Laporan Ppic a6 Lengkap

download Laporan Ppic a6 Lengkap

of 74

  • date post

    24-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    255
  • download

    27

Embed Size (px)

description

Laporan PPIC

Transcript of Laporan Ppic a6 Lengkap

2013TUGAS BESARPerencanaan & Pengendalian ProduksiBAB IPENDAHULUAN

0. Latar BelakangPada masa-masa ini proses produksi dalam industri harus dipandang sebagai suatu sistem perbaikan yang terus menerus. Produksi memiliki komponen atau elemen yang saling menunjang satu sama lain. Elemen utama dalam proses produksi yaitu input-proses output merupakan proses harus semakin berkembang seiring berjalannya waktu.Oleh karena itu diperlukan pembelajaran lebih dalam mengenai perencanaaan dan pengendalian yang baik pada sistem produksi. Dalam perencanaan diperlukan beberbagai proses untuk menghasilkan output yang maksimal. Dalam tugas besar ini akan mempelajari tahapan-tahapan dalam perencanaan sebuah sistem produksi berdasarkan studi kasus pada sebuah perusahaan. Perusahaan yang digunakan sebagai bahan studi kasus adalah PT. Good Wold. PT. Good Wood merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang funiture. Perusahaan tersebut terletak di Kota Malang dengan pangsa pasar di seluruh Indonesia.

0. Rumusan MasalahBerikut rumusan masalah yang diangkat dalam pembahasan tugas besar ini adalah:1. Bagaimana melakukan suatu perencanaan produksi yang baik dan menghasilkan output yang optimal pada industri furniture PT. Good Wood?1. Bagaimana melakukan suatu pengendalian bahan baku yang baik agar efisiensi biaya produksi dapat tercapai?1. Bagaimana melakukan analisa biaya dari suatu sistem produksi?

0. TujuanTujuan dari penulisan laporan tugas besar ini adalah:1. Mahasiswa diharapkan dapat memahami bagaimana perencanaan produksi sehingga menciptakan output yang optimal.1. Mahasiswa diharapkan dapat memahami bagaimana pengendalian bahan baku yang efisien pada industri furniture PT. Good Wood.1. Mahasiswa diharapakan dapat menganalisa biaya sistem produksi pada PT. Good Wood.

0. ManfaatManfaat dari penulisan laporan tugas besaar ini adalah:1. Mahasiswa dapat memahami tahapan-tahapan dalam perencanaan produksi dan pengendalian bahan baku dalam sebuah sistem produksi.1. Mahasiswa dapat menganalisa suatu sistem produksi untuk mencapai output yang optimal melalui studi kasus pada PT. Good Wood.

0. BatasanBerikut batasan enulisan laporan tugas besar ini, yaitu:1. Produk furniture yang dibuat berdasarkan komponen-komponen kayu, partikel board, handle, cat, baut, paku.1. Data penjualan yang digunakan tiga periode terakhir.1. Perencanaa produksi dan pengendalian persediaan dilakukan selama horison 6 bulan ke depan.

0. AsumsiBerikut asumsi penulisan laporan tugas besar ini, yaitu:1. Proses produksi tidak mengalami perubahan selama penelitian dilaksanakan. 1. Tidak ada perubahan spesifikasi produk selama penelitian dilakukan. 1. Fasilitas produksi berjalan pada kondisi normal dan lancar. 1. Material dan bahan-bahan penunjang lainnya selalu tersedia.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Gambar 2.1 Framework perencanaan dan pengendalian produksiSumber: Hakim Nasution dan Yudha Prasetyawan, 2008:40

1. Tahap PeramalanPeramalan (forecasting) merupakan bagian vital bagi setiap organisasi bisnis dan untuk setiap pengambilan keputusan manajemen yang sangat signifikan. Peramalan menjadi dasar bagi perencanaan jangka panjang perusahaan. Dalam area fungsional keuangan, peramalan memberikan dasar dalam menentukan anggaran dan pengendalian biaya. Pada bagian pemasaran, peramalan penjualan dibutuhkan untuk merencanakan produk baru, kompensasi tenaga penjual, dan beberapa keputusan penting lainnya. Selanjutnya, pada bagian produksi dan operasi menggunakan data-data peramalan untuk perencanaan kapasitas, fasilitas, produksi, penjadwalan, dan pengendalian persedian (inventory control). Untuk menetapkan kebijakan ekonomi seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat inflasi, dan lain sebagainya dapat pula dilakukan dengan metode peramalan.

2. Tahap Perencanaan AgregatPerencanaan Agregat merupakan suatu perencanaan produksi yang bersifat global dan tidak menggunakan satuan jenis produk (Individual Product). Perencanaan agregat adalah perencanaan yang dibuat untuk menentukan total permintaan dari seluruh elemen produksi dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Perencanaan agregat merupakan perencanaan produksi jangka panjang menengah. Horizon perencanaannya biasanya berkisar antara 1 sampai 24 bulan atau bisa bervariasi dari 1 tahun sampai 3 tahun. Horizon tersebut tergantung pada karakteristik produk dan jangka waktu produksi. Periode perencanaan disesuaikan dengan periode peramalan, biasanya 1 bulan.Pada umumnya ada empat jenis strategi yang dapat dipilih dalam membuat perencanaan agregat, antara lain :0. Memproduksi banyak barang pada saat permintaan rendah, dan menyimpan kelebihannya sampai saat yang dibutuhkan. Alternatif ini akan menghasilkan tingkat produksi relatif konstan, tetapi mengakibatkan ongkos persediaan yang tinggi.0. Menambah tenaga kerja pada saat permintaan tinggi dan memberhentikannya pada saat permintaan rendah.0. Melemburkan pekerja. Alternatif ini serung dipakai dalam perencanaan agregat, tetapi ada keterbatasannya dalam menjadwalkan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang ada. Jika permintaan naik, maka kapasitas produksi dapat dinaikkan dengan melemburkan pekerja.0. Mensubkontrakkan sebagian pekerjaan pada saat sibuk. Alternatif ini akan mengakibatkan tambahan ongkos karena subkontrak dan ongkos kekecewaan konsumen bila terjadi kelambatan penyerahan dari barang yang disubkontrakkan.

3. Capacity PlanningPerencanaan kapasitas adalah proses menentukan tingkat kapasitas yang diperlukan untuk melakukan jadwal produksi, dibandingkan terhadap kapasitas yang tersedia dan tindakan-tindakan penyesuaian yang diperlukan terhadap tingkat kapasitas atau jadwal produksi yang sudah dibuat.

(1) Rought Cut Capacity PlanningPenentuan kebutuhan kapasitas kasar atau Rough-Cut Capacity Planning (RCCP)menentukan kebutuhan kapasitas yang diperlukan untuk melaksanakan Jadwal Induk Produksi. Ketidaklayakan JIP akan diperbaiki oleh RCCP dimana RCCP akan mengkonversikan JIP menjadi kebutuhan-kebutuhan kapasitas untuk sumber daya utama dan kemudian menentukan apakah JIP tersebut layak dengan keterbatasan-keterbatasan kapasitas yang ada. Rough-Cut Capacity Planning digunakan untuk menyesuaikan kapasitas jangka manengah. Tindakan yang mungkin dilakukan meliputi penentuan standar peralatan mesin, penentuan subkontrak, atau alokasi tenaga kerja.Ada 3 teknik perencanaan kebutuhan kapasitas kasar yaitu :1. Pendekatan Total Faktor (overall factor approach)2. Pendekatan Daftar Tenaga Kerja3. Pendekatan Profil Sumber

0. Capacity Requirement PlanningCapacity Requirement Planning (CRP) adalah fungsi untuk menentukan, mengukur, dan menyesuaikan tingkat kapasitas atau proses untuk menentukan jumlah tenaga kerja dan sumber daya mesin yang diperlukan untuk melaksanakan produksi. CRP merupakan teknik perhitungan kapasitas rinci yang dibutuhkan oleh perencanaan kebutuhan material (Material Requirement Planning). CRP memverifikasi apakah kapasitas yang tersedia mencukupi selama rentang perencanaan.

1. PeramalanPeramalan merupakan aktivitas fungsi bisnis yang memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat. Peramalan merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variabel peramalan, sering berdasarkan data deret waktu historis. Peramalan menggunakan teknik-teknik peramalan yang bersifat formal maupun informal. (Gaspersz, (2004) Production Planning and Inventory Control:25)Dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam proses peramalan yang akurat dan bermanfaat:1. Pengumpulan data yang relevan berupa informasi yang dapat menghasilkan peramalan yang akurat.1. Pemilihan teknik peramalan yang tepat yang akan memanfaatkan informasi data yang diperoleh semaksimal mungkin.Peramalan diperlukan untuk mengantisipasi suatu peristiwa yang dapat terjadi pada masa yang akan datang, sehingga dapat dipersiapkan kebijaksanaan atau tindakantindakan yang perlu dilakukan.

2.2.1 Manfaat Peramalan1. Membantu agar perencanaan suatu pekerjaan dapat diperkirakan dengan secara tepat.1. Merupakan suatu pedoman dalam menentukan tingkat persediaan perencanaan dapat sebagai masukan untuk penentuan jumlah investasi.1. Membantu menentukan pengembangan suatu pekerjaan untuk periode selanjutnya.

2.2.2 Pendekatan PeramalanPendekatan metode kualitatif umumnya bersifat subjektif, dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu hasil peramalan dari satu orang dengan orang lain dapat berbeda. Meskipun demikian, peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu :1. Juri dari Opini Eksekutif: metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.1. Gabungan Tenaga Penjualan: setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.1. Metode Delphi: dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.1. Survai Pasar (market survey): Masukan diperoleh dari konsumen atau konsumen potensial terhadap rencana pembelian pada periode yang diamati. Survai dapat dilakukan dengan kuesioner, telepon, atau wawancara langsung.Metode peramalan kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :1. Model seri waktu / metode deret berkala (time se