Lapsus Otitis Eksterna

download Lapsus Otitis Eksterna

of 24

  • date post

    19-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    113
  • download

    5

Embed Size (px)

description

n

Transcript of Lapsus Otitis Eksterna

LAPORAN KASUS

OTITIS EKSTERNA

Pembimbingdr. I Gusti Ayu Trisna, Sp.THT-KL

OlehAsri Buana Citra DewiH1A 009 048

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYABAGIAN / SMF ILMU PENYAKIT TELINGA, HIDUNG, DAN TENGGOROKANRUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTBFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM2015

BAB IPENDAHULUAN

Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan infeksi bakteri, jamur dan virus. Liang telinga merupakan struktur yang sebenarnya sudah terproteksi dengan baik dan memiliki kemampuan membersihkan strukturnya. Walaupun demikian, struktur ini dapat mengalami invasi mikroorganisme 1.Insidens otitis eksterna akut di US Amerika terjadi pada 4 dari 1000 anak dan orang dewasa per tahun. Laporan pertama dari CDC (Center for Disease Control and Prevention) yang menggambarkan secara keseluruhan epidemiologi otitis eksterna akut di Amerika Serikat, diperkirakan bahwa 2,4 juta kunjungan per tahun yang terdiagnosis di pusat kesehatan merupakan kasus otitis eksterna akut (8,1 kunjungan per 1000 populasi). Frekuensi di dunia memang belum dilaporkan secara pasti, tetapi dilaporkan insidensinya meningkat di negara-negara tropis 2,3. Terdapat banyak faktor predisposisi terjadinya otitis eksterna seperti perubahan pH di liang telinga, keadaan udara yang panas dan lembab, trauma ringan (membersihkan telinga secara berlebihan (mengorek-ngorek telinga) atau adanya benda asing penyakit seperti diabetes ataupun kondisi imunokompromise, dan beberapa penyakit kulit seperti ekzema dan psoriasis 1,4. Dari bentuk-bentuk peradangan pada liang telinga, jenis otitis eksternus difus adalah bentuk yang tersering. Biasanya kuman penyebabnya adalah pseudomonas aeruginosa, proteus mirabilis, dan S.Aureus 1. Laporan kasus ini akan membahas terutama kasus otitis eksterna difus dan beberapa bentuk lain otitis eksterna.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi dan FisiologiTelinga secara umum terbagi menjadi 3 yakni telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar terdiri dari daun telinga (aurikula) dan liang telinga (meatus akustikus eksternus) 5,6. Aurikula berfungsi menghimpun bunyi dan meatus akustikus eksternus yang mengantar gelombang bunyi ke membrana timpanika 7.2.1.1 Aurikula Pinna (aurikula) berasal dari pinggir-pinggir celah brankial pertama serta arkus brankialis pertama dan kedua. Aurikula dipersarafi oleh cabang aurikulotemporalis dari saraf mandibularis serta saraf aurikularis mayor dan oksipitalis minor yang merupakan cabang dari pleksus servikalis 8.Aurikula mempunyai kerangka dari tulang rawan elastin yang dilapisi oleh kulit. Bagian aurikula yang tidak mempunyai tulang rawan disebut lobulus, yang ada hanya jaringan lemak. Fungsi daun telinga adalah untuk memantulkan dan mengkonsentrasikan getaran yang datang dari luar 7.Gambar 2.1 Anatomi Telinga Luar: aurikula kanan 5

2.1.2 Kanalis Auditorius Eksternus

Liang telinga merupakan saluran berbentuk huruf S yang menuju ke arah telinga tengah dan berakhir pada membran timpani. Liang telinga mempunyai diameter 0,5 cm dan panjang 2,5-3 cm. Liang telinga merupakan saluran yang tidak lurus, tetapi berbelok dari arah postero-superior di bagian luar ke arah antero-inferior. Selain itu, terdapat penyempitan di bagian medial yang dinamakan ismus 9. Dinding meatus akustikus eksterna 1/3 bagian lateral dibentuk oleh tulang rawan yang merupakan kelanjutan dari tulang rawan aurikula dan disebut pars kartilagenus. Bagian ini bersifat elastis dan dilapisi kulit yang melekat erat pada perikondrium. Kulit pada bagian ini mengandung jaringan subkutan, folikel rambut, kelenjar lemak (glandula sebacea) dan kelenjar serumen (glandula ceruminosa). Dinding meatus akustikus eksterna 2/3 bagian medial dibentuk oleh tulang dan disebut pars osseus. Kulit yang meliputi bagian ini sangat tipis dan melekat erat pada periosteum. Pada bagian ini tidak terdapat folikel rambut dan hanya dijumpai sedikit kelenjar serumen 7.Liang telinga berasal dari celah brankial pertama ektoderm. Sendi temporo-mandibularis dan kelenjar parotis terletak di depan terhadap liang telinga, sedangkan prosesus mastoideus terletak di belakangnya 8.

Gambar 2.2 Kanalis Auditorius Eksternus 10

2.2 Otitis Eksterna

Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang disebabkan infeksi bakteri, jamur dan virus 4. Insidens otitis eksterna akut di US Amerika terjadi pada 4 dari 1000 anak dan orang dewasa per tahun. Laporan pertama dari CDC (Center for Disease Control and Prevention) yang menggambarkan secara keseluruhan epidemiologi otitis eksterna akut di Amerika Serikat, diperkirakan bahwa 2,4 juta kunjungan per tahun yang terdiagnosis di pusat kesehatan merupakan kasus otitis eksterna akut (8,1 kunjungan per 1000 populasi). Frekuensi di dunia memang belum dilaporkan secara pasti, tetapi dilaporkan insidensinya meningkat di negara-negara tropis 2,3.Penyakit ini dapat menyerang semua umur. Otitis eksterna biasanya lebih sering pada anak-anak yang lebih tua dan dewasa muda dengan puncak insidensi pada umur 7-12 tahun. Otitis eksterna dapat menyerang perempuan atau laki-laki dengan kekerapan yang sebanding 2. Faktor yang mempermudah radang telinga luar adalah 1,4: Perubahan pH di liang telinga, yang biasanya normal atau asam. Bila pH menjadi basa, proteksi terhadap infeksi menurun. Pada keadaan udara yang hangat dan lembab, bakteri dan jamur mudah tumbuh. Trauma ringan (membersihkan telinga secara berlebihan (mengorek-ngorek telinga) atau adanya benda asing Udara yang lembab dan panas Diabetes ataupun kondisi imunokompromise Kondisi kulit seperti ekzema dan psoriasis

Secara umum, patofisiologi otitis eksterna dapat dilihat dari bagan berikut 1,2,4:.

Faktor Predisposisi :Perubahan pH di liang telingaTrauma Serumen Obstruksi Penyakit sistemikJaringan lemak sebagai faktor pelindung terbukaKepekaan jaringan terhadap infeksiPeradangan pada kanalis auditori eksterna :BengkakHiperemisSekret encer/purulenNyeri telinga (otalgia)BakteriJamur

Gambar 2.4 Patofisiologi Otitis Eksterna

Beberapa bentuk otitis eksterna akut yaitu:a. Otitis eksterna sirkumskriptab. Otitis eksterna difusa) Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel)Pada furunkulosis, kelainan terbatas pada bagian kartilagenosa meatus akustikus eksternus. Oleh karena kulit di bagian sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut, kelanjar sabasea dan kelenjar serumen, maka di tempat itu dapat terjadi infeksi pada pilosebaseus sehingga membentuk furunkel. Kuman penyebab biasanya adalah Staphylococcus aureus atau Staphylococcus albus 4,6.Gejalanya adalah rasa nyeri yang hebat, tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini disebabkan oleh kulit liang telinga yang tidak mengandung jaringan ikat longgar di bawahnya sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. Rasa nyeri dapat juga timbul spontan pada waktu membuka mulut (sendi temporomandibula). Selain itu terdapat juga gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga 4.Suatu furunkel dalam liang telinga dapat sangat nyeri karena berkembang pada suatu daerah membranokartilagenia di mana hanya ada sedikit ruangan untuk ekspansi. Furunkel pada daerah ini selalu dicurigai bila gerakan aurikula secara pasif menyebabkan nyeri 6.Tatalaksana tergantung pada keadaan furunkel. Bila sudah menjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya. Dapat diberikan antibiotik dalam bentuk salep, seperti polymixin B atau bacitracin atau antiseptik (asam asetat 2-5% dalam alkohol). Kalau dinding furunkel tebal, dilakukan insisi, kemudian dipasang drainase untuk mengalirkan nanahnya. Biasanya tidak perlu diberikan antibiotik secara sistemik, hanya diberikan obat simtomatik, seperti analgetik dan obat penenang 4.

Gambar 2.5 Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel) 2

a) b) Otitis Eksterna DifusInfeksi ini dikenal juga dengan nama swimmers ear yang biasanya terjadi pada cuaca yang panas dan lembab. Umumnya mengenai kulit liang telinga dua pertiga bagian dalam. Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema dengan batas yang tidak jelas, serta tidak terdapat furunkel. Kuman penyebabnya biasanya golongan Pseudomonas. Kuman lain yang dapat menjadi penyebabnya adalah Stapylococcus albus, Escheria coli dan Enterobacter aerogenes 4,6. Gejalanya berupa nyeri tekan tragus atau nyeri di sekitar telinga, pembengkakan sebagian besar dinding kanalis sehingga liang telinga menjadi sempit, kadang kelenjar getah bening regional membesar dan nyeri tekan, serta terdapat sekret yang berbau. Sekret ini tidak mengandung lendir (musin) seperti sekret yang keluar dari kavum timpani pada otitis media. Pendengaran normal atau sedikit menurun. 4,6.Stroma yang menutupi tulang pada dua pertiga bagian dalam liang telinga sangat tipis sehingga hanya memungkinkan pembengkakan yang minimal. Oleh karena itu, gangguan subyektif yang dialami pasien seringkali tidak sebanding dengan beratnya penyakit yang diamati oleh pemeriksa 6.

Diagnosis ditegakkan melalui anamnesi dan pemeriksaan fisik, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1. Diagnosis otitis eksterna akut difus 11

1. Onset cepat (biasanya 48 jam, pada 3 minggu belakangan)

2. Gejala inflamasi kanalis auditorius eksternus, yakni Otalgia, gatal, rasa penuh Dengan atau tanpa penurunan pendengaran atau nyeri pada rahang

3. Tanda inflamasi kanalis auditorius eksternus yakni Nyeri tekan pada pinna atau tragus atau keduanya Edema difus kanalis auditorius eksternus, atau eritema atau keduanya Dengan atau tanpa otorea, limfadenitis regional, eritema membran timpani atau selulitis pada pinna dan kulit sekitarnya

Pengobatannya dengan membersihkan liang telinga, memasukkan tampon yang mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadang-kadang diperlukan obat antibio