LAPORAN-PRAKTIKUM TTR KEL 4

download LAPORAN-PRAKTIKUM TTR KEL 4

of 41

  • date post

    16-Apr-2017
  • Category

    Documents

  • view

    350
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of LAPORAN-PRAKTIKUM TTR KEL 4

LAPORAN PRAKTIKUMALGA, JAMUR, DAN LICHENES MATA KULIAH TAKSONOMI TUMBUHAN TINGKAT RENDAHDOSEN PENGAMPU :ERDA MUHARTATI, M.Si

TUGAS KELOMPOK 4Era Estari140384205380

Juliah140384205041

Nirmala140384205071

Riki Risanto140384205050

Rio Saputra Johan TR140384205046

Sendari140384205074

Unik Khahartinah140384205044

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJITANJUNGPINANG2016

KATA PENGANTARSegalapujidansyukur Kami ucapkankehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kesempatan, kesehatan kepada Kami sehingga dapat menyelesaikan laporan praktikum tentang Thalophyta yang merupakan salah satu tugas yang diberikan kepada mahasiswa untuk melengkapi penilaian dalam mengikuti matakuliah TaksonomiTumbuhan Tingkat Rendah semester ganjil 2015-2016.Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Erda Muhartati, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tingkat Rendah, atas bimbingan dan materi yang telah diberikan kepada Kami dalam kegiatan pekuliahan.Andai kata dalam penyusunan laporan praktikum tentang alga, jamur, dan lichenes ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat memperbaiki penulisan yang akan datang.

Tanjungpinang, 10 januari 2016

Tim Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiBAB I PENDAHULUAN41.1 Latar Belakang41.2 Rumusan masalah41.3 Tujuan praktikum5BAB II TINJAUAN PUSTAKA6BAB III METODE PENELITIAN83.1 Waktu dan Tempat83.2 Alat dan Bahan83.3 Langkah Kerja9BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN104.1. hasil pengamatan104.1.1. Pengamatan Alga104.1.2. Pengamatan Jamur124.1.3.Pengamatan Lichenes134.1.4 Pengamatan Struktur Alga, Jamur, dan Lichenes144.2. Pembahasan184.2.1. Pengamatan Alga184.2.2. Pengamatan Jamur274.2.3. Pengamatan Lichenes35BAB V PENUTUP375.1 Kesimpulan375.2 Saran38DAFTAR PUSTAKA39

ii

BAB IPENDAHULUAN1.1 LatarBelakangThallophyta adalah tumbuhan yang belum memiliki daun, akar dan batang yang jelas dan thallophyta merupakan tumbuhan yang berthalus termasuk diantaranya adalah golongan jamur /fungi, bakteri dan ganggang / alga. Yang termasuk golongan Thallophyta adalah ganggang (alga), jamur (fungi), dan lumut kerak (lichenes). Alga merupakan kelompok organisme yang bervariasi baik bentuk, ukuran, maupun komposisi senyawa kimianya. Alga ini tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Tubuh seperti ini dinamakan talus. Alga bereproduksi dengan aseksual dan seksual. Alga adayang hidup secara soliter dan berkoloni. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya. Lichenes (lumut kerak)merupakan gabungan antara fungi dan alga sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan. Lumut ini hidup secara epifit pada pohon-pohonan, di atas tanah terutama didaerah sekitar kutub utara, di atas batu cadas, di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi.Perkembangbiakan lichenes melalui tiga cara, yaitu : Secara Vegetatif, aseksual dan seksual.1.2 Rumusan masalah1. apa saja ciri ciri tumbuhan yang tergolong thalophyta2. Apa perbedaan antara sub divisi alga fungi dan lichenes3. Apa saja contoh tumbuhan yang tergolong thalphyta yang meliputi kelompok algae fungi dan lichenes

1.3 Tujuan praktikum1. Mengetahui ciri-ciri tumbuhan yang tergolong Thallophyta.2.Mengetahui perbedaan antara sub divisi alga, fungi dan lichenes.3.Mengetahui contoh tumbuhan yang tergolong thallophyta yang meliputi kelompok algae, fungi dan lichenes

BAB II TINJAUAN PUSTAKAThallophyta merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai ciri utama yaitu tubuh berbentuk talus. Tumbuhan talus merupakan tumbuhan yang struktur tubuhnya masih belum bisa dibedakan antara akar,batang dan daun. Sedangkan tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar,batang dan daun disebut dengan tumbuhan kormus (Fitrah, 2011).Struktur tubuh dari divisi thallophyta, memiliki tubuh berbentuk thallus. Thallus artinya belum dapat dibedakan antara akar, batang dan daun. Tubuh tumbuhan yang telah dapat dibedakan dalam ke-3 bagian tersebut dinamakan kormus (Cormophyta). Tubuh yang berupa tallus ini mempunyai struktur dan bentuk dengan variasi yang sangat besar, dari yang terdiri atas satu sel berbentuk bulat sampai yang terdiri dari banyak sel dengan bentuk yang kadang-kadang telah mirip dengan kormus pada tumbuhan tingkat tinggi. Sel yang menyusun tubuh telah memperlihatkan differensiasi yang jelas, dalam protoplasnya tampak nyata satu inti atau lebih dan plastid dengan bentuk yang beraneka ragam (Gembong, 1989).Tumbuhan ganggang atau alga merupakan tumbuhan thallus yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut. Yang hidup di air ada yang bergerak aktif dan ada yang tidak. Jenis-jenis yang hidup di air, terutama tubuhnya bersel tunggal dan dapat bergerak aktif mempunyai alat gerak untuk bergerak berupa bulu-bulu cambuk atau flagel. Flagel pada pada gangggang berjumlah satu atau lebih. Jika jumlahnya lebih dari satu, flagel itu dikatakan isokon bila sama panjangnya, heterokon bila panjangnya tidak sama. Flagel yang menurut alat gerak terdapat dibelakang disebut flagel yang opistokom. Selain daripada itu, pada ganggang spora dan gametnya pun lazimnya dapat bergerak aktif dengan perantaraan flagel pula. Spora yang dapat bergerak aktif itu disebut zoospore atau kembara (Gembong, 1989).Fungi memiiki ciri umum jamur yaitu mempunyai klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Jamur memiliki asam inti berupa ARN dan ADN. Dindingnya terdiri atas kitin dan selulosa. Jamur ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Jamur juga bersifat heterotrof yang mendapatkan nutriennya melalui penyerapan (absorption). Dalam cara nutrisi ini, molekul-molekul organik kecil diserap dari medium sekitarnya. Fungi akan mencerna makanan di luar tubuhnya dengan cara mensekresikan enzim-enzim hidrolitik yang sangat ampuh ke dalam makanan tersebut. Fungi hidup sebagai saprofit atau parasit, ada yang dalam air, tetapi lebih banyak yang hidup didaratan serta pada tempat yang lembab. Sedangkan di dalam laut jarang sekali didapatkan. Kebanyakan jamur yang hidup saprofit dapat dipelihara pada substrat buatan (Muliayanti, 2009).Lichenes atau lumut kerak memiliki ciri yaitu memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis dan dapat menghasilkan makanan sendiri (autotrof). Hidupnya menempel pada tumbuhan lain (epipit) dan pada tempat yang lembab (higrofit). Lumut kerak atau lichenes merupakan simbiosis mutualisme dari algae dan jamur (Prowel, 2010).

BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1 Waktu dan Tempata. Waktu: Senin, 28 Desember 2015b. Tempat:Ruang 14 Dompak, Universitas Maritim Raja Ali Haji3.2 Alat dan Bahan3.2.1 Alat :a. Alat tulisb. Kertasc. Mikroskopd. Objek glasse. Cover glassf. Pipet tetesg. Pinseth. Pensil warna3.2.2 Bahan :a. Alga uniseluler: air genangan berwarna hijau, air got, lendir pada tembok yang basah.b. Alga multiseluler: Sargasum sp., Turbinaria sp, Coulerpa sp, Halimeda sp, Euchema sp.c. Jamur makroskopis: jamur kuping, (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvaceae), jamur tiram (Plearatus ostreatus), jamur shitake (Lentinula edodes).d. Jamur mikroskopis: air tape, tongkol jagung yang berjamur, roti berjamur, nasi basi.e. Lichenes: Parmelia acetabulum.f. Aquadesg. Tissue3.3 Langkah Kerja3.3.1 Pengamatan Alga1. Alga uniselulera. Mengamati sampel yang tersedia dengan menggunakan mikroskopb. Menggambar spesies yang ditemukan.c. Memberikan warna dan keterangan pada gambar.2. Alga multiselulera. Mengamati bagian-bagian morfologi bahan yang tersedia.b. Menggambar serta memberikan warna dan keterangan.3.3 2 Pengamatan Jamur1. Jamur makroskopisa. Mengamati bagian morfologi setiap jamur yang disiapkan.b. Menggambar jamur-jamur tersebut.c. Memberikan keterangan pada gambar dan memberi warna.2. Jamur mikroskopisa. Mengambil sampel jamur pada roti, nasi basi dan tongkol jagung yang berjamur dengan menggunakan pinset.b. Meletakkan sampel pada objek glass kemudian meneteskan dengan air aquadest lalu menutupnya dengan deck glass.c. Untuk bahan yang berair seperti tape dapat menggunakan pipet tetes lalu meneteskan pada objek glass kemudian menutupnya dengan deck glass.d. Mengamati dengan menggunakan mikroskope. Menggambar hasil pengamatan dan memberi warna serta keterangan.3.3.3 Pengamatan Lichenes1. Mengamati setiap bagian dari bahan yang tersedia.2. Menggambar, memwarnai dan memberikan keterangan.

BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN4.1. hasil pengamatan4.1.1. Pengamatan Alga1. Pengamatan Alga UniselulerNama spesiesGambarTempat di temukan

Euglena viridisAir genangan hijau

Dinobryon acuminatumAir got

Euglena viridisLendir pada rembesan dinding yang basah

2. Pengamatan Alga MultiselulerNama spesiesGambar Tempat di temukan

Sargassum sp.Pantai Laut tri kora

Turbinaria sp.Internet

Coulerpa sp.Internet

Halimeda spInternet

Euchema spInternet

4.1.2. Pengamatan Jamur1. Pengamatan Jamur MakroskopisNama spesiesGambar Tempat di temukan

Jamur Kuping (Auricularia polytricha)Pasar bincen

Jamur Merang (Volvariella volvaceae)Pasar bincen

Jamur Tiram (Plearatus ostreatus)Pasar bincen

Jamur Shitake (Lentinula edodes)Internet

2. Pengamatan Jamur MikroskopisNama spesiesGambar Tempat di temukan

Saccharomyces serevisiaeAir tape

Aspergillus oryzaeTongkol Jagung yang berjamur

Rhizopus stoloniferusRoti berjamur

Rhizopus oryzaeNasi basi

4.1.3.Pengamatan LichenesNama spesiesGambar Tempat di temukan

Lumut kerak (Parmelia acetabulum)Internet

4.1.4 Pengamatan Struktur Alga, Jamur, dan LichenesNo SpesiesGambarKeterangan

1. Euglena viridis1. Bintik mata2.