Makalah Aik

45
MAKALAH “TERORISME MENURUT PANDANGAN MUHAMMADIYAH” Disusun oleh kelompok VII : MUHAMMAD AMIRULLAH (201010420311042) DONI WARIATMAN (201010420311021) YANUAR REFANGGA ARIA (201010420311004) CATUR PRIYO YOWONO ( 201010420311019) PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TAHUN AJARAN 2011-2012

description

Makalah Aik

Transcript of Makalah Aik

Page 1: Makalah Aik

MAKALAH

“TERORISME MENURUT PANDANGAN MUHAMMADIYAH”

Disusun oleh kelompok VII :

MUHAMMAD AMIRULLAH (201010420311042)

DONI WARIATMAN (201010420311021)

YANUAR REFANGGA ARIA (201010420311004)

CATUR PRIYO YOWONO ( 201010420311019)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

TAHUN AJARAN 2011-2012

Page 2: Makalah Aik

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ Terorisme menurut pandangan muhammadiyah”.

Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.

Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Terima kasih

Malang, 4 Mei 2012

Penulis

Page 3: Makalah Aik

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Terorisme merupakan salah satu topik pembahasan terpenting yang kerap menjadi obyek

pembicaraan kalangan politisi dan para ahli. Dikarenakan pentingnya permasalahan ini, banyak tulisan-tulisan

dan ide-ide yang dituangkan dengan berbagai macam cara guna mengkaji masalah ini. Dengan dalih

memerangai teroris, ajaran-ajaran luhur agama Islam luput menjadi obyek sasaran penguasa-penguasa barat,

dan kaum muslimin diperkenalkan sebagai wajah-wajah teroris. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan

dana besar dan kebijakan apapun guna menjaga kepentingan pemerintahan dan rezim mereka. Mereka lupa

bahwa sejak semula keberadaannya, Islam telah mencanangkan perang melawan terorisme sebagai salah satu

agendanya, dan di masa dimana kekerasan menjadi ideologi masyarakat kala itu, Islam datang seraya

menjunjung tinggi jiwa, kepemilikan dan harkat martabat manusia.

Oleh karenanya, perlu bagi kita untuk menjelaskan pandangan Islam mengenai terorisme dan dengan

berpijak pada titik-titik persamaan dalam definisi dari istilah yang ada, kami akan menjelaskan poin-poin

utama pengertian terorisme yang terdapat dalam ajaran-ajaran agama Islam.

Intinya, studi ini mencoba untuk membuktikan bahwa agama Islam bukan hanya agama anti

teror dan terorisme, bahkan ia adalah agama yang memiliki strategi yang matang dalam memerangi dan

menghadapai aksi terorisme. selain itu artikel ini pun berupaya untuk menyampaikan pandangan

muhammadiyah mengenai terorisme dengan menyoroti persamaan-persamaan yang ada dalam

pendefinisiannya.

Page 4: Makalah Aik

BAB II

PEMBAHASAN

  2.1 Definisi Terorisme

Sebelum kita membahas tentang terorisme menurut pandangan agama Islam, terlebih

dahulu marilah kita pahami tentang pengertian terorisme.Menurut kamus besar Bahasa

Indonesia, artinya :

Terorisme : Adalah Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha

mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik).

Teroris : Adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut

(biasanya untuk tujuan politik).

Teror : Adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan

ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan.

Selanjutnya mari kita cermati dan kita tela’ah kembali ajaran Islam, agama yang diridlai

Allah SWT, sebagai petunjuk bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia

yang sedang kita jalani sekarang ini, maupun kebahagiaan hidup yang haqiqi di akhirat kelak.

Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW dengan membawa agama Islam di tengah-

tengah manusia ini sebagai rahmat, dan merupakan suatu kenikmatan yang besar bagi

manusia bukan suatu mushibah yang membawa malapetaka. Allah SWT berfirman :

Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

[QS. Al-Anbiyaa' : 107]

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada ummat manusia seluruhnya, sebagai

pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak

mengetahui. [QS. Saba' : 28]

Page 5: Makalah Aik

Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan

keselamatan dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-

gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seidzin-Nya dan menunjuki mereka ke

jalan yang lurus. [QS. Al-Maaidah : 15-16]

Sungguh Allah telah memberi kenikmatan kepada orang-orang mukmin ketika Allah

mengutus di kalangan mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang

membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan

kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu,

mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. [QS. Ali Imran : 164]

Dari ayat-ayat tersebut dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lain, menerangkan bahwa Nabi

Muhammad SAW dan Islam yang diserukannya, benar-benar membawa rahmat di alam

semesta ini, dan mengeluarkan manusia dari gelap-gulita (tanpa mengetahui tujuan hidup), ke

alam yang terang-benderang, sehingga mengetahui jalan yang lurus yang membebaskan

dirinya dari kesesatan menuju jalan yang menyelamatkan hidupnya di dunia dan di akhirat

kelak.

Bahkan sebelum Nabi menyerukan Islam, manusia selalu dalam kekacauan dan permusuhan,

sebagaimana peringatan Allah dalam surat Ali Imran : 103

Page 6: Makalah Aik

Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-

musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah

orang-orang yang bersaudara … [QS. Ali Imran 103]

Oleh karena itu seharusnyalah manusia bersyukur kepada Allah atas diutusnya Nabi

Muhammad SAW membawa dinul Islam ini. Karena hanya dengan Islamlah manusia di

dunia ini dapat hidup rukun, damai dan saling menebarkan kasih sayang. Dengan

mengabaikan Islam, maka dunia akan kacau-balau, terorisme timbul di mana-mana seperti

sekarang ini.

Agama Islam yang suci ini dibawa oleh Rasulullah yang mempunyai kepribadian yang suci

pula, serta memiliki akhlaqul karimah dan sifat-sifat yang terpuji, sebagaimana dijelaskan

oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi, antara lain :

Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka.

Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari

sekelilingmu. [QS. Ali Imran : 159]

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa

olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat

belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. [QS. At-Taubah : 128]

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki sifat lemah-lembut

serta hati beliau terasa amat berat atas penderitaan yang menimpa pada manusia, maka beliau

berusaha keras untuk membebaskan dan mengangkat penderitaan yang dirasakan oleh

manusia tersebut.

Rasulullah SAW bersabda :

Page 7: Makalah Aik

Dari ‘Aisyah istri Nabi SAW, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Hai ‘Aisyah,

sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang dan senang kepada kasih sayang, dan Dia

memberi (kebaikan) pada kasih sayang itu apa-apa yang Dia tidak berikan kepada

kekerasan, dan tidak pula Dia berikan kepada apapun selainnya”. [HR. Muslim juz 4, hal.

2003

Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang

paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya. [HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no.

20874]

Dan apabila Allah mencintai kepada seorang hamba, Allah memberinya kasih sayang

(kelemah-lembutan). Dan tidaklah suatu keluarga yang terhalang dari kasih sayang,

melainkan mereka terhalang pula dari kebaikan. [HR. Thabrani dalam Al-Kabiir juz 2, hal.

306, no. 2274]

Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa ada seorang ‘Arab gunung kencing di masjid, lalu

orang-orang marah, dan akan memukul sebagai hukuman. Kemudian melihat kemarahan para

shahabat tersebut, beliau bersabda :

Biarkanlah dia, dan siramlah pada bekas kencingnya itu seember atau setimba air, karena

sesungguhnya kamu sekalian diutus untuk memberi kemudahan bukan diutus untuk membuat

kesukaran/kesusahan. [HR. Bukhari juz 1, hal. 61]

Page 8: Makalah Aik

Dalam sabdanya yang lain :

Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Permudahlah dan jangan mempersulit. Dan

gembirakanlah dan jangan kalian membuat manusia lari”. [HR. Bukhari, juz 1, hal. 25 ]

Setelah kita cermati kembali tentang dinul Islam sekaligus peribadi Rasulullah SAW yang

diamanati oleh Allah SWT untuk menyebarkan dinul Islam ke seluruh ummat manusia, maka

jelas sekali bahwa terorisme sama sekali tidak dikenal, bahkan bertolak belakang dengan

ajaran Islam.

Terorisme dengan menggunakan kekerasan, kekejaman serta kebengisan dan cara-cara lain

untuk menimbulkan rasa takut dan ngeri pada manusia untuk mencapai tujuan.

Sedangkan Islam dengan lemah-lembut, santun, membawa khabar gembira tidak menjadikan

manusia takut dan lari, serta membawa kepada kemudahan, tidak menimbulkan kesusahan,

dan tidak ada paksaan.

Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa dalam peperangan pun Nabi SAW berpesan

kepada para shahabat, sabda beliau :

Hai manusia, janganlah kamu menginginkan bertemu dengan musuh, dan mohonlah kepada

Allah agar kalian terlepas dari marabahaya. Apabila kalian bertemu dengan musuh, maka

bershabarlah dalam menghadapi mereka, dan ketahuilah bahwasanya surga itu dibawah

bayangan pedang”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1372

Pesan Nabi SAW tersebut menunjukkan betapa kasih sayang beliau terhadap jiwa manusia,

sekalipun dalam peperangan sedapat mungkin menghindari bertemu musuh agar tidak terjadi

marabahaya. Namun kalau terpaksa bertemu dengan musuh, jangan takut dan jangan dihadapi

dengan hawa nafsu yang melampaui batas, tetapi hendaklah dihadapi dengan shabar dan

tabah, karena surga di bawah bayangan pedang.

Page 9: Makalah Aik

Memang kedua hal tersebut mempunyai tujuan yang berbeda. Terorisme biasanya digunakan

untuk tujuan politik, kekuasaan, sedangkan Islam bertujuan untuk menuntun manusia dalam

mencapai kebahagiaan hidupnya dengan dilandasi rasa kasih sayang hanya semata-mata

mengharap ridla Allah SWT.

Oleh karena itu rasanya tidak berlebihan kalau ada orang yang mengatakan bahwa "politik itu

kotor", karena dalam mencapai tujuannya dengan menghalalkan segala cara, sekalipun

dengan terorisme. Dengan demikian bagi seorang muslim haram hukumnya mendukung,

mengikuti alur politik yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan politiknya.

Yang demikian itu bukan berarti orang Islam tidak boleh berpolitik, tidak boleh meraih

kekuasaan. Boleh berpolitik, tetapi tidak boleh keluar dari bingkai Islam, dengan tujuan untuk

kejayaan Islam dengan mengharap ridla Allah semata-mata.

Dalam mencapai kesuksesan cita-cita harokahnya, Rasulullah melalui cara-cara yang

ditunjukkan oleh Allah serta berusaha memenuhi persyaratan untuk memperoleh janji Allah,

karena janji Allah pasti tepat dan tidak perlu diragukan.

Rasulullah SAW membina kekuatan dari bawah, sebagaimana firman Allah :

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik

seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu

memberikan buahnya pada setiap musim dengan idzin Tuhannya. Allah membuat

perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan

perumpamaan kalimat-kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk yang telah dicabut

dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. [QS.

Ibrahim : 24-26]

Page 10: Makalah Aik

Rasulullah membina dasar tauhid pada ummat manusia + 10 tahun di Makkah dengan penuh

tantangan, tindak kekejaman dan terorisme dilakukan oleh orang-orang musyrikin dan kafirin

Makkah terhadap Nabi dan para pengikutnya.

Namun teror-teror yang dilakukan oleh mereka tidak menjadikan kaum muslimin takut,

malah makin bertambah kuat dan mendorong lebih dekat dan berserah diri (tawakkal) kepada

Allah SWT.

Dalam suatu peristiwa, orang kafir melakukan teror dengan ucapan :

Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu

takutlah kepada mereka. Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka

menjawab, “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik

pelindung”. [QS. Ali Imran : 173]

Itulah buah tauhid yang kuat, bagaikan pohon yang baik, tidak akan tumbang walaupun

dihempas badai topan yang dahsyat.

Untuk menumbuhkan pohon-pohon yang baik seperti itu perlu menanam dan memelihara

dengan sungguh-sungguh, bekerja keras dan ikhlash, semata-mata karena Allah, tidak mudah

tergiur dengan tipudaya dunia yang dapat membelokkan cita-cita yang mulia.

Oleh karena itu ketika Rasulullah mendapat tawaran materi, bahkan akan diangkat menjadi

raja (penguasa) di negeri itu asalkan beliau mau berhenti dari dakwahnya, dengan tegas

beliau menjawab, “Andaikata kamu dapat menaruh bulan dan matahari di kedua tanganku,

aku tidak akan berhenti berdakwah, sehingga agama Allah ini menjadi terang (menjadi

kehidupan manusia) atau aku mati karena membelanya”.

Dengan kuat beliau menanamkan kepada ummatnya akan janji Allah.

Page 11: Makalah Aik

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan

amal-amal shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi,

sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia

akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-

benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan, menjadi

aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun

dengan Aku. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-

orang yang fasiq. [QS. An-Nuur : 55]

Penekanan pada akhir ayat tersebut perlu mendapat perhatian bagi kita semua, terutama para

politikus muslim, “Barangsiapa tetap kafir sesudh janji itu”, maksudnya : Dengan memilih

cara lain dalam mencapai tujuannya dan meninggalkan jalan yang dijanjikan oleh Allah,

yakni dengan memperkokoh iman serta memperbanyak amal shaleh, maka mereka itulah

orang-orang yang fasiq.

Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang fasiq. [QS. At-Taubah : 24]

Kaum politisi yang ada sekarang sekalipun muslim, pada umumnya tidak mengikuti

petunjuk-petunjuk Allah dan praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Mereka berjuang

hanya untuk memperoleh kursi (kedudukan).

Maka tidak ada kegiatan dakwah untuk membina ummat secara serius agar mempunyai

landasan dasar tauhid yang kuat seperti pohon yang baik sebagaimana yang digambarkan

oleh Allah SWT.

Da’i kaum politisi aktif berdakwah menyelenggarakan pengajian-pengajian dan kegiatan-

kegiatan keagamaan hanya ketika menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) untuk meraih

simpati dari masyarakat, dan setelah selesai Pemilu selesai pulalah kegiatan-kegiatan

Page 12: Makalah Aik

tersebut. Sudah tidak lagi ada pengajian-pengajian, aktifitas-aktifitas sebagaimana sebelum

terselenggaranya Pemilu.

Maka hasilnya seperti pohon yang jelek, akarnya rapuh, tidak memiliki daya tahan.

Jangankan dengan hempasan badai topan yang besar, dengan angin sepoi-sepoi saja cukup

dapat menumbangkan pohon tersebut, dan terangkat seakar-akarnya sehingga tidak lagi dapat

tegak berdiri. Keadaan yang demikian itu, maka tidak perlu tawaran kursi raja sebagaimana

yang ditawarkan kepada Nabi, melainkan dengan kursi RT pun sudah cukup dapat

merontokkan tujuan dakwah yang sangat mulia.

Dengan alasan kesibukan tugasnya sebagai RT sudah tidak ada waktu lagi (tidak ada tempat)

untuk membina ummat, berdakwah, menyelenggarakan pengajian dan kegiatan-kegiatan

keagamaan yang lain guna memperbaiki aqidah dan pengamalan agamanya dalam kehidupan

sehari-hari,

(Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian)

Kalau demikian keadaannya, apa yang kita harapkan dari kaum politisi untuk Islam ini ?

Politikus Islam pun kadang lepas dari kendali agama, dengan entengnya menghina,

merendahkan, bahkan memfitnah untuk menjatuhkan sesama muslim, hanya karena berbeda

aspirasi politiknya, bahkan sampai menghalalkan darahnya.

Keadaan yang demikian, akibatnya ukhuwah Islamiyah rusak, timbul saling dengki-

mendengki, benci-membenci sehingga ummat Islam menjadi lumpuh tidak berdaya,

sekalipun jumlahnya besar. Padahal Allah SWT telah memperingatkan :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum (golongan) memperolok-olok kaum

(golongan) yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari

mereka (yang memperolok-olok). [QS. Al-Hujuraat : 11]

Nabi SAW telah memperingatkan juga bahwa sesama muslim adalah saudara dan haram

darahnya, haram kehormatannya dan haram hartanya. Namun itu semua tidak diindahkan.

Memperhatikan praktek-praktek yang ada, rasanya tidak tampak partai yang

memperjuangkan Islam di negeri ini, bahkan terjebak dalam pertikaian, terorisme, saling

Page 13: Makalah Aik

menjatuhkan untuk mencapai tujuan, baik partai yang beridentitas Islam maupun yang tidak

beridentitas Islam, hampir tidak ada bedanya.

Oleh karena itu melalui kesempatan ini semoga dapat menjadi jembatan, menyadarkan para

politikus muslim, hendaklah mempererat persaudaraan sesama muslim, walaupun berbeda

partai, tetapi tetap membawa misi yang sama :

(kejayaan Islam dan muslimin)

dengan memperhatikan petunjuk-petunjuk Allah dan praktek Rasulullah dalam menggalang

ummat, serta menghindari terorisme dalam mencapai tujuan.

Dengan demikian, jelas dan teranglah bahwa Terorisme dalam pandangan agama Islam tidak

dibenarkan, dan jauh dari tuntunan Islam. Semoga bermanfaat.

2.2 Macam-macam orang kafir

Orang kafir dalam syari’at Islam ada empat macam :

Pertama : Kafir Dzimmy, yaitu orang kafir yang membayar jizyah (upeti) yang dipungut tiap

tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. Kafir seperti ini

tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada

mereka.

Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya firman Allah Al-‘Aziz Al-Hakim :

د�ين� �ون� �د�ين ي � و�ال �ه� ول س� و�ر� �ه� الل م� ح�ر� م�ا م�ون� �ح�ر� ي � و�ال خ�ر� �اآل � �و�م �ي �ال ب � و�ال �ه� �الل ب �ون� �ؤ�م�ن ي � ال �ذ�ين� ال �وا �ل ق�ات

ون� ص�اغ�ر� �و�ه�م �د) ي �ع�ن �ة� ي ��ج�ز ال �ع�ط�وا ي �ى ح�ت �اب� �ك�ت ال �وا �وت أ �ذ�ين� ال م�ن� �ح�ق� ال

Page 14: Makalah Aik

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari

kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-

Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang

diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang

mereka dalam keadaan shogirun (hina, rendah, patuh)”. (QS. At-Taubah : 29).

Dan dalam hadits Buraidah riwayat Muslim Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa salllam

bersabda :

�ه� خ�اص�ت �ف�ي و�ص�اه�� أ �ة) ر�ي س� �و

� أ �ش) ج�ي ع�ل�ى ا �ر: م�ي� أ م�ر�

� أ �ذ�ا إ �م� ل و�س� �ه� و�آل �ه� �ي ع�ل الله� ص�ل�ى الله� و�ل� س� ر� �ان� ك

�ف�ر� ك �م�ن �و�ا �ل ق�ات الله� �ل� �ي ب س� �ف�ي الله� � م ��اس ب و�ا غ�ز�� أ ق�ال� �م� ث ا �ر: ي خ� �ن� �م�ي ل ��م�س ال �م�ن م�ع�ه� �و�م�ن الله� �ق�و�ى �ت ب

�ف�اد�ع�ه�م �ن� �ي ر�ك ��م�ش ال م�ن� ع�د�و�ك� �ت� �ق�ي ل �ذ�ا و�إ �د:ا �ي و�ل �و�ا �ل �ق�ت ت � و�ال �و�ا �ل �م�ث ت � و�ال و�ا �غ�د�ر� ت � و�ال Nو�ا �غ�ل ت � و�ال و�ا غ�ز�� أ �الله� ب

�و�ك� اب ج�� أ ��ن ف�إ � �م ال ��س �اإل �ل�ى إ �اد�ع�ه�م �م� ث ��ه�م ع�ن �ف� و�ك ��ه�م م�ن ��ل ف�اق�ب �و�ك� اب ج�

� أ م�ا �ه�ن� �ت ي� ف�أ خ�ص�ال) �ث� �ال ث �ل�ى إ

��ن ف�إ ��ه�م ع�ن �ف� و�ك ��ه�م م�ن ��ل ف�اق�ب �و�ك� اب ج�� أ �ه�م ��ن ف�إ �ة� ي ��ج�ز ال �ه�م� ل ف�س� �و�ا ب

� أ �ه�م ��ن ف�إ ��ه�م ع�ن �ف� و�ك ��ه�م م�ن ��ل ف�اق�ب

��ه�م �ل و�ق�ات �الله� ب ��ع�ن ت �ف�اس �و�ا ب� أ �ه�م

“Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa salllam apabila beliau mengangkat

amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada

Allah dan (wasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan. Kemudian beliau

berkata : “Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah, bunuhlah siapa yang kafir

kepada Allah, berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah

mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsil (mencincang atau merusak mayat) dan

janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum

musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara, apa saja yang mereka jawab dari tiga

perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka ; serulah

mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah

(tangan) terhadap mereka, apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka

dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap

mereka, apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi

mereka”.

Dan dalam hadits Al-Mughiroh bin Syu’bah riwayat Bukhary beliau berkata :

�ة� ي ��ج�ز ال �ؤ�دNو�ا ت �و� أ و�ح�د�ه� الله� �د�و�ا �ع�ب ت �ى ح�ت ��م �ك �ل �ق�ات ن �ن

� أ �م� ل و�س� �ه� و�آل �ه� �ي ع�ل الله� ص�ل�ى �ا �ن ب ر� و�ل� س� ر� �ا ن م�ر�� أ

Page 15: Makalah Aik

“Kami diperintah oleh Rasul Rabb kami shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam untuk

memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayar

Jizyah”.

Kedua : Kafir Mu’ahad, yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka

dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. Dan

kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang

telah dibuat.

Allah Jalla Dzikruhu berfirman :

�ق�ين� �م�ت ال Nح�ب� ي �ه� الل �ن� إ ��ه�م ل �ق�يم�وا ت �ف�اس ��م �ك ل �ق�ام�وا ت �اس ف�م�ا

“Maka selama mereka berlaku istiqomah terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku istiqomah

(pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. (QS.

At-Taubah : 7).

Dan Allah berfirman :

��ه�م �ي �ل إ �مNوا ت� ف�أ �ح�د:ا أ ��م �ك �ي ع�ل وا �ظ�اه�ر� ي ��م و�ل :ا �ئ ي ش� ��م �ق�ص�وك �ن ي ��م ل �م� ث �ين� ر�ك ��م�ش ال م�ن� ��م ع�اه�د�ت �ذ�ين� ال � �ال إ

�ق�ين� �م�ت ال Nح�ب� ي �ه� الل �ن� إ ��ه�م م�د�ت �ل�ى إ �ع�ه�د�ه�م

“Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)

dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula)

mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu penuhilah

janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang

bertakwa”. (QS. At-Taubah : 4).

dan Allah Jallat ‘Azhomatuhu menegaskan dalam firman-Nya :

��ه�م �ع�ل ل ��ه�م ل �م�ان� ي� أ � ال ��ه�م �ن إ �ف�ر� �ك ال �م�ة� ئ

� أ �وا �ل ف�ق�ات ��م �ك د�ين �ف�ي �وا و�ط�ع�ن �ع�ه�د�ه�م �ع�د� ب �م�ن ��ه�م �م�ان ي� أ �وا �ث �ك ن ��ن و�إ

�ه�ون� �ت �ن ي

“Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca

agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu, karena sesungguhnya

mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka

berhenti”. (QS. At-Taubah : 12).

Page 16: Makalah Aik

Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda dalam hadits ‘Abdullah bin

‘Amr riwayat Bukhary :

ع�ام:ا �ن� �ع�ي ب �ر� أ ة� �ر� ي م�س� �م�ن �و�ج�د� ت �ح�ه�ا ر�ي �ن� و�إ �ة� ن �ج� ال �ح�ة� ائ ر� ��ر�ح ي ��م ل م�ع�اه�د:ا �ل� ق�ت �م�ن

“Siapa yang membunuh kafir Mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya

bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”.

Ketiga : Kafir Musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum

muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang

masih berada dalam jaminan keamanan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

� ال ق�و�م_ ��ه�م ن� �أ ب �ك� ذ�ل �ه� م�ن

� م�أ �غ�ه� �ل ب� أ �م� ث �ه� الل �م� �ال ك م�ع� ��س ي �ى ح�ت ه� �ج�ر

� ف�أ ك� ار� �ج� ت �اس ر�ك�ين� ��م�ش ال م�ن� �ح�د_ أ ��ن و�إ

�م�ون� �ع�ل ي

“Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu, maka

lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat

yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. (QS.

At-Taubah : 6).

Dan dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa

alihi wa sallam menegaskan :

��اه�م د�ن� أ �ه�ا ب ع�ى ��س ي و�اح�د�ة_ �ن� �م�ي ل ��م�س ال ذ�م�ة�

“Dzimmah (janji, jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu,

diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)”. (HSR. Bukhary-Muslim).

Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah : “Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah

Aman (jaminam keamanan). Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu

adalah sah (diakui), maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka

haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam

Amannya”.

Dan dalam hadits Ummu Hani` riwayat Bukhary beliau berkata :

Page 17: Makalah Aik

الله� ص�ل�ى الله� و�ل� س� ر� ف�ق�ال� ة� �ر� �ي ه�ب �ن� ب �ن� ف�ال �ه� ت �ج�ر� أ �ق�د : ج�ال ر� �ل_ ق�ات �ه� ن

� أ �م�ي� أ �ن� اب ع�م� ز� الله� و�ل� س� ر� �ا ي

�ئ) ه�ان �م� أ �ا ي ت� �ج�ر� أ �م�ن �ا ن �ج�ر

� أ �ق�د �م� ل و�س� �ه� و�آل �ه� �ي ع�ل

“Wahai Rasulullah anak ibuku (yaitu ‘Ali bin Abi Tholib-pen.) menyangka bahwa ia boleh

membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. Maka Rasulullah

shollallahu ‘alaihi wa alihi wa salllam bersabda : “Kami telah lindungi orang yang engkau

lindungi wahai Ummu Hani`”.

Keempat : Kafir Harby, yaitu kafir selain tiga di atas. Kafir jenis inilah yang disyari’atkan

untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam.

Demikianlah pembagian orang kafir oleh para ulama seperti syeikh Muqbil bin Hadi Al-

Wadi’iy, syeikh Ibnu ‘Utsaimin, ‘Abdullah Al-Bassam dan lain-lainnya. Dan bagi yang

menelaah buku-buku fiqih dari berbagai madzhab akan menemukan benarnya pembagian ini.

Wallahul Musta’an.

2.3 Apa Yang Membuat Teroris Di Sangkutpautkan Dengan Islam

Islam dan teroris merupakan dua kata yang berlawanan dan tidak bisa disamakan.

Islam merupakan agama monoteis yang menuntut kepatuhan total kepada Tuhan. Islam

adalah sebuah kata dari bahasa Arab yang terdiri atas tiga konsonan, S-L-M, yang berarti

kedamaian (salam), kebaikan, dan keselamatan. Dengan kata lain, Islam memberi seseorang

kedamaian jiwa dan kebaikan hidup serta keselamatan dari balasan Tuhan dalam kehidupan

sesudah mati. Sedangkan terorisme, meski memiliki banyak definisi, merupakan tindakan

kekerasan terencana dan bermotivasi politik yang dilakukan terhadap orang-orang tak

bersenjata atau penduduk sipil.

Dua istilah ini (Islam dan terorisme) sangat jauh berbeda karena Islam sangat

menghargai nyawa manusia. Islam juga menganggap kehidupan sebagai semangat Tuhan

yang dianugerahkan kepada manusia. Dalam Alquran disebutkan bahwa siapa saja yang

menghilangkan nyawa seseorang, maka Allah menganggap dia telah menghilangkan nyawa

seluruh umat manusia (Surat 5 ayat 32). Tetapi, kita terhenyak ketika terjadi tragedi 11

September di AS. Mengapa aksi teroris seperti itu terjadi dan dilakukan orang-orang yang

Page 18: Makalah Aik

mengaku dirinya sebagai muslim sejati dan memiliki semangat besar untuk menyebarkan

ajaran Islam.

Dengan kata lain Islam tidak mengenal kata teroris, semua itu hanya sebuah rekayasa

yang bertujuan untuk mempecah belah agama Allah yakni agama Islam yang cinta akan

kedamaian, tidak mengenal kekerasan atau tindakan biadab seperti yang mereka lakukan.

2.4 Potensi Terorisme Di Indonesia

Indonesia memiliki potensi terorisme yang sangat besar dan perlu langkah antisipasi

yang ekstra cermat. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang kadang tidak dipahami oleh orang

tertentu cukup dijadikan alasan untuk melakukan teror. Berikut ini adalah potensi-potensi

terorisme tersebut :

Terorisme yang dilakukan oleh negara lain di daerah perbatasan Indonesia. Beberapa kali

negara lain melakukan pelanggaran masuk ke wilayah Indonesia dengan menggunakan

alat-alat perang sebenarnya adalah bentuk terorisme. Lebih berbahaya lagi seandainya

negara di tetangga sebelah melakukan terorisme dengan memanfaatkan warga Indonesia

yang tinggal di perbatasan dan kurang diperhatikan oleh negera. Nasionalisme yang

kurang dan tuntutan kebutuhan ekonomi bisa dengan mudah orang diatur untuk

melakukan teror.

Terorisme yang dilakukan oleh warga negara yang tidak puas atas kebijakan negara.

Misalnya bentuk-bentuk teror di Papua yang dilakukan oleh OPM. Tuntutan merdeka

mereka dilatar belakangi keinginan untuk mengelola wilayah sendiri tanpa campur tangan

pemerintah.Perhatian pemerintah yang dianggap kurang menjadi alasan bahwa

kemerdekaan harus mereka capai demi kesejahteraan masyarakat. Terorisme jenis ini juga

berbahaya, dan secara khusus teror dilakukan kepada aparat keamanan.

Terorisme yang dilakukan oleh organisasi dengan dogma dan ideologi tertentu. Pemikiran

sempit dan pendek bahwa ideologi dan dogma yang berbeda perlu ditumpas menjadi latar

belakang terorisme. Bom bunuh diri, atau aksi kekerasan yang terjadi di Jakarta sudah

membuktikan bahwa ideologi dapat dipertentangkan secara brutal. Pelaku terorisme ini

biasanya menjadikan orang asing dan pemeluk agama lain sebagai sasaran.

Terorisme yang dilakukan oleh kaum kapitalis ketika memaksakan bentuk atau pola

bisnis dan investasi kepada masyarakat. Contoh nyata adalah pembebasan lahan

masyarakat yang digunakan untuk perkebunan atau pertambangan tidak jarang dilakukan

Page 19: Makalah Aik

dengan cara yang tidak elegan. Terorisme bentuk ini tidak selamanya dengan kekerasan

tetapi kadang dengan bentuk teror sosial, misalnya dengan pembatasan akses masyarakat.

Teror yang dilakukan oleh masyarakat kepada dunia usaha, beberapa demonstrasi oleh

masyarakat yang ditunggangi oleh provokator terjadi secara anarkis dan menimbulkan

kerugian yang cukup besar bagi perusahaan. Terlepas dari siapa yang salah, tetapi budaya

kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat adalah suatu bentuk teror yang mereka

pelajari dari kejadian-kejadian yang sudah terjadi.

2.5 Faktor-faktor Terjadinya Terorisme Di Indonesia

Menurut sebagian besar aktifis yang tergabung dalam kelompok Tanzim al-Qaidah di

Aceh, faktor-faktor pendorong terbentuknya radikalisme dan terorisme di Indonesia bukanlah

semata-mata untuk kepentingan individu. Sebab, apabila dimotivasi untuk kepentingan

individu, maka semestinya hal tersebut apa yang dilakukannya dan tindakannya tidak

menyakitkan baik itu diri sendiri maupun orang lain. Adapun faktor-faktor yang mendorong

terbentuknya terorisme:

Faktor ekonomi

Kita dapat menarik kesimpulan bahwa faktor ekonomi merupakan motif utama bagi

para terorisme dalam menjalankan misi mereka. Keadaan yang semakin tidak menentu dan

kehidupan sehari-hari yang membikin resah orang untuk melakukan apa saja. Dengan seperti

ini pemerintah harus bekerja keras untuk merumuskan rehabilitasi masyarakatnya.

Kemiskinan membuat orang gerah untuk berbuat yang tidak selayaknya diperbuat seperti;

membunuh, mengancam orang, bunuh diri, dan sebagainya.

Faktor sosial

Orang-orang yang mempunyai pikiran keras di mana di situ terdapat suatu kelompok

garis keras yang bersatu mendirikan Tanzim al-Qaidah Aceh. Dalam keseharian hidup yang

kita jalani terdapat pranata social yang membentuk pribadi kita menjadi sama. Situasi ini

sangat menentukan kepribadian seseorang dalam melakukan setiap kegiatan yang dilakukan.

Sistem social yang dibentuk oleh kelompok radikal atau garis keras membuat semua orang

yang mempunyai tujuan sama dengannya bisa mudah berkomunikasi dan bergabung dalam

garis keras atau radikal.

Page 20: Makalah Aik

Faktor Ideologi

Faktor ini yang menjadikan seseorang yakin dengan apa yang diperbuatnya. Perbuatan

yang mereka lakukan berdasarkan dengan apa yang sudah disepakati dari awal dalam

perjanjiannya. Dalam setiap kelompok mempunyai misi dan visi masing-masing yang tidak

terlepas dengan ideologinya. Dalam hal ini terorisme yang ada di Indonesia dengan

keyakinannya yang berdasarkan Jihad yang mereka miliki.

Bentuk-bentuk Terorisme.

Dilihat dari cara-cara yang digunakan,terorisme dibedakan menjadi 2,yaitu :

a. Teror fisik yaitu teror untuk menimbulkan ketakutan, kegelisahan memalui sasaran fisik

jasmanidalam bentuk pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, penyanderaan penyiksaan dsb,

sehinggasecara nyata dapat dilihat secara fisik akibat tindakan teror.

b. Teror mental, yaitu teror dengan menggunakan segala macam cara yang bisa

menimbulkanketakutan dan kegelisahan tanpa harus menyakiti jasmani korban (psikologi

korban sebagaisasaran) yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan tekanan batin yang luar

biasa akibatnya bisa gila, bunuh diri, putus asa dsb

2.6 Sudah Sejauh Mana Tindakan Terorisme Di Indonesia

Terorisme di Indonesia merupakan yang dilakukan oleh grup teror Jemaah Islamiyah

yang berhubungan dengan al-Qaeda. Sejak tahun 2002, beberapa "target negara Barat" telah

diserang. Korban yang jatuh adalah turis barat dan juga penduduk Indonesia. Terorisme di

Indonesia dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Bursa Efek Jakarta, diikuti dengan

empat serangan besar lainnya, dan yang paling mematikan adalah Bom Bali 2002.

Berikut adalah beberapa kejadian terorisme yang telah terjadi di Indonesia dan

instansi Indonesia di luar negeri:

Tahun 1981

Garuda Indonesia Penerbangan 206, 28 Maret 1981. Sebuah penerbangan maskapai

Garuda Indonesia dari Palembang ke Medan pada Penerbangan dengan pesawat DC-9

Woyla berangkat dari Jakarta pada pukul 8 pagi, transit di Palembang, dan akan

terbang ke Medan dengan perkiraan sampai pada pukul 10.55. Dalam penerbangan,

pesawat tersebut dibajak oleh 5 orang teroris yang menyamar sebagai penumpang.

Mereka bersenjata senapan mesin dan granat, dan mengaku sebagai anggota

Komando Jihad. 1 kru pesawat tewas, 1 tentara komando tewas, 3 teroris tewas.

Page 21: Makalah Aik

Tahun 1985

Bom Candi Borobudur 1985, 21 Januari 1985. Peristiwa terorisme ini adalah

peristiwa terorisme bermotif "jihad" kedua yang menimpa Indonesia.

Tahun 2000

Bom Kedubes Filipina, 1 Agustus 2000. Bom meledak dari sebuah mobil yang

diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat. 2 orang tewas

dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T Caday.

Bom Kedubes Malaysia, 27 Agustus 2000. Granat meledak di kompleks Kedutaan

Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

Bom Bursa Efek Jakarta, 13 September 2000. Ledakan mengguncang lantai parkir P2

Gedung Bursa Efek Jakarta. 10 orang tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil

rusak berat, 57 rusak ringan.

Bom malam Natal, 24 Desember 2000. Serangkaian ledakan bom pada malam Natal

di beberapa kota di Indonesia, merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta

mengakibatkan 37 mobil rusak.

Tahun 2001

Bom Gereja Santa Anna dan HKBP, 22 Juli 2001. di Kawasan Kalimalang, Jakarta

Timur, 5 orang tewas.

Bom Plaza Atrium Senen Jakarta, 23 September 2001. Bom meledak di kawasan

Plaza Atrium, Senen, Jakarta. 6 orang cedera.

Bom restoran KFC, Makassar, 12 Oktober 2001. Ledakan bom mengakibatkan kaca,

langit-langit, dan neon sign KFC pecah. Tidak ada korban jiwa. Sebuah bom lainnya

yang dipasang di kantor MLC Life cabang Makassar tidak meledak.

Bom sekolah Australia, Jakarta, 6 November 2001. Bom rakitan meledak di halaman

Australian International School (AIS), Pejaten, Jakarta.

Tahun 2002

Bom Tahun Baru, 1 Januari 2002. Granat manggis meledak di depan rumah makan

ayam Bulungan, Jakarta. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka. Di Palu,

Page 22: Makalah Aik

Sulawesi Tengah, terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban

jiwa.

Bom Bali, 12 Oktober 2002. Tiga ledakan mengguncang Bali. 202 korban yang

mayoritas warga negara Australia tewas dan 300 orang lainnya luka-luka. Saat

bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen

Filipina, tidak ada korban jiwa.

Bom restoran McDonald's, Makassar, 5 Desember 2002. Bom rakitan yang dibungkus

wadah pelat baja meledak di restoran McDonald's Makassar. 3 orang tewas dan 11

luka-luka.

Tahun 2003

Bom Kompleks Mabes Polri, Jakarta, 3 Februari 2003, Bom rakitan meledak di lobi

Wisma Bhayangkari, Mabes Polri Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

Bom Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, 27 April 2003. Bom meledak dii area publik

di terminal 2F, bandar udara internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. 2

orang luka berat dan 8 lainnya luka sedang dan ringan.

Bom JW Marriott, 5 Agustus 2003. Bom menghancurkan sebagian Hotel JW Marriott.

Sebanyak 11 orang meninggal, dan 152 orang lainnya mengalami luka-luka.

Tahun 2004

Bom Palopo, 10 Januari 2004. Menewaskan empat orang.

Bom Kedubes Australia, 9 September 2004. Ledakan besar terjadi di depan Kedutaan

Besar Australia. 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Ledakan juga

mengakibatkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya seperti Menara Plaza 89,

Menara Grasia, dan Gedung BNI.

Ledakan bom di Gereja Immanuel, Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Desember 2004.

Page 23: Makalah Aik

Tahun 2005

Dua Bom meledak di Ambon pada 21 Maret 2005

Bom Tentena, 28 Mei 2005. 22 orang tewas.

Bom Pamulang, Tangerang, 8 Juni 2005. Bom meledak di halaman rumah Ahli

Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril alias M Iqbal di

Pamulang Barat. Tidak ada korban jiwa.

Bom Bali, 1 Oktober 2005. Bom kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22

orang tewas dan 102 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di R.AJA's Bar dan

Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan di Nyoman Café Jimbaran.

Bom Pasar Palu, 31 Desember 2005. Bom meledak di sebuah pasar di Palu, Sulawesi

Tengah yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang.

Tahun 2009

Bom Jakarta, 17 Juli 2009. Dua ledakan dahsyat terjadi di Hotel JW Marriott dan

Ritz-Carlton, Jakarta. Ledakan terjadi hampir bersamaan, sekitar pukul 07.50 WIB.

Tahun 2010

Penembakan warga sipil di Aceh Januari 2010

Perampokan bank CIMB Niaga September 2010

Tahun 2011

Bom Cirebon, 15 April 2011. Ledakan bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon

saat Salat Jumat yang menewaskan pelaku dan melukai 25 orang lainnya.

Bom Gading Serpong, 22 April 2011. Rencana bom yang menargetkan Gereja Christ

Cathedral Serpong, Tangerang Selatan, Banten dan diletakkan di jalur pipa gas,

namun berhasil digagalkan pihak Kepolisian RI

Page 24: Makalah Aik

Bom Solo, 25 September 2011. Ledakan bom bunuh diri di GBIS Kepunton, Solo,

Jawa Tengah usai kebaktian dan jemaat keluar dari gereja. Satu orang pelaku bom

bunuh diri tewas dan 28 lainnya terluka.

2.7 Pandangan Ulama Mengenai Terorisme

Sebagian ulama dan fuqaha mengatakan bahwa istilah Muharabah dan Fasad fi al-ardh

 merupakan dua istilah yang sepadan dengan istilah terorisme. Guna menguji dan mengetahui sejauh mana

kebenaran dakwaan ini, cukup bagi kami untuk membawakan pengertian yang diberikan Shahib al-Jawahir,

karena definisi-definisi yang diberikan para ulama terkait dua istilah ini, tidak terdapat perbedaan yang

mendasar. Shahib al-Jawahir dalam mendefinisikan istilah muharib mengatakan, Muharib ialah seseorang

yang menghunuskan senjata kepada orang lain dengan maksud untuk menakut-nakutinya,baik tindakan ini

dilakukan di dataran atau di lautan, baik pada siang hari maupun malam hari dan baik di dalam kota ataupun

di wilayah lainnya .Akan tetapi pada hakikatnya, apabila istilah Muharibdibandingkan dengan istilah

terorisme, maka akan didapati bahwa istilah muharib memiliki pengerian yang lebih luas, sehingga setiap

orang yang Muharib tidak dapat dikatagorikan sebagai teroris. Tentunya terorisme dengan definisi dan arti

sebagaimana yang disebutkan dalam pembahasan di atas.

2.8        Terorisme Di Lingkungan Pelajar (Mahasiswa)

Di era globalisasi seperti sekarang, terorisme bukan hanya di lakukan dalam bentuk

pengeboman ataupun pembajakan alat transportasi massal. Melainkan dengan cara

DOKTRINASI, dimana sarsarannya sebagian besar berasal dari kalangan pelajar terutama

mahasiswa yang secara psikologis masih bisa di goyahkan pendiriannya seperti yang di

lakukan oleh organisasi NII (Negara Islam Indonesia).

Negara Islam Indonesia (NII) atau dikenal dengan nama Darul Islam (Rumah

Islam). NII adalah pergerakan politik yang berdiri pada tanggal 7 agustus 1949 (12 Syawal

1368H) di Desa Cisampah, Ciawiligar, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendirinya adalah

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Tujuan NII adalah menjadikan Indonesia yang saat itu baru saja merdeka sebagai

Negara Islam. Dalam proklamasi NII ‘hukum islam’ adalah hukum yang berlaku. Dalam

undang-undang NII dinyatakan dengan tegas “Negara berdasarkan Islam”. Perkembangan

Darul Islam menyebar ke berbagai wilayah terutama Jabar menuju ke arah perbatasan.

Page 25: Makalah Aik

Termasuk juga menyebar ke Sulawesi dan Aceh. Setelah pendiri ditangkap oleh TNI dan di

eksekusi pada tahun 1962, gerakan ini terpecah. Tapi tetap bergerak secara diam-diam dan

oleh pemerintah dianggap sebagai organisasi ilegal. Sekarang gerakan NII ini makin

merajalela dan mengancam saudara-saudara kita. Sasaran utama mereka adalah remaja dan

mahasiswa. Maka berhati-hatilah, lindungi anak-anak kita, saudara, teman, tetangga kita dari

aliran yang berbahaya ini.

Meski kerap menggunakan cara-cara baru seperti menggunakan jejaring sosial seperti

Facebook dan Twitter untuk mendekati calon korbannya. Namun modus yang digunakan

untuk perekrutan/doktrinasi dariu tahun ke tahun tetap sama, yaitu:

Dilakukan oleh seorang anggota NII dibantu temannya dengan cara diskusi.

Setelah 2-3 kali diskusi/pertemuan si korban akan disiapkan untuk melakukan hijrah.

Sebelum berhijrah korban diharuskan memberikan sedekah. Sedekah ini di doktrin untuk

membersihkan dosanya. Nilainya bervariasi mulai 100 ribu sampai 10 juta rupiah.

tergantung tingkat ekonomi korban.

Setelah siap berhijrah, korban dijemput ditempat yang sudah ditentukan, seperti di mall,

di halte, toko buku, dsb. Kemudian berangkat dengan mata tertutup.

Saat sampai di tempat transit, korban di bina dan di doktrin. Kemudian dibawa dan

ketempat lain dan di doktrin secara marathon.

Akibat doktrin-doktrin tersebut ketika sampai di tempat tujuan, sang korban meminta agar

diterima menjadi warga NII.

Korbanpun diterima menjadi anggota dan di baiat (di sumpah) dengan 9 poin.

Setelah di baiat korban akan berganti nama. Sampai disini prekrutan selesai.

Korban dikembalikan ketempat semula saat pertama kali dilakukan penjemputan. Namun

tidak berhenti sampai disini karena pembinaan masih terus berlangsung.

Masa remaja ibarat orang yang sedang kehausan. Seseorang yang haus kemudian

ditawari minuman, tentu dia akan meminumnya seketika. Kalau minuman itu baik,

mengandung unsur kesehatan, seperti kesehatan mental, kesehatan ideologi, kesehatan

doktrin-dokrin agama, tentu tidak masalah, namun jika minuman tersebut mengandung racun,

dan mencekopi pemahaman yang keliru, tentu akan menjadi persoalan.

Oleh karena itu, satu-satunya cara adalah bersaing dengan para penyebar virus-virus

yang menyesatkan tersebut. Dalam hal ini pendidikan keluarga dan peran orangtua cukup

penting. Sesibuk apapun orangtua, jangan sampai lupakan keluarga, karena keluarga berperan

Page 26: Makalah Aik

penting untuk menangkal terorisme dan radikalisme ditingkatan remaja. Para orangtua harus

melakukan dialog, komunikasi efektif, dan diskusi tentang bahaya laten terorisme dan

radikalisme.

Selain lingkungan keluarga, yang berperan penting untuk menangkal paham

radikalisme dan terorisme adalah lingkungan masyarakat sekitar, seperti memberdayakan

lembaga RT/RW. Dengan ini, maka potensi remaja bisa tersalurkan, dan generasi muda tidak

terjebak pada paham terorisme dan radikalisme.

James H.Wolfe (1990) menyebutkan beberapa karakteristik terorisme sebagai berikut:

Terorisme dapat didasarkan pada motivasi yang bersifat politis maupun nonpolitis.

Sasaran yang menjadi obyek aksi terorisme bisa sasaran sipil (super market, mall,

sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainya, maupun sasaran non-

sipil.

Aksi terorisme dapat ditujukan untuk mengintimidasi atau mempengaruhi kebijakan

pemerintah negara.

Aksi terorisme dilakukan melalui tindakan yang tidak menghormati hukum internasional

atau etika internasional.

Serangan yang dilakukan dengan sengaja untuk membinasakan penduduk sipil seperti

yang terjadi di Kuta adalah pelanggaran hukum internasional.

Persiapan atau perencanaan aksi teror bisa bersifat multinasional. Kejadian di Bali, kalau

memang benar sebagai teror, bisa dilakukan oleh orang Indonesia, orang asing atau

gabungan keduanya.

Tujuan jangka pendek aksi terorisme adalah menarik perhatian media massa dan untuk

menarik perhatian publik. Jadi pemberitaan yang gencar di seluruh penjuru dunia tentang

kejadian di Bali dapat disebut sebagai cara teroris untuk menarik perhatian publik.

Aktivitas terorisme mempunyai nilai mengagetkan (shock value) yang bagi teroris

berguna untuk mendapatkan perhatian. Untuk itulah dampak aktivitas teroris selalu

terkesan kejam, sadis dan tanpa menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Kalau memang

betul aksi terorisme, maka tragedi di Bali justru akan mengangkat perhatian publik, yang

berguna bagi kepentingan teroris.

2.8 Usaha Pemerintah Dalam Membasmi Teroris

Page 27: Makalah Aik

Masih adanya ancaman terorisme di Indonesia juga disebabkan oleh belum adanya

payung hukum yang kuat bagi kegiatan intelijen untuk mendukung upaya pencegahan dan

penanggulangan terorisme. Kendala lain dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme

adalah belum adanya pembinaan yang menjamin dapat mengubah pemikiran radikal menjadi

moderat. Sementara itu masih lemahnya sistem pengawasan terhadap peredaran berbagai

bahan pembuat bom, menyebabkan para teroris masih leluasa melakukan perakitan bom yang

jika tidak terdeteksi dapat menimbulkan kekacauan di berbagai tempat.

Berikut adalah arah kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah dalam rangka

mencegah dan menanggulangi kejahatan terorisme pada tahun 2005 – 2009 adalah sebagai

berikut:

1. Penguatan koordinasi dan kerja sama di antara lembaga Pemerintah;

2. Peningkatan kapasitas lembaga pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan teroris,

terutama satuan kewilayahan;

3. Pemantapan operasional penanggulangan terorisme dan penguatan upaya deteksi secara dini

potensi aksi terorisme;

4. Penguatan peran aktif masyarakat dan pengintensifan dialog dengan kelompok masyarakat

yang radikal,

5. Peningkatan pengamanan terhadap area publik dan daerah strategis yang menjadi target

kegiatan terorisme;

6. Sosialisasi dan upaya perlindungan masyarakat terhadap aksi terorisme;

7. Pemantapan deradikalisasi melalui upaya-upaya pembinaan (soft approach) untuk mencegah

rekrutmen kelompok teroris serta merehabilitasi pelaku terror yang telah tertangkap.

Dalam rangka mencegah dan menanggulangi ancaman terorisme di dalam negeri,

Pemerintah telah menempuh berbagai cara, terutama dengan mengambil tindakan-tindakan

yang sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Pemerintah, melalui aparat terkait, telah

melakukan pendekatan melalui tokoh masyarakat, tokoh agama moderat dan yang cenderung

radikal guna mengubah pemikiran radikal menjadi moderat, yakni dengan memberikan

pengertian sesungguhnya tentang istilah jihad yang selama ini “disalahartikan”.

Permasalahan terorisme hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama dan koordinasi

antara berbagai pemangku kepentingan (stake holder), baik instansi pemerintah maupun

masyarakat. Untuk itu, TNI dan Polri terus melakukan latihan gabungan mengingat

pentingnya kerja sama TNI-Polri untuk terorisme. Untuk membantu penanganan kasus yang

berhubungan dengan terorisme, Kejaksaan Agung membentuk satuan tugas penanganan

Page 28: Makalah Aik

tindak pidana terorisme dan tindak pidana lintas negara sehingga diharapkan penyelesaian

kasus terorisme dapat dilakukan dengan lebih baik.

Dalam mencegah dan menanggulangi terorisme, Pemerintah tetap berpedoman pada

prinsip yang telah diambil sebelumnya, yakni melakukan secara preventif dan represif yang

didukung oleh upaya pemantapan kerangka hukum sebagai dasar tindakan proaktif dalam

menangani aktivitas, terutama dalam mengungkap jaringan terorisme. Peningkatan kerja

sama intelijen, baik dalam negeri maupun dengan intelijen asing, melalui tukar-menukar

informasi dan bantuan-bantuan lainnya, terus ditingkatkan. Untuk mempersempit ruang gerak

pelaku kegiatan terorisme, Pemerintah akan terus mendorong instansi berwenang untuk

meningkatkan penertiban dan pengawasan terhadap lalu lintas orang dan barang di bandara,

pelabuhan laut, dan wilayah perbatasan, termasuk lalu lintas aliran dana, baik domestik

maupun antarnegara.

Penertiban dan pengawasan juga akan dilakukan terhadap tata niaga dan penggunaan

bahan peledak, bahan kimia, senjata api dan amunisi di lingkungan TNI, Polisi, dan instansi

pemerintah. Selain itu, TNI, Polisi, dan instansi pemerintah juga terus melakukan pengkajian

mendalam bekerja sama dengan akademisi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Peningkatan kemampuan berbagai satuan anti teror dan intelijen dalam menggunakan

sumber-sumber primer dan jaringan informasi diperlukan agar dapat membentuk aparat anti

teror yang profesional dan terpadu dari TNI, Polri, dan BIN. Selanjutnya, kerja sama

internasional sangat perlu untuk ditingkatkan karena terorisme merupakan permasalahan

lintas batas yang memiliki jaringan dan jalur yang tidak hanya ada di Indonesia.

2.9 Kendala yang Dihadapi Pemerintah Dalam Membasmi Teroris

Peran Pemerintah dan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi terorisme

sudah menunjukan keberhasilan yang cukup berarti, tetapi masih banyak yang perlu dihadapi

untuk menciptakan perasaan aman di masyarakat dari aksi-aksi terorisme. Tragedi ledakan

bom belum lama ini menunjukan bahwa aksi terorisme harus terus diwaspadai, dimana

bentuk gerakan dan perkembangan jaringannya terus berubah sehingga sukar untuk dilacak.

Sulitnya penyelesaian permasalahan terorisme ini terjadi karena masih banyak faktor yang

menyebabkan terorisme dapat terus berkembang. Dari faktor perbedaan ideologis dan

pemahaman tentang agama yang berbeda-beda sampai kesenjangan sosial dan pendidikan

yang membuat masyarakat lebih mudah untuk disusupi oleh jaringan-jaringan teroris.

Page 29: Makalah Aik

2.10 Pembentukan Detasemen Khusus 88

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara

Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Pasukan khusus berompi

merah ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom.

Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana.

Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan

mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus

berkekuatan diperkirakan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak

(penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu (Sniper).

Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa

Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih

langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Satuan pasukan khusus baru

Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika Serikat,

seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun

Remington 870. Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri

untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi

latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.

Page 30: Makalah Aik

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kami rasa aksi ini bukan yang terakhir kalinya, kami barusan tersadar, aksi

pengeboman ini selau dilakukan dengan jeda-jeda yang cukup untuk membuat kita

lengah, lupa dengan adanya terorisme di sini, kita tidak tahu apakah pelakunya selalu

sama, tetapi setidaknya, kita bisa menduga, bahwa mereka selalu jeli dalam

mengambil jeda waktu yang tepat.

Ruang lingkup terorisme jaman sekarang sudah lebih luas dan mengarah kepada

golongan masyarakat yang memiliki pondasi pemikiran yang lemah dan mudah

digoyahkan seperti pelajar dan mahasiswa.

Pada hakekatnya mereka (teroris) punya keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan

itu benar. Mereka mengatas-namakan agama sebagai kedok kejahatan mereka.

Padahal jika kita cermati, hal demikianlah yang bisa mengadu domba satu agama

dengan agama yang lain, yang tentunya juga akan merusak citra ISLAM yang indah

dan damai. Tentu hal demikian bukan hanya menjadi musuh bangsa, tetapi menjadi

musuh kita semua sebagai kaum muslim.

3.2 SARAN

Terorisme harus di usut tuntas sampai ke‘akar’nya, sehingga menimalisir terjadinya

hal yang lebih buruk lagi.

Jangan langsung mempercayai orang asing yang tiba-tiba berlagak sudah akrab.

Page 31: Makalah Aik

DAFTAR PUSTAKA

Adji, Indriyanto Seno.2001.Terorisme, “Perpu No.1 tahun 2002 dalam Perspektif

Hukum Pidana” dalam Terorisme: Tragedi Umat Manusia.Jakarta: O.C. Kaligis &

Associates.

Adji, Indriyanto Seno.2001.Bali, “Terorisme dan HAM” dalam Terorisme: Tragedi

Umat Manusia.Jakarta: O.C. Kaligis & Associates.

Kusumah, Mulyana W.2002.Terorisme dalam Perspektif Politik dan Hukum, Jurnal

Kriminologi Indonesia FISIP UI, vol 2 no III.Jakarta:Terbit Terang.

.Muladi.2002.Hakekat Terorisme dan Beberapa Prinsip Pengaturan dalam

Kriminalisasi, Jurnal Kriminologi Indonesia FISIP UI, vol 2 no III.Jakarta: Terbit

Terang.

Muryati, Sri.2003.Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Terorisme, UU No.15 tahun 2003.Jakarta:Konsiderans

Page 32: Makalah Aik