Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

35
i Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75 PESONA PONOROGO: SISTEM INOVASI BERBASIS DIGITALISASI, INTEGRASI, DAN KOLABORASI GUNA MEMBANGUN LOCAL WISDOM PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO PARIWISATA Disusun Oleh : Wahyu Setyorini 041711133022 2017 Rerica Dhea Shavila 071711133034 2017 Christin Panjaitan 101711133079 2017 UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2020

Transcript of Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

Page 1: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

i

Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka

Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75

PESONA PONOROGO: SISTEM INOVASI BERBASIS DIGITALISASI,

INTEGRASI, DAN KOLABORASI GUNA MEMBANGUN LOCAL

WISDOM PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO

PARIWISATA

Disusun Oleh :

Wahyu Setyorini 041711133022 2017

Rerica Dhea Shavila 071711133034 2017

Christin Panjaitan 101711133079 2017

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2020

Page 2: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

ii

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul : Pesona Ponorogo: Sistem Inovasi Berbasis

Digitalisasi, Integrasi, Dan Kolaborasi Guna

Membangun Local Wisdom Pariwisata di

Kabupaten Ponorogo

2. Sub tema : Pariwisata

3. Ketua Tim

Nama Lengkap : Wahyu Setyorini

NIM : 041711133022

Jurusan/Fakultas : Ekonomi Pembangunan/Ekonomi dan Bisnis

Perguruan Tinggi : Universitas Airlangga

Alamat Rumah : RT 05 RW 02 Desa Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk

No. Telepon/HP : 082337647481

Alamat E-mail : [email protected]

4. Jumlah Anggota Tim : 2

5. Dosen Pembimbing

Nama Lengkap : Habiburrohman, SE., M.Si., Ak.

NIP : 197401062005011001

Alamat Rumah : Jalan Karangmenjangan 2/24 Surabaya

No. Telepon/HP : 08121675880

Surabaya, 15 Juli 2020

Dosen Pembimbing Ketua Tim

(Habiburrohman, SE., M.Si., Ak.)

NIP. 197401062005011001

(Wahyu Setyorini)

NIM. 041711133022

Page 3: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

iii

LEMBAR ORISINALITAS

Dengan ini, saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Wahyu Setyorini

Alamat : RT 05 RW 02 Desa Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk

No. Hp : 082337647481

Judul KTI : Pesona Ponorogo : Sistem Inovasi Berbasis Digitalisasi, Integrasi,

Dan Kolaborasi Guna Membangun Local Wisdom Pariwisata Di

Kabupaten Ponorogo

Menyatakan bahwa naskah ini adalah benar-benar karya asli saya sendiri dan belum

pernah dipublikasikan. Saya akan bersedia menanggung segala tuntutan jika di

kemudian hari ada pihak yang merasa dirugikan baik secara pribadi maupun

tuntutan secara hukum.

Demikian surat pernyataan ini saya tulis, dan bisa digunakan sebagaimana

mestinya.

Surabaya, 15 Juli 2020

Ketua Tim

(Wahyu Setyorini)

NIM. 041711133022

Page 4: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama Lengkap : Wahyu Setyorini

NIM : 041711133022

Sebagai : Ketua Tim

TTL : Nganjuk, 11 September 1997

Agama : Islam

Universitas : Airlangga

Jurusan/Prodi : Ekonomi Pembangunan

E-mail : [email protected]

Nomor Handphone : 082337647481

Alamat : RT 05 RW 02 Desa Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk

B. Karya Yang Pernah Dibuat

No. Judul Karya Jenis

Lomba/Kegiatan

Tahun

1. Bahasa Indonesia: Lambang

Kebanggaan NasionalMenuju

Internasional Essay 2017

2. Terjepit Teknologi Milineal Di

Kampus Ideal Cerita Inspiratif 2017

3. Sistem Beras Jumput Pemantik

Semangat Sedekah Dalam

Upaya Pemerataan Kesejahteraan

Essay 2018

4. Budayakan Antikorupsi Melalui

Ber-Kolas ( Koperasi Kelas

Cerdas) Pada Tingkat SMA/SMK LKTI 2018

5. Karang Taruna Berbasis Go

Digital Dan Community Based

Tourism (Cbt) Untuk

Meningkatkan Ekonomi Dan

Pemberdayaan Masyarakat Daerah

Objek Wisata Sedudo Nganjuk

Essay 2018

6. Aktivasi Zakat Pertanian Dalam

Mengoptimalkan Zakat Pertanian

UntukMeningkatkanKesejahteraan

Masyarakat

Essay 2019

Page 5: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

v

C. Penghargaan Yang Pernah Diraih

No. Jenis Penghargaan Pihak Pemberi

Penghargaan Tahun

1. 5 Terbaik Lomba Esai DKR

Kuta Selatan DKR Kuta Selatan 2017

2. 20 Besar Lomba Cerita Inspiratif

ITB 2017

Institut Teknologi

Bandung 2017

3. 10 Besar Esai Terbaik Bulan

Bahasa 2017

Universitas Gajah

Mada 2017

4. Esai Terbaik Training of Trainer UKM Penalaran

Universitas Airlangga 2018

5. Semifinalis Lomba Essay

Mahasiswa Nasional FALAH Universitas Airlangga 2018

6. Juara 3 Essay dan Debat se-Jawa

Timur

Institut Islam Negeri

Tulungagung 2019

7. Juara 3 Penalaran Berkarya UKM Penalaran

Universitas Airlangga 2019

Surabaya, 15 Juli 2020

Penulis

(Wahyu Setyorini)

NIM. 041711133022

Page 6: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

vi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama Lengkap : Rerica Dhea Shavila

NIM : 071711133034

Sebagai : Anggota

TTL : Sidoarjo, 21 Juni 1999

Agama : Islam

Universitas : Airlangga

Jurusan/Prodi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/Ilmu Administrasi

Negara

E-mail : [email protected]

Nomor Handphone : 081330537174

Alamat : Jl. Simping Bluru Kidul RT 2/RW 7 Sidoarjo

B. Karya Yang Pernah Dibuat

No. Judul Karya Jenis

Lomba/Kegiatan

Tahun

1. Strategi Open Government Dalam Alokasi Dana Desa Guna

Mewujudkan Smart Village Di Desa

Sumberkepuh, Kabupaten Nganjuk

LKTI 2017

2. Strategi Pengembangan

Ekowisata Pantai Trisik Melalui

“Sopi Martin” Guna Mewujudkan

Indonesia Mandiri tahun 2018

LKTI 2018

3. One Poin Integrated System

(OPIS): Strategi Optimalisasi

Sistem E-Tilang Bagi Kendaraan

Plat Nomor Non Wilayah Kota

Surabaya

Essay 2018

4. Education Fun Fact: Sebagai

Sarana Internalisasi Nilai

Ketangguhan Ki Honggolono

Dalam Sejarah Perseteruan Desa

Mirah Dan Desa Golan Kabupaten

Ponorogo

LKTI 2018

5. “Buku Saku Siaga Bencana Untuk

Anak” sebagai Antisipasi Dampak

Psikologi Jangka Panjang Korban

Bencana Alam

Essay 2018

6. ASIKJON: Strategi Optimalisasi

Desa Wisata Melalui Konsep

Digital Government Di Desa

Pujon Kidul Malang

LKTI 2018

C. Penghargaan Yang Pernah Diraih

Page 7: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

vii

No. Jenis Penghargaan Pihak Pemberi

Penghargaan Tahun

1. Juara 1 Call For Paper Hero 6th

tingkat Nasional UMY 2017

2. 10 Besar LKTIN Bioma UIN Malang 2018

3. Semifinalis LKTIN Kist 3 Univ Sunan Kalijaga

Yogyakarta 2018

4. Finalis LKTI Imekta Creative Universitas Jember 2018

5. Finalis LKTIN 4 Chemical Expo Universitas Medan 2018

6.

Juara 3 Lomba Esai Mahasiswa

Tingkat Nasional National

Gorvernance Days (NDG)

Fisip, Universitas

Padjadjaran Bandung 2018

7. PKM-PSH didanai Kemenristekdikti 2018

8. Juara 1 Kompetisi Esai Nasional

Publician Fair Universitas Indonesia 2018

9. Best Speaker Kompetisi Esai

Nasional Publician Fair Universitas Indonesia 2018

10. PKM AI lolos Kemenristekdikti Kemenristekdikti 2018

11.

Delegates paper competition in

the Airlangga Forum of Public

Administration

Public Administration

Department 2019

12.

Semifinalis Kompetisi KTI

Mahasiswa Nasional

Khatulistiwa

Universitas Brawijaya 2019

13. Juara 1 LKTIN Chronicle PKN-STAN 2019

14. Best Poster Simposium Nasional

ILP2MI Universitas Jambi 2019

15. Juara 1 Simposium Nasional

ILP2MI Universitas Jambi 2019

16. Finalis LKTI Tiupps Jatim UINSA 2020

17. Juara 2 LKTI Tiupps Jatim UINSA 2020

18. Finalis LKTI Prismatic Univesitas Hasanudin 2020

Surabaya, 15 Juli 2020

Penulis

(Rerica Dhea Shavila)

Page 8: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

viii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri

Nama Lengkap : Christin Panjaitan

NIM : 101711133079

Sebagai : Anggota

TTL : Ponorogo, 28 Mei 1999

Agama : Islam

Universitas : Airlangga

Jurusan/Prodi : Kesehatan Masyarakat

E-mail : [email protected]

Nomor Handphone : 083192872533

Alamat : Dusun Pule, Desa Gajah, Kec.Sambit,

Kab.Ponorogo

B. Karya Yang Pernah Dibuat

No. Judul Karya Jenis

Lomba/Kegiatan

Tahun

1. Cukai Rokok untuk Tambal

Defisit Dana BPJS Kesehatan

Lomba Opini BEM

FKM Unair 2018

2018

2. Keterampilan Politik Tenaga

Kesehatan Masyarakat dalam

Mewujudkan Kesehatan

Masyrakat yang Optimal

Lomba Opini BEM

FKM Unair 2018

2018

3. A Solution to Stopping Sexual

Harassment on Campus

Lomba Opini BEM

FKM Unair 2018

2018

4. Kuwera Ed-Park: Mendakuera

Educational Park, Integrasi

Peternakan dan Perkebunan

Lokal Berbasis Edukasi sebagai

Upaya Peningkatan Potensi

Agrowisata Kabupaten

Trenggalek

Lomba Karya Tulis

Ilmiah PIKIR 2018

2018

5. “Desa Keberagaman” Sebagai

Role Modeldalam Revitalisasi

Nilai Sumpah Pemuda Bangsa

Indonesia

Lomba Artikel Internal

UKM Penalaran

2018

6. Time Management For Public

Health Students: An Image How

Big Its Influence In Their College

ICOSDEL MALINDO

(International

Conference on Student

Development and

Leadership Malysia-

Indonesia)

2018

7. Sharing And Discussion With

Sing (Shadis With Sing)

Programe Sebagai Upaya

Lomba Hari Besar

Nasional UKM

2019

NIM. 071711133034

Page 9: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

ix

Penanaman Nasionalisme Pelajar

Melalui Lagu Kebangsaan dan

Lagu Daerah

Penalaran Universitas

Airlangga

C. Penghargaan Yang Pernah Diraih

No. Jenis Penghargaan Pihak Pemberi

Penghargaan Tahun

Surabaya, 15 Juli 2020

Penulis

(Christin Panjaitan)

NIM. 071711133034

Page 10: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat

danhidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatanpenelitian yang

berjudul “Pesona Ponorogo : Sistem Inovasi Berbasis Digitalisasi, Integrasi, Dan

Kolaborasi Guna Membangun Local Wisdom Pariwisata Di Kabupaten Ponorogo”

Penelitian kegiatan Lomba Hari Besar Nasional yang diadakan oleh UKM

Penalaran tahun 2020 dapat diselesaikan dengan baik, tidak lepas daribantuan

berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima

kasih kepada :

1. UKM Penalaran Universitas Airlangga

2. Pembina UKM Penalaran Universitas Airlangga

3. Pihak-pihak yang telah membantu dan mensukseskan pelaksanaan

kegiatan ini

Surabaya, 15 Juli 2020

Penulis

Page 11: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

xi

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ ii

LEMBAR ORISINALITAS ............................................................................. iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP .......................................................................... iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ......................................................................... vii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................ viii

KATA PENGANTAR ........................................................................................ x

DAFTAR ISI .................................................................................................... xii

ABSTRAK ........................................................................................................ xii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1Latar Belakang ............................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2

1.3 Tujuan dan Manfaat .................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 4

2.1 Teori Pentahelik ......................................................................................... 4

2.2 Pariwisata Kreatif ...................................................................................... 6

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................... 7

3.1 Metode Penelitian ....................................................................................... 7

3.2 Teknik Pengambilan Data ..................................................................................... 8

3.3 Teknik Analisis Data .................................................................................. 8

3.4 Teknik Keabsahan Data .............................................................................. 8

BAB IV PEMBAHASAN ................................................................................... 9

4.1 Gambaran Umum dan Kondisi Pariwisata Di Kabupaten Ponorogo ............ 9

4.2 Langkah Strategis Guna Meningkatkan Pengembangan Pariwisata di

Kabupaten Ponorogo ...................................................................................... 12

BAB VPENUTUP ............................................................................................ 20

5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 20

5.2 SARAN .................................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 222

Page 12: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

xii

PESONA PONOROGO: SISTEM INOVASI BERBASIS DIGITALISASI,

INTEGRASI, DAN KOLABORASI GUNA MEMBANGUN LOCAL

WISDOM PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO

Wahyu Setyorini1, Rerica Dhea Shavila2, Christin Panjaitan3

Universitas Airlangga

[email protected]

ABSTRAK

Pariwisata menjadi sektor unggulan di Indonesia, mampu menyumbang devisa

terbesar pada tahun 2018 (kompasiana.com). Data dari World Travel & Tourism

Council tahun 2018, memperlihatkan pariwisata Indonesia tumbuh tercepat hingga

menempati peringkat ke-9 di dunia, nomor tiga di Asia, dan nomor satu di kawasan

Asia Tenggara. Capaian di sektor pariwisata itu juga diakui perusahaan media di

Inggris The Telegraph, yang mencatat Indonesia sebagai “The Top 20 Fastest

Growing Travel Destinations”.Kabupaten Ponorogo memiliki berbagai potensi

pariwisata wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata religi yang dapat

mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Namun, potensi pariwisata

di Kabupaten Ponorogo belum didukung dengan tersedianya sarana prasarana yang

baik serta perencanaan dan pengelolaan wisata yang baik.Pusat Informasi Data

Investasi Indonesia (PIDII) pada tahun 2017 menyebutkan yang datang menikmati

wisata di Kabupaten Ponorogo masih didominasi oleh wisatawan domestik sebesar

375.525 sedangkan wisatawan asing hanya 117. Potensi pariwisata di Kabupaten

Ponorogo sangat memiliki ciri khas budaya yang kental dan masyarakat yang

beragam seharusnya mampu mendatangkan wisatawan asing dengan jumlah besar.

Terlebih di masa Revolusi Industri 4.0 dituntut adanya peningkatan kualitas yang

efektif dan efisien dalam bidang pariwisata. Melalui inovasi Pesona Ponorogo,

sistem yang memanfaatkan digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses

perencanaan, pengelolaan, dan monitoring dapat membantu pariwisata Kabupaten

Ponorogo berkembang secara signifikan. Penelitian ini menggunakanmetode

kualitatif deskriptif dengan pengambilan data sekunder dari studi pustaka.

Berdasarkan urgensitas dari permasalahan yang ada, maka penulis mengkaji

hambatan dan keberlanjutan sistem digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dibidang

pariwisata menggunakan teori pentahelik. Berfokus pada pemanfaatan Pesona

Ponorogo terhadap pariwisata Kabupaten Ponorogo diharapkan dapat menjadi

solusi permasalahan pariwisata yang terjadi.

Kata Kunci :Local Wisdom,Kabupaten Ponorogo, Pariwisata Kreatif, Pentahelik

Page 13: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini sektor pariwisata menjadi sektor yang diunggulkan oleh Indonesia,

karena mampu menyumbang devisa terbesar pada tahun 2018 (kompasiana.com).

Devisa yang didapatkan dari sektor pariwisata sangat berperan dalam pembangunan

nasional, dalam hal ini membuka kesempatan pekerjaan bagi masyarakat sehingga

dapat meningkatkan perekonomian. Pemerintah pusat tepatnya kementerian

Pariwisata Republik Indonesia telah mengatur pedoman destinasi pariwisata

berkelanjutan dalam Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia No.14,

Tahun 2016. Terdapat empat ruang lingkup Destinasi Pariwisata Berkelanjutan,

diantarnya pengelolaan destinasi berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk

masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, serta

pelestarian lingkungan.

Data dari World Travel & Tourism Council tahun 2018, memperlihatkan

pariwisata Indonesia tercepat tumbuh sehingga menempati peringkat ke-9 di dunia,

nomor tiga di Asia, dan nomor satu di kawasan Asia Tenggara. Capaian di sektor

pariwisata itu juga diakui perusahaan media di Inggris The Telegraph, yang

mencatat Indonesia sebagai “The Top 20 Fastest Growing Travel Destinations”.

Namun permasalahan yang dihadapi terkait upaya untuk memasarkan sumber daya

yang sudah tercipta menjadi daerah wisata kepada masyarakat/ konsumen

agarmereka mau datang ke tempat wisata. Kita tahu bahwa fungsi objek wisata dan

sarana pariwisata sangat besar bagi suatu daerah kabupaten/kota. Salah satu fungsi

tersebut antara lain memberi pelayanan ruang publik untuk rekreasi, hiburan,

olahraga santai. Fungsi lain dari objek wisata adalah memberi peluang lapangan

kerja dan kesempatan berusaha disektor pariwisata bagi masyarakat di sekitar objek

wisata diberbagai sektor antara lain dagang, angkutan, hiburan, jasa,

telekomunikasi dan sebagainya.

Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia

tepatnya di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki berbagai potensi

pariwisata seperti wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata religi yang

Page 14: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

2

dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia. Namun, potensi

pariwisata di Kabupaten Ponorogo belum didukung dengan tersedianya sarana

prasarana yang baik serta perencanaan dan pengelolaan wisata yang baik. Pusat

Informasi Data Investasi Indonesia (PIDII) pada tahun 2017 menyebutkan yang

datang menikmati wisata di Kabupaten Ponorogo masih didominasi oleh wisatawan

domestik sebesar 375.525 sedangkan wisatawan asing hanya 117. Pada tahun 2018,

jumlah kunjungan wisatawan domestik di Kabupaten onorgo hingga mencapai

500.000 orang (idntimes, 2019).

Potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo sangat memiliki ciri khas budaya

yang kental dan masyarakat yang beragam sehingga seharusnya mampu

mendatangkan wisatawan asing dengan jumlah besar. Terlebih di masa revolusi

industri 4.0 dituntut adanya peningkatan kualitas yang efektif dan efisien dalam

bidang pariwisata. Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan

kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara hingga satu juta orang ke

berbagai objek wisata dan budaya daerah selama tahun 2019 (idntimes, 2019).

Maka dari itu, melalui inovasi Pesona Ponorogo, sistem yang memanfaatkan

digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan

monitoring diharapkan dapat membantu pariwisata Kabupaten Ponorogo

berkembang secara signifikan. Jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Ponorogo

meningkat dan tidak hanya didominasi oleh wisatawan domestik.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat

ditarik rumusan masalahnya yaitu bagaimana langkah strategis guna meningkatkan

pengembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo?

1.3 Tujuan dan Manfaat

1.3.1 Tujuan

1. Untuk mendeskripsikan gambaran umum dan kondisi pariwisata di

Kabupaten Ponorogo.

2. Untuk mendeskripsikan langkah strategis guna meningkatkan

pengembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

Page 15: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

3

1.3.2 Manfaat

1. Bagi Mahasiswa

Sistem pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan

digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam proses perencanaan,

pengelolaan, dan monitoring dapat membantu pariwisatamerupakan suatu

pengembangan teoritis dan aplikatif. Dimana berfungsi dalam melatih daya

kritis, keterampilan, dan wawasan mahasiswa guna mendalami penelitian

mengenai pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pilar Nawa

Cita. Selain itu, karya ini didedikasikan sebagai bentuk pengabdian insan

akademis dalam wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.

2. Bagi Masyarakat

Pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan digitalisasi,

integrasi, dan kolaborasi dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan

wisata khusus nya di Kabupaten Ponorogo. Selain itu juga untuk masyarakat

Kabupaten Ponorogo dapat memberikan keungan ekonomi dari hasil

optimasilisasi pengelolaan pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

3. Bagi Pemerintah

Sistem yang memanfaatkan digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi dalam

proses perencanaan, pengelolaan, dan monitoring dapat membantu

Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam melalukan branding kota dan

meningkatkan pendapatan daerah sehingga kesejahtaraan Kabupaten

Ponorogo juga dapat meningkat.

Page 16: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

4

Business

Goverment

CommunityAcademic

Media

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Pentahelik

Model pentahelix merupakan sektor yang berperan penting untuk

menciptakan nilai manfaat kepariwisataan dalam memberikan keuntungan dan

manfaat pada masyarakat serta lingkungan (Saputri, 2020). Menurut Soemaryani

(2016), model pentahelix merupakan referensi dalam mengembangkan sinergi

antara instansi terkait di dalam mendukung seoptimal mungkin dalam rangka

mencapai tujuan. Kolaborasi pentahelix mempunyai peran penting untuk

mendukung tujuan inovasi bersama sehingga dapat berkontribusi dalam kemajuan

sosial ekonomi daerah. Model pentahelix pertama kali dicanangkan oleh menteri

pariwisata Arief Yahya serta dituangkan ke dalam Peraturan Menteri (Permen)

Pariwisata Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman Destinasi

Pariwisata Berkelanjutan bahwa untuk menciptakan, memastikan kualitas aktivitas,

fasilitas, pelayanan, dan untuk menciptakan pengalaman dan nilai manfaat

kepariwisataan agar memberikan keuntungan dan manfaat pada masyarakat dan

lingkungan, maka diperlukan pendorong sistem kepariwisataan melalui optimasi

peran bussiness, government, community, academic, and media (BGCAM).

Gambar 1. Model pentahelix

Berdasarkan dari Gambar 1. model pentahelix dalam pengembangan

pariwisata terdiri dari Academy, Business, Community, Government, Media yaitu:

1. Academy

Page 17: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

5

Peran akademisi dalam pengembangan pasriwisata adalah berbagi informasi

dengan pelaku stakeholder. Akademisi sebagai konseptor, seperi melakukan

standarisasi proses bisnis serta sertifikasi produk dan ketrampilan pada sumber

daya manusia.

2. Business

Business merupakan satuan yang terwujud dalam melakukan proses bisnis

untuk menciptakan nilai tambah dan mempertahankan pertumbuhan yang

berkelanjutan. Business tersebut ialah pengelola, warung masyarakat, pelaku

usaha yang membangun wahana di wisata dan berperan sebagai enabler yang

menghadirkan fasilitas dan kualitas untuk kemajuan ekonomi daerah serta dapat

membantu pengembangan wisata menjadi lebih efektif, efisien, dan produktif.

3. Community

Community merupakan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan

relevan dengan bisnis yang berkembang. Community berperan sebagai

akselerator. Bertindak sebagai perantara atau menjadi penghubung untuk

membantu pengembangan pariwisata dalam keseluruhan proses sejak awal,

serta community juga memiliki peran untuk mempromosikan tempat wisata.

4. Government

Government merupakan salah satu pemangku kepentingan yang memiliki

peraturan dan tanggung jawab dalam mengembangkan usaha. Government

berperan sebagai regulator sekaligus berperan sebagai kontroler. Government

melibatkan semua jenis kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan,

pemantauan, pengendalian, promosi, alokasi keuangan, perizinan, program,

undang-undang, pengembangan dan pengetahuan, kebijakan inovasi publik,

dukungan untuk jaringan inovasi dan kemitraan public swasta.

5. Media

Media berfungsi sebagai pemberi informasi, pendidikan, penghibur, dan

sebagai pengontrol sosial. Media merupakan perangkat promosi yang

mencangkup aktivitas periklanan, personal selling, public relation, informasi

dari mulut ke mulut (word of mouth), dan direct marketing serta berperan kuat

untuk mempromosikan dan membuat brand image.

Page 18: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

6

2.2 Pariwisata Kreatif

Menurut Damayanti (2015), pariwisata kreatif merupakan pengembangan

dari konsep pariwisata budaya sekaligus pelengkap dan penawaran lain dari bentuk

mass tourism atau pariwisata masal. Pariwisata kreatif memandang kreativitas kota

sebagai suber daya dan menyediakan kesempatan baru untuk memenuhi

pengembangan kepentingan wisatawan. Pariwisata kreatif mempunyai karakteristik

antara lain:

Tema berhubungan dengan budaya lokal yang mencakup antara lain

aktivitas budaya masyarakat, makanan, alam, kesenian.

1. Bersifat informal/tidak kaku dan fleksibel.

2. Bersifat hand on yang melibatkan pengunjung untuk belajar secara

interaktif.

3. Peserta dibatasi pada kelompok kecil atau personal.

4. Kegiatan dilakukan di tempat pengajar atau tempat kerja/bengkel, bukan di

ruang seminar mewah. Hal ini untuk mendukung suasana ontentik dan

informal.

5. Memperbolehkan pengunjung mengeksplorasi kreativitas mereka sehingga

kurikulum pengajaran tidak dibatasi secara ketat/fleksibel.

6. Mendukung pariwisata berkelanjutan dengan adanya pasar market bagi

peningkatan kemampuan/skill tradisional suatu komunitas , serta dapat

memanfaatkan prasarana dan sarana yang sudah ada.

7. Mendekatkan diri pada komunitas lokal, termasuk pengajar/ instruktur dan

masyarakat di sekitarnya.

Page 19: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana dalam metode penelitian

ini yang menjadi fokus utama adalah memperoleh pemahaman atas tindakan dan

makna gejala sosial dalam sudut pandang subyek penelitian.Sesuai dengan

pendapatNeuman, Lawrence W(2017:23) metode penelitian kualitatif memiliki

fokus pada proses yang interaktif, adanya konstruksi maksa kebudayaan serta

realitas sosial, kebenaran dan juga faktor utama, yang dihadirkan secara eksplisit,

dengan data dan teori yang menyatu. Alasan peneliti menggunakan metode

penelitian kualitatif adalah sifat masalah yang diteliti, dimana penelitian ini

berupaya mengungkap dan memahami sesuatu makna dibalik fenomena dalam

suatu konteks khusus, yaitu mengenai inovasi sistemdigitalisasi, integrasi, dan

kolaborasi dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan monitoring pariwisata

Kabupaten Ponorogo

Pendekatan yang digunakan yakni interpretive social science, yang merupakan

analisis sitematis mengenai aksi sosial yang bermakna melalui observasi manusia

secara terperinci dan langsung dalam latar alamiah, supaya bisa memperoleh

pemahaman dan interpretasi mengenai cara orang menciptakan dan

mempertahankan dunia sosial(Neuman, 2017:115).

Tipe penelitian bersifat deskriptif, karena tujuan penelitian ini adalah untuk

mendeskripsikan kepentingan-kepentingan dari berbagai pihak dalam

memformulasikan suatu kebijakan yang mengatur tentang tanggungjawab

pemerintah. Seperti yang dijelaskan (Neuman, 2017)penelitian deskriptif dapat

diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan

menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang,

lembaga, masyarakat dan lainnya) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang

tampak atau sebagai mana adanya. Dalam hal ini, peneliti mencoba menjelaskan

mengenai bagaimana langkah strategis guna memperbaiki pengelolaan pariwisata

di Kabupaten Ponorogo.

Page 20: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

8

3.2 Teknik Pengambilan Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder melalui studi

pustaka. John W. Creswell (2014) mengatakan metode pengumpulan data yang

dilakukan dengan mempelajari buku, laporan, majalah, jurnal, dan media serta

literatur lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian. Metode ini digunakan juga

untuk melengkapi data primer yang kurang dalam proses penelitian.

3.3 Teknik Analisis Data

Proses analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan

refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan analitis, dan menulis

catatan singkat sepanjang penelitian. Jadi, analisis data kualitatif bisa saja

melibatkan proses pengumpulan data, interpretasi, dan pelaporan hasil secara

serentak dan bersama-sama (Creswell, 2014). Teknik analisis data dalam penelitian

kualitatif, penulisan deskriptif sebagaimana yang dikemukakan oleh Moleong

(2000) mengikuti prosedur sebagai berikut: (1) Analisis deskriptif dengan

mengembangkan kategori-kategori yang relevan dengan beberapa tujuan, (2)

Penafsiran atas hasil analisis deskriptif dengan berpedoman pada hasil wawancara.

Maka, dalam penelitian ini data yang terkumpul diolah dan diinterpretasikan

secara kualitatif dengan maksud menjawab permasalahan penelitian. Data tersebut

ditafsirkan menjadi kategori yang berarati mendukung maksud diadakannya

penelitian.

3.4 Teknik Keabsahan Data

Peneliti menggunakan strategi validitas dengan cara triangulasi sumber data

informasi yang berbeda dengan memeriksa bukti yang berasal dari sumber tersebut

dan digunakan untuk membangun justifikasi tema secara koheren. Jika tema

dibangun berdasarkan sejumlah sumber data atau pespektif, maka proses ini dapat

menambah validitas penelitian (Creswell, 2014).

Peneliti menggunakan metode triangulasi sebagai teknik untuk mengecek

keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data tersebut sebagai

pembanding terhadap data yang ada. Norman K. Denkin dalam Lexy (2006),

mendefinisikan triangulasi sebagai gabungan atau kombinasi berbagai metode yang

digunakan untuk menguji fenomena dari sudut pandang dan perspektif berbeda.

Page 21: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

9

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum dan Kondisi Pariwisata Di Kabupaten Ponorogo

Tabel 4.1 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ponorogo Tahun 2015-2019

Tahun Pertumbuhan Ekonomi

2015 5.25%

2016 5.29%

2017 5.10%

2018 5.31%

2019 5.01% Sumber : BPS Kabupaten Ponorogo (2020)

Kondisi perekonomian Kabupaten Ponorogo pada periode 2015 - 2019

fluktuatif namun relatif stabil di kisaran 5%. Wisata menjadi salah satu kompenen

penyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Ponorogo.

Kabupaten Ponorogo memiliki kurang lebih 30 objek dan budaya sebagai daya tarik

wisata (Kusbandrijo, 2018).

Kabupaten Ponorogo dengan luas 1.37,78 km2 memiliki berbagai jenis

wisata, atau dapat dikatakan sebagai kabupaten dengan wisata yang lengkap karena

memiliki beranekaragam jenis wisata. Berikut adalah jenis wisata di Kabupaten

Ponorogo:

1. Wisata budaya

Ponorogo dikenal melalui kesenian Reog Ponorogo. Saat ini Reog

Ponorogo menjadi salah satu wisata melalui festival nasional dan festival

mini yang diadakan setiap tahun. Selain Reog Ponorogo terdapat wisata

budaya lain seperti, Grebeg Suro yang biasa dilakukan pada pergantian

tahun hijriah, Grebeg Tutup Suro Bantarangin yang berisi serangkaian

acara penutupan tahun baru islam, Festival 1000 Dian &Larungan Telaga

Ngebel yaitu doa bersama pada tahun baru islam di Telaga Ngebel.

2. Wisata Alam

Ponorogo memiliki beberapa destinasi wisata alam yang memukau seperti

Telaga Ngebel yang diselimuti udara sejuk di ketinggian 734 meter diatas

permukaan laut sekaligus tempat prosesi doa Bersama tahun baru islam.

Di Telaga Ngebel tersebut juga dapat menikmati durian Ngebel, sunset di

Page 22: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

10

atas telaga, dan pelarungan dan pawai obor. Selain Telaga Ngebel terdapat

beberapa wisata air terjun yaitu Air Terjun Peletuk, Air Terjun Coban

Lawe, dan Air Terjun Sunggah yang menyajikan keindahan air terjun

berbeda-beda.

3. Wisata Kuliner

Berkunjung ke kabupaten atau kota tidak lengkap jika tidak mencicipi

makanan khas daerah tersebut. Ponorogo memiliki beberapa makanan

khas seperti sate ayam, dawet jabung, janggelan, dan pecel ponorogo. Sate

ayam di ponorogo memiliki beberapa varian yaitu sate ayam gang sate,

sate ayam ngepos, dan sate ayam setono. Kuliner berupa dawet dan

janggelan di beberapa daerah juga ada, namun di ponorogo dawet terbuat

dari tepung aren sedangkan janggelan di ponorogo memiliki serat yang

tinggi.

4. Wisata Buatan

Ponorogo memiliki beberapa wisata buatan yaitu Tubing Mundak Lereng

Wilis berupa wisata arung jeram, Kolam Renang Tirto Menggolo,

Pemandian Air Panas Tirto Husodo, Wisata Gunung Beruk, Wisata

Gunung Gajah, Wisata Gunung Bedes, Tumpak Pare, dan Tanah Goyang

yang menyajikan pemandangan pegunungan dan cocok untuk berkemah.

5. Wisata Religi

Ponorogo memiliki objek wisata religi sebagai peninggalan sejarah

keagmaan yaitu Masjid dan Makan Tegalsari peninggalan kerajaan dan

penyebaran islam, Makam Bathoro Kathong yaitu putra Prabu Brawijaya

V, Astana Srandil berupa makam Bupati Suomoroto, dan Goa Maria

Sendang Tirto Waluyojati sebagai tempat ibadah dan ziarah penganut

khatolik.

6. Wisata Pendidikan

Wisata Pendidikan adalah wisata yang memberikan edukasi kepada

penjung. Di Kabupaten Ponorogo terdapat wisata edukasi berupa wisata

aquaponik, wisata pertanian, dan wisata kolam lele yang terletak di Desa

Karangpatih Kecamatan Balong.

Page 23: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

11

Selain jenis wisata yang telah dipaparkan diatas, Kabupaten Ponorogo

memiliki sejumlah potensi wisata potensi wisata yang harus terus dilestarikan.

Potensi geowisata dengan komoditas buah-buahan, potensi geowisata berupa tebing

batuan dan andesit, dan potensi hidrowisata berupa air terjun yang masih belum

tereksplorasi dapat dikembangkan untuk menambah destinasi wisata (Harwanto,

2015). Sektor wisata dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan

perekonomian.

Kabupaten Ponorogo memiliki keanekaragaman hayati berupa komoditas

buah-buahan yang bervariasi dan makanan dan minuman khas yang dapat menjadi

kekuatan bagi wisata yang dapat dikembangkan dengan terus meningkatkan

pengawasan yang intensif dan perbaikan kualitas objek wisata. Hal tersebut dapat

didukung oleh peluang adanya Perda No 1 Tahun 2012 tentang RT/RW bahwa

dilakukan peningkatan potensi wisata berwawasan lingkungan, Budaya Reog

Ponorogo dikenal sebagai budaya asli Ponorogo dan telah mendunia, serta

keberadaan Grebeg Suro dan Larung sesaji menjadi daya tarik tersendiri.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

telah melakukan berbagai hal untuk meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten

Ponorogo. Perbaikan infrastruktur, promosi wisata, dan pembukaan wisata baru

sudah dilakukan. Promosi wisata Kabupaten Ponorogo dilakukan melalui media

sosial dan media cetak. Media sosial yang digunakan oleh Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Kabupaten Ponorogo berupa website yaitu

disbudparpora.ponorogo.go.id yang menggambarkan jenis wisata dan objek wisata

yang ada di Kabupaten Ponorogo. Namun jika dilihat dari website yang digunakan

untuk melakukan promosi tersbut masih tidak maksimal. Informasi yang disediakan

laman website tidak lengkap. Beberapa objek wisata dan makanan khas daerah

Ponorogo tidak dimuat dalam laman website tersebut. Selain itu tidak ada peta

lokasi objek wisata, fasilitas terkait objek wisata, dan lain sebagainya.

Dinas Budaya dan Pariwisata Ponorogo juga menggandeng sejumlah

paguyupan atau organisasi untuk mendukung dan menggencarkan promosi dan

event wisata di Kabupaten Ponorogo seperti Duta Wisata Cilik: Thole Gendhuk

Ponorogo, Purna Paskibraka Indonesia, Paguyupan Kakang Sendhuk Ponorogo,

Yayasan Reog Ponorogo, dan Purna Prakarya Muda Indonesia (Disbudparpora,

Page 24: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

12

2020). Selain paguyupan dan organisasi tersebut, dinas kebudayaan dan pariwisata

juga bekerjasama dengan sejumlah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata (Hilman,

2018). Pokdarwis ini memiliki peran untuk membantu mengembangakan desa

wisata.

4.2 Langkah Strategis Guna Meningkatkan Pengembangan Pariwisata di

Kabupaten Ponorogo

Berdasarkan permasalahan berupa promosi yang kurang maksimal dengan

memanfaatkan media sosial maupun cetak serta pengembangan destinasi wisata

Kabupaten Ponorogo maka peneliti mengusulkan gagasan berupa sistem inovasi

berbasis digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi yang semua nya menjadi satu dalam

aplikasi Pesona Ponorogo. Pesona Ponorogo hadir untuk membangun local wisdom

dalam pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Pesona Ponorogo sebagai strategi nyata

untuk menumbuhkan perekonomian dan menjembatani masyarakat dengan

pemerintah, serta pengelola tempat wisata di Kabupaten Ponorogo.

Adanya sistem inovasi berbasis digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi yang

semua nya menjadi satu dalam aplikasi Pesona Ponorogo, sesuai dengan ciri-ciri

pariwisata berkelanjutan (Gunawan,2000 dalam Priyatmono, 2012) antara lain:

1. Kesadaran tentang tanggung jawab terhadap lingkungan, yaitu menempatkan

pariwisata sebagai green industry (industri ramah lingkungan) yang menjadi

tanggung jawab pemerintah, industri pariwisata, masyarakat dan wisatawan.

Pada Pesona Ponorogo, hal tersebut tercermin pada prinsip digitalisasi,

integrasi, dan kolaborasi. Sehingga semua elemen turun serta, menjaga dan

merawat sesuai dengan keaslian dan kealamian dari objek wisata di Kabaputen

Ponorogo.

2. Peningkatan peran pemerintah daerah dalam pembangunan kepariwisataan,

tercermin pada Pesona Ponorogo yang memberikan ruang besar kepada

pemerintah untuk mengawasi, mendukung, dan mewadahi semua hal guna

mendukung peningkatan pembangunan dan pengelolaan pariwisata di

Kabupaten Ponorogo.

3. Industri pariwisata mampu menciptakan produk pariwisata yang bisa bersaing

secara internasional, dan bisa mensejahterakan masyarakat. Kabupaten

Ponorogo telah mencerminkan kekayaan budaya yang sudah tidak diragukan

Page 25: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

13

lagi, hal ini tentu saja akan menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan

manca negara ketika ada informasi yang baik yang telah disajikan dalam

platform Pesona Ponorogo.

4. Adanya kemitraan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata,

pada Pesona Ponorogo semua pengelolaan berlandaskan prinsip kolaborasi,

yang actor utamanya adalah masyarakat. Sehingga semua bentuk

pembangunan dan pengelolaan pariwisata berasal dari masyarakat.

5. Fokus pengembangan lebih diprioritaskan pada usaha skala kecil/mikro milik

masyarakat lokal, Pesona Ponorogo menyajikan oleh – oleh khas Kabupaten

Ponorogo yang berasal dari produk masyarakat lokal. Sehingga produk –

produk yang mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat lokal dapat

terangkat, dan memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal.

Berikut penjelasan mengenai platform Pesona Ponorogo, yaitu:

a. Penjelasan

Platform Pesona Ponorogomerupakan sebuah platformyang berguna

sebagai solusi pariwisata Kabupaten Ponorogo. Sehingga, mereka

menemukan tempat yang tepat dalam mencari solusi untuk mencari tempat

wisata, pemesanan, dan juga pengawasan. Platform ini terdiri dari berbagai

fitur yang membuat nyaman penggunanya dan mampu menemukan semua

yang diinginkan dalam melakukan wisata di Kabupaten Ponorogo. Aplikasi

ini dapat digunakan oleh masyarakat umum apabila akan berkunjung ke

Kabupaten Ponoroho. Cara mendapatkannya cukup dengan mengunduhnya

di play store atau app store.

b. Urgensi

Permasalah yang ada yakni, Kabupaten Ponorogo memiliki berbagai

potensi pariwisata wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata

religi yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

Namun, potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo belum didukung dengan

tersedianya sarana prasarana yang baik serta perencanaan dan pengelolaan

wisata yang baik. Atas dasar itu, maka platform ini hadir sebagai

memberikan solusi agar perencanaan dan pengelolaan wisata di Kabupaten

Ponorogo dapat menjadi baik.

Page 26: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

14

c. Positioning

Platform Pesona Ponorogo hadir untuk membantu menyelesaikan

permasalahan perencanaan dan pengelolaan wisata di Kabupaten Ponorogo.

Platform Pesona Ponorogo ini juga nantinya membantu pihak pemerintah

Kabupaten Ponorogo dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan

pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat dan bantuan semua pihak sesuai

dengan prinsip pentahelix.

d. Target

Platform ini berfokus dalam membantu menyelesaikan masalah

permasalahan perencanaan dan pengelolaan wisata di Kabupaten Ponorogo.

Sehingga diharapkan ada peningkatan wisatawan serta perencanaan dan

pengelolaan pariwisata yang lebih baik di Kabupaten Ponorogo.

e. Developer dan Konsultan

Developer memiliki peran vital dalam mengembangkan Platform ini dan

akan mendapatkan profit yang dioleh dari jumlah user yang menggunakan

layanan ini. Pihak konsultan juga memiliki peran besar dalam membantu

menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh usernya dan akan mendapatkan

profit dari pengguna layanan ini.

f. Data

Data terkait informasi semua bentuk wisata di Kabupaten Ponorogo akan

dikelola secara real time dan up to date dapat diakses dengan mudah dan

cepat.

Page 27: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

15

g. Strategi Implementasi Aplikasi

Bagan 4.1 Alur Strategi Implementasi platform Pesona Ponorogo

Sumber: Data Pribadi

h. Service Process

Gambar 4.1 Service Process platform Pesona Ponorogo

Sumber: Data Pribadi

1. Mengunduh platform

“Pesona Ponorogo”

di playstore/appstore

2. Melakukan Login

untuk yang sudah

3. Ada menu wisata,

info, oleh-oleh,

Analisis Kondisi

Pariwisata Kab.

Ponorogo

Perencanaan

danPerumusan

platform Pesona

Ponorogo

Sosisalisasi

Edukasi platform

Pesona Ponorogo

Uji Coba

Implementasi

platform Pesona

Ponorogo

Evaluasi

Perbaikan

Service platform

Pesona Ponorogo

Monitoring

Page 28: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

16

terdaftar, dan Sign Up

untuk mendaftar

reservasi, web,

Kontak, dan FAQ

4. Pada menu wisata,

pengguna dapat

memilih macam –

macam wisata yang

ingin dikunjungi,

maupun penginapan

dan transportasi.

5. Menu wisata akan

menampilkan detail

dari informasi

pilihan yang telah

dipilih. Sebagai

contoh wisata alam

akan mempilkan

semua wisata alam

yang ada.

6. Pada menu info,

pengguna dapat

menikmati onformasi

berupa event yang

akan diselenggarakan

serta adanya promosi

– promosi pada

tempat wisata.

7. Menu oleh – oleh,

pengguna dapat

melihat semua jenis

oleh – oleh yang bisa

dilihat dengan detail

dan dapat melakukan

pemesanan maupun

pembelian secara

online. Selain itu juga

dapat membeli secara

8. Menu

reservasi,memberikan

layanan kepada

pengguna untuk dapat

memesan sebelum

berada di Kabupaten

Ponorogo, sehingga

memudahkan

pengguna ketika

sudah berada di

Kabupaten Ponorogo.

9. Menu website, dapat

langsung terintegrasi

dengan website resmi

milik dinas

pariwisata Kab.

Ponorogo, sehingga

pemerintah dapat

langsung

memberikan

pengawasan, dan

Page 29: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

17

langsung dengan

navigasi alamat.

masayarakat tidak

perlu ragu.

10. Pada menu kontak,

pengguna dapat

menghubungi

pengelola secara

langsung melalui

menu yang tersedia.

11. Pada menu frequently

ask question ini berisi

pertanyaan-pertanyaan

beserta jawaban

pariwisata Kab.

Ponorogo, selain itu

masyarakat juga dapat

menanyakan beberapa

pertanyaan seputar

pariwisata Kab.

Ponorogo yang akan

dijawab oleh

pengelola.

Selain itu, sistem inovasi berbasis digitalisasi, integrasi, dan kolaborasi yang

semua nya menjadi satu dalam aplikasi Pesona Indonesia juga disusun berdasarkan

teori pentahelix, yakni bussiness, government, community, academic, and media

(BGCAM) yang semuanya berasal dari Kabupaten Ponorogo dengan berlandaskan

local wisdom.

Keberhasilan Pesona Ponorogo dapat dilihat dari aktor yang terlibat dalam

berperan untuk menjaga keberlanjutan programnya, yaitu:

1. Bussiness: melalui Pesona Indonesia para bussiness ataupun investor dapat

melihat dengan mudah kondisi tempat wisata, sehingga dapat berperan dalam

bentuk pemberian modal sebagai sarana untuk memperbaiki pengelolaan tempat

wisata.

2. Government: pemerintah sebagai motor penggerak inovasi Pesona Ponorogo

dapat melakukan perencanaan pembangunan pariwisata dengan segala strategi

Page 30: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

18

untuk mengembangkan wisata yang ada di Kabupaten Ponorogo, dalam hal ini

melalui Dinas Pariwisata.

3. Community: pelaksana inovasi dari platform Pesona Pariwisata, melakukan

koordinasi antar pengelola. Sehingga mampu menciptakan iklim wisata yang

baik dan memberikan kenyamanan di tempat wisata.

4. Academic: pemberi saran dan masukan atas pengamatan ataupun penelitian yang

berguna untuk membangun dan memperbaiki pengelolaan pariwisata.

5. Media : mempromosikan dan menyebarluaskan informasi keuanggulan dari

pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

Selain itu, langkah strategis terhadap platform Pesona Pariwisata dapat dilihat

melaluianalisis SWOT, sebagai berikut:

Bagan 4.2 Analisis SWOT pada platform Pesona Pariwisata

Strenght

a. Memiliki fitur yang dapat

menyediakan wadah bagi pengguna

untuk melakukan perjalanan virtual

terlebih dahulu sebelum datang

menikmati langsung.

b. Memungkinkan pemerintah dalam

mengontrol perkembangan pariwisata

d. Menarik dan mudah digunakan.

Weakness

a. Banyaknya fitur dan sarana yang

dibutuhkan membuat program ini sulit

diaplikasikan secara sempurna (sesuai

dengan rencana)

Oppurtunities

a. Harga lebih murah dari aplikasi lain

yang ada.

b. Ukuran aplikasi ringan digunakan

Threats

a. Tidak semua masyarakat lokal

paham teknologi

Page 31: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

19

Bagan 4.3 Matrik Analisis SWOT

S-O

1. Fitur yang lengkap, mudah

digunakan, menarik, dapat

digunakan dan dioptimalkan untuk

menangkap peluang adanya aplikasi

yang ringan dan lebih murah

W-O

1. Pengoptimalan fitur dan sarana

untuk menangkap peluang aplikasi

yang murah dan ringan

S-T

1. Pengoptimalan fitur wisata secara

mudah dan menarik untuk

menangani kurang pahamnya

masyarakat terkait teknologi

W-T

1. Pengoptimalan fitur dan sarana

untuk menangani kurang

pahamnya masyarakat terkait

teknologi

Page 32: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

20

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kabupaten Ponorogo memiliki potensi besar dengan wisata yang lengkap

karena memiliki beranekaragam jenis wisata, memiliki kurang lebih 30 objek dan

budaya sebagai daya tarik wisata. Dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya

da kesenian, Kabupaten Ponorogo memiliki sejumlah potensi wisata potensi wisata

yang harus terus dilestarikan. Namun potensi yang dimiliki belum dimanfaatkan

dan dieksplor secara maksimal, dari website yang digunakan untuk melakukan

promosi tersbut masih tidak maksimal. Informasi yang disediakan laman website

tidak lengkap.Maka gagasan berupa sistem inovasi berbasis digitalisasi, integrasi,

dan kolaborasi yang semua nya menjadi satu dalam aplikasi Pesona Indonesia

mampu menjadi jalan terbaik. Pesona Indonesia hadir untuk membangun local

wisdom dalam pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Pesona Indonesia sebagai

strategi nyata untuk menumbuhkan perekonomian dan menjembatani masyarakat

dengan pemerintah, serta pengelola tempat wisata di Kabupaten Ponorogo.

5.2 SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka saran yang dapat dari peneliti

berikan terkait implementasi aplikasi Pesona Ponorogo di Kabupaten Ponorogo

adalah, sebagai berikut:

1. Bagi PemerintahKabupaten Ponorogo sebaiknya banyak melakukan

kerjasama dengan berbagai pihak yang dapat menunjang pengembangan

tempat pariwisata di Kabupaten Ponorogo.

2. Bagi Pemerintah, pemerintah sebagai salah satu pilar keberhasilan aplikasi

Pesona Ponorogo disarankan untuk mendukung aplikasi Pesona Ponorogo

sebagai bentuk inovasi berbasis digital oleh anak muda dalammeningkatkan

potensi lokal daerah khususya potensi pariwisata pada tingkat mancanegara.

3. Pemerintah juga perlu melakukan peningkatan pada sistem Aplikasi Pesona

Ponorgo dan pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas

dengan memberikan sosialisasi dan pembelajaran IT secara berkelanjutan.

Page 33: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

21

4. Bagi Warga Kabupaten Ponorogo sebaiknya selalu (konsisten)

melakukankontrol terhadap pelasanaan aplikasi Pesona Ponorogo untuk

dapat menunjang peningkatan jumlah pengunjung.

Page 34: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

22

DAFTAR PUSTAKA

BPS Kabupaten Ponorogo. 2020. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten

Ponorogo Menurut Pengeluaran 2015-2019. Ponorogo: Badan Pusat

Statistik Kabupaten Ponorogo.

Creswell, John W. (2014). Research Design (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan

Mixed). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Hlm, 266.

Damayanti dan Latifah. 2015. Strategi Kota Pekalongan dalam Pengembangan

Wisata Kreatif Berbasis Industri Batik. Jurnal Pengembangan Kota, Vol.3,

No.2 (100-111).

Hilman. Y.A. 2018. Ponorogo is Wonderfull (Perkembangan Pariwisata di

Kabupaten Ponorogo dalam Perspektif Kewilayahan). Ponorogo: Calina

Media.

http://pidii.info/index.php?option=com_k2&view=itemlist&layout=category&tas

k=category&id=157&Itemid=352, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul

08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/#, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul

08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-alam/, diakses pada tanggal 15 Juli

2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-buatan/, diakses pada tanggal 15 Juli

2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-budaya/, diakses pada tanggal 15 Juli

2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-kuliner/, diakses pada tanggal 15 Juli

2020, Pukul 08.54WIB.

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-minat-khusus/, diakses pada tanggal

15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

Page 35: Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Besar Nasional dalam Rangka ...

23

https://disbudparpora.ponorogo.go.id/wisata-religi/, diakses pada tanggal 15 Juli

2020, Pukul 08.54WIB.

https://indonesia.go.id/ragam/pariwisata/ekonomi/mengejar-wisatawan-premium-

di-2020, diakses pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

https://www.kompasiana.com/rizkiamalia3370/5defed73d541df50ff036c74/konse

p-pembangunan-pariwisata-sebagai-sektor-unggulan-di-indonesia, diakses

pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 08.54WIB.

http://www.google.com/amp/s/jatim.idntimes.com/news/jatim/amp/nofika-dian-

nugroho/1-juta-pelancong-ditarget-datang-ke-ponorogo-selama, diakses

pada tanggal 15 Juli 2020, Pukul 09.27 WIB.

Kusbandrijo, dkk. 2018. Pengelolaan Kawasan Wisata Terintegrasi di Kabupaten

Ponorogo.

Neuman, W. Lawrence. 2017. Metode Penelitian Sosial : Pendekatan Kualitatif

dan Kuantitatif. Edisi Ketujuh (Cetakan Kedua). Jakarta : PT Indeks

Saputri, Fadillah. 2015. Implementasi Model Pentahelix dalam Pengembangan

Pariwisata. (Skripsi). Lampung:Universitas Lampung.

Soemaryani Imas (2016). Pentahelix Model To Increase Tourist Visit To Bandung

And Its Surrounding Areas Through Huan Resource Development.

Academy of Strategic Management Journal Volume 15, Special Issues 3,

2016.