Majalah SUARA USU

download Majalah SUARA USU

of 84

  • date post

    28-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    282
  • download

    6

Embed Size (px)

description

this is a last year product of Pers Mahasiswa SUARA USU

Transcript of Majalah SUARA USU

  • Edisi III/XVII/Desember 2012

    Rp 10.000www.suarausu.co

  • mejuah-juah

    MAJALAH SUARA USU I 3

    Pelindung: Rektor Universitas Sumatera Utara

    Penasehat:Pembantu Rektor III Universitas Sumatera Utara

    Pemimpin Umum: Harry Yassir Elhadidy Siregar

    Sekretaris Umum: Kartini Zalukhu

    Bendahara Umum: Andika Bakti

    Pemimpin Redaksi: M Januar

    Sekretaris Redaksi:Rida Helfrida Pasaribu Redaktur Pelaksana:

    FebrianKoordinator Online:

    Muslim RamliRedaktur:

    Debora Blandina Sinambela, Hadissa Primanda Redaktur Foto:

    Ridha Annisa SebayangRedaktur Artistik:

    Viki AprilitaRedaktur Online:

    Ipak Ayu H NurcayaReporter:

    Apriani Novitasari, Aulia Adam, Cristine Falentina Simamora, Mezbah Simanjuntak

    Fotografer:Sofiari Ananda

    Desainer Grafis:Icha Decory, Audira Ainindya, Gio Ovanny Pratama

    Ilustrator:Audira Ainindya, Aulia Adam

    Pemimpin Perusahaan:Ade Fitriani

    Sekretaris Perusahaan: Bania Cahya Dewi

    Manajer Iklan dan Promosi:Sandra Cattelya

    Manajer Produksi dan Sirkulasi: Baina Dwi Bestari

    Desainer Grafis Perusahaan: Maya Anggraini S Staf Perusahaan:

    Ferdiansyah, Ika Ayuni, Lilis Suryani Kepala Litbang:

    Malinda Sari Sembiring Sekretaris Litbang:

    Ratih Damara BarusKoordinator Riset:

    Izzah Dienilah Saragih Koordinator Kepustakaan: Sri Handayani Tampubolon

    Koordinator Pengembangan SDM: Febri Hardiansyah Pohan

    Staf Litbang: Guster C P Sihombing, Renti Rosmalis, Fachruni

    Adlia, Hendro H Siboro Staf Ahli:

    Yulhasni, Agus Supratman, Tikwan Raya Siregar, Rosul Fauzi Sihotang, Yayuk Masitoh, Febry Ichwan

    Butsi, Rafika Aulia Hasibuan, Vinsensius Sitepu, Eka Dalanta Rehulina, Muliati Tambuse, Risnawati Sinulingga, Liston Aqurat Damanik, Mona Asriati,

    Fanny YuliaAlamat Redaksi, Promosi dan Sirkulasi:

    Jl. Universitas No. 32B Kampus USU, Padang Bulan, Medan-Sumatera Utara 20155

    Percetakan: Asco Jaya

    (Isi di luar tanggung jawab percetakan)

    Salam Pers Mahasiswa!

    Setelah majalah edisi reborn yang kami garap tahun lalu mendapat respon positif dari pembaca, maka kami hadir kembali sebagai wujud konsistensi dan niat memberikan informasi kepada pembaca sekalian. Meski ditengah pa-

    datnya agenda keorganisasian, majalah ini tetap kami kemas lebih komprehensif.

    Majalah ini menjadi produk ke enam setelah lima produk tab-loid kami hadirkan sepanjang tahun 2012. Sebagai produk tutup tahun, kami menghadirkan Laporan Utama tentang Pemilihan Umum Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 pada 7 Maret mendatang.

    Sebagai agenda penting lima tahunan, tentu kita harap Pil-gubsu 2013 tak sekadar pesta demokrasi tanpa esensi. Diharap-kan lahir sosok pemimpin yang kenal dan mengabdi sepenuh hati bagi Sumut. Cerita tentang gubernur-gubernur yang tercatat pu-nya perestasi kami kemas sebagai cermin buat kita dan lima calon yang siap tarung.

    Lima pasang calon sudah pasang ancang-ancang dengan tebar janji dan adu slogan. Kita perlu mengenal setiap calon dari latar belakang dan visi yang mereka usung. Semoga kita tak salah pilih.

    Jenuh dengan sajian berat berbau politik, rasanya cocok ka-lau kami mengajak jalan-jalan ke Taman Nasional Gunung Lauser. Sebuah hutan hujan yang dinobatkan sebagai warisan dunia. Di-dalamnya tersimpan keanekaragaman hayati dan menjadi rumah beragam satwa endemik. Tak hanya itu, ternyata ada zona-zona yang punya ciri khas sendiri. Tertarik? Silakan baca di rublik Jela-jah

    Pembaca jangan sampai melewatkan rubrik Apresiasi. Kami mengangkat cerita sekelompok pemain opera Batak yang ber-juang demi pelestarian budaya. Ada juga rubrik Lentera yang men-gangkat rumah singgah bagi anak-anak pengidap kanker. Jangan pula lewatkan cerita Ratna Sarumpaet, aktivis mashur yang giat memperjuangkan mengenai hak asasi manusia lewat sejumlah karyanya.

    Sesungguhnya masih banyak rubrik lain yang tak kalah me-narik. Semoga pembaca tetap setia dengan produk SUARA USU lainnya. Sampai jumpa di produk-produk kami lainnya. Akhir kata selamat membaca!

    HADIR KEMBALI!Sa

    mpu

    l: G

    io O

    vann

    y Pr

    atam

    a

  • 4 I MAJALAH SUARA USU

    konten

    8

    4656

  • MAJALAH SUARA USU I 5

    konten

    mejuah-juah 3konten 4lepas 6laporan utama 8figur 32esai foto 40lentera 46jelajah 56ulas 64apresiasi 66rehat 76cogito 78kaleidoskop 80

    32

    66

    80

  • 6 I MAJALAH SUARA USU

    lepas

    Sumut Butuh Perubahan!Sumatera Utara

    (Sumut) punya sum-ber daya berlimpah ruah. Sisi lain, hasil survei bilang Sumut peringkat ketiga ter-tinggi kasus korupsi.

    Daerah ini butuh pemimpin berkualitas

    bukan popularitas.

    Belakangan, jalanan jadi sum-pek. Baliho-baliho besar, tempelan poster-poster di tembok memajang wajah-wajah yang akan beradu pada pertandingan lima tahunan. Wajah-wajah itu akan merebutkan satu kursi untuk jadi Sumatera Utara (Sumut) 1. Mereka akan memimpin provinsi ini periode 2013-2018.

    Ancang-ancang perkenalan diri sudah dilakukan jauh hari. Awal-awal, diperkirakan ada belasan nama calon bakal maju. Jumlah ini menyusut. Ala-sannya tidak dikasih partai, ada juga tidak kedapatan partai pendukung hingga jadi wakil gubernur pun tak jadi soal.

    Kini sudah lima pasang nama daf-tarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut. Mereka adalah Gatot Pujo Nugroho, calon incumbent. Ke-mudian ada Bupati Serdang Bedagai Amri Tambunan, Mantan Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan Pas-aribu dan Anggota DPR RI Chairuman Harahap. Tak ketinggalan, Effendi Simbolon anggota DPR RI yang jauh-jauh datang dari Banjarmasin.

    Masyarakat jangan berharap banyak. Drama pemilu nanti diramal-

    kan tak akan seseru di Jakarta. Tidak ada sosok calon alternatif di tengah kejenuhan masyarakat Sumut. Figur para calon tidak punya warna dalam menyampaikan visi-misi mereka. Ti-dak konkrit dan kebaruan. Padahal visi-misi adalah faktor penting ma-syarakat untuk memilih. Jika visi-misi kabur, lalu apa yang masyarkat jadi landasan untuk memilih?

    Siapapun yang terpilih nanti ha-rus sadar potensi yang Sumut punya. Bisa dibilang daerah sebagai pintu gerbang Indonesia ini, punya segala macam sumber daya alam. Tengok sumber minyak bumi di daerah Pang-kalan Brandan. Belum lagi Danau Toba yang bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Lalu, panas

    geotermal yang Sumut punya dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga uap.

    Belum lagi pertanian dan perke-bunan yang ada. Dari sektor perta-nian dan perkebunan. Hingga kini Sumut masih jadi primadona. Letak geografis Sumut yang strategis tentu juga punya peran besar untuk men-dorong kemajuan Sumut.

    Jangan lupakan juga kekayaan budaya. Sumut adalah miniatur In-donesia. Di sini segala golongan, et-nis maupun agama bercampur baur. Meskipun ada konflik horizontal ter-jadi, tidak terus berdampak besar dan cepat diredam.

    Namun sampai saat ini potensi yang Sumut punya belum dimanfaat-kan maksimal. Tengok saja kondisi jalan di daerah Aek Latong, Tapanuli Selatan. Tiap hari raya lebaran daerah ini selalu jadi sorotan. Jangankan saat hujan turun, panas terik pun kondisi jalan ini rusak parah. Padahal, jalan ini adalah jalur penghubung penting di Sumatera.

    Kebudayaan Sumut juga semakin terlupakan. Tentu masih terekam di ingatan kepala, ketika Malaysia meng-klaim tor-tor dan gondang sambilan. Belum lagi maslah pengangguran, kualitas pendidikan dan pemerataan kemajuan daerah. Malah, salah satu lembaga non pemerintah anti korupsi menyiarkan Sumut adalah provinsi ketiga paling tinggi dalam kasus ko-rupsi.

    Para calon harus sadar. Anggaran pemilu ini tidak sedikit, nominalnya sampai Rp 436 miliar. Dan ini bersum-ber dari dana masyarakat. Para calon harus maju dengan niat melakukan perubahan dan perbaikan demi Sumut. Bukan hanya karena dorongan partai atau lobi-lobi belaka. Ingat, ma-syarakat sudah jenuh dengan kondisi ini.

    Belum lagi masalah pengangguran, kualitas pendidikan dan pemer-ataan kemajuan daerah. Malah, salah satu lem-baga non pemerintah

    anti korupsi menyiarkan Sumut adalah provinsi

    ketiga paling tinggi dalam kasus korupsi.

  • 8 I MAJALAH SUARA USU

    laporan utama

    Secercah Cerita Tentang Orang-orang Nomor Satu Sumatera Utara

    Pandai mencontoh yang sudah, seperti itulah kata yang tepat untuk

    siapa yang menjadi orang nomor satu Sumatera Utara nanti. Agar selalu pegang nilai-nilai yang dita-

    namkan pendahulu.

    Oleh : FebrianFoto: Ridha Annisa Sebayang

    Pada 1988, dua bulan sebelum resmi ditunjuk seba-gai Gubernur Sumatera Utara (Sumut), rumah dinas Raja Inal Siregar yang saat itu menjabat Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi di Bandung

    selalu kedatangan beberapa akademisi Institut Teknologi Bandung. Saat itu, Raja Inal mesti banyak membekali diri untuk mengisi posisi Gubernur Sumut yang ditunjuk lang-sung oleh Presiden Soeharto. Pada pertemuan-pertemuan di rumah dinas Raja Inal inilah konsep Marsipature Hutana Be dimatangkan.

    Marsipature Hutana Be berasal dari bahasa Batak Ang-kola yang berarti memperbaiki kampung sendiri. Yuriandi Siregar, Putra Raja Inal yang saat itu masih duduk di bangku SMA mengatakan, konsep Marsipature Hutana Be sebenar-nya ada diterapkan di beberapa provinsi karena memba-ngun desa adalah termasuk visi Presiden Soeharto.

    Kala itu saat saya masih SMA di Bandung, sering ayah saya belajar lagi bersama dengan akademisi-akademisi uni-versitas di Bandung untuk belajar dan merancang konsep untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin. Pastinya dengan latar belakang dunia militer, Raja Inal harus banyak belajar lagi tentang dunia sipil, terang Yuri kala dijumpai di Jalan DI Panjaitan No 180 Medan, kediaman Raja Inal se-lama di Medan dulu.

    Yuri mengata