LAPORAN TUGAS AKHIR PROSEDUR PENJUALAN CPO (CRUDE

Click here to load reader

  • date post

    05-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of LAPORAN TUGAS AKHIR PROSEDUR PENJUALAN CPO (CRUDE

PERKEBUNAN NUSANTARA VI (PERSERO) JAMBI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya
Disusun Oleh :
MUHAMMAD BACHTIAR
Lapangan yang telah disusun oleh :
Nama : Muhammad Bachtiar
PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VI
(PERSERO) JAMBI
Telah disetujui dan di sahkan sesuai prosedur, ketentuan dan kelaziman
yang berlaku, dalam ujian komprehensif dan laporan praktek kerja lapangan pada
tanggal yang tertera di bawah ini :
Disetujui Oleh :
Yuliusman, S.E., M.Si., Ak.,CA Alen Abdi Nugraha, S.Kom
NIP. 1971070219990310005 NIP. 609580
Ketua Program Studi Akuntansi
Dr. RATIH KUSUMAWATI, S.E.,M.M.,M.Si.,Ak.,CA
Laporan Magang dan Ujian Komprehensif Program Studi Akuntansi Program
Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, pada:
Hari : Selasa
TIM PENGUJI
M.Si., AK., CA
Yuliusman, S.E., M.Si. Ak.
M.Si., Ak., CA
M.Si., Ak., CA
Dr.H.Junaidi, SE., M.Si.
Penulisan laporan ini dilakukan pada PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero)
Jambi. Adapun judul dari laporan ini adalah ”PROSEDUR PENJUALAN CPO
(CRUDE PALM OIL) PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VI
(PERSERO) JAMBI”. Tujuan laporan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana
prosedur Penjualan CPO pada PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi
yaitu menggunakan metode FOB Shipping Point dan FOB Destination serta
mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan dua metode tersebut.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yaitu mengamati
langsung aktivitas atau kegiatan Penjualan CPO di PT. Perkebunan Nusantara VI
(Persero) Jambi. Metode pengumpulan data yang kedua adalah wawancara secara
langsung dengan pegawai dan kepala sub bagian pemasaran, dan studi pustaka
yaitu mempelajari dan mengumpulkan teori-teori dari buku yang ada
hubungannya dengan judul dan masalah yang di bahas di dalam laporan tugas
akhir untuk memperoleh data yang dapat dipergunakan untuk landasan teori yang
melengkapi isi laporan. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang
dilakukan penulis selama magang Prosedur Penjualan CPO di PT. Perkebunan
Nusantara VI (Persero) Jambi sudah berjalan cukup baik dan sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Kata Kunci : Prosedur Penjualan CPO (Crucude Palm Oil)
iv
ABSTRACT
The writing of this report was conducted at PT. Perkebunan Nusantara VI
(Persero) Jambi. The title of this report is ”PROCEDURE FOR SALES OF
CPO (CRUDE PALM OIL) IN PT. Plantation NUSANTARA VI (PERSERO)
JAMBI”. The purpose of this report is to explain how the procedure for selling
CPO at PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi, which uses the FOB
Shipping Point and FOB Destination methods and knows the advantages and
disadvantages of using these two methods. The data collection method used is
observation, namely observing directly the activities or activities of CPO Sales at
PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi. The second data collection
method is direct interviews with employees and the head of the marketing sub-
section, and literature study, namely studying and collecting theories from books
that have to do with the titles and problems discussed in the final project report to
obtain data that can be used. for a theoretical basis that complements the
contents of the report. Based on the results of observations and interviews
conducted by the author during the CPO Sales Procedure internship at PT.
Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi has been running quite well and in
accordance with the procedures established by the company.
Keywords: Sales Procedure CPO (Crucude Palm Oil)
v
Dengan ucapan puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat
Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat kesehatan, sehingga saya
dapat menyelesaikan laporan magang yang berjudul ”PROSEDUR
PENJUALAN CPO (Crude Palm Oil) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA
VI (PERSERO) JAMBI”. Tak lupa pula penulis panjatkan sholawat dan salam
kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang mana Syafaatnya yg kita
nantikan di yaumilkiyamah nanti. Skema penyusunan dan penyusunan laporan ini
untuk melengkapi tugas akhir dan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
Gelar Sarjana Ahli Madya (Amd) pada program Diploma III Ekonomi dan Bisnis
Universitas Jambi.
Dalam penyusunan laporan magang ini, penulis mendapat banyak
mendapat motivasi dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan
ini penulis ucapan terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc., Ph. D selaku Rektor Universitas
Jambi.
2. Bapak Dr. H. Junaidi, S.E., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Jambi.
3. Ibu Dra. Erida, M.Si selaku ketua program Diploma III Fakultas Ekonomi
dan Bsinis Universitas Jambi.
4. Ibu Dr. Ratih Kusumastuti, SE., M.M., M.S., Ak., C.A selaku ketua
program Akuntansi Program Diploma III fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Jambi.
5. Yuliusman, S.E., M.SI., Ak. selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir.
6. Bapak Muhammad Iswan Achir Selaku Direktur PT. Perkebunan
Nusantara VI Persero Jambi.
7. Bapak Rio Herman Selaku Kepala Bagian Pengadaan dan TI
vi
8. Bang Alen Abdi Nugraha yang telah mengajari banyak hal tentang
Akuntansi di excel dan di wesite PTPN VI
9. Ibu Erniati yang telah membimbing memberikan data yg sangat diperlukan
untuk penulisan laporan magang ini.
10. Bang Guruh, Bang Rismon, Bang Agus, Bang Ijan yang telah memberikan
arahan dan masukan supaya laporan magang ini lebih sempurna
11. Ibu Iim Bagian SDM PTPN VI yang telah memberikan bimbingan selama
penulis melakukan kegiatan magang.
12. Serta kepada seluruh staff dan karyawan PT. Perkebunan Nussantara VI
Persero Jambi yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Terimakasih atas pengalaman yang telah diberikan kepada penulis selama
melakukan kegiatan magang di PT. Perkebunan Nussantara VI Persero
Jambi.
13. Teristimewa dengan rasa hormat dan sembah sujud penulis tujukan kepada
Orang Tua penulis Bapak Widodo dan Ibu Jinah serta Kakak penulis
Wiwin Setyawati dan Siti Romadhoni. Terimakasih atas kasih sayang, doa
dan dukungan yang selalu diberikan kepada penulis selama ini.
14. Terimakasih juga penulis ucapkan kepada sahabat penulis PSAS Squad
yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat selama penulis
melakukan penelitian ini.
15. Terimakasih juga teruntuk calon teman hidup saya Dewi Fitrianasari yang
telah memberikan support untuk dapat menyelesaikan laporan magang ini.
16. Kepada teman - teman penulis yaitu Horas, Cherli, Cindia, Ibnu dan teman
teman Akuntansi A angkatan 2018 dan semua pihak yang telah membantu
selama penelitian bahkan dalam menyelesakan laporan magang ini yang
tidak dapat mendukung satu persatu.
vii
menyelesaikan laporan magang ini.
18. Terimakasih juga untuk anggota dan pengurus Organisasi HMI (Himpunan
Mahasiswa Islam) yang telah memberikan support untuk dapat
menyelesaikan laporan magang ini. Yakinkan Dengan Iman, Usahakan
Dengan Ilmu Sampaikan Dengan Amal, Yakusa Yakin Usah Sampai Gelar
Amd.
dapat menyelesaikan laporan magang ini.
Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal atas yang telah
diberikan, Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak keterbatasan yang
dimiliki, sehingga laporan magang ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritikan dan saran yang dibangun sangat diharapkan oleh penulis dan
bermanfaat nantinya.
1.3.1 Tujuan Penulisan .....................................................................................3
1.3.2 Manfaat Penulisan ...................................................................................3
1.4 Metode Penulisan ...........................................................................................4
1.4.1 Jenis Data ................................................................................................4
1.5.1 Waktu Magang ........................................................................................4
1.5.2 Lokasi Magang ........................................................................................4
1.6 Sistematika Penulisan ....................................................................................5
2.2.5 Cara Penjualan .....................................................................................12
2.3 Pengertian FOB (Free On Board) dan CIF(Cost, Insurance, Freight) ............15
2.3.1 Pengertian FOB (Free On Board) ..................................................... 15
2.3.1.1 Konsep Dasar FOB (Free On Board) .................................... 16
2.3.1.2 Jenis FOB (Free On Board) .................................................. 17
2.3.2 Pengertian CIF (Cost, Insurance, dan Freight) .................................. 18
2.3.2.1 Konsep Dasar CIF (Cost, Insurance, dan Freight).................. 18
2.4 Pengertian Holding Company .........................................................................19
2.4.1 Ciri-Ciri Holding Company ...................................................................19
2.4.2 Tujuan Holding Company ......................................................................19
2.4.3 Manfaat Holding Company ....................................................................20
3.1.3 Visi dan Misi Perusahaan .....................................................................25
3.1.4 Tujuan Perusahaan ...............................................................................26
3.1.5 Sasaran Perusahaan ..............................................................................26
3.1.6 Budaya Perusahaan ..............................................................................26
3.1.9 Anak Perusahaan ..................................................................................32
3.2.1 Perhitungan Akuntansi Penjualan CPO ...............................................36
3.2.1.1 FOB Destination ...............................................................................36
xii
Struktur Organisasi PTPN VI ...............................................................................28
Penjualan CPO FOB Shipping Point.....................................................................41
Lampiran 2 Dokumentasi Kegiatan Magang
Lampiran 3 Daftar Riwayat Hidup
1
Indonesia merupakan Negara yang termasuk dalam kategori Negara
Agraria, di mana Negara ini kaya akan lahan pertaniannya hal ini dapat dilihat
dari jumlah penduduknya yang kebanyakan bekerja pada sektor pertanian hal ini
juga dapat dilihat ketika zaman pemerintahan Presiden Soeharto dimana Bangsa
Indonesia pernah menjadi Negara Swasembada Pangan.
Adapun Salah satu dari beberapa tanaman yang di swasembadakan di
indonesia yakni dari golongan palma, yakni jenis tanaman yang dapat
menghasilkan minyak yaitu sawit (Elaeis Qiuneensis Jack), tanaman sawit ini
berasal dari Afrika dan Amerika. Tanaman ini masuk dan baru di tanam secara
komersil di indonesia pada tahun 1911. Komoditas kelapa sawit merupakan
komoditas perkebunan yang strategis dan memiliki prospek pengembangan yang
cukup cerah sebagai penghasil devisa negara melalui ekspor prodak olah nya
dalam bentuk minyak sawit mentah CPO (Crude Palm Oil), dan Inti Sawit (Palm
Kernel), (Sastro Sayono, 2003).
petani sekaligus memberikan kesempatan kerja yang lebih luas. Namun kehidupan
dunia usaha (Bisnis) tidaklah selamanya bersifat statis (tetap), melainkan siklus
kehidupan dunia usaha selalu berubah dan berkembang dinamis, adakalamya
harga minyak dunia naik dan turun. Jambi Contoh-nya komoditas pertanian
terbesar yang akan menjadi prodak ekspor yakni dari jenis tanaman kelapa sawit
yang di olah menjadi CPO (Crude Palm Oil), dan Minyak Inti Sawit (Palm
Kernel), tentu jika harga penjualan CPO (Crude Palm Oil), dan Minyak Inti
Sawit (Palm Kernel), baik ataupun turun sudah pasti akan sangat berpengaruh dan
dirasakan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam usaha tersebut baik itu petani
maupun perusahaan yang mengolah kelapa sawit.
Realisasi penjualan tahun 2019 menurun sebesar 22,20% atau dengan
capaian Rp1.105.490 juta dibandingkan penjualan tahun 2018 yang berjumlah
2
Rp1.420.939 juta. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh menurunnya nilai
penjualan CPO, sebagai dampak dari turunnya harga CPO sebesar 4.60%
menjadi Rp. 6.952 di tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya Rp7.287,-.
Selama 5 (lima) tahun 2015 - 2019, nilai penjualan mengalami penurunan rata-
rata 13.24%.
Produksi minyak sawit pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar
6,04% atau sejumlah 7.851 ton dari tahun 2018 sebesar 130.005 ton yang
disebabkan oleh penurunan produksi TBS inti sebesar 6,71%. Produktivitas
Minyak Sawit Kebun Inti pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 9,94%
dibandingkan tahun 2019 atau turun sejumlah 7.393 ton di bawah tahun 2018
(124.761 Ton). Penurunan Produktivitas ini disebabkan menurunnya produktivitas
minyak sawit pada tahun 2019 (4,35 ton/ha) dibandingkan tahun 2018
produktivitas minyak sawit kebun inti.
Selama periode tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 (5 tahun) laba
bersih mengalami pertumbuhan sebesar 21,08%. Penurunan laba pada tahun 2019
sebesar 94,47% dibanding perolehan laba bersih tahun sebelumnya disebabkan
oleh turunnya harga jual komoditi terutama kelapa sawit yaitu minyak sawit dan
inti sawit masing-masing sebesar 1,08% dan 30,20% serta penurunan volume
penjualan minyak sawit dan inti sawit masing-masing sebesar 3,76% dan 3,37%.
Produksi dan produktivitas TBS kebun sendiri mengalami penurunan masing-
masing sebesar 6,14% dan 10,32% dibandingkan tahun 2018 serta produksi
Minyak Sawit kebun inti juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018
sebesar 5,93%.
Tantangan utama yang dihadapi oleh PTPN VI pada tahun 2019 adalah
fluktuasi harga, tingginya tingkat persaingan pasar komoditi dan kemarau
panjang. Secara umum pada tahun 2019 terjadi penurunan produksi Minyak sawit
yang disebabkan oleh: (a.) Minyak Sawit dari TBS kebun inti turun sebesar 5,94
% dibandingkan tahun 2018. (b.)Inti Sawit kebun inti turun 10,65% dibandingkan
tahun 2018. (c.) TBS kebun inti turun sebesar 6,14 %. (d.) Pada tahun 2019
PTPN VI mengalami penurunan produksi dan produktivitas komoditi namun
dikarenakan fluktuasi harga dan tingginya tingkat persaingan pasar komoditi,
PTPN VI hanya mampu memperoleh laba sebesar Rp4,18 Milyar. Dalam periode
3
5 tahun (2015–2019) total assets meningkat rata-rata 3,5%. Total assets tahun
2019 meningkat 3,81% dibanding tahun 2018.
Dari gambaran dan keterangan di atas, maka penulis mengambil judul
mengenai “PROSEDUR PENJUALAN CPO (CRUDE PALM OIL) PADA PT.
PERKEBUNAN NUSANTARA VI (PERSERO) JAMBI”.
1.2 Masalah Pokok Laporan
1. Bagaiman Prosedur Penjualan CPO pada PT Perkebunan Nusantara VI
(Persero) Jambi.
2. Apa kelebihan dan kekurangan Penjualan CPO pada PT Perkebunan
Nusantara VI (Persero) Jambi.
1.3 Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan penulis laporan magang pada PT Perkebunan Nusantara VI
(Persero) Jambi adalah sebagai berikut :
1. Untuk menjelaskan bagaimana prosedur prosedur penjualan CPO pada PT
Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi.
2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan Penjualan CPO pada PT
Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi.
1.3.2. Manfaat
mengenai prosedur penjualan CPO pada PT Perkebunan Nusantara VI
(Persero) Jambi.
2. Bagi instansi perusahaan, hasil laporan ini berguna sebagai masukan
bagi PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi, ataupun sebagai
literature untuk mengetahui bagaimana prosedur penjualan CPO.
3. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi akuntansi
4
oleh penulis secara langsung melalui obyek penelitian dengan
melakukan wawancara dengan Kasubag dan pegawai kantor PT
Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi.
2. Data Sekunder
secara tidak langsung melalui media perantara. Data sekunder yang
diperoleh dengan cara mempelajari dan membaca buku-buku ataupun
browsing di internet yang ada kaitannya dengan judul yang ditulis.
1.4.2 Metode Pengumpulan Data
laporan ini.
karyawan PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi yang
berkaitan dengan kegiatan penjualan CPO.
1.5 Waktu dan Lokasi Magang
1.5.1 Waktu Magang
sampai dengan 08 April 2021 yang telah ditetapkan.
1.5.2 Lokasi Magang
Lokasi magang yaitu di PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi,
yang beralamat di Jl. Lingkar Barat Paal X, Kenali Asam Bawah, Kota Baru,
Jambi, Indonesia, Kode Pos 36128.
5
Dalam penulisan laporan ini sangat diperlukan adanya susunan atau
sistematika yang akan dibahas. Sistematika tersebut dimaksudkan agar dalam
laporan dapat diuraikan dengan jelas dan terarah. Dalam laporan ini dibagi
menjadi IV (empat) BAB yang setiap BAB nya terbagi lagi menjadi beberapa sub
BAB yaitu :
Bab ini menjelaskan mengenai Latar Belakang, Masalah Pokok Laporan, Tujuan
Penulisan dan Manfaat Penulisan, Metode Penulisan, Waktu dan Lokasi Magang
serta Sistematika Penulisan.
Bab ini menyajikan defenisi-defenisi dari beberapa ahli dan kerangka teoritis yang
dapat mendukung penulisan laporan ini.
BAB III PEMBAHASAN
Bab ini berisikan analisis/evaluasi terhadap data awal yang dikemukakan dalam
bab II, memuat hal-hal berikut :
Gambaran umum perusahaan, Visi dan Misi, Motto, Nilai Kerja, Struktur
Organisasi
Identifikasi dan evaluasi masalah pada bab 1, berdasarkan landasan teori yang
ada di bab II
BAB IV KESIMPULAN dan SARAN
Berisikan kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis/evaluasi di bab III dan
saran-saran yang diajukan sesuai dengan kesimpulan tersebut.
6
Definisi prosedur menurut Baridwan yang dikutip dari pendapat W Gerald
Cole, “Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan Karen (klerikal), biasanya
melibatkan beberapa orang dalam suatu kegiatan atau lebih disusun untuk
menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi yang sering terjadi”,
(Baridwan. 2010). Sedangkan menurut mulyadi, “Prosedur adalah suatu urutan
kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang di dalam suatu departemen
atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi
yang terjadi berulang-ulang”, (Mulyadi.2010).
Maka berdasarkan dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan
bahwa prosedur merupakan suatu urutan pekerjaan yang tersusun dari awal hingga
akhir dan biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian departemen
atau lebih sesuai dengan bagiannya masing-masing, yang disusun untuk menjamin
penanganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi
berulang-ulang.
berikut:
2. Prosedur mampu menciptakan adanya pengawasan yang baik dan
menggunakan biaya seminimal mungkin.
4. Prosedur menunjukan adanya penetapan keputusan dan tanggung
jawab.
sebagai berikut:
2. Mengubah pekerjaan berulang-ulang menjadi rutin dan terbatas,
sehingga menyederhanakan pelaksanaan dan untuk selanjutnya
mengerjakan yang seperlunya saja.
3. Adanya suatu petunjuk atau program kerja yang jelas dan harus
dipatuhi oleh seluruh pelaksanaan.
efisien.
pengawasan, bila terjadi penyimpanan akan dapat segera diadakan
perbaikan-perbaikan sepanjang dalam tugas dan fungsinya masing-
masing.
Menurut Swastha (2002:9) penjualan adalah suatu bagian dari promosi dan
promosi adalah satu bagian dari program pemasaran secara keseluruhan. Menurut
Assauri (2004:23) kegiatan penjualan merupakan kegiatan pelengkap atau
suplemen dari pembeli untuk memungkinkan terjadinya transaksi. Jadi, kegiatan
pembelian dan penjualan merupakan satu kesatuan untuk dapat terlaksana suatu
transaksi. Menurut Kotler (2001:457)penjualan merupakan sebuah proses dimana
kebutuhan pembeli dan kebutuhan penjualan terpenuhi, melalui pertukaran antar
informasi dan kepentingan. Menurut Raharti (2002:21)menyatakan bahwa
penjualan adalah realisasi transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli.
Penjual mempunyai komoditas yang ditawarkan kepada pembeli, dan pembeli
mempunyai kemampuan untuk melakukan pengorbanan berupa alat penukar.
Selling adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mencari pembeli,
mempengaruhi dan memberi petunjuk agar pembeli dapat menyesuaikan
kebutuhannya dengan produk yang ditawarkan serta mengadakan perjanjian
mengenai harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak
Moekijat(2003:488). Daridefinisi diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan
bahwa penjualan adalah merupakan suatu usaha seseorang untuk menyampaikan
sesuatu barang atau jasa kepada pembeli atau konsumen.
8
cukupbanyak produk perusahaan kecuali jika perusahaan tersebut melakukan
usaha penjualan dan promosi dalam skala besar. Kotler dan Amstro, (2008:22).
Konsep ini mengasumsikan bahwa :
harus dibujuk untuk membeli.
2. Perusahaan memiliki banyak sekali alat penjualan dan promosi yang
efektif untuk merangsang lebih banyak pembelian.
Chandra (2002:225) menjelaskan bahwa penjualan dapat dikelompokkan menjadi
4 macam,yaitu:
menekankan penambahan distribusi atau pelanggan baru.
2. Tujuan distributor-support.
distributor grosir maupun eceran dalam rangka menerapkan strategi
pemasaran.
efektif melalui kejujuran penjualan regular dalam rangka menyediakan
informasi lainnya kepada distributor.
yang lebih menguntungkan dan produk komplementer lainnya kepada
distributor.
Perusahaan, dalam menghasilkan barang/jasa, mempunyai tujuan akhir yaitu
menjual barang/jasa yersebut kepada masyarakat. Oleh karena itu, penjualan
9
memegang peranan penting bagi perusahaan agar produk agar produk yang
dihasilkan oleh perusahaan dapat terjual dan memberikanpenghasilan bagi
perusahaan. Penjualan yang dilakukan oleh perusahaan bertujuan untuk menjual
barang/jasa yang diperlukan sebagai sumber pendapatan untuk menutup semua
ongkos guna memperoleh laba.
maksimum bagi perusahaan.
Rangkuti (2009:207) bahwa volume penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan
secarakuantitatif dari segi fisik atau volume atau unit suatu produk. Volume
penjualan merupakan suatu yang menandakan naik turunnya penjualan dan dapat
dinyatakan dalam bentuk unit, kilo, ton atau liter.
Volume penjualan meruapakan jumlah total yang dihasilkan dari kegiatan
penjualan barang. Semakin besar jumlah penjualan yang dihasilkan perusahaan,
semakin besar kemungkinan laba yang akan dihasilkan perusahaan. Oleh karena
itu volume penjualan merupakan salah satu hal penting yang harus dievaluasi
untuk kemungkinan perusahaan agar tidak rugi. Jadi volume penjualan yang
menguntungkan harus menjadi tujuan utama perusahaan dan bukannya untuk
kepentingan volume penjualan itu sendiri.
Terdapat beberapa indikator dari volume penjualan yang dikutip dari Philip Kotler
oleh Basu Swastha (2008: 404) yaitu:
1. Mencapai volume penjualan
10
Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa volume penjualan adalah
total penjualan yang dinilai dengan unit oleh perusahaan dalam periode
tertentuuntuk mencapai laba yang maksimal sehingga dapat menunjang
pertumbuhan perusahaan.
mempunyai tiga tujuan dalam penjualan, yaitu:
1. Mencapai volume penjualan tertentu.
2. Mendapatkan laba tertentu.
3. Menunjang pertumbuhan perusahaan.
Usaha-usaha untuk mencapai ketiga tujuan tersebut tidak sepenuhnya hanya
dilakukan oleh pelaksana penjualan atau para tenaga penjualan, akan tetapi dalam
hal ini perlu adanya kerja sama dari beberapa pihak diantaranya adalah
fungsionaris dalam perusahaan seperti bagian dari keuangan yang menyediakan
dana, bagian produksi yang membuat produk, bagian personalia yang
menyediakan tenaga kerja.
Basu Swasta (2001:11) mengelompokkan jenis-jenis penjualan sebagai berikut:
1. Trade selling.
besar mempersilakan pengecer untuk berusaha memperbaiki distribusi
produk mereka. Hal ini melibatkan para penyalur dengan kegiatan
promosi, peragaan, persediaan dan produk baru.
2. Missionary Selling.
membeli barang – barang dari penyalur perusahaan.
3. Technical Selling.
nasihat kepada pembeli akhir dari barang dan jasa.
11
seperti halnya yang dilakukan perusahaan asuransi.
5. Responsive Selling.
permintaan pembeli melalui route driving and retailing. Jenis penjualan
ini tidak akan menciptakan penjualan yang besar, namun terjalinnya
hubungan pelanggan yang baik yang menjurus pada pembelian ulang.
Selain dari jenis-jenisnya juga terdapat bentuk-bentuk dari pada penjualan antara
lain:
pembeli.
diatas satu bulan.
4. Penjualan Ekspor.
yang mengimpor barang yang biasanya menggunakan fasilitas letter of
credit.
kepada penjual.
pedagang perantara yang menjadi perantara pabrik atau importir dengan
pedagang eceran.
calon pembeli atau pelanggannya. Penjualan langsung semacam ini dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu :
a. melalui penjualan toko.
2. Penjualan tidak langsung
pembeli secara tatap muka. Namun pada kenyataannya, ada perubahan
dalam "penjualan" yang dilakukan oleh staf penjualan, yaitu tidak ada
individu atau staf penjualan yang digunakan. Penjualan tidak langsung
meliputi: surat / pos penjualan, penjualan telepon, penjualan otomatis
2.2.6 Langkah-langkah Dalam Proses Penjualan
Menurut Philip Kotler dialih bahasakan oleh Drs. Alexander
Sindoro langkah-langkah dalam proses penjualan meliputi:
a. Memilih Prospek dan Menilai Langkah pertama dalam proses penjualan
adalah memilih prospek prospecting, yaitu mencari siapa yang dapat
masuk sebagai pelanggan potensial. Tenaga penjual perlu mengetahui cara
menilai prospek qualify artinya cara mengenali calon yang baik dan
menyisihkan calon yang jelek. Prospek dapat dinilai dengan meneliti
kemampuan keuangan, volume bisnis, kebutuhan spesial, lokasi dan
kemungkianan untuk tumbuh.
penjual sebaiknya mempelajari sebanyak mungkin mengenai organisasi
apa yang dibutuhkan, siapa yang terlibat dalam pembelian dan pembelinya
13
istilah prapendekatan. Wiraniaga sebaiknya menetapkan tujuan kunjungan
yang mungkin untuk menilai calon, mengumpulkan informasi, atau
membuat penjualan langsung.
yang baik.…