Makalah Cardio case 4.docx

download Makalah Cardio case 4.docx

of 23

  • date post

    30-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Cardio case 4.docx

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN GAGAL JANTUNG

MAKALAHDiajukan untuk Memenuhi Nilai Tugas Mata Kuliah Sistem Cardiovascular I Semester II

Kelompok 5

Taryana Wijaya Kusuma220110110013(Chair)Tanty Permatasari220110110078(Scriber 1)Widya Indah Pratiwi220110110111(Scriber 2)Rati Erviani220110110001Hilma Nurjannah220110110045Nuridha Fauziyah220110110057Siti Rahmiati Pratiwi220110110069Dini Yulia220110110071Risma Damayanti220110110090Fathimah Nurul Wafa220110110102Dewi Juwita A. P.220110110123Kurnianti Tri Nuraini220110110135Dianti Siti Syarah220110110145

FAKULTAS ILMU KEPERAWATANUNIVERSITAS PADJADJARAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.Makalah ini disusun untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Sistem Cardiovascular I dengan judul Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Gagal Jantung di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran.Terima kasih penyusun sampaikan kepada Ibu Chandra Isabella, S.Kp., M.Kep selaku dosen tutor mata kuliah Sistem Cardiovascular I yang telah membimbing dan memberikan pengarahan demi lancarnya tugas ini.Penyusun menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun atas makalah ini. Penyusun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Jatinangor, 22 Juni 2012 Penyusun

Kelompok 5

Kasus Pemicu 4

Ny. E 65 tahun mengeluh sesak dirasakan 1 minggu sebelum masuk rumah sakit, terdapat dahak putih sekitar tiga hari yang lalu kakinya bengkak-bengkak di kedua tungkai, perut terasa penuh.Tanda vital waktu masuk rumah sakit : TD 190/60 mmHg, HR: 40 x/mnt, RR: 32 x/mnt, S: 32 C.Riwayat kesehatan masa lalu; klien mengatakan menderita hipertensi sejak 1 tahun yang lalu, dengan tensi rata-rata 200/- mmHg. Klien berobat ke puskesmas tapi tidak teratur. Pemeriksaan foto thorax menunjukkan cor membesar dengan kesan kardiomegali dan edema paru.Pengobatan yang diberikan : infus Dextrose 5% 20 ml/jam, Captopril 3 x 50 mg, Amiodifine 1 x 10 mg, Aspilet 1 x 1 tablet, KSR 1 x 60 mg, Furosemide 1 x 40 mg (IV), O2 3 lt/mnt, diet lunak RG 1500 kcal/hr.

Step 11. Rati : Cor?Jantung. (Siti R)2. Wafa : Tekanan darah 200/- mmHg?Systole rata-rata 200, diastole berubah-ubah jadi -. (Hilma)Diastole; relaksasi jantung kurang. (Kurnianti)3. Dianti : Diet lunak RG?Diet lunak rendah garam. (Kurnianti)4. Widya : KSR?Kalium Stimulating R. (LO)5. Dini : Dahak putih?Dahak yang berwarna putih karena infeksi. (Dianti)Bila infeksi, dahaknya hijau bukan putih. (Tanty)Dahak belum terinfeksi. (Risma)6. Rati : Dextrose?Cairan infus mengandung glukosa. (Dini)

Step 21. Nuridha : Kenapa kaki klien bengkak-bengkak, terutama di tungkai?2. Risma : Kenapa perut klien terasa penuh? Apakah ada hubungannya dengan tensi rata-rata 1 tahun ke belakang? Apa hubungannya hipertensi dengan cor membesar?3. Rati : Kenapa dahaknya berwarna putih?4. Dewi : Apa yang dimaksud dengan foto thorax menunjukkan cor membesar dengan kesan cardiomegaly dan edema paru?5. Nuridha : Kenapa klien harus menjalani diet lunak RG? Dan apa yang dimaksud diet lunak itu?

Step 31. Karena adanya edema. (Kurnianti)Karena pompa jantung. (Tanty)2. Terjadi edema asites. Sehingga perut tersa penuh. (Widya)Hipertensi menyebabkan TD meningkat sehingga jantung bekerja keras, dapat menimbulkan cardiomegaly. Jadi, ada hubungannya tensi dengan cor membesar. (Fathimah)3. RR : 32 x/mnt menyebabkan dahak putih keluar, karena sesak. (All)4. Berarti jantungnya membesar, edema paru : pembengkakan paru. (Fathimah)dengan kesan merupakan bahasa ahli radiologis itu sendiri (Risma)5. Karena sifat garam dapat meningkatkan kontraktilitas jantung, maka kontraktilitas jantung klien akan bekerja lebih keras lagi bila mengonsumsi garam. (Siti R)Contoh diet lunak; nasi tim (All)Step 4Mind Map

Manifestasi klinis

etiologidefinisi

patofisiologiProsedur diagnostic

Gagal Jantung

Analisis datapengobatanAsKepkomplikasi

Pengkajian fokus

Step 5Learning Objective1. Definisi penyakit gagal jantung2. Etiologi penyakit gagal jantung3. Manifestasi klinis penyakit gagal jantung4. Prosedur diagnostic dan penatalaksanaan pada penyakit gagal jantung5. Komplikasi dari penyakit gagal jantung6. Pengobatan medis dan non-medis terkait penyakit gagal jantung7. Patofisiologi penyakit jantung8. Pengkajian focus pada klien dengan gagal jantung9. Analisis data, masalah, dan diagnose keperawatan penyakit gagal jantung10. Rencana asuhan keperawatan pada klien dengan gagal jantung 11. Kenapa orang sesak keluar dahak putih?12. KSR?

STEP 6Self Study

STEP 7Reporting

DEFINISIKondisi dimana jantung tidak lagi dapat memompakan cukup darah ke jaringan tubuh. gangguan fungsi jantung ini dapat berupa gangguan fungsi sistole dan gangguan fungsi diastole, gangguan irama jantung, atau ketidakseimbangan preload dan afterload. Sumber lain mengatakan bahwa gagal jantung atau heart failure adalah suatu keadaan dimana jumlah darah yang di pompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output dan curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Sederhananya gagal jantung didefinisikan sebagai berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya. (Nuridha 057)Gagal Jantung (Heart Failure)adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan.Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung.Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.Penyakit jantung pada lansia mempunyai penyebab yang multifaktorial yang saling tumpang tindih.Untuk itu kita harus terlebih dahulu memahami mengenai konsep Faktor Resiko dan Penyakit Degeneratif.Faktor resiko adalah suatu kebiasaan, kelainan dan faktor lain yang bila ditemukan/dimiliki seseorang akan menyebabkan orang tersebut secara bermakna lebih berpeluang menderita penyakit degeneratif tertentu.Penyakit degeneratif adalah suatu penyakit yang mempunyai penyebab dan selalu berhubungan dengan satu faktor resiko atau lebih, dimana faktor-faktor resiko tersebut bekerja sama menimbulkan penyakit degeneratif itu.Penyakit degeneratif itu sendiri dapat menjadi faktor resiko untuk penyakit degeneratif lain. Misalnya: penyakit jantung dan hipertensi merupakanfaktor resiko stroke. (Hilma 045)Gagal jantung adalah keadaan ketika jantung tidak mampu mempertahankan sirkulasi yang cukup bagi kebutuhan tubuh meskipun tekanan pengisian vena dalam keadaan normal. (Siti R 069)Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. (Widya 111)Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan. Ciri-ciri yang penting dari defenisi ini adalah pertama defenisi gagal adalah relatif terhadap kebtuhan metabolic tubuh, kedua penekanan arti gagal ditujukan pada fungsi pompa jantung secara keseluruhan. Istilah gagal miokardium ditujukan spesifik pada fungsi miokardium ; gagal miokardium umumnya mengakibatkan gagal jantung, tetapi mekanisme kompensatorik sirkulai dapat menunda atau bahkan mencegah perkembangan menjadi gagal jantung dalam fungsi pompanya.Istilah gagal sirkulasi lebih bersifat umum dari pada gagal jantung. Gagal sirkulasi menunjukkan ketidakmampuan dari sistem kardiovaskuler untuk melakukan perfusi jaringan dengan memadai. Defenisi ini mencakup segal kelainan dari sirkulasi yang mengakibatkan perfusi jaringan yang tidak memadai, termasuk perubahan dalam volume darah, tonus vaskuler dan jantung. Gagal jantung kongetif adlah keadaan dimana terjadi bendungan sirkulasi akibat gagal jantung dan mekanisme kompenstoriknya. Gagal jantung kongestif perlu dibedakan dengan istilah yang lebih umum yaitu. Gagal sirkulasi, yang hanya berarti kelebihan bebabn sirkulasi akibat bertambahnya volume darah pada gagal jantung atau sebab-sebab diluar jantung, seperti transfusi yang berlebihan atau anuria. (Dewi 123)Gagal jantung (GJ) adalah sindrom klinis (sekumpulan tanda dan gejala), ditandai oleh sesak napas dan fatik (saat istirahat atau saat aktivitas) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. Dulu GJ dianggap merupakan akibat dari berkurangnya kontraktilitas dan daya pompa sehingga diperlukan inotropik untuk meningkatkannya dan diuretik serta vasodilator untuk mengurangi beban (un-load). Sekarang GJ dianggap sebagai remodelling progresif akibat beban/penyakit pada miokard sehingga pencegahan progresivitas dengan penghambat neurohumoral (neurohumoral blocker) seperti ACE-Inhibitor Angiotensin Receptor-Blocker atau penyekat beta diutamakan di samping obat konvensional (diuretika dan digilatis) ditambah dengan terapi yang muncul belakangan ini seperti biventricular pacing, recyncronizing cardiac teraphy (RCT), intra cardiac defibrilator (ICD), bedah rekonstruksiventrikel kiri (LV reconstruction surgery) dan miplasti.

Beberapa Istilah dalam Gagal JantungGagal Jantung Sistolik dan DiastolikKedua jenis ini terjadi secara tumpang tindih dan tidak dapat dibedakan dari pemeriksaan jasmani, foto toraks atau EKG dan hanya dapat dibedakan dengan eko-Droppler.

Gagal jantung sistolik adalah ketidakmampuan kontraksi jantung memompa sehingga curah jantung menurun dan menyebabkan kelemahan, fatik, kemampuan aktivitas fisik menurun dan gejala hipoperfusi lainnya.Gagal jantung diastolik adalah gangguan relaksasi dan gangguan pengisian ventrikel. Gagal jantung diastolik didefinisikan sebagai gagal ja