Makalah Bahasa Gaul

Click here to load reader

  • date post

    13-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    7.522
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Bahasa Gaul

MAKALAH KAJIAN KEBAHASAANBAHASA GAUL SEBAGAI TUTUR BAHASA REMAJA

DISUSUN OLEH :

ERA BUDI WALUYO091644047

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYAFAKULTAS ILMU PENDIDIKANPENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR2009BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangAkhir-akhir ini, banyak orang tua yang mengeluhkan tutur bahasa anak-anaknya yang amburadul, sulit dimengerti dan semakin jauh dari sopan santun. Memang bahasa anak muda zaman sekarang cenderung lebih arogan jika di bandingkan dengan zaman dulu, tapi itulah yang namanya perubahan. Arus teknologi dan pengetahuan kini sudah semakin maju, begitu juga cara berpikir anak-anak muda zaman sekarang juga semakin melaju cepat.Bahasa gaul penuh rahasia. Hanya remaja yg bisa mengkomunikasikan secara aktif. Hal ini di sebabkan bahasa remaja hasil campur aduk berbagai bahasa dengan berbagai perubahan. Dalam kacamata psikologi, remaja merupakan masa tumbuh adoles cence (tumbuh menjadi dewasa). Dilapangan,sistem tidak memihak remaja. Guru-guru kita mewasiatkan penggunaan bahasa yg baik dan benar. Celakanya, banyak guru yang menjejali konsep ejaan yang disempurnakan(EYD) dalam berkomunikasi. Hasilnya penggunaan bahasa terkesan kaku dan formal. Akhirnya para remaja mencoba keluar dari kekakuan bahasa ini, yaitu dengan menggunakan bahasa gaul.Mengingat semakin berkembangnya arus komunikasi, maka siswa telah mengesahkan pemakaian bahasa gaul di setiap situasi dan tidak memperhatikan keadaan dengan siapa dan dimana mereka menggunakan bahasa tersebut. Kalau hal itu sampai dibiarkan terus terjadi, maka sikap kesopanan berbahasa sebagai bentuk kesopanan terhadap orang yang lebih tua sudah terabaikan.Bahasa gaul bukan hanya milik anak kota, anak desapun fasih melafalkanya. Berarti bahasa gaul merupakan gejala sosial dan fenomenal. Karya seni tulis seperti puisi, naskah drama, dan novel pun banyak yang berbahasa gaul. Jangkauan bahasa gaul semakin luas dengan bertebaranya produk tren budaya pop-film dan musik. Begitulah bahasa remaja, berkembang seiring dinamisasi zaman. Terus bergerak seiring jalanya peradaban.Bahasa gaul remaja sebagai variasi bahasa mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan tutur remaja dengan tutur bahasa yang lain. Karakteristik bahasa gaul remaja tampak pada pilihan kosakata, ungkapan, pola, dan strukturnya.Remaja sebagai kelompok sosial tertentu yang ada di dalam masyarakat menggunakan bahasa gaul tidak hanya ketika berkomunikasi dengan anggota kelompoknya, tetapi juga dengan kelompok generasi tua. Selain itu, bahasa gaul rermaja memiliki keunikan-keunikan yang bersifat kreatif dan memiliki nilai sosial tersendiri. Oleh karena itu, makalah kami yang berjudul Bahasa Gaul Sebagai Tutur Bahasa Remaja sangat menarik untuk disimak.

1.2 Rumusan MasalahRumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:1). Bagaimana perkembangan bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia saat ini?2). Bagaimana sejarah pemakaian bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia?3). Bagaimana ciri-ciri bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia?4). Bagaimana bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja menjadi solidaritas kaum muda di Indonesia?5). Bagaimana distribusi geografis bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia?

1.3 Tujuan Secara umum, tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memeriksa pemakaian bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja. Secara khusus, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:1). Mendiskripsikan perkembangan bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia saat ini.2). Mendiskripsikan sejarah pemakaian bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia.3). Mendiskripsikan ciri-ciri bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia.4). Mendiskripsikan bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja dapat menjadi pengikat solidaritas kaum muda di Indonesia. 5). Mendiskripsikan distribusi geografis bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia?

1.4 Manfaat Secara operasional, manfaat yang diharapkan dari makalah ini adalah manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoristis yang diharapkan adalah memperkaya kajian sosiolinguistik khususnya tentang variasai bahasa, serta dapat menghasilkan deskripsi mengenai bahasa gaul sebagai bahasa remaja.Manfaat praktis yang dapat diharapkan dari makalah ini adalah bagi guru khususnya yaitu untuk bahan pengajaran. bagi pembaca, makalah ini dapat menambah pemahaman berbagai bahasa di dalam masyarakat, dan bagi penulis, makalah ini dapat digunakan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah kajian kebahasaan.

BAB IILANDASAN TEORI

2.1 Pengertian BahasaMenurut Chaer (dalam Massofa, 2009) bahasa adalah suatu sistem lanuang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkornunikasi, dan mengindenfikasi diri. Menurut pendapat di atas rnaka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh rnasyarakat untuk berkornunikasi.Keraf (dalam Massofa, 2009) mengatakan bahwa bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus bunyi dan yang mempunyai makna. Bahasa sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus ujaran) dan makna (isi). Menurut pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap yang merupakan alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa bentuk dan makna.

2.2 Fungsi Bahasa dalam MasyarakatBahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam hidup manusia. Manusia sudah menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi antarsesamanya sejak berabad-abad silam. Bahasa hadir sejalan dengan sejarah sosial komunitas-komunitas masyarakat atau bangsa. Pemahaman bahasa sebagai fungsi sosial menjadi hal pokok manusia untuk mengadakan interaksi sosial dengan sesamanya.Bahasa bersifat arbitrer. Oleh karena itu, bahasa sangat terkait dengan budaya dan sosial ekonomi suatu masyarakat penggunanya. Hal ini memungkinkan adanya diferensiasi kosakata antara satu daerah dengan daerah yang lain.Perkembangan bahasa tergantung pada pemakainya. Bahasa terikat secara sosial, dikontruksi, dan direkonstruksi dalam kondisi sosial tertentu daripada tertata menurut hukum yang diatur secara ilmiah dan universal. Oleh karena itu, bahasa dapat dikatakan sebagai keinginan sosial (Kompas.com: 2006).Disamping fungsi sosial, bahasa tidak terlepas dari perkembangan budaya manusia. Bahasa berkembang sejalan dengan perkembangan budaya manusia. Bahasa dalam suatu masa tertentu mewadahi apa yang terjadi di dalam masyarakat. Sehingga, bahasa dapat disebut sebagai cermin zamannya.Sumarsono dan Paini Partana (dalam Grafura, 2006) menyatakan bahwa bahasa sebagai produk sosial atau produk budaya. Bahasa tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan manusia. Sebagai produk sosial atau budaya, bahasa berfungsi sebagai wadah aspirasi sosial, kegiatan dan perilaku masyarakat, dan sebagai wadah penyingkapan budaya termasuk teknologi yang diciptakan oleh masyarakat pemakai bahasa itu. Keraf (dalam Grafura, 2006) yang menyatakan bahwa bahasa apabila ditinjau dari dasar dan motif pertumbuhannya, bahasa berfungsi sebagai (1) alat untuk menyatakan ekspresi diri, (2) alat komunikasi, (3) alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, dan (4) alat untuk mengadakan kontrol sosial.Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri dipergunakan untuk mengkespresikan segala sesuatu yang tersirat di dalam pikiran dan perasaan penuturnya. Ungkapan pikiran dan perasaan manusia dipengaruhi oleh dua hal yaitu oleh keadaan pikiran dan perasaan itu sendiri. Ekspresi bahasa lisan dapat dilihat dari mimik, lagu/intonasi, tekanan, dan lain-lain. Ekspresi bahasa tulis dapat dilihat dengan diksi, pemakaian tanda baca, dan gaya bahasa. Ekspresi diri dari pembicaraan seseorang memperlihatkan segala keinginannya, latar belakang pendidikannya, sosial, ekonomi. Selain itu, pemilihan kata dan ekspresi khusus dapat menandai indentitas kelompok dalam suatu masyarakat.Menurut Pateda (dalam Grafura, 2006) bahwa bahasa merupakan saluran untuk menyampaikan semua yang dirasakan, dipikirkan, dan diketahui seseorang kepada orang lain. Bahasa juga memungkinkan manusia dapat bekerja sama dengan orang lain dalam masyarakat. Hal tersebut berkaitan erat bahwa hakikat manusia sebagai makhluk sosial memerlukan bahasa untuk memenuhi hasratnya.Sebagai alat komunikasi, bahasa mempunyai fungsi sosial dan fungsi kultural. Bahasa sebagai fungsi sosial adalah sebagai alat perhubungan antaranggota masyarakat. Sedangkan sebagai aspek kultural, bahasa sebagai sarana pelestarian budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini meliputi segala aspek kehidupan manusia yang tidak terlepas dari peranan kehidupan manusia yang tidak terlepas dari peranan bahasa sebagai alat untuk memperlancar proses sosial manusia.Bahasa berperan meliputi segala aspek kehidupan manusia. Termasuk salah satu peran tersebut adalah untuk memperlancar proses sosial manusia. Hal ini sejalan dengan pendapat Nababan (dalam Grafura, 2006) bahwa bahasa adalah bagian dari kebudayaan dan bahasalah yang memungkinkan pengembangan kebudayaan sebagaimana kita kenal sekarang.Bahasa dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial, hal ini mengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk. Kemajemukan ini membutuhkan satu alat sebagai pemersatu keberseragaman tersebut. Di sinilah fungsi bahasa sangat diperlukan sebagai alat integrasi sosial. Bahasa disebut sebagai alat adaptasi sosial apabila seseorang berada di suatu tempat yang memiliki perbedaan adat, tata krama, dan aturan-aturan dari tempatnya berasal. Proses adaptasi ini akan berjalan baik apabila terdapat sebuah alat yang membuat satu sama lainnya mengerti, alat tersebut disebut bahasa. Dari uraian ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia.Salah satu butir sumpah pemuda adalah menjunjung tinggi bahasa persatua