Lks Akuntansi Kelas Xii Ips

of 50/50
Penulis : Jaka
  • date post

    31-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    730
  • download

    152

Embed Size (px)

Transcript of Lks Akuntansi Kelas Xii Ips

MATERI I

A. PENGERTIAN PERUSAHAAN DAGANG Apa perbedaan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa? Bila ditinjau dari kegiatannya, maka perusahaan jasa kegiatan pokoknya adalah menjual jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan dengan mengeluarkan pengorbanan dalam bentuk jasa untuk tujuan memperoleh laba atau keuntungan yang ditetapkan. Seperti perusahaan jasa angkutan umum mikrolet, bus kota, atau perusahaan jasa salon kencantikan dan lainnya.

Sedangkan perusahaan dagang kegiatan pokok usahanya adalah melakukan transaksi pembelian barang dagang dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut lebih dahulu. Kalau terjadi pengolahan maka pengolahan itu biasanya terbatas pada pengepakan atau pengemasan supaya barang tersebut menjadi lebih menarik.

Perusahaan dapat pula dibedakan menjadi pedagang besar, menengah, dan pedagang kecil. Pedagang besar biasa membeli barang dagang langsung dari pabrik penghasil barang. Sedangkan pedagang kecil ( retailer) membeli barang dari pedagang besar untuk dijual kepada konsumen dengan harga eceran.

Dari uraian di atas dapatkah Anda mengambil kesimpulan ciri-ciri dan kegiatan utama perusahaan dagang? Baiklah, yang merupakan ciri-ciri perusahaan dagang antara lain adalah:

Melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dagang baik secara tunai maupun secara kredit.

Melakukan penyimpanan barang dagang setelah pembelian dan sebelum barang dagang laku terjual.

Melakukan transaksi retur pembelian atau retur penjualan bila diperlukan.

Melakukan transaksi pelunasan/pembayaran utang dan penerimaan piutang dagang yang telah terjadi.

Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami ciri-ciri perusahaan dagang? Baiklah, sekarang dilanjutkan dengan contoh perusahaan dagang.

Coba Anda pikirkan! Apakah toko sepatu termasuk perusahaan dagang? Jawabnya adalah ya, karena toko tersebut membeli sepatu dari pabrik dan menjualnya kembali tanpa dilakukan pengolahan kembali (diubah bentuk) lebih dahulu. Bagaimana pasar swalayan? Apakah perusahaan dagang? Untuk lebih memahami contoh-contoh perusahaan dagang, kerjakanlah latihan berikut dengan memberi tanda cek (v).

Latihan 1

Coba Anda pikirkan! Apakah toko sepatu termasuk perusahaan dagang? Jawabnya adalah ya, karena toko tersebut membeli sepatu dari pabrik dan menjualnya kembali tanpa dilakukan pengolahan kembali (diubah bentuk) lebih dahulu. Bagaimana pasar swalayan? Apakah perusahaan dagang?

Untuk menambah pengetahuan Anda, selain contoh yang diberikan diatas, Anda masih dapat memperoleh contoh dalam kehidupan sehari-hari, karena begitu banyak perusahaan dagang yang ada dilingkungan tempat tinggal Anda. Sekarang dilanjutkan dengan macam-macam transaksi perusahaan dagang.

B. MACAM-MACAM TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG

Transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa seperti yang pernah dipelajari pada modul kelas 1, juga terdapat pada perusahaan dagang. Namun ada transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang tetapi tidak terjadi pada perusahaan jasa. Transaksi apa saja itu? Transaksi tersebut adalah yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan dagang. Seperti transaksi pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, penjualan , retur penjualan, potongan penjualan, biaya angkut penjualan, persediaan barang dagang .

Agar lebih jelasnya berikut ini akan dikemukakan secara lebih rinci.

1. Pembelian

Transaksi pembelian barang dagang dalam perusahaan dagang yang ditujukan untuk dijual kembali akan dicatat pada akun pembelian. Pembelian dapat dilakukan secara tunai atau kredit dan bisa juga sebagian tunai dan sebagian sisanya secara kredit.

Sedangkan pembelian barang yang ditujukan untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak dijual kembali akan dicatat pada akun tersendiri. Contohnya transaksi pembelian apa? Misalnya transaksi pembelian peralatan kantor maka akan dicatat dalam akun peralatan, dan bukan akun pembelian. Begitu juga pembelian perlengkapan, juga dicatat pada akun tersendiri yaitu akun perlengkapan. Bukti transaksi ini biasanya berupa faktur untuk pembelian secara kredit dan kuitansi (nota kontan) untuk pembelian yang dilakukan secara tunai.

2. Biaya Angkut Pembelian

Sebelum memperoleh barang yang dibeli, biasanya perlu mengeluarkan ongkos angkut dari toko atau sampai ke gudang pembeli. Sehingga harga peroleh barang tersebut terdiri dari harga beli ditambah dengan ongkos (biaya angkutnya). Seluruh pengeluaran untuk biaya angkut pembelian akan dicatat dalam satu akun tersendiri yaitu akun beban angkut pembelian. Sebagai bukti transaksi adalah berupa faktur.

3. Retur Pembelian

Diwaktu melakukan transaksi pembelian barang, kadang-kadang barang yang dibeli itu tidak sesuai dengan barang yang dipesan, atau mengalami kerusakan saat dalam perjalanan. Maka pihak pembeli berhak mengembalikan barang yang rusak tersebut kepada penjual. Dalam hal ini apabila pembelian barang yang dikembalikan itu dilakukan secara tunai, maka penjual akan mengembalikan uangnya tunai kepada pembeli. Sebaliknya bila pembelian dilakukan secara kredit, maka pembeli akan membuat nota debit sebagai bukti pengurangan utangnya. Pengurangan utangnya itu dilakukan dengan cara mendebit akun utang dagang dan mengkredit akun retur pembelian. Jadi setiap terjadi transaksi yang berhubungan dengan pengembalian barang yang telah dibeli, akan dicatat dalam satu akun yaitu akun retur pembelian. Bukti transaksi yang digunakan adalah nota debit.

4. Potongan Pembelian

Potongan pembelian diberikan oleh penjual dengan tujuan agar pembeli dapat melunasi utangnya sebelum tanggal jatuh tempo, atau pelunasannya dalam jangka waktu potongan. Potongan yang diterima dicatat dalam akun potongan pembelian. Sebagai akibat adanya potongan pembelian itu maka jumlah utang yang harus dibayar akan berkurang, yaitu jumlah akhir faktur dikurangi dengan potongan pembelian yang diterima. Bukti transaksi yang digunakan adalah berupa kuitansi atau bukti pengeluaran kas.

5. Penjualan

Transaksi penjualan barang dagang dalam perusahaan dagang dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit, atau sebagian secara tunai dan sisanya dibayar secara kredit. Setiap transaksi penjualan barang dagang dicatat dalam akun penjualan. Bukti transaksi yang digunakan adalah berupa Faktur atau Bukti penerimaan kas.

6. Retur Penjualan

Setelah transaksi penjualan dilakukan dimana barang yang telah dikirimkan kepada pembeli. Maka dapat terjadi transaksi retur penjualan. Artinya sejumlah barang yang telah dijual/dikirimkan, dikembalikan lagi oleh pihak pembeli dengan alasan tertentu. Misalnya karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanannya. Bagi pihak penjual pengembalian barang tersebut akan mengurangi piutang (tagihannya), sehingga penjual harus menerbitkan nota kredit untuk mengurangi piutangnya dan kemudian mencatatnya kedalam akun retur penjualan.

7. Potongan Penjualan

Potongan penjualan diberikan untuk merangsang pembeli agar segera membayar utangnya, sebelum tanggal jatuh tempo yang ditetapkan. Potongan penjualan akan mengurangi jumlah piutang yang diterima disaat jatuh tempo, dan dicatat dalam akun potongan penjualan. Bukti transaksi yang digunakan berupa kuitansi atau bukti kas masuk.

8. Biaya Angkut Penjualan

Dalam perjanjian saat barang dijual, mungkin saja penjual akan menanggung biaya angkut atau biaya pengiriman barang sampai digudang pembeli. Maka biaya yang dikeluarkan pihak penjual akan dicatat dalam akun biaya angkut penjualan.

9. Persediaan Barang Dagang

Persediaan barang dagang adalah jumlah persediaan barang dagang yang ada pada akhir periode tertentu. Misalnya Persediaan barang dagang 31 Desember 2001, yaitu nilai persediaan setelah dilakukan perhitungan secara fisik ( stock opname) yang ada didalam gudang atau toko. Persediaan tersebut dicatat dalam akun persediaan barang dagang. Bukti yang digunakan adalah bukti memorial.

Setelah mempelajari macam-macam transaksi perusahaan dagang di atas, apakah Anda telah menguasai semua transaksi tersebut? Baiklah, mungkin di antara Anda ada yang bertanya, Selain transaksi yang diuraikan di atas apakah masih ada transaksi lainnya pada perusahaan dagang? Jawabnya adalah ada, yaitu transaksi yang juga terjadi pada perusahaan jasa, seperti yang telah dikemukakan dalam uraian terdahulu. Untuk lebih memahami perbedaan transaksi perusahaan dagang dengan transaksi perusahaan jasa, maka kerjakan latihan berikut ini!

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memberi tanda cek (v) pada kolom yang tersedia.

C. SYARAT PENYERAHAN BARANG

Dalam perjanjian jual beli syarat penyerahan barang berhubungan dengan berpindahnya hak milik atas barang yang diperjualbelikan. Dalam hal ini ditentukan siapa yang akan menanggung biaya pengangkutan. Sehingga syarat penyerahan merupakan suatu kesepakatan antara penjual dengan pembeli tentang pemindahan hak milik disertai biaya pengiriman barang dari gudang penjual sampai digudang pembeli.

Untuk lebih jelasnya berikut dikemukakan beberapa syarat penyerahan barang yang umumnya terjadi dalam jual beli.

a. Franko gudang pembeli

Artinya barang yang diperjualbelikan akan menjadi hak milik pembeli pada saat barang tersebut sampai di gudang pembeli. Sehingga segala bentuk resiko yang timbul selama dalam perjalanan menjadi tanggung jawab penjual termasuk ongkos angkut barang tersebut.

b. Franko gudang penjual

Artinya barang yang sudah diperjualbelikan akan menjadi hak milik pembeli pada saat barang sudah keluar dari gudang penjual, dan segala bentuk resiko yang timbul selama dalam perjalanan menjadi tanggung jawab pembeli termasuk ongkos angkut barang tersebut.

c. Free On Board Shipping point

Syarat ini berlaku untuk pengiriman barang yang menggunakan kapal laut. Artinya barang yang diperjualbelikan menjadi hak milik pembeli pada saat barang sudah sampai di atas kapal di pelabuhan penjual, sehingga segala sesuatu resiko yang timbul dalam perjalanan sampai di gudang pembeli menjadi tanggung jawab pembeli. Syarat ini dalam transaksi biasa ditulis FOB shipping point.

d. Free On Board Destination point

Syarat ini berlaku dalam pengiriman barang menggunakan kapal laut. Artinya barang yang sudah diperjualbelikan menjadi hak milik pembeli saat barang tersebut sudah di atas kapal di pelabuhan pembeli. Sehingga semua resiko yang timbul dalam perjalanan dari gudang penjual sampai di atas kapal (dalam perjalanan) menjadi tanggungan penjual. Sedangkan resiko yang terjadi selama dari pelabuhan pembeli ke gudang pembeli menjadi tanggungan pembeli. Jadi ongkos angkut dari gudang penjual, ongkos bongkar muat dan ongkos kapal sepenuhnya tanggungan penjual. Dalam transaksi syarat ini biasa ditulis FOB destination.

e. Cost Insurance and Freight (CIF)

Artinya dalam perjanjian jual beli disepakati bahwa penjual menanggung semua biaya angkut serta premi asuransi barang dalam perjalanan. Kadang-kadang syarat ini dilengkapi lagi dengan tanggungan biaya komisi oleh penjual, sehingga syarat ini ditulis menjadi CIFIC (Cost Insurance and Freight Inclusive Comission).

Selain syarat penyerahan barang di atas, masih ada syarat lainnya. Modul ini hanya membahas syarat penyerahan barang yang umumnya terjadi dalam perusahaan dagang. Untuk menambah wawasan Anda bisa juga Anda baca buku lain yang sesuai.

Bagaimana? Apakah Anda sudah menguasai syarat penyerahan barang di atas? Apabila sudah, bagus! Sekarang Anda dapat melanjutkan dengan syarat pembayaran dalam jual beli.

D. SYARAT PEMBAYARAN DALAM PERJANJIAN JUAL BELI

Dalam transaksi jual beli biasanya diikuti dengan suatu perjanjian antara penjual dan pembeli yang sifatnya mengikat. Syarat pembayaran adalah salah satu isi perjanjian yang erat hubungannya dengan pemberian potongan (potongan tunai), jangka waktu pembayaran dan besarnya potongan yang diberikan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan beberapa syarat pembayaran yang umumnya terjadi dalam perjanjian jual beli yang dilakukan secara kredit.

a. n/30, artinya pada syarat ini harga faktur harus dilunasi paling lambat 30 hari setelah terjadinya penyerahan barang dan jumlah yang harus dibayar adalah jumlah akhir yang tertera dalam faktur.b. 2/10 n/30, artinya dengan syarat ini pembeli akan diberikan potongan 2 % apabila ia membayar harga faktur paling lambat 10 hari setelah tanggal transaksi, sedangkan waktu pembayar paling lambat adalah 30 hari. 2 = (pembilang) artinya besarnya persentase potongan, 10 = (penyebut) artinya batas waktu mendapatkan potongan dan n/30 = batas akhir pelunasan faktur.c. EOM (End Of Month ) artinya dengan syarat ini harga faktur harus dilunasi paling lambat pada akhir bulan berjalan.

d. n/10 EOM, artinya dengan syarat ini harga faktur harus dilunasi paling lambat 10 hari setelah akhir bulan, tanpa mendapat potongan.Mungkin Anda bertanya? Bagaimana cara penulisan syarat penyerahan barang dan syarat pembayaran dalam transaksi perusahaan dagang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka coba Anda perhatikan contoh berikut ini.

Contoh Transaksi Perusahaan Dagang dengan Syarat Penyerahan Barang dan Syarat Pembayaran

Jan 5Dibeli barang dagang seharga Rp. 5.500.000,- dari PT. Jujur Surabaya, dengan syarat 2/10 n/30 Faktur Nomor 017. Ongkos angkut barang Rp. 250.000,- FOB Shipping point.Jan 8 Dijual barang dagang Rp. 7.000.000,- kepada Fa. Jujur Bandung Faktur Nomor 008 syarat EOM.

Jan 9 Dikirimkan kembali barang dagang yang dibeli tanggal 5 Januari lalu seharga Rp. 500.000,- karena rusak.

Jan 10 Diterima kembali barang dagang yang telah dijual tanggal 8 Januari lalu seharga Rp. 1.000.000,- karena mutunya

tidak sesuai dengan pesanan.

Jan 11 Dilunasi Faktur pembelian Nomor 017 tanggal 5 Januari yang lalu atas PT. Jujur Surabaya.

Jan 15 Diterima pelunasan Faktur Nomor 008 dari Fa. Jujur tanggal 8 Januari yang lalu.

Contoh di atas adalah transaksi yang ditulis dalam bentuk catatan kejadian. Bagaimana bentuk penulisannya bila dibuat dalam bukti transaksi?. Baiklah, Anda dapat pelajari contoh berikut ini dalam bentuk bukti transaksi pada perusahaan UD. JAYA Jakarta Jl. Baru 225 Jakarta.

Untuk memahami syarat penyerahan barang dan syarat pembayaran dalam perjanjian jual beli, kerjakan latihan berikut ini!.

1. Apakah artinya syarat : n/60

2. Apakah artinya syarat : 4/10 2/15 n/30

3. Transaksi:

a. Pembelian barang dagang tanggal 2 Februari 2000 seharga Rp. 2.000.000,- dengan syarat EOM. Tanggal berapakah batas paling lambat pembayaran faktur pembelian tersebut?b. Tanggal 14 Maret 2000 Penjualan barang dagang Rp. 3.000.000,- dengan syarat 3/10 n/40. Tanggal 30 Maret diterima pelunasannya. Apakah ada potongan yang diperhitungkan? Jelaskan secara singkat!c. Tanggal 21 Januari 2000 pembelian barang dagang Rp. 5.000.000,- dengan syarat 4/10 n/60. Tanggal 25 Januari 2000 terjadi retur pembelian Rp. 1.000.000,- Bila tanggal 30 Januari 2000 faktur tersebut dilunasi apakah ada potongan yang diperhitungkan? Jelaskan secara singkat!Jawaban Latihan 31. n/60 artinya, dengan syarat ini faktur harus dilunasi paling lambat 60 hari setelah terjadinya penyerahan barang dan jumlah yang dibayar adalah jumlah akhir yang tertera dalam faktur.2. 4/10 2/15 3/30 artinya, dengan syarat ini dinyatakan bahwa apabila melunasi faktur dalam waktu 10 hari setelah tanggal transaksi diberikan potongan 4 %, dan apabila pelunasannya antara 11 hari sampai 15 hari dari tanggal transaksi diberikan potongan 2 %, sedangkan batas pelunasan paling lambat adalah 30 hari setelah tanggal transaksi.3. a. Batas pembayaran paling akhir faktur adalah tanggal 29 Februari tahun 2000, karena Februari 2000 umurnya 29 hari. b. Tidak mendapat potongan, karena masa mendapat potongan adalah 10 hari setelah tanggal transaksi (14 Maret 2000), sehingga batas mendapatkan potongan adalah pada tanggal 24 Maret 2000. c. Mendapat potongan sebesar 4 %, karena pelunasan faktur tersebut masih dalam masa potongan. Batas masa potongan adalah 10 hari setelah tanggal 21 Januari yaitu tanggal 31 Januari 2000, sedangkan pelunasannya dilakukan tanggal 25 Januari 2000.

Dengan selesainya Anda mengerjakan latihan 3 tadi, sekaligus Anda telah selesai mengerjakan materi kegiatan 1 modul ini. Anda juga diharapkan selalu rajin mengerjakan soal-soal lainnya karena sangat berguna untuk menambah wawasan dan pemahaman Anda dengan materi kegiatan 2 modul ini nantinya.

KEGIATAN 1

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar!1. Kegiatan utama perusahaan dagang adalah ...

a. membeli barang untuk disewakan

b. membeli barang untuk dipakai sendiri

c. membeli bahan mentah untuk di olah menjadi barang setengah jadi

d. membeli bahan mentah untuk di olah menjadi barang jadi

e. membeli barang dengan tujuan dijual kembali tanpa mengolahnya lebih dahulu.

2. Perusahaan yang berikut ini merupakan perusahaan dagang

a. toko buku, kafetaria

b. rumah makan, toko bangunan

c. pedagang rokok, penjahit pakaian

d. pasar swalayan bioskop

e. toko sepatu, toko buku .

3. Akun berikut ini hanya dijumpai pada perusahaan dagang saja, yaitu ...

a. beban listrik, beban penjualan

b. beban angkut pembelian, pendapatan bunga

c. pembelian barang dagang, penjualan barang dagang, potongan pembelian

d. pembelian barang dagang, pendapatan sewa, retur pembelian

e. penjualan, beban iklan, pembelian, potongan penjualan.

4. Apabila semua resiko dalam perjalanan laut sampai ke gudang pembeli menjadi tanggungan pembeli, maka syarat penyerahan barang disebut ...

a. Franko gudang pembeli

b. Franko gudang penjual

c. FOB Shipping point

d. FOB destination

e. Cost insurance and Freight .

5. Apabila resiko yang terjadi dari gudang penjual sampai ke pelabuhan pembeli tanggungan penjual, resiko selama dalam perjalanan sejak kapal tiba di pelabuhan pembeli sampai barang di gudang pembeli menjadi tanggungan pembeli. Maka syarat penyerahan barang ini disebut ...

a. Franko gudang pembeli

b. Franko gudang penjual

c. FOB Shipping point

d. FOB destination

e. Cost insurance and Freight inclusive comission.

6. Harga faktur dilunasi paling lambat 10 hari setelah akhir bulan, tanpa mendapat potongan. Syarat pembayaran akan ditulis ...

a. 2/10 n/30

b. n/10 EOM

c. EOM

d. n/30

e. n/10.

7. Bila pembeli membayar harga faktur sebelum masa potongan 10 hari, dan mendapat potongan 2 %, sedangkan batas pelunasan paling lambat 30 hari, maka syarat pembayarannya adalah ...

a. n/30

b. 3/10 n/10

c. n/10

d. EOM

e. 2/10 n/30.

8. Dibeli barang dagang Rp. 2.000.000,- tanggal 6 Februari 1999 dengan syarat EOM, maka batas pelunasan faktur paling lambat adalah ...

a. 28 Februari 1999

b. 29 Februari 1999

c. 1 Maret 1999

d. 6 Maret 1999

e. 29 Maret 1999.

9. Dalam syarat pembayaran 4/10 2/15 n/30. Artinya dari 2/15 adalah ...

a. 15 % diberikan potongan

b. 2 % potongan selama 15 hari diberikan

c. besar potongan 2 % bila pelunasan antara 11-15 hari setelah transaksi

d. sebelum 15 hari pembayaran tidak memperoleh potongan

e. sebelum 15 hari pembayaran diberikan potongan 2 %.

10. Syarat penyerahan barang perlu dibuat dan disepakati antara pembeli dan penjual berhubungan dengan ...

a. asuransi barang

b. penjaminan kualitas barang

c. penetapan jumlah barang

d. penentuan harga eceran barang

e. ongkos angkut barang selama dalam perjalanan.

E. PENCATATAN TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG1. Pengertian Perusahaan Dagang

Bagaimana mencatat transaksi pembelian barang dagang?, Seperti telah dikemukakan dalam uraian terdahulu, bahwa setiap transaksi pembelian barang dagang selalu dicatat dalam akun pembelian pada sisi debit dalam jurnal. Sedangkan akun yang diisi kredit tergantung pada jenis pembelian yang dilakukan. Untuk lebih jelasnya akan dikemukakan contoh transaksi yang terjadi di bawah ini.

a. Bila pembelian barang dagang dilakukan secara tunai

Tanggal 2 Januari 2001, CV. Rian membeli barang dagang dari UD. Jujur Rp. 1.500.000,- secara tunai.

Analisis transaksi:

Setiap pembelian barang dagang di dalam akun pembelian disisi debit, kemudian karena pembelian dilakukan tunai maka akan mengurangi kas, sehingga dicatat dalam akun kas disisi kredit. Dalam hal ini CV. Rian akan mencatat dalam jurnal sebagai berikut:

b. Bila pembelian dilakukan secara kredit

Tanggal 4 Januari 2001, CV Rian membeli barang dagang dari Fa Jujur Rp. 4.000.000,- dengan syarat 2/10 n/30.Analisis transaksi:

Setiap pembelian barang dagang dicatat dalam akun pembelian disisi debit dan bila pembelian dilakukan dengan syarat berarti pembelian dilakukan secara kredit, mengakibatkan utang bertambah dan dicatat dalam akun utang dagang disisi kredit. Dengan demikian CV Rian mencatat dalam jurnal seperti berikut ini.

Sekarang bagaimana jika pembelian dilakukan dengan pembayaran sebagian tunai dan sebagiannya kredit. Coba anda kerjakan latihan ini.

Tanggal 5 Januari 2001 CV Rian membeli barang dagang seharga Rp. 2.500.000,- dibayar tunai Rp. 2.000.000,- dan sisanya dibayar bulan Maret 2001.

Analisis transaksi:.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Catat dalam jurnal umum

Bisakah Anda mengerjakannya?. Baiklah! Untuk memeriksa kebenaran Anda tadi, maka dapat lihat jawaban latihan tersebut.

Analisis Transaksi

Setelah Anda kerjakan, apakah sudah benar jawaban Anda? Bila sudah benar baik. Anda dapat lanjutkan dengan cara pencatatan transaksi yang berhubungan dengan ongkos angkut pembelian.Mencatat Ongkos Angkut Pembelian

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, setiap pengeluaran untuk biaya angkut pembelian dicatat dalam akun biaya angkut pembelian disisi debit, sedangkan bila langsung dibayar secara tunai maka akun yang disisi kredit adalah akun kas, tetapi kalau pembayaran tidak dilakukan tunai maka akun yang dikredit adalah utang dagang.

Contoh:

Tanggal 12 Januari 2000, CV Rian membeli barang dagang Rp. 2.500.000,- dengan syarat 2/10 n/30 ongkos angkut barang Rp. 300.000,- FOB Shipping point dari Fa. Setia Surabaya Faktur Nomor 226.

Dalam hal ini pencatatan ongkos angkut barang dicatat dalam akun biaya angkut pembelian disisi debit, dan belum dilakukan pembayarannya maka mengakibatkan utang bertambah, sehingga dicatat dalam akun utang dagang disisi kredit. Seperti yang dicatat dalam jurnal berikut ini.

Contoh lain, misalnya tanggal 14 Januari 2000, CV. Rian membayar pengangkutan barang yang dibeli dari Fa. Setia Rp. 100.000,-. Maka transaksi ini dicatat CV. Rian dalam jurnal sebagai berikut:

Setelah Anda mengerti dan selesai mengerjakan pencatat ongkos angkut pembelian, sekarang dilanjutkan dengan pencatatan transaksi penjualan barang dagang.

Pencatatan Transaksi Penjualan Barang Dagang

Setiap penjualan barang dagang dicatat dalam akun penjualan disisi kredit. Sedangkan untuk akun yang dicatat disisi debit tergantung dari jenis penjualan yang dilakukan, apakah secara tunai atau kredit. Transaksi penjualan barang dagang dapat dibedakan:

Penjualan dilakukan secara tunai

Misalnya tanggal 15 Januari 2000, CV Rian menjual barang dagang Rp. 4.000.000,- kepada Tn. Jujur. Pembayaran dilakukan secara tunai.

Analisis transaksi:

Pembayaran diterima secara tunai, maka kas akan bertambah sehingga dicatat dalam akun kas disisi debit dan akun penjualan disisi kredit. Perhatikan contoh jurnalnya.

Penjualan secara kredit

Misalnya, tanggal 16 Januari 2000, CV Rian menjual barang dagang kepada Toko Setia Rp. 2.000.000,- syarat 2/10 n/30.

Analisis transaksi:

Transaksi di atas adalah transaksi kredit, dimana pembayarannya belum diterima CV. Rian, akibatnya akun piutang dagang bertambah dan dicatat disisi debit, sedangkan disisi kredit adalah akun penjualan. Perhatikan jurnal yang dibuat CV. Rian dibawah ini.

Transaksi penjualan yang telah dikemukakan di atas adalah penjualan yang dilakukan secara tunai atau secara kredit. Sekarang coba Anda lakukan pencatatan transaksi penjualan yang dilakukan sebagian secara tunai dan sebagian sisanya secara kredit, pada latihan 2 dibawah ini. 2. Pada tanggal 17 Januari 2000, CV Rian menjual barang dagang Rp. 3.000.000,- kepada Tn. Setia. Pembayaran diterima tunai Rp. 1.000.000,- sisanya dibayar paling lambat 17 Februari 2000.

Analisis transaksi:

.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Jurnalnya adalah :

Untuk memeriksa latihan 2 yang selesai Anda kerjakan, dapat Anda cocokan dengan jawaban yang tersedia ini.

Analisis Transaksi

Setelah Anda cocokkan pekerjaan Anda dengan jawaban yang disediakan, Bagaimana? Apakah sudah benar yang Anda kerjakan?. Baiklah, kalau sudah benar sekarang dilanjutkan dengan transaksi retur pembelian.

Pencatatan Transaksi Retur Pembelian dan Retur Penjualan

Bila terjadi pengembalian barang dagang yang sudah dibeli kepada pihak penjual. Maka pihak pembeli akan mencatatnya dalam akun retur pembelian. Sebaliknya pihak penjual akan menerima kembali barang yang sudah dijual tersebut, sehingga dalam hal ini akan mencatat dalam akun retur penjualan.

Pencatatan retur penjualan dalam jurnal yaitu akun retur penjualan di debit dan piutang dagang disisi kredit. Sedang retur pembelian pencatatannya adalah mendebitkan akun utang dagang dan mengkreditkan akun retur pembelian. Pencatatan seperti ini dilakukan apabila transaksi yang terjadi secara kredit. Perhatikan contoh berikut ini.Tanggal 20 Januari 2000, CV Rian menerima kembali barang telah dijual kepada toko Maju seharga Rp. 400.000,- karena rusak dengan bukti nota kredit nomor 021.

Analisis transaksi:

Penjualan sebelumnya dilakukan secara kredit sehingga dicatat dalam akun piutang dagang. Dengan adanya barang yang diterima kembali maka CV. Rian akan mencatat akun piutang dagang berkurang, yaitu disisi kredit, sedangkan akun retur penjualan dicatat disisi debit. Dalam jurnal dicatat sebagai berikut:

Sekarang bagaimana pencatatan yang dilakukan oleh toko Maju sebagai pihak pembeli?. Perhatikan analisis transaksi berikut:

Analisis transaksi:

Bagi toko Maju sebelumnya telah mencatat dalam akun utang dagang, sehingga pada waktu barang dikirimkan kembali akan mengakibatkan utang dagangnya berkurang yang dicatat disisi debit, dan akun retur pembelian disisi kredit.

Perhatikan jurnal ini.

Setelah Anda pelajari transaksi retur penjualan dan retur pembelian secara kredit, maka retur pembelian maupun retur penjualan juga dapat terjadi secara tunai. Bagaimana mencatatnya ke dalam jurnal?. Baiklah coba Anda kerjakan pencatatan transaksi berikut sebagai latihan.

Tanggal 21 Januari 2001, CV Rian menerima pengembalian sebagian barang yang telah dijual tanggal 18 Januari 2001 yang lalu kepada PD. Setia seharga Rp. 250.000,-

Analisis transaksi:

.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Jurnalnya:

Untuk lebih jelasnya, Anda perhatikan jawaban yang tersedia dibawah ini.

Pencatatan Transaksi Pelunasan Faktur Pembelian

Pencatatan pelunasan faktur pembelian ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu:

Ada tidaknya transaksi retur pembelian yang terjadi yang berhubungan dengan transaksi pelunasan faktur pembelian itu.

Besarnya potongan yang harus diperhitungkan jika ada, dan jangka waktu memperoleh potongan yang berhubungan dengan syarat pembayaran.

Untuk lebih memahami, Anda dapat perhatikan contoh ini.

Tanggal 22 Januari 2001, CV. Rian dibeli barang dagang Rp. 2.2.000.000,- dengan syarat 4/10 n/30. Faktur Nomor 024 dari PD. Jaya. Tanggal 30 Januari 2001 dilunasi faktur pembelian Nomor 024 tanggal 22 Januari 2001 yang lalu.

Analisis transaksi:

Dari transaksi tanggal 22 Januari 2001 di atas, menimbulkan adanya utang dagang CV. Rian Rp. 2.000.000,- dengan pelunasan paling lambat 30 hari setelah transaksi. Pelunasannya dilaksanakan dalam batas waktu potongan yaitu waktu 10 hari dengan besar potongan 4 % (dari tanggal 22 Januari s/d 30 Januari 2001 = 8 hari), dengan demikian besar potongan yang diperhitungkan adalah 4 % x Rp. 2.000.000,- = Rp. 80.000,-. Bagi CV. Rian sebagai pembeli mencatatnya dalam akun potongan pembelian. Sehingga pembayaran Rp. 2.000.000,- dicatat dalam akun utang dagang disisi debit, potongan pembelian disisi kredit Rp. 80.000,- serta akun kas disisi kredit sebesar Rp. 1.920.000,- setelah dikurangi potongan.

Perhatikan jurnalnya berikut ini!

Apabila transaksi pembelian di atas, faktur dilunasi pada tanggal 4 Februari 2001, dapatkah anda mencatatnya kedalam jurnal?. Baiklah, sekarang perhatikan analisis transaksi berikut.

Batas waktu memperoleh potongan adalah 10 hari setelah transaksi, jadi tanggal 22 Januari 2001 s/d 4 Februari 2001 lamanya 13 hari. Sehingga tidak lagi mendapat potongan. Maka pembayaran utang mengakibatkan utang berkurang Rp. 2.000.000,- dicatat dalam akun utang dagang disisi debit, dan akun kas berkurang dicatat disisi kredit. Perhatikan pencatatannya dalam jurnal sebagai berikut:

Setelah Anda pelajari pencatatan pelunasan faktur pembelian di atas, bagaimana?. Apakah Anda sudah memahaminya? Apabila belum coba ulangi lagi mempelajarinya dan apabila sudah maka anda bisa melanjutkan dengan pencatatan penerimaan pelunasan faktur penjualan.Transaksi Penerimaan Pelunasan Faktur Penjualan

Pencatatan transaksi pelunasan faktur penjualan, kebalikan dari pembayaran faktur pembelian. Dalam hal ini yang diterima merupakan piutang, maka akun piutang akan berkurang dan dicatat disisi kredit. Sedangkan akun kas bertambah akan dicatat disisi debit bersamaan dengan akun potongan penjualan sebesar potongan yang diberikan.

Berikut akan diberikan contoh pencatatannya:

Tanggal 14 Juni 2001, Dijual barang dagang seharga Rp. 1.000.000,- dengan syarat 2/10 n/30. Diminta: catatlah transaksi tersebut kedalam jurnal apabila:

a. Pembayaran diterima tanggal 23 Juni 2001

b. Pembayaran diterima tanggal 14 Juli 2001

Jurnal pada saat penjualan 14 Juni 2001 adalah sebagai berikut:

a. Apabila pelunasan tanggal 23 Juni 2001

Pelunasan faktur tanggal 23 juni 2001, dimana tanggal tersebut masih dalam jangka waktu potongan. Mulai tanggal 14 Juni 2001 s/d 23 Juni 2001 lamanya 9 hari. Sehingga diperhitungkan potongan 2 % yaitu 2 % x Rp. 1.000.000,- = Rp. 20.000,-. Akibatnya uang kas bertambah sebesar Rp. 980.000,- (Rp 1.000.000 - Rp 20.000). Pencatatan dalam jurnal adalah akun kas disisi debit Rp 980.000,- akun potongan penjualan disisi debit Rp. 20.000,- dan akun piutang dagang sebesar Rp 1.000.000,- sebelah kredit. Untuk lebih jelasnya perhatikan jurnal berikut!

b. Apabila pelunasan tanggal 14 Juni 2001

Artinya pelunasan diterima pasca waktu potongan atau (sesudah masa mendapat potongan), maka jumlah yang diterima dan masuk ke dalam akun kas adalah sebesar piutang yang ada seperti yang terdapat dalam jurnal berikut ini.

Berikut ini adalah transaksi PD. Jujur selama bulan Januari 2001.Jan 2Dibeli barang dagang dari PT. Setia Rp. 5.000.000,- syarat 2/10 n/30 (Faktur Nomor 021)Jan 4Dijual barang dagang dari PD. Harapan Rp. 1.200.000,- syarat 4/10 n/30 (Faktur Nomor 212)Jan 5Mengembalikan sebagian barang yang dibeli dari PT. Setia seharga Rp. 500.000,- karena mutunya tidak sesuai dengan pesanan (Nota debit nomor 001)Jan 7Dibeli perlengkapan kantor dari Toko Abadi Rp. 100.000,-

Jan 9Membayar utang kepada PT. Setia atas faktur pembelian Nomor 021 tanggal 2 Januari yang lalu.

Jan 12Dibeli barang dagang dari PD. ABC Rp. 2.000.000,- dibayar dengan tunai (Bukti pengeluaran kas Nomor 008)

Jan 16Dijual barang dagang kepada Fa. Abadi Rp. 6.500.000,- syarat 5/10 n/40 (Faktur Nomor 082)

Jan 17Dijual barang dagang kepada Tuan Rosevelt Rp. 2.500.000,- dengan tunai. (Bukti penerimaan kas Nomor 018)

Jan 18Diterima kembali barang dagang yang dijual tanggal 16 Januari yang lalu, karena rusak seharga Rp. 500.000,-

Jan 20Diterima pelunasan faktur penjualan Nomor 082 tanggal 16 Januari yang lalu dari Fa. Abadi.

Diminta: Catatlah transaksi ke dalam jurnal umum.

Dengan selesainya Anda mengerjakan latihan 4 tadi, maka selesai pula Anda mengerjakan kegiatan 2 modul ini. Tetapi jangan lupa Anda diharapkan terus rajin untuk menganalisis transaksi perusahaan dagang dan mencatatnya ke dalam jurnal umum sebagai latihan-latihan dalam memahami materi. Selanjutnya kerjakanlah tugas 2 berikut ini.

KEGIATAN 2

Berikut ini adalah transaksi yang diperoleh dari perusahaan dagang Maju untuk bulan Januari 2000:Jan 2

Membeli barang dagang dari PT. Setuju sebesar Rp. 500.000,- syarat 2/ 10 n/30

Jan 4Membeli barang dagang dari PD Harapan sebesar Rp. 1.250.000,- syarat 5/10 n/30

Jan 5Mengembalikan sebagian barang yang dibeli dari PT. Setuju sebesar Rp. 50.000,- karena barang tersebut rusak

Jan 7Membayar utang kepada PT. Setuju atas pembeli tanggal 2 Januari yang laluJan 9Membeli perlengkapan kantor dari toko Abadi seharga Rp. 40.000,-

Jan 12Membeli barang dagang dari PD. Jujur sebesar Rp. 800.000,- dengan tunai

Jan 15Membeli barang dagang dari UD. Jaya Rp. 1.500.000,- syarat 2/10 n/30. beban pengangkutan barang yang dibeli seharga Rp. 50.000,- dibayar tunai.

Jan 18Membayar beban iklan sebesar Rp. 350.000,- dan sewa ruang bulan Januari sebesar Rp. 200.000,- serta beban serba-serbi Rp. 50.000,- per kas

Jan 20Membeli secara tunai dari PD. ABC barang dagang seharga Rp. 800.000,-Jan 25Membeli barang dagang dari UD. Jaya seharga Rp. 750.000,- syarat 2/10 n/30

Jan 26Membeli barang dagang secara kredit dari UD Sandora Rp. 550.000,- syarat 4/10 n/60

Jan 29Sebagian barang dagang yang dibeli dari UD. Jaya dikembalikan karena rusak sebesar Rp. 250.000,-

Jan 31Diterima pelunasan faktur penjualan Nomor 082 tanggal 16 Januari yang lalu dari Fa. Abadi.

DIMINTA:

Catatlah transaksi tersebut ke dalam Jurnal Umum !Jawaban Latihan 1

..........................................................................

..........................................................................

..........................................................................

TANGGALKETERANGANDEBETKREDIT

Rangkuman

Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli barang dagang untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk lebih dahulu. Laporan keuangan perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa, hanya saja laporan laba rugi perusahaan dagang terdapat unsur harga pokok penjualan dan dalam laporan neraca terdapat akun persediaan barang dagang. Akun yang hanya terdapat dalam perusahaan dagang adalah:

Adapun dalam perjanjian jual beli terdapat 2 macam syarat, yaitu:

Syarat penyerahan barang:

1. Franko gudang penjual

2. Franko gudang pembeli

3. FOB Shipping point

4. FOB Destination

5. Cost Insurance of Freight

6. Cost Insurance of freight inclusive comission.

Syarat pembayaran yaitu:

1. n/30

2. n/10 EOM

3. 2/10 n/30

4. 4/10 n/2/15 n/30, dan lain-lain.

Cara mencatat transaksi dalam perusahaan dagang sama saja dengan yang dilakukan untuk perusahaan jasa, yaitu dengan melakukan analisis transaksi lebih dahulu kemudian hasil analisis tersebut dicatat ke dalam jurnal umum.

LATIHAN 1

Maret 2Dibayar Gaji Pegawai Rp 800.000,00

Maret 4Dibeli barang dagangan dengan kredit Rp 2.400.000,00 dari PD. Gaul dg syarat 2/15, n/30

Maret 5Dibeli Tunai sejumlah barang dagangan Rp 600.000,-

Maret 7Dibeli kredit peralatan toko Rp 2.600.000, dari PT Garuda, syarat n/eom

Maret 8Dibeli perlengkapan toko Rp 1.200.000,- dari CV. Untung. Syarat 2/10, n/30

Maret 8Dijual barang dagangan seharga Rp 5.000.000,- kepada toko Makmur, syarat 2/10, n/30

Maret 9Penambahan modal oleh pemilik Rp 10.000.000,-

Maret 10Dijual barang dagangan Rp 4.000.000,- kepada koperasi Bulan. Syarat 2/10, n/30

Maret 11Dijual barang dagangan Rp Rp 1.000.000,- pada CV Agus. Syarat 2/10, n/30

Maret 12Dibeli barang dagangan Rp 1.000.000,- dari CV Maju Mundur. Syarat 2/10, n/30

Maret 12Dilunasi utang kepada PD Gaul tgl 4 Maret 2008

Maret 12Diterima pembayaran piutang dari toko Makmur Rp 8 Maret 2008

Maret 13Dijual barang dagangan Rp 3.000.000,- syarat 2/10, n/30

Maret 13Diterima bunga deposit dari BNI Rp. 1.000.000,-

Maret 18Dikirimkan kembali barang dagangan dari CV. Maju Mundur Rp 400.000,- krn rusakLATIHAN 2

Anda dihadapkan pada transaksi-transaksi dagang dari UD. Keluarga, Solo selama bulan Juli 2000.

Juli2:Dibeli barang dagang dari UD Baru sebesar Rp. 400.000,- dengan syarat (OM no. faktur 01

4:Dibayar biaya gaji pegawai toko Rp. 300.000,- No. Bukti BKK 1

5:dibeli perlengkapan toko dari PD. Jaya, Jakarta sebesar Rp. 500.000,- dengan syarat 2/10, n/30.

7:Dikirim nota debit atas barang yang rusak kepada UD Baru sebesar Rp. 50.000,-.

15:Dibayar kepada PD Jaya faktur tanggal 5/7-2000 BKK 2

17:Dibeli barang dagang kepada Toko Sejahtera, Klaten sebesar Rp. 700.000,- dengan syarat 3/10, n/30, No. Faktur 03

19:Dikirim nota debit kepada PD. Jaya, Klaten atas barang yang rusak Rp. 100.000,-

22:Dibayar utang dagang kepada UD Baru, faktur tanggal 2/7-2000, No.BKK. 03

25:Dikirim nota debit kepada Toko Sejahtera atas barang yang rusak sebesar Rp. 150.000,-

30:Dibayar utang P.D. Sejahtera atas faktur tanggal 17-7-2000 dengan bukti No. BKK 04LATIHAN 3

Transaksi PD. MORAT-MARIT, Tahun 2007

Des 1Dibeli barang dagangan dari PD Maya, Rp 2.900.000, syarat 3/10, n/30.

Des 2Dibayar utang bulan lalu kepada PD Sakti bulan lalu Rp 2.500.000,-

Des 3Diterima pelunasan piutang dari PT Firdaus Rp 3.150.000,-

Des 4Dikirim Nota Debet kepada PD Maya atas pengembalian barang 1Des krn rusak Rp 150.000,-

Des 6Dijual kepada PD. Pentas Jaya, barang dagangan Rp 4.000.000,-, syarat 2/10, n/30.

Des 7Dibeli perlengkapan kredit dari PT. Metro Rp 1.200.000,- syarat 2/10, n/30

Des 8Dibeli barang dagangan dari PD. Andalas Rp. 2.000.000,- syarat 3/10, n/30

Des 9Dikirim Nota Kredit Kepada PD Pentas Jaya, atas barang yang diterima kembali karena rusak Rp 800.000,- tertanggal 6 Desember.

Des 10Dijual Barang dagangan kepada Toko Gembira Rp 1.500.000,- Syarat 2/10, n/30

Des 11Dibayar beban angkut pembelian Rp 200.000,-

Des 11Dibayar utang kepada PD Maya, atas pembelian barang dagangan tanggal 1 Desember

Des 13Dijual tunai barang dagangan, Rp 1.000.000,-

Des 14Diterima pelunasan faktur dari PD Pentas Jaya tanggal 6 Desember

Des 18Dijual barang dagangan kepada PD. Pentas Jaya Rp 4.500.000, syarat 2/10, n/30

Jawaban Latihan 1

..........................................................................

..........................................................................

..........................................................................

TANGGALKETERANGANDEBETKREDIT

Cara :

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Jawaban Latihan 2..........................................................................

..........................................................................

..........................................................................

TANGGALKETERANGANDEBETKREDIT

Cara :

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Jawaban Latihan 3..........................................................................

..........................................................................

..........................................................................

TANGGALKETERANGANDEBETKREDIT

Cara :

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

A. JURNAL PEMBELIAN DAN PENGELUARAN KAS

Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat:

1. menjelaskan definisi jurnal khusus;

2. membedakan antara jurnal khusus dan jurnal umum;

3. membedakan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas;

4. mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pembelian dari perusahaan dagang;dan

5. mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pengeluaran kas dari perusahaan dagang.

Saya yakin Anda pasti tahu apa perbedaan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil, bukan?

Jika Anda belum memahaminya, coba Anda amati dan pelajari perbedaan keduanya baik melalui media massa, buku-buku pelajaran SLTP maupun media elektronik. Di sana pasti ada jawabannya. Nah, perlu Anda ketahui bahwa setiap perusahaan baik besar maupun kecil selalu melakukan kegiatan transaksi keuangan. Akan tetapi, transaksi yang terjadi pada masing-masing perusahaan memiliki jumlah dan jenis yang berbeda-beda. Pada perusahaan kecil, transaksi keuangan yang terjadi relatif lebih kecil, baik dalam jumlah maupun dalam jenisnya. Sebaliknya pada perusahaan besar tentunya terjadi transaksi keuangan yang relatif lebih banyak. Oleh karena itu dalam perusahaan kecil dimungkinkan dalam pencatatan transaksi-transaksinya dengan menggunakan satu macam buku harian saja yang dinamakan Jurnal Umum. Sebaliknya, dalam perusahaan besar dimungkinkan untuk menggunakan jurnal tertentu yang disebut Jurnal Khusus. Penggunaan jurnal ini dapat menghemat waktu, mempermudah pembagian pekerjaan, memudahkan pemindahbukuan (posting), serta menghemat biaya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus:

Tabel 1 : Perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

Cobalah Anda buat kesimpulan tentang difinisi jurnal khusus ini. Selanjutnya, coba Anda bandingkan dengan jawaban berikut ini :Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.

Jika benar, lanjutkan ke materi berikutnya.

Jurnal khusus ada 4 macam :

1) Jurnal Pembelian.

2) Jurnal Pengeluaran Kas.

3) Jurnal Penjualan dan

4) Jurnal Penerimaan Kas.

Untuk lebih jelasnya lagi, maka jurnal khusus akan dibuat dalam bagan berikut ini:

Bagan 1 : Pembagian jurnal khusus

Perlu diketahui, di samping keempat jurnal tersebut jika dirasa perlu, perusahaan dapat menambah satu jurnal umum yang fungsinya untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam keempat jurnal tersebut.

A.1 JURNAL PEMBELIAN

Berikut ini akan diuraikan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas. Bagaimana rasanya Anda memahami isi modul ini?

Anda tentu tahu bahwa suatu perusahaan dagang pasti akan selalu melakukan transaksi pembelian terhadap barang dagang atau barang lainnya, baik secara tunai maupun secara kredit. Jika perusahaan dagang membeli barang dagangan atau barang lain secara kredit maka Anda harus mencatatnya ke dalam jurnal pembelian. Perlu diketahui, jurnal pembelian itu hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit maka analisis transaksi tersebut adalah pembelian di sebelah debet, sedangkan utang usaha di sebelah kredit. Agar lebih jelasnya lagi coba simak bagan jurnal pembelian beserta kolom-kolomnya sebagai berikut.

Oleh karena, jumlah kolom pembelian dan kolom utang usaha selalau sama diisi sesuai dengan harga beli secara kredit, maka kolom tersebut dapat disajikan secara lebih ringkas lagi seperti berikut ini :

Perlu diingat, bahwa menuliskan angka di komom jumlah sudah dianggap telah mendebet perkiraan (akun) pembelian dan mengkredit perkiraan (akun) utang usaha yang masing-masing sejumlah angka yang sama.

Jika perusahaan merasa perlu untuk mencatat pembelian selain barang dagang secara kredit terus menerus maka bagan jurnal pembelian beserta kolom-kolomnya secara lengkap disajikan berikut ini :

Coba Anda simak Jurnal Pembelian (format 3), pasti Anda merasakan adanya perbedaan bentuk-bentuk jurnal pembelian ini. Jika Anda merasa belum paham ikuti terus aturan pengisian kolom berikut ini:

1. Kolom 1 disi dengan tanggal transaksi yang tertera dalam faktur,

2. Kolom 2 diisi dengan nomor faktur,

3. Kolom 3 diisi dengan siapa yang menjual dan dimana alamat penjualnya,

4. Kolom 4 diisi dengan bagaimana syarat pembayaran yang diberikan oleh penjual,

5. Kolom 5 diisi dengan tanda cek (V) untuk pengecekan apakah jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan di buku lain (buku besar pembantu, jika belum dicocokkan maka Anda kosongkan saja

6. Kolom 6 diisi denan harga beli barang dagang saja yang tertera dalam faktur,

7. Kolom 7 diisi dengan nama akun barang/jasa selain barang dagang,

8. Kolom 8 diisi dengan nomor kode akun,

9. Kolom 9 diisi dengan jumlah harga beli barang/jasa selain barang dagang yang tertera dalam faktur,

10. Kolom 10 diisi dengan harga barang dagang/bukan barang dagang yang dibeli sesuai dengan yang tercantum dalam faktur.

Mudah bukan mengikutinya? Jika Anda belum dapat memahaminya coba ulangi lagi langkah demi langkah sampai benar-benar memahaminya, jika sudah, lanjutkan dan ikuti terus isi modul ini.

Coba Anda simak terus contoh transaksi yang berhubungan dengan pembelian yang terjadi pada toko Laris , Jakarta selama bulan

Januari 2000:Januari 2:Dibeli barang dagang dari toko Lili, Jakarta seharga Rp. 500.000,-

dengan syarat 2/10, n/30, nomor faktur 01.

4:Dibeli satu set perlengkapan kantor dari Toko Gramedia, Jakarta

seharga Rp. 100.000,- dengan syarat n/60, nomor faktur 02

7:Dibeli barang-barang dari Toko Anugrah, Semarang seharga

Rp. 1.000.000,- dengan syarat (OM, nomor faktur 03

8:Dibeli barang dagang dari Toko Anggrek, Kediri seharga

Rp. 2.000.000,- dengan menyerahkan cek nomor 13008.

10:Dibeli peralatan toko dari Toko Adi, Bogor seharga Rp. 200.000,-

dengan syarat 2/10, n/60,nomor faktur 04

15:Dibeli barang dagang dari Toko Indah, Bekasi seharga Rp. 1.000.000,-

dengan syarat 2/10, n/60 nomor faktur 05.

Diminta:Catat transaksi-transaksi itu ke dalam jurnal pembelian !

Coba simak baik-baik soal di atas, kemudian analisa dalam setiap transaksi, apakah semua transaksi itu dapat dicatat ke dalam jurnal pembelian? Kemudian Anda siapkan pula bagan jurnal pembelian menurut format 2 maupun format 3. Catatlah transaksi-transaksi yang dapat dimasukkan ke dalam jurnal pembelian dengan mengikuti aturan-aturan yang sudah diberikan dalam modul ini.

Bagaimana dapat bukan menyelesaikannya? Jika dapat, coba bandingkan hasil jawaban dengan jawaban modul ini lebih lanjut.

Pertama dianalisa dahulu transaksi-transaksi di atas. Ternyata, dari keenam transaksi di atas yang dapat dicatat kedalam jurnal pembelian format 2 hanya transaksi tanggal 2, atau 15 Januari 2000. Transaksi yang lain tidak dapat dicatat dengan menggunakan format 2 jurnal pembelian. Mengapa? Anda perlu tahu jawabannya, ternyata ketiga transaksi yang lain tidak dapat dicatat ke dalam jurnal pembelian karena transaksi tanggal 4 yang dibeli bukan barang dagang melainkan perlengkapan toko, transaksi tanggal 8 pembelian barang dagangnya secara tunai (dengan cek) sedangkan transaksi tanggal 10 yang dibeli bukan barang dagang melainkan peralatan toko.

Untuk lebih jelasnya , perhatikan pencatatan transaksi dari data di atas ke dalam jurnal pembelian dengan menggunakan format 2 di bawah ini.

Akan tetapi jika menggunakan format 3 akan tertera berikut ini :

Ternyata jurnal pembelian yang menggunakan format 3 dapat memasukkan sampai 5 transaksi dibanding format 2 di atas. Transaksi tanggal 8 tidak dapat dimasukkan kedalam jurnal pembelian karena pembeliannya secara tunai sehingga tidak menimbulkan utang usaha.

Mudah bukan ? Anda pasti dapat memahami dan menyelesaikan tugas dengan baik dan benar. Jika merasa masih belum yakin dengan pemahaman Anda. Coba simak kembali isi modul di atas secara perlahan-lahan, pasti Anda dapat memahaminya dan menyelesaikan soal-soalnya. Untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap materi yang baru Anda pelajari dari modul ini. Cobalah Anda selesaikan soal latihan bawah ini.

Berikut ini beberapa transaksi yang berhubungan dengan pembelian yang

terjadi pada UD. Pandan Sari selama bulan Juni 2001:

Juni2:Dibeli barang dagang dari toko Lili, Jakarta seharga Rp. 500.000,-

dengan syarat 2/10, n/30, nomor faktur 01.

3:Dibeli satu set perlengkapan kantor dari Toko Gramedia, Jakarta

seharga Rp. 100.000,- dengan syarat n/60, nomor faktur 02

5:Dibeli barang-barang dari Toko Anugrah, Semarang seharga

Rp. 1.000.000,- dengan syarat (OM, nomor faktur 03

8:Dibeli barang dagang dari Toko Anggrek, Kediri seharga

Rp. 2.000.000,- dengan menyerahkan cek nomor 13008.

19:Dibeli peralatan toko dari Toko Adi, Bogor seharga Rp. 200.000,-

dengan syarat 2/10, n/60,nomor faktur 04

DimintaCatatlah transaksi-transaksi itu ke dalam jurnal pembelian dengan format 3 (form terlengkap)

Coba Anda simak baik-baik soalnya, kemudian analisa dahulu lalu catat dalam jurnal pembelian. Berusahalah terus dan jangan putus asa. Jangan takut gagal, jika ragu untuk mengerjakannya coba baca dan simak kembali uraian di atas, pasti Anda akan ingat kembali. Coba bandingkan dengan jawaban yang tertera di bawah ini.

Bagaimana ? Anda hebat ! dapat menyelesaikan soal di atas dengan mudah tanpa mendapat hambatan, karena Anda telah menyimak dengan baik modul ini. Oleh karena itu Anda boleh melanjutkan uraian modul ini lebih lanjut. Jika jawaban Anda belum benar, itu berarti bukan gagal, tetapi Anda dianjurkan untuk mengulanginya lagi uraian di atas.A.2 JURNAL PENGELUARAN KAS

Selanjutnya akan diuraikan materi tentang jurnal pengeluaran Kas. Anda pasti sudah tahu, setiap perusahaan selalu melakukan kegiatan pengeluaran uang. Pengeluaran uang yang dimaksud di atas akan digunakan untuk membeli barang dagang atau barang/jasa selain barang dagang secara tunai, membayar utang, membeli perlengkapan secara tunai dan membayar biaya gaji/biaya lain-lain. Transaksi- transaksi di atas harus dicatat di dalam Jurnal Pengeluaran Kas. Jadi Jurnal Pengeluaran Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi- transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang tunai. Ditinjau dari frekuensinya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan hal di atas dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok transaksi yang sering terjadi dan kelompok transaksi yang jarang terjadi. Untuk transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan dagang harus dibuatkan kolom jumlah tersendiri. Adapun transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dalam perusahaan dagang serta analisisnya berikut ini:

1) Pembelian barang dagang secara tunai, dapat dianalisis menjadi:

- debet : pembelian

- kredit : kas

2) Pembayaran utang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara:

a) jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi:

- debet : utang usaha

- kredit : kas.

b) Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi:

- debet : utang usaha

- kredit : kas

- kredit : potongan pembelian

Selanjutnya, transaksi-transaksi pembayaran yang jarang terjadi tidak perlu dibuatkan kolom jumlah tersendiri, tetapi cukup ditampung di dalam kolom serba-serbi, sedangkan akun lawannya ( contra account) adalah kas. Transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dapat dianalisis menjadi:

1) pembayaran pembelian perlengkapan, dapat dianalisis menjadi:

- debet : kolom serba serbi dengan nama akun perlengkapan

- kredit : kas2) pembayaran gaji atau biaya lain-lain, dapat dianalisis menjadi:

- debet : kolom serba-serbi dengan mana akun biaya gaji / biaya lain-lain.

- Kredit : kas.

Untuk lebih jelasnya simak dan pelajari format 4 di bawah ini :

Contoh 1

Akan tetapi jika Anda menggunakan format 5 akan tertera seperti berikut ini :

Bagaimana ? Jika ingin tahu bagaimana mengisi kolom-kolom yang terdapat di dalam jurnal pengeluaran kas yang tertera dalam format 4 sebagai berikut:1. Kolom 1 diisi dengan tanggal yang tertera dalam faktur;2. Kolom 2 diisi dengan no faktur;3. Kolom 3 diisi dengan nama akun atau nama penjual beserta alamatnya;4. Kolom 4 diisi dengan tanda cek (V) jika jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan dalam buku besar, jika belum dicocokkan kosongkan dahulu;5. Kolom 5 diisi dengan jumlah akun-akun yang terjadi;6. Kolom 6 diisi dengan harga barang yang dibeli secara tunai sesuai yang tercantum dalam faktur;7. Kolom 7 diisi dengan harga barang yang dibeli secara kredit sesuai yang tercantum dalam faktur;8. Kolom 8 diisi dengan harga perlengkapan toko yang dibeli secara tunai sesuai dengan nota /kuitansi/cek;9. Kolom 9 diisi dengan jumlah uang tunai yang harus dikeluarkan/dibayarkan sesuai dengan bukti-bukti pembayaran;10. Kolom 10 diisi dengan jumlah potongan yang diperoleh dengan adanya pembayaran pada tanggal diskon (potongan pembelian)Jika Anda sudah memahaminya, coba simak petunjuk pengisian kolom-kolom yang tertera dalam jurnal pengeluaran kas pada contoh 2 (format 5) berikut ini:1) Kolom 1 sama dengan kolom 1 cukup jelas;2) Kolom 2 sama dengan kolom 2 cukup jelas;3) Kolom 3 sama dengan kolom 3 cukup jelas;4) Kolom 4 sama dengan kolom 4 cukup jelas;5) Kolom 5 sama dengan kolom 5 cukup jelas;6) Kolom 6 sama dengan kolom 7 cukup jelas;7) Kolom 7 diisi dengan nama akun yang terkait;8) Kolom 8 sama dengan kolom 4 cukup jelas;9) Kolom 9 diisi dengan jumlah pembayaran tunai akun di kolom 7;10) Kolom 10 sama dengan kolom 9 cukup jelas;11) Kolom 11 sama dengan kolom 10.

Untuk lebih meningkatkan pemahaman . Coba simak contoh transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas yang terjadi pada Toko Laris, Jakarta selama bulan Januari 2000:Januari 2:Dibayar utang kepada Toko Baru, Jakarta, Rp. 250.000,-

12:Dibayar kepada Toko Lili, Jakarta, faktur pembelian 2-1-2000 , menurut faktur sebesar Rp. 500.000,0 dengan

syarat 2/10, n/30, no. bukti BKK No. 02.

19:Dibayar utang kepada Toko Gramedia, Jakarta atas faktur seharga Rp. 100.000,- no. bukti BKK No. 03.

20:Dibayar gaji karyawan untuk bulan Januari sebesar Rp. 500.000,- BKK No. 04

23:Dibeli peerlengkapan toko secara tunai seharga Rp. 100.000,- BKK No. 05.

Diminta

:

Catatlah transaksi-transaksi tersebut ke dalam Jurnal Pengeluaran Kas, baik dengan format 4 maupun dengan format 5.

Untuk lebih jelasnya lagi perhatikan cara pencatatan transaksi dari data di atas ke dalam jurnal pengeluaran kas berikut ini dengan menggunakan format 4.

Akan tetapi jika Anda menggunakan format 5 akan tertera seperti berikut ini :

Berikut ini Anda dihadapkan oleh beberapa transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran Kas yang terjadi pada UD. Sabar, Jakarta selama bulan Juli 2001. Juli 20012:Dibeli barang dagang kepada Toko Sahabat, Semarang seharga Rp. 500.000,- secara tunai BKK. 03

8:Dibayar sewa ruangan untuk 1 tahun sebesar Rp. 2.400.000,- BKK. No.5

11:Dibeli kendaraan untuk usaha secara tunai seharga Rp. 20.000.000,- BKK. 06

15:dibayar utang kepada PD Abimanyu faktur tanggal 5/1 menurut faktur Rp. 1.000.000,- potongan Rp. 20.000,- BKK No.7

17:Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp. 700.000,- BKK No.8

Diminta

:

Coba Anda catat transaksi-transaksi tersebut kedalam jurnal pengeluaran kas menurut format 5Setelah Anda membaca soal-soal di atas, bagaimana penilaian Anda? Apakah petunjuk belajar itu cukup jelas? Apakah uraian materinya mudah dipahamai? Jika Anda sudah mengerjakan, cocokkan dengan kunci jawaban di bawah ini.

Ternyata mempelajari Jurnal Khusus itu mudah bukan ? Anda telah berhasil menyelesaikannya, karena Anda telah mengikuti semua petunjuk yang tercantumdalam modul ini. Pelajari kembali kalau ada masalah/uraian yang menurut Anda kurang dimengerti dan jangan ragu-ragu untuk menanyakan kepada teman Anda atau kepada guru bina materi ini. Jika Anda telah memahaminya. Coba lanjutkan ke materi berikutnya tentang Jurnal Umum.

2. JURNAL UMUM

Sebelum melanjutkan materi ini. Cobalah Anda pahami kembali tentang jurnal umum, bagaimana bentuk formatnya dan bagaimana mencatatnya. Jika telah memahaminya dapat melanjutkan ke materi berikutnya.

Di muka sudah dijelaskan bahwa transaksi-transaksi dalam perusahaan dagang sangat banyak sifat dan jumlahnya, dan tidak semua transaksi bisa dicatat di dalam jurnal khusus. Untuk itu transaksi tersebut harus dicatat di dalam suatu jurnal yang dinamakan dengan jurnal umum perusahaan dagang pada modul yang dahulu.

Perlu Anda ketahui bahwa transaksi-transaksi yang dapat dicatat di dalam jurnal umum meliputi :

1) retur pembelian barang dagang, yang dahulu dibeli dengan kredit karena barang rusak;

2) retur penjualan barang dagang, yang dahulu dijual dengan secara kredit karena barang rusak;

3) pengubahan utang usaha menjadi utang wesel;

4) pengubahan piutang usaha menjadi piutang wesel;

5) penjualan sebagian aktiva tetap yang sudah tidak layak pakai secara kredit;

6) pengurangan harga.

Perlu dijelaskan kepada Anda sekali lagi maksud retur pembelian adalah adanya pengembalian barang dagang atau barang lain yang sudah dibeli karena rusak. Sedangkan pengurangan harga adalah potongan yang diberikan kepada langganan. Biasanya kedua transaksi ini dicatat dalam satu akun yang diberi nama pembelian retur dan potongan harga. Adanya pengembalian barang atau adanya pengurangan harga dinyatakan dengan Nota Kredit. Sedangkan retur penjualan adalah pengembalian barang dagang atau barang lain yang sudah dijual oleh para langganan, mungkin saja diberikan pengurangan harga kepada langganan. Pencatatannya dalam akun diberi nama penjualan retur dan pengurangan harga. Bagaimana, apakah sudah paham dengan uraian di atas, jika sudah Anda boleh melanjutkan lagi kemateri selanjutnya. Untuk lebih jelasnya lagi. Coba simak dan pahami jurnal umum berikut ini dengan menggunakan format 5.

Untuk lebih meningkatkan lagi pemahaman Anda, coba kerjakan soal-soal di bawah ini, dengan cermat dan jangan tergesa-gesa, langkah demi langkah dan catatlah transaksi-transaksi itu kedalam jurnal umum.

Anda dihadapkan dengan transaksi-transaksi perusahaan dagang UD. Sumber Bayu,

Semarang selama bulan Juni 2000,-Juni10:Diterima kembali barang dagang yang dijual dengan syarat n/60 dari Tuan Basuki Rp. 200.000,- karena rusak.

12:Dikirim kembali sebagian barang dagangan yang dibeli dari U.D. Dahlia senilai Rp. 50.000,- karena rusak.

13:Dikeluarkan nota kredit No. 1 kepada Toko Keluarga untuk barang-barang rusak karena kesalahan pembungkusan sebesar Rp. 30.000,-

15:Dikirim nota debit kepada UD Laris untuk barang yang rusak Rp. 40.000,-

Transaksi-transaksi tersebut dicatat dalam jurnal umum (memorial) sebagai berikut:

KEGIATAN I

Pilihan Ganda: Kerjakan soal-soal di bawah ini! Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap benar.1. Yang dimaksud jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk .......

A.mencatat transaksi yang jarang terjadi

B.mencatat transaksi pada perusahan dagang atau jasa

C.digunakan oleh perusahaan yang tertentu saja

D.digunakan oleh perusahaan

E.mencatat jenis transaksi tertentu

2.Pembelian barang dagang secara kredit akan dicatat dalam ....

A.jurnal pengeluaran kas

B.jurnal umum

C.buku utang

D.jurnal pembelian

E.jurnal penutup

3.Kolom jumlah dalam jurnal pembelian dicatat dalam buku besar sebagai .....

A.debit utang dagang, kredit pembelian

B.kredit utang dagang, debit pembelian

C.debit kas, kredit pembelian

D.kredit kas, debit pembelian

E.debit potongan pembelian, kredit utang dagang

4.Ciri-ciri antara jurnal umum dan jurnal khusus:

1. bentuknya memiliki 2 lajur

2. posting secara kolektif dan berkala

3. pencatatan dapat dilakukan oleh beberapa orang

4. semua jenis transaksi harus dicatat secara kronologis

5. digunakan oleh perusahaan dagang besar.

Yang merupakan ciri jurnal khusus ....

A.1, 2 dan 3

B.1, 3 dan 5

C.2, 3 dan 4

D.2, 3 dan 5

E.3, 4 dan 5

5.Transaksi yang dapat dimasukkan ke dalam jurnal pengeluaran kas adalah ....

A.menerima pendapatan bunga

B.membeli barang dagang secara kredit

C.pemilik mengambil barang dagang untuk prive

D.menjual barang dagang tunai

E.membeli barang selain barang-barang tunai.

6.Fungsi jurnal pembelian satu kolom adalah untuk mencatat transaksi ....

A.pembelian barang dagang secara kredit

B.pembelian barang dagang secara tunai

C.pembelian secara tunai dan kredit untuk barang dagang saja

D.pembelian dagangan dan bukan dagangan secara tunai saja

E.pembelian dagangan dan bukan dagangan secara kredit saja.

7.Transasksi-transaksi di bawah ini dapat dicatat kedalam jurnal pembelian yang memiliki kolom serba-serbi adalah ....

A.mengembalikan barang dagang yang telah dibeli

B.membeli barang dagang dengan menyerahkan cek

C.membeli peralatan dengan syarat n/60

D.membeli perlengkapan kantor secara tunai

E.membayar pembelian barang dagang

8.Kolom debet untuk jurnal pengeluaran kas dapat terdiri dari kolom ....

A.kas, serba-serbi dan utang dagang

B.kas, pembelian, dan utang dagang

C.kas dan potongan pembelian dan serba-serbi

D.pembelian, utang dagang dan serba-serbi

E.pembelian, potongan pembelian, utang dagang9.Transaksi perusahaan dagang yang tidak dapat dicatat kedalam jurnal khusus adalah ....

A.pembelian barang dagang kredit

B.pembelian barang dagang secara tunai

C.dikirim kembali sebagian barang dagang yang rusak

D.dibayar gaji karyawan

E.dibeli perlengkapan toko secara tunai

10.Dikirim nota debit kepada UD. Usaha Maju, Jakarta untuk barang-barang rusak, dapat dinalisis menjadi ...

A.debit : retur penjualan dan pengurangan harga

kredit : utang dagang

B.debit : utang dagang

kredit : retur penjualan dan pengurangan harga

C.debit : retur pembelian dan pengurangan harga

kredit : utang dagang

D.debit : utang dagang

kredit : retur pembelian dan pengurangan harga

E.debit : pembelian

kredit : retur pembelian dan pengurangan harga.

Essay

Anda dihadapkan pada transaksi-transaksi dagang dari UD. Keluarga, Solo selama bulan Juli 2000.Juli2:Dibeli barang dagang dari UD Baru sebesar Rp. 400.000,- dengan syarat (OM no. faktur 01

4:Dibayar biaya gaji pegawai toko Rp. 300.000,- No. Bukti BKK 1

5:dibeli perlengkapan toko dari PD. Jaya, Jakarta sebesar Rp. 500.000,- dengan syarat 2/10, n/30.

7:Dikirim nota debit atas barang yang rusak kepada UD Baru sebesar Rp. 50.000,-.

15:Dibayar kepada PD Jaya faktur tanggal 5/7-2000 BKK 2

17:Dibeli barang dagang kepada Toko Sejahtera, Klaten sebesar Rp. 700.000,- dengan syarat 3/10, n/30, No. Faktur 03

19:Dikirim nota debit kepada PD. Jaya, Klaten atas barang yang rusak Rp. 100.000,-

22:Dibayar utang dagang kepada UD Baru, faktur tanggal 2/7-2000, No.BKK. 03

25:Dikirim nota debit kepada Toko Sejahtera atas barang yang rusak sebesar Rp. 150.000,-

30:Dibayar utang P.D. Sejahtera atas faktur tanggal 17-7-2000 dengan bukti No. BKK 04

Dimininta :Buatlah jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum.

JURNAL PEMBELIAN

Halaman :

TglKeteranganRefDebetKredit

PembelianPerlengkapanSerba-serbiUtang Dagang

RefAkunJumlah

JURNAL PENGELUARAN KAS

Halaman :

TglKeteranganRefDebetKredit

Utang DagangPembelianSerba-serbiKasPotongan Pembelian

RefAkunJumlah

JURNAL UMUM

Halaman :

TglKeteranganRefDebetKredit

3. JURNAL PENJUALAN DAN JURNAL PENERIMAAN KASSeperti telah dijelaskan dalam bagian terdahulu, bahwa jurnal khusus meliputi jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas. Fungsi dari kedua jurnal pertama beserta bentuknya sudah dijelaskan terlelbih dahulu. Jika Anda belum jelas sebaiknya mengulang kembali, agar tidak mengalami kesulitan dalam melanjutkan uraian berikutnya.

Apakah Anda sudah merasa jenuh atau sulit? Jika hal itu Anda rasakan jangan putus asa. Bukankah Anda berharap ingin menjadi ahli pembukuan yang profesional? Cobalah Anda pelajari secara perlahan-lahan! Ikuti terus petunjuk-petunjuk khususnya, pasti Anda akan dapat memahaminya.

Sekarang coba Anda perhatikan uraian berikut ini! Perlu Anda ketahui bahwa dalam perusahaan dagang selalu melakukan kegiatan penjualan barang dagang, baik secara kredit ataupun tunai.

Penjualan barang dagang secara kredit harus dilakukan pencatatan ke dalam jurnal penjualan(sales jurnal), sedangkan penjualan secara tunai dicatat dalam jurnal penerimaan kas yang akan dibahas lebih lanjut.

Sekarang Anda tentu dapat menjelaskan definisi jurnal penjualan bukan? Penjualan selain barang dagang jarang dilakukan dalam perusahaan. Oleh karena itu jika terjadi penjualan selain barang dagang secara kredit digunakan jurnal umum. Jadi, fungsi jurnal umum dalam jurnal khusus ini merupakan jurnal yang disediakan untuk mencatat transaksi dan kejadian yang tidak dapat dimasukkan ke dalam jurnal khusus.

Apakah Anda sudah jelas dengan pengertian jurnal penjualan di atas? Jika belum tak ada salahnya untuk mengulang kembali, bukan? Coba dibaca lagi uraiannya satu demi satu, mudah bukan? Jika sudah jelas Anda boleh melanjutkna uraian berikutnya.

3.1 JURNAL PENJUALAN

Apakah Anda ingin mengetahui bagaimana bentuk bagan jurnal penjualan? Kali ini Anda akan dikenalkan dengan bentuk bagan itu. Akan tetapi perlu dijelaskan bahwa jurnal penjualan hanya untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit sehingga kolom jumlahnya cukup dibuat menjadi satu saja.

Dengan menuliskan angka pada kolom itu berarti Anda telah menganalisis sebagai piutang usaha di debet dan penjualan di kredit.

Agar lebih mengenal lagi bagan jurnal penjualan, perhatikan bagan di bawah ini : Jurnal Penjualan (Sales Journal) Halaman: 1

Agar lebih mengenal lagi bagan jurnal penjualan, perhatikan bagan di bawah ini:

Tabel 2.1

Oleh karena jumlah piutang usaha dan penjualan selalu diisi dengan jumlah yang sama (harga jual barang dagang yang tercantum dalam faktur) maka kolom tersebut dapat disajikan secara lebih ringkas lagi seperti berikut ini:

Tabel 2.2

Perlu diingat bahwa setiap lembaran jurnal selalu diberi nomor halaman untuk keperluan pengisian sumber posting ( referensi) pada perkiraan buku besar yang berkaitan.

Adapun pengisian kolom pokok dalam jurnal penjualan sebagai berikut :1)Tanggal

:lajur ini memuat tanggal terjadinya transaksi.

2)Nomor faktur

:diisi dengan nomor faktur penjualan.

3)Nama Debitur /keterangan:diisi dengan nama kepada siapa menjual barang beserta alamat tempat menjual.

4)Syarat pembayaran:diisi dengan potongan yang diberikan oleh penjualan pada pembeli karena pembeli tersebut memenuhi syarat untuk mendapat potongan.

5)Ref (Reference)

:diisi dengan nomor perkiraan pembantu piutang.

6)Jumlah

:diisi dengan harga (jumlah) uang sesuai dengan transaksi. Kolom itu dapat diganti dengan piutang usah (Debet)/Penjualan (Kredit).

Bagaimana ? Mudah bukan untuk mengikutinya? Jika belum memahaminya, cobalah ulangi kembali petunjuk-petunjuk pengisiannya secara perlahan-lahan.Februari 1:Dijual barang dagang dengan kredit kepada Tn Anri, jakarta sebanyak 40 unit seharga Rp. 600.000,- dengan

syarat 3/10, n/30 (faktur No. 004)

Februari 5:Dijual barang dagang dengan kredit kepada Toko Sejahtera, Semarang seharga Rp. 1.200.000,- dengansyarat

(OM (faktur No. 0007)

Februari 6:Dijual barang dagang tunai Rp. 800.000,-

Februari 7:Dijual barang dagang sebanyak 100 unit kepada Tn. Jaya, Jakarta, seharga Rp. 1.500.000,- dengan syarat

2/10, n/30 (faktur No. 010)

Februari 9:Dijual sebagian perlengkapan toko dengan kredit kepada Tn. Ali, Jakarta seharga Rp. 100.000,- (faktur No. 012)

dengan syarat (EOM)Februari 10:Dijual barang dagang kepada Tn. Ari sebanyak 60 unit seharga Rp. 900.000,- dengan syarat 3/10, n/30

(faktur No. 014)Diminta:Catatlah transaksi di atas ke dalam jurnal penjualan !

Coba, Anda pandang dengan penuh perasaan soal-soal di atas. Nikmatilah soalsoal itu, lalu kunyahlah! Manis, bukan? Soal, jangan dianggap sebagai beban, akan tetapi anggaplah sebagai tantangan yang penuh makna untuk masa depan.

Siapkan bagan jurnal penjualan menurut tabel 2.2, lalu analisislah soal di atas satu demi satu. Apakah ke enam transaksi di atas boleh dicatat ke dalam jurnal penjualan?

Ternyata dari keenam transaksi UD. Maju, Jakarta, hanya empat transaksi yang dapat dicatat dalam jurnal penjualan.

Adapun transaksi yang tidak dapat dicatat ke dalam jurnal penjualan yaitu transaksi tanggal 6 Februari 2000 dan tanggal 9 Februari 2000. Kenapa begitu ? Hal ini karena:

- Tanggal 6 Februari 2000 terjadi penjualan barang dagang secara tunai sehingga harus dicatat dalam jurnal penerimaan kas.

- Tanggal 9 Februari 2000 terjadi penjualan bukan barang dagang sehingga harus dicatat di dalam jurnal umum.

Sedangkan transaksi yang dapat dicatat ke dalam jurnal penjualan akan dicatat sebagai berikut:

Apakah sudah jelas? Jika belum coba ulangi lagi secara perlahan-lahan. Bila Anda telah jelas, boleh melanjutkan lagi.

Agar lebih jelas apa yang telah dicontohkan di atas cobalah kerjakan transaksitransaksi yang terjadi di bawah ini. Catatlah setiap transaksi jangan melihat langsung pada kunci jawaban.

Cobalah Anda catat transaksi-transaksi berikut ini ke dalam jurnal penjualan yang terjadi pada UD. Mulya, Semarang selama bulan Juli 2000:Juli3:Dijual barang dagang kepada Toko Surya, Jakarta seharga Rp. 3.000.000,- dengan syarat 2/10, n/30

(faktur 002).

5:Dijual barang dagang kepada Toko Gaya Baru, Cirebon seharga Rp. 2.000.000,- dengan syarat 3/10,

n/30 (faktur 003)

9:Dijual peralatan toko kepada UD Jaya seharga Rp. 4.000.000,- dengan syarat (OM (faktur 005)

10:dijual barang dagang kepada Toko Surya, Jakarta seharga Rp. 2.000.000,- dengan syarat 2/10, n/30

(faktur 006)

11:Dijual barang dagang tunai dengan menyerahkan cek no.12009 seharga Rp. 3.000.000,-

13:Dijual barang dagang kepada Toko Sabar Jakarta sebesar Rp. 500.000,- dengan syarat (OM.

Diminta:Catatlah transaksi-transaksi itu ke dalam jurnal penjualan (Sales Journal)

Siapkan bagan jurnal penjualan terlebih dahulu dengan kolom tanggal - no faktur - nama debitur/keterangan-syarat pembayaran-ref-jumlah, kemudian analisislah setiap transaksi itu. Usahakan jangan langsung melihat kunci jawaban sebelum mencoba untuk mengerjakannya. Jika Anda telah menyelesaikannya, silakan cocokkan dengan kunci jawaban.

Sekarang coba bandingkan dengan data di bawah ini. Ternyata dari ke enam transaksi tersebut ada 2 transaksi yang tidak boleh dicatat ke dalam jurnal penjualan yaitu transaksi tanggal 9 juli dan tanggal 11 juli 2000. Apa yang menyebabkannya? Hal ini karena :

Transaksi tanggal 9 Juli 2000 yang dijual berupa peralatan toko bukan barang dagang sehingga harus dicatat dalam jurnal umum.

Transaksi tanggal 11 Juli 2000 yang dijual barang dagang tetapi dijualnya tunai (dengan cek) sehingga harus dicatat dalam jurnal penerimaan kas.

Untuk transaksi yang dapat dicatat dalam jurnal penjualan adalah sebagai berikut:

Perlu diingatkan bahwa kolom Ref. belum diisi sebelum dicocokkan dengan pencatatan pada buku besar pembantu piutang.

Pada akhir bulan sebelum diposting ke buku besar setiap kolom jurnal khusus harus dijumlahkan terlebih dahulu.

Bagaimana? Jawaban yang telah Anda kerjakan sudah benar bukan? Jika benar, Bagus! Anda cukup memahami materi ini. Anda dapat meneruskan uraian berikutnya, tetapi bila tingkat penguasaan masih kurang, harus mengulangi kembali terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai.

Baiklah, jika sudah yakin menguasai materi di atas, boleh melanjutkan tentang jurnal penerimaan kas ( Cash Receipt Journal).Jurnal Penerimaan Kas

Apakah Anda sudah mengetahui tentang transaksi penerimaan uang yang sering terjadi dan jarang terjadi pada perusahaan dagang? Jika belum, cobalah baca terus uraian ini. Jika sudah, coba bandingkan jawaban Anda dengan keterangan di bawah ini.

Adapun jenis transaksi penerimaan uang yang sering terjadi pada perusahaan dagang secara umum sebagai berikut:

1. Penjualan barang dagang secara tunai yang analisisnya:

debet : kas

kredit : penjualan

2. Penerimaan piutang usaha tanpa memberikan potongan, yang analisisnya:

debet : kas

kredit : piutang usaha

3. Penerimaan piutang usaha dengan memberikan potongan:

debet : - kas

- potongan penjualan

Sedangkan transaksi penerimaan uang yang jarang terjadi, analisisnya:

- debet : kas

- kredit : serba - serbi

Jika transaksi - transaksi yang sering terjadi dan jarang terjadi dalam penerimaan kas digabungkan akan membentuk bagan jurnal penerimaan kas berikut ini:

Tabel 2.3

Tabel 2.4

Dalam tabel 2.4, kolom jumlah kredit diletakkan di sebelah kiri dengan maksud agar kolom serba-serbi dekat dengan kolom keterangan yang digunakan untuk menuliskan perkiraan yang timbul. Meskipun demikian hal ini bukan suatu keharusan. Perusahaan boleh saja meletakkan yang di debet terlebih dahulu kemudian yang di kredit, demikian pula meletakkan urutan perkiraan setiap yang di debet atau di kredit terserah pada perusahaan yang bersangkutan.

Adapun petunjuk pengisian kolom-kolom pada tabel 2.3 dan tabel 2.4 sebagai berikut:1) Tanggal

:diisi dengan tanggal terjadinya transaksi.2) Nomor faktur:diisi dengan nomor bukti transaksi (kuitansi dan buktibukti yang lain)3) Ref

:diisi dengan nomor perkiraan yang digunakan untuk pengecekan apakah jumlahnya sesuai dengan perhitungan yang dilakukan di buku lain. Ji