Laporan Sosialisasi Pilpres [a4]

download Laporan Sosialisasi Pilpres [a4]

of 19

  • date post

    23-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    897
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Sosialisasi Pilpres [a4]

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN SOSIALISASI DAN PENYAMPAIAN INFORMASI hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN KABUPATEN LABUHANBATU 2009 vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg hjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbn mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAANSOSIALISASI DAN PENYAMPAIAN INFORMASI PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN KABUPATEN LABUHANBATU 2009

A. PENDAHULUAN Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 adalah Pemilu untuk memilih pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat Indonesia. Pilpres 2009 merupakan Pilpres kedua di era Reformasi. Pelaksanaannya diatur melalui Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008. Berdasarkan pengalaman dari rangkaian penyelenggaraan Pemilu sebelumnya di Kabupaten Labuhanbatu yang dimulai dari Pemilu Legislatif 2004 sampai dengan Pemilu Legislatif 2009, diketahui bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk hadir ke TPS adalah rata-rata 71 persen. Angka ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat Labuhanbatu yang menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif 2004 berjumlah 70,95 persen. Kemudian disusul dengan Pilpres 2004 Putaran Pertama berjumlah 74,28 persen, dan Pilpres 2004 Putaran Kedua berjumlah 72,54 persen. Sedangkan pada pelaksanaan Pilkada Bupati 2005 tingkat partisipasi masyarakat Labuhanabatu 71,78 persen dan Pilgubsu 2008 sebesar 66,21 persen. Terahir, pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 yaitu sebesar 73,82 persen. Berdasarkan pengalaman dari hasil penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009 ini pula, diketahui bahwa pemilih terdaftar laki-laki yang memiliki tingkat partisipasi terendah terdapat di Kecamatan Rantau Utara yakni sekitar 35,89 persen di kecamatan ini yang tidak menggunakan hak pilihnya. Sedangkan kecamatan yang memiliki pemilih terdaftar laki-laki dengan tingkat partisipasi yang besar terdapat di Silangkitang dan Marbau yaitu sekitar 20 persen saja yang tidak menggunakan hak pilihnya. Khusus bagi pemilih perempuan yang memiliki tingkat partisipasi tertinggi dalam menggunakan hak pilihnya yaitu terdapat di Kecamatan Silangkitang yakni sekitar 81,13 persen dari jumlah pemilih perempuan terdaftar yang menggunakan hak pilihnya, sedangkan pemilih perempuan dengan tingkat partisipasi terendah terdapat di Kecamatan Panai Hilir yakni sekitar 65,25 persen. Artinya sekitar 18,97 persen pemilih perempuan di Kecamatan Silangkitang pada Pemilu Legislatif 2009 yang tidak menggunakan hak pilihnya. Demikian juga dengan di Kecamatan Panai Hilir sekitar 34,75 persen yang tidak menggunakan hak pilihnya. Hasil investigasi yang dilakukan oleh TePI Indonesia terhadap beberapa pemilih sebagai sampel, para pemilih pada Pemilu Legislatif 2009 yang tidak menggunakan hak pilihnya ini mengaku masih bingung dalam menentukan pilihan walaupun telah mengenal calon, selain itu kebingungan juga dikarenakan ukuran surat suara yang cukup besar. Alasan lain yang diutarakan oleh pemilih laki-laki tidak menggunakan hak pilihnya disebabkan karena kesibukan urusan ekonomi. Sebut saja seperti pengakuan yang disampaikan oleh pemilih laki-laki berprofesi sebagai abang beca di Rantau Utara yang mengaku lebih mengutamakan kepentingan mengejar setoran. Ada juga yang mengaku lebih disibukkan antar jemput sewa langganan. Demikian juga hal nya dengan pemilih yang berprofesi sebagai parepas (agen) bus dan juga pemilih yang berprofesi sebagai paragat (penyadap) tuak juga lebih mementingkan urusan

ekonomi. Pengakuan lainnya juga seperti ada pemilih yang terlambat bangun atau kesiangan karena semalaman begadang atau jaga malam. Disalah satu lapo tuak, seorang pemilih mengaku bingung bukan karena persoalan ukuran surat suara, melainkan bingung karena banyaknya caleg yang datang menemuinya dan rata-rata minta didukung. Selain itu, ada juga pemilih yang satu hari sebelum hari H pergi merantau sebagai kuli karena dapat pekerjaan borongan. Kebingungan dalam memilih juga ditunjukkan oleh pemilih perempuan. Berdasarkan data inestigasi yang diperoleh dari Kecamatan Panai Hilir penyebab rendahnya partisipasi pemilih kaum perempuan pada Pemilu Legislatif 2009 lalu dikarenakan kejemuan terhadap janji-janji muluk yang disampaikan oleh para caleg, serta kurangnya informasi tentang pentingnya untuk memilih dan ditambah lagi tingkat pendidikan dan SDM yang minim. Kaum Hawa didaerah pantai ini berpendapat tidak ada artinya memilih dan tidak memiliki pengaruh yang dapat dirasakan secara langsung. Intinya, alasan umum yang dikemukakan oleh pemilih kaum hawa ini lebih mengutamakan urusan dapur dan mengurus rumah tangga, serta membantu kerja suami. Pengalaman diatas yang menjadi salah satu dasar bagi Komite Pemilih (TePI) Indonesia Labuhanbatu Sumatera Utara untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Hal ini sesuai dengan kegiatan dari program kerja jangka pendeknya yaitu mengawal proses pembentukan pemerintahan dan parlemen yang kuat, bersih, berpihak pada kepentingan publik melalui pengawasan, pemantauan dan pendidikan bagi pemilih menghadapi Pemilu 2009. Dalam rangka mewujudkan arah kebijakan program jangka pendek ini, TePI Indonesia melalui beberapa kegiatan seperti Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih melakukan kegiatan sosialisasi dan penyampaian informasi pemilu untuk pemilih khususnya kepada kalangan pemilih ditingkatan grass root yang sulit terjangkau oleh pihak penyelengara Pemilu. Kegiatan Sosialisasi dan Penyampaian Informasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ini bukan hanya sekedar menghimbau masyarakat untuk hadir memberikan hak pilihnya ke TPS pada 8 Juli ataupun mengajari tata cara mencontreng yang benar, melainkan melihat dan mengetahui secara detail tingkat pengetahuan masyarakat, pengenalan terhadap pasangan calon, jenis dan kriteria pemberian tanda pada surat suara, serta kesiapan masyararakat pemilih terhadap Pilpres 2009. Namun secara umum tujuan dilaksanakannya Sosialisasi dan Penyampaian informasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ini antara lain : Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemilu dalam membangun kehidupan demokrasi di Indonesia; Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang tahapan dan program Pemilu Presiden dan Wakil Presiden; Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang beberapa hal teknis dalam menggunakan hak politik dan hak pilihnya dengan benar; Meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya pemilih untuk berperan serta dalam setiap tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden; dan Meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan sebagai target capaian dari kegiatan ini, adalah : Tersebar luasnya informasi mengenai tahapan dan program penyelenggaraan Pilpres masyarakat secara integral / terpadu dengan mengikut sertakan stakeholder KPU; Tersebarluasnya tema dan materi informasi tentang Penyelenggara Pilpres Presiden kepada seluruh jajaran KPU dan stakeholder KPU; Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemilu dalam

membangun kehidupan demokrasi di Indonesia; Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang tahapan dan program Pilpres; Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang beberapa hal teknis dalam menggunakan hak politik dan hak pilihnya dengan benar; dan meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya pemilih untuk berperan serta dalam setiap tahapan Pilpres; serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya pada Pilpres. Kendatipun sekilas dilihat mengenai tehnik tata cara pemberian suara pada Pilpres 2009 nanti jauh lebih gampang dari pemilu sebelumnya, namun permasalahan sebenarnya adalah bukan semata hanya tata cara pemberian suara pada surat suara sebab banyak ditemukan temuan-temuan yang akan disebutkan nantinya dibawah ini. B. PELAKSANAAN 1. Pelaksana Sosialisasi dan Penyampaian Informasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ini dilaksanakan oleh Komite Pemilih (TePI) Indonesia Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. 2. Peserta sebagai Penerima Manfaat Peserta sebagai Penerima Manfaat Sosialisasi dan Penyampaian Informasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah para masyarakat pemilih yang terdapat di perkotaan dan pedesaan yang berjumlah sebanyak 400 peserta yang terdiri dari berbagai komunitas yang dimungkinkan sulit tersentuh oleh KPU, seperti : Jenis Komunitas Miskin Kota Keterangan Abang Becak Petugas Parkir Pedagang Buku Emperan Pedagang Es Campur Pedagang Asesories Pedagang Kaset Kaki Lima Pedagang Pakaian Kaki Lima Buruh Toko Kuli Bangunan Komunitas Lapo Tuak Komunitas Warung Emperan Penggali Kuburan / Juru Kunci Pemilih Lansia Janda Tak Berpenghasilan Ibu Rumah Tangga Pekerja dan Pelanggan Bengkel Motor Petani Bersengketa dengan Perkebunan Kelompok Mahasiswa Buruh Harian Perkebunan Pensiunan Buruh Perkebunan

1.

2. 3. 4. 5. 6.

Warung Penggali Kuburan Lansia Perempuan Desa Otomotif

7. Petani 8. Remaja 9. Buruh 10. Pensiunan

3. Tempat dan Waktu Tempat dan Waktu Sosialisasi dan Penyampaian Informasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan di 10 (sepuluh) desa / kelurahan yang terbagi dalam 6 (enam) kecamatan, yaitu : Nama Desa / Kelurahan Rantauprapat Aek Paing Sigambal Kampung Jawa Kampung Baru Janji Afdeling II Perk.Berangir Sei Raja Marbau Selatan Jumlah : 10 Nama Kecamatan Rantau Utara Rantau Selatan Pangkatan Bilah Barat NA. IX-X Marbau Jumlah : 6

1. 2. 3. 4. 5. 6