Lipid Pjk Tlk

Click here to load reader

  • date post

    03-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    271
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Lipid Pjk Tlk

Lipid, Lipoprotein dan PJK

4/1/2009

1

GANGGUAN METABOLISME LEMAKKelebihan lemak (Obesitas) Obesitas)Terjadi kalori didapat > kalori yg dimetabolisme (hi hipometabolisme) hipometabolisme) t b li Terjadi pada hipopituitarisme dan hipotiroidisme. hipotiroidisme. Kalori yg dibutuhkan menurun berat badan naik, meskipun naik, diberi makan tidak berlebihan Lemak ditimbun pada: pada: Jaringan subkutis s bk tis Jaringan retroperitoneum Peritoneum Omentum Pericardium Pankreas P k Obesitas memperberat hipertensi, diabetes, penyakit jantung hipertensi,

GANGGUAN METABOLISME LEMAKHiperlipemiaJumlah lipid darah total dan kolesterol meningkat Terdapat pada :Diabetes melitus tidak diobati Hipotiroidisme Nefrosis lupoid Penyakit hati Pen akit Sirhrosis biliaris Xantomatosa Hiperlipidemi Hiperkholesterolemi

Penimbunan lemak terjadi di dinding pembuluh darah arteriosklerosis

Defisiensi lemakTerjadi pada Kelaparan (starvation) ( ) Gangguan penyerapan (malabsorption) : penyakit malabsorption) celiac, sprue, penyakit Whipple. sprue, Tubuh terpaksa mengambil kalori dari simpanannya krn intake kurang Yang mula-mula dimobilisasi : karbohidrat d lemak, Y mula- l di bili l i k b hid t dan l lemak, k dan hanya pada keadaan gizi buruk akhirnya protein diambil dari jaringan Pada penyakit Whipple selain difisiensi lemak, juga lemak, difisensi protein, karbohidrat dan vitamin.

4/1/2009

5

PENYAKIT JANTUNG KORONERPenyakit Kardiovaskular Yang paling sering dijumpai Yang utama pada usia produktif Penyakit Kardiovaskular merupakan penyebab kematian urutan : Ke-11 pada SKRT 1972 Ke Ke-3 pada SKRT 1986 Ke Ke-1 pada SKRT 1992 Ke4/1/2009 7

4/1/2009

8

4/1/2009

9

Atherosclerosis TimelineFoam Cells Fatty Streak Intermediate Atheroma Lesion Fibrous Complicated Plaque Lesion/Rupture

Endothelial DysfunctionFrom first decade From third decade From fourth decadeSmooth muscle and collagen Thrombosis, hematoma

Growth mainly by lipid accumulation

4/1/2009

Adapted from Stary HC et al. Circulation 1995;92:1355-1374.10

FaktorFaktor f k F k -faktor Risiko PJK Ri ikTidak Dapat dimodifikasi : Usia U i Jenis Kelamin Riwayat Keluarga Ras

4/1/2009

11

Faktor f kt Ri ik F kt -faktor Risiko PJK FaktorDapat dimodifikasi : 4/1/2009

Lipid/lemak dan Lipoprotein Li id/l k d Li t i Diabetes Melitus Hipertensi Kebiasaan Merokok Obesitas (kegemukan)12

E R A T

Hubungan g Lemak PJK

LEMAK Kolesterol Trigliserida Fosfolipid Asam Lemak4/1/2009 13

KOLESTEROL

Faktor Risiko PJK yang paling Mendasar Cikal bakal PJK dan Stroke4/1/2009 14

KOLESTEROL Kolesterol adalah steroiddengan gugus hidroksil sekunder pada posisi C3 Disintetis di banyak jaringan tetapi kebanyakan dalam hati dan dinding intestinal Rataratakolesterol disintetis dan berasal dari asupan makanan Penetapan kolesterol berguna untuk skreening resiko aterosklerosis dan diagnosisserta penanganan gangguan metabolisme lemak4/1/2009 15

4/1/2009

16

KOLESTEROL PENTINGFungsinya antara lain : g y Bahan pembentukan hormon steroid Bahan pembentukan membran sel

BAHAYA BILA BERLEBIHAN !!!!4/1/2009 17

Lipoprotein i i

Kolesterol, trigliserida, fosfolipid , g , p agar dapat diangkut dalam aliran g darah harus berikatan dengan protein membentuk senyawa y g yang larut Lipoprotein p p4/1/2009 18

Lipoprotein Li t iKilomikron il ikMengangkut lemak menuju hati

Low Density Lipoprotein (LDL)

Mengangkut kolesterol ke sel-sel tubuh selyang memerlukan

High Density Lipoprotein (HDL)Mengangkut kolesterol menuju hati g g j4/1/2009 19

Struktur Lipoprotein

4/1/2009

20

Kilomikron

Partikel VLDL

4/1/2009

21

Partikel LDL

Partikel HDL

4/1/2009

22

4/1/2009

23

4/1/2009

24

4/1/2009

25

Dislipidemia p

Kelainan metabolisme lipid (lemak) yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan k komponen lemak dalam darah p4/1/2009 26

4/1/2009

27

OXIDIZED LDL LDL YANG PALING BERBAHAYAKARENA : Menyebabkan Plak Ateroma tidak stabil Plak mudah Koyak Terbentuk Trombus/Embolus Aliran darah tersumbat SERANGAN JANTUNG/STROKE4/1/2009 28

LDL KOLESTEROLLDL teroksidasi1 2 3

paling berbahaya li b b h

LDL densitas kecillebih berbahaya

LDL kolesterolberbahaya

4/1/2009

29

HIGH DENSITY LIPOPROTEINKejadian PJK yang terjadi pada penderita dengan kadar HDL-kolesterol normal cukup HDLsignifikan. signifikan Dari Framingham H t St d dit D iF i h Heart Study ditemukan k kejadian PJK pada pria dengan kadar HDLHDLkolesterol k l t l > 40 mg/dL adalah sebesar 44% /dL d l h b 44%, pada wanita dengan kadar HDL-kolesterol > 50 HDLmg/dL adalah sebesar 43% /dL d l h b4/1/2009 30

4/1/2009

31

ATP III Classification of LDL, Total and HDL Cholesterol (mg/dl)LDL cholesterol < 100 Optimal 100 - 129 Near or above optimal N b ti l 130 - 159 Borderline high 160 - 189 High > 190 Very high Total cholesterol < 200 Desirable 200 - 239 Borderline high > 240 High g HDL cholesterol < 40 Low > 60 High4/1/2009 32

Lipids and Lipoprotein AnalysisCholesterol Ch l t l Triglyceride LDL-Cholesterol LDL-Ch l t l HDLHDL-Cholesterol Apo B Lp(a) SmallSmall-Dense LDL OxOx-LDL4/1/2009 33

KolesterolAnalisis kolesterol pertama kali dilaporkan oleh Liebermann pada t h 1885 diik ti oleh Burchard pada Li b d tahun diikuti l h B h d d tahun 1889. Pada reaksi Liebermann Burchard, kolesterol membentuk Burchard, dye hijau-biru dari polimerik karbohidrat unsaturated dalam hijaumedium asam asetat/asetat anhidrat/asam sulfat asetat/ anhidrat/ konsentrat Metode Abell dan Kendall spesifik untuk kolesterol, tetapi kolesterol, secara teknis kompleks dan membutuhkan penggunaan reagen korosif Tahun 1974 Roeschlau dan Allain memperkenalkan 1974, metode enzimatik4/1/2009 34

Prinsip Pemeriksaan KolesterolPemeriksaan kolesterol menggunakan metode kolorimetrik enzimatik Kolesterol ditentukan secara enzimatik menggunakan kolesterol esterase dan kolesterol oksidase

4/1/2009

35

Kolesterol1. 2.

3.

4. 4

5. 5

Hidrolisis kolesterol ester dari serum atau plasma (sampel) (sampel) menggunakan enzim kolesterol esterase membentuk kolesterol nonesterifikasi (bebas) dan asam lemak bebas. bebas) bebas. Kolesterol nonesterifikasi kemudian dioksidasi menggunakan kolesterol oksidase sebagai katalis membentuk koles-4-en-3-one dan hidrogen peroksidase koles- en(H2O2) Selanjutnya H2O2 bereaksi dengan suatu kromogen (pewarna) misalnya 4-amynoantipyrine (4-AAP) atau ppewarna) (4hidroxybenzenesulfonate yang dengan adanya H2O2 akan menghasilkan suatu kompleks warna Intensitas warna yang terbentuk kemudian diukur menggunakan spektrofotometer pada panjan gelombang 500 nm. Intensitas warna yang terbentuk secara langsung proporsional terhadap total kolesterol yang ada dalam sampel

KolesterolGambaran reaksi yang terjadi: terjadi: 1. 1 Cholesterol ester + H2O Cholesterol ester ase kolesterol + Fatty acid 2. 2 Cholesterol + O2 Ch l t l oxidase CholestCholesterol id Cholest4-en-3-one + H2O2 en3. H2O2 + phenol + 4-aminoantipyrine h l 4- i ti i peroksidase quinoneimine dye + 2 H2OHidrogen peroksida membentuk warna merah bila bereaksi dengan 4 aminophenazonedan 4aminophenazone dan fenol di baawah pengaruh peroksidase intensitas warna sebanding dengan konsentrasi kolesterol

KolesterolNilai yang diharapkan berdasarkan ATP IIIKadar kolesterol yang diinginkan Borderline tinggi Kolesterol Tinggi K l t l Ti i : < 200 mg/dL mg/dL : 200 239 mg/dL mg/dL : > 240 mg/dL mg/dL /dL /

Faktor konversimmol /L = mg/dL x 0.026 mg/dL mg/dL mg/dL = mmol/L x 38.66 mmol/L

Tahun 1988 CV dan SD pemeriksaan 5%, tahun (penurunan p 1992 CV & SD 3% (penurunan Tea dari 15% menjadi 9%)4/1/2009 38

KolesterolSampel : Serum atau plasma heparin / EDTA (puasa 12 jam) Stabilitas sampel (sesuai kit reagen):Suhu 2 8 o C : 5 7 hari Suhu (-15) (-25) C : 3 bulan (-

Metode pemeriksaan : enzimatik kolorimetri Alat : manual spektrofotometri dan automatic analyzer

KolesterolInterferences : Serum lipemik Serum hemolysis Beku ulang g Mengandung obat-obatan yang obatmengganggu sistem metobolisme dan hidrolisis lipid

LDL KolesterolPeningkatan kolesterol LDL berhubungan dengan lesi aterosklerosis Terapi untuk menurunkan kolesterol LDL dapat mengurangi simptom PJK dan dapat meregresi lesi Adanya korelasi antara kolesterol LDL dan PJK, PJK NCEP menetapkan kadar LDL untuk t k k d t k klasifikasi dan penanganan dislipidemia4/1/2009 41

LDLLDL-C ESTIMATION Using Friedewald EquationBackground : B k d

TC = VLDL-C + LDL-C + HDL-C

Friedewald Equation :

LDL-C = TC HDL-C TG/5 TG/5 = estimate of VLDL-C

This equation cannot be used in : q 1. TG > 400 Mg/dl 2. Non-fasting sample ( Chylomicron) 3. Type III patients ( 3 T ti t (present of VLDL TG C = 3 1) t f -VLDL, TG:C 3:1)4/1/2009 42

LDLLDL-CholesterolLDLLDL-C ester Chol + O2cholesterol esterase detergent cholesterol oxidase h l t l id

Chol.+fatty acid + H2O Chol +fatty Cholestenone + H2O2

2 H2O2 + 4-aminoantipyrine + HSDA + H2O + H+ 4peroksidase purple blue pigment + 5 H2O

HSDA:N(2hydroxy3sulfopropyl)3,5dimethoxyaniline

LDL KolesterolNilai rujukan LDL K l Nil i j k Kolesterol b d l berdasarkan ATP III : k Optimal : < 100 mg/dL mg/dL Hampir optimal : 100 129 mg/dL mg/dL Borderline tinggi : 130 159 mg/dL mg/dL Tinggi : 160 189 mg/dL mg/dL Sangat tinggi : 190 mg/dL mg/dL Kontrol analitik pemeriksaan : CV & SD : 4% Faktor konversi mmol /L = mg/dL x 0.0