LO Skenario 4 Blok 3 Jaringan Periodontal

download LO Skenario 4 Blok 3 Jaringan Periodontal

of 23

  • date post

    04-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    310
  • download

    38

Embed Size (px)

description

Jaringan Periodontal

Transcript of LO Skenario 4 Blok 3 Jaringan Periodontal

LO TUTORIAL SKENARIO 4 BLOK 3

Nama: Rafika Purna KinasihNIM: 20140340113

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGIFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA2014

LO Skenario 4 Blok 3Rafika Purna Kinasih201403401131. Jelaskan macam-macam jaringan periodontal (fungsi, anatomi, histologi)!2. Apa saja gangguan pada jaringan periodontal?3. Apa etiologi gingivitis?4. Apa saja tipe gingivitis?5. Bagaimana penanganan dan pencegahan gingivitis?6. Bagaimana mekanisme pertahanan gingiva terhadap gingivitis?

1. a.Gingiva Fungsi Indikator apabila jaringan periodontal terkena penyakit, seperti gingivitis. Menggambarkan keadaan tulang alveolar yang berada dibawahnya. Melindungi kerusakan mekanik maupun bacterial tulang alveolar. Anatomi Dibagi menjadi marginal, attached, dan area interdental. Melekat pada tulang alveolar serta menutupi dan mengelilingi leher gigi Meluas dari puncak marginal gingiva sampai kemukogingival junction (batas antara gingiva dan mukosa mulut lainnya) Berbatasan dengan membrane mukosa mulut yang menutupi palatum durum Mengelilingi gigi dan meluas sampai ke ruang interdental Antara permukaan oral dan vestibular, gingiva akan berhubungan satu sama lainnya melalui gingiva yang berada di ruang interdental ini Histologi Merupakan jaringan ikat longgar. Lapisan ephitelium stratificatum squamosum, cornificartum, dibagi menjadi stratum corneum, stratum granulosum, stratum spinosum, stratum basale. Lapisan epitel mempunyai tonjolan-tonjolan.

b. Tulang Aveolar Fungsi Membentuk dan mendukung soket gigi Anatomi Alveolar bone proper: bagian tulang alveolar yang membentuk dinding soket gigi. Supporting alveolar bone: kompak, yang membentuk keeping oral dan vestibular dan tulang spongi, yang terletak diantara lempeng cortical dan alveolar bone proper Histologi Periousteum adalah lapisan yang menghubungkan jaringan lunak yang menutupi permukaan luar tulang yang terdiri dari lapisan luar yang terdiri dari jaringan kolagen dan bagian terdiri dari serabut elastik lempeng cortical oral maupun vestibular langsung bersatu dengan maksila maupun mandibula.

c. Ligamen Periodontal Fungsi Mendukung gingival. Melekatkan sementum gigi dengan tulang alveolar. Anatomi Mengisi ruangan antara permukaan gigi dengan dinding soket, mengelilingi akar gigi bagian koronal. Mengelilingi akar gigi dan melekatnya ke tulang alveolar. Melanjutkan diri dengan jaringan ikat gingiva dan berhubungan dengan sumsum melalui kanalis vaskuler yang ada pada bone proper Histologi Merupakan jaringan ikat Serabut kolagen yang tersusun secara teratur yang menghubungkan antara gigi dan tulang alveolar. Serat-serat kolagen yang terutama adalah: serat krestal alveolar; serat horisontal; seratoblique; serat apikal. Terdapat sel mesenkhimal, fibroblas, osteoblas, osteoklas, sementoblas dan epitel malasez.d. Sementum Fungsi Melapisi akar. Mengikatkan gigi ke tulang alveolar, yaitu dengan adanya serat utama ligementum periodontal yang tertanam didalam sementum (serat sharpey) Anatomi Tipis dan menutupi permukaan akar gigi. Berbatasan dengan dentin dan email, maupun ligament periodontal Menutupi permukaan akar gigi Histologi Strukturnya mempunyai banyak persamaan dengan struktur tulang Jaringan mesenchymal yang tidak mengandung pembuluh darah/saraf dan mengalami kalsifikasi. Sementum seluler terbentuk setelah gigi mencapai bidang oklusal, bentuknya kurang teratur (ireguler) dan mengandung sel-sel (sementosit) pada rongga-rongga yang terpisah-pisah (lakuna-lakuna) yang berhubungan satu sama lain melalui anastomosis kanalikuli. Dibanding dengan sementum aseluler, sementum seluler kurang terkalsifikasi dan hanya sedikit Sementum aseluler adalah sementum yang pertama kali terbentuk, menutup kurang lebih sepertiga servikal atau hingga setengah panjang akar, dan tidak mengandung sel-sel. Sementum ini dibentuk sebelum gigi mencapai bidang oklusal, ketebalannya berkisar antara 30 230 m. Shrapey merupakan struktur utamanya, yang peran utamanya mendukung gigi.

2. Gangguan periodontal dibagi menjadi dua golongan yaitu gingivitis dan periodontitis. Konsep patogenesis penyakit periodontal yang diperkenalkan oleh Page dan Schroeder terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu : Permulaan, Dini, Menetap dan Parah. Tiga tahap pertama yaitu permulaan, dini dan menetap merupakan tahap pada diagnosa gingivitis dan tahap parah merupakan diagnosa periodontitis. Klasifikasi penyakit periodontal secara klinik dan histopatologi pada anak-anak dan remaja dapat dibedakan atas 6 tipe :1. Gingivitis kronis2. Periodontitis Juvenile Lokalisata (LPJ)3. Periodontitis Juvenile Generalisata (GJP)4. Periodontitis kronis5. Akut Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG)6. Periodontitis PrepubertasGejala KlinisUntuk mengungkapkan gejala-gejala penyakit periodontal dapat dinilai melalui pemeriksaan secara klinis dan histopatologis.1. Gingivitis KronisPresentase gingivitis pada anak usia 3 tahun dibawah 5 %, pada usia 6 tahun 50 % dan angka tertinggi yaitu 90 % pada anak usia 11 tahun. Sedangkan anak usia diantara 11-17 tahun mengalami sedikit penurunan yaitu 80- 90 %. Gingivitis biasanya terjadi pada anak saat gigi erupsi gigi sulung maupun gigi tetap dan menyebabkan rasa sakit. Pada anak usia 6-7 tahun saat gigi permanen sedang erupsi, gingival marginnya tidak terlindungi oleh kontur mahkota gigi. Keadaan ini menyebabkan sisa makanan masuk ke dalam gingiva dan menyebabkan peradangan.Terjadi inflamasi gingiva tanpa adanya kehilangan tulang atau perlekatan jaringan ikat. Tanda pertama dari inflamasi adanya hiperamie, warna gingiva berubah dari merah muda menjadi merah tua, disebabkan dilatasi kapiler, sehingga jaringan lunak karena banyak mengandung darah. Gingiva membengkak, licin, berkilat dan keras, perdarahan gingiva spontan atau bila dilakukan probing, gingiva sensitif, gatal dan terbentuknya saku periodontal akibat rusaknya jaringan kolagen. Muncul perlahan-lahan dalam jangka lama dan tidak terasa nyeri kecuali ada komplikasi dengan keadaan akut. Bila peradangan ini dibiarkan dapat berlanjut menjadi periodontitis.

2. Periodontitis Juvenile Lokalisata (LJP)_ Penderita biasanya berumur 12-26 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada umur 10-11 tahun._ Perempuan lebih sering diserang daripada laki-laki (3 : 1)_ Gigi yang pertama dirusak molar satu dan insisivus._ Angka karies biasanya rendah._ Netrofil memperlihatkan kelainan khemotaksis dan fagositosis_ Sangat sedikit dijumpai plak atau kalkulus yang melekat pada gigi, tetapi pada tempat yang dirusak dijumpai kalkulus subgingiva._ Gingiva bisa kelihatan normal tetapi dengan probing bisa terjadi perdarahan dan gigi yang dikenai akan terlihat goyang.3. Periodontitis Juvenile Generalisata (GJP)Periodontitis GJP ini mirip dengan LJP, tetapi GJP terjadi secara menyeluruh pada gigi permanen dan dijumpai penumpukan plak yang banyak serta inflamasi gingiva yang nyata. Melibatkan keempat gigi molar satu dan semua insisivus serta dapat merusak gigi lainnya (C, P, M2).4. Periodontitis KronisPeriodontitis kronis merupakan suatu diagnosa yang digunakan untuk menyebut bentuk penyakit periodontal destruktif, namun tidak sesuai dengan kriteria periodontitis juvenile generalisata, lokalisata maupun prepubertas._ Penyakit ini mirip dengan gingivitis kronis, akan tetapi terjadi kehilangan sebagian tulang dan perlekatan jaringan ikat._ Perbandingan penderita antara perempuan dan laki-laki hampir sama_ Angka karies biasanya tinggi_ Respon host termasuk fungsi netrofil dan limposit normal5. Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG)_ Terbentuk lesi seperti kawah (ulkus) pada bagian proksimal dengan daerah nekrosis yang luas, ditutupi / tidak ditutupi lapisan pseudomembran berwarna putih keabu-abuan._ Lesi yang mengalami inflamasi akut menambah serangan rasa sakit yang cepat, perdarahan dan sangat sensitif bila disentuh._ Gingiva berkeratin, edematus dan epitelnya terkelupas._ Mulut bau, kerusakan kelenjar limpa , lesu dan perasaan terbakar._ Penyakit ini besar kemungkinan dipengaruhi beberapa faktor etiologi sekunder seperti stress dan kecemasan. Dapat juga dipengaruhi faktor-faktor lain seperti kelelahan, daya tahan tubuh yang menurun, kekurangan gizi, merokok, infeksi virus, kurang tidur, disamping dipengaruhi faktor lokal lainnya.6. Periodontitis Prepubertas_ Periodontitis prepubertas ada dua bentuk terlokalisir dan menyeluruh. Bentuk terlokalisir biasanya dijumpai pada usia 4 tahun dan mempengaruhi hanya beberapa gigi saja, sedangkan bentuk menyeluruh dimulai saat gigi tetap mulai erupsi dan mempengaruhi semua gigi desidui._ Pasien di bawah umur 12 tahun (4 atau 5 tahun)._ Perbandingan jenis kelamin hampir sama._ Angka karies biasanya rendah_ Plak dan kalkulus yang melekat pada gigi biasanya sedikit_ Kehilangan tulang dan lesi furkasi (furcation involment) terlihat secara radiografis._ Kerusakan jaringan periodontal lebih cepat pada bentuk generalisata dari pada bentuk terlokalisir.Tetapi tanpa adanya iritasi local diragukan terjadi akibat penggoskan dan flosing (membersihkan gigi dengan menggunakan bahwa penyakit sistemik dapat menyebabkan periodontal. Gingivitis hamper selalu benang gigi) yang tidak benar, sehingga plak tetapt disepanjang garis gusi. Plak merupoakan suatu lapisan yanag terutama terdiri dari bakteri. Plak lebih sering menempel pada tambalan yang salah atau disekitar gigi yang terletak bersebelahan dengan gigi palsu yang jarang dibersihkan. Jika plak melekat pada gigi selama lebih dari 72 jam, maka akan mengeras danmembentuk karang gigi (kalkulusflosing (benang gigi) plak merupakan penyebab utama dari Gingivitis.

3. Faktor penyebab penyakit periodontal dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor lokal (ekstrinsik) dan faktor sistemik (intrinsik). Faktor lokal merupakan penyebab yang berada pada lingkungan disekitar gigi, sedangkan faktor sistemik dihubungkan dengan metabolisme dan kesehatan umum. Kerusakan tulang dalam penyakit periodontal terutama disebabkan