Makalah ekologi

download Makalah ekologi

of 38

  • date post

    13-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    825
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Makalah ekologi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul KETERBATASAN EKOLOGI DALAM PEMBANGUNAN" Makalah ini berisikan tentang informasi pengertian Ekologi atau yang lebih khususnya membahas pengertian ekologi, faktor Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Ekologi yang erat kaitannya dengan pembangunan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. Pinrang 18 Februari 2013

Penyusun

PENDAHULUAN

Meningkatnya jumlah penduduk bumi menyebabkan peningkatan berbagai kebutuhan, mulai dari pangan, sandang, maupun pemukiman. Dibutuhkan pula sumber daya alam lainnya seperti tanah, air, energi, mineral, dan lainnya yang diambil dari persediaan sumber daya alam di bumi. Semula kehidupan manusia di bumi di kuasai oleh alam, namun dengan munculnya etika Barat lahirlah sistem nilai yang hakikatnya memandang bahwa manusialah yang menguasai dan menjadi pusat (antroposentris). Dalam sistem nilai seperti ini lahirlah anggapan bahwa apa yang ada di bumi ini adalah untuk manusia. Di samping kebutuhan tersebut maka pada manusia terdapat keinginan-keinginan agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi.

Pada zaman dahulu, kehidupan manusia sangat bergantung pada apa saja yang dihasilkan oleh alam. Namun, saat itu jumlah penduduk masih sedikit sehingga alam masih mampu menyediakan kebutuhan hidup manusia. Sebaliknya, jika dilihat pada saat sekarang ini jumlah populasi manusia telah mengalami peningkatan yang signifikan yang tentu saja akan berpengaruh terhadap lingkungan.

Kualitas lingkungan dapat diartikan sebagai kondisi lingkungan dan hubungannya dengan mutu hidup. Sebab, kualitas hidup kita terkait pada pandangan hidup kita, yakni yang menentukan pola hidup kita. Jika kita berpandangan hidup bahwa pola hidup yang modern ialah sederhana dan hemat, maka pola hidup itu tidak memberikan tekanan yang berat pada sumber daya kita, tidak bersifat mencemarkan lingkungan, dan tidak menganggu kesehatan. Lagipula kualitas hidup demikian itu lebih memungkinkan akan terjadinya pemerataan manfaat pembangunan. Seperti salah satu kesimpulan pokok dalam seminar pengelolaan lingkungan hidup dan pembangunan nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran pada bulan mei 1972, yaitu Hanya dalam lingkungan hidup yang baik, manusia dapat

berkembang secara maksimal, dan hanya dengan manusia yang baik, lingkungan hidup dapat berkembang ke arah yang optimal.

1. Pengertian Lingkungan Hidup

Pengertian lingkungan hidup dijelaskan dalalm UU No. 23 Tahun 1997 Pasal 1 ayat 1 yaitu kesatuan ruang dengan semua benda daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia serta perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Kelangsungan hidup manusia tergantung dari kebutuhan lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup di bumi tidak dipandang semata-mata sebagai sumber daya yang harus di eksploitasi, melainkan sebagai tempat hidup yang mensyaratkan adanya keserasian antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Langit dengan segala bintang yang menghiasi, matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang, dan bulan yang menampakkan bentuknya berubah-ubah dari malam ke malam serta bumi tempat tinggal manusia, baik yang tampak di permukaannya atau tersimpan di dalamnya, sangat besar artinya bagi kehidupan manusia.

Kekayaan alam yang disediakan untuk manusia tidak hanya berupa tumbuh-tumbuhan dan binatang yang tersebar di daratan dan di lautan, tetapi juga kekayaan alam berupa air, udara, sinar matahari, berbagai mineral dari lapisan bumi, dan lain-lain. Berbagai macam tumbuhan dan binatang juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan makanan, minuman(susu), pakaian, angkutan, perumahan, obat-obatan, dan lain-lain.

Berdasarkan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dapat dikatakan bahwa lingkungan merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan organisme dalam melangsungkan kehidupannya. Dengan kata lain, lingkungan hidup merupakan keseluruhan unsur atau komponen yang berada di sekitar individu yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa melepaskan diri dari keterikatannya pada udara, tanah dan air. Disamping itu, juga masih banyak lagi hal-hal lain yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita, misalnya hewan dan tumbuh-tumbuhan yang kesemuanya itu merupakan bagian dari lingkungan hidup. Apabila kita, manusia, dianggap sebagai individu yang menjadi pusat perhatian di dalam membicarakan masalah lingkungan hidup, maka unsur-unsur yang berada di sekitar kita adalah hewan, tumbuhan, air, udara, dan tanah. Komponen-komponen lingkungan itu harus dijaga kelestariannya,

mengingat pengaruhnya sangat besar bagi kehidupan manusia.

Kita telah ditakdirkan untuk bertempat tinggal di tanah air yang merupakan salah satu daerah paling subur di permukaan bumi. Dari tanahnya, tumbuh aneka ragam tanaman yang menghasilkan berbagai jenis bahan makanan untuk kelangsungan hidup manusia yang merupakan rezeki dan nikmat bagi ita. Kewajiban kita adalah menjaga dengan sebaik-baiknya dari segala yang merusak bumi ini, baik dari bencana ataupun dari perbuatan manusia sendiri.

2. Kriteria hukum-hukum yang berlaku dalam suatu lingkungan hidup

Setiap lingkungan hidup diatur oleh suatu hukum alam secara otomatis. Maksudnya jika salah satu komponen mengalami kerusakan, akan menyebabkan kerusakan pula pada komponen-komponen yang lain, karena dalam suatu lingkungan hidup ada yang disebut dengan kaidah satu untuk yang lain. Apabila salah satu komponen tida berjalan saperti dalam rantai makan dan piramida makanan maka akan meyebabkan kepunahan. Oleh karena itu, sangatlah diperlukan keserasian populasi mahkluk hidup Keserasian populasi makhluk hidup dengan lingkungannya harus selalu terjaga. Jika keserasian atau keseimbangan populasi makhluk hidup terganggu, maka akan mendatangkan bencana. Misalnya, jumlah kerbau yang sangat banyak, sedangkan persediaan rumput sedekit, lama-lama kelamaan kerbau akan mati karena tidak dapat makan rumput lagi. Untuk itu kita harus menjaga keserasian populasi makhluk hidup dengan lingkungannya. Berikut ini beberapa usaha yang dapat dilakukan yaitu:

1. Mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk. Laju pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menimbulkan berbagai masalah. Masalah tersebut , antara lain sulit menyediakan bahan pangan , air bersih, tempat tinggal, sarana kesehatan, pendidikan yang memadai, dan lingkungan hidup yang sehat. Kepadatan penduduk akan meningkat pesat jika tingkat kelahiran tinggi, sedangkan tingkat kematian yang rendah. Apalagi jika ditambah dengan banyaknya imigran yang datang. Jumlah penduduk yang besar menyebabkan kehidupan hidup juga besar serta mnyebabkan ruang gerak yang sangat terbatas.

Upaya untuk mengatasi dan menanggulangi kepadatan penduduk merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Usaha usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kepadatan penduduk yang tinggi adalah dengan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui program KB, meningkatkan taraf pendidikan masyarakat, meningkatkan produksi pangan, pemanfaatan sumber daya alam, sesuai kebutuhan dan menjaga kelestairannya, meratakan penyebaran penduduk, mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan gizi dan penyediaan

saran kesehatan, mengurangi pencemaran lingkungan.

2. Menjaga keserasian pertumbuhan populasi hewan dengan tumbuhan dengan lingkungannya. Jika populasi hewan betambah jauh lebih besar dibanding populasi tumbuhan, maka dapat terjadi kelaparan dan kematian hewan. Akan tetapi, pertumbuhan populasi tumbuhan yang terlalu besar juga dapat merusak lingkungan. Contohnya, pertumbuhan eceng gondok yang hidup di air mengalami perkembangan yang sangat cepat yang berakibat banyaknya air dan oksigen yang terserap oleh eceng gondok tersebut. Sehingga makhluk hidup air tidak dapat bertahan dan akhirnya mati. Manusia berperan penting dalam menjaga keserasian dan keseimbangan pertumbuhan hewan dan tumbuhan dengan lingkungannya. Caranya antara lain dengan tidak melakukan perburuan liar dan penebangan hutan secara sembarangan, melakukan peremajaan tanaman pengganti, penengkapan musiman yang dilakukan pada saat populasi hewan paling banyak dan tidak pada saat kondisi yang dapat mengakibatkan kepunahan, pembuatan cagar alam dan suakamargasatwa serta taman nasional untuk melindungi hewan dan tumbuhan langka, pembuatan dan perbaikan pengaturan spesimen tumbuhan dan hewan guna mempermudah sistem informasi keanekaragaman makhluk hidup, dan membudidayakan tumbuhan dan hewan langka.

Seperti yang kita ketahui, berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan dapat membentuk rantai makanan tak terputus sehingga apabila rusak satu bagian dari suatu sistem tersebut, maka akan turut merusak bagian lain secara berantai dan pada gilirannya akan merusak sistem secara keseluruhan. Kerusakan tersebut ditandai antara lain dengan terjadinya pencemaran (di darat, laut, dan uadara), erosi, banjir, musim kemarau yang berkepanjangan, kekacauan siklus udara, kerusakan organ tubuh manusia, dan berbagai bencana lain yang mnyengsarakan umat manusia. Ironisnya, terjadinya ketidakseimbangan alam itu sering kali disebabkan oleh tangan manusia sendiri yang memanfaatkan alam dengan semena-mena tanpa memer