makalah CTEV 2

of 22/22
pdfcrowd.com open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API Always do your best and let's not get scorn from others.. Learning Together Selasa, 21 Februari 2012 CTEV (Congenital Talipes Equino Varus) BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Bayi yang lahir dengan keadaan sehat serta memiliki anggota tubuh yang lengkap dan sempurna merupakan harapan dari seorang Ibu dan seluruh keluarga. Namun terkadang pada beberapa keadaan tertentu didapati bayi yang lahir kurang sempurna karena mengalami kelainan bentuk anggota tubuh. Salah satu kelainan adalah kelainan bawaan pada kaki yang sering dijumpai pada bayi yaitu kaki bengkok atau CTEV(Congenital Talipes Equino Varus). CTEV adalah salah satu anomali ortopedik kongenital yang sudah lama dideskripsikan oleh Hippocrates pada tahun 400 SM (Miedzybrodzka,2002).
  • date post

    02-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    192
  • download

    13

Embed Size (px)

description

CTEV 2

Transcript of makalah CTEV 2

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    Always do your best and let's not get scorn from others..

    Learning Together

    S e l a s a , 2 1 F e b r u a r i 2 0 1 2

    CTEV (Congenital Talipes Equino Varus)

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

    Bayi yang lahir dengan keadaan sehat serta memiliki anggota tubuh yang lengkap dan sempurna merupakan harapan dari seorangIbu dan seluruh keluarga. Namun terkadang pada beberapa keadaan tertentu didapati bayi yang lahir kurang sempurna karenamengalami kelainan bentuk anggota tubuh. Salah satu kelainan adalah kelainan bawaan pada kaki yang sering dijumpai pada bayiyaitu kaki bengkok atau CTEV(Congenital Talipes Equino Varus). CTEV adalah salah satu anomali ortopedik kongenital yangsudah lama dideskripsikan oleh Hippocrates pada tahun 400 SM (Miedzybrodzka,2002).

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    CTEV atau biasa disebut Clubfoot merupakan istilah umum untuk menggambarkan deformitas umum dimana kaki berubah/bengkokdari keadaan atau posisi normal. Beberapa dari deformitas kaki termasuk deformitas ankle disebut dengan talipes yang berasal darikata talus (yang artinya ankle) dan pes (yang berarti kaki). Deformitas kaki dan ankle dipilah tergantung dari posisi kelainan ankledan kaki. Deformitas talipes diantaranya :

    Talipes Varus : inversi atau membengkok ke dalam.

    Talipes Valgus : eversi atau membengkok ke luar.

    Talipes Equinus : plantar fleksi dimana jari-jari lebih rendah daripada tumit.

    Talipes Calcaneus : dorsofleksi dimana jari-jari lebih tinggi daripada tumit.

    Clubfoot yang terbanyak merupakan kombinasi dari beberapa posisi dan angka kejadian yang paling tinggi adalah tipe TalipesEquino Varus (TEV) dimana kaki posisinya melengkung ke bawah dan ke dalam dengan berbagai tingkat keparahan. Unilateralclubfoot lebih umum terjadi dibandingkan tipe bilateral dan dapat terjadi sebagai kelainan yang berhubungan dengan sindroma lainseperti aberasi kromosomal, artrogriposis (imobilitas umum dari persendian), cerebral palsy atau spina bifida.

    Frekuensi clubfoot dari populasi umum adalah 1:700 sampai 1:1000 kelahiran hidup dimana anak laki-laki dua kali lebih seringdaripada perempuan. Berdasarkan data, 35% terjadi pada kembar monozigot dan hanya 3% pada kembar dizigot. Ini menunjukkanadanya peranan faktor genetika. Insidensi pada laki-laki 65% kasus, sedangkan pada perempuan 30-40% kasus. Pada pasienpengambilan cairan amnion, deformitas ekstrimitas bawah kira-kira mencapai 1-1,4% kasus. Sedangkan pada ibu yang mengalamipecah ketuban kira-kira terdapat 15% kasus. Epidemiologi CTEV terbanyak pada kasus-kasus amniotik.

    1. Rumusan Masalah

    1. Apa pengertian dari CTEV ?

    2. Bagaimana patofisiologi dari CTEV ?

    3. Bagaimana asuhan keperawatan untuk klien dengan CTEV ?

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    2. Tujuan1. Tujuan Umum

    Mengetahui dan memahami patofisiologi dan asuhan keperawatan klien dengan CTEV.

    1. Tujuan Khusus1. Mengetahui definisi CTEV.2. Mengetahui penyebab dari CTEV.3. Mengetahui klasifikasi dari CTEV.4. Mengetahui patofisiologi dari CTEV.5. Mengetahui manifestasi klinis dari CTEV.6. Mengetahui pemeriksaan diagnostik CTEV.7. Mengetahui penatalaksanaan pada klien dengan CTEV.8. Mengetahui komplikasi dari CTEV.9. Mengetahui asuhan keperawatan pada klien dengan CTEV.

    1. Manfaat1. Mahasiswa dapat memahami konsep teori dan patofisiologis dari CTEV.

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    2. Mahasiswa mengetahui asuhan keperawatan pada klien dengan CTEV.3. Mahasiswa serta masyarakat dapat menggunakan makalah ini sebagai referensi untuk menambah ilmu

    pengetahuan.

    BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Definisi Congenital Talipes Equino Varus (CTEV)

    CTEV adalah salah satu anomali ortopedik kongenital yang sudah lama dideskripsikan oleh Hippocrates pada tahun 400 SM(Miedzybrodzka, 2002)

    CTEV/ Club Foot adalah deformitas yang meliputi fleksi dari pergelangan kaki, inversi dari tungkai, adduksi dari kaki depan,dan rotasi media dari tibia (Priciples of Surgery, Schwartz).

    2.2 Etiologi

    Sampai saat ini penyebab utama terjadinya kaki bengkok ( CTEV ) tidak diketahui secara pasti. Namun telah terbukti bahwaperkembangan tulang, sendi, jaringan ikat, persarafan, pembuluh darah dan otot masing-masing terlibat dalam prosespatofisiologi. Mihran (2008) dan Hita (2008) menjelaskan beberapa teori penyebab terjadinya CTEV/kaki bengkok :

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    a. Kebiasaan ibu waktu hamil merokok.

    b. Teori embrionik, antara lain perubahan bentuk primer yang terjadi pada sel germinativum yang dibuahi yangmengimplikasikan perubahan bentuk . Terjadi antara masa konsepsi dan pada minggu ke-12 usia kehamilan

    c. Perkembangan tumbuh kembang yang terhambat

    d. Teori neurogenik, yaitu teori yang menjelaskan bahwa perubahan bentuk primer terjadi pada jaringan neurogenik.

    e. Teori amiogenik, yang menjelaskan bahwa perubahan bentuk primer terjadi pada jaringan otot dan terjadipenebalan kapsul fibrosa sendi.

    f. Faktor Keturunan

    2.3 Klasifikasi

    1. Postural Club Foot

    2. Congenital Club Foot :

    Simple

    Rigid pada kasus yang rigid, perlu tindakan operasi.

    3. Syndromic Club foot associated with :

    1. Artrogryposis Multiplex Congenital atau amioplasia suatu kelainan kongenital yang berkaitan denganpenggantian otot dengan jaringan fibrosa pada saat lahir, sehingga mengakibatkan hilangnya mobilitas sendi,

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    dan berkaitan dengan deformitas seperti misalnya CHD, talipes equinovarus, dislokasi lutut.

    2. Myelomeningocel. Pada kasus ini terjadi imbalance otot sehingga terjadi club foot tipe rigid.

    2.4 Manifestasi Klinis

    1. positional equinovarus, yaitu terpuntirnya kaki kearah dalam karena posisi bayi pada saat didalam kandungan.

    2. Deformitas serupa terlihat pada myelomeningocele and arthrogryposis. Ankle equinus dan kaki supinasi (varus) danadduksi (normalnya kaki bayi dapat dorso fleksi dan eversi, sehingga kaki dapat menyentuh bagian anterior dari tibia).Dorso fleksi melebihi 90 tidak memungkinkan.

    2.5 Patofisiologi

    Penyebab pasti dari clubfoot sampai sekarang belum diketahui. Beberapa ahli mengatakan bahwa kelainan ini timbul karenaposisi abnormal atau pergerakan yang terbatas dalam rahim. Ahli lain mengatakan bahwa kelainan terjadi karenaperkembangan embryonic yang abnormal yaitu saat perkembangan kaki ke arah fleksi dan eversi pada bulan ke-7kehamilan. Pertumbuhan yang terganggu pada fase tersebut akan menimbulkan deformitas dimana dipengaruhi pula olehtekanan intrauterine.

    2.6 Diagnosis

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    Kelainan ini mudah didiagnosis, dan biasanya terlihat nyata pada waktu lahir (early diagnosis after birth). Pada bayi

    yang normal dengan equinovarus postural, kaki dapat mengalami dorsifleksi dan eversi hingga jari-jari kaki menyentuh

    bagian depan tibia. "Passive manipulation dorsiflexion Toe touching tibia normal".

    Bentuk dari kaki sangat khas. Kaki bagian depan dan tengah inversi dan adduksi. Ibu jari kaki terlihat relatif

    memendek. Bagian lateral kaki cembung, bagian medial kaki cekung dengan alur atau cekungan pada bagian medial

    plantar kaki. Kaki bagian belakang equinus. Tumit tertarik dan mengalami inversi, terdapat lipatan kulit transversal yang

    dalam pada bagian atas belakang sendi pergelangan kaki. Atrofi otot betis, betis terlihat tipis, tumit terlihat kecil dan

    sulit dipalpasi. Pada manipulasi akan terasa kaki kaku, kaki depan tidak dapat diabduksikan dan dieversikan, kaki

    belakang tidak dapat dieversikan dari posisi varus. Kaki yang kaku ini yang membedakan dengan kaki equinovarus

    paralisis dan postural atau positional karena posisi intra uterin yang dapat dengan mudah dikembalikan ke posisi

    normal. Luas gerak sendi pergelangan kaki terbatas. Kaki tidak dapat didorsofleksikan ke posisi netral, bila

    disorsofleksikan akan menyebabkan terjadinya deformitas rocker-bottom dengan posisi tumit equinus dan dorsofleksi

    pada sendi tarsometatarsal. Maleolus lateralis akan terlambat pada kalkaneus, pada plantar fleksi dan dorsofleksi

    pergelangan kaki tidak terjadi pergerakan maleoulus lateralis terlihat tipis dan terdapat penonjolan korpus talus pada

    bagian bawahnya. Tulang kuboid mengalami pergeseran ke medial pada bagian distal anterior tulang kalkaneus. Tulang

    navicularis mengalami pergeseran medial, plantar dan terlambat pada maleolus medialis, tidak terdapat celah antara

    maleolus medialis dengan tulang navikularis. Sudut aksis bimaleolar menurun dari normal yaitu 85 menjadi 55 karena

    adanya perputaran subtalar ke medial.

    Terdapat ketidakseimbangan otot-otot tungkai bawah yaitu otot-otot tibialis anterior dan posterior lebih kuat serta

    mengalami kontraktur sedangkan otot-otot peroneal lemah dan memanjang. Otot-otot ekstensor jari kaki normal

    kekuatannya tetapi otot-otot fleksor jari kaki memendek. Otot triceps surae mempunyai kekuatan yang normal.

    Tulang belakang harus diperiksa untuk melihat kemungkinan adanya spina bifida. Sendi lain seperti sendi panggul, lutut,

    siku dan bahu harus diperiksa untuk melihat adanya subluksasi atau dislokasi. Pmeriksaan penderita harus selengkap

    mungkin secara sistematis seperti yang dianjurkan oleh R. Siffert yang dia sebut sebagai Orthopaedic checklist untuk

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    menyingkirkan malformasi multiple.

    2.7 Diagnosa banding

    1. Postural clubfoot-disebabkan oleh posisi fetus dalam uterus. Kaki dapat dikoreksi secara manual oleh pemeriksa.Mempunyai respon yang baik dan cepat terhadap serial casting dan jarang akan kambuh kembali

    2. Metatarsus adductus (atau varus)-adalah deformitas pada metatarsal saja. Kaki bagian depan mengarah ke bagian medial dari tubuh. Dapat dikoreksi denganmanipulasi dan mempunyai respon terhadap serial casting.

    1. Penatalaksanaan

    Sekitar 90-95% kasus club foot bisa di-treatment dengan tindakan non-operatif. Penanganan yang dapatdilakukan pada club foot tersebut dapat berupa :

    Non-Operative :

    1. Pertumbuhan yang cepat selama periode infant memungkinkan untuk penanganan remodelling. Penanganan dimulai saatkelainan didapatkan dan terdiri dari tiga tahapan yaitu : koreksi dari deformitas, mempertahankan koreksi sampaikeseimbangan otot normal tercapai, observasi dan follow up untuk mencegah kembalinya deformitas.

    2. Koreksi dari CTEV adalah dengan manipulasi dan aplikasi dari serial "cast" yang dimulai dari sejak lahir dan dilanjutkansampai tujuan koreksi tercapai. Koreksi ini ditunjang juga dengan latihan stretching dari struktur sisi medial kaki dan latihankontraksi dari struktur yang lemah pada sisi lateral.

    3. Manipulasi dan pemakaian "cast" ini diulangi secara teratur (dari beberapa hari sampai 1-2 bulan dengan interval 1-2 bulan)untuk mengakomodir pertumbuhan yang cepat pada periode ini.

    4. Jika manipulasi ini tidak efektif, dilakukan koreksi bedah untuk memperbaiki struktur yang berlebihan, memperpanjang atautransplant tendon. Kemudian ektremitas tersebut akan di "cast" sampai tujuan koreksi tercapai. Serial Plastering (manipulasipemasangan gibs serial yang diganti tiap minggu, selama 6-12 minggu). Setelah itu dialakukan koreksi dengan menggunakan

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    sepatu khusus, sampai anak berumur 16 tahun.

    5. Perawatan pada anak dengan koreksi non bedah sama dengan perawatan pada anak dengan anak dengan penggunaan "cast".Anak memerlukan waktu yang lama pada koreksi ini, sehingga perawatan harus meliputi tujuan jangka panjang dan tujuanjangka pendek. Observasi kulit dan sirkulasi merupakan bagian penting pada pemakaian cast. Orangtua juga harusmendapatkan informasi yang cukup tentang diagnosis, penanganan yang lama dan pentingnya penggantian "cast" secara teraturuntuk menunjang penyembuhan.

    6. Perawatan "cast" (termasuk observasi terhadap komplikasi), dan menganjurkan orangtua untuk memfasilitasi tumbuhkembang normal pada anak walaupun ada batasan karena deformitas atau therapi yang lama.

    7. Perawatan "cast" meliputi : 1. Biarkan cast terbuka sampai kering 2. Posisi ektremitas yang dibalut pada posisi elevasi dengan diganjal bantal pada hari pertama atau sesuai intruksi .3. Observasi ekteremitas untuk melihat adanya bengkak, perubahan warna kulit dan laporkan bila ada perubahan yang

    abnormal .

    4. Cek pergerakan dan sensasi pada ektremitas secara teratur, observasi adanya rasa nyeri 5. Batasi aktivitas berat pada hari-hari pertama tetapi anjurkan untuk melatih otot-otot secara ringan, gerakkan sendi

    diatas dan dibawah cast secara teratur.

    6. Istirahat yang lebih banyak pada hari-hari pertama untuk mencegah trauma7. Jangan biarkan anak memasukkan sesuatu ke dalam cast, jauhkan benda-benda kecil yang bisa dimasukkan ke dalam

    cast oleh ana

    8. Rasa gatal dapat dukurangi dengan ice pack, amati integritas kulit pada tepi cast dan kolaborasikan bila gatal-gatalsemakin berat

    9. Cast sebaiknya dijauhkan dari dengan air

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    CAST PADA CTEV (POSENTI TRETMENT)

    Operatif

    Indikasi dilakukan operasi adalah sebagai berikut :

    1. Jika terapi dengan gibs gagal 2. Pada kasus Rigid club foot pada umur 3-9 bulan

    Operasi dilakaukan dengan melepasakan karingan lunak yang mengalami kontraktur maupun dengan osteotomy.

    Osteotomy biasanya dilakukan pada kasus club foot yang neglected/ tidak ditangani dengan tepat.

    Kasus yang resisten paling baik dioperasi pada umur 8 minggu, tindakan ini dimulai dengan pemanjangan tendo Achiles

    ; kalau masih ada equinus, dilakuakan posterior release dengan memisahkan seluruh lebar kapsul pergelangan kaki

    posterior, dan kalau perlu, kapsul talokalkaneus. Varus kemudian diperbaiki dengan melakukan release talonavikularis

    medial dan pemanjangan tendon tibialis posterior.(Ini Menurut BuKu Appley).

    Pada umur > 5 tahun dilakukan bone procedure osteotomy. Diatas umur 10 tahun atau kalau tulang kaki sudah

    mature, dilakukan tindakan artrodesis triple

    yang terdiri atas reseksi dan koreksi letak pada tiga persendian, yaitu : art. talokalkaneus, art. talonavikularis, dan

    art. kalkaneokuboid.

    2.9 Komplikasi

    1. Komplikasi dapat terjadi dari terapi konservatif maupun operatif. Pada terapi konservatif mungkin dapat terjadi maslah pada

    Traditional manipulation and casting methods fail, as they do not allow the free rotation of the calcaneum and the talus

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    kulit, dekubitus oleh karena gips, dan koreksi yang tidak lengkap. Beberapa komplikasi mungkin didapat selama dan setelahoperasi. Masalah luka dapat terjadi setelah operasi dan dikarenakan tekanan dari cast. Ketika kaki telah terkoreksi, koreksidari deformitas dapat menarik kulit menjadi kencang, sehinggga aliran darah menjadi terganggu. Ini membuat bagian kecil darikulit menjadi mati. Normalnya dapat sembuh dengan berjalannya waktu, dan jarang memerlukan cangkok kulit.

    2. Infeksi dapat terjadi pada beberapa tindakan operasi. Infeksi dapat terjadi setelah operasi kaki clubfoot. Ini mungkinmembutuhkan pembedahan tambahan untuk mengurangi infeksi dan antibiotik untuk mengobati infeksi.

    3. Kaki bayi sangat kecil, strukturnya sangat sulit dilihat. Pembuluh darah dan saraf mungkin saja rusak akibat operasi. Sebagianbesar kaki bayi terbentuk oleh tulang rawan. Material ini dapat rusak dan mengakibatkan deformitas dari kaki. Deformitas inibiasanya terkoreksi sendir dengan bertambahnya usia

    1. Prognosis

    Asalkan terapi dimulai sejak lahir, deformitas sebagian besar dapat diperbaiki; walupun demikian,keadaan ini sering tidak sembuh sempurna dan sering kambuh, terutama pada bayi dengan kelumpuhanotot yang nyata atau disertai penyakit neuromuskuler. Beberapa kasus menunjukkan respon yang positifterhadap penanganan, sedangkan beberapa kasus lain menunjukkan respon yang lama atau tidak beresponsamasekali terhadap treatmen. Orangtua harus diberikan informasi bahwa hasil dari treatmen tidak selaludapat diprediksi dan tergantung pada tingkat keparahan dari deformitas, umur anak saat intervensi,perkembangan tulang, otot dan syaraf. Fungsi kaki jangka panjang setelah terapi secara umum baik tetapihasil study menunjukkan bahwa koreksi saat dewasa akan menunjukkan kaki yang 10% lebih kecil daribiasanya .

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    BAB III

    ASUHAN KEPERAWATAN

    4.1 Study Kasus

    Ny. A membawa anak laki laki nya, An. X usia 9 bulan (infant) ke Poli Ortopedi Rumah Sakit Unair. Ny. A mengatakan bahwaan.X kesulitan saat belajar berjalan. Dan merasa bentuk kaki anaknya berbeda Saat datang ke rumah sakit kondisi pasien baik danTTV normal (suhu tubuh 36,5C, RR 22x/menit, nadi 110x/menit ). Ny. A melahirkan secara normal dengan berat janin yang normalpula. Tidak ada riwayat minum obat dan penyakit tertentu selama kehamilan, namun Ny.A mempunyai kebiasaan merokok. An. Xpernah dibawa ke tukang pijat urut namun tidak ada perbaikan pada kedua kakinya.

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    4.2 Pengkajian

    1. Data demografi

    Identitas anak :

    Nama : An.x

    Tanggal lahir : 23 Juni 2010

    Jenis kelamin : laki-laki

    Alamat : Jln. Kates 5, Surabaya

    Diagnosa medis : CTEV/ Clubfoot

    Identitas orang tua :

    Nama ayah : Tn. A

    Nama ibu : Ny. A

    Pekerjaan ayah/ibu : wiraswasta/ ibu rumah tangga

    Pendidikan ayah/ibu : SMA/SMA

    Agama : Islam

    Alamat : Jln. Kates 5, Surabaya

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    1. Riwayat penyakit dan kesehatan

    Keluhan utama : klien kesulitan dalam belajar berjalan

    Riwayat penyakit saat ini: klien kesulitan dalam melakukan aktivitas belajar berjalan. Kaki klien tidak

    mengalami perubahan bentuk yaitu tetap melengkung kedalam walaupun sudah berusia 13 bulan

    Riwayat penyakit keluarga: Anggota keluarga yang lain tidak ada yang menderita kelainan seperti ini

    yaitu saudara kandung ayah dan kakek klien.

    1. REVIEW Of SYTEM ( ROS )

    B1 : -

    B2 : -

    B3 : -

    B4 : -

    B5 : -

    B6 : telapak kaki menekuk ke dalam sehingga kesulitan untuk berjalan

    2. Analisa Data

    DATA ETIOLOGI MASALAH

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    KEPERAWATAN

    DO: kelainan anatomi kaki

    DS: Ibu menyatakan bahwa klienkesulitan dalam belajar berjalan.Kaki pasien melengkung ke dalam

    Deformitas

    CTEV

    Fleksi dari pergelangan kaki, inversidari tungkai, adduksi dari kaki

    depan dan rotasi media dari tibia

    anak tidak dapat berdiri dan tumittidak dapat menumpu

    MK : Hambatan mobilitas fisik

    Resiko Hambatanmobilitas fisik

    DO:

    DS: Ibu menyatakan merasabersalah terhadap keadaananaknya sekarang.

    Deformitas

    CTEV

    Dampak Hospitalisasi

    Pada anak

    Takut, sedih, frustasi

    MK : Cemas

    Kecemasan

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    DO : Orang tua tampakkebingungan tentang penyakit anak

    DS : Orang tua menyatakanketidak tahuan tentang penyakityang diderita anaknya

    Deformitas

    CTEV

    Fleksi dari pergelangan kaki, inversidari tungkai, adduksi dari kaki

    depan dan rotasi media dari tibia

    Keterlambatan deteksi dini

    MK : Kurang pengetahuan

    Kurang Pengetahuan

    1. Diagnosa keperawatan1. Resiko hambatan mobilitas fisik b.d kelainan anatomi kaki2. Kecemasan b.d dampak hospitalisasi pada anak3. Kurang penegtahuan orang tua b.d penatalaksanaan penyakit anak.

    2. Intervensi1. Resiko hambatan mobilitas fisik b.d kelainan anatomi kaki

    Tujuan : Pasien mendapatkan kesempatan untuk mobilisasi

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    Kriteria hasil : anak bergerak dari pembatasan ruangan atau di dalam ruangan, posisi kaki anak bisa berubah.

    No. Intervensi Rasional

    1. Kaji tingkat kelemahan anak danidentifikasi aktivitas yang dapatdilakukan oleh klien

    Anak biasanya telah mengalami penurunantenaga kelemahan otot, menjadi terusmemburuk setiap hari karena proses penyakit

    2. Lakukan tindakan ROM Tindakan ROM dapat mengurangi resikoterjadinya luka dekubitus, selain itu dapat jugamemperlancar aliran darah

    4. Lakukan perubahan posisi Dapat mengurangi resiko terjadinya dekubitusdan mencegah komplikasi

    5 Kolaborasi dengan fisioterapi Kolaborasi dilakukan dengan manipulasi danaplikasi dari serial "cast".

    1. Kecemasan b.d dampak hospitalisasi pada anak

    Tujuan :

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    Kriteria hasil :

    No. Intervensi Rasional

    1. Melibatkan orang tua berperanaktif dalam merawat anak dengancara membolehkan mereka tinggalbersama anak selama 24 jam(rooming in)

    2. Modifikasi rgn perawatan dgncara membuat situasi ruanganrawat perawatan seperti di rumah,a.l dengan cara membuatdekorasi ruangan yang bernuansaanak.

    3. Tunjukkan sikap empati sebagaipendekatan utama dalammengurangi rasa takut akibatprosedur yang menyakitkan.

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    1. Kurang pengetahuan orang tua b.d penatalaksanaan penyakit anak.

    Tujuan :

    Kriteria hasil : Orang tua menyatakan pemahamannya tentang proses penyakit anak.

    Orang tua mampu mengungkapkan pemahamannya mengenai prognosis dan tindakan pengobatanterhadap anaknya.

    No. Intervensi Rasional

    1. Berikan informasi yang adekuatmengenai proses penyakit.

    Meningkatkan pengetahuan orang tua danmenghilangkan kecemasan akibat penyakityang diderita anaknya.

    2. Anjurkan orang tua untuk ikutberperan serta dalam perawatanpasien.

    Memberikan kesempatan pada orang tua untukmengetahui tindakan yang dilakukan dan untukberadaptasi apabila pasien sudah dibawa kerumah.

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    BAB IV

    PENUTUP

    4.1 Kesimpulan

    CTEV/ Club Foot adalah deformitas yang meliputi fleksi dari pergelangan kaki, inversi dari tungkai, adduksi dari kakidepan, dan rotasi media dari tibia (Priciples of Surgery, Schwartz). Deformitas kaki dan ankle dipilah tergantung dari posisikelainan ankle dan kaki. Sampai saat ini penyebab utama terjadinya kaki bengkok ( CTEV ) tidak diketahui secara pasti.Namun telah terbukti bahwa perkembangan tulang, sendi, jaringan ikat, persarafan, pembuluh darah dan otot masing-masingterlibat dalam proses patofisiologi. Beberapa ahli mengatakan bahwa kelainan ini timbul karena posisi abnormal ataupergerakan yang terbatas dalam rahim. Ahli lain mengatakan bahwa kelainan terjadi karena perkembangan embryonic yangabnormal yaitu saat perkembangan kaki ke arah fleksi dan eversi pada bulan ke-7 kehamilan. Pertumbuhan yang terganggupada fase tersebut akan menimbulkan deformitas dimana dipengaruhi pula oleh tekanan intrauterine.

  • pdfcrowd.comopen in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API

    Beranda

    Lihat versi web

    Bindiya_Puspa_Haranty di 07.56

    4.2 Saran

    Diharapkan setelah membaca makalah ini, kita sebagai perawat dapat melaksanakan asuhankeperawatan pada pasien penderita CTEV dan memberikan Health Education pada keluarga yangmemiliki anak dengan CTEV.

    Berbagi 0

    Buat sebuah Link

    Link ke posting ini

    Diberdayakan oleh Blogger.