Laporan sujarwo

download

of 9

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Food
  • view

    58
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Laporan sujarwo

transcript

  • 1. 1PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN GAYABELAJAR TERHADAP HASIL BELAJARSujarwo, Delnitawatie-mail: sujarwoumnaw@gmail.comFakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muslim Nusantara (UMN) Al-WashliyahJl. SM.Raja/Garu II No. 93 Medan 20147AbstrakTujuan penelitian adalah untuk memperoleh data, informasi tentang pengaruh metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar. Target penelitian adalah diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Metode penelitian adalah eksperimen dengan disain faktorial 2 x 2. Hasil penelitian; hasil belajar siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada metode berbasis masalah. Hasil belajar siswa yang memiliki gaya visual dengan metode pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki gaya belajar Auditorial yang dengan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah.Kata kunci: metode pembelajaran, gaya belajar.A. Pendahuluan1. Latar BelakangPendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut bisa tercapai apabila siswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik. Beberapa faktor diantaranya yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan metode-metode yang tepat, dan cara disukai peserta didik pada saat belajar.Ketidaksesuaian beberapa faktor di atas dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa penguasaan siswa terhadap kompetensi mata pelajaran yang dibelajarkan masih rendah. Dari beberapa pelajaran yang dibelajarkan di sekolah salah satunya adalah mata pelajaran Fisika. Fisika merupakan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk menunjang keberhasilan belajar dalam menempuh pendidikan lebih lanjut.Faktor-faktor yang dimaksud di atas diantaranya adalah seperti kurangnya pemahaman, penguasaan materi pelajaran, cara penyajian pelajaran yang kurang/tidak sesuai, siswa kurang menyukai pelajaran itu sendiri serta daya intelegensi yang rendah. Tetapi umumnya faktor-faktor di atas juga dipengaruhi oleh gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa berperan sebagai saringan untuk pembelajaran, pemrosesan dan komunikasi. Oleh sebab itu, pembelajaran Fisika yang umumnya dikenal sulit bagi siswa membutuhkan tipe gaya belajar yang tepat sesuai dengan metode pembelajaran agar mata pelajaran Fisika lebih disukai dan memicu kreativitas belajar yang akhirnya akan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.

2. 2Berdasarkan uraian di atas, bahwa salah satu faktor penting yang diduga menyebabkan rendahnya hasil belajar Fisika adalah gaya belajar siswa yang tidak sesuai dengan ragam metode pembelajaran di kelas. Untuk mengetahui apakah kesesuaian ragam metode pembelajaran dan gaya belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar Fisika. Untuk melihat pengaruhnya, maka perlu untuk dilakukan penelitian dengan judul pengaruh metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar.2. Rumusan Masalaha) Apakah terdapat pengaruh antara metode pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran berbasis masalah?b) Apakah terdapat pengaruh antara siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif yang memiliki gaya belajar visual dan siswa belajar dengan metode pembelajaran berbasis masalah yang memiliki gaya belajar visual?c) Apakah terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar?3. Hipotesis DeskriptifAdapun hipotesis penelitian ini sebagai berikut :a) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif dan siswa yang belajar dengan metode berbasis masalah.Hasil belajar siswa yang dengan metode pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dengan metode pembelajaran berbasis masalah.b) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang dengan metode pembelajaran kooperatif yang memiliki gaya belajar visual dan siswa belajar dengan metode pembelajaran berbasis masalah yang memiliki gaya belajar visual.Hasil belajar siswa yang dengan metode pembelajaran kooperatif memiliki gaya belajar visual lebih tinggi daripada hasil siswa yang belajar dengan metode pembelajaran berbasis masalah yang memiliki gaya belajar visual.c) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar Fisika.4. Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:a) Pengaruh antara metode pembelajaran kooperatif dan berbasis masalah?b) Pengaruh antara siswa yang belajar dengan metode pembelajaran kooperatif yang memiliki gaya belajar visual dan siswa dengan metode pembelajaran berbasis masalah yang memiliki gaya belajar visual?c) Interaksi antara metode pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran berbasis masalah? 3. 3B. Tinjauan Pustaka1. Pengertian BelajarPendidikan merupakan sarana untuk belajar. Secara formal, setiap individu belajar melalui berbagai interaksi sebagaimana ia berinteraksi dengan guru, teman sebaya, lingkungan dan sebagainya. Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. Pengetahuan, keterampilan, kegemaran dan sikap serta perkembangan disebabkan belajar. Jika dapat diasumsikan, dalam diri individu terjadi suatu proses yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. Memang, proses belajar sangat sulit diamati.Proses belajar yang terjadi antara guru dan siswa akan memberikan implikasi terhadap perkembangan, baik kognitif, afektif maupu psikomotorik. Yang pada awalnya siswa belum mengetahui tentang suatu konsep, tetapi setelah dipelajari siswa menjadi mengetahui tentang suatu konsep. Seperti yang dinyatakan oleh Gredler (1991) bahwa belajar adalah proses seseorang dalam memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap. Sedangkan menurut Santoeso (2000), Belajar adalah proses perubahan yang terus menerus terjadi dalam diri individu yang tidak ditentukan oleh keturunan, tetapi lebih banyak ditentukan oleh faktor-faktor dari luar. Hal dapat berarti bahwa interaksi yang terjadi secara terus menerus antara siswa dan guru akan mempengaruhi perubahan yang terjadi pada diri siswa. Santrock (2007), mendefinisikan belajar (learning) sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan dan keterampilan berpikir yang diperoleh melalui pengalaman. Sedangkan menurut Asma (2006), kegiatan belajar merupakan kegiatan yang terselenggara secara pribadi dan merupakan proses sosial yang terjadi ketika masing-masing individu berinteraksi satu sama lain dan membangun sebuah pengertian pengetahuan bersama.Belajar eksakta dapat dilakukan secara berurutan (sequential), terencana dan sistematik (teratur). Belajar Fisika secara langsung menghubungkan motivasi positif dan belajar Fisika merupakan pembelajaran yang disesuaikan dengan perbedaan-perbedaan individu setiap siswa. Oleh karena itu, pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Pembelajaran berupaya untuk mengubah masukan siswa yang belum terdidik menjadi terdidik, yang belum memiliki pengetahuan tentang sesuatu memiliki pengetahuan tentang sesuatu. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan adanya proses belajar pada diri siswa sehingga Fisika adalah berpikir dan berbuat atau mengerjakan Fisika.Dari beberapa pengertian belajar di atas dapat disimpulkan bahwa merupakan usaha sadar yang berproses dan berkesinambungan yang dilakukan individu dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dalam memperoleh tujuan yang diniatkan. sehingga belajar memiliki karakteristik (1) menunjukkan suatu aktivitas diri siswa baik disadari ataupun tidak, (2) belajar merupakan interaksi terhadap lingkungan baik secara visual, auditorial dan kinestetik, (3) dan hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku.2. Pengertian Hasil BelajarBelajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisa dipisahkan. Dua konsep tersebut dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. 4. 4Hal ini seiring dengan apa yang kemukakan oleh Sudjana (2004:22), bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Selain itu, menurut Gagne dan Driscoll (1988:36) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa sebagai akibat perbuatan belajar dan dapat diamati melalui penampilan siswa.Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa melalui proses belajar mengajar dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan tes hasil belajar Fisika.3. Pengertian Metode PembelajaranMenurut Sudjana (2005:76) metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Sedangkan menurut Sutikno (2009: 88) menyatakan, Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan.a. Metode Pembelajaran KooperatifMenurut Slavin pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok - kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi guru. Smith dan Gregor (1992) mendefinisikan cooperative learning sebagai the most carefully structured end of collaborative learning contiunuum (Ravenscroft, 1995). Johnson, Johnson dan Holubec 1994) mendefinisikan cooperative learning sebagai the instructional use of small groups so that students work together to maximize their own and each others learning (Phipps et al., 2001).b. Metode Pembelajaran Berbasis MasalahPenyampaian materi dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah memungkinkan menggunakan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan seperti halnya pelajaran Fisika yang terkait dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai yang dikemukakan Abbas, (2000: 12) menyatakan bah