Makalah. Dk3 Pengantar Faal Kerja

download
  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents
  • view

    649
  • download

    6

Embed Size (px)

description

dasar keselamatan dan kesehatan kerja, memuat mengenai faal kerja, posisi/antropometri tubuh.

transcript

MAKALAHDASAR DASAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJAPENGANTAR FAAL KERJA DAN ERGONOMI

Oleh :

KELOMPOK 11

Andry Caniago I1A111218Ahmad Tarmizi I1A111056Aprizal Satria Hanafi I1A111033Aulia Aina Rahman I1A111019Eliya Damayanti I1A111203Martina Saita E.W. I1A107231Sariyati I1A111049

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKATFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURATBANJARBARU

2012KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengantar Faal Kerja dan Ergonomi.Makalah ini disusun guna menyelesaikan tugas dan memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Pengantar Faal Kerja dan Ergonomi. Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku yang telah kami jadikan referensi guna penyusunan makalah ini.Kami berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi kami khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Kami mohon maaf jika banyak kekurangan dan kesalahan. Kami sangat menerima kritik dan saran yang membantu penyempurnaan makalah ini.

Banjarbaru, Maret 2012 TIM PENYUSUN

DAFTAR ISI

HalamanHALAMAN JUDUL.............................................................................iKATA PENGANTAR...........................................................................iiDAFTAR ISI..........................................................................................iiiDAFTAR GAMBAR.............................................................................ivBAB IPengantar Faal dan Ergonomi KerjaA. Sejarah Ergonomi dan Perkembangannya......................1B. Pengertian Faal Kerja....................................................1C. Pengertian Ergonomi Kerja.........................................3D. Program Faal dan Ergonomi Kerja...............................4E. Pilar Ergonomi.........................................................10BAB IIRuang Lingkup ErgonomiA. Ruang Lingkup..........................................................33B. Pelatihan Ergonomi........................................................35C. Metode Ergonomi......................................................36D. Aplikasi/penerapan Ergonomik...................................36BAB IIIMasalah Ergonomi KerjaA. Sakit dan Cacat Akibat Cara Kerja yang Tidak Ergonomis......................................................................39B. Penyebab..................................................................40C. Masalah ergonomi pada proses industri.......................41DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

BAB IPENGANTAR FAAL DAN ERGONOMI KERJA

F. Sejarah Ergonomi dan PerkembangannyaPerubahan waktu secara perlahan-lahan telah merubah manusia dari keadaan primitif menjadi manusia yang berbudaya. Kejadian antara lain terlihat pada perubahan rancangan peralatan-peralatan yang digunakan, yaitu mulai dari batu yang tidak berbentuk menjadi batu yang mulai berbentuk dengan meruncingkan beberapa bagian dari batu tersebut. Perubahan pada alat sederhana ini menunjukkan bahwa manusia sejak awal kebudayaan berusaha memperbaiki alat-alat yang dipakainya untuk memudahkan pemakaiannya. Hal ini terlihat lagi pada alat-alat batu runcing yang bagian atasnya dipahat bulat tepat sebesar genggaman sehingga lebih memudahkan dan menggerakkan pemakaiannya.Pada abad ke-20 orang mulai mensistemasikan cara-cara perbaikan tersebut dan secara khusus mengembangkannya. Usaha-usaha ini terus berkembang terus menerus dan sekarang dikenal sebagai salah satu cabang ilmu yang disebut Ergonomi. Istilah untuk ilmu baru ini berbeda dibeberapa negara, seperti: Arbeltswissenschaft di Jerman Bioteknologi dinegara-negara Skandinavia: Human Engineering. Human Factor Engineering di negara-negara Amerika bagian utara. Perbedaan nama-nama diatas hendaknya tidak dijadikan masalah, karena secara praktis istilah-istilah tadi mempunyai maksud yang sama.

G. Pengertian Faal KerjaIlmu faal kerja atau fisiologi kerja adalah ilmu faal yang dikhususkan untuk manusia yang bekerja. Secara fifiologis, bekerja adalah hasil kerja sama dalam koordinasi yang sebaik-baiknya dari saraf pusat dan perifer, panca dria (mata, telinga, peraba, perasa, dan lain-lain), serta otot dan rangka (kedua yang terakhir ini adalah pelaku utama perbuatan). Bekerja mungkin dikelompokan menjadi kerja otak (mental), dan kerja otot (fisik). Dalam faal kerja, perhatian utama difokuskan kepada kerja fisik atau otot. Untuk bekerja pertukaran zat dalam organ tubuh yang diperlukan sebagai sumber energi dan transportasi sisa metabolisme yang harus dibuang, jelas sangat penting peran peredaran darah ke dan dari susunan saraf serta otot-otot dan rangka (muskulo-skeletal) dan juga organ-organ lainnya. Selain jantung dan sistem peredaran darah, paru dan alat pernafasan lainnya, sistem gastro-intestinal (mulut, esofagus, usus, hati, dan lainnya) juga memainkan fungsi masing-masing dalam mendukung dan menunjang kelancaran berlangsungnya aktivitas dan rangkaian kegiatan dilakukannya pekerjaan. Untuk kelangsungan pelaksanaan pekerjaan, semua organ terkait dan juga seluruh sistem yang beroperasi fisiologis dalam tubuh harus berada pada kondisi optimal (bila mungkin prima) (1). Mekanisme bekerja fisik diperlihatkan oleh gambar 17.

Mula-mula koordinasi anatara susunan saraf pusat, indra, otot, dan organ-organ tubuh tidak mudah diwujudkan dan pada stadium tersebut untuk berlangsungnya koordinasi yang baik diperlukan upaya yang cukup intensif. Kenyataan ini terlihat pada tenaga kerja baru yang mulai bekerja dan sedang menjalani latihan keterampilan atau permagangan. Tidak jarang ditemukan keadaan betapa seorang tenaga kerja yang tidak terlatih menghadapi kesulitan untuk bekerja dengan benar, sekalipun prosedur kerja sebenarnya sangat sederhana. Melalui pendidikan dan pelatihan koordinasi yang baik dapat dibina dan diciptakan; pelatihan keterampilan yang tepat memungkinkan pelaksanaan pekerjaan termasuk gerakan yang dilakukan berlangsung sebagai suatu refleks, sehingga bekerja merupakan proses yang berlangsung secara otomatis dengan penuh kemudahan serta pencapaian kualitas hasil kerja yang baik. Semakin pendek waktu yang diperlukan bagi siklus yang bersifat refleks dalam bekerja atau kiat cepatnya otomatis pekerjaan dilakukan menunjukkan semakin baiknya koordinasi berfungsinya organ-organ tubuh dalam memberikan dukungan kepada pelaksanaan kerja serta merupakan peluang bagi pencapaian hasil kerja yang baik sebagai konsekuensi semakin baiknya keterampilan tenaga kerja.Untuk pekerjaan fisik, otot adalah bagian tubuh terpenting bagi pelaksanaan aktivitas kerja. Otot bekerja dengan mekanisme kontraksi (mengerut) dan melemas. Kekuatan bekerjanya suatu otot ditentukan oleh jumlah dan kualitas serat yang menyusunnya, daya kontraksi dan cepatnya berkontraksi serta melemas. Pada waktu otot kontraksi dalam (mengerut), darah yang berada antara serat-serat otot atau diluar pembuluh darah otot terjepit sehingga peredaran darah terhambat, jadi pertukaran zat terganggu dan hal demikian menjadi salah satu penyebab dari timbulnya kelelahan otot. Maka dari itu, kerutan yang selalu diselingi pelemasan, sebagaimana biasanya disebut kontraksi otot dinamis, sangat tepat dipakai sebagai prisnsip pelaksanaan bekerjanya otot pada setiap pekerjaan yang berkaitan dengan dilaksanakannya kegiatan dan proses pekerjaan.

H. Pengertian Ergonomi KerjaErgonomi berasal dari bahasa Yunani : ergon (kerja) dan nomos (peraturan, hukum). Pada berbagai negara digunakan istilah yang berbeda, seperti Arbeitswissenschaft di Jerman Human Factors Engineering atau Personal Research di Amerika Utara. Ergonomi adalah penerapan ilmu-ilmu biologis tentang manusia bersama-sama dengan ilmu teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian satu sama lain secara optimal dari manusia terhadap pekerjaannya, yan manfaat dari padanya diukur dengan efisiensi dan kesejahteraan kerja. Tidak jarang pula kepada ergonomi diberikan pengertian sebagai ilmu tentang bekerja (study of work) atau ilmu tentang kerja (1). Untuk ergonomi, di Indonesia digunakan pula istilah tata karya atau tata kerja. Sasaran penelitian ergonomi ialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan, pengaturan suhu, cahaya dan kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. Penerapan Ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat bekerja selalu dalam keadaan sehat, nyaman, selamat, produktif dan sejahtera. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, perlu kemauan, kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat, membuat berbagai peraturan, petunjuk teknis dan pedoman K3 di Tempat Kerja serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaannya.

I. Program Faal dan Ergonomi KerjaErgonomi merupakan perpaduan dari berbagai lapangan ilmu seperti antropologi, biometrika, fisiologi kerja, higiene perusahaan dan kesehatan kerja, perencanaan kerja, riset terpakai, dan sibernatika (cybernatics). Namun kekhususan utamanya adalah perencanaan tata kerja yang dilaksanakan dengan cara yang lebih baik dalam hal metoda kerja dan peralatan serta perlengkapannya (8).Program ergonomi meliputi identifikasi problema yang dihadapi, pengambilan kebijakan pemecahan masalah, implementasi rum