Makalah Daur Ulang Kertas

of 14/14
7/21/2019 Makalah Daur Ulang Kertas http://slidepdf.com/reader/full/makalah-daur-ulang-kertas-56d9d79c1a2a6 1/14 KATA PENGANTAR Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini dibuat sebagai tugas dari dsen mata kuliah pengantar teknik lingkungan. Selain itu tujuan dari makalah ini adalah agar pemba!a dapat mengenal, mengetahui sumber, dampak, !ara menangani atau prses penglahan sampah atau limbah serta peman"aatannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya yang dibahas dalam makalah ini. Selanjutnya penulis mengu!apkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyususn makalah sehingga makalah ini dapat selesai. Tim penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersi"at membangun dari pemba!a apabila ada kesalahan dalam makalah ini, sehingga menjadi landasan bagi penulis dalam membuat karya yang lain. Akhirnya segala puji hanya kepada Allah SWT. Semga makalah ini dapat berman"aat  bagi pemba!a utamanya bagi tim penulis sendiri dan mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin..  #anjarbaru, $% N&ember $'() Tim *enulis LATAR BELAKANG 1
  • date post

    05-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    379
  • download

    41

Embed Size (px)

description

PECEGAHAN DAN PENGENDALIAN SAMPAH KERTAS

Transcript of Makalah Daur Ulang Kertas

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Makalah ini dibuat sebagai tugas dari dosen mata kuliah pengantar teknik lingkungan. Selain itu tujuan dari makalah ini adalah agar pembaca dapat mengenal, mengetahui sumber, dampak, cara menangani atau proses pengolahan sampah atau limbah serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya yang dibahas dalam makalah ini.Selanjutnya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyususn makalah sehingga makalah ini dapat selesai.Tim penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca apabila ada kesalahan dalam makalah ini, sehingga menjadi landasan bagi penulis dalam membuat karya yang lain.Akhirnya segala puji hanya kepada Allah SWT. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca utamanya bagi tim penulis sendiri dan mendapat rahmat dari Allah SWT.Amin..

Banjarbaru, 25 November 2013

Tim Penulis

LATAR BELAKANG

Pengelolaan lingkungan hidup merupakan kewajiban bersama berbagai pihak baik pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat luas. Hal ini menjadi lebih penting lagi mengingat Indonesia sebagai negara yang perkembangan industrinya cukup tinggi dan saat ini dapat dikategorikan sebagai negara semi industri (semi industrialized country). Sebagaimana lazimnya negara yang masih berstatus semi industri, target yang lebih diutamakan adalah peningkatan pertumbuhan output, sementara perhatian terhadap eksternalitas negatif dari pertumbuhan industri tersebut sangat kurang.Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupundomestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.Kertas (paper) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir seluruh aktifitas keseharian kita membutuhkan kertas, seperti pekerjaan, komunikasi, pendidikan, kesehatan, perbankan, dan lain lain. Kebutuhan manusia akan kertas tampak dalam berbagai segi kehidupan. Dengan banyaknya konsumsi kertas, secara langsung akan ditemui limbah kertas yang banyak pula. Selain didaur ulang menjadi kertas, pemanfaatan lain dari limbah kertas adalah menjadikannya barang bernilai guna.

PECEGAHAN DAN PENGENDALIAN SAMPAH KERTASA. PENGERTIAN SAMPAH KERTASKertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet. Sampah kertas merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah kertas masuk dalam golongan sampah Non- biodegradable dengan sifat Recyclable, yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi namun dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi.a. Jenis-Jenis Sampah KertasAda beberapa macam jenis sampah kertas yang mempunyai nilai jual,sehingga dapat dikelola dalam usaha pengelolaan sampah ini, antara lain :1.Kertas HVS2.Kertas Koran3.Kertas Buram4.Kertas Duplex5.Kertas Kardusb. Sumber Sampah KertasAda beberapa macam sumber sampah kertas, antara lain :1. Rumah tangga, sampah kertas dalam berbagai jenis dapat berasal dari rumah tangga, baik rumah tangga penghasilan rendah, sedang, maupun tinggi. Bila ditinjau dari letak rumah tangganya,ada perbedaan jumlah sampah kertas yang ditimbulkanoleh rumah tangga yang berdomisili di daerah pedesaan dengan daerah perkotaan.2. Daerah Puasat Kegatan dan Perdagangan Penghasil sampah yang cukup besar adalah daerah pusat kegiatan atau perdagangan yang biasanya terletak di daerah perkotaan3. Fasilitas fasilitas pemerintah4. Daerah industryc. Dampak Timbulan Sampah KertasKertas sebagai hasil pengolahan dari kayu kemudian dijadikan pulp/bubur kayu yang kemudian diolah sebagai bahan baku kertas. Banyaknya pemanfaatan kertas pada kehidupan sehari-hari menyisakan limbah setelah fungsi kertas tidak termanfaatkan lagi.Sejatinya, perkembangan era digital mengurangi jumlah penggunaan kertas karena jumlah buku yang diterbitkan semakin minim. Namun faktanya tidak demikian. Justru, banyak bermunculan surat kabar baru dan penerbit-penerbit baru yang berorientasi ke daerah-daerah, bukan lagi ke kota-kota besar. Hal ini tentu saj berita gembira bagi pebisnis industri kertas sekaligus ancaman serius bagi global warming karena suburnya penebangan hutan.Dampak sosial berdirinya pabrik kertas :1) Berkurangnya lahan milik masyarakat diganti oleh indutri kertas2) Ekonomi sosial ditingkat daerah berubah dari pengelolaan hutan menjadi eksploitasi hutan alam3) Ancaman kesehatan kimiawi berbahaya dalam proses industri pabrik kertas seperti saat pembuatan pemutih kertas (bleaching) dan proses bubur kertas (pulp)4) Kendatipun pengusaha industri sudah mengantongi izin penebangan hutan, sudah selayaknya pengusaha berbuat yang terbaik untuk membangaun ekoogi dan ekosistem yang lebih baikd. Fakta-Fakta Penggunaan KertasBerikut ini merupakan fakta penggunaan kertas :1. Satu rim HVS menhabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun2. Untuk mendapatkan lembaran kertas berkualitas baik diperlukan campuran sebatang pohon berkayu keras dan sebatang pohon berkayu lunak3. Suatu lahan pepohonan berkayu keras setinggi 4 kaki, panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 1000-2000 pon kertas atau 1/2-1 ton kertas atau 942.100 halaman buku atau 4.384.000 perangko atau 2700 eksemplar koran Tingkat konsumsi kertas per kapita didapat dengan membagi total konsumsi kertas dengan jumlah penduduk. Dengan menggunakan rumus di atas dan data jumlah penduduk Indonesia tahun 2006 (225 juta), maka akan didapat hasil bahwa konsumsi kertas per kapita tahun 2006 adalah 27 kg. Ini merupakan salah satu fakta, ironisnya kita lihat di sekeliling kita betapa banyaknya kertas yang ada di sekitar kita : dikegiatan belajar-mengajar di kampus, adanya banyak laporan dengan format resmi, dokumen untuk kegiatan organisasi, kemasan produk yang berlebihan, koran, majalah, brosur/leaflet/katalog produk, surat-surat organisasi, produk-produk sekali pakai, dan lain-lain. Padahal dengan memakai kertas bekas sebagai bahan baku kertas baru, sejumlah pohon, bahan kimia, air dan energi dapat dikurangi penggunaannya. Setiap Proses produksi kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah besar dan tentusaja bahan baku, yang pada umumnya berasal dari pohon . Diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun untuk memproduksi 1 rim kertas.e. Jumlah Timbulan Sampah KertasJumlah timbulan sampah kertas relatif banyak. Sebagai contoh, kota Jakarta pada tahun 1997/1998 diperkirakan menghasilkan sampah kertas sejumlah 2.989 m3/hari, atau 10,11% dari jumlah sampah keseluruhan (29.568 m3/hari) (BPS, 1998). Sementara itu dari keseluruhan sampah kertas, sebanyak 71,2% (2.126 m3/hari) diambil oleh pemulung(BPPT,1996). Dalam lingkup nasional, (dengan asumsi jumlah penduduk 180 juta jiwa, laju produksi sampah 2 liter/orang/hari, dan komposisi 6,17%) jumlah timbulan sampah kertas di Indonesia dapat mencapai 1.599.000 ton/tahun. Sementara itu, sejalan dengan meningkatnya jumlah dan aktivitas penduduk, jumlah timbulan sampah kertas akan terus meningkat bersamaan dengan meningkatnya jumlah sampah jenis lainnya.Sampah kertas jenisnya bermacam-macam, misalnya kertas HVS (kertas komputer dan kertas tulis), kertas kraft, karton, kertas berlapis plastik, dsb. Biasanya aktivitas yang berbeda menghasilkan jenis-jenis sampah kertas yang berbeda pula. Sebagai contoh, pabrik dan pertokoan lebih banyak menghasilkan sampah kertas jenis karton, sedangkan perkantoran dan sekolah lebih banyak menghasilkan kertas tulis bekas. Masing-masing jenis kertas juga memiliki karakteristik tersendiri sehingga kemampuannya untuk didaurulang dan produknya juga berbeda-beda. Sementara itu sebagian besar kertas pembungkus makanan tidak didaurulang, begitu juga dengan kertas tissue. Kertas pembungkus makanan sulit didaurulang karena adanya lapisan plastik, sedangkan kertas tissue karena sifatnya yang mudah hancur.f. Pencegahan Dan Pengendalian Limbah KertasKita seringkali melihat kertas-kertas yang dibuang secara sia-sia oleh manusia-mnausia yang tidak memiliki kesadaran yang tinggi atas fungsi dari kertas-kertas ersebut yang jika diolah dengan sekreatif mungkin akan dapat menimbulkan sesuatu baru yang dapat menguntungkan bagi kita semua.Jika kertas-kertas ini kita biarkan menumpuk sangat banyak, dampak yang ditimbulkannya pun banyak negatifnya, seperti pembakaran kertas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, menimbulkan bau yang tidak sedap, dll. Apabila kkita sudah sering kali mendengar issue-issue global warming yang diakibatkan oleh bertambah banyaknya polusi udara di seluruh dunia. Apakah kita mau dunia ini akan musnah gara-gara secarik kertas yang dibuang sia-sia ???Sampah kertas ini akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dipegang oleh tangan-tangan yang kreatif. Seperti halnya sampah kertas dapat diolah menjadi kerajinan tangan, misalnya kotak perhiasan, kipas, tempat tissue, mainan anak-anak, dll.Berikut ini adala beberapa cara untuk menanggulangi dan mencegah menumpuknya limbah kertas : 1. Recycle ( daur ulang)Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.Di dalam membuat kertas daur ulang, bahan-bahan yang bisa di gunakan ada dua jenis yaitu dari limbah kertas dan tanaman hasil pertanian atau tanaman-tanaman non produktif. Ini merupakan salah satu contoh bahan dari limbah koran yang dapat di olah atau didaur ulang menjadi kertas dengan hasil yang berbeda. Di dalam proses pembuatan kertas daur ulang dari limbah koran maupun limbah kertas lainnya, pertama-tama yang harus dilakukan adalah kertas limbah tadi di potong kecil-kecil kemudian direndam di dalam air kurang lebih satu hari, baru kemudian setelah lunak kemudian di blender sampai menjadi bubur kertas. Setelah semua menjadi bubur, proses selanjutnya adalah di cetak dengan menggunakan alat cetak dari kawat kasa yang telah terpasang pada sebuah spanram dengan ukuran kurang lebih 21,5 cm x 33 cm.Kertas daur ulang dapat dikreasikan menjadi benda benda seni yang memiliki nilai jual cukup tinggi, misalnya saja dibuat pigura, kotak pensil, kartu ucapan, blocknote, ataupun souvenir lainnya. Konsumen kreasi kertas daur ulang rata rata adalah para pengrajin yang membuat kotak kado, kotak pensil, serta kerajinan lain dari daur ulang kertas. Selain para pengrajin hasil daur ulang kertas juga diminati para masyarakat umum, yang kebanyakan dari anak muda. Mereka menganggap benda benda dari kertas daur ulang memiliki nilai seni lebih tinggi. Selain itu, koran bekas bisa juga dibuat kerajinan yang menghasilkan nilai ekonomi. Biasanya kertas koran ini dipotong dengan ukuran tertentu kemudian di pelintir sehingga menghasilkan lintingan-lintingan koran. Lintingan lintingan tersebut bisa untuk membuat kerajinan dengan cara dianyam ataupun dengan cara saling ditempel sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Jenis produk yang bisa dihasilkan dari daur ulang kertas ini juga terus berkembang. Semula wujudnya hanya frame atau pigura foto dan blocknote.Lalu, bermunculan kreasi produk-produk baru seperti wadah tisu, kotak perhiasan, kotak hantaran, dan kotak kado. Sekarang, produk semacam ini mudah ditemui di pasaran. Yang membedakan produk yang satu dengan yang lain adalah desain, bentuk, dan warna yang kian kreatif.2. Reduce ( mengurangi ) Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Aktivitas reduce dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana, baik di rumah, kantor, sekolah dan di manapun anda berada. Misalnya di kantor, kurangi penggunaan kertas dengan melihat print preview terlebih dahulu sebelum mencetak agar tidak salah. Di sekolah, gunakan perpustakaan untuk meminjam buku, jangan langsung membeli buku baru, hal ini bermanfaat untuk mengurangi penebangan pohon untuk dijadikan bahan pembuat kertas, sehingga mampu menyimpan sumber daya alam di Bumi kita ini. Kertas yang sudah terpakai terkadang masih dapat digunakan untuk menulis catatan sehari-hari. Dapat digunakan untuk pembungkus barang. Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.3. Reuse ( gunakan kembali )Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Misalnya gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk`menulis. Kumpulkan kertas-kertas kosong sisa buku catatan tahun lalu dan jilid sendiri untuk dijadikan buku catatan yang baru. Kertas koran bekas sebagai sampul buku. Seperti kertas-kertas berwarna-warni dari majalah bekas dapat dimanfaatkan untuk bungkus kado yang menarik. Hal ini tentu akan mengurangi timbulan sampah kertas. 4. Replace ( mengganti )Replace berarti mulai melakukan penggantian barang-barang tidak ramah lingkungan atau barang yang hanya sekali pakai, beralih dengan penggunaan barang-barang ramah lingkungan. Misalanya penggunaan kertas tissue diganti dengan lap kain atau sapu tangan yang bisa digunakan berulang-ulang. Selain itu data-data yang kita miliki sebaiknya dalam bentuk soft copy, tidak perlu di print. Gunakan kertas seperlunya saja, maka dengan begitu tidak banyak kertas yang kita gunakan dan kita buang secara cuma-cuma.5. Recovery ( memungut)Sampah kertas yang menumpuk dan masih bisa dimanfaatkan jangan dibiarkan begitu saja, kita bisa memungut kertas yang sudah tidak dipakai untuk kemudian kita manfaatkan menjadi produk yang mempunyai nilai. Misalnya sampah kertas kita buat menjadi bingkai foto, kotak tissue, dan sebagainya.5R yaitu Recycle, Reduce, Reuse, Replace dan Recovery sebenarnya sederhana dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja serta tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun dari 5R yang sederhana ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi penanganan sampah yang sering menjadi permasalahan di sekitar kita.

B. PROSES PEMBUATAN KERTAS DAUR ULANGa. Alat dan Bahan1. Kertas. Kertas yang didaur bisa berupa kertas koran (hasilnya nanti hitam keabuan), kertas HVS (hasilnya nanti berwarna putih), kertas buku tulis, majalah, sampul buku, karton bekas, dsb. Perlu diperhatikan bahwa kertas yang dilaminating tidak bisa digunakan karena plastiknya tidak bisa hancur ketika diblender.2. Blender3. Container atau baskom4. Papan untuk alas mencetak5. Rakel untuk meratakan cetakan (bisa lihat gambarnya di bagian "cara pembautan")6. Plastik lembaran (untuk alas cetakan)7. Lem sagu (lem yang dibuat sendiri dari tepung sagu. Cara membuat lem ini adalah dengan mengaduk tepung sagu di dalam air yang sedang direbus/mendidih.8. Bahan pewarna. Bahan pewarna yang digunakan sebaiknya adalah bahan pewarna alami. Hindarilah bahan pewarna kimia karena bahan kimia biasanya mengandung logam berat, jadi bisa merusak tanah bila sisa air proses daur ulang ini dibuang ke tanah. Berikut ini adalah pewarna alami yang bisa digunakan: Kunyit, menghasilkan warna kuning Daun jati, menghasilkan warna merah Daun pandan atau daun suji, menghasilkan warna hijau Gambir, menghasilkan warna hitam Pacar Cina, menghasilkan warna merah muda Nila, menghasilkan warna biru

Untuk menambahkan motif kertas, bisa divariasikan dengan campuran daun suji yang diblender kasar.

b. Cara Pembuatan ;1. Rendam kertas kira-kira 24 jam untuk kertas koran, 48 jam untuk kertas putih, 4 hari untuk majalah. Berikut ini adalah gambar kertas yang sudah direndam.

2. Kertas yang sudah direndam selanjutnya diblender hingga halus seperti bubur.

3. Untuk menghemat air, bubur kertas yang diblender tadi, disaring. Jadi airnya bisa dipakai lagi untuk blender selanjutnya.

4. Campurkan bubur kertas dengan air yang telah dicampur lem sagu. Lem ini menjadikan kertas tidak mudah sobek. Dalam proses ini, lem sagu lebih baik dibandingkan Lem Putih atau Lem Kayu. Lem Putih agak berbau. Perlu diperhatikan bahwa bila lem sagu telah dicampurkan, hendaknya bubur kertas jangan dibiarkan hingga keesokan harinya karena lem ini akan basi.

5. Perkirakan sendiri tingkat keenceran campuran bubur kertas, lem sagu, dan air. Jangan terlalu tebal/tipis, dan bisa disaring.

6. Bila ingin memberi warna, bisa menambahkan pewarna alami. Sebagai contoh, bila ingin memberi warna kuning, kunyit terlebih dahulu dijus. Demikian pula bila ingin memberi warna hijau, daun pandan juga dijus.

7. Sekarang saatnya mencetak. Saring campuran tersebut dengan screen. Caranya adalah dengan merendam screen ke dalam baskom lalu diangkat.

8. Tutup dengan plastik

9. Letakkan papan di atas plastik, lalu balikkan

10. Tiriskan dan ratakan dengan rakel

11. Angkat screen (kalau langkah 10 ditiriskan hingga benar-benar kering, hasilnya makin sempurna)

12. Jemur

13. Setelah kering, selesailah proses pembuatan kertas daur ulang.

C. KESIMPULAN

1. Sampah kertas masuk dalam golongan sampah Non- biodegradable dengan sifat Recyclable,yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi namun dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi.2. Sumber sampah kertas dapat berasal dari Rumah tangga, Daerah Puasat Kegatan dan Perdagangan, Fasilitas fasilitas pemerintah serta Daerah industri.3. Jumlah penggunaan kertas tiap tahun semakin meningkat karena aktivitas manusia ynag semakin banyak pula sehingga sampah kertas yang dihasilkan semakin menumpuk.4. Untuk menanggulangi menumpuknya sampah kertas dapat dilakukan dengan 5R yaitu rycicle, reduce, reuse, replace dan recovery.5. Pencegahan 5R tersebut sangat efektif untuk mengurangi sampah kertas karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya mahal.4