Lp Gastritis

download Lp Gastritis

of 22

  • date post

    21-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Lp Gastritis

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN GASTRITISDI RUANG ANGSA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA

OLEH :

I DEWA GEDE DWIJA YASA1202105066PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS UDAYANA

2014

A.KONSEP DASAR PENYAKIT1. Anatomi Fisiologi Lambung (Gaster)

Lambung

Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai.

Terdiri dari 3 bagian, yaitu :

Kardia.

Fundus.

Antrum.

Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cinci(sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.

Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting :

Lendir

Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.

Asam klorida (HCl)

Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.

Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)2. Definisi / pengertian Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung yang dapat bersifat akut kronik, difus atau local (Soepaman, 1998).

Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung (Arif Mansjoer, 1999).

Gastritis adalah radang mukosa lambung (Sjamsuhidajat, R, 1998).

Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau lokal (Patofisiologi, Sylvia A Price hal 422)

Berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa Gastritis merupakan inflamasi mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difus atau lokal.3. Epidemiologi / insiden kasus

Gastritis merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai diklinik Penyakit Dalam ( IPD jilid II Edisi 3)

Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan biasanya jinak dan dapat sembuh sendiri ( Patofisiologi Sylvia & Wilson) dan 80 90% yang dirawat di ICU menderita gastritis akut.4. Penyebab / faktor predisposisi

a. Gastritis Akut

Merupakan inflamasi akut dari dinding lambung, biasanya terbatas pada mukosanya saja.

1. Gastritis eksogen akut, disebabkan faktur dari luar yang terdiri dari beberapa bagian:

Gastritis eksogen akut yang simple, disebabkan oleh :

Makanan dan minuman panas yang dapat merusak mukosa lambung, seperti rempah-rempah, alcohol dan sebagainya.

Obat-obatan seperti, digitalis, iodium, SF, kortison, dsb.

Gastritis akute korosiva, disebabkan oleh:

Obat-obatan seperti : Analgetik, Anti inflamasi, antibiotik dsb.

Bahan kimia dan minuman yang bersifat korosif, bahan alkali yang kuat seperti, soda, kaustik, (non-hydroxide) korosif sublimat.

2. Gastritis endogen akut, disebabkan kelainan dalam tubuh yang terdiri dalam beberapa bagian :

Gastritis infektiosa akut, disebabkan oleh toxin atau bakteri yang beredar

dalam darah dan masuk ke jantung, misalnya morbili, dipteri , variola dsb.

Gastritis egmonos akute, di sebabkan oleh invasi langsung dari bakteri pirogen pada dinding lambung, seperti streptococcus, stpilacoccus dsb.

b. Gastritis Kronis

Merupakan suatu inflamasi kronik yang terjadi pada waktu lama pada permukaan mukosa lambung, penyebabnya belum diketahui secara langsung, namun diduga disebabkan oleh :

1. Bakteri, infeksi stapilococcus (akute) mungkin pada akhirnya akan menjadi kronis.

2. Infeksi lokal, infeksi pada sinus, gigi dan post nasal dapat menimbulkan gastritis.

3. Alkohol dapat menyebabkan kelainan pada mukosa lambung.

4. Faktor, psikologis dapat menimbulkan hipersekresi asam lambung.5. Patofisiologi Bahan-bahan makanan, minuman, obat maupun zat kimia yang masuk kedalam lambung menyebabkan iritasi atau erosi pada mukosanya sehingga lambung kehilangan barrier (pelindung). Selanjutnya terjadi peningkatan difusi balik ion hidrogen. Gangguan difusi pada mukosa dan penngkatan sekresi asam lambung yang meningkat / banyak. Asam lambung dan enzim-enzim pencernaan. Kemudian menginvasi mukosa lambung dan terjadilah reaksi peradangan.

Demikian juga terjadi peradangan dilambung karena invasi langsung pada sel-sel dinding lambung oleh bakteri dan terinfeksi. Peradangan ini termanifestasi seperti perasaan perih di epigastrium, rasa panas / terbakar dan nyeri tekan.

Spasme lambung juga mengalami peningkatan diiringi gangguan pada spinkter esophagus sehingga terjadi mual-mual sampai muntah. Bila iritasi / erosi pada mukosa lambung sampai pada jaringan lambung dan mengenai pembuluh darah. Sehingga kontinuitasnya terputus dapat mennimbulkan hematemesis maupun melena.6. Klasifikasi

Gastritis menurut jenisnya terbagi menjadi 2, yaitu (David Ovedorf 2002) :

1. Gastritis akut

Disebabkan oleh mencerna asam atau alkali kuat yang dapat menyebabkan mukosa menjadi gangren atau perforasi. Gastritis akut dibagi menjadi dua garis besar yaitu :

Gastritis Eksogen akut ( biasanya disebabkan oleh faktor-faktor dari luar, seperti bahan kimiamisal : lisol, alkohol, merokok, kafein lada, steroid , mekanis iritasi bakterial, obat analgetik, anti inflamasi terutama aspirin (aspirin yang dosis rendah sudah dapat menyebabkan erosi mukosa lambung).

Gastritis Endogen akut (adalah gastritis yang disebabkan oleh kelainan badan ).

2. Gastritis Kronik

Inflamasi lambung yang lama dapat disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung, atau oleh bakteri Helicobacter pylory (H. Pylory). Gastritis kronik dikelompokkan lagi dalam 2 tipe yaitu tipe A dan tipe B. Dikatakan gastritis kronik tipe A jika mampu menghasilkan imun sendiri. Tipe ini dikaitkan dengan atropi dari kelenjar lambung dan penurunan mukosa. Penurunan pada sekresi gastrik mempengaruhi produksi antibodi. Anemia pernisiosa berkembang pada proses ini. Gastritis kronik tipe B lebih lazim. Tipe ini dikaitkan dengan infeksi helicobacterpylori yang menimbulkan ulkus pada dinding lambung.

7. Gejala klinis

a. Gastritis Akut

1) Gastritis Akute Eksogen Simple :

Nyeri epigastrik mendadak.

Nausea yang di susul dengan vomitus.

Saat serangan pasien berkeringat, gelisah, sakit perut, dan kadang disertai panas serta tachicardi.

Biasanya dalam 1-2 hari sembuh kembali.

2) Gastritis Akute Eksogen Korosiva :

Pasien kolaps dengan kulit yang dingin.

Tachicardi dan sianosis.

Perasaan seperti terbakar, pada epigastrium.

Nyeri hebat / kolik.

3) Gastritis Infeksiosa Akute :

Anoreksia

Perasaan tertekan pada epigastrium.

Vumitus.

Hematemisis

4) Gastritis Hegmonos Akute :

Nyeri hebat mendadak di epigastrium. Rasa tegang pada epigastrium.

Panas tinggi dan lemas

Lidah kering sedikit ekterik. Sianosis pada ektremitas.

Abdomen lembek. b. Gastritis Kronis

1) Gastritis Superfisialis

Rasa tertekan yang samar pada epigastrium.

Penurunan BB

Kembung / rasa penuh pada epigastrium.

Rasa perih sebelun dan sesudah makan.

Terasa pusing Vomitus2) Gastritis Atropikan

Rasa tertekan pada epigastrium.

Rasa penuh pada perut.

Keluar angin pada mulut.

Mudah tersinggung. Mulut dan tenggorokan terasa kering.3) Gastritis Hypertropik Kronik

Nyeri pada epigastrium yang tidak selalu berkurang setelah minum susu.

Nyeri biasanya timbul pada malam hari.

Kadang disertai melena.8. Pemeriksaan fisik

a) Kesadaran : pada awalnya CM ( compos mentis), perasaan tidak berdaya.

b) Respirasi : tidak mengalami gangguanc) Kardiovaskuler : hypotensi, takikardia, disritmia, nadi perifer lemah, pengisian kapiler lambat (vasokontriksi), warna kulit pucat, sianosis, kulit/membrane mukosa berkeringat ( status syok, nyeri akut)

d) Persyarafan : sakit kepala, kelemahan, tingkat kesadaran dapat terganggu, disorientasi/bingung, nyeri epigastrium.

e) Pencernaan : anoreksia, mual, muntah oleh karena luka duodenal, nyeri ulu hati, tidak toleran terhadap makanan ( coklat, pedas), membrane mukosa kering. Factor pencetus : makanan, rokok, alcohol, obat-obatan dan stressor psikologi.

f) Genetourenaria : biasanya tidak mengalami gangguan.g) Muskuloskletal : kelemahan, kelelahan.h) Intergritas ego : factor stress akut, kronis, perasaan tidak berdaya, adanya tanda ansietas : gelisah, pucat, berkeringat.9. Pemeriksaan diagnostik/Penunjang

a. Pemeriksaan laboratorium

Kultur : untuk membuktikan adanya infeksi Helicobacter pylori CLO ( Rapid ureum test) : untuk menegakkan diagnosis H.pylori Pemeriksaan serologi untuk H.pylori : sebagai diagnosis awal Analisis cairan lambung : untuk memperjelas diagnosis

b. Pemeriksaan radiologi

Endoskopi : meliputi topografi dan gambaran endoskopinya dimana gambaran endoskopinya meliputi : Eritematous / eksudatif

Eros