Makalah bahasa

Click here to load reader

  • date post

    10-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    889
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of Makalah bahasa

Slide 1

makalah BAHASA indonesiaPendekatan pembelajaran bahasa dan sastra indonesia sekolah dasar KELOMPOK IIEPANDEKA (819794302)LISKA (819379308)NOVI HELEN (819746301)SISKA SARI OKTAPIA (819746333)TENTRA MIKA (819794524)PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangUntuk mencapai tujuan bahasa indonesia guru harus mampu memilih pendekatan, untuk peserta didiknya. Pendekatan adalah teori-teori tentang hakikat bahasa dan pembelajaran bahasa yang berfungsi sebagai sumber landasan atau prinsip pengajaran bahasa. Pendekatan bersifat aksiomatis, dalam pengertian bahwa kebenaran teori-teori linguistic dan teori belajar bahasa yang digunakan tidak dipersoalkan lagi. Ada tiga pendekatan yaitu pendekatan whole language, pendekatan komunikatif, dan pendekatan kontekstualRUMUSAN MASALAHApakah pengertian dari pendekatan whole language, pendekatan komunikatif, dan pendekatan kontekstual ?Komponen apa saja yang terdapat dalam pendekatan whole language dan pendekatan kontekstual ?Bagaimana merancang pengajaran dengan pendekatan whole language, pendekatan komunikatif, dan pendekatan kontekstual ?

TUJUANDapat memahami apa itu pendekatan whole language, pendekatan komunikatif, dan pendekatan kontekstual.Dapat mengetahui komponen-komponen dalam pendekatan whole language dan pendekatan kontekstual.Mampu marancang pengajaran dengan pendekatan whole language, pendekatan komunikatif, dan pendekatan kontekstualPEMBAHASANPendekatan Whole Language (PWL)(Landasan Teoretis, Komponen PWL, Merancang Pengajaran PWL)Pendekatan Komunikatif(Landasan Teoretis, Merancang Pengajaran Komunikatif)Pendekatan Kontekstual(Landasan Teoretis, Komponen Pendekatan Kontekstual, Merancang Pengajaran Kontekstual)PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE (PWL)Pengertian Pendekatan Whole LanguageWhole language adalah salah satu pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahsa secara utuh, tidak terpisah-pisah. Aktivitas-aktivitas pembelajaran lebih bergerak dari keseluruhan ke bagian, daripada bagian ke keseluruhan. Contoh, siswa belajar puisi dari keseluruhan, kemudian bergerak ke bagian, seperti bait, baris , rima, bunyi, dan sebagainya.

Landasan Teoretis PWL mendapatkan dukungan dari ahli bahasa dan ahli filsafat/psikologi. Dari ahli bahasa PWL mendapat dukungan dari Ring (1991), berkeyakinan bahwa bahasa merupakan satu kesatuan (whole) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Dari ahli filsafat/psikologi yaitu Roberts (1996) menyatakan bahwa anak atau siswa membentuk sendiri pengetahuannya melalui peran aktifnya dalam belajar secara utuh (whole) dan terpadu (integrated).

Komponen pendekatan whole language (PWL)Menurut Routman (dalam Suratinah & Prakoso, 2009:2,4) ada delapan komponen PWL yaitu :Membaca Nyaring (Reading Aloud)Menulis Jurnal (Jurnal Writing)Membaca Diam (Sustained Silent Reading)Membaca Bersama/berbagi (Shared Reading)Membaca Terbimbing (Guided Reading)Menulis Terbimbing (Guided Writing)Membaca Bebas (Independen Reading)Menulis Bebas (Independent Writing) Tujuan PengajaranTujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah menguasai keterampilan berbahasa secara utuh, tidak terpisa-pisah. Dalam suatu kegiatan berbahasa, empat keterampilan berbahasa diusahakan dapat dikuasai. Materi PengajaranMateri diambil dari lingkungan yang dekat dengan anak. Dengan demikian, ada sesuatu yang dapat dicontoh oleh siswa dalam menguasai sesuatu. Peran Siswa Dan Gurusiswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang bermakna. Guru lebih berperan fasilitator pembelajaran.

MERANCANG PENGAJARAN DENGAN PWL10 Teknik MengajarBisa berupa tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan. Misalnya dalam menulis bebas siswa dapat berlatih menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Pertama siswa manulis teks sesuai dengan minat siswa. Kedua siswa membacaka tulisannya ke depan kelas. Ketiga siswa mendiskusikan tulisan temannya. Keempat, siswa merangkum hasil diskusi. Teknik PenilaianPenilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Proses observasi dalam waktu panjang ini memiliki kelebihan dalam memeriksa kemampuan siswa.PENDEKATAN KOMUNIKATIFPengertian Pendekatan KomunikatifPendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa dan mengembangkan prosedur-prosedur bagi empat keterampilan berbahasa, yang mencakup menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

Landasan TeoretisPendekatan komunikatif mendapat dukungan dari dua kelompok ahli linguistik, yakni ahli sosiolinguistik yang dipelopori oleh Dell Hymes (di Amerika). Dan ahli linguistik sosial yang dipelopori oleh Firth dan Halliday (di Inggris). Kedua kelompok ini mempunyai pandangan sama tetntang hakikat bahasa, yaitu bahasa sebagai alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial-budaya. Bahasa haruslah dipandang dari sudut fungsi dan aspek sosial.

MERANCANG PENGAJARAN DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIFTujuan PengajaranTujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran berpendekatan komunikatif adalah terbina dan terkembangkannya kemampuan komunikatif atau kompetensi komunikatif siswa.Materi PengajaranDalam pendekatan komunikatif, pemilihan materi didasarkan pada hasil analisis kebutuhan (need analysis) siswa. Analisis kebutuhan siswa didasarkan pada latar belakang (pendidikan, status social, dsb). Silabus yang digunakan adalah silabus yang menempatkan bahasa untuk alat komunikasi.Peran Siswa dan GuruDalam pengajaran bahasa komunikatif, peran siswa adalah sebagai negosiator antara dirinya sendiri, proses belajar, dan objek yang dipelajari. Dan guru hanya sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar.

Teknik MengajarBeberapa teknik dapat digunakan antara lain Tanya jawab, diskusi, latihan, simulasi, produksi, dan demonstrasi. Teknik PenilaianUntuk mengukur keberhasilan siswa dititikberatkan pada tes kompetensi komunikatif (TKK). TKK adalah tes yang manitikberatkan pada kemampuan berkomunikasi pada situasi tertentu.Beberapa pertimbangan menyusun TKK adalah:Mempertimbangkan komponen-komponen komunikasi, seperti interaksi, tujuan, konteks, dan ketakterdugaan.Mementingkan penguasaan fungsi bahasa.Yang diuji adalah kemampuan siswa berkomunikasi, yakni `aspek ketepatan dan kelancaran.Mementingkan kepantasan jawaban.Bersifat langsung.PENDEKATAN KONTEKSTUALPengertian Pendekatan KontekstualPendekatan kontekstual atau Contectual Teaching and Learning (CTL) menurut Johnson (dalam Nurahadi, 2003:12) adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu konteks lingkungan pribadi, social, dan budayanya.

Landasan TeoretisTerdapat dua teori atau pandangan yang melatarbelakangi munculnya pembelajaran kontekstual, yaitu filsafat progresivisme, dan teori kongnitif. Pembelajaran kontekstual berakar pada filsafat progresivisme John Dewey, seorang filsuf Amerika Serikat.KOMPONEN PENDEKATAN KONTEKSTUALKonstruktivisme (Construktivism)Bertanya (Questioning)Inkuiri (Inquiri)Masyarakat Belajar (Learning Community)Permodelan (Modelling)Refleksi (Reflection)Asesmen Autentik (Authentic Assesment)

MERANCANG PENGAJARAN PENDEKATAN KONTEKSTUALMenurut Suyanto (2002:14) terdapat sebelas kata kunci dalam pembelajaran kontekstual yaitu:(1) Kerja sama, (2) Saling menunjang, (3)Gembira, (4)Belajar dengan bergairah, (5)Pembelajaran terintegrasi, (6)Menggunakan berbagai sumber, (7)Siswa aktif, (8)Susana kelas menyenangkan, tidak membosankan, (9)Sharing berbagi dengan teman, (10)Siswa kritis, (11)Guru kreatif

Gambaran tentang kelas bahasa dan sastra Indonesia dikembangkan dengan pendekatan kontekstual:

Adanya kerja sama antara guru-siswa, siswa-siswa, guru orang tua, sekolah-masyarakat.Guru bahasa dan sastra Indonesia harus merancang kelas dalam suasana yang gembira, menyenangkan, dan tidak ada tekanan.Guru bahasa dan sastra Indonesia SD selalu merncang pembelajarannya secara integrasi.

Kelas bahasa dan sastra Indonesia tidak akan melakukan aktivitas menghafal sebagai kegiatan pokok, tetapi siswa lebih banyak melakukan inkuiri.Dalam kelas bahasa dan sastra Indonesia guru melakukan asesmen berbasis kelas atau asesmen autentik.Dalam kelas bahasa dan sastra Indonesia selalu diakhiri dengan kegiatan refleksi untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan oleh guru dan siswa.

KESIMPULANBerdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan Whole language adalah pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh, tidak terpisah-pisah. Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif. Dan pendekatan kontekstual adalah konsep belajar di mana menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.SARANDalam pembelajarn bahasa dan sastra Indonesia hendaknya guru melakukan pengajaran dengan pendekatan yang sesuai dengan materi. Dan pendekatan whole language, pendekatan komuniktif, serta pendekatan kontekstual bisa dijadikan acuan untuk pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

TERIMA KASIH