Laporan Praktikum Proyek Anatomi Dan Fisiologi Hewan - Pencernaan

download Laporan Praktikum Proyek Anatomi Dan Fisiologi Hewan - Pencernaan

of 23

  • date post

    21-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    555
  • download

    67

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Praktikum Proyek Anatomi Dan Fisiologi Hewan - Pencernaan

LAPORAN PRAKTIKUM PROYEK ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN (BI-2103)PENGAMATAN SISTEM PENCERNAAN DAN PARAMETER PENCERNAAN Mus musculus

Tanggal Praktikum: 18 September 2013Tanggal Pengumpulan: 11 Oktober 2013

Disusun oleh:Tyas Arum Widayati10612031Kelompok 13

Asisten:Stephani Satriyo10610048

PROGRAM STUDI BIOLOGISEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATIINSTITUT TEKNOLOGI BANDUNGBANDUNG2013

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangDewasa ini berat badan sering menjadi permasalahan, terutama pada bidang kesehatan. Permasalahan berat badan ini dapat berupa kekurangan ataupun kelebihan berat badan. Menurut Kahn (2012), kekurangan berat badan atau kehilangan berat badan secara abnormal, dapat mengindikasikan seseorang sedang dalam keadaan stres atau sedang mengidap penyakit yang cukup serius. Kelebihan berat badan menurut Azwar (2004) merupakan salah satu penyebab dari penyakit kardiovaskuler dan diketahui dari Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1972, 1986, dan 1992, penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit degeneratif yang menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Banyak cara yang digunakan untuk mengatasi permasalahan berat badan, baik secara alami maupun modern. Secara alami, digunakan ekstrak Curcuma xanthorrhiza dan Guazuma ulmifolia untuk mengatasi masalah ini. Guazuma ulmifolia digunakan sebagai pelangsing tubuh dan Curcuma xanthorrhiza digunakan untuk mengobati penyakit hati dan ginjal (Heyne, 1987 dalam Fitrianingsih, 2011).Perhitungan parameter-parameter efisiensi pencernaan seperti laju konsumsi, laju pertumbuhan, laju pertumbuhan relatif, efisiensi pakan dan pencernaan, serta efisiensi absorbsi dapat digunakan untuk mengetahui permasalahan yang berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti kehilangan atau kelebihan berat badan. Penentuan parameter-parameter tersebut penting untuk mengetahui apakah sistem pencernaan bekerja dengan efisien atau tidak sehingga jika terdapat gangguan pada sistem pencernaan dapat diketahui lebih dini.

1.2 TujuanMenentukan pengaruh Curcuma xanthorriza dan Guazuma ulmifolia terhadap laju konsumsi, laju pertumbuhan, laju pertumbuhan relatif, efisiensi pakan dan pencernaan, dan efisiensi absorbsi pada Mus musculus.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Sistem Pencernaan Mamalia Sistem pencernaan merupakan sistem yang mengatur asimilasi nutrisi yang dibutuhkan untuk memperoleh energi serta pertumbuhan. Sistem pencernaan pada vertebrata memiliki berbagai variasi. Keragaman ini disebabkan oleh kebutuhan nutrisi tiap individu yang berbeda-beda dan cara tiap individu untuk mengambil nutrisi yang dibutuhkannya dari lingkungan (Stevens, 2004). Sistem pencernaan dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Makanan yang dikonsumsi diubah menjadi energi dan proses pencernaan ini juga berperan dalam pengeluaran zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh. Setelah masuk melalui rongga mulut, makanan masuk ke esofagus dan kemudian terjadi proses pemecahan makanan dengan bantuan enzim pencernaan (Stevens, 2008). Lambung adalah tempat diferensiasi terbesar antara hewan ruminansia dan nonruminansia. Salah satu hal perbedaan dari sistem pencernan hewan ruminansia dengan nonruminansia adalah esofagusnya. Pada hewan ruminansia, esofagus memungkinkan makanan untuk masuk kembali ke rongga mulut dan difermentasi (Baldwin, 1984). Makanan lalu masuk ke usus halus. Pada usus halus, penyerapan nutrisi dari makanan berlangsung. Nutrisi yang diserap oleh usus halus kemudian disalurkan ke bagian tubuh yang membutuhkan (Parsons, 2008). Setelah melewati usus halus, makanan masuk ke usus besar. Di usus besar, terjadi proses penyerapan air sekitar 90%. Selanjutnya, produk sisa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dikeluarkan melalui anus (Wolin, 1981).

2.2Curcuma xanthorrhiza Berdasarkan data dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi (2006), Curcuma xanthorrhiza berasal dari genus Curcuma, suku Zingiberaceae, ordo Zingiberales, kelas Monocotyledonae, sub divisi Angiospermae, dan divisi Spermatophyta. Habitusnya berupa semak dengan tinggi 1,5 m.Berdasarkan Hembing (2008), bagian rimpang dari Curcuma xanthorrhiza digunakan sebagai obat. Khasiat dari Curcuma xanthorrhiza adalah menurunkan kadar kolestrol yang tinggi, mengatasi gangguan hati dan empedu, radang lambung, gangguan pencernaan, dan gangguan pada saat menstruasi. Rimpang Curcuma xanthorrhiza mengandung kurkumin, pati, protein, serat, glikosida, toluil, metil karbinol, 1-sikloipremirsen, kalium oksalat, serta minyak atsiri yang terdiri dari felandren, kamfer, borneol, turmerol, xantorizol, dan sineol. Rimpang Curcuma xanthorrhiza berbau aromatik tajam, rasanya pahit dan agak pedas, khasiat lainnya adalah antiinflamasi dan minyak atsirinya berfungsi fungistatik terhadap jamur dan bakteriostatik pada mikroba Staphyllococcus sp. dan Salmonella sp. (Dalimartha, 2006).Kandungan kurkumin dari Curcuma xanthorrhiza berfungsi untuk merangsang sel hati untuk memperlancar sekresi empedu sehingga pemecahan lemak dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kurkumin juga memperlancar pengeluaran lemak ke usus. Pengolahannya dapat dilakukan dengan merebus 15-30 g rimpang dan diminum air hasil rebusannya (Hembing, 2008). 2.3Guazuma ulmifoliaGuazuma ulmifolia merupakan tanaman dari genus Guazuma, suku Stercuiiaceae, ordo Malvales, kelas Dycotiledonae, sub divisi Angiospermae, dan divisi Spermatophyta (Departemen Kesehatan, 2000). Nama umum dari Guazuma ulmifolia adalah Jati Belanda. Habitus dari tanaman ini adalah pohon dengan tinggi 10 m. Daun Guazuma ulmifolia ini berkhasiat untuk menurunkan kolesterol dalam darah dan menurunkan berat badan. Buahnya dapat digunakan sebagai obat batuk dan diare. Berdasarkan Hembing (2008), tanaman Guazuma ulmifolia mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, sterol, tanin, asam fenolat, dan damar. Rasa yang ditimbulkan tanaman ini agak kelat, bau aromatiknya lemah, dapat berfungsi sebagai pengelat (astringent), dan kandungan taninnya mengerutkan selaput lendir usus sehingga mengurangi penyerapan lemak dari makanan. Guazuma ulmifolia dapat diolah dengan merebus 1530 g daunnya, kemudian diminum air hasil rebusannya.

2.4Dosis Dosis PendedahanMenurut Fox (2007), sebelum melakukan pendedahan zat kepada hewan, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah pH, sterilitas, sifat kimia dari zat yang digunakan, dosis yang akan diberikan, frekuensi pendedahan, volume yang akan didedahkan, dan jalur pendedahan. Dalam pendedahan, terutama pendedahan zat kepada Mus musculus, terdapat dosis-dosis tertentu yang perlu diperhatikan. Dosis-dosis tersebut adalah sebagai berikut.Tabel 2.1 Dosis pendedahan pada Mus musculus

2.5Parameter Parameter Terkait Sistem PencernaanPada sistem pencernaan, terdapat beberapa parameter yang dapat diukur untuk melihat keadaan sistem pencernaan pada suatu hewan (Sidhar, 2009). Parameter tersebut dapat diukur berdasarkan perhitungan berikut:Consumption Rate (CR) = makanan yang dikonsumsi per hariRelative Consumption Rate = (makanan yang dikonsumsi per hari/ berat hewan rata-rata) x 100%Growth Rate (GR)= Berat tubuh yang didapatkan per harinyaRelative Growth Rate= (Berat tubuh yang didapatkan per harinya/ berat tubuh rata-rata} x 100%Food Conversion Efficiency = (Berat tubuh yang didapatkan per harinya/makanan yang dikonsumsi per hari) x 100%

2.6Kandang MetabolismeKandang metabolisme berperan penting dalam perkembangan ilmu gizi. Dengan kandang metabolisme, eksperimen untuk menentukan parameter-parameter seperti kebutuhan nutrisi hewan, kemampuan mencerna nutrisi, ekskresi endogen, keseimbangan mineral dalam tubuh, dan laju ekskresi urin. Prinsip kerja dari kandang metabolisme ini adalah pengambilan data dari jumlah dan frekuensi hasil ekskresi yang dikeluarkan oleh hewan tersebut (Hendriks, 1999). Kandang metabolisme tersusun dari bagian atas dengan atapyang terbuat dari bahan polikarbonat. Pada bagian luar, terdapat tempat pakan yang ukurannya telah disesuaikan agar hewan tidak bersarang di dalamnya. Tempat makan didesain dengan laci agar tidak ada kontaminasi antara urin dengan pakan. Urin yang akan diukur dialirkan pada corong bagian bawah kandang yang di bawahnya terdapat tabung utuk mewadahi urin. Feses hewan dialirkan ke bagian corong lainnya yang dibawahnya sudah tersedia tabung untuk mengumpulkan feses (Tarland, 2007).

BAB III

METODOLOGI

3.1 Alat dan BahanPada pengamatan sistem pencernaan Mus musculus ini, alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut.Tabel 3.1 Alat dan bahanAlatBahan

1. Kandang metabolisme2. Sarung tangan (glove)3. Timbangan digital4. Syringe5. Jarum gavage6. Oven7. Wadah penampung feses8. Gelas penampung urin9. Gelas kimia1. Mencit (Mus musculus)2. Pakan mencit3. Akuades4. Detergen5. Alumunium foil6. Curcuma xanthorriza7. Guazuma ulmifolia

3.2Cara Kerja3.2.1InisiasiMus musculus ditimbang dan dicatat berat badannya, kemudian dimasukkan ke dalam kandang metabolisme yang telah disiapkan. Dimasukkan pakan sebanyak 10% dari berat badan Mus musculus ke dalam tempat pakan dan diberikan minum secara ad libitum. Wadah penampung feses dan gelas penampung urin ditimbang dan ditempatkan di bawah saluran feses dan saluran urin.

3.2.1Pemeliharaan dan Pemberian PerlakuanSelama pemeliharaan dan pemberian perlakuan, dilakukan penimbangan berat badan Mus musculus setiap hari. Mus musculus dikeluarkan dari kandang, ditimbang, dan dicatat berat badannya. Setiap hari Mus musculus juga didedah, jarum gavage dipasang pada syringe, lalu dimasukkan zat ke dalam alat gavage. Mus musculus kemudian ditangkap dan diposisikan secara vertikal. Dimasukkan alat gavage ke dalam kerongkongan mencit lalu zat diinjeksi. Alat gavage dikeluarkan lalu dicuci dengan air keran, air sabun, dan akuades secara berturut-turut dan Mus musculus dikembalikan ke kandang.Dilakukan juga penimbangan dan pemberian pakan setiap hari. Tempat pakan dilepas dari kandang metabolisme. Ditimbang pakan y