laser in blood

download laser in blood

of 30

  • date post

    06-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    55
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of laser in blood

DAFTAR ISI Halaman

BAB I Pendahuluan 1.1 Definisi 1.2 Sejarah

BAB II Terapi Sinar 2.1 Karakteristik Dari Sinar 2.2 Gelombang Elektromagnetik 2.3 Sifat Fisik Dari Sinar

BAB III LASER 3.1 Prinsip Kerja Laser 3.2 Karakteristik Dasar Laser 3.3 Komponen Dasar Laser 3.4 Klasifikasi Laser 3.5 Efek Biologis Laser

BAB IV ILIB 4.1 Prinsip Kerja ILIB 4.2 Efek Biologis ILIB 4.3 Dosis 4.4 Indikasi 4.5 Kontraindikasi BAB VI PENUTUP 1

BAB I

PENDAHULUAN

Kemajuan pesat dibidang ilmu dan teknologi saat ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan dibidang ilmu kedokteran. Kemajuan dibidang ilmu kedokteran dan medis akan memberikan banyak kemudahan, baik bagi praktisi medis maupun masyarakat luas. Salah satu bentuk kemajuan dibidang medis antara lain penggunaan berbagai macam modalitas sebagai sebagai salah satu bagian dari terapi dibidang kedokteran terutama dibagian ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi medik. Salah satu modalitas yang berkembang pesat baik penggunaan dan teknologi alatnya yaitu modalitas LASER (Light Amplification by Stimulated Emission or Radiation) terutama LASER darah (Intravasculer LASER Irradiation of Blood).1 Pada awal perkembangannya, orang tidak menyebut dengan nama LASER. Para ahli masa itu menyebutnya sebagai MASER (Microwave Amplification by Stimulated Emission of Radiation) dan orang yang pertama kali mengungkapkan keberadaan MASER adalah Albert Einstein antara tahun 1916 1917. Ilmuwan yang terkenal eksentrik ini juga yang pertama kali berpendapat bahwa cahaya atau sinar bukan hanya terdiri dari gelombang elektromagnetik, tetapi juga bermuatan partikel dan energi sehingga disebut sebagai radiasi

meskipun MASER dari Einstein ini baru sebatas teori karena teknologi pada dekade kedua abad 20 belum mampu mewujudkannya. Disamping itu, banyak ilmuwan yang menganggap teori dari Einstein itu sebagai teori yang kontroversial. Pada tahun 1958, Gordon Gould telah berhasil membuat MASER optik bahkan dia adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah LASER, tetapi Gordon gagal mendaftarkan paten LASER-nya pada tahun 1959 dan baru pada tahun 1977 Gordon memenangkan paten tersebut.

2

Perkembangan yang cukup penting terjadi pada tahun 1962 ketika seorang ilmuwan yang bekerja pada perusahaan General Electric, Robert Hall, menemukan LASER semikonduktor berukuran mini dengan biaya murah. Penggunaan metode LASER dalam darah diperkenalkan sebagai terapi pada tahun 1981 oleh ilmuwan berkebangsaan Soviet yaitu EN Meschalkin dan VS Sergiewski. Metode ini dikembangkan pertama kali untuk pengobatan pada penyakit kardiovaskular dan hasilnya adalah perbaikan mikrosirkulasi dan berkurangnya area infark yang diikuti penurunan disaritmia dan angka kematian mendadak pada penderita penyakit kardiovaskular. Penggunaan laser dalam darah telah banyak dikembangkan aplikasi klinisnya terutama dinegara-negara berkembang seperti Jerman, Amerika, Perancis, Kanada, Australia, Singapura dan Cina. Teknik dan penggunaan laser dalam darah ini belum banyak ditemukan dan belum cukup popular di Indonesia karena masih sedikitnya ahli yang mendalami laser darah dan

3

BAB II

TERAPI SINAR

Terapi sinar atau light therapy adalah terapi menggunakan sinar yang difilter untuk menghasilkan panjang gelombang tertentu dan menghasilkan warnawarna spesifik. Sinar merupakan salah satu bentuk dari energi elektromagnetik yang mempunyai karakteristik yang berbeda dari bentuk energi lainnya. Jenis sinar ditentukan sesuai dengan amplitudo, panjang gelombang dan frekuensinya sehingga sinar dapat dibedakan jenisnya contohnya sinar gamma, sinar X rays, sinar ultraviolet, sinar inframerah.2,3,4

2.1 Karakteristik dari sinar a. Panjang Gelombang Panjang gelombang suatu sinar merupakan jarak dari awal sampai akhir pada satu siklus gelombang. Biasanya memiliki denotasi huruf Yunani lambda (). Sinar tampak adalah suatu sinar yang dapat terlihat oleh mata kita. Spektrum dari suatu sinar tampak berada dalam panjang gelombang yang berbeda beda yang diperlihatkan oleh warna warni yang spesifik. Spektrum kasat mata adalah bagian dari spektrum elekromagnetik yang tampak oleh mata manusia. Radiasi elektromagnetik dalam rentang panjang gelombang ini disebut sebagai cahaya tampak atau cahaya saja. Tidak ada batasan yang tepat dari spektrum optik. Mata normal manusia akan dapat menerima panjang gelombang dari 400 sampai 800 nm, meskipun beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm (atau dalam frekuensi 790-400 terahertz). Mata yang telah beradaptasi dengan cahaya biasanya memiliki sensitivitas maksimum di sekitar 555 nm, di wilayah hijau dari spektrum optik. Warna pencampuran seperti pink atau ungu, tidak terdapat dalam spektrum ini karena warna-warna tersebut hanya akan didapatkan dengan mencampurkan beberapa panjang gelombang. Suatu panjang gelombang diukur dalam nanometer, dimana panjang gelombang

4

sinar tampak diantara 400nm sampai 800nm. Panjang gelombang diatas sinar tampak adalah sinar tampak adalah sinar infra merah dan microwave, sedangkan panjang gelombang dibawah sinar tampak adalah ultraviolet, x-ray, sinar gamma dan sinar kosmik. Sinar LASER berada diantara sinar tampak dan mendekati area sinar infra merah.3,5

Gambar no. 1 Spektrum elekromagnetik

b. Amplitudo Amplitudo adalah pengukuran skala dari besar osilasi suatu gelombang. Bisa dihitung dari jarak puncak dan lembah gelombang sinusoide. Amplitudo juga dapat didefinisikan sebagai jarak terjauh dari garis kesetimbangan dalam gelombang sinusoide yang kita pelajari pada mata pelajaran fisika dan matematika geometrika.3,5

5

Gambar 2. Amplitudo

c. Frekuensi Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan. Untuk memperhitungkan frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Hasil perhitungan ini dinyatakan dalam satuan hertz (Hz) yaitu nama pakar fisika Jerman Heinrich Rudolf Hertz yang menemukan fenomena ini pertama kali. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik. Frekuensi dari warna suatu sinar berlawanan dengan panjang gelombangnya. Semakin tinggi frekuensi maka semakin pendek suatu panjang gelombang. Frekuensi dan panjang gelombang mempengaruhi penyerapan dari suatu sinar. Suatu sinar dengan frekuensi yang tinggi dan panjang gelombang yang pendek dapat diserap pada tingkat lebih superficial daripada sinar dengan frekuensi yang rendah dan panjang gelombang yang panjang.3,4,5

6

Gambar 3. Hubungan frekuensi dengan panjang gelombang

2.2 Gelombang Elektromagnetik Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang

gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan, panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensuinya. Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbeda-beda. Semakin tinggi level energy dalam suatu energy, semakin rendah panjang gelombang dari energy yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik energy gelombang digunakan untuk mengelompokan energi elektromagnetik.1,2,3 Dari uraian diatas dapat disimpulkan beberapa ciri gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut : 1. Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan

7

2. Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang 3. Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang universal. 4. Gelombang elektromagnetik mengalami peristiwa pemantulan, pembiasan Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifatsifat listrik dan magnetic medium yang ditempuhnya. Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya disebut spectrum elektromagnetik. Gambar spektrum elektromagnetik disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan nm) mencakup kisaran energy yang sangat rendsh, dengan panjang gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang radio sampai ke energy yangsangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.

2.3 Sifat fisik dari sinar Sinar seperti halnya suara berjalan pada pola gelombang dan mempunyai sifat yang spesifik seperti refleksi, refraksi dan absorpsi.1,2,3,4,5 a. Refleksi Refleksi merupakan pancaran sinar energy yang dipantulkan kembali dari suatu permukaaan. Sinar mempunyai kemampuan untuk memantul kembali pada permukaan yang berbeda-beda. Derajat suatu refleksi berkurang pada sudut yang mendekati 90. b. Refraksi Refraksi merupakan sinar dari suatu sumber energy yang dibelokan sesuai dengan sudut datangnya sinar. Suatu sinar dapat diarahkan kembali dari permukaan pada suatu sudut tertentu. Sebagai contoh, jika suatu sinar diarahkan pada kaca maka akan direfleksikan kembali pada sinar yang diarahkan pada posisi tegak lurus permukaan kaca. Jika sudut tidak tegak lurus, maka sinar akan direfraksikan atau dibelokan ke arah yang lain.

8

c. Absorpsi Kemampuan suatu substansi untuk menerima sinar atau pancaran energy. Intensitaas suatu sinar akan berkurang saat melewati substansi tersebut. Absorpsi berhubungan dengan penetrasi. Jika sumber energy banyak diabsorpsi p