Makalah Blok 7

download Makalah Blok 7

of 23

  • date post

    16-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    1

Embed Size (px)

description

tugas

Transcript of Makalah Blok 7

Keseimbangan Asam Basa dalam DarahGracita Geminica102013042 / D1Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJalan Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11510Email: gracita.2013fk042@civitas.ukrida.ac.id

Pendahuluan Manusia sebagai organisme multiseluler dikelilingi oleh lingkungan luar (milieu exterior) dan sel-selnya pun hidup dalam milieu interior yang berupa darah dan cairan tubuh lainnya. Cairan dalam tubuh, termasuk darah, meliputi lebih kurang 60% dari total berat badan laki-laki dewasa. Dalam cairan tubuh terlarut zat-zat makanan dan ion-ion yang diperlukan oleh sel untuk hidup, berkembang, dan menjalankan fungsinya. Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Semua pengaturan fisiologis untuk mempertahankan keadaan normal disebut homeostasis. Homeostasis ini bergantung pada kemampuan tubuh mempertahankan keseimbangan antara substansi-substansi yang ada di milieu interior. Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan 2 (dua) parameter penting, yaitu: volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urin sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa dengan mengatur keluaran ion hidrogen dan ion bikarbonat dalam urin sesuai kebutuhan. Selain ginjal, yang turut berperan dalam keseimbangan asam-basa adalah paru-paru dengan mengekskresi ion hidrogen dan CO2, dan sistem dapar (buffer) kimia dalam cairan tubuh.

Struktur Saluran PernapasanA. Makro Nasi (hidung) dibentuk oleh os nasale dan tulang rawan. Terdapat nares anterior yangmenghubungkan rongga hidung atau cavum nasi dengan dunia luar dan akan bermuara menuju vestibulum nasi. Cavum nasi dilapisi selaput lendir yang sangat kaya pembuluh darah, dan berhubungan dengan pharynx dan selaput lendir pada sinus yang mempunyai lubang yang berhubungan dengan rongga hidung. Septum nasi memisahkan cavum nasi menjadi dua. Struktur tipis ini terdiri dari tulang keras dan tulang rawan, dapat membengkok ke satu sisi lain, dan kedua sisinya dilapisi oleh membran mukosa. Di bagian posterior septum nasi, terdapat osethmoidale di superior dan vomer di inferiornya. Rongga hidung terdiri atas tiga region, yakni:11. VestibulumVestibulum hidung merupakan sebuah pelebaran yang letaknya tepat di sebelah dalamnares. Vestibulum ini dilapis oleh kulit yang mengandung bulu hidung, berguna untuk menahan aliran partikel yang terkandung didalam udara yang dihisap.12. PenghiduRegion penghidu berada di sebelah cranial; dimulai dari atap rongga hidung meluas sampai setinggi concha nasalis superior dan bagian septum nasi yang ada dihadapan concha tersebut.13. Pernafasan, bagian rongga hidung selebihnya.Dinding lateral hidung terdapat tiga elevasi yakni:a.conchasuperiorb. concha mediac. concha inferior.1Dasar cavum nasi dibentuk oleh os maxilla dan os palatinum. Sedangkan atap cavum nasi terdiri atas 3 daerah yang sesuai dengan tulang yang membentuk atap tersebut, yakni region sphemoidalis, ethmoidalis, dan frontonasal. Membrana mukosa olfactorius, pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan, mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau yaitu nervus olfactorius.1

Pharynx adalah saluran berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesophagus sebatas tulang rawan cricoid. Terletak di belakang larynx (laryngopharyngeal). Di sebelah dorsal dan lateral pharynx terdapat jaringan penyambung longgar yang menempati spatium peripharyngeal.1Pharynx dibagi menjadi tiga bagian,yakni:1. Nasopharynx (Epipharynx)Nasopharynx berada di sebelah dorsal hidung dan sebelah cranial palatum molle. Nasopharyngx dan oropharyx berhubungan melalui isthmus pharyngeum yang dibatasi oleh tepi pallatum molle dan dinding posterior pharynx. Sewaktu proses menelan dan berbicara isthmus pharyngeum tertutup oleh elevasi pallatum molle dan pembentukan lipatan Passavant di dinding dorsal pharynx. Pada masing-masing dinding lateral nasopharynx dijumpai ostium pharyngeal tuba auditivae, yakni di sebelah dorsal dan caudal ujung posterior concha nasalis inferior.12. Oropharynx (Mesopharynx)Oropharynx terbentang mulai dari palatum molle sampai tepi atas epiglottis atau setinggi corpus vertebra cervical 2 dan 3 bagian atas. Di sebelah ventral berhubungan dengan cavum oris melalui isthmus oropharyngeum dan berhadapan dengan aspek pharyngeal lidah. Pada tiap sisi arcus palatopharyngeus dan arcus palatoglossus membentuk sinus tonsillaris yang berbentuk segitiga dan berisi tonsila palatina.13. Laryngpharynx (hipopharynx)Laryngopharynx membentang dari tepi cranial epiglottis sampai tepi inferior cartilago cricoidea atau mulai setinggi bagian bawah corpus vertebra cervical 3 sampai bagian atas vertebra cervical 6. Ke arah caudal dilanjutkan sebagai oesophagus. Di dinding anterior terdapat pintu masuk ke dalam larynx (Aditus laryngis) dan di bawah aditus laryngis ini terdapar permukaan posterior cartilago arytaenoidea dan cartilago cricoidea.14. LarynxLarynx menghubungkan faring dengan trakea. Larynx sebagian besar dilapisi oleh epitel respiratorius, terdiri dari sel-sel silinder yang bersilia. Larynx merupakan tabung pendek berbentuk seperti kotak triangular dan ditopang oleh 9 kartilago yang terdiri atas:1 Cartilago tidak berpasangan Cartilago thyreoideaCartilago thyreoidea merupakan tulang rawan larynx terbesar, terdiri atas dua lamina persegi empat yang tepi anteriornya menyatu ke arah inferior, membentuk sebuah sudut yang menonjol, yang dikenal dengan promnentia laryngea (adams apple) yang pada laki-laki lebih besar.1 Cartilago cricoideaCartilago cricoidea, berbentuk semu cicin stempel, membentuk bagian inferior larynx. Masing-masing sisi cartilago cricoidea, di batas antar lamina dan arcus, bersendi dengan cornu inferius cartilago thyreoidea. Tepi inferior cartilago cricoidea bergabubg dengan cincin pertama tulang rawan trakea melalui lig. Cricotrcleale. Di sebelah posterior, tepi superior lamina bersendi dengan basis cartilago arytaenoidea.1 Epiglotis cartilago yang berbentuk daun dan menonjol keatas dibelakang dasar lidah. Epiglotis ini melekat pada bagian belakang V cartilago thyroideum. Plica aryepiglottica berjalan ke belakang dari bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea membentuk batas jalan masuk larynx.1 Cartilago berpasangan Cartilago arytaenoideaCartilago arytaenoidea, terletak di bagian belakang larynx, sebelah superolateral lamina cartilago cricoidea. Berbentuk pyramid dengan tiga permukaan, dua pocessus, sebuah basis dan apex. Permukaan anterolateral mempunyai dua lekukan; pada lekukan yang atas melekat lig. Ventriculare, lekukan yang bawah melekat M. vocalis dan M.cricoarytaenoideus.1 Cartilago corniculatumCartilago corniculatum terletak di sebelah posterior, dalam plica aryepiglottica. Bersandar pada apex cartilago arytaenoidea.1 Dua pasang lipatan lateral membagi rongga laring Pasangan bagian atas adalah lipatan ventricular (pita suara semua) yang tidak berfungsi saat produksi suara Pasangan bagian bawah adalah pita suara sejati yang melekat pada cartilago thyroidea, cartilago cricoidea, dan cartilago arytenoidea.1

Trachea adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2,5 cm. Trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan di belakang manubrium sterni, berakhir setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata thoracicae V dan bercabang menjadi dua bronchus (bronchi). Trachea tersusun atas 16 - 20 cincin terbuka yang terbentuk dari tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkarannya di sebelah belakang trachea, selain itu juga membuat beberapa jaringan otot.1Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrae thoracicae V, mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronchi (jamak) berjalan ke bawah dan menyamping, ke arah hilus pulmonalis. Bronchus kanan lebih pendek dan lebih lebar, dan lebih vertikal daripada yang kiri, sedikit lebih tinggi dari arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama di bawah arteri, disebut bronchus lobus inferior. Bronchus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan, dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelum di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan ke lobus pulmo atas dan bawah.1Cabang utama bronchus principalis dextra et sinistra bercabang menjadi bronchus lobaris sesuai dengan banyak lobus yang ada di pulmo dextra ataupun sinistra, kemudian menjadi lobus segmentalis sesuai dengan banyak segmen yang ada. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin kecil, sampai akhirnya menjadi bronchioles terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantong udara). Bronchiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1 mm. Bronchiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronchiolus terminalis berfungsi utama sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas pulmo.1Alveolus yaitu tempat pertukaran gas asinus terdiri dari bronchiolus dan respiratorius yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Ductus alveolaris seluruhnya dibatasi oleh alveolus dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir pulmo, asinus memiliki tangan kira-kira 0,5-1 cm. Terdapat sekitar 20 kali percabangan mulai dari trachea sampai saccus alveolaris. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-porikohn.1

Pulmo terdapat dalam rongga thorax kir