Makalah Blok 9...

download Makalah Blok 9...

If you can't read please download the document

  • date post

    08-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    9

Embed Size (px)

description

download

Transcript of Makalah Blok 9...

Sistem pencernaan merupakan sistem yang amat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Hidup manusia tidak pernah terlepas dari makan dan minum yang merupakan cara tubuh kita untuk mencapai homeostasis sekaligus untuk penyerapan energi yang digunakan untuk motilitas dan berbagai aktivitas pada tingkat selular lainnya.Saluran cerna merupakan saluran yang sangat sensitif dan terdiri atas banyak organ yang memungkinkan terjadinya masalah dengan tingkatan yang lebih bervariasi dan kompleks. Oleh karena itu penting bagi seorang calon dokter untuk memahami tentang saluran cerna secara baik dan mendalam, terutama fungsi normalnya sehingga lebih mudah untuk mendiagnosa kelainan yang mungkin terjadi akibat dari abnormalnya fungsi tersebut.Pada makalah kali ini, saya akan mengupas tentang saluran cerna dari mulai mulut hingga anus berdasarkan struktur makroskopis dan mikroskopisnya. Selain itu juga akan dibahas mengenai mekanisme kerja sistem pencernaan dalam mencerna 3 bahan utama, yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Enzim-enzim yang berperan didalamnya juga akan diuraikan berdasarkan fungsinya dalam saluran cerna.

PEMBAHASANBerdasarkan kasus yang ada, saya akan labih memfokuskan arah pembahasan ke Cavum oris serta organ yang terkait dengannya.

A. Struktur MakroskopisUrutan saluran pencernaan dari atas ke bawah ialah dimulai dari bibir hingga anus mencakup cavum oris, pharynx, oesophagus, tractus gastro-intestinalis yang terdiri dari gaster, intestinum tenue, intestinum crassum, rectum dan anus. Selain itu terdapat beberapa kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludah yang terdiri dari glandula parotis, glandula submandibularis dan glandula sublingualis, serta hepar dan pencreas yang mensekresi enzim pencernaan.

1.Cavum Oris

Gambar 1 : Cavum OrisCavum oris ialah ruangan yang dimulai dari rima oris dan berkahir pada isthmus faucium. Rongga ini selain berfungsi sebagai bagian dari saluran cerna juga berfungsi sebagai ruang yang dapat dilalui udara pernapasan dan juga berperan penting dalam pembentukan suara. Rongga ini terbagi atas 2 daerah yaitu vestibulum oris dan cavum oris proprium. Vestibulum oris merupakan daerah di antar bibir dan pipi di sebelah luar dan gigi bersama processus alveolarisnya di sebelah dalam. Sedangkan cavum oris proprium adalah daerah yang berada di belakang vestibulum oris yang berhadapan dengan palatum durum dan palatum molle di bagian atasnya. Ruang ini berakhir di isthmus faucium serta berisi organ sensibel yang berfungsi dalam pengecapan yaitu lingua/lidah.1Gigi-geligi pada manusia berjumlah 32 buah yang terbagi 2 menjadi 16 buah masing-masing pada bagian atas dan bawah. 16 gigi tersebut terdiri dari 2 gigi seri (dens incisivus), 1 gigi taring (dens caninus), 2 gigi geraham depan (dens premolaris) dan 3 gigi geraham belakang (dens molaris). Gigi bagian atas mendapat pendarahan dari cabang a. fascialis yaitu rr. Alveolaris superior dan a. infra orbitalis. Sedangkan gigi bagian bawah mendapat pendarahan dari a. alveolaris inferior yang juga merupakan cabang dari a. fascialis. Sedangkan sistem pembuluh baliknya ialah plexus pterygoideus yang menuju ke v. fascialis dan v. alveolaris inferior yang bermuara ke v. maxilaris. Sistem getah beningnya bermuara ke nnll. Submentales, submandibulares dan cervical profunda pars superior. Persarafan gigi meliputi nn. Alveolaris superiores anteriores medii, posteriores yang merupakan cabang dari n. maxilaris dan nn. alveolaris inferior yang merupakan cabang dari nn. mandibulares, serta nn. mentales dan bucales.Langit-langit mulut terdiri dari palatum durum yang merupakan tulang dan palatum molle yang merupakan suatu aponeurosis yang merupakan tempat lekat beberapa otot seperti m. tensor veli palatini, m. levator veli palatini, mm. uvulae, m. palatoglossus serta mm. palatopharyngeus.1Lidah merupakan struktur yang lentur berfungsi dalam proses berbicara. Organ ini juga memiliki kuncup pengecap yang menjadikannya juga berfungsi sebagai organ perasa. Lidah dapat dibedakan menjadi bagian oral yang terdiri dari apex dan corpus, serta bagian pharingeal yang padanya terdapat akar lidah (radix lingua). Corpus dan radix lingua dibatasi oleh alur yang disebut dengan sulcus terminalis. Dorsum linguae merupakan bagian yang disebut juga dengan punggung lidah. Pada garis tengahnya terdapat sulcus medianus yang bersesuaian dengan septum lingue di bagian bawahnya yang berjalan secara vertikal. bagian depan dari dorsum linguae mengandung selaput lendir yang memiliki papila. Papila terdiri atas papilla filiformis, fungiformis, foliatae dan vallatae. bagian belakangnya terdiri aras kelenjar getah bening yang disebut dengan tonsila lingualis yang akan membentuk cincin Waldeyer bersama dengan tonsilae palatinee dan tonsila pharyngea (adenoid). Lidah memiliki otot ekstrinsik yaitu M. genioglossus, M. hyoglossus, M. styloglossus dan M. palatoglossus. Selain itu, ada otot intrinsik lidah yaitu M. verticalis, M. longitudinalis superior, M. longitundinalis inferior dan M. transversalis.1Lidah mendapat pendarahan dari a. lingualis yang melalui sisi medial m. hyoglossus bercabang menjadi a. dorsalis linguae untuk radix linguae dan a. profunda linguae untuk corpus dan apex linguae. Sedangkan sistem pembuluh baliknya terdiri atas v. dorsalis linguae, vv. profunda linguae dan v. sublingualis. Getah bening lidah akan bermuara menuju nnll. submentales dan nnll. cervicales profunda pars superior. Sedangkan untuk sistem persarafannya terdiri dari sistem motorik yang dipersarafi oleh n. hypoglossus kecuali untuk n. palatoglossus yang dipersarafi oleh n. glossopharyngeus. Sistem persarafannya juga terdiri dari sistem sensorik yang terbagi untuk bagian anterior oleh n. lingualis (N. V3) dan chorda tympani (N. VII). Bagian posterior dipersarafi oleh n. IX dan X. Sedangkan untuk pengecapan dipersarafi oleh saraf pengecap yaitu N. IX.Pada cavum oris terdapat kelenjar ludah yaitu glandula parotis, glandula submandibularis dan glandula sublingualis. Glandula parotis berbentuk seperti piramid dan terletak pada fossa mandibula antara os mandibula dan m. sternocleidomastoideus. Dalam kelenjar ini terletak n. fascialis, v. fascialis posterior dan a. carotis externa. Saluran keluar dari glandula parotis ialah ductus parotideus yang sejajar dengan arcus zygomaticus.2 Glandula submandibularis terdiri dari 2 bagian yaitu bagian yang dangkal dan yang dalam. Saluran keluarnya disebut dengan ductus submandibularis Whartoni dan bermuara di caruncula sublingualis s. Papila salivaris inferior yang terletak di belakang gigi seri rahang bawah. Glandula sublingualis merupakan kelenjar dengan bentuk memanjang dan terletak di dasar rongga mulut dekat dengan frenulum linguae antara m. geniohyoideus dan m. genioglossus pada bagian medial dan m. hyoglossus pada bagian lateral. Saluran keluarnya disebut dengan ductus sublingual major dan minor.Fungsi utama rongga mulut serta gigi dalam saluran cerna ialah untuk mengunyah makanan sehingga lebih mudah dicerna. Untuk membantu fungsi ini terdapat otot-otot pengunyah yang melekatkan mandibula pada basis cranii. Otot pengunyah terdiri dari otot yang dangkal dan otot yang dalam. Otot yang dangkal terdiri atas m. masseter dan m. temporalis. Sedangkan otot yang dalam terdiri atas m. pterygoideus lateralis/externus dan m. pterygoideus medialis/internus. Otot-otot ini dipersarafi oleh n. mandibularis (N. V3).1Rongga mulut berakhir di isthmus faucium. Isthmus faucium ini menghubungkan rongga mulut dengan saluran selanjutnya yaitu oropharynx. Isthmus faucium dibatasi oleh tepi bebas dari palatum molle, arcus palatoglossus dan dorsum linguae. Pada daerah ini terdapat 2 arcus yaitu arcus palatoglossus dan arcus palatopharyngeus. Di antara kedua arcus ini terdapat sinus tonsilaris yang berisi tonsila palatina.

B. Struktur MikroskopisSistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan serta struktur yang berhubungan dengannya seperti lidah, gigi, kelenjar air liur, pankreas, hati dan vesica fellea. Berdasarkan urutan jalannya makanan, maka saluran pencernaan dimulai dari cavum oris, pharynx, oesophagus, gaster, usus halus, usus besar, rektum dan anus sebagi tempat keluar sisa pencernaan.3Adapun struktur umum dari dinding saluran pencernaan dari dalam keluar terdiri atas: Tunika mukosa : terdiri atas epitel mukosa yang memiliki jaringan ikat yang disebut sebagai lamina propria. Dibawah lamina propria terdapat tunika muskularis mukosa yang berupa lapisan otot sebagai pembatas tunika mukosa dengan tunika submukosa. Tunika submukosa : merupakan jaringan ikat padat yang memiliki pembuluh darah, pembuluh limfe serta serat saraf. Pada lapisan ini juga terdapat plexus saraf ototnom yang dikenal dengan plexus submukosa Meissner. Tunika Muskularis eksterna : lapisan ini terdiri atas 2 bagian yaitu tunika muskular interna yang tersusun sirkular dan tunika muskular eksterna yang tersusun longitudinal. Diantara keduanya terdapat plexus saraf Auerbach. Tunika Adventitia/Fibrosa : merupakan jaringan ikat longgar yang dapat bermodifikasi menjadi tunika serosa jika terdapat mesotel diluarnya. Seringkali terdapat jaringan lemak pada lapisan ini.Pada setiap organ dari saluran pencernaan, keempat lapisan ini dapat bermodifikasi sesuai dengan fungsi organ tersebut dalam sistem pencernaan.

1.Cavum OrisCavum Oris merupakan rongga yang terdiri atas labium oris, buccal, dentis, gingivae, linguae, palatum molle dan palatum durum. Labium oris merupakan area yang secara garis besar dapat terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: Area Cutanea : merupakan struktur kulit yang tipis. Area Merah Bibir (Intermedia) : merupakan area yang terdiri atas epitel berlapis gepeng tidak bertanduk. Epitel disini transparan karena mengadung butir-butir eleidin. Kemudian papilanya mengandung banyak kapiler. Area Oral Mukosa : memiliki struktur yang mirip seperti pipi dan memiliki epitel berlapis gepeng tidak bertanduk. Didapati pula glandula labialis yang bersifat seromukosa. Selai