Laporan Praktikum Faal Sistem Sensoris

download

of 18

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents
  • view

    217
  • download

    14

Embed Size (px)

description

panca indera

transcript

SISTEM SENSORIK

I. TUJUANPada akhirnya latihan mahasiswa harus dapat :1. Membedakan perasaan subjektif panas dan dingin2. Menetapkan adanya titik-titik panas, dingin, tekan dan nyeri dikulit.3. Memeriksa daya menentukan tempat rangsangan taktil (lokalisasi taktil).4. Memeriksa daya membedakan dua titik tekan (diskriminasi taktil) pada perangsangan serentak (simultan) dan perangsangan berurutan (suksetif).5. Menentukan adanya perasaan iringan dan menerangkan mekanisme terjadinya (after image).6. Memeriksa daya membedakan berbagai sifat benda:a. Kekerasan permukaanb. Bentukc. Bahan pakaian7. Memeriksa daya menetukan sikap anggota tubuh.8. Mengukur waktu reaksi.9. Menyebutkan faktor-faktor sikap anggota tubuh.

II. ALAT YANG DIPERLUKAN :1. 3 waskom dengan air bersuhu 20C, 30C dan 40C.2. Gelas beker dan thermometer kimia.3. Alcohol atau eter.4. Es.5. Kerucut kuningan + bejana berisi kikiran kuningan + estesiometer rambut Frey dan jarum.6. Pensil + jangka + pelbagai jenis amplas + benda-benda kecil + bahan-bahan pakaian.7. Mistar pengukur reaksi.

III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

I. Perasaan Subyektif Panas dan Dingin

A. Dasar TeoriTemperatur reseptor/ thermoreseptor merupakan free nerve ending yang terletak pada dermis, otot skeletal, liver, hipotalamus. Reseptor dingin tiga/ empat kali lebih banyak daripada reseptor panas. Tidak ada strukur yang membedakan reseptor dingin dan panas.Sensasi temperature diteruskan pada jalur yang sama dengan sensasi nyeri. Mereka dikirim ke formation retikularis, thalamus dan korteks primer sensoris. Thermoreseptor merupakan phasic reseptor, aktif bila temperature berubah, tetapi cepat beradaptasi menjadi temperature yang stabil.

B. Tata Kerja1. Sediakan 3 waskom masing-masing berisi air suhu 20, 30, 40 C2. Masukkan tangan kanan ke dalam air bersuhu 20 dan tangan kiri ke dalam 40C selama 2 menit. Catat kesan yang saudara alami.3. Kemudian masukkan segera kedua tangan itu serentak ke dalam air bersuhu 30C. Catat kesan apa yang saudara alami.VII.1. Apakah ada perbedaan perasaan subyektif antara kedua tangan tersebut? Apa sebabnya?4. Tiup perlahan-lahan kulit punggung tangan yang kering dari jarak 10 cm5. Basahi kulit punggung tangan tersebut dengan air dan tiup sekali lagi dengan kecepatan seperti diatas.Bandingkan kesan yang sdr alami hasil tiupan pada sub 4 dan 5!6. Olesi sebagian kulit punggung tangan dengan alcohol atau eterVII.2. Apakah ada perbedaan antara ke 3 hasil akhir tindakan pada sub 4,5 dan 6 apa sebabnya ?

C. Hasil Pengamatan dan Pembahasano.p.: Hendris Utama Citra WahyudinTangan kanan ke dalam air bersuhu 20C dan tangan kiri ke dalam 40C selama 2 menit:Baskom berisi 20 C lama-lama tidak dinginBaskom berisi 40 C lama-lama tidak panasTangan segera serentak ke dalam air bersuhu 30C.:Baskom 40C dinginBaskom 20C hangat Antara kesan hasil tiupan pada sub 4, sub 5, dan sub 6 Jarak dingin Jarak 10 Cm: Hangat Dengan alcohol: >> dingin

D. Menjawab PertanyaanVII.1. Apakah ada perbedaan perasaan subyektif antara kedua tangan tersebut? Apa sebabnya?Jawab:Tangan kanan terasa lebih panas dibandingkan dengan tangan kiri, karena perubahan suhuyang diterima oleh kulit.

VII.2. Apakah ada perbedaan antara ke 3 hasil akhir tindakan pada sub 4,5 dan 6 apa sebabnya ? Jawab: tangan kanan kering di pegang masih terasa lembab tangan kiri benar-benar kering saat dipegang Sebab: eter/alkohol lebih cepat menguap saat terkena udara luar

E. KesimpulanKulit berfungsi sebagai thermoreseptor, terdapat perbedaan subyektif antara rasa panas dan dingin. Untuk mendeteksi rasa panas melalui reseptor Ruffinis dan untuk mendeteksi rasa dingin melalui reseptor Krause.

II. Titik-titik panas, dingin, tekan, dan nyeri di kulit

A. Dasar TeoriReseptor sensorikReseptor sensorik berupa sel-sel khusus atau proses sel yang memberikan informasi tentang kondisi di dalam dan diluar tubuh kepada susunan saraf pusat. Indera peraba dikulit adalah indera yang digunakan untuk merasakan sensitivitas temeperatur, nyeri, sentuhan, tekanan, getaran dan proprioseptif.

Adapun indera-indera khusus pada tubuh kita seperti penciuman, penglihatan, perasa pada lidah, keseimbangan dan pendengaran. Sensasi yang dating pada tubuh kita diterima oleh reseptor yang khusus yang strukturnya lebih kompleks daripada reseptor pada kulit. Reseptor ini terletak pada indera khusus pada manusia seperti mata, telinga dimana reseptornya dilindungi oleh jaringan-jaringan disekitarnya.

a. NosiseptorReseptor nyeri/nosiseptor terletak pada daerah superficial kulit, kapsul sendi, dalam periostes tulang sekitar dinding pembuluh darah. Jaringan dalam dan organ visceral mempunyai beberapa nosiseptor. Reseptor nyeri merupakan free nerve ending dengan daerah reseptif yang luas, sebagai hasilnya sering kali sulit membedakan sumber rasa nyeri yang tepat.Nosiseptor sensitive terhadap temperature yang ekstrim, kerusakan mekanis dan kimia seperti mediator kimia yang dilepaskan sel yang rusak. Bagaimanapun juga rangsangan yang kuat akan diterima oleh ketiga tipe reseptor. Untuklah kita bias merasakan sensasi rasa nyeri yang disebabkan oleh asam, panas, luka yang dalam. Rangsangan pada dendrite di nosiseptor menimbulkan depolarisasi, bila segmen akson mencapai batas ambang dan terjadi potensial aksi di susunan saraf pusatb. ThermoreseptorTemperatur reseptor/ thermoreseptor merupakan free nerve ending yang terletak pada dermis, otot skeletal, liver, hipotalamus. Reseptor dingin tiga/ empat kali lebih banyak daripada reseptor panas. Tidak ada strukur yang membedakan reseptor dingin dan panas.Sensasi temperature diteruskan pada jalur yang sama dengan sensasi nyeri. Mereka dikirim ke formation retikularis, thalamus dan korteks primer sensoris. Thermoreseptor merupakan phasic reseptor, aktif bila temperature berubah, tetapi cepat beradaptasi menjadi temperature yang stabil. c. MechanoreseptorMechanoreseptor sangat sensitif terhadap rangsangan yang terjadi pada membrane sel. Membran sel memiliki regulasi mekanis ion channel dimana bias terbuka ataupun tertutup bila ada respon terhadap tegangan, tekanan dan yang bias menimbulkan kelainan pada membrane. Terdapat tiga jenis mechanoreseptor antara lain: Tactile reseptor memberikan sensasi sentuhan, tekanan dan getaran. Sensasi sentuhan memberikan inforamsi tentang bentuk atau tekstur, dimana tekanan memberikan sensasi derajat kelainan mekanis. Sensasi getaran memberikan sensasi denyutan/ debaran. Baroreseptor untuk mendeteksi adanya perubahan tekanan pada dinding pembuluh darah dan pada tractus digestivus, urinarius dan system reproduksi. Proprioseptor untuk memonitor posisi sendi dan otot, hal ini merupakan struktur dan fungsi yang kompleks pada reseptor sensoris.d. ChemoreseptorSpesialisasi pada neuron chemoreseptor dapat dideteksi dengan perubahan kecil dari konsentrasi kimia. Umumnya chemoreseptor berespon terhadap substansi water-soluble dan lipid soluble yang larut dalam cairan.Chemoreseptor tidak mengirim informasi pada korteks primer sensoris, jadi kita tidak tahu adanya sensai yang diberikan kepada reseptor tersebut. Saat informasi datang lalu diteruskan menuju batang otak yang merupakan pusat otonomik yang mengatur pusat respirasi dan fungsi cardiovascular

Reflek mempunyai waktu reaksi yang terukur, waktu yang dibutuhkan dari saat perangsangan sampai timbulnya respon tersebut disebut waktu refelks. Respon dari aksi reflex yang sederhana akan lebih cepat ketimbang respons dari aksi reflex yang kompleks. Waktu reaksi dipengaruhi oleh intensitas rangsangan dan kompleksitas aksi reflex. Pada umumnya makin kuat intensitas rangsangan maka waktu reaksi makin pendek sedangkan makin komleks aksi reflex maka waktu reaksi makin lama.

B. Tata Kerja1. Letakkan punggung tangan kanan diatas sehelai kertas dan tarik garis pada pinggir tangan dan jari-jari sehingga terdapat lukisan tangan2. Pilih dan gambarkan ditelapak tangan suatu daerah 3 x 3 cm dan gambarkan pula dilukisan tangan pada kertas3. Tutup mata orang percobaan dan letakkan punggung tangan kanannya santai di meja4. Selidiki secara teratur menurut garis-garis sejajar titik-titik yang memberikan kesan panas yang jelas pada telapak tangan tersebut dengan menggunakan kerucut kuningan yang telah dipanasi. Cara memanasi kerucut kuningan yaitu dengan menempatkannya dalam bejana berisi kikiran kuningan yang di rendam dalam airpanas bersuhu 50 C. tandai titik-titik panas yang diperoleh dengan tinta5. Ulangi penyelidikan yang serupa pada sub 4 dengan kerucut kuningan yang telah didinginkan cara mendinginkan kerucut kuningan yaitu dengan menempatkannya dalam bejana berisi kikiran kuningan yang direndam dalam air es.6. Selidiki pula menurut cara diatas titik-titik yang memberikan kesan tekan dengan menggunakan estesioner rambut Frey dan titik-titik yang memberikan kesan nyeri dengan jarum7. Gambar dengan symbol yang berbeda semua titik yang diperoleh pada lukisan tangan di kertasVII.3. Menurut teori, kesan apakah yang diperoleh bila titik dingin dirangsang oleh benda panas? Bagaimana keterangannya ?

C. Hasil Pengamatan dan Pembahasano.p.: Hendris Utama Citra Wahyudin

O.P. merasa panas ketika kerucut kuningan yg telah didiamkan terlebih dahulu di air panas.Berdasarkan hasil percobaan pada o.p dapat menyimpukan bahwa sensasi titik panas dan dingin dapat teraba jelas berada pada daerah tengan dari pada tangan. Disini terlihat bahwa reseptor-reseptor panas dan dingin pada daerah tangan terbanyak terletak pada daerah tengah, dan juga bukan karena reseptor-resptor panas dingin saja yang banyak tetapi juga karena di daerah tengah tangan sedikit lebih curam, ini menandakan disana lebih sedikit jaringan lemaknya sehingga sensasi titik panas dan dingin lebih terasa.

D. Menjawab PertanyaanVII.3. Menurut teori, kesan apakah yang diperoleh bila titik dingin dirangsang oleh benda panas? Bagaimana keterangannya ?Jawab:Perubahan s