LAUNCHING GANTRY DAN TRAVELLER -...

of 33/33
PERENCANAAN METODE KERJA, WAKTU PELAKSANAAN, DAN ANGGARAN BIAYA PEMBUATAN BOX GIRDER DENGAN METODE LAUNCHING GANTRY DAN TRAVELLER PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN LAYANG NON-TOL ANTASARI-BLOK M PLANNING OF WORKING METHOD, SCHEDULING, AND BUDGETING FOR CONSTRUCTION OF BOX GIRDER BETWEEN LAUNCHING GANTRY AND TRAVELLER METHODS AT ANTASARI-BLOK M NON-TOLL FLY OVER PROJECT Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Diploma III Program Studi Konstruksi Sipil di Jurusan Teknik Sipil Oleh : AMIRUL AKBAR NIM. 101121037 BUNGA AYU LARASATI NIM. 101121038 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2013
  • date post

    06-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    245
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of LAUNCHING GANTRY DAN TRAVELLER -...

  • PERENCANAAN METODE KERJA, WAKTU

    PELAKSANAAN, DAN ANGGARAN BIAYA

    PEMBUATAN BOX GIRDER DENGAN METODE

    LAUNCHING GANTRY DAN TRAVELLER

    PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN LAYANG

    NON-TOL ANTASARI-BLOK M

    PLANNING OF WORKING METHOD, SCHEDULING,

    AND BUDGETING FOR CONSTRUCTION

    OF BOX GIRDER BETWEEN LAUNCHING GANTRY

    AND TRAVELLER METHODS AT ANTASARI-BLOK M

    NON-TOLL FLY OVER PROJECT

    Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Diploma III Program Studi Konstruksi Sipil

    di Jurusan Teknik Sipil

    Oleh : AMIRUL AKBAR NIM. 101121037

    BUNGA AYU LARASATI NIM. 101121038

    POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2013

  • ii

  • iii

  • iv

    PERENCANAAN METODE KERJA, WAKTU PELAKSANAAN,

    DAN ANGGARAN BIAYA PEMBUATAN BOX GIRDER

    DENGAN METODE LAUNCHING GANTRY DAN TRAVELLER

    PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN LAYANG NON-TOL

    ANTASARI-BLOK M

    Amirul Akbar, Bunga Ayu Larasati

    Politeknik Negeri Bandung, www.polban.ac.id

    ABSTRAK

    Box girder beton pada jalan layang atau jembatan memiliki 2 jenis yaitu precast segmen dan cast in site segmen. Pemasangan segmen box girder precast biasa menggunakan metode launching gantry sedangkan pada segmen box girder cast in site biasa dikerjakan dengan metode traveller. Pada proyek pembangunan Jalan Layang Non-Tol Antasari-Blok M dari pier 1 sampai pier 5 digunakan metode launching gantry untuk pemasangan segmen box girder-nya. Tetapi permasalahan yang terjadi pada metode launching gantry adalah terganggunya lalu lintas di bawah bentang akibat aktifitas proyek terutama pada perempatan di antara bentang pier 1 dengan pier 2 yang juga digunakan sebagai tempat menyimpan segmen precast dan peralatan lain sebagai kebutuhan dari pada metode launching gantry. Karena permasalahan tersebut maka diperlukan cara alternatif, yaitu metode traveller. Metode traveller adalah metode yang menggunakan alat yang bernama traveller. Alat ini berupa bekisting gantung yang dapat berjalan sehingga tidak akan mengganggu aktifitas di bawah bentang. Tugas Akhir ini membahas mengenai rencana metode kerja, waktu pelaksanaan, dan rencana anggaran biaya pada kedua metode tersebut.

    Pada metode launching gantry, pekerjaan perakitan dan pemasangan peralatan gantry launcher lebih mudah dikerjakan karena perakitan dapat dilakukan di workshop dan pada lokasi proyek hanya tinggal memasangkan elemen yang telah dirakit saja. Berbeda dengan alat traveller yang harus dirakit di lokasi proyek atau di atas pierhead sehingga memerlukan pekerjaan yang lebih banyak. Begitu juga dengan pekerjaan pembuatan segmen box girder pada metode traveller, pekerjaan ini harus dilakukan dengan cara pengecoran di tempat dan tentu saja lebih rumit dalam segi pengerjaannya. Berbeda dengan metode launching gantry yang dapat langsung memasangkan segmen yang telah jadi. Namun pada metode traveller, kemudahan pekerjaan terdapat pada pekerjaan stressing dan grouting segmen yang tidak perlu menggunakan stressing dan grouting bottom tendon dan batas-batas proyek dapat

  • v

    dibuat lebih efisien dan tidak mengganggu akses simpang 4 menjadi keunggulan metode traveller pada proyek tersebut.

    Waktu pelaksanaan pemasangan box girder dengan metode launching gantry menghabiskan waktu selama 213 hari kerja sedangkan dengan metode traveller menghabiskan 252 hari kerja. Biaya pelaksanaan metode launching gantry adalah sebeasar Rp. 23.798.213.700,00, sedangkan biaya pelaksanaan metode traveller adalah sebesar Rp. 29.365.071.200,00. Perbedaan biaya pelaksanaan metode launching gantry lebih murah daripada metode traveller.

    Dari kedua metode tersebut, biaya dan waktu pelaksanaan tidak jauh berbeda. Akan tetapi, pelaksanaan metode traveller lebih sulit karena seluruh pekerjaan harus dilakukan di lapangan. Kedua metode tersebut sangat baik untuk diterapkan pada proyek pemasangan atau pembuatan box girder pada jalan layang. Kedua metode atau gabungan dari kedua metode tersebut dapat digunakan sesuai dengan kondisi lapangan.

    Kata Kunci: Box Girder, Erection, Launching Gantry, Traveller

  • vi

    ABSTRACT

    Concrete box girder in bridge or fly over had 2 methods those are precast

    concrete segment and cast in site segment. Precast box girder segment assemble is

    usually called launching gantry method whereas cast in site segment production is

    usually called traveller formwork methods. Non-Toll Fly Over Project at Antasari-

    Blok M Pier 1 until Pier 5 used launching gantry method to assemble those box

    girder. The problem recur because this method require place precast segment and

    other things on the ground below the fly over. Additionally, at pier 1 to pier 2 is

    heavy traffic intersection. To overcome this problem, an alternative method, traveller

    method is presented. Traveller method is a method which use a material named

    traveller, this material is a hanged formwork which will not disturb the traffic below

    the project. This final project describs about planning of working method,

    schedulling, and budgeting of both methods.

    In launching gantry method, assembling of the elements is easier because

    those can assembled before at the workshop then just assembling those elements

    above the pier. It is different with traveller method that have to assembling all the

    elements right on the project so that traveller method needs more work. Also on

    making the box girder segment in traveller method, it have to do by concreting or

    cast in site of course more complicated. And it is also different with launching gantry

    method which just to assembling the precast segment. However, traveller method has

    a rashness work those are need not any bottom tendon pre-stressing and grouting

    work and more flexibility to make a partition of the project so that will not disturbing

    the traffic below the project.

    Launching gantry method will need 213 work day in this project whereas

    traveller method needs 252 work day. Launching gantry methods will need

    Rp.23.798.213.700,00 for this project and traveller methods will need

    Rp.29.365.071.200,00. The un-significant cost between these methods makes

    traveller method is better than launching gantry method.

  • vii

    Cost and implementation time of both methods are not different significantly.

    Depending on site condition, time constraint and budget, we can use one of the

    methods or combination of those methods.

    Keyword: launching gantry method, erection box girder, traveller method, box

    girder.

  • viii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

    berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir

    sesuai dengan yang diharapkan dengan judul Perencanaan Metode Kerja, Waktu

    Pelaksanaan, dan Anggaran Biaya Pembuatan Box Girder Dengan Metode

    Launching Gantry Dan Traveller Pada Proyek Pembangunan Jalan Layang Non-Tol

    Antasari-Blok M tepat pada waktunya.

    Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah pada

    semester VI, yang diwajibkan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik

    Negeri Bandung dan sebagai tambahan pengetahuan dan pengalaman bagi penulis

    sendiri.

    Penulisan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan tidak lepas dari bimbingan,

    arahan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan

    terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam penulisan Tugas Akhir, yaitu

    kepada :

    1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan

    kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

    2. Kedua orang tua tercinta, yang senantiasa memberikan dorongan baik secara

    materil maupun moril yang selalu membangkitkan semangat penulis.

    3. Ir. Taufik Hamzah, MSA., MBA. selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil

    Politeknik Negeri Bandung.

    4. Beny Mulyana Sukandar, MSCE. selaku dosen pembimbing I yang telah

    memberikan arahan dan masukan kepada penulis untuk penulisan Tugas

    Akhir.

    5. Ery Radya Juarti, ST., MT. selaku dosen pembimbing II yang telah

    memberikan arahan dan masukan kepada penulis untuk penulisan Tugas

    Akhir.

    6. Ahmad Solieh, ST., MT. dan Ir. Taufik Hamzah, MSA., MBA. selaku tim

    penguji Tugas Akhir yang telah memberikan masukan guna perbaikan

    terhadap Tugas Akhir yang kami susun.

    7. Seluruh dosen dan staf Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung.

  • ix

    8. Pihak-pihak lain yang telah banyak membantu, yang tidak dapat disebutkan

    namanya satu persatu.

    Semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan sumbangan ilmu dan informasi yang

    bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

    Bandung, Juni 2013

    Penulis

  • x

    TUGAS AKHIR INI DIPERSEMBAHKAN UNTUK BAPAK IBNU SOPIAN BESERTA SANG

    ISTRI, IBU HARTIWI. BESERTA INI DAN DISELINGI DOA YANG DIPERUNTUKKAN

    KEPADA YEYEN SOFIANTI KOMALASARI, BUDI MULYANA, JUNI KUSUMAWATI,

    FARID AKBAR, SITI NUR AZIZAH, MUHAMMAD AQILA GUNAWAN, PANJI SUWEDI,

    ANINDYA PUTRI GAYATRI, MUHAMMAD MAULANA LUTFI SYAHIR

    SAMPAI GENERASI SELANJUTNYA.

    TIDAK TERGANTI, YANG TERBAIK, BUNGA AYU LARASATI

    - AMIRUL AKBAR -

  • xi

    TUGAS AKHIR INI SAYA PERSEMBAHKAN UNTUK:

    TUHAN YESUS KRISTUS

    BAPAK NANDANG SAFUDIN DAN IBU ENDANG PRATIWI

    TETEH TISA DAN BANG SIDI

    TETEH TINA

    MAS ARI DAN CHRISTINA

    KAKAK SUCI

    REKAN, PARTNER, TEMAN, SAHABAT, SAUDARA TERBAIK, AMIRUL AKBAR

    KELUARGA KOMISI PEMUDA GEREJA KRISTEN JAWA PEPANTHAN BANDUNG SELATAN

    KELUARGA BESAR KSB 2010

    RAE LABORA GROUP

    ANGKATAN EMAS, SIPIL 2010

    KELUARGA BESAR HIMAS POLBAN

    YANG SELALU SETIA MENDAMPINGI DAN MENDOAKAN

    - BUNGA AYU LARASATI -

  • xii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL

    HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. ii

    ABSTRAK ........................................................................................................... iv

    ABSTRACT .......................................................................................................... vi

    KATA PENGANTAR ........................................................................................ vii

    LEMBAR PERSEMBAHAN ............................................................................. ix

    DAFTAR ISI........................................................................................................ xi

    DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xv

    DAFTAR TABEL ............................................................................................... xix

    DAFTAR ISTILAH ............................................................................................ xxiii

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang ..................................................................................... 1-1

    1.2. Lokasi Pengamatan............................................................................... 1-4

    1.3. Tujuan Penulisan .................................................................................. 1-5

    1.4. Ruang Lingkup Pembahasan ................................................................ 1-6

    1.5. Metodologi ........................................................................................... 1-6

    1.6. Sistematika Penulisan ........................................................................... 1-7

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Box Girder ..................................................................................................... 2-1

    2.2. Balance Cantilever ........................................................................................ 2-2

    2.3. Metode Launching Gantry ............................................................................ 2-3

    2.4. Metode Traveller ........................................................................................... 2-4

    2.5. Waktu Pelaksanaan Proyek .......................................................................... 2-6

    2.6. Jaringan Kerja ................................................................................................ 2-6

    2.6.1 ....................................................................................................... CPM

    (Chritical Path Method) atau AOA (Activity on Arrow) ...................... 2-6

  • xiii

    2.6.2 ....................................................................................................... PDM

    (Precedence Diagram Method) atau AON (Activity On Node) ..................... 2-12

    2.7 ............................................................................................................. Diagr

    am Batang (Bar Chart) dan Kurva S ............................................................. 2-18

    2.8 ............................................................................................................. Work

    Breakdown Strusture (WBS) ......................................................................... 2-19

    2.9 ............................................................................................................. Estim

    asi Biaya Proyek ............................................................................................ 2-19

    2.10 ........................................................................................................... Jenis-

    jenis Biaya Proyek ........................................................................................ 2-22

    BAB III METODOLOGI

    3.1. ............................................................................................................ Taha

    pan Penulisan Tugas Akhir ............................................................................ 3-1

    3.2. ............................................................................................................ Identi

    fikasi Masalah ................................................................................................ 3-3

    3.3. ............................................................................................................ Tinja

    uan Pustaka .................................................................................................... 3-3

    3.4. ............................................................................................................ Peng

    umpulan Data ................................................................................................ 3-3

    3.5. ............................................................................................................ Pemb

    ahasan ............................................................................................................ 3-4

    3.5.1. ..................................................................................................... Identi

    fikasi Alat Metode Traveller dan Metode Launching Gantry .............. 3-4

    3.5.2. ..................................................................................................... Meng

    hitung Volume Pekerjaan ..................................................................... 3-4

    3.5.3. ..................................................................................................... Meng

    analisa Harga Satuan ............................................................................ 3-4

    3.5.4. ..................................................................................................... Meng

    hitung Waktu Pelaksanaan ................................................................... 3-4

    3.6. ............................................................................................................ Anali

    sa .................................................................................................................... 3-5

  • xiv

    3.7. ............................................................................................................ Kesi

    mpulan dan Saran .......................................................................................... 3-5

    BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

    4.1. Jenis Konstruksi ................................................................................... 4-1

    4.2. Metode Launching Gantry ................................................................... 4-2

    4.2.1. Work Breakdown Strusture (WBS) Metode Launching Gantry ........... 4-4

    4.2.2. Metode Kerja pada Metode Launching Gantry .................................... 4-5

    4.2.2.1. Pembuatan Segmen Precast Box Girder ................................... 4-11

    4.2.2.2. Perakitan Alat Gantry Launcher ............................................... 4-11

    4.2.2.3. Surveying ................................................................................... 4-12

    4.2.2.4. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ................................... 4-13

    4.2.2.5. Mobilisasi Alat Gantry Launcher ke Lapangan ........................ 4-18

    4.2.2.6. Erection (Pemasangan) Alat Gantry Launcher ......................... 4-18

    4.2.2.7. Mobilisasi Segmen Box Girder ................................................. 4-20

    4.2.2.8. Erecion (Pemasangan) Segmen Box Girder ............................. 4-21

    4.2.2.9. Stressing Segmen Box Girder Precast ...................................... 4-26

    4.2.2.10. Grouting Tendon ....................................................................... 4-29

    4.2.2.11. Closure ...................................................................................... 4-31

    4.2.3. Volume Pekerjaan Metode Launching Gantry...................................... 4-31

    4.2.3.1. Volume Beton Precast ............................................................... 4-32

    4.2.3.2. Volume Formwork (Bekisting) ................................................. 4-37

    4.2.3.3. Volume Tulangan ...................................................................... 4-39

    4.2.3.4. Volume Material Stressing ........................................................ 4-45

    4.2.3.5. Volume Pekerja ......................................................................... 4-49

    4.2.4. Waktu Pelaksanaan Metode Launching Gantry .................................... 4-49

    4.2.4.1. Bar Chart dan Kurva S Metode Launching Gantry .................. 4-52

    4.2.4.2. Jaringan Kerja CPM (Chritical Path Method) atau AOA

    (Activity on Arrow) pada Metode Launching Gantry ............... 4-54

    4.2.4.3. Jaringan Kerja PDM (Precedence Diagram Method) atau

    AON (Activity On Node) pada Metode Launching Gantry ...... 4-64

    4.2.5. Biaya Pelakanaan Metode Launching Gantry ....................................... 4-65

    4.2.5.1. Analia Harga Satuan (AHS) Metode Launching Gantry .......... 4-65

  • xv

    4.2.5.2. Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Metode Launcing Gantry ........ 4-81

    4.2.5.3. Rekapitulasi Biaya Metode Launching Gantry ......................... 4-82

    4.3. Metode Traveller .................................................................................. 4-83

    4.3.1. Work Breakdown Strusture (WBS) Metode Traveller .......................... 4-85

    4.3.2. Metode Kerja Pada Metode Traveller ................................................... 4-97

    4.3.2.1. Surveying ................................................................................... 4-92

    4.3.2.2. Kesehatan dan Keelamatan Kerja (K3) ..................................... 4-93

    4.3.2.3. Mobilisasi Alat Traveller .......................................................... 4-94

    4.3.2.4. Perakitan Alat Traveller ............................................................ 4-95

    4.3.2.5. Pemasangan Baja Tulangan dan Tendon .................................. 4-104

    4.3.2.6. Pengecoran Segmen Box Girder ............................................... 4-105

    4.3.2.7. Stressing Segmen Box Girder ................................................... 4-106

    4.3.2.8. Launching Traveller .................................................................. 4-108

    4.3.2.9. Closure ...................................................................................... 4-111

    4.3.3. Volume Pekerjaan Metode Traveller .................................................... 4-111

    4.3.4. Waktu Pelaksanaan Metode Traveller .................................................. 4-112

    4.3.4.1. Bar Chart dan Kurva S Metode Traveller ................................ 4-114

    4.3.4.2. Jaringan Kerja CPM (Chritical Path Method) atau AOA

    (Activity on Arrow) pada Metode Traveller ............................. 4-116

    4.3.4.3. Jaringan Kerja PDM (Precedence Diagram Method) atau

    AON (Activity On Node) pada Metode Traveller ..................... 4-137

    4.3.5. Biaya Pelaksanaan Metode Traveller .................................................... 4-138

    4.3.5.1. Analia Harga Satuan (AHS) Metode Traveller ......................... 4-138

    4.3.5.2. Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Metode Traveller ............. 4-154

    4.3.5.3. Rekapitulasi Biaya Metode Traveller ....................................... 4-155

    4.4. ............................................................................................................ Anali

    sa Perbandingan Metode Launching Gantry dengan Traveller ..................... 4-156

    4.4.1. Perbandingan Pekerjaan Stressing Segmen Box Girder ....................... 4-165

    4.4.2. Perbandingan Pekerjaan Grouting Tendon ........................................... 4-165

    4.4.3. Perbandingan Biaya Metode Launching Gantry dan Traveller ............ 4-166

    BAB V PENUTUP

    5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 5-1

  • xvi

    5.2 Saran ............................................................................................................... 5-2

    DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xxx

    DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... xxxi

  • xvii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1.1 Letak Traveller di Jalan Jendral Sudirman yang Tidak

    Mengganggu Aktifitas Bawah Bentang ........................................ 1-2

    Gambar 1.2 Penutupan Lalu Lintas Pada Perempatan Jalan Puri Mutiara

    Untuk Pemasangan Segmen Box Girder....................................... 1-3

    Gambar 1.3 Lokasi JLNT Antasari-Blok M Paket Pasar Cipete ..................... 1-5

    Gambar 2.1 (a) I Girder; (b) Box Girder ........................................................ 2-2

    Gambar 2.2 Flowchart Pemasangan Box Girder Precast ................................ 2-3

    Gambar 2.3 Contoh Aplikasi Alat Gantry Launcher ....................................... 2-4

    Gambar 2.4 (a) Traveller Hidrolis; (b) Traveller Manual ................................. 2-5

    Gambar 2.5 Contoh Aplikasi Alat Traveller .................................................... 2-5

    Gambar 2.6 Jaringan Kerja CPM atau AOA .................................................... 2-6

    Gambar 2.7 EET dan LET Suatu Kegiatan ...................................................... 2-9

    Gambar 2.8 Denah Yang Lazim Pada Node PDM ........................................... 2-13

    Gambar 2.9 Konstrain pada PDM .................................................................... 2-15

    Gambar 2.10 Satu Kegiatan Mempunyai Hubungan Konstrain dengan Lebih

    dari Satu Kegiatan ......................................................................... 2-15

    Gambar 2.11 Multikonstrain Antar Kegiatan ..................................................... 2-15

    Gambar 2.12 Menghitung ES dan EF ................................................................ 2-16

    Gambar 2.13 Menghitung LS dan LF ................................................................ 2-16

  • xviii

    Gambar 3.1 Metodologi Penulisan Tugas Akhir .............................................. 3-2

    Gambar 4.1 Eksisting Single Pier ..................................................................... 4-1

    Gambar 4.2 Elemen-elemen Gantry Launcher ................................................ 4-3

    Gambar 4.3 WBS Metode Launching Gantry ................................................... 4-4

    Gambar 4.4 Flowchart Metode Launching Gantry ........................................... 4-5

    Gambar 4.5 (a)-(j) Urutan Pemasangan Box Girder Metode Launching Gantry ...... 4-10

    Gambar 4.6 Perakitan Main Trusses Gantry Launcher ..................................... 4-11

    Gambar 4.7 Akesibilitas Kendaraan pada Metode Launching Gantry ............. 4-12

    Gambar 4.8 Penempatan Tangga Mobililasi ..................................................... 4-13

    Gambar 4.9 Pemasangan Pagar Pembatas ......................................................... 4-17

    Gambar 4.10 Gantry Launcher yang telah Dimobilissasi ke Lapangan ........... 4-18

    Gambar 4.11 (a) Pemasangan Longitudinal Beam; (b) Under Roller yang

    sudah Terpasang ........................................................................... 4-19

    Gambar 4.12 Main Trusses yang telah Diletakkan di Atas Pierhead ................. 4-19

    Gambar 4.13 Main Winch ................................................................................... 4-20

    Gambar 4.14 Hanger Frame ............................................................................... 4-21

    Gambar 4.15 Pemasangan Spreader Beam ......................................................... 4-22

    Gambar 4.16 Pengecoran Wet Joint .................................................................... 4-23

    Gambar 4.17 (a) Bracket bagian Inside Box Girder; (b) Brakcet bagian Top

    8Box Girder .................................................................................... 4-24

    Gambar 4.18 Proses Pengolesan Epoxy .............................................................. 4-25

    Gambar 4.19 Pemasangan Angkur ...................................................................... 4-27

  • xix

    Gambar 4.20 Pemasangan Hydraulic Jack.......................................................... 4-27

    Gambar 4.21 Grout Pump ................................................................................... 4-29

    Gambar 4.22 Penggunaan Alat Grout Pump ....................................................... 4-30

    Gambar 4.23 Selang Grout Vent ......................................................................... 4-31

    Gambar 4.24 Dimensi Box Girder ...................................................................... 4-32

    Gambar 4.25 Bengkokan Tulangan Segmen Box Girder .................................... 4-40

    Gambar 4.26 Bengkokan Tulangan Segmen Closure ......................................... 4-43

    Gambar 4.27 Jaringan Kerja CPM pada Metode Launching Gantry .................. 4-54

    Gambar 4.28 Jaringan Kerja PDM pada Metode Launching Gantry .................. 4-64

    Gambar 4.29 Elemen-elemen Traveller .............................................................. 4-84

    Gambar 4.30 WBS Metode Traveller ................................................................. 4-86

    Gambar 4.31 Flowchart Metode Traveller ......................................................... 4-87

    Gambar 4.32 (a)-(h) Urutan Pemasangan Box Girder Metode Traveller ........... 4-91

    Gambar 4.33 Aksesibilitas Kendaraan pada Metode Traveller .......................... 4-92

    Gambar 4.34 Penempatan Akses Naik-Turun Pier ............................................. 4-93

    Gambar 4.35 Pemasangan Pagar dan Jaring-jaring Pengaman pada Pierhead ... 4-94

    Gambar 4.36 Flowchart Perakitan Alat Traveller............................................... 4-95

    Gambar 4.37 Stress Bar....................................................................................... 4-96

    Gambar 4.38 Perakitan Bottom Slab Span .......................................................... 4-97

    Gambar 4.39 Pemasangan Bottom Slab .............................................................. 4-98

    Gambar 4.40 (a) Rail Beam; (b) Front Hydraulic; (c) Rear Hydraulic ............. 4-99

    Gambar 4.41 Pemasangan Main Frame .............................................................. 4-100

  • xx

    Gambar 4.42 Pemasangan Rear Truss dan Front Truss ...................................... 4-101

    Gambar 4.43 Inner Beam .................................................................................... 4-102

    Gambar 4.44 Outer Wing Form dan Outer Side Form........................................ 4-102

    Gambar 4.45 Inner Form..................................................................................... 4-103

    Gambar 4.46 Pengaturan Inner Form.................................................................. 4-103

    Gambar 4.47 Pemasangan Tendon, Install Strand, dan Pembersihan Ruang Kerja ..... 4-105

    Gambar 4.48 Urutan Pengecoran Box Girder ..................................................... 4-106

    Gambar 4.49 Pembongkaran End Form .............................................................. 4-107

    Gambar 4.50 Hydraulic Pump............................................................................. 4-108

    Gambar 4.51 Pengangkatan Traveller Bagian Rear ............................................ 4-109

    Gambar 4.52 Pengangkatan Traveller bagian Front .......................................... 4-110

    Gambar 4.53 Pemindahan Traveller ................................................................... 4-110

    Gambar 4.54 Pemasangan Stressbar ke Lubang Insert ....................................... 4-111

    Gambar 4.55 Jaringan Kerja CPM pada Metode Traveller................................. 4-116

    Gambar 4.56 Jaringan Kerja PDM pada Metode Traveller ................................ 4-137

  • xxi

    DAFTAR TABEL

    Tabel 2.1 Simbol dalam Jaringan Kerja CPM atau AOA .................................. 2-7

    Tabel 2.2 Persyaratan dalam Jaringan Kerja CPM atau AOA ........................... 2-7

    Tabel 2.3 Cara Membaca Hubungan antar Kegiatan ......................................... 2-8

    Tabel 4.1 Peralatan K3 ....................................................................................... 4-13

    Tabel 4.2 Rambu-rambbu K3 ............................................................................. 4-15

    Tabel 4.3 Peralatan Stressing ............................................................................. 4-28

    Tabel 4.4 Material Penyusun Grouting .............................................................. 4-30

    Tabel 4.5 Perhitungan Volume Beton Segmen Box Girder ............................... 4-33

    Tabel 4.6 Perhitungan Volume Beton Wet Joint ................................................ 4-34

    Tabel 4.7 Perhitungan Volume Beton Closure .................................................. 4-35

    Tabel 4.8 Perhitungan Volume Formwork Wet Joint ........................................ 4-37

    Tabel 4.9 Perhitungan Volume Formwork Closure ........................................... 4-38

    Tabel 4.10 Perhitungan Volume Tulangan Box Girder ....................................... 4-41

    Tabel 4.11 Perhitungan Volume Tulangan Wet Joint .......................................... 4-42

    Tabel 4.12 Perhitungan Volume Tulangan Closure ............................................. 4-44

    Tabel 4.13 Perhitungan Volume Duct .................................................................. 4-45

    Tabel 4.14 Perhitungan Volume Strand Top Tendon .......................................... 4-46

    Tabel 4.15 Perhitungan Volume Strand Bottom Tendon ..................................... 4-47

    Tabel 4.16 Perhitungan Volume Material Grouting ............................................ 4-48

  • xxii

    Tabel 4.17 Jumlah Pekerja ................................................................................... 4-49

    Tabel 4.18 Waktu Pelaksanaan Pemasangan Gantry Launcher ........................... 4-50

    Tabel 4.19 Waktu Pelaksanaan Erection Box Girder Precast ............................. 4-51

    Tabel 4.20 Waktu Pelaksanaan 4 Pekerjaan Closure ........................................... 4-51

    Tabel 4.21 Bar Chart dan Kurva S Metode Launching Gantry ........................... 4-52

    Tabel 4.22 Float Metode Launching Gantry ........................................................ 4-55

    Tabel 4.23 Daftar Harga Alat, Bahan, dan Upah Metode Launching Gantry ...... 4-65

    Tabel 4.24 AHS Segmen Box Girder ................................................................... 4-67

    Tabel 4.25 AHS Perakitan Elemen Gantry .......................................................... 4-67

    Tabel 4.26 AHS Mobilisasi Elemen Gantry ........................................................ 4-68

    Tabel 4.27 AHS Pemasangan Elemen Gantry ..................................................... 4-69

    Tabel 4.28 AHS Mobilisasi Segmen Box Girder ................................................. 4-69

    Tabel 4.29 AHS Erection Box Girder .................................................................. 4-70

    Tabel 4.30 AHS Pembuatan Bakisting Wet Joint ................................................ 4-71

    Tabel 4.31 AHS Pemasangan Tulangan Wet Joint .............................................. 4-71

    Tabel 4.32 AHS Pengecoran Wet Joint ................................................................ 4-72

    Tabel 4.33 AHS Perawatan Wet Joint .................................................................. 4-72

    Tabel 4.34 AHS Stressing Segmen Box Girder ................................................... 4-73

    Tabel 4.35 AHS Grouting Tendon ....................................................................... 4-74

    Tabel 4.36 AHS Pembuatan Bekisting Closure ................................................... 4-75

    Tabel 4.37 AHS Pemasangan Tulangan Closure ................................................. 4-76

    Tabel 4.38 AHS Pengecoran Closure .................................................................. 4-76

  • xxiii

    Tabel 4.39 AHS Perawatan Closure .................................................................... 4-77

    Tabel 4.40 AHS Pembongkaran Bekisting Closure ............................................. 4-77

    Tabel 4.41 AHS Pembongkaran AlatGantry Launcher ....................................... 4-78

    Tabel 4.42 AHS Pembersihan Lahan ................................................................... 4-79

    Tabel 4.43 Biaya Survveying ................................................................................ 4-79

    Tabel 4.44 AHS Launching Gantry ..................................................................... 4-80

    Tabel 4.45 RAB Metode Launching Gantry ........................................................ 4-81

    Tabel 4.46 Rekapitulasi Biaya Metode Launching Gantry .................................. 4-82

    Tabel 4.47 Bar Chart Perakitan Elemen Traveller .............................................. 4-113

    Tabel 4.48 Bar Chart Pembuatan Segmen Box Girder dengan Metode Traveller ........ 4-113

    Tabel 4.49 Bar Chart dan Kurva S Metode Traveller ......................................... 4-114

    Tabel 4.50 Float Metode Traveller ...................................................................... 4-117

    Tabel 4.51 Jumlah Segmen Box Girder tiap Pier ................................................ 4-136

    Tabel 4.52 Daftar Harga Alat, Bahan, dan Upah Metode Traveller .................... 4-138

    Tabel 4.53 AHS Mobilisasi Elemen Traveller ..................................................... 4-140

    Tabel 4.54 AHS Pemasangan Alat Traveller ....................................................... 4-141

    Tabel 4.55 AHS Pengangkatan Elemen Traveller ............................................... 4-141

    Tabel 4.56 AHS Perakitan Elemen Traveller....................................................... 4-142

    Tabel 4.57 AHS Pengaturan Formwork Traveller ............................................... 4-142

    Tabel 4.58 AHS Pemasangan Besi Tulangan dan Tendon Segmen 1 ................. 4-143

    Tabel 4.59 AHS Pemasangan Besi Tulangan dan Tendon Segmen .................... 4-144

    Tabel 4.60 AHS Pengecoran Segmen 1 ............................................................... 4-145

  • xxiv

    Tabel 4.61 AHS Pengecoran Segmen ................................................................. 4-146

    Tabel 4.62 AHS Perawatan Beton........................................................................ 4-147

    Tabel 4.63 AHS Stressing Segmen Box Girder ................................................... 4-147

    Tabel 4.64 AHS Grouting Tendon ....................................................................... 4-148

    Tabel 4.65 AHS Pengaturan Formwork Closure ................................................. 4-149

    Tabel 4.66 AHS Pemasangan Tulangan Closure ................................................. 4-150

    Tabel 4.67 AHS Pengecoran Closure .................................................................. 4-150

    Tabel 4.68 AHS Perawatan Closure .................................................................... 4-151

    Tabel 4.69 AHS Pembongkaran Alat Gantry Launcher ...................................... 4-152

    Tabel 4.70 AHS Pembersihan Lahan ................................................................... 4-152

    Tabel 4.71 AHS Surveying ................................................................................... 4-153

    Tabel 4.72 AHS Launching Traveller .................................................................. 4-153

    Tabel 4.73 RAB Metode Traveller ...................................................................... 4-154

    Tabel 4.74 Rekapitulasi Biaya Metode Traveller ................................................ 4-155

    Tabel 4.75 Perbandingan Metode Kerja Launching Gantry dan Traveller .......... 4-156

    Tabel 4.76 Perbandingan Waktu Pelaksanaan Metode Launching Gantry

    dan Traveller ...................................................................................... 4-161

    Tabel 4.77 Perbandingan Biaya Pelaksanaan Metode Launching Gantry

    dan Traveller ...................................................................................... 4-162

    Tabel 4.78 Perbandingan Metode Jaringan Kerja CPM dan PDM ...................... 4-164

    Tabel 4.79 Biaya Stressing Metode Traveller Setelah Pengurangan ................... 4-165

    Tabel 4.80 Biaya Grouting Metode Traveller Setelah Pengurangan ................... 4-166

  • xxv

    Tabel 4.81 Perbandingan Metode Launching Gantry dan Traveller ................... 5-1

    DAFTAR ISTILAH

    A

    Activity : Kegiatan

    Activity on Arrow : Kegiatan yang dilambangkan dengan tanda

    panah

    Activity on Node : Kegiatan yang dilambangkan dengan lingkaran

    Anchor Head : Angkur penahan strand yang di stressing

    As Built Drawing : Gambar bangunan nyata

    B

    Balanced Cantilever System : Sistem pemasangan gelagar dengan

    menyeimbangkan sisi-sisi yang berlawanan

    Bar Chart : Diagram batang

    Bar Jack : Alat penarik strand berjumlah satuan

    Bleeding : Berlebihnya unsur air pada beton segar

    Boom : Kapasitass panjang truk trailer

    Bottom Slab : Elemen traveller yang berfungsi sebagai lantai

    kerja bagian bawah

    Box Girder : Balok beton penyambung antar pier

    Bracket : Pengikat sementara box girder pada saat di-

    erection

    Bundle Strand : Gulungan strand

    C

    Cast in Situ : Pengecoran di tempat proyek

    Chain Block : Alat pengangkat dan penarik barang berat

    Closure : Pekerjaan segmen box girder terakhir

    Concrete Pump : Alat pompa beton segar ke titik pengecoran

  • xxvi

    Concrete Vibrator : Alat perata beton segar pada saat pengecoran

    Container : Kendaraan besar pengangkut barang

    Contigencies : Tak terduga

    Critical Path Method : Metode jaringan kerja yang menunjukkan jalur

    kritis pada suatu kegiatan proyek

    Curing : Perawatan alat/Perawatan beton segmen

    D

    Deck Slab : Pelat lantai

    Designer : Pembuat/perancang

    Direct Cost : Biaya langsung

    Double Pier : Tiang penyangga jembatan tipe portal

    Downstream : Arah ke angka yang mengecil

    Ducting : Pemasangan duct (selongsong seng tempat

    tendon)

    Dummy : Tanda kegiatan yang tidak terikat waktu dan

    sumber daya

    E

    Earlist Event Time : Waktu/durasi yang tercepat

    End Form : Bekisting paling ujung untuk menahan beton

    segar agar sesuai dimensinya

    Engineer : Teknisi/ operator ahli

    Epoxy : Perekat khusus beton precast

    Equipments : Perlengkapan

    Erection Box Girder : Pemasangan box girder ke pier head

    Event : Acara/kegiatan

    F

    Final Force : Pemberian tegangan terakhir

    Fixed Price : Harga tetap/pasti

    Formwork : Acuan dan Perancah

  • xxvii

    Flowchart : Bagan alir sebagai urutan pekerjaan

    Fly Over : Jalan layang

    Free Float : Jumlah waktu yang diperlukan untuk suatu

    kegiatan boleh ditunda atau terlambat tanpa

    mempengaruhi atau menyebabkan

    keterlambatan pada kegiatan berikutnya

    G

    Gantry Launcher : Alat pemasang box girder tipe beton precast

    Girder : Gelagar jembatan

    Grouting : Kegiatan mengisi bahan grout ke dalam tendon

    yang telah di stressing

    H

    Hammer Test : Pengecekan kekerasan beton dengan

    menggunakan alat ukur bernama hammer

    Hanger Frame : Rangka penggantung sementara box girder

    precast pada saat pekerjaan erection

    Hydraulic Jack : Mesin yang digunakan untuk stressing beton

    Hydraulic Pump : Mesin tenaga fluida untuk menggerakkan alat

    traveller

    Hidrolis : Mesin bersumber tenaga dari cairan

    I

    Include : Termasuk

    Indirect Cost : Biaya tidak langsung

    Inner Beam : Rel bagian dalam jalur traveller berjalan

    Inner Form : Bekisting bagian dalam segmen box girder

    Insert : Lubang tempat memasang stress bar

    J

    JLNT : Jalan Layang Non-Tol

  • xxviii

    L

    Launching : Menggerakkan alat traveller atau gantry

    launcher ke depan/ ke belakang

    Launching Gantry : Metode pemasangan box girder tipe beton

    precast

    Latest Event Time : Waktu/durasi yang terlama

    Longitudinal Beam : Elemen gantry launcher yang berfungi sebagai

    penopang main trusses di bawah under roller

    Lumpsum : Harga keseluruhan tidak berpengaruh

    perubahan pada saat di lapangan

    M

    Main Frame : Rangka utama penahan elemen traveller

    Main Trusses : Rangka utama pada gantry launcher sebagai rel

    penggerak/mobilisasi alat gantry launcher

    Main Winch : Elemen gantry launcher yang berfungsi

    sebagai pengangkat segmen box girder precast

    Man Powers : Tenaga kerja

    Mobile Crane : Alat pengangkat peralatan berat

    N

    Network Planning : Perencanaan jaringan kerja

    Non-shrinkage additives : Bahan campuran yang tidak menyusutkan

    O

    Outer Form : Bekisting bagian luar segmen box girder

    Overhead : Kelebihan biaya

    Owner : Pemilik proyek

    P

  • xxix

    Permanently Stressing : Pemberian tegangan tetap pada segmen beton

    Pier : Tiang penyangga jembatan

    Platform : Area

    Post-tensioning : Pekerjaan stressing yang dilakukan pada saat

    setelah beton mengeras

    Precast : Beton yang sudah jadi tinggal dipasang

    Precedence Diagram Method : Metode jaringan kerja yang menunjukkan

    kegiatan yang dapat diutamakan dan ditunda

    Preliminary Design : Pekerjaan perancangan/perencanaan

    Pre-tensioning : Pekerjaan stressing yang dilakukan pada saat

    setelah pemasangan tulangan dan tendon dan

    sebelum pengecoran

    Pressure injeksi grout : Daya tekan mesin grouting

    Profit : Keuntungan

    R

    Rail Beam : Rel jalur traveller berjalan

    Rafter Crane : Tipe mobile crane

    Real Cost : Nilai sesungguhnya

    Rear : Bagian tengah

    Rekapitulasi : Penyatuan

    Release Pressure : Pelepasan tekanan tetap

    RKS : Rencana kerja dan syarat-syarat

    S

    S Curve : Kurva S

    Scaffolding : Rangka rakitan yang dapat digunakan sebagai

    penopang dan lain sebagainya

    Segment : Segmen

    Sheet Pile : Tembok penahan tanah

    Shop Drawing : Gambar kerja

    Single Pier : Tiang penyangga jembatan tipe tunggal

  • xxx

    Span : Bentang

    Spare Part : Peralatan

    SPK : Surat Perjanjian Kerja

    Spreader Beam : Alat dari main winch yang dipasang ke segmen

    box girder untuk diangkat ke atas

    Standard : Standar

    Strand : Kabel ulir baja sebagai media stressing

    Stress Bar : Baja ulir yang dapat diikatkan sebagai penahan

    elemen traveller

    Stressing : Kegiatan pemberian tegangan kepada beton

    Supplier : Penyedia

    Surveying : Kegiatan persiapan dalam pekerjaan proyek

    T

    Temporary Stressing : Pemberian tegangan sementara pada beton

    Temporary Support : Rangka penahan segmen box girder precast

    sementara sebelum di-erection

    Tendon : Jalur pemberian tegangan pada beton

    Time Schedule : Jadwal

    Total Float : Jumlah waktu yang diperlukann untuk suatu

    kegiatan boleh ditunda atau terlambat, tanpa

    mempengaruhi jadwal pelaksanaan proyek

    secara keseluruhan

    Traveller : Alat pemasangan box girder tipe cast in situ

    Truss : Elemen traveller yang berfungsi sebagai

    penahan alat traveller bagian kanan dan kiri

    U

    Under Roller : Elemen gantry launcher sebagai roda main

    trusses

    Upstream : Arah urutan angka yang membesar

  • xxxi

    V

    Variasi Efisiensi : Efisiensi dari buruh, peralatan, dan material

    W

    Website : Halaman dari internet

    Wet Joint : Sambungan beton segar yang dicetak berbentuk

    box girder pada saat pemasangan segmen box

    girder precast ke pierhead

    Workshop : Tempat/ gudang/ ruangan perakitan

    Work Breakdown Structure : Urutan pekerjaan berdasarkan level pekerjaan

  • xxxii

    DAFTAR PUSTAKA

    .2009.Manual Operational Traveller Formwork.Jakarta:P.T VSL Indonesia.

    . 2011. Pembangunan Jalan Layang Casablanca Kemacetan Bertambah 20 Persen. 28 Januari. http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/01/28/index.shtml. 1 Maret 2013.

    .2011. CEBEX 100 (24x0.227Kg). TT. http://www.buildershoponline.co.uk/grouts-anchor/cebex_100_24_x_0227_kg/. 1 Juni 2013.

    Abdi Putra Bayu Lingga, CV.2012. Mobile Crane For Rental.TT. http://www.abdiputrasemarang.indonetwork.co.id/4106445/mobile-crane-for-rental.htm. 1 Juni 2013.

    Akbar, Amirul dan Bunga Ayu Larasati. 2012. Tinjauan Pelaksanaan Pembuatan Box Girder dengan Metode Traveller dari Pier 2U sampai Pier 5U pada

    Proyek Pembangunan Jalan Layang Non-Tol Kampung Melayu-Tanah

    Abang Paket Mas Mansur. Bandung: Politeknik Negeri Bandung.

    Anton. 2011. Pekerjaan Proyek Jalan Nontol Antaaro Bikin Macet dan Bising, Poskota Online. Jakarta:Poskota

    Bisma.2010.Metode Pelaksanaan Box Girder.Jakarta:P.T VSL Indonesia.

    Cahyadi, Ahmad Dwi dan Rizky Harja Dwinata. 2012. Pelaksanaan dan Anggaran Biaya Pekerjaan Box Girder dengan Metode Balnce Cantilever pada Proyek

    Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari-Blok M Paket Prapanca. Bandung: Politeknik Negeri Bandung.

    Ervianto, Wulfram I. 2003. Teori Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi. D. I. Yogyakarta: Andi Offset.

    Ervianto, Wulfram I. 2006.Cara Tepat Menghitung Biaya Bangunan. D. I. Yogyakarta: Andi Offset.

    Jauhari, Zulfikar. 2011. Manajemen Pelaksanaan Jalan Tol Mojokerto-Kertosono STA 5+350-STA 10+350 Menggunakan Perkerasan Kaku Kabupaten

    Mojokerto Jawa Timur. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

    Nusantara Perkasa, CV.2012. Sewa Concrete Pump (pompa beton) dan jual beton (Readymix Concrete). 23 April 2012. http://www.m. olx.co.id/item/show/261863765. 1 Juni 2013.

    Soeharto, Iman. 1995. Manajemen Proyek Jilid I. Jakarta: Erlangga.

    http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/01/28/index.shtml.%201%20Maret%202013

  • xxxiii

    DAFTAR LAMPIRAN

    LAMPIRAN I

    I 1 : Formulir Asistensi Penulisan Tugas Akhir

    I 2 : Lembar revisi dan masukan seminar Asistensi Tugas Akhir

    LAMPIRAN II

    II 1 : Dimensi Beton Box Girder

    II 2 : Dimensi Beton Wet Joint

    II 3 : Dimensi Beton Closure

    II 4 : Gambar Formwork Wet Joint

    II 5 : Gambar Formwork Closure

    II 6 : Gambar Tulangan Segmen Box Girder

    II 7 : Gambar Tulangan Segmen Wet Joint

    II 8 : Gambar Tulangan Segman Closure

    II 9 : Layout Tendon

    II 10 : Bar Chart dan Kurva S Rencana Metode Launching Gantry (Harian)

    II 11 : Jaringan Kerja CPM pada Metode Launching Gantry

    II 12 : Jaringan Kerja PDM pada Metode Launching Gantry

    II 13 : Bar Chart dan Kurva S Rencana Metode Traveller (Harian)

    II 14 : Jaringan Kerja CPM pada Metode Traveller

    II 15 : Jaringan Kerja PDM pada Metode Traveller