Lp Mobilitas

download Lp Mobilitas

of 42

  • date post

    03-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    194
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Lp Mobilitas

LAPORAN PENDAHULUAN KLIEN DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN MOBILITAS

Disusun Oleh :

Yudha Hermawanto P. 27220009 116 DIII Keperawatan DIV Berlanjut

JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA 2010A. Konsep Dasar Mobilitas

1. Pengertian Menurut Potter dan Perry (2003) mobilitas adalah kemampuan seseorang untuk berpindah secara bebas. Sedangkan menurut Wahit Iqbal Mubarak (2007) mobilitas adalah kemampuan untuk bergerak secara bebas, mudah, dan teratur yang bertujuan untuk memenuhi hidup sehat. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur dan mempunyai tujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup sehat, hal ini penting untuk kemandirian.

2. Jenis Mobilitas a. Mobilitas penuh adalh kemampuan individu untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi social dan peran sehari-hari. b. Mobilitas sebagian adalah kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan jelas dan tak mampu bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan saraf motorik dan sensorik.1) Mobilitas sebagian temporer adalah kemampuan seseorang untuk bergerak

dengan batasan yang sifatnya sementara, kemungkinan disebabkan oleh trauma pada muskuloskeletal. Contohnya : adanya dislokasi sendi dan tulang. 2) Mobilitas sebagian permanen adalah kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap. Hal tersebut disebabkan rusaknya sistem saraf yang reversibel. Contohnya hemiplegia akibat stroke, paraplegi karena cedera tulang belakang.

3. Faktor yang mempengaruhi mobilitas a. Gaya Hidup1) Belajar tentang nilai dari aktivitas dari lingkungan keluarga

2) Pengaruh factor budaya terhadap aktivitas b. Ketidakmampuan Kelemahan fisik dan mental yang menghalangi melaksanakan aktivitas kehidupan, dibagi menjadi dua:1)

seseorang untuk

Ketidakmampuan primer: disebabkan langsung karena penyakit

atau trauma. Contohnya paralisis oleh karena injuri spinal cord.2)

Ketidakmampuan sekunder: dampak akibat ketidakmampuan

primer. Contohnya kelemahan otot, bed sores. c. Tingkat Energi 1) 2) Bervariasi diantara individu Seseorang menghindar dari stressor untuk mempertahankan

kesehatan fisik dan psikologis d. Usia Mempengaruhi tingkat aktivitas, dikaitkan dengan tingkat perkembangan dari sejak lahir sehubungan dengan usia lanjut. e. Kebudayaan

Kemampuan melakukan mobilitas dapat juga dipengaruhi kebudayaan. Contohnya orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh, memiliki kemampuan mobilitas yang kuat dibandingkan dengan orang karena adaptasi budaya tertentu dibatasi aktivitasnya.

4. Kondisi patologi yang mempengaruhi mobilitas a. Ketidaknormalan postur

Mempengaruhi efisiensi dari system muskuloskeletal seperti body alignment, keseimbangan, dan penampilan. Selama pengkajian perawat mengobservasi body alignment dan ROM ketidaknormalan postur dapat disebabkan oleh nyeri, posisi yang salah, dan mobilitas atau keduanya. Pengetahuan tentang karakteristik, penyebab dan pengobatan dari ketidaknormalan postur dalam pemenuhan kebutuhan mengangkat, memindah dan memposisikan. Beberapa ketidaknormalan postur menyebabkan keterbatasan ROM. b. Gangguan perkembangan otot dan penyakit dapat menunjukkan untuk mengubah fungsi

Luka

muskuloskeletal. Penyakit otot adalah kelompok ketidaknormalan yang disebabkan oleh degerasi otot tulang fibrous. c. Kerusakan system saraf pusat

Kerusakan beberapa komponen seperti pada pengaturan gerak sadar mengakibatkan gangguan body alignment dan mobilitas. Motorik di cerebrum bisa dirusak oleh trauma dari cidera kepala, iskemia dari kecelakaan cerebrovascular (stroke) atau infeksi bakteri dari meningitis.d.

Trauma langsung pada system musculoskeletal

Trauma sistem muskuloskeletal dapat mengakibatkan memar, keseleo dan fraktur. Fraktur adalah gangguan pada jaringan tulang penyambung. Fraktur diakibatkan oleh trauma eksternal, tapi juga bias terjadi karena kelainan bentuk tulang (misalnya osteoporosis, pagets disease atau osteogenesis imperfekta). Kondisi cacat lahir dapat mempengaruhi struktur muskuloskeletal atau sistem saraf, mengganggu body alignment atau gerakan sendi. Sifatnya bisa sementara atau permanen.

A. Konsep Dasar Ambulasi 1. Pengertian Ambulasi adalah usaha yang dikoordinir dari muskuloskeletal dan sistem saraf untuk mempertahankan keseimbangan postur dan body aligment selama pengangkatan, pergerakan, dan penyelenggaraan kegiatan atau aktivitas kehidupan sehari-hari (Perry dan Potter). Pergerakan tubuh yang terkoordinir melibatkan fungsi skeletal, otot, dan sistem saraf. Karena ketiga sistem ini berhubungan erat dalam mendukung ambulasi, sehingga sistem tersebut sering disebut sebagai unit fungsi tunggal. Sistem skeletal menjalankan lima fungsi di dalam tubuh yaitu sebagai pendukung, perlindungan, pergerakan, penyimpanan mineral dan hematopoiesis (pembentukan sel darah). Dalam ambulasi, fungsi tulang sebagai pendukung dan pergerakan adalah paling penting. Tulang menjalankan fungsi sebagai kerangka dan menyokong bentuk, postur dan posisi bagian tubuh. Dalam pergerakan ditimbulkan oleh tarikan otot pada tulang yang berperan sebagai pengungkit dan sendi berperan sebagai tumpuan atau penompang.

2.

Anatomi dan Fisiologi a. Tulang

Tulang terdiri dari sel-sel yang berada pada bagian intraseluler, tulang berasal dari embrionik hyaline cartilage yang mana melalui proses osteogenesis menjadi tulang. Proses ini dilakukan oleh sel-sel yang disebut osteoblas. Proses mengerasnya tulang garam kalsium. Tulang mempunyai fungsi sebagai: 1) 2) Mendukung jaringan tubuh dan memberikan bentuk tubuh Melindungi organ tubuh dan jaringan lunak 3) Memberikan pergerakan (otot yang berhubungan dengan

kontraksi dan pergerakan) 4) Membentuk sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang

(hematopoiesis) 5) b. Otot Menyimpan garam-garam mineral. Misalnya kalsium dan fosfor

Otot dibagi dalam tiga kelompok dengan fungsi utama untuk kontraksi dan menghasilkan pergerakan dari bagian tubuh atau seluruh tubuh. Pergerakan ditimbulkan oleh tarikan otot pada tulang yang berperan sebagai pengungkit dan sendi berperan sebagai tumpuan atau penopang. c. Ligamen

Ligamen adalah sekumpulan dari jaringan fibrous yang tebal dimana merupakan akhir dari suatu otot dan berfungsi mengikat suatu tulang. d. Persendian

Pergerakan tidak akan mungkin terjadi bila kelenturan dalam rangka tulang tidak ada. Kelenturan dimungkinkan karena adanya persendian atau letak dimana tulang berada bersama-sama. Adapun gerakan yang dapat dilakukan oleh sendi-sendi antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Fleksi Ektensi Adduksi Abduksi Rotasi Sirkumduksi Pergerakan khusus: supinasi, pronasi, inversion, eversio,

protacsio

3. a.

Prinsip Ambulasi

Gravitasi Memandang gravitasi sebagai sumbu dalam pergerakan tubuh. 1) Pusat gravitasi, titik yang ada di pertengahan tubuh

2) gravitasi 3)

Garis gravitasi, merupakan garis imajiner vertical melalui pusat

Dasar tumpuan, merupakan dasar tempat seseorang dalam posisi

istirahat untuk menopang atau menahan tubuh b. Keseimbangan Keseimbangan dicapai dengan mempertahankan posisi garis gravitasi diantara pusat gravitasi dan dasar tumpuan.

4. Pergerakan Dasar dalam Ambulasi a. Gerakan (ambulating) Gerakan yang benar dapat membantu mempertahankan keseimbangan tubuh. Contohnya keseimbangan orang saat berdiri dan saat berjalan akan berbeda. Orang yang berdiri akan lebih mudah stabil dibandingkan dengan posisi jalan. Dalam posisi jalan akan terjadi perpindahan dasar tumpuan dari sisi satu ke sisi yang lain dan posisi gravitasi akan selalu berubah pada posisi kaki. b. Menahan (squaling) Dalam melakukan pergantian, posisi menahan selalu berubah. Contohnya posisi orang duduk akan berbeda dengan orang jongkok dan tentunya berbeda dengan posisi membungkuk. Gravitasi adalah hal yang perlu diperhatikan untuk memberikan posisi yang tepat dalam menahan. Dalam menahan diperlukan dasar tumpuan yang tepat. c. Menarik (pulling)

Menarik dengan benar akan memudahkan untuk memindahkan benda. Yang perlu diperhatikan adalah ketinggian, letak benda, posisi kaki dan tubuh dalam menarik, sodorkan telapak tangan dan lengan atas dipusat gravitasi pasien, lengan dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. Pinggul, lutut dan pergelangan kaki ditekuk lalu dilakukan penarikan. d. Mengangkat (lifting) Mengangkat merupakan pergerakan daya tarik. Menggunakan otot-otot besar dari tumit, paha bagian atas, kaki bagian bawah,perut dan pinggul untuk mengurangi rasa sakit pada daerah tubuh bagian belakang. e. Memutar (pivoting) Merupakan gerakan untuk memutar anggota tubuh dan bertumpu pada tulang belakang. Gerakan memutar yang baik memperhatikan ketiga unsur gravitasi agar tidak berpengaruh buruk pada postur tubuh.

5.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ambulasi a. Status kesehatan b. Nutrisi Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadi penyakit. Contohnya tubuh yang kekurangan kalsium akan lebih mudah fraktur. c. Emosi Kondisi psikologi seseorang dapat memudahkan perubahan perilaku yang dapat menurunkan kemampuan ambulasi yang baik.

d. Situasi dan kebiasaan Situasi dan kebiasaan yang dilakukan seseorang misalnya sering mengangkat benda-benda yang berat. e. Gaya hidup Perubahan pola hidup seseorang dapat menyebabkan stress dan

kemungkinan besar akan menyebabkan kecerobohan dalam beraktivitas. f. Pengetahuan Pengetahuan yang baik dalam penggunaan ambulasi akan mendorong seseorang untuk mempergunakannya dengan benar, sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak sia-sia.

6.

Dampak Ambulasi yang Salah a. Terjadi ketegangan sehingga memudahkan timbulnya kelelahan dan gangguan dalam sistem muskuloskeletal. b. R