Lp Epilepsi

download Lp Epilepsi

of 25

  • date post

    24-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    95
  • download

    10

Embed Size (px)

description

laporan pendahuluan tentang epilepsi

Transcript of Lp Epilepsi

LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUANI. EPILEPSI

A. PengertianKejang merupakan suatu perubahan fungsi pada otak secara mendadak dan sangat singkat atau sementara yang dapat disebabkan oleh aktivitas otak yang abnormal serta adanya pelepasan listrik serebral yang sangat berlebihan. Apabila kejangnya bersifat kronis dapat dikatakan sebagai epilepsy yang terjadi secara berulang ulang dengan sendirinya.

Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengkoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakan (otot).

Pada penderita epilepsy, terkadang sinyal-sinyal tersebut, tidak beraktifitas sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diakibatkan oleh beberapa factor, antara lain :karena genetic, tapi epilepsy bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab aslinya belum diketahui. Epilepsi juga merupakan salah satu penyakit neurology utama dengan permasalahan yang kompleks.Epilepsi adalah gangguan yang ditandai dengan kejang yang kronik, terutama kejang yang berasal dari serebri menunjukan disfungsi otak yang mendasarinya. Epilepsi sebdiri bukan merupakan suatu penyakit.

Epilepsy sering dihubungkan dengan disabilitas fisik, disabilitas mental, dan konsekuensi psikososial yang berat bagi penyandangnya.

Bangkitnya kejang merupakan suatu manifestasi lepas muatan listrikyang berlebihan di sel neuron saraf pusat, keadaan ini merupakan gejala terganggunya fungsi otak, ambang kejang rendah sehingga mengalami kejang spontan atau gangguan ringan yang lebih dari 1 kali menderita bangkitan kejang spontan atau epilepsy atau gangguan yang ringan.

B. Etiologi1. Faktor fisiologis2. Factor biokimiawi

3. Factor anatomis : malformasi otak congenital

4. Gabungan dari factor tersebut

5. Penyakit atau kelainan : trauma lahir, trauma kapitis, radang otak, tumor otak, gangguan peredaran darah, hipoksia, anomaly kongenital, kelainan degeneratif Sistem Saraf Pusat, gangguan metabolisme, gangguan elektrolit, demam, reaksi toksis, alergis, keracunan obat atau zat kimia, jaringan parut, fraktur hereditas, meningitis, ensefalitis

6. Factor genetic

Penyebab potensial dari epilepsy yang berkaitan kehamilan dan kelahiran dapat berupa adanya infeksi, gaya hidup si ibu, komplikasi kehamilan dan factor penyebab lainnya yang berkaitan dengan proses pertumbuhan si anak. Namun para peneliti masih mengharapkan agar dilakukan riset terlebih dahulu.

C. Jenis Kejang1. Kejang parsial sederhana

Kesadaran tidak terganggu

Tanda tanda motoris : kedutan pada wajah, tangan, atau salah satu sisi tubuh, umumnya gerakan setiap kejang sama.

Tanda atau gejala otonomik : muntah, berkeringat, muka merah, dilatasi pupil

Gejala somatosensoris atau sensoris khusus : mendengar musik, merasa seakan jatuh dari udara, parestesia. Gejala psikis dejavu, rasa takut, visi panoramic

2. Kejang parsial kompleks

Terdapat ganggaun kesadaran, walaupun pada awalnya sebagai kejang parsial simpleks.

Dapat mencakup otomatisme atau gerakan otomatik : mengecap ngecap bibir mengunyah, gerakan mencongkel yang berulang ulang pada tangan dan gerakan tangan lainnya.

Dapat tanpa otomatisme : tatapan terpaku

3. Kejang umum (konvussif atau non-konvulsif)

a. Kejang absens atau petit mal1) Gangguan kewaspadaan dan responsivitas

2) Gangguan dengan tatapan terpaku berlangsung kurang dari 15 detik.

3) Awitan dan akhirnya cepat, setelah itu kembali ke waspada dan berkonsentrasi penuh.

4) Umumnya di mulai pada usia antara 4 dan 14 tahun dan sering sembuh dengan sendirinya saat usia 18 tahun.

b. Kejang Mioklonik/Infantil

1) Kedut-kedutan

2) Involunter pada otot-otot atau sekelompok otot yang mendadak

c. Kejang Mioklonik lanjutan1) Sering terlihat pada orang yang sehat selama tidur, tetapi bila patologik berapa kedutan-kedutan sinkron pada leher, bahu, lengan atas dan kiri.2) Umumnya berlangsung kurang dari 5 detik dan terjadi dalam kelapa.3) Kehilangan kesadaran hanya sesaatd. Kejang Tonik-Klonik?Grandmal1) Diawali dengan hilangnya kesadaran dan saat Tonik, kaku, umum pada otot ekstremitas, batang tubuh dan wajah yang berlangsung kurang dari 1 menit.2) Dapat disertai dengan hilangnya kontrol kandung kemih dan usus.3) Tidak ada respirasi dan sianosis

4) Saat Tonik diikuti dengan gerakan klonik ekstremitas atas dan bawah.5) Letargi, konfusi dan tidur dalam fase postictal

e. Kejang Otonik/Infatil

1) Hilangnya tonus secara mendadak sehingga dapat menyebabkan kelopak mata turun, kepala menunduk atau jatuh ke tanah.2) Singkat dan terjadi tanpa peringatan.f. Status Epileptikus1) Biasanya, kejang tonik-klonik umum yang terjadi berulan-ulang.2) Anak tidak sadar kembali diantara kejang.3) Potensial untuk depresi pernapasan, hipotensi dan hipoksia.4) Memerlukan pengobatan medis darurat dengan segera.D. Komplikasi1. Pneumonia aspirasi

2. Asfiksia

3. Retardasi mentalE. Patofisiologi

Bagan terjadinya kejang

Kurang O2

Penurunan CO2

Penurunan konsentrasi glukosa darah

Infeksi otak

Merusak otak

Fungsi sel sarafMelepaskan impuls listrik

Jika terganggu

Aktivitas abnormal pada neuron serebral

Gangguan motoris dan sensoris

Pada otot tertentu

General

Spasme otot involunter

Spasme atau komvulsif Kuat (tonik) atau intermiten (klonik)

F. Uji Laboratorium dan Diagnostik1. EEG : dipakai untuk membantu menetapkan jenis dan focus dari kejang.2. CT : menggunakan kajian sinar-X yang lebih sensitive dan biasanya untuk mendeteksi perbedaan kerapatan jaringan.3. MRI : menghasilkan bayangan dengan menggunakan lapangan magnetic dan gelombang radio, berguna untuk memperlihatkan daerah-daerah otak (region fossa posterior dan region sella) yang tidak jelas terlihat bila menggunakan pemindaian CT.4. PET : untuk mengevaluasi kejang yang membandel dan membantu menetapkan lokasi lesi, perubahan metabolic atau aliran darah dalam otak (mencakup suntikan radio isetopp secara iv).5. Potensial yang dibangkitkan : digunakan untuk mennentukan integritas jalur sensoris dalam otak (respost yang tidak ada atau tertunda dapat mengindikasikan keadaan patologik).6. Uji lab :

a. Fungsi lumbal untuk menganalisis cairan serebrospind : terutama dipakai untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi.b. Hitung darah lengkap untuk menyingkirkan infeksi sebagai penyebab dan pada kasus yang diduga disebabkan trauma, dapat dievaluasi hematrokit dan jumlah trombosit.c. Panel elektrolit : serum elektrolit Ca total dan magnesium serum seringkali diperiksa pada saat pertama kali terjadi kejang dan pada anak yang berusia kurang dari 3 bulan dengan penyebab elektrolit dan metabolic lebih lajim ditemui ( uji glukosa darah dapat sangat bermanfaat pada bayi atau anak kecil dengan kejang yang berkepanjangan untuk menyingkirkan kemungkinan hipoglikemi).d. Skrining toksik dari serum dan urin digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan keracunan.e. Pemantauan kadar obat antiepileptic digunakan pada fase awal penatalaksanaan dan jika kepatuhan pasien diragukan.G. Penatalaksanaan MedisTerapi obat antiepileptic atau antikonvulsan yang umum dipakai :

1. Fenobarbital, indikasi : kejang mioklonik, kejang tonik-klonik, status epileptikus, kadar terapeutik : 15-40 cg/ml

2. Fenitoin (dilatin), indikasi : kejang parsial, kejang tonik-klonik, status epileptikus, kadar terapeutiknya : 10-20 mcg/ml

3. Karbomazepin (tegretol), indikasinya : kejang parsial, kejang tonik-klonik kadar terapeutikny : 4-12 mcg/ml

4. Asam valproat (Deapkene), indikasinya : kejang absens atipik, kejang mioklonik, kejang tonik-klonik, kejang atonik, dan terutama bermanfaat untuk gangguan kejang campuran kadar terapeutiknya : 40-100mcg/ml

5. Primidon (mysolin) indikasi kadang-kadang dipaki untuk mengobati kejang tonik-klonik kadar terapeutiknya 4-12mcg/ml

6. Etosuksimid (zorontin) indikasi kejang abses

7. Klonazepam (klonopin), indikasi kejang absens, kejang tonik-klonik, spasme invantil.H. Contoh Kasus-kasus EpilepsySebagian besar kasus epilepsy dimulai pada masa anak-anak :

1. Pada tahun 2000 diperkirakan penyandang epilepsy diseluruh dunia berjumlah 50 juta, 37 juta orang diantaranya adalah epilepsy primer dan 80% tnggal di Negara berkembang2. Laporan WHO (2001) memperkirakan bahwa rata-rata terdapat 8,2 orang penyandang epilepsy aktif diantara 1000 orang penduduk. Angka prevalensi dan insidensi diperkirakan lebih tinggi di Negara-negara berkembang

3. Epilepsi dihubungkan dengan angka cedera yang tinggi, angka kematian yang tinggi, stigma social yang buruk, ketakutan, kecemasan, gangguan kognitif, dan gangguan psikiatrik

4. Pada penyandang usia anak-anak dan remaja, permasalahan yang terkait dengan epilepsy menjadi lebih kompleks. Penyandang epilepsy pada usia anak dan remaja dihadapkan pada masalah keterbatasab interaksi social dan kesulitan dalam mengikuti pendidikan formal

5. Mereka memiliki resiko besar terhadap terjadinya kecelakaan dan kematian yang berhubungan dengan epilepsy

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK PENDERITA EPILEPSIA. Pengkajian 1. Anamnesis

a. Bangkitan kejang : pola serangan, keadaan sebelum, selama dan sesudah serangan, lama serangan, frekuensi, waktu serangan terjadi dan factor-faktor atau keadaan yang dapat memprokasi atau menimbulkan serangan.b. Klasifikasi serangan.c. Gejala prodormal : aura, keadaan selam serangan dan keadaan sesudah serangan (parese todd, nyeri kepala, segera sadar, mengacau, kesadaran menurun).d. Rangsangan tertentu : melihat TV, bernafas dalam, lapar, letih, obat-obat tertentu dsb.e. Riwayat keluarga : penderita penyakit saraf atau lainnya

f. Riwayat kehamil