Lp Hipertensi

download Lp Hipertensi

of 26

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    89
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Laporan Pendahuluan Penyakit Hipertensi ( Cardiovascular )

Transcript of Lp Hipertensi

LAPORAN PENDAHULUANHIPERTENSI EMERGENCY

Disusun oleh :

PRADIKA SANGGA PRAMANA ( P 272 20008 102 )

D IV KEPERAWATANPOLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA2010

I. KONSEP

A. PengertianHipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg (Brunner dan Suddarth, 2002).Pada umumnya hipertensi diklasifikasikan berdasarkan nilai sistole dan diastolik.KategoriSistolik (atas) mmHgDistolik (bawah) mmHg

Normal tinggi (perbatasan)130 - 13985 89

Stadium 1, ringan140 - 15990 99

Stadium 2, sedang160 - 179100 109

Stadium 3, berat180 - 209110 119

Stadium 4, sangat berat 210 120

Tekanan darah ditentukan oleh 2 faktor utama :1. Volume cairan yang mengisi pembuluh darah besarnya ditentukan oleh curah jantung.2. Tahanan (resistensi) pembuluh darah tepi (perifer) terhadap aliran darah yang mengalir.Krisis hipertensi adalah tekanan darah yang mengalami kenaikan yang cepat sehingga menyebabkan kerusakan organ secara cepat, perbaikan hanya bisa didapat dengan obat penurun tekanan darah.Urgensi hipertensi terjadi ketika tekanan darah melonjak naik, tetapi tidak ada kerusakan organ tubuh sebagai akibatnya, dan tekanan darah dapat diturunkan dengan aman dalam 24 jam dengan pemberian obat penurun tekanan darah.Ketika kerusakan organ terjadi sebagai akibat dari tekanan darah yang sangat tinggi, ini disebut sebagai hipertensi emergency. . Ketika ini terjadi, tekanan darah harus diturunkan segera (dalam 2 jam) untuk mencegah kerusakan organ. Hal ini dilakukan dalam unit perawatan intensif rumah sakit.

Kerusakan organ yang terkait dengan hipertensi darurat dapat meliputi : Perubahan status mental seperti kebingungan atau koma (ensefalopati). Perdarahan ke dalam otak (stroke). Gagal jantung. Nyeri dada (angina). Cairan di paru-paru (edema paru). Serangan jantung . Aneurisma (menggembung pembuluh darah). Eklampsia (terjadi selama kehamilan).

B. PatofisiologiHipertensi merupakan suatu kelainan/ suatu gejala dari gangguan mekanisme regulasi tekanan darah. Tubuh mempunyai suatu sistem untuk mengatur tingginya tekana darah yaitu sistem renin angiostenin aldosteron (RAAS). Sel-sel tertentu ginjal dapat membentuk hormon renin yang dilepaskan apabila tekanan darah di glumerolus menurun. Hanya terjadi bila jumlah darah yang mengatur melalui ginjal berkurang. Misalnya karena penurunan volume darah atau penyempitan arteri ginjal. Dalam plasma, renin bergabung dengan menjadi angiostensin I yang oleh enzim ACE (Angiostensi convertury enzim) dapat menjadi angiostensin II. Zat ini berdaya vasokontriktif kuat secara langsung dan dapat langsung menstimulasi sekresi hormon aldortenon dengan sifat retensi garam sehingga volume darah dan tekanan darah meningkat.Disamping regulasi hormon masih terdapat beberapa faktor fisiologi yang dapat mempengaruhi tekanan darah, antara lain :1. Stroke volumeYaitu jumlah darah yang dipompa keluar jantung pada setiap kali konstriksi, semakin besar volume ini semakin tinggi tekanan darah. Retensi garam meningkatkan volume cairan sehingga volume meningkat. Maka tekanan atas dinding pembuluh darahpun meningkat.

2. Kekenyalan dinding arteriArteri yang dindingnya sudah mengeras karena endapan kolesterol/ lemak (artherosclerosis) menyebabkan tekanan darah lebih tinggi daripada dinding yang masih elastis.3. Pelepasan neurohormonAntara lain adrenalain dari nerodrenalin yang berfungsi menyempitkan pembuluh darah perifer sehingga tekanan darah meningkat. Pada saat emosi meningkat atau berolahraga yang bertenaga, sistem saraf adrenergik terangsang dan melepaskan neurohormon. Situasi stres dan merokok juga meningkatkan produksi neurohormon adrenolin (Sandra M Hettina, 2002).

C. Faktor Penyebab HipertensiHipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu : ( Lany Gunawan, 2001 )1. Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya2. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain, misal :a. Penyakit perenkim ginjal atau vaskuler ginjalb. Gangguan endokrin diabetesc. Penyempitan aorta kongenitald. Neurogenik tumor, enoufalitas, luka bakar, kenaikan volume intravaskuler dan gangguan psikiatri

Hipertensi primer terdapat pada lebih dari 90 % penderita hipertensi, sedangkan 10 % sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa factor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Factor tersebut adalah sebagai berikut :

a. Faktor keturunanDari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensib. Ciri perseoranganCirri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ), jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) dan ras (ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih )c. Kebiasaan hidupKebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ), kegemukan atau makan berlebihan, stress dan pengaruh lain misalnya merokok, minum alcohol, minum obat-obatan (ephedrine, prednison, epineprin )

D. Tanda dan GejalaTanda dan gejala dari hipertensi, yaitu :1. Sakit kepala2. Epitaksis3. Pusing migren4. Nokturia5. Finitus6. Kelemahan/ letih7. Mual muntah8. Sesak nafas9. Sukar tidur10. Mata berkunang-kunang11. Rasa berat ditekuk12. Kenaikan TD dari normal13. Penurunan kekuatan gengaman tangan dan reflek tendon dalam14. Frekuensi jantung meningkat15. Takipnea16. Perubahan irama jantung(Sandra M Hettina, 2002)

Namun, sebagian besar orang tidak merasakan gejala apapun, sehingga hipertensi ini sulit dideteksi bila tidak rutin memeriksakan tekanan darah. Saat sudah diketahui, biasanya sudah parah. Karena hal ini lah , hipertensi disebut silent killer.Sedangkan untuk Gejala Hipertensi Emergency meliputi: 1. Headache (Sakit kepala) 2. Serangan jantung 3. Chest pain (Nyeri dada )4. Shortness of breath (Sesak napas )5. Pembengkakan atau edema (penumpukan cairan dalam jaringan)

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG1. Riwayat dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh 2. Pemeriksaan retina 3. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kerusakan organ seperti ginjal dan jantung4. EKG untuk mengetahui hipertropi ventrikel kiri5. Urinalisa untuk mengetahui protein dalam urin, darah, glukosa6. Pemeriksaan : renogram, pielogram intravena arteriogram renal, pemeriksaan fungsi ginjal terpisah dan penentuan kadar urin. 7. Foto dada dan CT scan

F. KomplikasiAda beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada hipertensi yaitu :1. Kerusakan pembuluh darah, manifestasi muncul sesuai sistem organ yang terkena2. Penyakit jantung koroner dengan angina3. Hipertrofi ventrikel kiri4. Perubahan fatologis ginjal5. Perdarahan otak/ stroke6. Infark serebri(Brunner dan Suddart, 2002)

G. Pemeriksaan Diagnostik1. Hb/ HCl untuk menilai hubungan antara sel-sel dari viskositas darah sebagai faktor resiko dari hiperkoagulasi, enemia, dll.2. BUN/ creatinin untuk mengetahui fungsi ginjal.3. Glukosa, hiperglikemia akibat tingginya katekolamin akan menambah hipertensi.4. Sistem potasium. Bila ditemukan adanya hipokalamia ini merupakan tanda adanya aldostenon primer sebagai efek samping diuretika.5. Serum kalsium, bila tinggi biasanya signifikan pada hipertensi.6. Serum trigliserida dan kolesterol bila tinggi merupakan faktor predisposisi hipertensi.7. Tiroid. Hipertirordisme menyebabkan vasokontriksi vaskuler8. WP untuk mengidentifikasi penyebab hipertensi, apakah merupakan penyakit parenkim ginjal atau renal kalikulo.(Brunner dan Suddart, 2002)

H. PENATALAKSANAANPengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg. Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi :1. Terapi tanpa ObatTerapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat. Terapi tanpa obat ini meliputi :a. DietDiet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :1). Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr2). Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh3). Penurunan berat badan4). Penurunan asupan etanol5). Menghentikan merokok6). Diet tinggi kaliumb. Latihan FisikLatihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah olah raga yang mempunyai empat prinsip yaitu :1). Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari, jogging, bersepeda, berenang dan lain-lain2). Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan. Denyut nadi maksimal dapat ditentukan dengan rumus 220 umur3). Lamanya latihan berkisar antara 20 25 menit berada dalam zona latihan4). Frekuensi latihan sebaiknya 1 x perminggu dan paling baik 2 x permingguc. Edukasi PsikologisPemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi :1). Tehnik BiofeedbackBiofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan pada subyek tanda-tanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar oleh subyek dianggap tidak normal. Penerapan biofeedback terutama dipakai untuk mengatasi gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain, juga untuk gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketegangan.2). Tehnik relaksasiRelaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan atau kecemasan, dengan cara melatih penderita untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileksd. Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan )Tujuan pendidikan kesehatan y