Laporan Resmi Praktikum Paleo

download Laporan Resmi Praktikum Paleo

of 40

  • date post

    10-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    41
  • download

    18

Embed Size (px)

description

semoga bermanfaat

Transcript of Laporan Resmi Praktikum Paleo

Laboratorioum Geologi dan Survey

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PALEONTOLOGI 2016

Disusun Oleh :Nama: Adjie Zunaid TualekaNim : 1509085018

Laporan ini disusun dan diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti responsi Praktikum Paleontologi semester 2, tahun akademik 2016/2017, Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman.

Disahkan oleh

Asisten Paleontologi

KATA PENGANTAR

Assalamualaikuum Warahmatullahi Wabarakaatuuh.Alhamdulillahi Rabbil Aalamiin, puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan izin-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Paleontologi ini.Tujuan kami lainnya adalah agar Laporan Praktikum Paleontologi ini dapat berguna ke depannya bagi adik-adik tingkat kami atau untuk orang-orang yang membaca laporan ini.Terima Kasih kepada kedua Orang tua kami, yang telah menyediakan fasilitas dan izin kepada kami. Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan Laporan Praktikum Paleontologi. Dan terima kasih juga kepada kawan-kawan yang telah mendukung agar Laporan Praktikum Paleontologi ini selesai dengan sukses.Kami mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati para pembaca. Karena manusia tidak luput dari kesalahan, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Silahkan memberi kritik ataupun saran agar Laporan Praktikum Paleontologi ini dapat menjadi lebih baik.Terima Kasih atas perhatiannya,

Wassalamualaikuum Warahmatullahi Wabarakaatuuh.

Samarinda,06 Mei 2016 PRAKTIKAN

Adjie Zunaid TualekaDAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL iHALAMAN PENGESAHAN iiKATA PENGANTAR .iiiDAFTAR ISI ivBAB I.Acara 1 - Pengenalan1.1 Dasar Teori1.2 Lembar Deskripsi Resmi 1.3 Lembar Deskripsi Sementara

BAB II. Acara 2 Foramminifera Planktonik Genus Globigerina, Genus Globigerinoides, Genus Globoquadrina, Genus Globorotalia (G) dan Genus Globorotalia (T)

2.1 Dasar Teori2.2 Lembar Deskripsi Resmi2.3 Lembar Deskripsi Sementara BAB III.Acara 3 Klasifikasi Umur Fosil 3.1 Dasar Teori3.2Lembar Deskripsi Resmi 3.3 Lembar Deskripsi Sementara

BAB IV. Acara 4 Foraminifera Genus Catapsydrax, Genus Cribrohantkenina,Genus Hantkenina, Genus Hastigerina, Genus Orbulina, Genus Pulleniatina, Genus Sphaeroidinella, Genus Sphaeroidinellopsis

4.1 Dasar Teori4.2Lembar Deskripsi Resmi4.3Lembar Deskripsi Sementara

BAB V.Acara 5 Foraminifera Bentonik5.1 Dasar Teori5.2 Lembar Deskripsi Resmi5.3 Lembar Deskripsi Sementara

BAB VI.Acara 6 Makropaleontologi 6.1 Dasar Teori 6.2Lembar Deskripsi Resmi 6.3 Lembar Deskripsi Sementara

KESIMPULANKRITIK DAN SARANDAFTAR PUSTAKA

BAB IACARA 1 - PENGENALAN

1.1 Dasar TeoriPaleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk bentuk kehidupan yang pernah ada pada masa lampau termasuk evolusi dan interaksi satu dengan lainnya serta lingkungan kehidupannya (paleoekologi) selama umur bumi atau dalam skala waktu geologi terutama yang diwakili oleh fosil. Sebagaimana ilmu sejarah yang mencoba untuk menjelaskan sebab sebab dibandingkan dengan melakukan percobaan untuk mengamati gejala atau dampaknya. Berbeda dengan mempelajari hewan atau tumbuhan yang hidup di jaman sekarang, paleontologi menggunakan fosil atau jejak organisme yang terawetkan di dalam lapisan kerak bumi, yang terawetkan oleh proses-proses alami, sebagai sumber utama penelitian. Oleh karena itu paleontologi dapat diartikan sebagai ilmu mengenai fosil sebab jejak jejak kehidupan masa lalu terekam dalam fosil.

Pengamatan paleontologi sudah didokumentasikan sejak abad ke 5 sebelum masehi, dan ilmu ini baru berkembang pada abad ke 18 setelah Georges Cuvier menerbitkan hasil pekerjaannya dalam Perbandingan Anatomi dan kemudian berkembang secara cepat pada abad ke 19. Fosil yang dijumpai di China sejak tahun 1990 telah memberi informasi baru tentang yang paling awal terjadinya evolusi binatang-binatang, awal dari ikan, dinosaurus dan evolusi burung dan mamalia. Paleontologi pada dasarnya berada diantara batas biologi dan geologi dan saling berbagi dengan arkeologi yang batasnya sulit untuk ditentukan. Sebagai pengetahuan, paleontologi juga berkembang menjadi beberapa sub bagian, beberapa diantaranya mengfokuskan pada perbedaan organisme fosil sedangkan lainnya menghususkan pada ekologi dan sejarah lingkungannya, seperti iklim masa purba. Tubuh fosil dan jejak fosil adalah merupakan bukti utama dari kehidupan masa lampau, dan bukti geokimia dapat membantu untuk mengetahui evolusi dari kehidupan sebelum organisme yang cukup besar tinggal sebagai fosil. Memperkirakan umur dari sisa sisa adalah hal yang penting akan tetapi sulit, kadangkala lapisan batuan yang bersebelahan dimungkinkan dilakukan penanggalan radometrik yang memberikan umur absolut dengan akurasi dalam 0.5%, akan tetapi seringkali para ahli paleonotologi bergantung pada umur relatif dalam menentukannya melalui biostratigrafi. Untuk mengklasifikasi organisme purba pada umumnya sangat sulit, kebanyakan organisme purba tidak cocok dengan Taksonomi Linnean yang biasa dipakai untuk mengklasifikasikan kehidupan organisme dan para ahli paleontologi lebih sering menggunakan klasifikasi Cladistic untuk menggambarkan evolusinya melalui family trees. Taksonomi Linnaean adalah bentuk khusus dari klasifikasi biologi (taksonomi) yang dibuat oleh Carl Linnaeus sebagaimana disusun dalam bukunya Systema Naturae (1735) serta hasil penelitiannya pada tahun tahun berikutnya. Dalam taksonomi dari Linneaeus terdapat 3 Kingdom yang dibagi menjadi Kelas dan kemudian dibagi lagi menjadi Orde, Famili, Genus, dan Spesies serta tingkatan yang lebih rendah dari Spesies.Klasifikasi organisme yang didasarkan pada taksonomi secara tradisional merupakan klasifikasi ilmiah. Istilah ini khususnya digunakan untuk membedakan dengan Sistematika Cladistic.

Klasifikasi Cladistic adalah suatu cara mengklasifikasi spesies dari organisme kedalam kelompok yang disebut dengan clades. Clades adalah satu kelompok yang terdiri dari organisme dan semua keturunannya. Dalam istilah sistimatika biologi, clade adalah satu cabang tunggal dari pohon kehidupan (tree of life). Ide dasarnya adalah sekelompok organisme harus dikelompokan secara bersama dan diberi nama taksonomi untuk klasifikasi biologinya. Dalam sistimatika cladistic, clade hanya diterima sebagai satuan dimana organisme nenek moyang dan semua keturunannya. Sebagai contoh, burung, dinosaurus, buaya dan semua keturunannya (masih hidup atau sudah punah) kebanyakan dari mereka sangat umum merupakan bentuk suatu clide dari nenek moyangnya. Cladistic dapat dibedakan dari sistem taksonomi lainnya seperti phenetic dengan melihat kesamaan dari sifat-sifat asalnya (synapomorfis). Pada mulanya sistem ini dikembangkan dengan melihat kesamaan dari keseluruhan morfologinya untuk pengelompokan spesies kedalam genus, famili atau tingkatan kelompok yang lebih tinggi (taksa). Klasifikasi Cladistic biasanya menggunakan bentuk pohon yang disebut dengan cladogram yang dipakai untuk memperlihatkan kesamaan relatif dari organisme nenek moyangnya atau kesamaan fiturnya. Cladistic juga dapat untuk membedakan cangkang hipotetis yang lebih obyektif dibandingkan dengan sistem yang menggantungkan pada keputusan yang subyektif dari kesamaan hubungan dasarnya. Cladistic diperkenalkan pertama kalinya oleh Willi Hennig seorang Entomologist berkebangsaan Jerman. Cladogram yang memperlihatkan hubungan nenek moyang (ancestor) dengan spesiesnya. Hubungan monophyletic mewakili spesies, dipakai istilah hubungan sister group. Hubungan ini ditafsirkan untuk mewakili phylogeny atau hubungan evolusinya. Meskipun cladogram didasarkan sifat sifat morfologinya, urutan genetik data dan perhitungan phylogenetic saat ini sering dipakai dalam cladogram.

Pada akhir abad ke 20 perkembangan pilogenetik molekuler (biologi molekuler dan genetika) yang dapat menyelidiki bagaimana kedekatan organisme ditentukan berdasarkan kesamaan Deoxyribonucleid acid (DNA). DNA adalah suatu asam nucleic yang tersusun dari perintah perintah genetik yang dipakai untuk pembangunan dan fungsi dari semua yang diketahui pada organisme yang hidup. Peran utama dari molekul molekul DNA adalah menyimpan informasi paling lama. DNA seringkali diperbandingkan dengan sekelompok kode, selama berisi perintah perintah yang diperlukan untuk membangun komponen lain dari sel sel, seperti molekul molekul protein dan Ribonucleic acid (RNA). Segmen DNA yang membawa informasi genetik disebut sebagai gen, tetapi urutan DNA lainnya memiliki kegunaan struktural atau terlibat didalam pembentukan informasi genetik didalam genome. Genome adalah keseluruhan informasi yang diturunkan organisme. Hal ini dikodekan baik didalam DNA atau pada RNA. Genome meliputi baik gen dan urutan bukan kode DNA/RNA. Keturunan adalah sifat sifat yang diberikan kepada turunannya dari orang tua atau nenek moyangnya. Proses ini merupakan proses dimana sel keturunan atau organisme memperoleh atau cenderung menjadi seperti sifat sifat sel induknya. Melalui keturunan, ditunjukan adanya variasi variasi oleh setiap individu dan terakumulasi dan menyebabkan beberapa spesies untuk berkembang. Studi tentang hereditas dalam biologi disebut dengan genetika yang meliputi bidang epigenetika. Phylogenetic molekuler juga telah digunakan untuk memperkirakan kapan suatu spesies mengalami peyimpangan, namun demikian ada kontroversi mengenai keandalan dari jam molekuler tersebut. Dengan menggunakan semua teknik yang ada memungkinkan para ahli paleontologi mengetahui lebih banyak tentang sejarah perkembangan evolusi kehidupan, dengan demikian maka dapat menjelaskan bagaimana Bumi mampu mendukung adanya kehidupan kurang lebih 3800 milyar tahun yang lalu.

Hampir separuh dari masa tersebut merupakan masa kehidupan dari mikro organsime bersel tu