Leadership jenderal Soedirman

download Leadership jenderal Soedirman

If you can't read please download the document

  • date post

    19-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    31
  • download

    5

Embed Size (px)

description

Leadership jenderal Soedirman

Transcript of Leadership jenderal Soedirman

MAKALAH KELOMPOK

MAKALAH INDIVIDUMATA KULIAH SEMINAR KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN PANGLIMA BESAR JENDERAL SUDIRMAN

PROGRAM MM EKSEKUTIFANGKATAN 56

PERRY RIMANDA

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN PPMJAKARTA2015Leadership 1[Seminar Kepemimpinan]Page 24

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN11.1.Latar Belakang11.2.Perumusan Masalah21.3.Tujuan dan Sasaran Penulisan21.4.Ruang Lingkup Penulisan21.5.Metode Penelitian2BAB II PROFIL TOKOH32.1.Latar Belakang Jenderal Sudirman32.2.Karakter Jenderal Sudirman52.3.Perjalanan Karir Jenderal Sudirman52.4.Penghargaan dan Prestasi Jenderal Sudirman82.5.Perilaku Jenderal Sudirman dalam Memimpin9BAB III TINJAUAN TEORI103.1.Tipe dan Gaya kepemimpinan103.2.Karakter Umum Pemimpin yang Efektif:143.3.Teori Kepemimpinan16BAB IV ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN22BAB V PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA TOKOH DAN PENULIS26BAB VI KESIMPULAN27DAFTAR PUSTAKA28

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangKepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.Pada kenyataannya tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki kepemimpinan, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Pengertian kepala menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.Dalam paper ini penulis ingin menyajikan profil kepemimpinan salah seorang pemimpin besar di dunia kemiliteran Indonesia yaitu Panglima Besar Jenderal Sudirman. Beliau merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Beliau selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Bahkan karena ketokohan dan kepeloporannya di bidang ketentaraan, maka wajar kalau Jenderal Sudirman kemudian dikenal sebagai Bapak TNI. Sekalipun secara formal ia bukan lulusan akademi militer, namun karena bakat, semangat dan disiplin yang tinggi serta rasa tanggung jawab dan panggilan hati nurani untuk berjuang mencapai dan menegakkan kemerdekaan Indonesia, maka Sudirman cepat mencuat sebagai pemimpin di lingkungan angkatan perang Indonesia.1.2. 1.3. Perumusan MasalahSejak usia bersekolah sampai akhir hayatnya Sudirman telah menjadi idola dan teladan bagi lingkungannya, baik lingkungan dalam arti sempit yakni masyarakat sekitar maupun masyarakat yang lebih luas dalam arti bangsa (bangsa Indonesia). kajian dalam paper ini adalah ketokohan ataupun kepemimpinan Jenderal Sudirman dan lebih dikhususkan lagi pada ketokohan dan kepemimpinannya di dalam perjuangan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.1.4. Tujuan dan Sasaran PenulisanTujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai penyelesaian tugas individu mata kuliah Seminar Kepemimpinan, program MM Eksekutif Angkatan 56. Makalah ini bertujuan untuk memberikan contoh keteladanan bagi para pembaca dan masyarakat melalui ketokohan Jenderal Sudirman, terutama tentang kesederhanaan, kerja keras, kejujuran, kedisiplinan, jiwa pengabdian dan pengobanan, serta kesalehannya. Hasil dari tipe yang didapat akan dihubungkan dengan teori yang diajarkan pada studi kepemimpinan. Diharapkan dari tipe kepemimpinan Jenderal Sudirman yang beririsan dengan teori-teori mengenai leadership melalui buku Principles of Leadership karangan Andrew J. DuBrin, penulis dan pembaca dapat meneladani kepemimpinan beliau. 1.5. Ruang Lingkup PenulisanRuang lingkup penulisan dalam makalah ini adalah analisa terkait tipe sifat, karakter, tindakan dan gaya yang ada pada kepemimpinan Jenderal Sudirman dari jejak perjalanan hidup beliau.1.6. Metode Penelitiana. Teori kepemimpinan dari buku Principles of Leadership by Andrew J DuBrin dan sesi di kampus.b. Analisi deskriptif yaitu dengan menguji gaya tokoh dan mencari hubungannya dengan teori kepemimpinanc. Media internet dan majalah.

BAB II PROFIL TOKOH

2.1. Latar Belakang Jenderal SudirmanSudirman lahir pada hari Senin, 24 Januari 1916 di Dukuh Rembang, Desa Bantar Barang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Purbalingga. Ia lahir dari rahim Siyem, wanita asal Purwokerto, istri Karsid Kartoworidji, seorang pekerja pabrik gula. Sudirman diurus dan tinggal di rumah asisten wedana di Rembang, Raden Tjokrosoenarjo dan istri Toeridowati (kakak kandung ibunda Sudirman). Sejak lahir, ia memang langsung diurus dan tinggal di rumah pasangan Tjokrosoenarjo dan Toeridowati. Setelah pensiun, keluarga Tjokrosunaryo kemudian menetap di Cilacap. Dalam usia tujuh tahun Sudirman memasuki Hollandsche Inlandsche School (HIS) setingkat Sekolah Dasar di Cilacap. Dalam kehidupan yang sederhana, R. Tjokrosunaryo mendidik Sudirman dengan penuh disiplin. Sudirman dididik cara-cara menepati waktu dan belajar menggunakan uang saku sebaik-baiknya. Ia harus bisa membagi waktu antara belajar, bermain, dan mengaji. Sudirman juga dididik dalam hal sopan santun priyayi yang tradisional oleh Ibu Tjokrosunaryo. Pada tahun 1930, Sudirman tamat dari HIS. Pada tahun 1932 Sudirman memasuki Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) setingkat SLTP. Bersekolah di MULO merupakan tahapan penting bagi Sudirman. Di sekolah itulah ia mendapatkan pendidikan nasionalisme dari para guru yang kebanyakan aktif di organisasi Boedi Oetomo, seperti Raden Soemojo dan Soewardjo Tirtosoepono, lulusan Akademi Militer Breda di Belanda. Setahun kemudian, ia pindah ke Perguruan Parama Wiworo Tomo dan tamat pada tahun 1935. Di sekolah, Sudirman termasuk murid yang cerdas dan rajin mengikuti pelajaran yang diajarkan gurunya. Sudirman menunjukkan minatnya yang besar pada pelajaran bahasa Inggris, ilmu tata negara, sejarah dunia, sejarah kebangsaan, dan agama Islam. Demikian tekunnya Sudirman mempelajari agama Islam sehingga oleh teman-temannya diberi julukan "kaji". Ia juga aktif di organisasi kepanduan (sekarang Pramuka) Hizbul Wathon (HW) yang diasuh oleh Muhammadiyah. Di lingkungan pendidikan sekolah, selain memperoleh pengetahuan dari berbagai mata pelajaran, Sudirman juga mendapatkan pengalama-pengalaman berorganisasi, wawasan kebangsaan dan nilai-nilai perjuangan. Sementara dari aktifitas kepanduan yang diikutinya di Hizbul Wathan (HW) Sudirman memperoleh nilai-nilai kedisiplinan, wawasan dan keterampilan di dalam hidup bermasyarakat. Hal-hal tersebut membentuk karakter Sudirman, sehingga masyarakat memandang beliau sebagai seorang pemuda yang rendah hati, familier, tidak sombong dan supel dalam bergaul, baik dengan para tetangga maupun para pemuda pada umumnya.Setelah lulus dari Parama Wiworo Tomo, ia menjadi guru di HIS Muhammadiyah. sebagai seorang guru, Sudirman tetap aktif di HW. Ketika memimpin HW, Sudirman dikenal sebagai pemimpin yang tekun melatih anak didiknya, sabar, berdisipllin tetapi tidak kaku. Beliau selau mengajarkan kepada para anggota HW untuk tidak suka mengeluh dan gampang putus asa. Perintah dan petunjuk yang diberikan kepada anak buahnya selalu disampaikan dengan jelas dan dengan kata-kata yang enak, sambil disertai senyum yang menarik, serta disesuaikan dengan kemampuan para anggota. Jika tugas diselesaikan dengan baik oleh anak buahnya, beliau tidak lupa memberikan pujian, dan jika sebaliknya tugas tidak berhasil diselesaikan, maka anak buahnya tersebut dihibur dengan kata-kata yang membesarkan hati.Pada saat memimpin pemuda Muhammadiyah di Cilacap, Sudirman dikenal sebagai pemimpin yang aspiratif. Beliau sering menampung dan mendapat saran-saran dari para orang tua yang menjadi seniornya serta memperhatikan aspirasi para pemuda. Selain itu Sudirman juga sering memberikan motivasi kepada setiap pemuda akan pentingnya profesi yang dimilikinya.Pada awal pendudukan Jepang, Sekolah Muhammadiyah tempat ia mengajar ditutup. Berkat perjuangan Sudirman sekolah tersebut akhirnya boleh dibuka kembali. Kemudian Sudirman bersama beberapa orang temannya mendirikan koperasi dagang yang diberi nama Perbi dan langsung diketuainya sendiri. Dengan berdirinya Perbi, kemudian di Cilacap berdiri beberapa koperasi yang mengakibatkan terjadi persaingan kurang sehat. Melihat gelagat ini, Sudirman berusaha mempersatukannya, dan akhirnya berdirilah Persatuan koperasi Indonesia Wijayakusuma. Kondisi rakyat pada waktu itu sulit mencari bahan makanan, sehingga keadaan ini membangkitkan semangat Sudirman untuk aktif membina Badan Pengurus Makanan Rakyat (BPMR), suatu badan yang dikelola oleh masyarakat sendiri, bukan badan buatan Pemerintah Jepang. Badan ini bergerak dibidang pengumpulan dan distribusi bahan makanan untuk menghindarkan rakyat Cilacap dari bahaya kelaparan. Ia termasuk tokoh masyarakat karena kecakapan memimpin organisasi dan kejujurannya. Pada tahun 1943, Pemerintah Jepang mengangkat Sudirman menjadi anggota Syu Songikai (semacam dewan pertimbangan karesidenan) Banyumas.2.2. Karakter Jenderal SudirmanSebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Sudirman pada masa kecilnya dididik dengan penuh disiplin. Sudirman dididik cara-cara menepati waktu dan belajar menggunakan uang saku sebaik-baiknya. Ia harus bisa membagi waktu antara belajar, bermain, dan mengaji. Sudirman juga dididik dalam hal sopan santun priyayi yang tradisional dan hormat kepada orang tua. Setelah beranjak dewasa, karakter yang nampak pad