Laporan Resmi Praktikum (Final)

download Laporan Resmi Praktikum (Final)

If you can't read please download the document

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    453
  • download

    14

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Resmi Praktikum (Final)

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER

BAHASA ASSEMBLER

Disusun Oleh : EKO PURWANTO (110910038) III - A SORE Dosen Pembimbing : MUSTAHAL, S.Si

FAKULTAS TEKNIK INFORMARIKA UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN (UNISLA) 2011

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER

BAHASA ASSEMBLY

Disusun Oleh : EKO PURWANTO (110910038) III - A SORE Dosen Pembimbing : MUSTAHAL, S.Si

FAKULTAS TEKNIK INFORMARIKA UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN (UNISLA) 2011

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER BAHASA ASSEMBLY

Oleh : EKO PURWANTO (110910038) III-A SORE

Disusun untuk memenuhi tugas akhir Praktikum Organisasi dan Arsitektur Komputer Fakultas Teknik Informatika Universitas Islam Lamongan

Diterima dan Disetujui Lamongan, .............. Maret 2011 Dosen Pembimbing

MUSTAHAL, S.Si

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan Laporan Resmi Praktikum Arsitektur dan Organisasi Komputer dengan judul Bahasa Assembly. Penulisan Laporan ini kami susun untuk memenuhi tugas akhir Praktikum Arsitektur dan Organisasi Komputer Fakultas Teknik Informatika Universitas Islam Lamongan. Penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu penulis harapkan.

Penulis

DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul I................................................................................................ Halaman Judul II ................................................................................................. Lembar Pengesahan ............................................................................................ Kata Pengantar .................................................................................................... Daftar Isi ............................................................................................................. Daftar Gambar .................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................B............................................................................Tujuan ........................................................................................................ C...................................................................Permasalahan ........................................................................................................ A.................................................................Latar Belakang

i

BAB II

DASAR TEORIA......................................................Alat, Bahan Praktikum ........................................................................................................ B.......................................................................Cara Kerja ........................................................................................................

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A...........................................................................Hasil Praktikum ........................................................................................................ B................................................................................Pembahasan ........................................................................................................ BAB V SIMPULAN DAN SARAN A....................................................................................Simpulan ........................................................................................................ B...........................................................................................Saran ........................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... LAMPIRAN LAMPIRAN ...............................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Lalar Belakang Walaupun bahasa tingkat tinggi terus berkembang dengan segala fasilitas dan kemudahannya, peranan bahasa pemrograman tingkat rendah tetap tidak dapat digantikan. Bahasa Assembly (Assembler) adalah merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa pemrograman yang tergolong dalam Bahasa Pemrogaman Tingkat Rendah (Low Level Language) dan setingkat diatas bahasa mesin (Machine Language). Bahasa assembly mempunyai keunggulan yang tidak mungkin diikuti oleh bahasa tingkat apapun dalam hal kecepatan, ukuran file yang kecil serta kemudahan dalam manipulasi sistem computer. Bahasa assembly tidak seperti bahasa tingkat tinggi (High Level Language) yang biasanya memiliki IDE - Integrated Development Environment, bahasa assembly dapat diketikkan dalam berbagai macam editor teks, misalnya Notepad, WordPad, dan editor teks lainnya. Perlu diingat bahwa ekstensi dari program assembly haruslah .ASM. Setelah program assembly diketikkan dan disimpan dengan ekstensi .ASM, maka program tersebut harus dikompilasi menjadi Object File berekstensi .OBJ, dan kemudian harus dilink menjadi executable file (.EXE/.COM), executable file inilah yang baru dapat dijalankan. Untuk mengcompile source file, misalnya file programku.ASM menjadi file object dengan extensi .OBJ bisa anda gunakan file TASM.exe atau dapat juga menggunakan NASM.exe.

B. Tujuan1. Memenuhi tugas akhir Praktikum Arsitektur dan Organisasi

Komputer Fakultas Teknik Informatika Universitas Islam Lamongan.2. Mengetahui

cara

membuat

program

sederhana

dengan

menggunakan bahasa assembly. C. Permasalahan Dalam laporan praktikum ini yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara membuat program-program sederhana dengan menggunakan bahasa assembly, di antaranya adalah :1. Mencetak sebuah karakter. 2. Pengulangan dengan perintah LOOP. 3. Menggunakan Pointer. 4. Melihat versi ROM BIOS. 5. Mencari dan menampilkan bilangan prima.

BAB II DASAR TEORI 2.1. Bilangan Didalam pemrograman dengan bahasa assembler, bisa digunakan berbagai jenis bilangan. Jenis bilangan yang bisa digunakan, yaitu: Bilangan biner, oktaf, desimal dan hexadesimal. Pemahaman terhadap jenis-jenis bilangan ini adalah penting, karena akan sangat membantu kita dalam pemrograman yang sesungguhnya. Bilangan biner adalah bilangan yang hanya terdiri atas 2 kemungkinan (Berbasis dua), yaitu 0 dan 1. Karena berbasis 2, maka pengkorversian ke dalam bentuk desimal adalah dengan mengalikan suku ke-N dengan 2N. Contohnya: bilangan biner 01112 = (0 X 23) + (1 X 22) + (1 X 21) + (1 X 20) = 710. Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri atas 10 buah angka (Berbasis 10), yaitu angka 0-9. Dengan basis sepuluh ini maka suatu angka dapat dijabarkan dengan perpangkatan sepuluh. Misalkan pada angka 12310 = (1 X 102) + (2 X 101) + (1 X 100). Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8, artinya angka yang dipakai hanyalah antara 0-7. Sama halnya dengan jenis bilangan yang lain, suatu bilangan oktal dapat dikonversikan dalam bentuk desimal dengan mengalikan suku ke-N dengan 8N. Contohnya bilangan 128 = (1 X 81) + (2 X 80) = 1010. Bilangan hexadesimal merupakan bilangan yang berbasis 16. Dengan angka yang digunakan berupa: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.

2.1.1 Berbagai Jenis Bilangan

Dalam pemrograman assembler, jenis bilangan ini boleh dikatakan yang paling banyak digunakan. Hal ini dikarenakan mudahnya pengkonversian bilangan ini dengan bilangan yang lain, terutama dengan bilangan biner dan desimal. Karena berbasis 16, maka 1 angka pada hexadesimal akan menggunakan 4 bit.

2.1.2 Berbagai Jenis Bilangan Pada assembler bilangan-bilangan dibedakan lagi menjadi 2, yaitu bilangan bertanda dan tidak. Bilangan bertanda adalah bilangan yang mempunyai arti plus(+) dan minus(-), misalkan angka 17 dan -17. Pada bilangan tidak bertanda, angka negatif(yang mengandung tanda '-') tidaklah dikenal. Jadi angka -17 tidak akan akan dikenali sebagai angka -17, tetapi sebagai angka lain. Kapan suatu bilangan perlakukan sebagai bilangan bertanda dan tidak? Assembler akan selalu melihat pada Sign Flag, bila pada flag ini bernilai 0, maka bilangan akan diperlakukan sebagai bilangan tidak bertanda, sebaliknya jika flag ini bernilai 1, maka bilangan akan diperlakukan sebagai bilangan bertanda. Pada bilangan bertanda bit terakhir (bit ke 16) digunakan sebagai tanda plus(+) atau minus(-). Jika pada bit terakhir bernilai 1 artinya bilangan tersebut adalah bilangan negatif, sebaliknya jika bit terakhir bernilai 0, artinya bilangan tersebut adalah bilangan positif 2.2. Memori Memori dengan komputer memiliki hubungan yang tak dapat dipisahkan, karena setiap komputer memerlukan memori sebagai tempat kerjanya. Memori ini dapat berfungsi untuk memuat program dan juga sebagai tempat untuk menampung hasil proses. Yang perlu kita perhatikan bahwa memori untuk menyimpan program maupun hasil dari pekerjaan bersifat volatile yang berarti bahwa data yang disimpan cuma sebatas adanya aliran listrik. Jadi bila listrik mati maka hilang

pulalah semua data yang ada di dalamnya. Hal ini mengakibatkan diperlukannya media penyimpan kedua yang biasanya berupa disket maupun hard disk. 2.3 Interupt Interupsi adalah suatu permintaan khusus kepada mikroposesor untuk melakukan sesuatu. Bila terjadi interupsi, maka komputer akan menghentikan dahulu apa yang sedang dikerjakannya dan melakukan apa yang diminta oleh yang menginterupsi. Pada IBM PC dan kompatibelnya disediakan 256 buah interupsi yang diberi nomor 0 sampai 255. Nomor interupsi 0 sampai 1Fh disediakan oleh ROM BIOS, yaitu s