Makalah bsc

Click here to load reader

Embed Size (px)

Transcript of Makalah bsc

  • TUGAS 1

    KULIAH ORGANISASI DAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

    BALANCED SCORE CARD

    RINDHA MARETA KUSUMAWATI (101414453051)

    RIA NILA BAWATI (101414453039)

    MINAT STUDI MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

    PROGRAM STUDI ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN

    FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

    UNIVERSITAS AIRLANGGA

    2014

  • ii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ............................................................................ i

    DAFTAR ISI ....................................................................................... ii

    BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................... 1

    1.1 LatarBelakang .................................................................. 1

    1.2 Tujuan .............................................................................. 3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................... 4

    2.1 DefinisiBalanced Scorecard ............................................. 4

    2.2 PerspektifdalamBalanced Scorecard ............................... 6

    2.3 KeunggulanBalanced Scorecard ..................................... 10

    2.4 Proses Balanced Scorecard ............................................ 12

    BAB 3 KESIMPULAN ........................................................................ 18

    DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 19

  • 1

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG

    Balanced Scorecard pertama kali dikembangkan pada awal tahun

    1990-an oleh Drs. Robert Kaplan (Harvard Business School) dan David Norton.Pemunculan BSC dilatarbelakangi oleh kondisi persaingan pasar

    yang semakin kompleks.Dengan adanya tekanan globalisasi yang

    membuka pintu perdagangan bagi perusahaan-perusahaan asing untuk

    berkompetisi di dalam negeri, informasi finansial (sistem tradisional) menjadi tidak cukup untuk memampukan perusahaan menghadapi persaingan yang ada.Saat ini perusahaan juga membutuhkan informasi non-finansial untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan serta

    memfasilitasi evaluasi dan kontrol terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

    Selain itu permasalahan lain yang ditemui perusahaan adalah

    tidak terimplementasinya strategi yang ditetapkan dalam kegiatan

    operasional perusahaan sehari-hari (Paul Niven, 2002). Hal ini menjadi penghambat kinerja perusahaan karena untuk bertahan dan bertumbuh dibutuhkan alignment dan fokus antara strategi yang dijalankan perusahaan dengan kegiatan sehari-hari.

    Perusahaan-perusahaan berlomba melakukan penciptaan nilai

    melalui berbagai diversifikasi produk yang tak terhitung variannya.

    Kemungkinan bagi perusahaan untuk menciptakan nilai di masa-masa

    mendatang telah bergeser dari pengelolaan aktiva berwujud (tangible

  • 2

    assets) ke pengelolaan berbagai strategi berbasis pengetahuan dengan menggali aktiva tak berwujud perusahaan (intangible assets), seperti :

    a. Menciptakan hubungan yang harmonis dan langgeng dengan

    pelanggan

    b. Mengarahkan produk dan jasa yang inovatif dan kompetitif c. Meniti teknologi informasi dan komunikasi yang canggih

    d. Menstimuli keterampilan dan motivasi karyawan

    Jika kita melihat ke belakang, kita telah melewati tiga era revolusi

    dengan cirri khasnya masing-masing :

    a. Revolusi pertanian

    Ciri era revolusi adalah penciptaan nilai tambahnya (value added) yang dicapai dengan menggunakan otot manusia dan hewan.

    b. Revolusi industri

    Ciri era revolusi adalah penciptaan nilai tambahnya yang dicapai

    dengan menggunakan sumber daya mesin dan bahan bakar

    minyak, basis persaingannya adalah efisiensi dalam alokasi

    finansial dan physical/visible/tangible assets yang mudah

    dijabarkan dalam dimensi keuangan. c. Revolusi informasi

    Ciri era revolusi ini adalah penciptaan nilai tambah yang dicapai

    dengan menggunakan kemampuan otak manusia, basis

    persaingannya adalah dalam hal mobilisasi dan eksploitasi

    invisible/intangible assets yang tidak mudah dijabarkan dalam dimensi keuangan.

  • 3

    1.2 Tujuan

    Tujuan dari Balanced Scorecard adalah sebagai berikut: 1. Mengadakan pengukuran untuk semua kegiatan yang bersifat kritis.

    2. Menyediakan system manajemen strategis yang dapat memantau implementasi perencanaan strategis.

    3. Memfasilitasi komunikasi kepada semua stakeholder khususnya

    kepada karyawan.

  • 4

    BAB 2

    BALANCE SCORECARD

    2.1 Definisi Balanced Scorecard

    Menurut Olve, dkk kata benda score merujuk pada makna penghargaan atas poin-poin yang dihasilkan (seperti dalam permainan). Dalam konteks kata kerjascore berarti memberi angka. Dengan makna yang lebih bebas scorecard berarti sutau keadaan di mana segala

    sesuatu perlu diukur. Ketika kita bicara tentang Balanced Scorecard

    dimana terdapat tambahan kata balanced di depan kata score

    maksudnya adalah bahwa angka atau score tersebut harus

    mencerminkan keseimbangan antara sekian banyak elemen penting

    dalam kinerja. (Yuwono, 2002)

    Anthony, Banker, Kaplan dan Young (1997) mendefinisikan Balanced Score cardsebagai : a measurement and management system

    that views a business units performance from fourperspectives : financial,

    customer, internal business process and learning and growth.

    Dengan demikian Balanced Scorecard merupakan suatu sistem

    manajemen, pengukuran, dan pengendalian yang secara cepat, tepat, dan komprehensif dapat memberikan pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis.

    Kaplan and Norton introduced the concept as follow the Balanced

    Scorecard translates an organization's mission and strategy into a

    comprehensive set of performance measures that provides the framework

  • 5

    for a strategic measurement and management system. the scorecard

    measures organizational performance across four linked perspectives;

    financial, customer, internal business process and learning and

    growth(Armstrong, 2001). Menurut Kaplan dan Norton definisi Balanced Scorecard adalah

    sebuah misi dan strategi organisasi ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang memberikan kerangka kerja bagi pengukuran dan sistem manajemen strategis.Balance Scorecard diukur dalam 4 perspektif yaitu; keuangan, customers, proses bisnis/intern serta pembelajaran dan pertumbuhan.

    Niven (2011) describes the Balance Scorecard as a carefully set of measures derived from an organization strategy, the measures selected

    for the scorecard represent a tool for leaders to use in communicating to

    employees and external stakeholders the outcomes and performance

    drivers by which the organization will achieve its mission and strategic

    objectives(Niven, 2011). Menurut Niven, Balanced Scorecard sebagai langkah sebuah

    organisasisebagai hati-hati mengatur langkah-langkah yang berasal dari

    strategi organisasi, langkah-langkah yang dipilih untuk scorecard

    mewakili alat bagi para pemimpin untuk digunakan dalam berkomunikasi

    dengan karyawan dan stakeholder eksternal hasil dan faktor pendorong

    kinerja dimana organisasi akan mencapai misi dan tujuan strategis Berdasarkan definisi definisi dan pemahaman yang telah

    diutarakan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa BSC adalah suatu

    system management strategic yang mengomunikasikan strategi

  • 6

    perusahaan ke dalam perspektif finansial dan non-finansial untuk

    menyelaraskan kegiatan-kegiatan yang berjalan di perusahaan dengan strateginya.

    2.2 Perspektif dalam Balanced Scorecard

    Adapun kaitan masing-masing perspektif dapat dijelaskan sebagai berikut

    1) Perspektif financial (keuangan). Pengukuran kinerja keuangan akan menunjukkan apakah

    perencanaan dan pelaksanaan strategi memberikan perbaikan

    yang mendasar bagi keuntungan perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan mempertimbangkan adanya tahapan dari siklus

    kehidupan bisnis, yaitu growth, sustain, dan harvest. Tiap tahapan

    memiliki sasaran yang berbeda, sehingga penekanan

    pengukurannya pun berbeda pula.

    Growth adalah tahapan awal siklus kehidupan perusahaan

    dimana perusahaan memiliki produk atau jasa yang secara signifikan memliki potensi pertumbuhan terbaik.

    Sustain adalah tahapan kedua dimana perusahaan

    masihmelakukan investasi dan reinvestasi dengan mengisyaratkan

    tingkat pengembalian terbaik.

    Harvest adalah tahapan ketiga di mana perusahaan benar-

    benarmemanen/menuai hasil investasi di tahap-tahap sebelumnya.

  • 7

    Perspektif ini menjadi perhatian dalam Balanced(Rangkuti, 2011) Scorecard karena ukuran keuangan merupakan konsekuensi ekonomi yang terjadi akibat keputusan dan kebijakan.

    Menurut Rangkuti (2011) kinerja pada perspektif keuangan diukur dengan menggunakan ukuran:

    a. Laba Investasi (Return On Investment)(ROI) b. Peningkatan penjualan c. Bauran pendapatan (revenue mix) d. Pemanfaatan aktiva (diukur dengan asset turn over) e. Efisiensi biaya

    Ukuran dari perspektif keuangan akan terlihat dari pencapaian

    ROE dan ROI, marjin laba serta efisiensi niaya yang semakin meningkat sehingga perusahaan dapat menguasai pasar dan lebih

    baik dibandingkan pesaing.

    2) Perspektif costumers (pelanggan). Filosofi manajemen terkini telah menunjukkan peningkatan

    pengakuan atas pentingnya customer focus dan customer

    satisfication. Jadi jika pelanggan tidak puas mereka akan mencari produsen lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kinerja yang buruk dari perspe