Laporan Refleksi Kasus Komuda b

download Laporan Refleksi Kasus Komuda b

of 15

  • date post

    07-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    3

Embed Size (px)

description

a

Transcript of Laporan Refleksi Kasus Komuda b

Laporan Refleksi Kasus KomudaNama: Nurfitri Rahmani AwaliyahNo Mahasiswa: 20110310133Tanggal Komuda : 21-02-2015 dan 23-02-2015Puskesmas : Bambang Lipuro

1. PengalamanHIPERTENSISeorang wanita berusia 75 tahun diantar kerabat dekatnya ke puskesmas untuk memeriksakan diri. Wanita tersebut mengeluh pusing kepala, pinggang pegel dan penglihatan kabur. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapat keadaan umum compos mentis, TD 150/90, bunyi jantung I dan II dalam batas normal. Diketahui pasien sudah lama menderita hipertensi namun jarang kontrol dan Ayah pasien merupakan penderita hipertensi. Dokter hanya meresepkan obat anti hipertensi dan obat untuk kataraknya.2. Masalah yang dikajiApa yang seharusnya dilakukan dokter keluarga untuk mengatasi penyakit pasien tersebut ?3. Analisa KritisPengertian hipertensi secara umum dapat didefinisikan sebagai tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg (Palmer, 2007) Menurut WHO batas normal tekanan darah adalah 120140 mmHg tekanan sistolik dan 80 90 mmHg tekanan diastolik. Sedangkan Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan intoleransi glukosa yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara adekuat yang atau karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif atau kedua-duanya. Diabetes Melitus diklasifikasikan menjadi DM tipe 1, yang dikenal sebagai insulin-dependent atau childhood onset diabetes, ditandai dengan kurangnya produksi insulin dan DM tipe 2, yang dikenal dengan non-insulin-dependent atau adult-onset diabetes, disebabkan ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif.Pada orang dengan diabetes mellitus, hipertensi berhubungan denganresistensi insulin dan abnormalitas pada sistem renin-angiotensin dan konsekuensimetabolik yang meningkatkan morbiditas. Abnormalitas metabolik berhubungandengan peningkatan diabetes mellitus pada kelainan fungsi tubuh/ disfungsiendotelial. Sel endotelial mensintesis beberapa substansi bioaktif kuat yang mengaturstruktur fungsi pembuluh darah. Substansi ini termasuk nitrit oksida, spesies reaktiflain, prostaglandin, endothelin, dan angiotensin II.Pada individu tanpa diabetes, nitrit oksida membantu menghambatatherogenesis dan melindungi pembuluh darah. Namun bioavailabilitas padaendothelium yang diperoleh dari nitrit oksida diturunkan pada individu dengandiabetes mellitus.Hiperglikemia menghambat produksi endothelium, mesintesis aktivasi danmeningkatkan produksi superoksid anion yaitu sebuah spesies oksigen reaktif yangmerusak formasi nitrit oksida. Produksi nitrit oksida dihambat lebih lanjut olehresistensi insulin, yang menyebabkan pelepasan asam lemak berlebih dari jaringanadipose. Asam lemak bebas, aktivasi protein kinase C, menghambatphosphatidylinositol-3 dan meningkatkan produksi spesies oksigen reaktif.Semua mekanisme ini secara langsung mengurangi bioavailabilitas.Ibu poniyem mempunya tiga anak dan 5 cucu yaitu anak pertama bernama andriyanto yang berumur38 tahun dan sudah menikah dengan isna 34 tahun tetapi belum memiliki anak, anak kedua bernama wulandari 35 tahun sudah menikah dengan supri 36 tahun dan mempunya dua anak yaitu dea dan sukma yang berumur 12 tahun dan 2 tahun, kemudian anak ketiga bernama amir 32 tahun menikah dengan ratna 33 tahun dan mempunyai tiga anak yaitu rahayu, feri dan rendi yang berumur 14 tahun, 9 tahun dan 3 tahun. Ketiga anaknya sudah tidak tinggal bersama dan rumah bereka berjauhan, sehingga ibu poniyem tidak bisa berkunjung hampir tiap hari. Ibu poniyem mempunyai penyakit diabetes mellitus dan hipertensi sejak 6 bulan yang lalu dan semenjak itu anak-anaknya semakin memberikan perhatian yang lebih, anak-anak dan cucunya bergantian mengunjungi beliau tetapi ibu poniyem mempunyai hubungan yang tidak baik dengan istri dari andriyanto dan setiap ada masalah dengannya itu akan membuat tekanan darah ibu poniyem meningkat.4. DokumentasiNama : Ny. poniyemUmur : 59 tahunJenis kelamin : PerempuanAlamat : Tanjung Rt 05Agama: Islam

Pemeriksaan tanggal 11 november 2014

Keadaan Umum: Compos mentisRPS: Sakit kepala, tangan dan kaki kesemutan dan pegelRPD: -RPK: -

Pemeriksaan Fisik Tekanan darah : 160/100 mmHg Kolestrol : 249 GDS : 547

Terapi: Glibenklamid Metformin Ibuprofen Captopril

Pemeriksaan tanggal 1 Desember 2014

Keadaan Umum: Compos mentisRPS: badan terasa lemas dan peningRPD: -RPK: -

Pemeriksaan Fisik Tekanan darah : 155/85 mmHg GDS : 317

Terapi: Glibenklamid Metformin Captopril B complex

Pemeriksaan tanggal 18 Februari 2015

Keadaan Umum: Compos mentisRPS: Sakit kepala dan pinggang pegelRPD: -RPK: -

Pemeriksaan Fisik Tekanan darah : 145/90 mmHg GDS : 492

Terapi Glibenklamid Metformin Captopril Parasetamol Ranitidin

Diagnosis Medis: Diabetes Mellitus dan Hipertensi

5. RefensiPalmer, dkk (2007). Tekanan Darah Tinggi. Jakarta: Erlangga.Rodbard, et al., (2008).American Association of Clinical Endocrinologists medical guidelines for clinical practice for the management of diabetes mellitus. Public health medical, 14(6):802-3.

www.who.int/en/. World Health Organization [updated 2011; cited 2011 Jan 25]. Available from http://www.who.int/topics/diabetes_mellitus/en/

www.diabetesatlas.org. Brussels: International Diabetes Federation [updated 2009; cited 2011 Jan 25]. Available from http://www.diabetesatlas.org/content/what-is-diabetes

No.Nama ObatSediaanFungsi (Golongan Obat)Dosis (Anak dan Dewasa)

1.Amoxicillin 500 mgTabletAntibiotik,Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka pada kulit & jaringan lunak, saluran nafas, genitourinari, gonore.Dewasa dan anak BB > 20 kg : 250- 500 mg tiap 8 jam.Anak BB 20 kg : 20 40 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi tiap 8 jam.

2.Amlodipine 5 mgTabletAntagonis Ca+ golongan dihidropiridin sebagai penurun tekanan darah, antianginaDewasa : awal : 1x5mg sehariDosis maksimal 10 mg 1x sehari

3.Ambroxol 30 mgTabletPenyakit saluran napas akut dan kronis yang disertai sekresi bronkial yang abnormal, khususnya pada eksaserbasi dan bronkitis kronis, bronkitis asmatik, asma bronkial.Dewasa: sehari 3 kali 1 tablet.Anak-anak 5 - 12 tahun : sehari 3 kali 1/2 tablet.Anak-anak 2 - 5 tahun : sehari 3 kali 7,5 mgAnak-anak di bawah 2 tahun : sehari 2 kali 7,5 mg

4.Allopurinol 100 mgTabletMenurunkan produksi asam uratDewasa : awal :100-300 mg/hariAnak : 10-20 mg/kgBB/hari

5.Acyclovir 400 mgTabletPengobatan infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, termasuk herpes genital awal dan kambuhan, pencegahan infeksi herpes simpleks pada pasien immuno-compromised. Pengobatan infeksi herpes zoster.

Dewasa :Pengobatan infeksi herpes simpleks : 200 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 5 hari, tetapi pada beberapa infeksi awal pengobatan dapat diperpanjang. Pada pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien dengan gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. Pemberian obat harus diberikan sesegera mungkin setelah terjadinya infeksi. Pencegahan herpes simpleks : 200 mg, 4 kali sehari dengan interval 6 jam. Pada beberapa pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. (lama pemberian disesuaikan dengan periode resiko dihapus saja, gak jelas artinya)Pengobatan herpes zoster : 800 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 7 hari.

Anak-anak : Anak-anak usia lebih dari 2 tahun : sama dengan dosis dewasaAnak-anak usia kurang dari 2 tahun : diberikan setengah dosis dewasa untuk pengobatan herpes simpleks dan profilaksis herpes simpleks.

6.Albendazol 400 mgTabletAntiparasit, anti cacing ususDewasa dan anak di atas 2 tahun 400 mg dosis tunggal

7.Asam Mefenamat 500 mgTabletDapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, nyeri pada persalinan.Dewasa dan anak di atas 14 tahun :Dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam.

8.Glibenclamid 5 mgTabletDiabetes militus pada orang dewasa, tanpa komplikasi yang tidak responsif dengan diet sajaDosis awal 1 kaptab sehari sesudah makan pagi, setiap 7 hari ditingkatkan dengan 1/2 - 1 kaptab sehari sampai kontrol metabolit optimal tercapai.Dosis awal untuk orang tua 2.5 mg/hari.Dosis tertinggi 3 kaptab sehari dalam dosis terbagi.

9.Bromheksin HCL 8 mgTabletMukolitik untuk meredakan batuk berdahak.Dewasa dan anak-anak > 10 tahun : 8 mg (1 tablet) 3x sehari.Anak-anak 5 - 10 tahun : 4 mg ( tablet) 3x sehari.Anak-anak 2 - 5 tahun : 4 mg ( tablet) 2x sehari.

10.Captopril 25 mgTabletGolongan ACE inhibitor untuk menurunkan tekanan darah2-3x sehari 1 tablet

11.Digoxin 0,25 mgTabletGagal jantung kongestif akut dan kronik. Takikardi supraventrikuler paroksismal.Dewasa : Untuk digitalisasi cepat (24-36 jam) : 4-6 tablet , kemudian 1 tablet pada interval tertentu sampai kompensasi tercapai. Untuk digitalisasi lambat (3-5 hari) : 2-6 tablet/hari dalam dosis terbagi. Pemeliharaan : 1/2-3 tablet/hari. Anak : Untuk digitalisasi cepat : 25 mcg/kg berat badan dengan selang waktu tertentu sampai kompensasi tercapai. Pemeliharaan : 10-20 mcg/kg berat badan/hari.

12.Dexametason 0,5 mgTabletobat anti inflamasi dan anti alergi yang sangat kuatDewasa:Oral: 0.5 mg - 10 mg per hari(rata-rata 1.5 mg - 3 mg per hari)Parenteral: 5 mg - 40 mg per hariUntuk keadaan yang darurat diberikan intra vena atau intra muskular.Anak-anak: 0.08 mg - 0.3 mg/kg berat badan/perhari dibagi dalam 3 atau 4 dosis.

13.Domperidone 10 mgTabletAntagonis dopamine sebagai antiemeticDewasa : 10-20 mg, 3x sehari (jangan > 12 minggu)Anak : 0,2 0,4 mg/kgBB/hari 4-8 jam

14.Cefixime 100 mgKapsuluntuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan, antibakteridosis harian yang direkomendasikan adalah 50-100 mg (potensi) cefixime diberikan per oral dua kali sehari.

15.Cetrizine 10 mgKapsulAntihistamin untuk pengobatan alergiDewasa dan anak lebih dari sama dengan 12 tahun :1x1 sehari

16.Ciprofloxacin 500 mgKaplet salut selaputUntuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin, antara lain pada : - Saluran kemih termasuk prostatitis. - Uretritis dan serpisitis gonore. - Saluran cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid. - Saluran nafas, kecuali pneumonia dan streptococus. - Kulit dan jaringan lunak. - Tulang dan sendi.1.Untuk infeksi saluran kemih :- Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari- Berat : 2 x 500 mg sehari- Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg sehari2.Untuk infeksi saluran cerna :- Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari3.Untuk infeksi saluran nafas, tulang dan sendi kulit dan jaringan lunak :- Ringan sampai sedang : 2 x 500 mg sehari- Berat : 2 x 750 mg sehari- Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis maka pemberian tidak boleh kurang dari2 x 750 mg sehari

17.Isosorbide Dinitrate5 mgTabletPengobatan dan pencegahan serangan akut angina pektoris.Pencegahan : 1-2 tablet diletakkan di bawah lidah tiap 2-3 jam.Oral: Awal: 2,5-5 mg, sublingualTerapi: 20-40 mg tiap 4-6 jam

18.Kotrimoxazol 480 mgTabletInfeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan oleh E. coli. Klebsiella sp, Enterobacter sp, Morganella morganii, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris.Otitis media akut yang disebabkan Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae.Infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bronchitis kronis yang disebabkan Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae.Enteritis yang disebabkan Shigella flexneri, Shigella sonnei.Pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii.Diare yang disebabkan oleh E. coli.Bayi usia 6 minggu 6 bulan : 120 mg, 2 kali sehari.Anak usia 6 bulan 6 tahun : 240 mg, 2 kali sehari.Anak usia 6 12 tahun : 480 mg, 2 kali sehari.Dewasa dan anak diatas 12 tahun : 960 mg, 2 kali sehari.

19.Kalsium laktat 500 mgTabletMencegah kurang kalsium

20.Cimetidine 200 mgTabletGastritis & duodenitis, ulkus lambung & duodenum, perdarahan saluran pencernaan yang berhubungan dengan ulkus peptikum, refluks gastro esofageal, hipersekresi patologikal pada sindroma Zollinger-Ellison, situasi yang memicu asam lambung.Dewasa : biasanya 1 tablet 3 kali sehari & 2 tablet pada malam hari sebelum tidur.Anak-anak : 20-40 mg/kg berat badan/hari.

21.Metformin 500 mgTablet- Pengobatan penderita diabetes yang baru terdiagnosis setelah dewasa, dengan atau tanpa kelebihan berat badan dan bila diet tidak berhasil.- Sebagai kombinasi terapi pada penderita yang tidak responsif therhadap terapi tunggal sulfonilurea baik primer ataupun sekunder.- Sebagai obat pembantu untuk mengurangi dosis insulin apabila dibutuhkan.Metformin harus diberikan bersama dengan makanan atau sesudah makan dalam dosis yang terbagi.Tablet 500 mgDosis: 3 x sehari 1 tabletTablet 850 mgDosis awal: 1 x sehari 1 tablet (pagi)Dosis pemeliharaan: 2 x sehari 1 tablet (pagi dan malam)

22.Mebendazole 100 mgTabletantihelmintik untuk cacing gelang, cambuk, kremi dengan aksi menghambat produksi energi.2 kali sehari 60 mg selama 3 hari untuk cacing gelang dan cacing cambuk100 mg dosis tunggal untuk cacing kremi

23.Risperidone 2 mgTablet salut selaputTerapi pada skizofrenia akut dan kronik serta pada kondisi psikosis yang lain, dengan gejala-gejala tambahan (seperti; halusinasi, delusi, gangguan pola pikir, kecurigaan dan rasa permusuhan) dan atau dengan gejala-gejala negatif yang terlihat nyata (seperti; blunted affect, menarik diri dari lingkungan sosial dan emosional, sulit berbicara). Juga mengurangi gejala afektif (seperti; depresi, perasaan bersalah dan cemas) yang berhubungan dengan skizofrenia.Hari ke-1 : 2 mg/hari, 1-2 x sehari

Hari ke-2 : 4 mg/hari, 1-2 x sehari (titrasi lebih rendah dilakukan pada beberapa pasien)

Hari ke-3 : 6 mg/hari, 1-2 x sehari

Dosis umum 4-8 mg per hari

24.Pyrazinamide 500 mgTabletuntuk pengobatan tuberkulosis yang diberikan bersama antituberkulosis lainnya (terapi kombinasi).20 30 mg/kg BB/hari dalam dosis tunggal atau terbagi, dengan dosis maksimal 2 gram per hari.Pirazinamid sebaiknya diminum bersamaan dengan makanan atau sesudah makan.

25.Ranitidine 150 mgTablet- Tukak lambung dan usus 12 jari- Hipersekresi patologik sehubungan dengan sindrom Zollinger-Ellison"Dosis yang biasa digunakan adalah 150mg, 2 kali sehari- Dosis penunjang dapat diberikan 150mg pada malam hari- Untuk sindrom Zollinger-Ellison : 150mg, 3 kali sehari, dosis dapat bertambah menjadi 900mg.

26.Rifampicin 300 mgKapsulTuberkulosis, lepra.dewasa 450-600 mg sekali sehari dikombinasi dengan obat antituberkulosis lain.anak berumur 12 tahun ke bawah : 10-20 mg/kg berat badan sekali sehari.

Lepra : 600 mg sekali sebulan dikombinasi dengan anti leprotik lainnya.

27.Phenytoin 100 mgKapsulDewasa 3x100 mg sehariAnak 2-3x100 mg sehari

28.Salbutamol 4 mgTabletobat golongan beta-adrenergik yang berfungsi melebarkan saluran napas, sehingga diindikasikan untuk asma dan penyakit paru obstruktif kronik (bronkitis kronik dan emfisema). Obat ini dapat meredakan gejala asma ringan, sedang atau berat dan digunakan untuk pencegahan serangan asma.Anak di bawah 6 tahun: 0,3 mg/kg/hari dibagi menjadi 3 kali pemberian setiap 8 jam, maksimal 6 mg/hari.

Anak 6 12 tahun: 2 mg sebanyak 3 4 kali per hari, maksimal 24 mg/hari.

Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2 4 mg sebanyak 3 4 kali per hari, maksimal 32 mg/hari.

29.Spironolacton 100 mgTabletPengobatan hipertensi atau edema yang refrakter, edema yang disebabkan oleh congestive heart failure, hepatic cirrhosis dengan ascites, nephrotic syndrome, idiopathic hypertension, primary hyperaldosternism.50100 mg/hari dalam dosis tunggal/terbagi. Dewasa: 25200 mg/hari Untuk aldosteronism primer: 400 mg/hari Anak-anak: 3 mg/kg BB/hari

30.Betametason 0,1% 5 grKrimMeringankan inflamasi dermatosis yg responsif terhadap kortikosteroidOleskan 2 sampai 3 kali perhari.

31.Natrium Diklofenak 25 mgTabletAR, OA, peny pirai akut (periartritis, tendonitis, tenosinovitis, bursitis), kurangi nyeri dan inflamasi nonreumatikOA : 50 mg 2-3 x/hr atau 75 mg2x/hr.AR : 50 mg 2-3 x/hr atau 75 mg2x/hr.Spondilitis Ankilosa : 25 mg 4 x/hr. Dapat ditmbh 25 mg sesaat sblm tidur.

32.Loratadine 10 mgTablet Mengurangi gejala-gejala yang berkaitan dengan rhinitis alergik, seperti bersin-bersin, pilek, dan rasa gatal pada hidung, rasa gatal dan terbakar pada mata.

Mengurangi gejala-gejala dan tanda-tanda urtikaria kronik serta penyakit dermatologik alergi lain. Dewasa, usia lanjut, anak 12 tahun tahun atau lebih : 10 mg sehari Anak-anak usia 2 12 tahun : BB > 30 kg : 10 mg sehari BB 30 kg : 5 mg sehari Khasiat dan keamanan penggunaan pada anak-anak usia dibawah 2 tahun belum terbukti.

33.Diltiazem 30 mgTabletUntuk angina pekteris, menurunkan serangan angina pada penderita variant angina.Dewasa:4 x 30 mg sehari, bila perlu dapat ditingkatkan sampai 360 mg sehari, diberikan sebelum makan dan waktu hendak tidur.

34.Clobazam 10 mgTabletMengatasi keadaan ansietas dan psikoneurotik yang disertai ansietas.Dewasa:20 mg sehari dalam dosis terbagi. Jika perlu dapat dinaikkan sampai 30 mg sehari.Untuk kasus berat, dosis dapat diberikan sampai 6 tablet sehari.

Orang usia lanjut:10-15 mg sehari dalam dosis terbagi.

Anak 3 tahun:1/2 -1 tablet sehari dalam dosis terbagi.

35.Prednison 5 mgTabletRA, demam rematik akut, asma bronkial, SLE. Sebagai obat anti inflamasiDws 1-4 tab/hr. Maks : 12 tab/hr. Anak 1-2 mg/kgBB/hr dalam 3-4 dosis terbagi.

36.Piroxicam 20 mgTabletNyeri & inflamasi pd penyakit rematik (termasuk penyakit still), ggn muskuloskeletal, gout akutOral, rectal, atau IM 20 mg /hariAnak lebih dari 6 thm4 mg/hari (BB < 15 kg)10 mg/hr (BB 16 25 kg)15 mg/hr (BB 26 45 kg)20 mg/hr (BB > 46 kg)Ggn muskuloskeletal: 40 mg/hr (dosis tunggal ), selanjutnya 20 mg/hr (selama 1-14 hr)Gout akut: 20 mg/ hr (dosis tunggal)

37.Paracetamol 500 mgTabletMeringankan rasa sakit pada sakit kepala dan sakit gigi serta menurunkan demamDewasa : 1 kapl 3-4 x/hrAnak 6-12 thn - 1 kapl 3-4 x/hr

38.Furosemide 40 mgTabletEdema pada jantung, paru, ginjal, pd eklamsia & kehamilan. Asites, hipertensi, hiperkalsemia, komplikasi pada kehamilan.Dws - 1 tab/hr

FAMILLY ASSESMENT TOOLS1. Penilaian APGAR KeluargaNo.PernyataanSelalu/Sering (2)Kadang-kadang / pernah (1)Jarang/Tidak (0)

1.Saya puas karena saya dapat kembali pada keluarga saya jika saya menghadapi masalah

2.Saya puas dengan cara keluarga saya membahas serta membagi masalah dengan saya

3.Saya puasa bahwa keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya melaksanakan kegiatan dan ataupun arah hidup yang baru

4.Saya puas dengan cara-cara keluarga saya menyatakan rasa kasih sayang dan menanggapi emosi

5.Saya puas dengan cara-cara keluarga saya membagi waktu bersama

2. Family SCREEMResourcePathology

Sosial (social)

Kultur (Cultural)

Agama (Religion)

Ekonomi (Economic)

Pendidikan (Educational)

Kesehatan (Medical)