Lp Bronkopneumonia

download Lp Bronkopneumonia

of 24

  • date post

    08-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    42
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Laporan Pendahuluan Bronchopneumonia

Transcript of Lp Bronkopneumonia

LAPORAN PENDAHULUANASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DI RUANG ANGGREK RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA

Disusun Oleh:ARISYANUDIN PRASTYO3215002

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANJENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA 2015

Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman YogyakartaTelp (0274) 434200LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PENDAHULUANASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DI RUANG ANGGREK RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA

Disusun Oleh:ARISYANUDIN PRASTYO 3215002

Yogyakarta, 2015

MahasiswaPembimbing KlinikPembimbing Akademik

( )( )( )

I. TINJAUAN TEORIA. DEFINISIBronchopneumoni adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Muttaqin ,2008),Bronchopneomonia adalah penyebaran daerah infeksi yang berbercak dengan diameter sekitar 3 sampai 4 cm mengelilingi dan juga melibatkan bronchi (Hidayat, dkk 2012)Menurut Whaley & Wong, Bronchopneumonia adalah bronkiolus terminal yang tersumbat oleh eksudat, kemudian menjadi bagian yang terkonsolidasi atau membentuk gabungan di dekat lobulus, disebut juga pneumonia lobaris (Manurung , 2009),Bronchopneumonia adalah suatu peradangan paru yang biasanya menyerang di bronkeoli terminal. Bronkeoli terminal tersumbat oleh eksudat mokopurulen yang membentuk bercak-barcak konsolidasi di lobuli yang berdekatan. Penyakit ini sering bersifat sekunder, menyertai infeksi saluran pernafasan atas, demam infeksi yang spesifik dan penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh (IDAI, 2010).Kesimpulannya bronchopneumonia adalah jenis infeksi paru yang disebabkan oleh agen infeksius dan terdapat di daerah bronkus dan sekitar alveoli.B. FAKTOR PREDISPOSISISecara umun individu yang terserang bronchopneumonia diakibatkan oleh adanya penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virulensi organisme patogen. Orang yang normal dan sehat mempunyai mekanisme pertahanan tubuh terhadap organ pernafasan yang terdiri atas : reflek glotis dan batuk, adanya lapisan mukus, gerakan silia yang menggerakkan kuman keluar dari organ, dan sekresi humoral setempat.Timbulnya bronchopneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa, mikobakteri, mikoplasma, dan riketsia. (Sandra M. Nettiria, 2001 : 682) antara lain :1. Bakteri : Streptococcus, Staphylococcus, H. Influenzae, Klebsiella.2. Virus : Legionella pneumoniae3. Jamur : Aspergillus spesies, Candida albicans4. Aspirasi makanan, sekresi orofaringeal atau isi lambung ke dalam paru-paru5. Terjadi karena kongesti paru yang lama.Sebab lain dari pneumonia adalah akibat flora normal yang terjadi pada pasien yang daya tahannya terganggu, atau terjadi aspirasi flora normal yang terdapat dalam mulut dan karena adanya pneumocystis cranii, Mycoplasma. C. PATHOFISIOLOGIBronchopneumonia selalu didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus, Haemophillus influenzae atau karena aspirasi makanan dan minuman.Dari saluran pernafasan kemudian sebagian kuman tersebut masukl ke saluran pernafasan bagian bawah dan menyebabkan terjadinya infeksi kuman di tempat tersebut, sebagian lagi masuk ke pembuluh darah dan menginfeksi saluran pernafasan dengan ganbaran sebagai berikut:1. Infeksi saluran nafas bagian bawah menyebabkan tiga hal, yaitu dilatasi pembuluh darah alveoli, peningkatan suhu, dan edema antara kapiler dan alveoli.2. Ekspansi kuman melalui pembuluh darah kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan dan menginfeksinya mengakibatkan terjadinya peningkatan flora normal dalam usus, peristaltik meningkat akibat usus mengalami malabsorbsi dan kemudian terjadilah diare yang beresiko terhadap gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.

D. PATHWAYBakteri Stafilokokus Aureus

Saluran Pernafasan AtasKuman berlebih di bronkusProses peradangan Akumulasi sekret di bronkus Bersihan jalan nafas tidak efektif Mukus bronkus meningkat Bau mulut tidak sedap Anoreksia Intake kurang Nutrisi kurang dari kebutuhan Kuman terbawa di saluran pencernaan Infeksi saluran pencernaan Peningkatan flora normal dalam usus Peningkatan peristaltik usus Malabsorbrsi Diare Gangguan keseimbangan cairan dan eletrolit Infeksi Saluran Pernafasan BawahDilatasi pembuluh darah Eksudat plasma masuk alveoli Gangguan difusi dalam plasma Gangguan pertukaran gas Peningkatan suhu Septikimia Peningkatan metabolisme Evaporasi meningkat Edema antara kaplier dan alveoli Iritasi PMN eritrosit pecah Edema paru Pengerasan dinding paru Penurunan compliance paru Suplai O2 menurun Hipoksia Metabolisme anaeraob meningkat Akumulasi asam laktat Fatigue Intoleransi aktivitas Hiperventilasi Dispneu Retraksi dada / nafas cuping hidung Gangguan pola nafas Bakteri Haemofilus influezae Penderita akit berat yang dirawat di RS Penderita yang mengalami supresi sistem pertahanan tubuh Kontaminasi peralatan RS

E. TANDA DAN GEJALABronchopneumonia biasanya didahului oleh suatu infeksi di saluran pernafasan bagian atas selama beberapa hari. Pada tahap awal, penderita bronchopneumonia mengalami tanda dan gejala yang khas seperti menggigil, demam, nyeri dada pleuritis, batuk produktif, hidung kemerahan, saat bernafas menggunakan otot aksesorius dan bisa timbul sianosis.Terdengar adanya krekels di atas paru yang sakit dan terdengar ketika terjadi konsolidasi (pengisian rongga udara oleh eksudat).Gejala-gejala yang dapat ditemui pada klien secara umum adalah:1. Demam tinggi 38C2. Berkeringat3. Batuk yang awalnya kering menjadi produktif dengan sputum yang purulen bias berdarah4. Sesak nafas, retraksi intercosta5. Sakit kepala6. Mudah merasa lelah/ tampak lemah7. Nyeri dada 8. Kesulitan makan dan minum (Manurung, 2009).F. TEORI TUMBUH KEMBANGKembang atau perkembangan adalah proses pematangan/ maturasi fungsi organ tubuh termasuk berkembangnya kemampuan mental intelegensia serta perlakuan anak. Pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah tertib dan teratur, proses yang dapat diprediksi dari embrio dan berlanjut sampai meninggal.Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan struktur fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan, dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistemnya yang terorganisasi1. Umur 0-1 bulana. Lingkar kepala meningkat 1,25 cmb. Membedakan rasa manis, asam dan bauc. Berespon terhadap perubahan cahayad. Terdiam jika mendengar bunyi suarae. Perilaku involunter refleksi primer orientasi austistikf. Membuat suara merengek ketika sedang kesalg. Tersenyum sebagai respon pembicaraan orang dewasah. Bayi tersenyum tanpa membeda-bedakan2. Umur 2-3 bulana. Fisik: Fontanela anterior sudah menutupb. Motorik: Mengangkat kepala, dada dengan ditahan, memasukkan tangan jari dan tangan, ke mulut, meraih benda yang menarik, dapat duduk dengan bokong di sokong, mulai bermain dengan jari dan tangan.c. Sensorik: Mengikuti sinar, koordinasi vertikal horisontal, mendengarkan suara.d. Sosialisasi: Tertawa pada seseorang, kalau tertawa keras, menangis kurang.3. Umur 4-5 bulana. Fisik: berat badan 2x barat badan lahir, ngeces karena belum ada koordinasi alivab. Motorik: Bila didudukkan kepala dan punggung sudah kuat, bisa ditengkurapkan dan bisa miring dengan kepala tegak lurus, reflek meraih benda dengan tangan.c. Sensorik: Sudah mengenal orang, akomodasi mata positif.d. Sosial: Senang berinteraksi dengan orang lain, bisa mengeluarkan suara tidak senang bila mainan/ benda diambil orang lain.4. Umur 6-7 bulana. Fisik: baret badan naik 90-150 gr/mgg, tinggi badan naik 1,25 cm/minggu, lingkar kepala bertambah 0,5 cm/ bulan, gigi mulai tumbuh.b. Motorik: Membalikkan badan, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, mengambil mainan dengan tangan, senang memasukkan benda ke mulut, sudah mulai bisa memasukkan makanan ke mulut.c. Sensorik: Dapat menolak makanan yang tidak enak.d. Sosialisasi: Membedakan orang yang dikenal dan tidak dikenal, dapat mengatakan ma-ma, cepat menangis, cepat tertawa.5. Umur 8-9 bulana. Fisik: Dapat duduk sendiri, koordinasi tangan dan mulut lebih baik, tengkurap sendiri, mengambil dengan jari.b. Motorik: Duduk sendiri, tengkurap, mulai merangkak.c. Sensorik: Tertarik pada benda yang kecil.d. Sosialisasi: Stronger anxiety, menangis mendorong, memeluk orang yang dicintai, dimarahi menangis, mengulang beberapa huruf: Ma-ma, pa-pa, maem.6. Umur 10-12 bulana. Fisik: berat badan 3x berat badan lahir, tinggi badan bertambah x PBL, gigi atas dan bawah sudah tumbuh.b. Motorik: Sudah mulai belajar berdiri tapi tidak lama, belajar jalan dengan bantuan, berdiri dan duduk sendiri, belajar menggunakan sendok, main ci-lu-ba, senang mencoret kertas.c. Sensorik: Ketajamana visual 20/50, dapat membedakan bentuk.d. Sosialisasi: Cemburu marah, senang lingkungan yang dikenal, takut situasi asing, dapat mengucapkan da-da, ma-ma lebih jelas mengerti perintah sederhana, tahu nama sendiri.7. Umur 12-18 bulana. Motorik kasar: Jalan sendirib. Motorik halus: Pegang cangkir, memasukkan jari ke lubang, membuka kotak, melempar benda.8. Umur 18-24 bulana. Motorik kasar: Lari jatuh, menarik mainan, naik tangga dengan bantuan.b. Motorik halus: Makan dengan sendok, membuka halaman buku, menyusun balok-balik.9. Umur 24-34 bulana. Motorik kasar: Berlari sudah baik, naik tangga sendiri dengan kedua kaki tiap tahap.b. Motorik halus: Membuka pintu, membuka kunci, menggunting, minum dengan gelas, menggunakan sendok dengan baik.10. Umur 34-35 bulana. Motorik kasar: Naik turun tanpa bantuan, memakai baju dengan bantuan, mulai bisa bersepeda roda tiga.b. Motorik halus: Menggambarkan lingkaran, mencuci tangan se