Laporan Wt Rangga

download Laporan Wt Rangga

of 65

  • date post

    07-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    1

Embed Size (px)

description

water treatment

Transcript of Laporan Wt Rangga

LAPORAN RESMIKUALITAS AIR

DISUSUN OLEH :Nama: Rishang Rangga YudhistiraNIM: 11/14354/TPJurusan: Teknik PertanianFakultas: Teknologi PertanianAcara: Teknik Pengukuran Debit dan Pengambilan Sampel AirCo. Ass: Albertus Deni N. P. Apembimbing: Ir. Nuraeni Dwi Dharmawati, MP

INSTITUT PERTANIAN STIPERYOGYAKARTA2012

I. Acara: Teknik Pengukuran Debit dan Pengambilan Sampel AirII. Hari/Tanggal: Rabu, 6 Juni 2012III. Tujuan:1. Mengukur debit air dengan metode current meter.2. Mengukur debit air dengan metode bola pingpong.3. Mengetahui cara-cara pengambilan sampel air.IV. Dasar TeoriA. Kualitas airDalam usaha pemanfaatan air untuk irigasi haruslah memenuhi kriteria tepat jumlah, waktu, mutu dan ruang. Informasi tenteng mutu air irigasi berkaitan erat dengan kesesuaian air tersebut dan didalamnya terkandung sejumlah bahan-bahan baik yang terlarut maupun tidak terlarut. Bahan-bahan tersebut ada yang berpengaruh baik terhadap tanaman dan ada pula yang merupakan racun bagi tanaman, sehinggan akan mempengaruhi kelangsungan hidup tanaman serta selanjutnya akan berpengaruh pula pada produksi tanaman tersebut.Air yang mempunyai mutu jelek tidak hanya berpengaruh pada tanaman tetapi juga akan berpengaruh pada tanah. Penilaian mutu air irigasi secara umum ditentukan dari :a) Jumlah dan jenis bahan padat atau terbawa,b) Konsentrasi garam-garam yang terlarut,c) Perbandingan ion sodium (Na) terhadap ion magnesium (Mg) dan ion kalsium (Ca) serta besarnya konsentrasi ion karbonat (CO3) dan bikarbonat (HCO3) yang larut dalam air tersebut, dand) Konsentrasi yang bersifat racun bagi tanaman.B. Pengukuran DebitPengukuran debit dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu : pengukuran secara langsung dan tidak langsung. Masing-masing cara dapat dijelaskan sebagai berikut :a. Pengukuran LangsungPengukuran secara langsung dilakukan dengan cara volumetrik dan cara ambang ukur. Cara volumetrik merupakan cara yang paling sederhana, khususnya pada aliran kecil. Aliran dimasukkan pada bejana kecil atau bejana ukur kemudian dicatat waktunya untuk memenuhi tersebut, sehingga diperoleh debit (V/T).Cara ambang ukur digunakan untuk bangunan air yang mempunyai hubungan tertentu antara debit dengan tinggi muka air. Oleh karena itu, maka setiap bangunan air mempunyai rumus hubungan tertentu tergantung dari lebar (B), tinggi muka air (h) dan tetapan bentuk (n) maupun tetapan debitnya (K). Persamaan umum yang digunakan adalah:Q = K B hnAda dua macam metode pengukuran yang digunakan, yaitu :1. Pengukuran dengan PelampungPrinsip pengukuran dengan metode ini adalah kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung, luas penampang basah (A) ditetapkan berdasarkan pengukuran lebar permukaan air dan kedalaman air. Persamaan debit yang diperoleh adalah :Q = A x k x UKeterangan :Q = debit aliran (m3/dt)A = luas penampang basah (m2)U = kecepatan pelampung (m/dt)k = koefisien pelampung2. Pengukuran menggunakan current meterCurrent meter adalah alat untuk megukur kecepatan arus air yang secara prinsip pengukurannya terbagi dalam tiga sistem, yaitu :Salah satu jenis current meter yang dapat dibuat adalah pengukuran arus dengan arus velositas, dengan sistem kerja menghasilkan sinyal dari masing-masing putaran propeller yang terbuat dari bahan medan magnetik. Persamaan dari arus velositas adalah :

V = k.n + Dimana :V = Aliran velositas (m/s)k =pitch hidraulic dari propeller (m)n = revolusi propeller setiap detik= Karakteristik dari current meter *)*) dapat diperkirakan dengan melakukan pengujian secarathowing channel.Current meter dapat pula dibagi kedalam dua kategori berdasarkan metode pengukurannya. Kedua jenis current meter tersebut menurut adalah :1. Current meter dengan pengukuran non-otomatik,yaitu current meter dengan cara pengukuran atau perekaman data kecepatan arus yang harus dilakukan langsung oleh seseorang untuk membacanya, biasanya alat ini ditempatkan pada suatu struktur tertentu.2. Current meter dengan pengukuran otomatik,yaitu current meter yang merekam data kecepatan arus tanpa selalu harus langsung diperiksa oleh pengguna, Biasanya tipe ini memiliki sarana penyimpanan data yang cukup untuk jangka waktu pengukuran tertentu.

V.Alat dan Bahana. Alat 1. Current meter: 1 buah2. Roll meter: 1 buah3. Bola pingpong: 3 buah4. Botol sampel air: 2 buah5. Stik/Tongkat: 3 buah6. stopwatch: 1 buahb. Bahan1. Sampel air Selokan Mataram

VI. Cara Kerjaa. TeoritisPengukuran dengan Current Meter1. Mengukur kedalaman dan lebar sungai dengan menggunakan roll meter untuk mendapatkan luas penampang profil sungai.2. Memasang current meter pada stik.3. Mengukur debit aliran dengan menggunakan current meter pada 3 titik pengukuran (tepi kiri,tengah,dan tepi kanan). Pada tiap titik setelah terdengar suara tit pertama, hidupkan stopwatch 1 menit, mendengarkan suara tit pada alat penghasil bunyi.4. Mencatat berapa jumlah bunyi yang dihasilkan selama 1 menit, masukkan hasil pengamatan dalam tabel.5. Menghitung bunyi yang dihasilkan current meter kemudian dikonversi dari RPM ke satuan m/s.Rumus konversi dari rpm ke m/s pada current meter :v = x D x 10keterangan :v = Kecepatan aliranD= Diameter current meter.Pengukuran dengan menggunakan Bola Pingpong1. Mengukur jarak pada selokan mataram sepanjang 10 meter mengunakan roll meter.2. Menyiapkan stopwatch untuk menghitung waktu yang diperlukan bola pingpong dalam mencapai jarak 10 meter.3. Menghanyutkan bola pingpong kealiran sungai dengan jarak yang telah ditentukan dan menghitung waktunya.4. Mengulang percobaan sebayank 3 kali.5. Mengitung kecepatan tempuh bola pingpong.v = Keterangan : v = kecepatan bola pingpong, s = jarak yang ditentukan, t = waktu tempuh.b. SkematisPengukuran dengan Current meter1. Diukur kedalaman dan lebar sungai dengan menggunakan roll meter.2. Dipasang current meter pada stik.3. Diukur debit aliran dengan menggunakan current meter pada 3 titik pengukuran (tepi kiri,tengah,dan tepi kanan). Pada tiap titik setelah terdengar suara tit pertama, hidupkan stopwatch 1 menit, mendengarkan suara tit pada alat penghasil bunyi.4. Dicatat berapa jumlah bunyi yang dihasilkan selama 1 menit, masukkan hasil pengamatan dalam tabel.5. Dihitung bunyi yang dihasilkan current meter kemudian dikonversi dari RPM ke satuan m/s.Pengukuran dengan Bola Pingpong1. Diukur jarak pada selokan mataram sepanjang 10 meter mengunakan roll meter.2. Disiapkan stopwatch untuk menghitung waktu yang diperlukan bola pingpong dalam mencapai jarak 10 meter.3. Dihanyutkan bola pingpong kealiran sungai dengan jarak yang telah ditentukan dan menghitung waktunya.4. Diulang percobaan sebayank 3 kali.5. Dihitung kecepatan tempuh bola pingpong.

VII. Hasil Pengamatana. Kegiatan I ( Menghitung luas penampang )

0, 42 mAir

2, 94 m

Luas penampang profil sungai :A = P x L = 2,94 m x 0,42 = 1,235 m2b. Kegiatan II ( menghitung kecepatan dan debit air dengan current meter )PercobaanJumlah BunyiKecepatan

1110,57

2100,52

3110,57

1,66

Perhitungan :v = x D x 10 ( )D= Diameter current meter 0,1 meter= 3,14Percobaan 1v = x D x 10 ( )= 3,14 x 0,1 x 10 ( )= 0,57 Percobaan 2v = x D x 10 ( )= 3,14 x 0,1 x 10 ( )= 0,52 Percobaan 3v = x D x 10 ( )= 3,14 x 0,1 x 10 ( )= 0,57 Kecepatan rata-ratav. rerata = = = 0,55 Debit aliranQ= v. rerata x A= 0,55 x 1,235 m2= 0,68 c. Kegiatan III ( menghitung kecepatan aliran dan debit air dengan metode bola pingpong )PercobaanJarak (m)Waktu (detik)Kecepatan ()

11027,680,361

21027,330,365

31025,400,393

1,119

Perhitungan :Percobaan 1v = = = 0,361 Percobaan 2v = = = 0,365 Percobaan 3v = = = 0,393 Kecepatan rata-ratav. rerata = = = 0,373 Debit aliranQ= v. rerata x A= 0,373 x 1,235 m2= 0,460

38

VIII. PembahasanPraktikum yang dilaksanakan pada hari rabu, 6 Juni 2012 di selokan mataram ini bertujuan untuk mengetahui debit aliran air pada tempat tersebut. Metode yang digunakan ada 2 cara yaitu menggunakan alat current meter dan bola pingpong. Penggunaan current meter meter pada pada praktikum ini menggunakan sistempencacah putaran, yaitu current meter yang mernkonversi kecepatan sudut dari propeller atau baling-baling kedalam kecepatan linear. Pengukuran arus air pada current meter adalah dengan melihat arus velositas, dengan sistem kerja menghasilkan sinyal dari masing-masing putaran propeller yang terbuat dari bahan medan magnetik. Roda current meter pertama-tama disambungkan pada tongkatnya, lalu celupkan roda atau baling-baling tersebut dalam air, dan dihitung jumlah bunyi yang dihasilkan selama satu menit. Penampang profil sungai pada hasil pengamatan diperoleh 1,235 m2, untuk data pada kecepatan aliran dan debit aliran yang diukur menggunakan metode current meter, dengan pengukuran pada titik yang berbeda yaitu samping kanan, samping kiri, dan tengah, menunjukan angka yang berbeda. Untuk percobaan pertama dan ketiga menunjukan nilai kecepatan yang sama yaitu 0,57 m/s dengan jumlah bunyi yang dihasilkan dari current meter yaitu 11 (sebelas) bunyi dalam 1 (satu) menit. Sedangkan untuk percobaan ke 2 (dua) jumlah bunyinya adalah 10 dan kecepatan 0,52 m/s. Dari hasil pengamatan tersebut rata-rata kecepatannya adalah 0,55 m/s dan debit aliran di selokan mataram adalah 0,68 m3/s.Pengukuran menggunakan metode bola pingpong diperoleh kecepatan bola pingpong pada permukaan air pada percobaan pertama adalah 0,361 m/s, percobaan kedua 0,365 m/s, dan pada percobaan ketiga adalah 0,393 m/s. Rata-rata kecepatan aliran air adalah 0,373 m/s sedangkan debit airnya 0,460 m3/s.Kedua metode tersebut menghasilkan data yang berbeda dan dalam hal ini disebabkan dari metode yang digunakan juga berbeda, seperti pada metode bola pingpong yang mengikuti aliran air tidak kemudian lurus atau belok ke kiri ke kanan, sehingga waktu yang diperlukan lebih lama, dan menyebabkan nilai kecepatannya berbeda jika diukur meggunakan current meter. Jarak yang dilalui bola pingpong