macam-macamjama

10
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam bahasa arab banyak sekali yang harus dipelajari, karena untuk bisa dan mengerti bahasa arab kita tidak hanya harus menghafal kosa kata dari basa arab. Namun kita juga harus dapat mengerti dan memahami ilmu nahwu. Dalam ilmu nahwu kita akan mendapat banyak pengetahuan yang berhubungn dengan bahasa arab. Dalam ilmu itu kita akan menemui banyak bab atau materi yang akan kita pelajari, misal tentang isim, fi’il, fa’il,I’rob, jama’ dll. Dari beberapa materi tersebut, dalam makalah ini kami akan menjelaskan tentan bab anwaul jama’ atau macam-macam dari jama’. Perlu kita ketahui bahwa jama’ itu ada 3 (tiga) macam yaitu jama’ mudzakar salim, jama’ muannats salim dan jama’ taksir. Adapun sedikit yang kita ketahui tentang jama’ mudzakar salim yaitu kalimat isim yang menunjukkan arti laiki-laki yang lebih dari dua. Jama’ muannats salim yaitu isim yang menunjukkan arti perempuan yang lebih dari dua. Sedangkan jama’ taksir yaitu kalimat isim yang menunjukkan arti lebih dari dua dan berubah dari bentuk mufrodnya.

description

bhs arab

Transcript of macam-macamjama

BAB IPENDAHULUAN

1. Latar BelakangDalam bahasa arab banyak sekali yang harus dipelajari, karena untuk bisa dan mengerti bahasa arab kita tidak hanya harus menghafal kosa kata dari basa arab. Namun kita juga harus dapat mengerti dan memahami ilmu nahwu. Dalam ilmu nahwu kita akan mendapat banyak pengetahuan yang berhubungn dengan bahasa arab. Dalam ilmu itu kita akan menemui banyak bab atau materi yang akan kita pelajari, misal tentang isim, fiil, fail,Irob, jama dll. Dari beberapa materi tersebut, dalam makalah ini kami akan menjelaskan tentan bab anwaul jama atau macam-macam dari jama. Perlu kita ketahui bahwa jama itu ada 3 (tiga) macam yaitu jama mudzakar salim, jama muannats salim dan jama taksir.Adapun sedikit yang kita ketahui tentang jama mudzakar salim yaitu kalimat isim yang menunjukkan arti laiki-laki yang lebih dari dua. Jama muannats salim yaitu isim yang menunjukkan arti perempuan yang lebih dari dua. Sedangkan jama taksir yaitu kalimat isim yang menunjukkan arti lebih dari dua dan berubah dari bentuk mufrodnya.

2. Rumusan masalah1. Apa itu jama?2. Ada berapakah macam-macam jama itu?

BAB IIPEMBAHASAN1. Pengertian JamaJama adalah lafadz yang menunjukkan arti lebih dari dua atau banyak, baik muannats maupun mudzakar. Isim Jamak dibagi menjadi tiga, yaitu Jama Midzakar Salim, Jama Muannats, dan Jama Taksir.2. Macam-macam JamaJama dibagi menjadi tiga macam yaitu Jama Mudzakar Salim, Jamak Muannas Salim, dan Jama Taksir. 1. Jama Mudzakar Salim Jama mudzakar salim adalah lafadz yang menunjukkan arti lebih dari dua, mempunyai makna laki-laki dan jama nya itu teratur. Ciri-ciri dari jama mudzakar salim yaitu terdapat tambahan wawu dan nun ketika rofa atau huruf ya dan nun ketika nasob maupun jer . Contoh : a. Rofa b. Nashob c. Jer

Keadaan jamak mudzakar salim dalam penerapannya pada suatu kata(1).(2).(3). Keterangan:1. Marfu ditandai dengan contoh 2. Manshub ditandai dengan contoh 3. Majrur diandai dengan contoh Syarat Jamak Mudzakkar Salim(Syarat isim yang diJamak Mudzakar Salim kan) Isim yang boleh dibuat jamak mudzakar salim ada dua macam, yaitu ; a. Alam (Nama); b. Sifat (Kata Sifat). Dari kedua isim tersebut mempunyai ketentuan masing-masing, yaitu ; a. Syarat Alam, syarat alam yang dapat dijamak mudzakar salimkan adalah :1. Alam mudzakar, artinya isim harus nama laki laki, nama perempuan tidak bisa dibuat jamak mudzakar salim melainkan dibuat jamak muannats salim. Misal nama tidak bisa dijamakan .2. Alam aqil, yaitu nama untuk mahluk yang berakal, bukan nama hewan atau benda mati.3. Tidak ada tanis dalam lafadznya, walaupun alam mudzakar dan aqil, tetapi terdapat tanis dalam lafadznya maka tidak bisa dijadikan jamak mudzakar salim. Seperti , .4. Alam tidak berupa tarkib/murokkab, baik terkib isnadi (seperti nama ; ), tarkib idhofi (seperti nama ), maupun tarkib mazji (seperti nama ).Jika nama yang berupa terkib isnadi atau mazji akan dijamakan maka seperti halnya isim tasniyah, yaitu dengan menambahkan lafadz (rofa) dan (nashob/dan jer). Contoh : Adapun jika berupa terkib idhofi, maka dengan hanya menjamakkan lafadz mudhofnya saja, seperti ; .5. Alam tidak berupa lafadz isim tasniyah atau jamak mudzakar salim, seperti nama atau tidak bisa dijamak mudzakar salimkan. b. Syarat Sifat. Sifat merupakan bentuk kata sifat yang biasanya berupa isim fail dan isim maful, syarat Sifat yang dapat dijamak mudzakar salimkan adalah :1. Sifat mudzakar, artinya sifat yang untuk menyipati laki-laki, seperti ; menjadi , sifat yang untuk menyifati muannats/perempun tidak bisa dijamak mudazakar salimkan seperti ; 2. Sifat aqil, yaitu sifat bagi yang berakal bukan sifat untuk hewan atau benda mati.3. Sifat yang tidak terdapat tanis di akhirnya, jika sifat ada tanisnya maka tidak bisa dijamak mudzakar salimkan.4. Sifat yang tidak mengikuti wazan yang muannatsnya . Seperti lafadz tidak bisa dijamakkan menjadi .5. Sifat yang tidak mengikuti wazan yang muannatsnya . Seperti lafadz tidak bisa dijamakkan menjadi .6. Bukan berupa sifat yang untuk menyifati laki-laki dan perempuan dengan lafadz yang sama, seperti ; , kedua lafadz tersebut tidak bisa dibuat jamak mudzakar salimkan, sebab untuk muanas dan mudzakar sama.2. Jamak Muannats SalimJamak Muannats Salim adalah jamak yang teratur dan menunjukkan makna perempuan yang lebih dari dua. Lafat yang di jamakkan dengan memakai alif dan ta yang ditambahkan diakhirnya. Ciri dari jamak muannats salim yaitu terdapat tambahan alif dan ta pada bentukmufradnya. Karena jamak ini menunjukkan perempuan, maka bentuk singular yang diubah adalah bentuk muannats bukan mudzakar. Dan irobnya Dhommah ketika rofa dan kasroh ketika nasob dan jer. Contoh: menjadi . Alif dan ta di akhir kalimah yang bukan tambahan, itu bukan jamak muannast salim, melainkan jamak taksir. Seperti dalam lafadz yang asalnya, alif yang terdapat dalam lafadz adalah alif pergantian dari ya. Syarat Jamak Muannats SalimSyarat suatu lafadz bisa dibuat jamak muannast salim ada dua, yaitu : a.Mufrod; b.Muannats.Tatanits atau muannats ada tiga macam, yaitu :a. Fi al lafdzi wal makna (Tanis pada lafadz dan makna) Contoh :b. Fi al makna faqoth (Tanis pada maknanya saja) Contoh : c. Fi al lafdzi faqoth (Tanis pada lafadznya saja) Contoh :Lafadz yang dijadikan jamak muannats salim, adalah :a. Isimnya harus isim tsulasi (tiga huruf asal) baik akhirnya berupa ta atau bukan.b. Harus menunjukan makna muannatsc. Ain fiilnya harus matid. Ain fiilnya harus berupa huruf soheh

Apabila telah menetapi empat syarat tersebut, maka :a. Apabila fafiilnya di domah maka ain fiilnya boleh tiga wajah, yaitu : 1. Tabi, Artinya mengikuti harkat fa fiil, contoh menjadi2. Taskin, Di sukun, contoh menjadi 3. Takhfif, Diringankan (diharkati fathah), contoh menjadi b. Jika fa fiilnya di fathah maka ain fiilnya hanya boleh Takhfif, diringankan (di harkat fathah), contoh menjadi c. Jika fa fiilnya di kasroh, maka ain fiilnya boleh tiga wajah, yaitu 1. Tabi, artinya mengikuti harkat fa fiil, contoh menjadi2. Taskin, disukun, contoh menjadi 3. Takhfif, diringankan (diharkati fathah), contoh menjadi

Plural tamb Sing plural tamb Singular

Keadaan Jamak Muannats Salim dalam penerapannya pada kata:( / ) ( / ) / ))Tanda-tanda perubahan pada jamak muannats salim1. Marfu ditandai dengan dhummah/ dhummah tanwinContoh: 2. Manshub ditandai dengan kasrah atau kasrah tanwinContoh: 3. Majrur ditandai dengan kasrah atau kasrah tanwinContoh: 3. Jamak taksirJamak Taksir adalah lafat yang berubah dari bentuk mufrodnya. Atau kalimat isim yang menunjukkan arti lebih dari dua dan berubah dari bentuk mufrodnya, baik itu tampak atau perkiraan pengantar memahami al-imrithi. Jamak taksir dapat diartikan sebagai bentuk jamak yang tidak beraturan (rusak). Jamak taksir itu untuk semua benda mati maupun hidup, mudzakar maupun muannats. Bentuk jamak taksir ini simaI artinya mengikuti apa yang diucapkan oleh orang arab. Oleh karena itu harus dihafalkan. Kita dapat mengetahui sebuah isim berjamaktakdir atau salim dapat dilihat dalam kamus. Jamak taksir (banyak tak beraturan) menurut ulama ahli nahwu adalah Artinya :Jamak yang berubah dari bentuk mufrodnya.

1. Perubahan Jamak Taksir Perubahan dalam jamak taksir ada beberapa macam yaitu :a. Perubahan dengan ditambah hurufnya, contoh : jamak dari adalah .b. Perubahan dengan dikurangi hurufnya, contoh : jamak dari adalah .c. Perubahan dengan diganti harkat saja, contoh : jamak dari adalah .d. Perubahan dengan ditambah hurufnya dan diganti harkatnya, contoh : jamak dari adalah .e. Perubahan dengan ditambah hurufnya dan sebelumnya dibuang hurufnya serta diganti harkatnya, contoh : jamak dari adalah .

Contoh: - artinyaKertas artinya Kunci artinya Kunci pintu artinya Gambar artinya Kepala artinya Kepala, ketuaDari contoh diatas terlihat bahwa bentuk plural dari mufrod / singularnya tidak beratura sebagaimana pada jamak salim.Jamak taksir memiliki 27 bentuk wazan, dan dari jumlah tersebut dikelompokkan atas ;a. Jamak Taksir Qillah (sedikit), yaitu bentuk jamak yang jumlahnya 3 10, wazannya ada 4 yaitu :"" "" "" ""b. Jamak Taksir Kasroh (banyak), yaitu bentuk jamak yang jumlahnya lebih dari 10, wazannya ada 23 yaitu :"" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" "" " " ""

2. Tanda Irob jamak taksir :a. Rofa : Dhommahb. Nashob : Fathahc. Jer : Kasroh, sukun (jika termasuk dalam isim ghoer munshorif)