Laporan PT PAL

download Laporan PT PAL

of 56

  • date post

    29-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.090
  • download

    176

Embed Size (px)

description

laporan kerja praktek Prosedur k3 pada galangan kapal merupakan aspek yang sangat penting dari profil seluruh pekerjaan seorang karyawan galangan kapal. Kondisi kesehatan keselamatan para pekerja galangan kapal juga mempunyai berbagai resiko bahaya dengan berbagi potensi fatal jika prosedur keselamatan dan kesehatan tidak di perhatikan . Untuk memastikan keselamatan pekerja pada galangan kapal sudah menjadi tanggung jawab semua orang yang bekerja di daerah tersebut dan Metode atau pedoman yang dapat diterima untuk menyelesaikan prosedur dan inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja ini di lakukan sesuai pedoman OSHA dan standar maritim secara umum.Beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk membantu memastikan keselamatan dan kesehatan kerja pada galangan kapal antara lain adalah:Medical QualificationsMenetapkan prosedur dan inspeksi keselamatan yang dirancang untuk memastikan personel atau karyawan secara fisik sebagai persyaratan terhadap karyawan dengan berbagai perlindungan dari berbagai paparan bahaya di daerah galangan kapal. Metode pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan catatan tenaga medis. Pemeriksa harus menentukan apakah evaluasi medis periodik telah dilakukan dengan benar, Kemudian memberikan pengarahan sepenuhnya terhadap bahaya kesehatan yang berhubungan dengan tugas-tugas mereka.Worksite SafetyDalam galangan kapal, ada beberapa lingkungan kerja berbahaya yang dapat karyawan hadapi. Inspeksi keselamatan harus menentukan apakah karyawan dilatih mengenai bahaya spesifik yang terkait dengan pekerjaan mereka. Bahaya tersebut antara lain adalah bekerja di ketinggian, bahaya jatuh, bahaya lingkungan dan bahaya menggunakan alat. Pemeriksa harus melalui prosedur catatan pelatihan, memastikan jika pekerja memiliki masalah keamanan, dan pemeriksaan onsite lengkap dari situs kerja. Prosedur ini dipastikan harus sesuai dengan peraturan k3 yang telah diberlakukan.Hazard EliminationInspeksi protokol harus memeriksa prosedur mitigasi tentang bahaya galangan. Galangan kapal harus memiliki prosedur yang jelas untuk mengidentifikasi pekerja terhadap berbagai bahaya yang ada, dan bagaimana bahaya tersebut ditanggulangi dan dikendalikan. Pengendalian bahaya tersebut melalui perencanaan formal dan prosedur mitigasi atau penghapusan kondisi berbahaya. Karyawan harus benar-benar dilatih tentang prosedur pelaporan keselamatan bahaya resmi.SubcontractorsProsedur ini diperlukan untuk memastikan subkontraktor yang bekerja di galangan kapal dapat memenuhi persyaratan keselamatan yang sama. Karyawan Subkontraktor harus dilatih dan memiliki pemahaman tentang bahaya yang terkait dengan tempat kerja. Meskipun tidak dipekerjakan oleh galangan kapal, subkontraktor juga mempunyai hak yang sama terhadap pemahaman bahaya keselamatan dan kesehatan pada lingkup galangan kapal seperti karyawan resmi lainnya. Prosedur ini harus memastikan subkontraktor telah memiliki catatan tertulis terhadap standar keselamatan kesehatan kerja pada galangan tersebut . Dokumentasi yang dibutuhkan meliputi pelatihan keamanankaryawan, catatan medis dan, dan penggunaan alat pelindung diri.ggggggg

Transcript of Laporan PT PAL

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.Segenap Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan berkat, rahmat, serta hidayah-Nya selama ini, sehingga dapat diselesaikannya Kerja Praktek di PT. PAL INDONESIA (Persero) SURABAYA yang dimulai pada tanggal 30 Mei s/d 28 Juni 2013.Penyelesaian laporan Kerja Praktek ini tidak lepas dari bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak terkait. Pada kesempatan ini, terima kasih sebesar-besarnya diberikan kepada : Bapak Ir. Hery Sunaryo & Bapak Zainuddin selaku Kepala dan Staf Departemen pembinaan organisasi dan SDM PT. PAL INDONESIA (Persero) yang telah memfasilitasi dalam Persiapan Kerja Praktek, Bapak Djuwadi Sutjipto, ST. selaku Kepala Biro Dukungan Rekayasa Departemen Dukungan Produksi Divisi Kapal Niaga sekaligus pembimbing Kerja Praktek, terima kasih atas bimbingan, arahan serta tanggung jawab dalam memberikan keterangan-keterangan yang berguna dari awal sampai akhir pelaksanaan Kerja Praktek, Bapak-bapak pembimbing pada setiap Departemen di bawah Divisi Kapal Niaga yang telah banyak membantu dan membimbing saat melakukan kegiatan Kerja Praktek di lapangan, Para pekerja di lapangan Divisi Kapal Niaga PT. PAL INDONESIA (Persero) lainnya yang juga banyak membantu selama kegiatan Kerja Praktek berlangsung.Disadari bahwa dalam penulisan laporan ini banyak terdapat kekurangan, maka diharapkan kritik dan saran yang membangun dari siapapun yang membaca laporan ini.Wassalamualaikum Wr.Wb. PenyusunDAFTAR ISILembar PengesahanKata PengantariDaftar IsiiiBAB I1PENDAHULUAN11.1Latar Belakang11.2Tujuan11.3Waktu dan Tempat Pelaksanaan21.4Ruang Lingkup21.5Metode Pengumpulan Data2BAB II3PROFIL PERUSAHAAN32.1Sejarah Perusahaan32.2Visi dan Misi Perusahaan52.3Tugas Pokok PT. PAL INDONESIA (Persero)52.4Struktur Organisasi PT. PAL INDONESIA (Persero)62.5Pengembangan Sumber Daya Manusia162.6Pengembangan Masyarakat Dan Lingkungan17BAB III18KEGIATAN DAN USAHA183.1Kegiatan dan Usaha183.2Produk-produk PT. PAL INDONESIA183.2.1.Produk Kapal Niaga183.2.2.Produk Kapal Cepat Khusus193.2.3.Produk Jasa Harkan (Pemeliharaan dan Perbaikan)193.3Rekayasa Umum (General Engineering)203.4Teknologi20BAB IV22DIVISI KAPAL NIAGA224.1Struktur Organisasi Divisi Kapal Niaga224.2Fasilitas Divisi Kapal Niaga254.2.1Fasilitas Galangan254.2.2Fasilitas Bengkel264.3Proses Produksi Kapal Niaga264.4Proses Manufacturing274.4.1.Flow of Production PT PAL INDONESIA294.4.1.1Steel Stock House (Gudang Plat)294.4.1.2Proses Fabrikasi304.4.1.3Proses Sub Assembly dan Assembly374.4.1.4Proses Grand Assembly (indoor)414.4.1.5Block Blasting Shop424.4.1.6Proses Erection435.1.Pemanfaatan Material Sisa Produksi45

Laporan On the Job TrainingPT. PAL INDONESIA (Persero)

Alfan Himawan P. (4108100097)iPondra Widhi K. (4108100100)BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangIndonesia merupakan Negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh perairan sehingga terdapat bentang antar pulau yang beragam, dari yang berdekatan hingga yang berjauhan. Hal ini menjadi kendala mengingat adanya peningkatan kebutuhan manusia di segala bidang yang semakin berambah seiring perkembangan zaman yang dipengaruhi arus informasi dan teknologi, tentu saja semua kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri oleh setiap daerah maupun Negara. Salah satu jenis transportasi yang sangat efektif dan efisien bagi kegiatan perdagangan adalah dengan menggunakan transportasi laut.Perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka transportasi laut juga dituntut untuk dapat memenuhi standar dan kualitas yang diinginkan dari segi keselamatan. Hal itu sangat disadari oleh masyarakat dan galangan kapal sebagai tempat industri yang memproduksi kapal. Indonesia memiliki salah satu perusahaan galangan kapal terbesar dan tercanggih di tingkat dunia, yaitu PT. PAL INDONESIA (Persero). Dengan teknologi yang sesuai dengan standar internasional, PT. PAL INDONESIA (Persero) mempunyai signature product yakni Kapal Star 50 (semua jenis kapal yang berukuran 50.000 DWT). Agar galangan dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, diperlukan SDM yang baik. Sebelum terjun langsung ke dunia kerja, maka dirasakan perlu diadakan kegiatan pengenalan kerja di lapangan. Dalam rangka pembekalan kerja lapangan ini, maka kami melaksanakan kerja praktek di galangan kapal PT. PAL INDONESIA (Persero).

1.2 TujuanAdapun maksud dan tujuan dari dilaksanakannya keraj praktek di PT. PAL INDONESIA (Persero) adalah : Mempelajari tentang teknologi produksi pada PT. PAL INDONESIA (Persero), baik yang sudah ada maupun yang sedang dikembangkan. Mengetahui semua kegiatan produksi yang belum pernah didapat dalam kegiatan perkuliahan di Jurusan Teknik Perkapalan ITS Surabaya. Mendapatkan pengalaman secara langsung terhadap kondisi nyata di lapangan sesuai dengan bidang ilmu Teknik Perkapalan. Mengetahui tugas dan fungsi setiap departemen di bawah divisi Kapal Niaga.

1.3 Waktu dan Tempat PelaksanaanKerja praktek dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2013 s./d. 28 Juni 2013 di Divisi Kapal Niaga PT. PAL INDONESIA (Persero).

1.4 Ruang LingkupPada pelaksanaan kerja praktek ini, praktikan mengamati dan mempelajari seluruh proses kegiatan produksi kapal baru dalam lingkungan divisi Kapal Niaga PT. PAL INDONESIA (Persero).

1.5 Metode Pengumpulan DataUntuk mengumpulkan data-data laporan ini, digunakan beberapa metode antara lain sebagai berikut :1. Tinjauan langsung ke lapangan ( Metode Observasi )Data diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diamati.2. Metode WawancaraYaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan karyawan untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci dari objek tersebut.3. Studi LiteraturYaitu data yang diperoleh dengan membaca sejumlah buku literatur yang berhubungan dengan bidang Kapal Niaga.BAB II PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

Gambar 1. Logo PT. PAL INDONESIAPada tahun 1822 Gubernur Jendral V. D Capellen membentuk suatu komisi penyelidik tempat dan sarana, guna keperluan pendirian marine establishment di bagian timur pulau jawa, tetapi saran-saran tersebut tidak dilaksanakan.Pada tahun 1837 dibentuk komisi baru yang tugasnya sama, komisi menghasilkan kesimpulan yang menyatakan bahwa daerah Ujung Surabaya adalah daerah yang memenuhi syarat untuk tempat mendirikan daerah tempat industri perkapalan. Pada tahun 1846 dimulai pembangunan dock apung kayu yang dipasang di Surabaya. Pekerjaan selesai pada tahun 1849, setelah itu rencananya bertahap dibangunlah bengkel khusus yang berkaitan dengan pekerjaan kayu. Demikian pula pembangunan perumahan untuk personalia.Fsilitas bagi perbaikan mesin-mesin kapal yang dinamakan ve der marine screemwezen, pabrik tersebut terletak di sebelah selatan kota Surabaya. Kemudian sejak 1884, pabrik tersebut pindah di ujung (Surabaya) dan selesai tahun 1891. Sarana tersebut diresmikan menjadi milik pemerintah Hindia Belanda dengan nama marine establishment (ME) dengan lembar nomor 22/1939 pada tahun 1939Tugas ME adalah melaksanakan semua pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan kapal-kapal laut yang digunakan sebagai armada angkatan laut Belanda yang menjaga kepentingan-kepentingan kolonialnya. Karena selama perang pasifik berlangsung, kapal-kapal sekutu banyak yang mengalami kerusakan akibat perang. Pada tahun 1942, pemerintah Hindia Belanda takluk menyerah kepada tentara jepang (Dai Nippon), setelah itu ME berubah menjadi KAIGUNSE 21-24 BUTAI, dimana mempunyai tugas tetap seprti ME, namun pada perbaikan-perbaikan kapal perang milik jepang.Ketika perang dunia II,KAIGUNSE 21-24 BUTAI, diambil alih oleh pemerintah Belanda. Mulai 1 Maret 1947, ME menjadi Admiralteis bendrifj yang dipakai oleh direktur di bawah koordinasi Admiralteis Dien Senten di Belanda. Pada tahun 1949 setelah penyerahan kedaulatan pada pemerintah RI, ME dijadikan Penataran Angkatan Laut (PAL) dimana PAL dibawah pemerintah RI khususnya kementrian perhubungan. Pada tahun 1961, Presiden RI Ir Sokarno memberikan Surat Keputusan nomor 370 tertanggal 1 Juli 1961 yang selanjutnya Penataran Angkatan Laut dipergunakan oleh AL RI yang diatur Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional.Tugas dan pernan PAL tetap yaitu mendukung pemeliharaan dan perbaikan kapal. PAL terus berperan dan berkembang sesuai dengan irama perlembangan teknologi dan mengalami perubahan pengelolaan seirama dengan perubahan politik pemerintahan saat itu. Jumlah jumlah karyawan PAL pernah mencapai 12.000 orang, yaitu ketika berstatus sebagai Komando Penataran Angkatan Laut (KONATAL) atau sebelum berstatus sebagai PERUMPAL pada tahun 1978.Pada tanggal 15 April 1980, pemerintah merubah status Perusahaan dari Perusahaan Umum menjadi Perseron Terbatas sesuai dengan akata no. 12, yang dibuat oleh Notaris Hadi Moentoro,SH., PAL berubah menjadi PT. PAL INDONESIA ( persero ) hingga sekarang.Lokasi Perusahaan di Ujung, Surabaya, dengan kegiatan utama memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan. Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PT. PAL INDONESIA (Persero) telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PT. PAL INDONESIA (Persero) telah mendunia.

2.2 Visi dan Misi PerusahaanPT. PAL INDONESIA mempunyai reputasi sebagai kekuatan utama untuk pengembangan industri maritim nasional. Sebagai usaha untuk mendukung pondasi bagi industri maritim, PT. PAL INDONESIA bekerja keras untuk menyampaikan pengetahuan, ketrampilan dan teknologi untuk masyarakat luas industri maritim nasional. Usaha ini telah menjadi relevan sebagai pemegang kunci untuk meningkatkan industri maritim nasional.Pengenalan lebih luas di pasar global telah menjadi inspirasi PT. PAL INDONESIA untuk memelihara produk yang berkualitas dan