Makalah depresi

download Makalah depresi

of 26

  • date post

    21-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    448
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Makalah depresi

Mata Kuliah : keperawatan Jiwa IIDosen : HaruddinASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.A DENGAN KASUS DEPRESI

O L E H Kelompok IVSusi herlinaFutrah wahyuniZaenal MustafaOsri daya ningsihLia edayani

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANMANDALA WALUYAKENDARI2010

K A T A P E N G A N T A R

Alhamdulillahi Rabbil Alamin . . .Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat, Taufik dan hidayahnya sehingga makalah yang berjudul ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. A DENGAN KASUS DEPRESI dapat diselesaikan dengan lancar.Penulis sangat menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkanUcapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada pihak yang telah ikut berpartisipasi didalam penyelesaian makalah ini.

Kendari, Juni 2010Penulis

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR!DAFTAR ISI..!!BAB I PENDAHULUAN.1A. LATAR BELAKANG..1B. RUMUSAN MASALAH.2C. TUJUAN..2BAB II PEMBAHASAN.3A. DEFINISI...3B. FAKTOR PREDISPOSISI5C. FAKTOR PRESIPITASI...7D. PERILAKU DAN MEKANISME KOPING....7E. PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI..8F. KRITERIA EPISODE DEPRESI BERAT.8G. KRITERIA UNTUK PENENTU KEPARAHAN DEPRESI BERAT SEKARANG..10H. TERAPI OBAT..11I. DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN ..12J. POHON MASALAH..21BAB III PENGKAJIAN KASUS KEPERAWATAN JIWA DEPRESI PADA TN A 22A. IDENTITAS KLIEN22B. ALASAN MASUK..22C. FAKTOR PREDISPOSISI22D. PEMERIKSAAN FISIK.23E. PSIKOSOSIAL.23F. STATUS MENTAL24G. KEBUTUHAN PERENCANAAN PULANG27H. MEKANISME KOPING..29I. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN30J. PENGETAHUAN30K. ASPEK MEDIK30L. DAFTAR MASALAH KESEHATAN..30M. POHON MASALAH31N. DAFTAR DIAGNOSAKEPERAWATAN...31O. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN.32

BAB IV P E N U T U PA. KESIMPULAN.37B. SARAN38DAFTAR PUSTAKA39

B A B IP E N D A H U L U A NA. Latar belakangAlam perasaan merujuk pada perpanjangan keadaan emosional yang mempengaruhi seluruh kepribadian dan fungsi kehidupan seseorang . Alam perasaan ini meliputi perlakuan dan penyerapan emosi seseorang dan mempunyai arti yang sama dengan afek, keadaan perasaan dan emosi. Emosi atau alam perasaan memberikan suatu peran adaptif terhadap individu. Terdapat dua pola gejala dasar pada gangguan mood yaitu depresi dan mania.Jika memandang ekspresi emosi dalam suatu rentang sehat sakit, maka akan timbul beberapa parameter yang relevan:1. Respon emosional termasuk dipengaruhi oleh dan berperan aktif dalam dunia internal dan eksternal seseorang. Tersirat bahwa orang tersebut terbuka dan sadar akan perasaannya sendiri.2. Reaksi berduka tak terkomplikasi terjadi sebagai respon terhadap kehilangan dan tersirat bahwa seseorang sedang menghadapi suatu kehilangan yang nyata serta terbenam dalam proses berduka3. Supresi emosi mungkin tampak sebagai penyangkalan (denial) terhadap perasaan sendiri, pelepasan dari keterikatan dengan emosi, atau penalaran terhadap semua aspek dari dunia afektif seseorang.4. Penundaan reaksi berkabung adalah ketidakadaan yang persisten respon emosional terhadap kehilangan. Ini dapat terjadi pada awal proses berkabung, dan menjadi nyata pada kemunduran proses, mulai terjadi atau keduanya. Pendundaan dan penolakan proses berduka kadang terjadi bertahun-tahun5. Depresi, atau malankolia, suatu kesedihan atau perasaan duka yang berkepanjangan. Dapat digunakan untuk menunjukan berbagai fenomena--- tanda , gejala, sindrom, keadaan emosional, reaksi, penyakit atau klinik6. Mania ditandai dengan elevasi alam perasaan, berkepanjangan atau mudah tersinggung.

B. Rumusan masalah1. Apa yang di maksud dengan depresi?2. Factor factor predisposisi terjadinya depresi ?3. Factor factor presipitasi terjadinya depresi ?4. Bagaimana perilaku dan mekanisme koping depresi?5. Perilaku apa yang berhubungan dengan depresi6. Bagaimana criteria episode berat depresi ?7. Bagaimana criteria untuk penentu keparahan episode depresi berat sekarang?8. Bagaiaman terapi obat untuk depresi ?9. Bagaimana diagnose dan intervensi depresi ?10. Bagaimana pengkajian keperawatan kesehatan jiwa pada Tn. A dengan kasus depresi?11. Bagaimana diagnose dan intervensi gangguan jiwa pada Tn A dengan kasus depresi ?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui depresi2. Untuk mengetahui Factor factor predisposisi terjadinya depresi 3. Untuk mengetahui Factor factor presipitasi terjadinya depresi 4. Untuk mengetahui perilaku dan mekanisme koping depresi5. Untuk mengetahui Perilaku yang berhubungan dengan depresi6. Untuk mengetahui criteria episode berat depresi 7. Untuk mengetahui criteria untuk penentu keparahan episode depresi berat sekarang8. Untuk mengetahui terapi obat untuk depresi 9. Untuk mengetahui diagnose dan intervensi depresi 10. Untuk mengetahuipengkajian keperawatan kesehatan jiwa pada Tn. A dengan kasus depresi11. Untuk mengetahui diagnose dan intervensi gangguan jiwa pada Tn A dengan kasus depresi

D E P R E S IA. Definisi Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa -dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia,konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi social dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain : faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagainya. Depresi biasanya dicetuskan oleh trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedahan, kecelakaan, persalinan dan sebagainya, serta faktor psikik seperti kehilangan kasih sayang atau harga diri dan akibat kerja keras. Depresi merupakan reaksi yang normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan faktor pencetusnya. Depresi merupakan gejala psikotik bila keluhan yang bersangkutan tidak sesuai lagi dengan realitas, tidak dapat menilai realitas dan tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.Depresi adalah suatu gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih dan berduka yang berlebihan dan berkepanjangan

B. Kepekaan Reaksi berduka supresi Penundaan Depresi/Emosional Takterkomplikasi emosi reaksi berduka maniaDiperkirakan 2/3 pasien terdepresi merenungkan bunuh diri, 10-15 % melakukan bunuh diri. Tetapi pasien terdepresi kadang-kadang tampak tidak menyadari depresinya dan tidak mengeluh suatu gangguan mood, walaupun mereka menunjukan penarikan diri dari keluarga, teman, dan aktifitas sebelumnya menarik diri mereka.97 % mengeluh penurunan energi yang menyebabkan kesulitan dalam menyelesaikan tugas, sekolah dan pekerjaan dan penurunan motifasi. 80 % mengeluh susah tidur, khususnya terbanguna pada dini hari (insomia terminal) dan sering terbangun pada malam hari .Pada kenyataannya kecemasan merupakan gejala yang sering pada depresi (90 % ). Kecemasan termasuk serangan panik, penyalahgunaan alcohol, dan keluhan somatic (konstipasi, dan nyeri kepala) sering kali mempersulit pengobatan depresi. Gejala kognetif adalah laporan subyektif yang berupa ketidak mampuan berkosentrasi (84 %), dan gangguan dalam berfikir (67 %)C. Faktor PredisposisiBeberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan gangguan alam perasaan yang parah. Teori ini menunjukan tentang factor-faktor penyebab yang mungkin bekerja sendiri atau dalam kombinasa) Teori biologis1. Faktor Genetik mengemukakan transmisi gangguan alam perasaan diteruskan melalui garis keturunan. Frekwensi gangguan alam perasaan meningkat pada kembar monizigot di dizigot.Dari sejumlah penyelidikan yang telah dilakukan ditemukan bahwa terdapat dukungan keterlibatan herediter dalam penyakit depresi.luasnya akibat pada pokoknya tampakakan menjadi lebih tinggi diantara individu individu yang memiliki hubungan keluarga dalam kelainan tersebut daripada di antara populasi umum (DSM III-R, 1987 )2. Biokimia. Ketidakseimbangn elektrolit tampak memainkan peranan dalam penyakit depresif. Suatu kesalahan hasil metabolism dalam perubahan natrium dn kalium di dalam neuron ( Gibbons, 1960 )Teori biokimia yang lainnya menyangkut biogenic amin neropinefrin, dopamine dan serotonin. Tingkatan zat zat kimia ini mengalami defisiensi dalam individu dengan penyakit depresif ( Janowsky et al, 1998 )

b) Teori psikososial

1. Psikoanalisa. Teori ini melibatkan suatu ketidakpuasan dalam hubungan awal ibu bayi sebagai suatu predisposisi untukpenyakit depresif. Kebutuhan bayi tidak terpenuhi, suatu kondi yang digambarkan sebagai suatu kehilangan. Respon berduka belum terpecahkan, kemarahan dan permusuhan ditunjukan pada diri sendiri. Ego tetaplemah, sementara superego meluas dan menjadi menghukum.2. Teori agresi berbalik pada diri sendiri mengemukakan bahwa depresi diakibatkan oleh perasaan marah yang dialihkan pada diri sendiri. Frued mengatakan bahwa kehilangan obyek/orang, ambivalen antara perasaan benci dan cinta dapat terbalik menjadi perasaan yang menyalahkan diri sendiri3. Teori kehilangan, Berhubungan dengan factor perkembangan , misalanya kehilangan orang tua pada masa anak, perpisahan yang bersifat traumatis dengan orang yang sangat dicintai. Individu tidak berdaya mengatasi kehilangan.3. Teori kepribadian, mengemukakan bahwa tipe kepribadian tertentu menyebabkan s