makalah bahasa indonesia sebagai bahasa nasional

download makalah bahasa indonesia sebagai bahasa nasional

of 21

Embed Size (px)

Transcript of makalah bahasa indonesia sebagai bahasa nasional

BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL

MAKALAH

PENYUSUN KELOMPOK I AHMAD MANSHUR(715.2.2.0889) ANDI ALFURQAN (715.2.2.0928) AMIRUL HAMZAH (715.2.2.0893) MOH. ALI YANTO (715.2.2.0927) AINUL YAKIN (715.2.2.0907) AHMAD FURKHAN (715.2.2.0913) RORO AYU ROBIYANSAH(715.2.2.0925) NURI NISAK TAMAMA (715.2.2.1005) SUSWATI (715.2.2.0988) ANNI NURUL AZIZAH (715.2.2.0910)

UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEPFAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI AKUNTANSITAHUN 2016PRAKATA

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas perkenan-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Bahasa Indonesia.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari apa yang dikatakan sempurna karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Walaupun demikian, penulis berharap bahwa makalah ini dapat diterima dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.Tidak berlebihan apabila pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.Dan tak lupa penulis menyampaikan banyak terima kasih serta seiring doa atas segala amal baik dan perhatian yang telah diberikan kepada penulis.Akhir kata semoga makalah ini dapat memenuhi syarat dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Sumenep, 14 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

PRAKATA.. iDAFTAR ISI.. iiBAB I PENDAHULUAN. 1A. Latar Belakang.... 1B. Rumusan Masalah... 1C. Tujuan Masalah... 2D. Manfaat... 2BAB II PEMBAHASAN.. 3A. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional 3B. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Lambang Kebanggaan BangsaIndonesia..... 4C. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Lambang Identitas Bangsa Indonesia 4BAB III PENUTUP.. 5A. Kesimpulan. 5B. Saran 5DAFTAR PUSTAKA.... 5

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangBahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan. (Gorys Keraf, 2004: 1)Salah satu fungsi dari bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional adalah sebagai lambang kebanggan nasional. Di samping fungsinya sebagai lambang identitas nasional. Dari kedua fungsi tersebut, fungsi yang terakhir disebutkan merupakan fungsi yang kelihatan jelas dan tidak banyak menimbulkan persoalan. Dari fungsi yang kedua itu, bangsa Indonesia menunjukkan kebanggaannya dan yang sekaligus membedakannya dengan bangsa bangsa yang lain. (Muslich, 2010: 16)Bahasa Indonesia mulai ditinggalkan si empunya. Maraknya bahasa gaul atau bahasa modern yang kini menyebar luas di kalangan pemuda-pemudi Indonesia tampaknya telah menggeser kedudukan bahasa Indonesia di mata mereka. Kini mereka tidak lagi bersemangat untuk mempelajari bahasa nasional kita seperti halnya semangat pemuda sebelum kemerdekaan. Dahulu, pemuda dan pemudi Indonesia begitu kerasnya berjuang mempersatukan Indonesia hingga pada akhirnya tercetuslah sumpah yang sangat terkenal yakni Sumpah Pemuda.Muslich (2010: 38-39) menyatakan sebagai berikut. Fenomena negatif yang masih terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut.a. Banyak orang Indonesia memperlihatkan dengan bangga kemahirannya menggunakan bahasa Inggis walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik. b. Banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing (Inggris) tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak menguasai bahasa Indonesia. c. Banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya lebih menguasai bahasa Indonesia dengan baik. d. Banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain karena telah menguasai bahasa asing (Inggris) dengan fasih walaupun penguasaan bahasa Indonesianya kurang sempurna. Kenyataan-kenyataan tersebut merupakan sikap pemakai bahasa Indonesia yang negatif dan tidak baik. Hal itu akan berdampak negatif pula pada perkembangan bahasa Indonesia. Sebagian pemakai bahasa Indonesia menjadi pesimis, menganggap remeh, dan tidak percaya kemampuan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran dan perasaanya dengan lengkap, jelas, dan sempurna. Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia masih dalam tahap pengujian dan merupakan persoalan yang memerlukan jawaban. Sebagai bangsa yang merasa bertanggung jawab terhadap bahasa nasional, kita seharusnya bisa berusaha memecahkan persoalan tersebut, walaupun secara sadar mengetahui tidak akan dapat berhasil dengan sekali pukul. Usaha usaha yang harus ditempuh untuk menanggulangi masalah tersebut, penulis tertarik membahas judul Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional.

B. Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah yang akan dibahas yaitu :1. Bagaimana Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional ?2. Bagaimana Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Lambang Kebanggaan Bangsa Indonesia ?3. Bagaimana Fungsi Bahasa Indonesia sebagaiLambang Identitas Bangsa Indonesia ?

C. Tujuan MasalahAdapun rumusan masalah yang akan dibahas yaitu :1. Untuk Mengetahui Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional.2. Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa Indonesia sebagaiLambang Kebanggaan Bangsa Indonesia.3. Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa Indonesia sebagaiLambang Identitas Bangsa Indonesia.

D. ManfaatAdapun manfaat dari makalah ini : 1. Bagi PenulisAgar dapat memberikan sumbangan pengetahuan tentang bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.2. Bagi Anak MudaAgar dapat memberikan motivasi untuk membanggakan bahasa Indonesia.3. Bagi PebisnisAgar dapat memberikan pengetahuan bahwa begitu pentinya bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa. 4. Bagi MasyarakatAgar dapat memberikan pengetahuan bahwa menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tingggi kepada NKRI melalui bahasa Indonesia.

BAB IIPEMBAHASAN

A. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa NasionalJanganlah sekali-kali disangka bahwa berhasilnya bangsa Indonesia mempunyai bahasa Indonesia ini bagaikan anak kecil yang menemukan kelereng di tengah jalan. Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang. (Untuk meyakinkan pernyataan ini, silahkan dipahami sekali lagi Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia). Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke bumi Nusantara, dengan bukti-bukti prasasti yang ada, misalnya yang didapatkan di Bukit Talang Tuwo dan Karang Brahi serta Batu Nisan di Aceh. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional ditetapkan melalui Ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 yang berbunyi sebagai berikut:

Kami poetera dan poeteri Indonesiamengakoe bertoempah darah satoe,Tanah Air Indonesia.Mengakoe berbangsa satoe,Bangsa Indonesia.Kami poetera dan poeteri IndonesiaMendjoendjoeng bahasa persatoean,Bahasa Indonesia.

Dari ketiga butir di atas yang paling menjadi perhatian pengamat (baca: sosiolog) adalah butir ketiga. Butir ketiga itulah yang dianggap sesuatu yang luar biasa. Dikatakan demikian, sebab negara-negara lain, khususnya negara tetangga kita, mencoba untuk membuat hal yang sama selalu mengalami kegagalan yang diikuti dengan bentrokan sana-sini. Oleh pemuda kita, kejadian itu dilakukan tanpa hambatan sedikit pun, sebab semuanya telah mempunyai kebulatan tekad yang sama. Kita patut bersyukur dan angkat topi kepada mereka.Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda, bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca di seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu terjadi sudah berabad-abad sebelumnya. Dengan adanya kondisi yang semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Di balik itu, mereka telah menyadari bahwa bahasa daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai alat perhubungan antar suku, sebab yang diajak komunikasi juga mempunyai bahasa daerah tersendiri. Adanya bahasa Melayu yang dipakai sebagai lingua franca ini pun tidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah. Bahasa daerah tetap dipakai dalam situasi kedaerahan dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang semacam itulah, khusunya pemuda-pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi sakti di atas.Apakah ada bedanya bahasa Melayu pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928? Perbedaan wujud, baik struktur, sistem, maupun kosakata jelas tidak ada. Jadi, kerangkanya sama. Yang berbeda adalah semangat dan jiwa barunya. Sebelum Sumpah Pemuda, semangat dan jiwa bahasa Melayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa Melayu. Akan tetapi, setelah Sumpah Pemuda semangat dan jiwa bahasa Melayu sudah bersifat nasional atau jiwa Indonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang berjiwa semangat baru diganti dengan nama bahasa Indonesia. (Muslich, 2010: 26).Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa menjelaskan Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :1. lambang kebanggaan nasional,2. lambang identitas nasional.

B. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Lambang Kebanggaan Bangsa IndonesiaSebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia memancarkan nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dan kita harus mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, kita harus memakainya setiap hari terutama di lingkungan sekolah/kampus dan tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan baik dan benar serta memelihara dan mengembangkannya. Kesadaran mencintai