-sel epitel berlapis silindris, yang kemudian melanjutkan diri memiliki cabang membentuk duktus intralobularis disebut pula sebagai pfluger. Kelenjar SubmandibulaKelenjar yang memproduksi saliva terbanyak sekitar 60 % dari total jumlah saliva, terletak di sebelah dalam bagian bawah korpus mandibula terdiri dari sepasang di regio kanan dan kiri, duktus salivarius terbesarnya disebut sebagai duktus Whartons dengan demikian kelenjar submandibula dikenal pula dengan sebutan Whartons Gland, duktus ini bermuara pada dasar rongga mulut, dekat frenulum lidah, di daerah belakang gigi incisivus bawah.

Gambar 3. Anatomi Kelenjar Salivarius Mayor

Kelenjar SublingualDisebut pula sebagai Bartholins Gland sesuai nama penemunya, memiliki duktus salivarius terbesar yang bermuara pada dasar rongga mulut dibelakang duktus Wharton di daerah frenulum lidah dikenal dengan nama duktus Rivinus. Kelenjar ini letaknya di bawah mukosa pada dasar rongga mulut, memiliki septa-septa jaringan ikat yang jelas karena terlihat tebal dan menghasilkan sekitar 5 % dari total saliva.

b. Kelenjar Salivarius MinorTersebar pada bagian lidah, bibir, mukosa bukal, palatum, tonsil hingga di daerah sinus paranasal, diinervasi melalui post-ganglion parasimpatis nervus lingualis dan ganglion spenopalatinus untuk kelenjar-kelenjar pada bagian palatum superior. Kelenjar Salivarius minor terdiri dari 600 hingga 1000 kelenjar dengan ukuran sekitar 1 sampai 5 mm yang berada dalam rongga mulut hingga pada daerah oropharings.

2.1.4 Struktur Kelenjar SalivaStruktur kelenjar saliva dapat diklasifikasikan berdasar jenis sekresi yang dihasilkan oleh kelenjar salivarius masing-masing, yakni terdiri dari sekresi mukus, sereus atau campuran dari mukus dan sereus.1. MukusMukus memiliki sekret yang kental, banyak mengandung musin, secara histologis tampak batas sel jelas terlihat, tidak terdapat kanalikuli interseluler sehingga sekretnya langsung dituangkan oleh sel sekretoris kedalam lumen asinus, inti sel tampak pipih dengan terdapat hanya sedikit mitokondria, retikulum endoplasma namun terlihat banyak mengandung apparatus golgi sehingga terdapat lebih banyak komponen karbohidrat pada sekretnya. Struktur mukus ini berfungsi utama untuk melumasi dan melindungi permukaan mukosa. Kelenjar Weber yang terdapat pada bagian posterior lidah merupakan kelenjar minor penghasil sekret mukus demikian pula kelenjar salivarius palatum.2. SereusSekret yang tampak lebih encer dan banyak mengandung ptialin atau enzim -amilase, dengan inti sel bulat dan batas sel sukar dilihat pada aspek histologisnya serta antara sel terdapat kanalikuli sekretoris interseluler tampak terdapat sel myoepitel diantara sel kelenjar dan membran basal, hal ini diketahui dapat berkontraksi untuk membantu mengeluarkan sekret asinus. Struktur sereus memiliki fungsi utama untuk mencerna karbohidrat. Dihasilkan oleh kelenjar Von Ebner atau Gustatory Gland yang dikenal pula sebagaialbuminous gland, kelenjar penghasil sekret sereus ini terletak pada pangkal lidah atau daerah posterior lidah.3. CampuranDisebut dengan campuran karena stuktur ini merupakan gabungan dari sekret serous maupun mukus sebagai parenkim dari kelenjar salivarius penghasilnya. Karena percampuran dari kedua jenis sekret sehingga baik musin maupun ptialin menjadi kandungannya. Berfungsi utama sebagai lubrikan, buffer dan membantu pencernaan makanan. Dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar mayor yaitukelenjar salivarius parotis, submandibula, sublingual serta kelenjar minor Bladin Nuhn yang letaknya di bagian anterior lidah.

Gambar 4. Jenis Sekret pada Rongga MulutSumber :Hassan A.Mutaz : 2007

2.2 KOMPOSISI SALIVASaliva mengandung komponen organik dan anorganik yang masing-masing kompenen tersebut memiliki satu atau beberapa fungsi sekaligus dapat berperan menurut secara spesifik ataupun secara bersama-sama dengan komponen lainya untuk melaksanakan fungsi tertentu.

2.2.1 Komponen OrganikTerdiri dari enzim amilase dan asam amino berfungsi mengubah karbohidrat menjadi gugus yang lebih kecil & glikogen agar mudah dicerna, komponenlain adalah lisozim, imunoglobulin, histatin , mampu membunuh bakteri dan virus tertentu bersifat sebagai bakteriosik serta terdapat aglutinin, laktoferrin dan kolagenberperan dalam proses penyembuhan luka dan sebagai komponen imunitas, selain itu terdapat cystatin dan laktoperosidase yang mampu mengkatalisis oksidasi CNS (thiosianat) menjadi OSCN (hypothio) dan menghambat pertukaran zat pertumbuhan mikroorganisme. Musin yang berfungsi membantu membentuk makanan menjadi bolus, karbonik anhidrase, staterin, prolin, protein kaya prolin, glikoprotein kaya prolin yang secara bersama melindungi jaringan mulut terhadap kekeringan dan menjadi pelumas dan penyangga dalam ekosistem rongga mulut.

Tabel 1. Komponen dalam Saliva

2.2.2 Komponen Anorganik Saliva mengandung berbagai komponen anorganik terdiri dari elektrolit dan ion yaitu natrium, kalsium, kalium, sodium, khlorida, fosfat, thiosianat, karbonat dan bikarbonat yang berperan dalam Remineralisasi email & pembentukan karang gigi dan plak bakteri, aktifitas enzimatik -amilase, sebagai agen antibakterial pada sistem laktoperosidase, sebagai ion buffer dan berfungsi menetralkan suasana asam basa di dalam rongga mulut.

2.3 SIFAT SALIVA2.3.1 pHSaliva memiliki pH normal sekitar 6,0 hingga 7,0, dimana dapat dijadikan gambaran keadaan umum kondisi rongga mulut seseorang, jika pH saliva individu lebih menurun dari pada pH normal yang berarti lebih bersifat asam dapat dihubungka